- Beranda
- Pilih Capres & Caleg
Massa PDIP/Pendukung Jokowi segel kantor tvOne Yogyakarta
...
TS
kyai.petruk
Massa PDIP/Pendukung Jokowi segel kantor tvOne Yogyakarta
Massa PDIP/Pendukung Jokowi segel kantor tvOne Yogyakarta




Merdeka.com - Protes keras Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terhadap tvOne memicu massa Partai Banteng itu untuk bertindak sendiri. Massa PDIP segel kantor tvOne Yogyakarta.
Pantauan merdeka.com pukul 22.15 Wib, Rabu (2/7), ratusan kader dan simpatisan PDIP berbondong-bondong mendatangi kantor tvOne di Jl Kenari, Perumahan Timoho. Massa menyegel kantor tersebut dengan menggunakan bambu yang melintang di pintu depan.
Sambil berorasi, massa yang marah atas pemberitaan tvOne juga meluapkan kekesalannya dengan mencorat-coret tembok kantor tvOne dengan cat semprot warna merah. Salah satunya, mereka menulis 'Jokowi bukan kader PKI', 'JKW-JK', 'tvOne anj**g', dan sebagainya.
Sampai berita ini diturunkan, polisi masih berjaga-jaga di lokasi tersebut. Dalam kerumunan massa tersebut terdapat juga elemen mahasiswa.
Sebelumnya, Sekjen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Tjahjo Kumolo menyatakan protes keras terhadap salah satu program tvOne. Lewat seorang narasumbernya, kata Tjahjo, televisi milik Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie itu telah menyebut PDIP kumpulan orang-orang PKI.
"tvOne yang melalui nara sumbernya mengatakan bahwa PDI Perjuangan merupakan partainya kumpulan orang-orang Partai Komunis Indonesia (PKI) dan kumpulan orang-orang yang tidak disukai oleh TNI," kata Tjahjo yang juga Ketua Tim Kampanye Nasional Jokowi-JK usai memberi pengarahan di depan struktur partai Ketua 35 Kabupaten/Kota DPC PDI Perjuangan se-Jateng di Gedung Panti Marhen, Jalan Brigjen Katamso, Kota Semarang, Jawa Tengah Rabu (2/6) sore tadi.
Tjahjo menilai siaran tvOne itu merupakan fitnah dan mencederai harga diri partai. Selain itu, anggota Komisi I DPR ini menilai penyiaran seputar Pilpres 2014 yang dilakukan tvOne sudah tidak sesuai dengan kaidah-kaidah serta kode etik penyiaran.
"Sebut nama siapa yang merupakan kader PKI jangan asal sebut nantinya malah timbul fitnah," ungkapnya.
Sumur http://www.merdeka.com/peristiwa/mas...ogyakarta.html
SOP jasmev :

1. Iya In aja deh...

2. Sumbernya gak kredibel nih abal2

3. pasti dibayar 2,5 jt

4. Fitnah lo jing

5. Survei punya siapa tuh?
6. Soal HAM wowo gimana tuh? ( gak nyambung sama trit)

7. Baru dikasi angin surga aja seneng

8. Pasang Gambar berjejer...
9. Salam 2 biji

10. penculik

11. survey ucrit ucrit.

12. pasang link onani mereka

13 terguncyang lempar bata

14. "Kamfrett"

16. Bocorr

17. Bertia Gak Penting
18. Ciee udah gajian...
19. Oh... iya dehh..
20. Liat aja nanti 9 Jully ( Iyee nabi ente mewek 9 Jully)
21. Gak Ngaruh...
22. Oooo Gak Heran Survey itu..
[/QUOTE]0
3.9K
59
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Pilih Capres & Caleg
22.5KThread•3.1KAnggota
Tampilkan semua post
bahblo
#59
TEMPO.CO, Yogyakarta - Sekelompok massa mendatangi kantor biro TV One di Yogyakarta pada Rabu malam, 2 Juli 2014. Saat itu, massa menyegel dan mencorat-coret kantor tersebut. Kendaraan sejumlah karyawan yang terparkir di halaman juga tak luput jadi sasaran coretan.
Sebelum menyemprotkan cat di kantor televisi milik pengusaha Aburizal Bakrie itu, massa berorasi yang isinya memprotes pemberitaan TV One yang menyebutkan PDI Perjuangan adalah antek Partai Komunis Indonesia (PKI). Berikut kronologi peristiwa berdasarkan penuturan Heri Sunarso, petugas jaga malam Kompleks Perumahan Timoho Regency-tempat kantor biro TV One Yogyakarta. (Baca: Polisi Masih Berjaga di Kantor TV One di Cakung)
Pada Rabu malam, 2 Juli 2014, sekitar pukul 22.00 sekitar 25 pemuda masuk ke kompleks itu dengan mengendarai sepeda motor. "Rata-rata usia mereka 20 tahun dan berperawakan sedang," kata Heri kepada Tempo Kamis 3 Juli 2014. Di rombongan itu, menurut dia, tak seorangpun mengenakan atribut PDI Perjuangan atau kaus seragam warna merah ciri partai banteng moncong putih tersebut. "Semua berpakaian bebas, tanpa helm dan tak berpenutup wajah." Kendaraan yang digunakan juga tak menimbulkan suara gaduh, seperti bising knalpot saat berkampanye. Heri melihat kelompok massa itu hanya membawa pengeras suara dan cat semprot. (Baca: Corat-coret di TV One, PDIP: Itu Aksi Spontanitas)
Sesampainya di depan rumah nomor C3b yang dikontrak TV One sebagai kantor biro Yogyakarta, massa kemudian mematikan mesin sepeda motor mereka kemudian turun dan bergantian berorasi. "Kami tak terima disebut PKI! PDIP bukan PKI!," ujar Heri menirukan protes kelompok massa tadi. "Jokowi Presiden! Presiden Jokowi!" Orasi ini sontak membuat warga kompleks keluar rumah dan menyaksikan apa yang terjadi. (Baca: Pramono: PDIP Tidak Perintahkan Kader Demo TV One)
Kepada warga, massa sempat menyapa agar mereka tak perlu khawatir karena tak berniat anarkistis atau mengganggu. Melalui pengeras suara, seorang demonstran menyatakan hanya ingin mengklarifikasi pemberitaan TV One yang menuding PDIP merupakan kawan dan antek PKI. Seusai berorasi, perwakilan massa mencoba bertemu dengan kru TV One dengan cara mengetuk pintu rumah. Tapi, kata Heri, "Semua kru TV One sudah berangkat ke Purwokerto untuk liputan sejak hari Selasa. Jadi rumah kosong." (Baca: Soal TV One, Mega Serukan Kader PDIP Tahan Emosi)
Massa kecewa karena tujuannya melakukan protes tak tersampaikan. Seorang dari kelompok itu mengeluarkan cat semprot dan menulis berbagai makian dan kecaman pada TV One. Ada pula yang langsung mengambil puluhan stiker bergambar Jokowi yang ditempelkan pada seluruh bagian rumah. Seluruh muka rumah dua lantai itu, dari kaca, garasi, langit-langit, teras hingga sepeda motor para jurnalis yang terparkir di garasi penuh corat-coret cat semprot. Tulisan seperti 'PDIP bukan antek PKI', 'TV One Anjing' menghiasi rumah yang aslinya dimiliki seorang warga asal Jakarta itu.
Adapun penyegelan kantor itu, menurut Heri, adalah spontanitas demonstran. Saat itu, massa melihat tumpukan bambu dan kayu di depan rumah yang baru saja dicat ulang itu. "Wong mereka datang enggak bawa apa-apa, tiba-tiba lihat ada kayu terus dipasang di pintu masuk," kata Heri.
Seorang warga yang tinggal di depan kantor TV One, Igo, menyatakan massa tak beringas. Warga juga sempat berkomunikasi dengan mereka dan menanyakan maksud aksi demonstrasinya. "Rumah warga lainnya tak diganggu," kata Igo. Setelah berorasi dan mencorat-coret kantor TV One, massa kemudian meminta maaf kepada warga dan pergi.
Hingga Kamis sore, 3 Juli 2014, Kepolisian Daerah Yogyakarta menurunkan personelnya untuk menjaga kantor yang sudah diberi garis polisi itu. "Rumah ini diminta terus dijaga sampai tanggal 8 Juli dan tidak boleh ada yang masuk," kata Ajun Inspektur Satu Zainuddin dari Kepolisian Sektor Umbulharjo. Sedikitnya dua polisi akan diturunkan setiap hari mengamankan kantor TV One.
Sebelum menyemprotkan cat di kantor televisi milik pengusaha Aburizal Bakrie itu, massa berorasi yang isinya memprotes pemberitaan TV One yang menyebutkan PDI Perjuangan adalah antek Partai Komunis Indonesia (PKI). Berikut kronologi peristiwa berdasarkan penuturan Heri Sunarso, petugas jaga malam Kompleks Perumahan Timoho Regency-tempat kantor biro TV One Yogyakarta. (Baca: Polisi Masih Berjaga di Kantor TV One di Cakung)
Pada Rabu malam, 2 Juli 2014, sekitar pukul 22.00 sekitar 25 pemuda masuk ke kompleks itu dengan mengendarai sepeda motor. "Rata-rata usia mereka 20 tahun dan berperawakan sedang," kata Heri kepada Tempo Kamis 3 Juli 2014. Di rombongan itu, menurut dia, tak seorangpun mengenakan atribut PDI Perjuangan atau kaus seragam warna merah ciri partai banteng moncong putih tersebut. "Semua berpakaian bebas, tanpa helm dan tak berpenutup wajah." Kendaraan yang digunakan juga tak menimbulkan suara gaduh, seperti bising knalpot saat berkampanye. Heri melihat kelompok massa itu hanya membawa pengeras suara dan cat semprot. (Baca: Corat-coret di TV One, PDIP: Itu Aksi Spontanitas)
Sesampainya di depan rumah nomor C3b yang dikontrak TV One sebagai kantor biro Yogyakarta, massa kemudian mematikan mesin sepeda motor mereka kemudian turun dan bergantian berorasi. "Kami tak terima disebut PKI! PDIP bukan PKI!," ujar Heri menirukan protes kelompok massa tadi. "Jokowi Presiden! Presiden Jokowi!" Orasi ini sontak membuat warga kompleks keluar rumah dan menyaksikan apa yang terjadi. (Baca: Pramono: PDIP Tidak Perintahkan Kader Demo TV One)
Kepada warga, massa sempat menyapa agar mereka tak perlu khawatir karena tak berniat anarkistis atau mengganggu. Melalui pengeras suara, seorang demonstran menyatakan hanya ingin mengklarifikasi pemberitaan TV One yang menuding PDIP merupakan kawan dan antek PKI. Seusai berorasi, perwakilan massa mencoba bertemu dengan kru TV One dengan cara mengetuk pintu rumah. Tapi, kata Heri, "Semua kru TV One sudah berangkat ke Purwokerto untuk liputan sejak hari Selasa. Jadi rumah kosong." (Baca: Soal TV One, Mega Serukan Kader PDIP Tahan Emosi)
Massa kecewa karena tujuannya melakukan protes tak tersampaikan. Seorang dari kelompok itu mengeluarkan cat semprot dan menulis berbagai makian dan kecaman pada TV One. Ada pula yang langsung mengambil puluhan stiker bergambar Jokowi yang ditempelkan pada seluruh bagian rumah. Seluruh muka rumah dua lantai itu, dari kaca, garasi, langit-langit, teras hingga sepeda motor para jurnalis yang terparkir di garasi penuh corat-coret cat semprot. Tulisan seperti 'PDIP bukan antek PKI', 'TV One Anjing' menghiasi rumah yang aslinya dimiliki seorang warga asal Jakarta itu.
Adapun penyegelan kantor itu, menurut Heri, adalah spontanitas demonstran. Saat itu, massa melihat tumpukan bambu dan kayu di depan rumah yang baru saja dicat ulang itu. "Wong mereka datang enggak bawa apa-apa, tiba-tiba lihat ada kayu terus dipasang di pintu masuk," kata Heri.
Seorang warga yang tinggal di depan kantor TV One, Igo, menyatakan massa tak beringas. Warga juga sempat berkomunikasi dengan mereka dan menanyakan maksud aksi demonstrasinya. "Rumah warga lainnya tak diganggu," kata Igo. Setelah berorasi dan mencorat-coret kantor TV One, massa kemudian meminta maaf kepada warga dan pergi.
Hingga Kamis sore, 3 Juli 2014, Kepolisian Daerah Yogyakarta menurunkan personelnya untuk menjaga kantor yang sudah diberi garis polisi itu. "Rumah ini diminta terus dijaga sampai tanggal 8 Juli dan tidak boleh ada yang masuk," kata Ajun Inspektur Satu Zainuddin dari Kepolisian Sektor Umbulharjo. Sedikitnya dua polisi akan diturunkan setiap hari mengamankan kantor TV One.
Diubah oleh bahblo 04-07-2014 04:08
0