- Beranda
- Berita dan Politik
[Debat Capres] Konflik Laut Cina Selatan, Ini Kisah Armada RI Yg Diancam Militer RRC
...
TS
save.indonesia
[Debat Capres] Konflik Laut Cina Selatan, Ini Kisah Armada RI Yg Diancam Militer RRC
![[Debat Capres] Konflik Laut Cina Selatan, Ini Kisah Armada RI Yg Diancam Militer RRC](https://dl.kaskus.id/img.bisnis.com/posts/2014/06/23/237935/debat.jpg)
DEBAT CAPRES: Jokowi Menyatakan Indonesia Tidak Terlibat Sengketa Laut China Selatan
Bisnis.com, JAKARTA -- Calon presiden Joko Widodo berkomitmen akan bertindak tegas saat kedaulatan Indonesia diganggu oleh negara lain jika dirinya dipercaya menjadi Presiden Indonesia.
Namun sebelum bertindak tegas, kata Jokowi, harus dipahami terlebih dahulu wilayah-wilayah perbatasan yang diganggu atau hendak direbut oleh negara lain.
"Tapi itu bukan di perbatasan yang belum jelas loh ya. Tapi kalau di tanah kita yang sudah pasti daulat kita di situ," tegas Jokowi usai mengikuti debat capres di Hotel Holiday, Jakarta, Minggu (22/6/2014) malam.
Jokowi juga menyinggung tentang sengketa Laut Cina Selatan, yang melibatkan beberapa negara. Posisi Indonesia dalam kasus ini, kata Jokowi, tidak terlibat sedikit pun.
Menurutnya tidak ada wilayah Indonesia yang terancam hilang akibat sengketa yang melibatkan beberapa negara tersebut. Namun, kata dia, bukan berarti Indonesia lepas tangan.
"Itu urusannya Tiongkok dengan empat negara Asean. Peran kita adalah peran aktif mencarikan solusi, mencarikan jalan keluar kalau itu memang bisa dilakukan. Tapi peran itu penting," tandasnya.
sumber: bisnis.com
Konflik Laut China Selatan Makan Wilayah RI? Jokowi: Keliru
Liputan6.com, Jakarta - Prabowo Subianto, dalam Debat Capres Jilid III soal Politik Internasional dan Ketahanan Nasional, menyebutkan bahwa ada wilayah Indonesia yang diklaim oleh negara tetangga yang bersengketa dalam konflik Laut China Selatan.
Namun Jokowi menyatakan hal itu tidak benar. Menurut dia, itu hanya urusan China dengan 4 negara ASEAN, yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Filipina, dan Vietnam.
"Ndak ada, ndak ada itu. Keliru itu. Itu urusannya Tiongkok dengan 4 negara Asean," tegas Jokowi usai Debat Capres Jilid III di Hotel Holiday Inn, Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (22/6/2014) malam.
Meski demikian, jika terpilih sebagai Presiden, Jokowi berjanji akan berperan aktif dalam mencari solusi bersama. Tapi dengan catatan, jalan keluar itu harus bermanfaat bagi semua pihak agar konflik tidak meluas.
"Oleh sebab itu saya sampaikan bahwa, peran kita adalah peran aktif mencarikan solusi, mencarikan jalan keluar kalau itu memang bisa dilakukan. Tapi peran itu penting," ujar Gubernur non-aktif DKI Jakarta.
Pada Debat Capres, usai mendengar jawaban Jokowi soal Laut China Selatan, Prabowo berupaya memperdalam pertanyaan dengan menambahkan informasi bahwa ada wilayah Indonesia yang turut diklaim dalam sengketa tersebut.
"Yang ingin saya tanyakan, bagaimana sebaiknya kita bersikap. Karena kita bagian dari ASEAN. Ada 4 negara yang punya klaim, bagaimana kita sebagai negara terbesar di ASEAN abstain atau bela 4 kawan dalam masalah itu?" tanya Prabowo.
"Setahu saya di laut itu kita nggak punya konflik sama sekali. Kalau dibutuhkan masuk, tapi harus ada manfaatnya berisi solusi dan jalan keluar agar konflik tidak meluas dan memberi dinamika tidak baik," jawab Jokowi.
sumber : liputan6
jadi isu LCS akhirnya kembali dibahas setelah asean summit. ini mengingatkan kita tentang strategisnya kawasan laut natuna yang ternyata masuk dalam 9 dash line yang diklaim tiongkok.
![[Debat Capres] Konflik Laut Cina Selatan, Ini Kisah Armada RI Yg Diancam Militer RRC](https://dl.kaskus.id/cdn1-e.production.liputan6.com/medias/695759/big/25-nine-dashed-line-in-the-south-china-sea.jpg)
berikut insiden tahun kemarin dimana armada pengawas kpp diancam militer china untuk melepaskan kapal nelayan mereka yang masuk jauh ke wilayah indonesia

Quote:
Diubah oleh save.indonesia 25-06-2014 12:14
0
8.6K
67
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.4KThread•57.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
save.indonesia
#1
Kisah Gesekan Di Laut Natuna
Selasa, 26 Maret 2013 : Jam 05.18 WIB
Pada posisi 04o 48,78’ N / 110o 18,70’ E , Kapal Pengawas Hiu Macan 001 mendeteksi adanya kapal-kapal asing yang sedang beroperasi di Laut China Selatan ZEE Indonesia.

Jam 05.40 WIB
Pada posisi 04o 52,49’ N / 110o 18,08’ E , Kapal Pengawas Hiu Macan 001 melakukan pengejaran terhadap kapal asing yang sedang melakukan penangkapan ikan untuk melaksanakan proses HENRIKHAN.

Jam 06.00 WIB
Pada posisi 04o 59,52’ N / 109o 57,22’ E , Kapal Pengawas Hiu Macan 001 berhasil memberhentikan Kapal Ikan China 58081 GT.150 jumlah awak kapal 9 (Sembilan) orang dengan alat tangkap TRAWL. Kapal tersebut tertangkap tangan sedang melakukan penangkapan ikan dengan menggunakan alat tangkap TRAWL di Laut Cina Selatan ZEE Indonesia. Setelah dilakukan pemeriksaan kapal tersebut tidak memiliki dokumen yang sah. Para awak kapal dipindahkan ke Kapal Pengawas Hiu Macan 001. Selanjutnya saya (Nakhoda) Kapal Pengawas Hiu Macan 001 menurunkan 4 (empat) personil untuk mengamankan dan membawa kapal tersebut.
Jam 07.30 WIB
Saya (Nakhoda) telpon Bapak Direktur Kapal Pengawas dan beliau memerintahkan Kapal Pengawas Hiu Macan 001 untuk membawa 1 (satu) Kapal Tangkapan China 58081 bergerak menuju Satker PSDKP Natuna untuk proses hukum lebih lanjut.
Jam 06.00 WIB
Pada posisi 04o 47,39’ N / 109o 57,80’ E , saya telpon kembali Bapak Direktur Kapal Pengawas untuk melaporkan kehadiran 1 (satu) Kapal Tangkapan China NANFENG datang mengejar iringan Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan Kapal Tangkapan China terus mengikuti Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan 1 (satu) tangkapan kapal Cina 58081. Kapal Pengawas Hiu Macan 001 berusaha untuk menghubungi kapal patroli Cina dengan menggunakan radio VHF terus menerus tapi tidak ada jawaban. Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan 1 (satu) Kapal Tangkapan Cina 58081 tetap terus melanjutkan perjalanan.
Jam 10.25 WIB
Terlihat ada kapal dengan kecepatan tinggi dari arah timur laut mengejar iringan Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan 1 (satu) Kapal Tangkapan China, ternyata Kapal Patroli Cina 310 dengan bobot lebih besar dari Kapal Patroli Cina NANFENG yang sebelumnya.

Jam 10.40 WIB
Kapal Patroli China 310 menghubungi Kapal Pengawas Hiu Macan 001 menggunakan radio VHF di channel 16 berbahasa Inggris untuk bernegoisasi meminta kapal ikan China tersebut untuk dilepaskan dengan memberikan WARNING ke Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dengan cara :
1 (satu) Kapal Patroli China NANFENG menghambat lajunya perjalanan Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan 1 (satu) Kapal Tangkapan China.
1 (satu) Kapal Patroli China 310 dengan persenjataan yang lengkap membunyikan sirine 2 (dua) kali agar Kapal Pengawas Hiu Macan 001 dan Kapal Ikan China 58081 berhenti dan terus menghubungi Kapal Pengawas Hiu Macan 001 meminta agar Kapal Ikan China dilepaskan dengan memberikan waktu 30 menit, jika permintaan mereka tidak dipenuhi maka mereka akan tetap mengancam.
Jam 11.35 WIB
Saya (Nakhoda) menelpon Bapak Direktur Kapal Pengawas untuk berkoordinasi dan melaporkan kejadian, tetapi teplon satelit yang ada di Kapal Pengawas Hiu Macan 001 mendapat gangguan oleh Kapal Patroli China sehingga tidak berfungsi. Dengan pertimbangan demi keselamatan awak Kapal Pengawas Hiu Macan 001, Kapal Ikan China tersebut kami lepaskan pada posisi 04o 37,43’ N / 109o 46,30’ E.
Jam 12.10 WIB
Kapal Pengawas Hiu Macan 001 melanjutkan perjalanan untuk melakukan Patroli Pengawas Kembali.
Jam 12.30 WIB
Sudah menjauh dari sekitar 10 mil dari Kapal Patroli China 301 dan NANFENG, telpon satelit berfungsi kembali. Saya (Nakhoda) menelpon kembali Bapak Direktur Kapal Pengawas dan melaporkan bahwa Kapal Tangkapan China 58081 sudah lepas.
Sedanau, 27 Maret 2013
NAKHODA KAPAL PATROLI HIU MACAN 001
sumber: garuda militer
0