- Beranda
- Stories from the Heart
a Story About Forbidden Love
...
TS
dee.vita
a Story About Forbidden Love
PROLOG
Selamat malam,
Setelah menimbang beberapa lama, dan kursus singkat cara menulis serta ngaskus dari seseorang tadi, akhirnya aku mengambil keputusan untuk membagi ceritaku disini.
Tapi, sebelum aku mulai bercerita, ijinkan aku untuk memberikan beberapa peraturan dan kalimat pembuka.
Terimakasih, dan selamat membaca.
Selamat malam,
Setelah menimbang beberapa lama, dan kursus singkat cara menulis serta ngaskus dari seseorang tadi, akhirnya aku mengambil keputusan untuk membagi ceritaku disini.
Tapi, sebelum aku mulai bercerita, ijinkan aku untuk memberikan beberapa peraturan dan kalimat pembuka.
Quote:
Terimakasih, dan selamat membaca.

Spoiler for Indeks:
Diubah oleh dee.vita 11-08-2014 23:09
anasabila memberi reputasi
1
24K
161
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.4KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dee.vita
#124
PART 17
Akhir Agustus 2010
Hari ini hari terakhirku bekerja di Hotel, cukup berat sebenarnya bagiku meninggalkan tempat ini, kurang lebih tiga taun bekerja disini menyimpan cukup banyak kenangan di dalamnya.
Masih teringat dulu waktu aku mau kerja disini, aku beberapa hari menginap dirumah Tika untuk memintanya mengajariku cara memakai blush on dan lipstik yang benar.
Aku juga ingat waktu pertama kali aku masuk kerja, seorang anak perempuan yang baru lulus sekolah belum punya pengalaman kerja apa-apa, dengan atasan kemeja putih lengan panjang dan bawahan rok span warna hitam layaknya seorang yang baru masuk kerja dan baru awal training, aku melangkahkan kaki masuk ke hotel ini dan ketemu sama pak Andik, supervisorku dulu.
Banyak suka dan duka yang aku alami disini, pernah aku menerima penghargaan sebagai karyawan teladan karena catatan absenku yang bersih tidak adanya keterlambatan selama setaun penuh, tapi pernah juga aku disemprot sama pak Andik karena kelalaianku ketika menerima tamu. Pernah ada tamu yang begitu baik kepadaku, pernah juga ada tamu yang kurang ajar yang berusaha menawarku, iya, menawar.. Tau maksudnya kan?
Time flies, ga terasa sekarang adalah hari terakhirku, sudah tak banyak teman lamaku disini, satu persatu dari mereka sudah mengundurkan diri terlebih dahulu, termasuk Uci, salah satu teman dekatku disini.
Alur kehidupan memang tidak bisa ditebak, dulu aku berpikir kalau aku tidak akan berpindah-pindah kerja, tapi hari esok siapa yang tau? Manusia cuma berencana, Tuhan yang menentukan. Manusia cuma berusaha, Tuhan yang memberi hasilnya.
Beberapa saudaraku sering main kerumah selepas kepergian bapak, tidak jarang pula beberapa dari mereka menyempatkan untuk menginap dirumahku agar ibu tidak kesepian. Untunglah aku tinggal ditengah keluarga yang saling peduli satu dengan yang lain.
1 September 2010, hari Rabu.
Jam delapan tepat aku sampai di kantor yang beralamat di Jl. Su****** 75 itu, berbeda dengan di hotel, aku harus berangkat agak pagian kalau kerja disini, karena jaraknya lebih jauh dari rumahku. Aku memasukkan motor ke basement, masiih sedikit yang datang, karena memang jam masuknya jam setengah sembilan.
Dengan mengenakan kemeja putih dan rok hitam, kembali seperti anak training, aku memasuki pintu yang ada di basement, berjalan melewati pantry, dan naik ke arah loby.
Tampak sekitar ada lima anak yang duduk di salah satu ruangan yang ada di lobby, mereka anak yang baru juga sepertinya, terlihat dari pakaiannya. Aku menyusul duduk di sebelah mereka, berkenalan dengan beberapa anak disana. Suasana kantor semakin siang semakin ramai, beberapa karyawan terlihat mulai datang.
Rupanya setiap pagi ada briefing rutin dan doa pagi di tempat ini, setelah briefing singkat, ibu Lyta membuka perkenalan untuk kami ber-enam, masing-masing dari kami berdiri dan menyebutkan nama kami. Setelah itu, kami saling bersalaman dengan setiap orang disana.
Seharian aku belajar banyak hal baru, ya, karena memang bidang ini merupakan bidang yang sangat baru bagiku. Banyak hal yang aku baru ketahui dan pelajari, seperti program-program untuk booking, issued ticket, serta three letter code untuk setiap nama kota-kota. Jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya yang lebih mementingkan penampilan, kemampuan berbicara yang baik, dan berbahasa inggris. Kali ini aku dapat lebih banyak pelajaran dan pengalaman.
Benar-benar hari y ang sibuk, akhirnya sudah selesai juga semuanya, jam sudah menunjukkan pukul empat sore, gerbang depan sudah ditutup karena sudah tidak menerima pengunjung lagi, tinggal sisa beberapa orang saja di lobby yang masih kita layani.
Setengah lima, anak-anak sudah mengantri di depan check clock, on time sekali rupanya mereka ini dalam hal jam pulang. Terlihat juga staff di lantai atas turun untuk absensi. Aku masih duduk di ruang ticketing karena malas berdesakan, nanti saja kalau sudah agak sepi, begitu pikirku.
Sekitar jam lima kurang sepuluh, kantor sudah mulai sepi, hanya tinggal beberapa orang yang masih ngobrol dan sekitar tiga orang di ruang kasir, setelah keluar dari toilet dan berjalan ke tempat check clock ada seorang pria turun dari tangga, sekilas terlihat anaknya tinggi berkulit putih.
Eh, ini kan pria yang sering aku lihat di dekat pos security.
Hari ini hari terakhirku bekerja di Hotel, cukup berat sebenarnya bagiku meninggalkan tempat ini, kurang lebih tiga taun bekerja disini menyimpan cukup banyak kenangan di dalamnya.
Masih teringat dulu waktu aku mau kerja disini, aku beberapa hari menginap dirumah Tika untuk memintanya mengajariku cara memakai blush on dan lipstik yang benar.
Aku juga ingat waktu pertama kali aku masuk kerja, seorang anak perempuan yang baru lulus sekolah belum punya pengalaman kerja apa-apa, dengan atasan kemeja putih lengan panjang dan bawahan rok span warna hitam layaknya seorang yang baru masuk kerja dan baru awal training, aku melangkahkan kaki masuk ke hotel ini dan ketemu sama pak Andik, supervisorku dulu.
Banyak suka dan duka yang aku alami disini, pernah aku menerima penghargaan sebagai karyawan teladan karena catatan absenku yang bersih tidak adanya keterlambatan selama setaun penuh, tapi pernah juga aku disemprot sama pak Andik karena kelalaianku ketika menerima tamu. Pernah ada tamu yang begitu baik kepadaku, pernah juga ada tamu yang kurang ajar yang berusaha menawarku, iya, menawar.. Tau maksudnya kan?
Time flies, ga terasa sekarang adalah hari terakhirku, sudah tak banyak teman lamaku disini, satu persatu dari mereka sudah mengundurkan diri terlebih dahulu, termasuk Uci, salah satu teman dekatku disini.
Alur kehidupan memang tidak bisa ditebak, dulu aku berpikir kalau aku tidak akan berpindah-pindah kerja, tapi hari esok siapa yang tau? Manusia cuma berencana, Tuhan yang menentukan. Manusia cuma berusaha, Tuhan yang memberi hasilnya.
Quote:
Beberapa saudaraku sering main kerumah selepas kepergian bapak, tidak jarang pula beberapa dari mereka menyempatkan untuk menginap dirumahku agar ibu tidak kesepian. Untunglah aku tinggal ditengah keluarga yang saling peduli satu dengan yang lain.
1 September 2010, hari Rabu.
Jam delapan tepat aku sampai di kantor yang beralamat di Jl. Su****** 75 itu, berbeda dengan di hotel, aku harus berangkat agak pagian kalau kerja disini, karena jaraknya lebih jauh dari rumahku. Aku memasukkan motor ke basement, masiih sedikit yang datang, karena memang jam masuknya jam setengah sembilan.
Dengan mengenakan kemeja putih dan rok hitam, kembali seperti anak training, aku memasuki pintu yang ada di basement, berjalan melewati pantry, dan naik ke arah loby.
Tampak sekitar ada lima anak yang duduk di salah satu ruangan yang ada di lobby, mereka anak yang baru juga sepertinya, terlihat dari pakaiannya. Aku menyusul duduk di sebelah mereka, berkenalan dengan beberapa anak disana. Suasana kantor semakin siang semakin ramai, beberapa karyawan terlihat mulai datang.
Quote:
Rupanya setiap pagi ada briefing rutin dan doa pagi di tempat ini, setelah briefing singkat, ibu Lyta membuka perkenalan untuk kami ber-enam, masing-masing dari kami berdiri dan menyebutkan nama kami. Setelah itu, kami saling bersalaman dengan setiap orang disana.
Quote:
Seharian aku belajar banyak hal baru, ya, karena memang bidang ini merupakan bidang yang sangat baru bagiku. Banyak hal yang aku baru ketahui dan pelajari, seperti program-program untuk booking, issued ticket, serta three letter code untuk setiap nama kota-kota. Jauh berbeda dengan pekerjaan sebelumnya yang lebih mementingkan penampilan, kemampuan berbicara yang baik, dan berbahasa inggris. Kali ini aku dapat lebih banyak pelajaran dan pengalaman.
Benar-benar hari y ang sibuk, akhirnya sudah selesai juga semuanya, jam sudah menunjukkan pukul empat sore, gerbang depan sudah ditutup karena sudah tidak menerima pengunjung lagi, tinggal sisa beberapa orang saja di lobby yang masih kita layani.
Quote:
Setengah lima, anak-anak sudah mengantri di depan check clock, on time sekali rupanya mereka ini dalam hal jam pulang. Terlihat juga staff di lantai atas turun untuk absensi. Aku masih duduk di ruang ticketing karena malas berdesakan, nanti saja kalau sudah agak sepi, begitu pikirku.
Sekitar jam lima kurang sepuluh, kantor sudah mulai sepi, hanya tinggal beberapa orang yang masih ngobrol dan sekitar tiga orang di ruang kasir, setelah keluar dari toilet dan berjalan ke tempat check clock ada seorang pria turun dari tangga, sekilas terlihat anaknya tinggi berkulit putih.
Eh, ini kan pria yang sering aku lihat di dekat pos security.
0