- Beranda
- Stories from the Heart
[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu
...
TS
primenumbers
[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu
Konichiwa minna-san! Hajimemashite, watashi no namae wa Eric desu. Dozo Yoroshiku 
Artinya : Hallo semuanya! Perkenalkan, nama gue Eric. Senang bertemu dengan kalian
Selama ini gue cuma jadi silent reader abadi di SFTH, dan setelah banyak membaca cerita2 disini yg sangat inspiratif, menarik, dan unik. Gue juga memberanikan diri untuk menulis cerita gue sendiri
Gue orangnya nggak suka basa basi dan banyak ngomong. Jadi kita langsung ke ceritanya aja yah
Buat yg udah mampir arigatou onegaishimasu and happy reading
--
Buat temen2 yg udah tau/ngerti arti judulnya, gak usah di share dimari ya translate nya.
Cukup disimpen dalem hati aja dulu
Yg pasti nanti di last episode akan gue kasih tau artinya
Sankyu

Artinya : Hallo semuanya! Perkenalkan, nama gue Eric. Senang bertemu dengan kalian

Selama ini gue cuma jadi silent reader abadi di SFTH, dan setelah banyak membaca cerita2 disini yg sangat inspiratif, menarik, dan unik. Gue juga memberanikan diri untuk menulis cerita gue sendiri

Gue orangnya nggak suka basa basi dan banyak ngomong. Jadi kita langsung ke ceritanya aja yah

Buat yg udah mampir arigatou onegaishimasu and happy reading

--
Buat temen2 yg udah tau/ngerti arti judulnya, gak usah di share dimari ya translate nya.

Cukup disimpen dalem hati aja dulu

Yg pasti nanti di last episode akan gue kasih tau artinya

Sankyu

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 34 suara
Who is your favourite character?
Eric :cool:
15%
Florina :kisss
24%
Desma :kisss
44%
Arman :cool:
18%
Diubah oleh primenumbers 13-07-2014 23:47
anasabila memberi reputasi
1
96.5K
856
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
primenumbers
#700
Eps 34
Kedengaran handphone gue berbunyi pertanda ada pesan masuk. Gue pun melonjak dari kasur dan agak sedikit malas2an meraih handphone. Ah siapa sih nih? Pagi2 udah SMS aja, pikir gue
"Eric, ini Tante Dania. Kamu hari ini sibuk nggak? Kalo nggak sibuk, Tante mau minta kamu tolong anterin Desma berobat ke dokter. Soalnya Tante khawatir kalo Desma pergi sendirian, bisa nggak? Kalo nggak bisa, nggak apa2 kok, trims ya Eric" Bunyi pesan itu yg kemudian gue sadari ternyata berasal dari Tante Dania, nyokapnya Desma
Dengan tanggap gue pun mengiyakan permintaannya "Bisa kok, Tan"
"Maaf ngerepotin ya, Eric. Trims sekali lagi"
Sejenak gue langsung mandi dan ganti baju lalu hendak ke rumah Desma yg kira2 jaraknya 800 meter dari rumah gue.
"Assalamualaikum" Kata gue sambil mengetuk pintu
"Walaikumsalam" Jawab Desma setelah membukakan pintu
"Gimana, Des? Udah mendingan?"
"Alhamdulillah udah baikan"
"Lo mau ke kampus? Rapih banget"
"Mau berobat ke dokter"
"Oh.. Nyokap lo udah pergi ya?"
"Udah, dia kalo pergi kerja berangkatnya selalu pagi. Ada apa?"
"Gue disuruh nyokap lo nemenin lo berobat"
"Heh?!" Desma sedikit terkejut
"Kenapa?"
"Tuh kan. Hobi banget dia bikin orang laen repot"
"Nggak lah, lo tenang aja. Kebetulan gue lagi ada waktu senggang" Jawab gue santai
"Bener nih?"
"Yoi"
"Tapi gue sarapan dulu, Ric. Soalnya belom sarapan. Lo ikut sarapan juga yah?"
"Makasih, tapi gue udah sarapan tadi di rumah"
"Ya elo mah.. ayo dong temenin gue. Gue kalo sarapan gak pernah ada temennya, tiap pagi kalo sarapan sendirian terus"
Mendengar cerita Desma tentang dia yg nggak pernah punya teman untuk sarapan di pagi hari, terasa seperti ada sesuatu yg remuk di hati gue. Dan pecahan2nya seperti menjalar ke semua bagian tubuh. Gue yg merasa iba, tiba2 langsung menyetujui ajakannya untuk sarapan bareng.
Selesai sarapan, kita segera berangkat ke dokter dengan berjalan kaki. Matahari pagi ini terasa lebih hangat menyentuh kulit muka, tidak seperti biasanya.
Di tengah perjalanan, Desma dengan polosnya bertanya.
"Ric, kok elo mau sih nemenin gue berobat?"
"Yah dia malah nanya lagi. Kan gue tadi udah bilang, mumpung gue lagi ada waktu dan lagi nggak sibuk"
"Aneh lo"
"Elo kali yg aneh"
"Kayaknya nyokap gue masih nggak percaya sama gue kalo gue pergi berobat sendiri. Lo merasa begitu nggak?"
"Nggak, biasa saja"
"Biasa saja biasa saja terus"
Akhirnya kita berdua sampai di tempat tujuan, setelah mengambil nomor untuk masuk antrian, setelah beberapa menit duduk dan menunggu, nama Desma dipanggil.
"Desma..." Suara itu berasal dari dalam ruangan
"Nama gue udah dipanggil. Lo mau ikut ke dalem apa nunggu disini?"
"Gue nunggu disini aja deh, di dalem takut panas"
"Ye si bego, justru di dalem yg adem, kan ada AC. Gue masuk dulu yah"
"Sip"
sepuluh menit Desma di dalam ruangan, ketika keluar ia menghembuskan nafas lega dan memasang wajah ceria ke arah gue.
"Udah selesai?"
"Udah, yuk"
"Kata dokternya apa?"
"Istirahat yg cukup, makan yg teratur, dan banyak konsumsi buah2an"
Selesai berobat, kita langsung pulang ke rumah Desma dengan menaiki becak yg kebetulan berpapasan di jalan pulang. Begitu sampai di rumah, Desma langsung makan siang dan meminum obat yg diberikan.
Di belakang halaman rumahnya, gue dan Desma mengobrol sedikit sembari menyeduh dua cangkir teh manis. Desma terus menerus memandangi langit dan tiba2 berkata.
"Langit, gue tau kalo nggak ada hidup yg bener2 sempurna, yg ada hanyalah hidup yg bertambah bahagia dengan bersyukur. Terima kasih untuk hari ini" Kata dia
"Lo kenapa?" Tanya gue heran
"Nggak apa2, cuma mencurahkan isi hati ke langit yg indah, biar diri merasa lebih tenang"

Bersambung
--
Janji adalah hutang
"Eric, ini Tante Dania. Kamu hari ini sibuk nggak? Kalo nggak sibuk, Tante mau minta kamu tolong anterin Desma berobat ke dokter. Soalnya Tante khawatir kalo Desma pergi sendirian, bisa nggak? Kalo nggak bisa, nggak apa2 kok, trims ya Eric" Bunyi pesan itu yg kemudian gue sadari ternyata berasal dari Tante Dania, nyokapnya Desma
Dengan tanggap gue pun mengiyakan permintaannya "Bisa kok, Tan"
"Maaf ngerepotin ya, Eric. Trims sekali lagi"
Sejenak gue langsung mandi dan ganti baju lalu hendak ke rumah Desma yg kira2 jaraknya 800 meter dari rumah gue.
"Assalamualaikum" Kata gue sambil mengetuk pintu
"Walaikumsalam" Jawab Desma setelah membukakan pintu
"Gimana, Des? Udah mendingan?"
"Alhamdulillah udah baikan"

"Lo mau ke kampus? Rapih banget"
"Mau berobat ke dokter"
"Oh.. Nyokap lo udah pergi ya?"
"Udah, dia kalo pergi kerja berangkatnya selalu pagi. Ada apa?"
"Gue disuruh nyokap lo nemenin lo berobat"
"Heh?!" Desma sedikit terkejut
"Kenapa?"
"Tuh kan. Hobi banget dia bikin orang laen repot"

"Nggak lah, lo tenang aja. Kebetulan gue lagi ada waktu senggang" Jawab gue santai
"Bener nih?"
"Yoi"
"Tapi gue sarapan dulu, Ric. Soalnya belom sarapan. Lo ikut sarapan juga yah?"
"Makasih, tapi gue udah sarapan tadi di rumah"
"Ya elo mah.. ayo dong temenin gue. Gue kalo sarapan gak pernah ada temennya, tiap pagi kalo sarapan sendirian terus"
Mendengar cerita Desma tentang dia yg nggak pernah punya teman untuk sarapan di pagi hari, terasa seperti ada sesuatu yg remuk di hati gue. Dan pecahan2nya seperti menjalar ke semua bagian tubuh. Gue yg merasa iba, tiba2 langsung menyetujui ajakannya untuk sarapan bareng.
Selesai sarapan, kita segera berangkat ke dokter dengan berjalan kaki. Matahari pagi ini terasa lebih hangat menyentuh kulit muka, tidak seperti biasanya.
Di tengah perjalanan, Desma dengan polosnya bertanya.
"Ric, kok elo mau sih nemenin gue berobat?"

"Yah dia malah nanya lagi. Kan gue tadi udah bilang, mumpung gue lagi ada waktu dan lagi nggak sibuk"
"Aneh lo"
"Elo kali yg aneh"
"Kayaknya nyokap gue masih nggak percaya sama gue kalo gue pergi berobat sendiri. Lo merasa begitu nggak?"
"Nggak, biasa saja"
"Biasa saja biasa saja terus"

Akhirnya kita berdua sampai di tempat tujuan, setelah mengambil nomor untuk masuk antrian, setelah beberapa menit duduk dan menunggu, nama Desma dipanggil.
"Desma..." Suara itu berasal dari dalam ruangan
"Nama gue udah dipanggil. Lo mau ikut ke dalem apa nunggu disini?"
"Gue nunggu disini aja deh, di dalem takut panas"

"Ye si bego, justru di dalem yg adem, kan ada AC. Gue masuk dulu yah"

"Sip"
sepuluh menit Desma di dalam ruangan, ketika keluar ia menghembuskan nafas lega dan memasang wajah ceria ke arah gue.
"Udah selesai?"
"Udah, yuk"

"Kata dokternya apa?"
"Istirahat yg cukup, makan yg teratur, dan banyak konsumsi buah2an"
Selesai berobat, kita langsung pulang ke rumah Desma dengan menaiki becak yg kebetulan berpapasan di jalan pulang. Begitu sampai di rumah, Desma langsung makan siang dan meminum obat yg diberikan.
Di belakang halaman rumahnya, gue dan Desma mengobrol sedikit sembari menyeduh dua cangkir teh manis. Desma terus menerus memandangi langit dan tiba2 berkata.
"Langit, gue tau kalo nggak ada hidup yg bener2 sempurna, yg ada hanyalah hidup yg bertambah bahagia dengan bersyukur. Terima kasih untuk hari ini" Kata dia
"Lo kenapa?" Tanya gue heran

"Nggak apa2, cuma mencurahkan isi hati ke langit yg indah, biar diri merasa lebih tenang"


Bersambung

--
Janji adalah hutang

JabLai cOY memberi reputasi
1
![[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu](https://s.kaskus.id/images/2014/04/09/6430330_20140409050230.jpg)



![[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu](https://dl.kaskus.id/bethhart.com/wp-content/uploads/2013/04/Twitter11.png)