Kaskus

Story

redstarkstenAvatar border
TS
redstarksten
bukan kisah romantis [ true story ]
Permisi warga sfth semuanya. Bakalcalonpranubitol yang sekian lama SR mau ikutan nulis cerita juga. Maaf kalo kurang menarik. emoticon-Malu (S)

Dilarang kepo, ini kisah gue, real, dan lo ga berhak kepo tentang siapa gue dan orang-orang yang ada didalam cerita gue. emoticon-army

Dan karena waktu yang ga seberapa, jadi kemungkinan cerita ini akan sedikit memakai ungkapan "Tak kentang maka tak sayang". #You know what i mean. emoticon-I Love Kaskus (S)

Jangan lupa komen dan rate jika berkenan
Minta kritik dan saran.
emoticon-Blue Guy Cendol (L)

-----------------------------------

Spoiler for INDEX:
Diubah oleh redstarksten 22-06-2014 03:14
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
10K
52
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
redstarkstenAvatar border
TS
redstarksten
#46
Part 12
Setelah kembali menjadi seorang TS, kesibukan gue sekarang bertambah. Siang-sore kursus, biasanya gue menggali-gali kenangan lewat tengah malam menjelang pagi, menurut gue itu waktu terbaik buat para penulis, musisi dan sejenisnya buat mencari inspirasi.

Saat gue menuliskan cerita demi cerita di thread itu, Rika sedikit terlupakan. Gue juga ga ngerti dia layak diperjuangkan atau gue harus mundur perlahan. Gue bingung dengan perasaan gue. Antara kesan cinta pertama yang sulit dilupakan, atau memang hati gue ini bener-bener memilih dia? Entahlah gue pusing kalo mikirin Rika. Yang jelas posisi gue sekarang masih tetap care dengan Rika, gue sayang dengan Rika, gue belum bisa memastikan perasaan gue. Yang gue takut itu, menjurus ke php, gue itu sama sekali ga pernah ada niat php dengan cewek. Tapi kebiasaan gue setelah pedekate, ga lama setelah itu ngeloyor pergi. Bukan salah gue dong, gue kan mencari yang menurut gue terbaik, kalo gue ngerasa ga sreg ya gue pergi.

Kebetulan saat itu salah satu reader di thread gue ada yang satu domisili. Gue tanya fb & twitternya, ternyata cewek, namanya Rani. Seorang mahasiswa di sebuah PTN. Dan kebetulan (lagi) kosannya ga jauh dari kosan gue. TInggal koprol nyampe.

Quote:


saat itu ada yang punya ide buat grup wasap sfth. Maksudnya buat ngobrol-ngobrol, ya kadang bahas sf tercinta ini juga. Selain Rani, yang rekomendasi dari gue buat diinvite ada 1 lagi. Namanya Mila, gue nemu ini anak di sebuah thread waktu itu, sama-sama reader, biasa lah, liat avatar cakep dikit kecentilan. Keseringan berbalas quote di thread akhirnya kenal. Sudah lah tak usah dibahas lagi, isinya grup itu kebanyakan emoticon-Betty (S)cuma gue yang cowok tulen.

------------


Malem gue itu biasanya latihan ngobrol sama calon kakak ipar gue yang bule via skype. Nama pacar mbak gue ini Mark, masih ribet mereka berdua, beda keyakinan, beda ras, beda budaya. Sejauh ini sih gue ngeliatnya Mark ini baik, sama gue aja care banget. Salah satu yang membuat gue yakin kerja diluar negri ya Mark ini, selalu support gue. Kalo ga salah lebaran tahun 2012 dia pertama kali ke indo, maksudnya mau memperkenalkan diri dengan keluarga besar gue. Komunikasi ga terlalu sulit lah, dia bisa english. yang kurang setuju hubungan mbak gue dengan Mark dari pihak keluarga bokap. Basic agamanya kuat keluarga bokap gue. Beda banget dengan kakek dari nyokap gue, open minded. Dikasih buku bacaan tentang islam segala macem.

Biasanya kalo gue udah mentok ga ngerti ngobrol dengan Mark via skype, ya pake english dikit. Tapi kayaknya gue banyak ga ngertinya, ribet banget sumpah, apalagi gue belum ada 2 bulan kursus. emoticon-Malu (S)

Sebenernya bisa juga sih latihan ngobrol dengan mbak gue sendiri, tapi males, bawel banget orangnya. Dimarahin trus gue. kamu ini belajarnya gimana sih? bla bla bla... dikiranya enak apa? dia aja 4 tahun disono kadang masih salah. emoticon-Cape d... (S)

Quote:


Malam itu jenuh basic conversation gue iseng aja tanya-tanya Mark.

Pertanyaan pertama gue itu.

Apa yang membuat kamu tertarik dengan Kakak perempuan saya?

jawaban dia, karena saya kagum dengan dia, dia mempunyai jiwa yang kuat dan hati yang besar.

Pertanyaan kedua gue.

Disana banyak wanita yang jauh lebih cantik dan sempurna dibanding Kakak perempuan saya. Kamu tidak laku atau memang ada alasan lain memilih kakak saya? emoticon-Stick Out Tongue

jawaban dia, hahaha... No no, saya sudah beberapa kali mencoba dan gagal sebelum akhirnya bertemu dan kenal dengan kakak kamu.

Pertanyaan terakhir gue.

Apakah kamu yakin ingin menjadi seorang muallaf? Atau terpaksa karena hanya itu jalan satu-satunya untuk mendapat restu dari keluargaku?

Jawaban dia panjang banget. Dia bilang sangat berat menjadi seorang muslim dinegaranya. Kebiasaan, budaya dan lainnya sangat kurang mendukung. Contoh kecilnya minuman beralkohol. Setiap kali dia minum, pasti mbak gue marah. Puasa pun banyak ga kuatnya. Tapi setelah dia pelajari lebih mendalam, dia yakin, dan itu bukan hanya karena ingin menikahi mbak gue.

Ok lah, gue juga kasih restu buat Mark. Gue sama sekali ga berminat cari bule. IGO only. Di keluarga gue ada 1 lagi yang kecantol bule, kakak gue yang paling tua sama cewek belanda. Gue sebagai adik yang baik hanya bisa kasih support selama itu yang terbaik. Gue sayang dengan keluarga gue, mereka semua yang selalu bisa menerima gue kapan pun dan dalam keadaan apa pun.

Sebelum gue memutuskan pergi jauh dari kota kelahiran gue, ada sedikit konflik di rumah gue. Mbak gue yang nomor 3 hamil dan dia ga mau bilang siapa cowok yang ngehamilin dia. Ngakunya sih udah nikah siri segala macem, tapi hingga detik ini, gue punya keponakan dan gue ga pernah tau siapa kakak ipar gue. Lo tau ga rasanya gimana? Sakitnya tuh disini *sambil nunjuk kedada. Awalnya gue sedikit benci, malu dengan mbak gue itu. Tapi... itu lah yang namanya keluarga. Seburuk apa pun tetap ada hubungan darah yang sangat dekat. Gue juga sebagai cowok dalam keluarga merasa ga bisa jagain mbak & adek gue dengan baik.
Diubah oleh redstarksten 22-06-2014 03:13
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.