Kaskus

Story

primenumbersAvatar border
TS
primenumbers
[Doko Demo Hana] Doko Demo Watashi Ga Aru, Hana O Hanami Shite Imasu
Konichiwa minna-san! Hajimemashite, watashi no namae wa Eric desu. Dozo Yoroshiku emoticon-Big Grin

Artinya : Hallo semuanya! Perkenalkan, nama gue Eric. Senang bertemu dengan kalian emoticon-Big Grin

Selama ini gue cuma jadi silent reader abadi di SFTH, dan setelah banyak membaca cerita2 disini yg sangat inspiratif, menarik, dan unik. Gue juga memberanikan diri untuk menulis cerita gue sendiri emoticon-Big Grin

Gue orangnya nggak suka basa basi dan banyak ngomong. Jadi kita langsung ke ceritanya aja yah emoticon-Hammer

Buat yg udah mampir arigatou onegaishimasu and happy reading emoticon-coffee

--

Buat temen2 yg udah tau/ngerti arti judulnya, gak usah di share dimari ya translate nya. emoticon-Big Grin
Cukup disimpen dalem hati aja dulu emoticon-Big Grin
Yg pasti nanti di last episode akan gue kasih tau artinya emoticon-Big Grin
Sankyu emoticon-Cendol (S)


Quote:


Quote:


Quote:


Quote:




Quote:


Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 34 suara
Who is your favourite character?
Eric :cool:
15%
Florina :kisss
24%
Desma :kisss
44%
Arman :cool:
18%
Diubah oleh primenumbers 13-07-2014 23:47
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
96.5K
856
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
primenumbersAvatar border
TS
primenumbers
#690
Eps 33 #Desma Arc Just Begun
Di dalam kamar, ketika gue sedang berbaring tiba2 handphone gue berbunyi. Gue yg sudah tahu bahwa ada pesan masuk pun langsung membuka handphone. Sejenak jantung gue berdebar cepat, tampak Desma yg mengirim pesan singkat.


"Ric, besok kalo kuliah berangkat bareng dong"


Gue terheran2 membaca pesan dari Desma. Ini anak lagi ngelantur atau gimana nih?


"Otak lo lagi keram ya, Des? Boleh aja sih berangkat bareng, tapi gimana caranya? Lo dari timur gue dari barat"

"Rumah lo bukannya di Kramat?"

"Salah alamat, gue di Kenari, bukan di Kramat"

"Gak apa2, nanti ketemuan di RS. Thamrin"

"Nggak ah, lagian gue kalo berangkat kuliah bareng sama Arman"

"Dih bego lo, diajakin berangkat bareng sama cewek kece kayak gue kagak mau. Kalo gitu, besok pulang kuliah gue mau maen ke rumah lo aja deh, Ric? Boleh nggak?"

"Mau ngapain ke rumah gue?"

"Mau ngerampok! Ya mau maen lah, itung2 silaturahmi. Boleh kagak?"

"Boleh2 aja"


Perasaan gue bercampur aduk ketika mengetahui kalo Desma mau main ke rumah gue, masalahnya jarang banget ada cewek yg mau main ke rumah gue kalo bukan gue yg nyuruh. Apalagi kalo Arman tau rencana ini, bisa2 gue disangka netorare.

Esok harinya, sekitar jam satu siang ketika kuliah telah usai. Gue mengirim pesan ke Desma kalo gue nunggu dia di gerbang depan. Hingga kemudian gue melihat Desma yg berlari2 kecil ke arah gue.


"Jadi maen ke tempat gue nggak?" Tanya gue langsung

"Iya, Ric" Jawab Desma dengan muka agak pucat

"Lo kenapa? Sakit?"

"Kepala gue sedikit pusing"


Dengan inisiatif gue sendiri, gue memegang keningnya dengan tangan gue untuk merasakan suhu tubuhnya.


"Badan lo panas banget, pulang aja ya? Gue anterin lo sampe rumah"

"Iya, makasih ya"


Saat itu juga gue langsung memutar balik rencana, gue harus bawa Desma ke rumahnya supaya dia bisa istirahat. Kebetulan rumah Desma terletak nggak jauh dari kampus, dan gue pun nggak susah2 banget nganter dia pulang ke rumahnya. Dengan pelan dan hati2, gue antarkan Desma dengan selamat sampai ke rumahnya. Rumah modern minimalis dengan desain yg cukup menarik.


"Rumah lo bagus juga, Des" emoticon-Big Grin

"Iya dong. Tolong ambilin kunci pintunya, Ric. Ada di dalem tas, sekalian bukain ya" Pinta Desma

"Iya, Des. Ngomong2 emang orang rumah pada kemana? Kok siang2 dikunci?" Tanya gue pada Desma

"Kalo jam segini, nggak pernah ada orang. Pada sibuk kerja sama kuliah"


--


"Ke ruang tamu aja, Ric"

"Oke" Jawab gue sambil memegang pundaknya menuju ke ruang tamu


Begitu sampai di ruang tamu, Desma pun langsung berbaring di sofa panjang miliknya.


"Lo mau makan apa, Des? Biar gue masakin, selesai makan baru minum obat, biar panasnya turun"

"Emang lo bisa masak?"

"Sedikit" emoticon-Malu (S)

"Disini nggak pernah ada bahan2 buat dimasak Ric, soalnya nggak pernah masak. Kalo mau makan beli diluar terus"

"Tunggu bentar yah, gue mau beli super bubur dulu di warung"

"Iya"


Gue pun langsung pergi ke warung terdekat untuk membeli super bubur sekaligus enam butir paracetamol. Item tersebut sudah gue dapatkan, gue pun langsung kembali ke rumah Desma untuk menyeduh super bubur nya, lalu gue hidangkan.


"Udah jadi nih buburnya. Mau gue suapin?" emoticon-Stick Out Tongue

"Nggak usah, gue bisa sendiri" Desma langsung merebut mangkok yg ada di tangan gue dengan cepat

"Oke, kalo udah selesai langsung minum obatnya"

"Iya. Eh lo kalo mau pulang, pulang aja. Gue nggak apa2 sendirian"

"Maksudnya gue diusir nih?"

"Dih kagak! Maksud gue, kalo elo mau pulang ya nggak apa2. Daripada nungguin gue disini"

"Nggak apa2, kebetulan gue lagi gak ada acara"

"Ternyata lo orangnya perhatian juga yah"

"Biasa saja"


Desma pun selesai memakan bubur yg gue buatkan, meskipun terlihat masih tersisa banyak. Maklumlah, orang sakit pasti nafsu makannya turun drastis. Dan tanpa gue suruh, dia ingat untuk meminum obatnya.


"Lo biasa sendirian di rumah, Des?"

"Iya, nyokap selalu pulang malem. Kalo bokap nggak ada"


Gue terkejut ketika mendengar penjelasan dari Desma. Apa yg dia maksud? Apa bokapnya udah meninggal? Gue pun nggak berani untuk bertanya lebih lanjut dan lebih memilih untuk diam.


"Ric"

"Iya, kenapa?"

"Kalo dipikir2 elo mirip sama nyokap" emoticon-Malu

"Masa sih?" emoticon-Nohope

"Serius. Eh nyokap gue pulang" emoticon-Thinking

"Hah?" emoticon-Hammer


Desma sudah menyadari kedatangan nyokapnya lewat langkah2 kaki yg mendekat ke ruang tamu.


"Desma... Lagi ada tamu ya?"

"Iya, Ma"


Gue tersipu malu ketika nyokap Desma tepat berada di hadapan gue, gue hanya bisa senyum tipis sembari mengucap salam.


"Malam Tante"

"Malam juga. Kamu kenapa, Des? Sakit lagi?" Sapa dia ke gue, lalu menanyakan kondisi buah hatinya

"Iya, Ma. Tadi siang2 tiba2 kepala aku pusing di kampus, terus ada Eric yg nganterin pulang sampe rumah" Jelas Desma sedikit lebar

Wanita itu menatap gue "Oh jadi kamu temen satu kampusnya Desma?"

"Iya, Tan"

"Makasih ya, udah mau repot2 nganterin Desma ke rumahnya. Baik sekali kamu" emoticon-Smilie

"Ah nggak repot kok, Tan"

"Iya, Ma. Dia anaknya emang baik"

"Bentar yah, Tante mau bikinin minum dulu"

"Nggak usah, Tan"

"Cuma bikin minum doang kok, nggak repot. Santai aja, anggep rumah sendiri. Mau minum root beer?"

"B-Boleh, Tan" Jawab gue sedikit gugup emoticon-Malu


S-Sugoi! Baru kali ini gue ketemu sama Ibu2 yg suka root beer. emoticon-Matabelo emoticon-Ngakak


"Sebentar ya"

"Nyokap lo keren juga, Des. Lo suka minum root beer juga dong?" emoticon-Big Grin

"Gue mah nggak, nyokap gue doang" emoticon-Nohope


Kunjungan ini menjadi sangat menarik. Suasana malam itu semakin asyik, kita semua mengobrol tak ada habisnya sampai2 Desma pun tertidur dengan sendirinya di sofa. Namun, ketika Desma tidur, nyokap Desma lebih banyak membicarakan tentang kehidupan pribadi Desma.

Sambil menyelimuti dan mengelus rambut Desma, nyokap Desma berkata


"Desma itu salah satu anak yg mentalnya kuat, tapi sayang tubuhnya nggak tahan banting alias gampang banget sakit. Dalam satu bulan, dia bisa dua sampai tiga kali sakit kayak gini. Mulai sekarang, saya titip Desma sama kamu ya, Ric. Saya yakin, kalo kamu orangnya bisa dipercaya buat ngejaga Desma. Bagaimanapun buat saya, Desma itu seperti secangkir kopi hitam tanpa gula, terasa pahit tapi selalu setia menemani kesendirian saya"

kaskus-image





Bersambung emoticon-Bingung
JabLai cOY
JabLai cOY memberi reputasi
1
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.