Kaskus

Story

dee.vitaAvatar border
TS
dee.vita
a Story About Forbidden Love
PROLOG

Selamat malam,
Setelah menimbang beberapa lama, dan kursus singkat cara menulis serta ngaskus dari seseorang tadi, akhirnya aku mengambil keputusan untuk membagi ceritaku disini.
Tapi, sebelum aku mulai bercerita, ijinkan aku untuk memberikan beberapa peraturan dan kalimat pembuka.

Quote:


Terimakasih, dan selamat membaca. emoticon-Smilie


Spoiler for Indeks:
Diubah oleh dee.vita 11-08-2014 23:09
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
24K
161
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread1Anggota
Tampilkan semua post
dee.vitaAvatar border
TS
dee.vita
#90
PART 14
Quote:


Ga lama kemudian muncul seorang pria yang aku kenal, ya, mas Agung. Aku emosi banget saat itu, tapi ga mungkin juga kalo aku lampiaskan dirumah orang seperti ini, akhirnya hanya mataku yang berlinang air mata tanpa ada sepatah katapun yang keluar dari mulutku.
Memang benar kata orang, air mata adalah kata-kata yang keluar ketika mulut tak sanggup berbicara.

Aku speechless, ingin menolak kenyataan bahwa cowok yang aku lihat dirumah mbak Desi saat ini adalah mas Agung, aku mencoba berpikir jernih, tapi tidak bisa. Baru saja aku mencoba untuk menyayanginya, tapi sikapnya sudah membuatku kecewa.

Quote:


Aku berbalik dan berjalan menuju rumah, air mataku sudah tak tertahan lagi, aku kecewa dengannya.
Sampai dirumah aku langsung menaruh belanjaan di dapur, masuk kamar, dan mengunci diri disana, aku menangis sejadi-jadinya dengan bantal menutupi wajahku, meredam suara tangisku agar tak terdengar ibu.

Quote:


Ugghhh, kalu saja bukan permintaan Ibu, aku ogah nemuin tu cowok.. dengan malas aku beranjak turun dari kasur, merapikan rambut, menghapus sisa-sisa air mata di pipi dan mataku, aku keluar kamar dan menuju ruang tamu..

Quote:


Seenaknya aja aku disuruh jangan marah, katanya lembur? Tapi malah aku jelas-jelas lihat dia dirumah tetanggaku yang seorang janda, yang mendapatkan stempel negative dari tetangga sekitar, dengan gampangnya dia meminta maaf dan memintaku untuk tidak marah? Sudah berapa kali dia main kesana? Kata Fanni aja beberapa kali, berarti sudah cukup sering dia kesana?? Coba kalau dia diposisiku, dia melihatku sedang main kerumah seorang cowok, di dalam, berdua, apa ga sudah emosi kesetanan dia?

Quote:


Aku butuh dia disaat seperti ini, aku membutuhkan nasihat dan masukan darinya, karena jujur aku pribadi sudah tidak dapat berpikir jernih hari itu, pikiranku hanya ada emosi dan kecewa atas tingkah mas Agung.

Quote:
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.