- Beranda
- Pilih Capres & Caleg
KUTIPAN MEDIA AUSTRALIA - INSIDE STORY: "INDONESIA DIUJUNG PISAU"
...
TS
Kak4
KUTIPAN MEDIA AUSTRALIA - INSIDE STORY: "INDONESIA DIUJUNG PISAU"
Berikut artikel yang dikutip dari salah satu Media Australia: INSIDE STORY yang ditulis oleh: Edward Aspinall
Edward Aspinall is an Australian Research Council Future Fellow and researches Indonesian politics at the Australian National University.
"Dunia luar harus khawatir dengan kemungkinan Prabowo menjadi Presiden Indonesia, tapi kekalahan terbesar adalah bangsa indonesia sendiri"
Terjemahan bgn. 1
Terjemahan bgn. 2
Terjemahan bgn. 3
Terjemahan bgn. 4
Terjemahan bgn. 5
Terjemahan bgn. 6
Terjemahan bgn. 7
Terjemahan bgn. 8
Terjemahan bgn. 9
Terjemahan bgn. 10
Terjemahan bgn. 11
Terjemahan bgn. 12
Terjemahan bgn. 13
Terjemahan bgn. 14
Terjemahan bgn. 16
Terjemahan bgn. 16
Terjemahan bgn. 17
Terjemahan bgn. 18
Terjemahan bgn. 19
Terjemahan bgn. 20
Terjemahan bgn. 21
Terjemahan bgn. 22
Terjemahan bgn. 23
Terjemahan bgn. 24
Terjemahan bgn. 25
Terjemahan bgn. 26
Terjemahan bgn. 27
Terjemahan terakhir
Edward Aspinall is an Australian Research Council Future Fellow and researches Indonesian politics at the Australian National University.
"Dunia luar harus khawatir dengan kemungkinan Prabowo menjadi Presiden Indonesia, tapi kekalahan terbesar adalah bangsa indonesia sendiri"
Spoiler for Isi Media:
Terjemahan bgn. 1
Terjemahan bgn. 2
Terjemahan bgn. 3
Terjemahan bgn. 4
Terjemahan bgn. 5
Terjemahan bgn. 6
Terjemahan bgn. 7
Terjemahan bgn. 8
Terjemahan bgn. 9
Terjemahan bgn. 10
Terjemahan bgn. 11
Terjemahan bgn. 12
Terjemahan bgn. 13
Terjemahan bgn. 14
Terjemahan bgn. 16
Terjemahan bgn. 16
Terjemahan bgn. 17
Terjemahan bgn. 18
Terjemahan bgn. 19
Terjemahan bgn. 20
Terjemahan bgn. 21
Terjemahan bgn. 22
Terjemahan bgn. 23
Terjemahan bgn. 24
Terjemahan bgn. 25
Terjemahan bgn. 26
Terjemahan bgn. 27
Terjemahan terakhir
Quote:
Diubah oleh Kak4 18-06-2014 22:06
0
12.7K
263
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Pilih Capres & Caleg
22.5KThread•3.1KAnggota
Tampilkan semua post
corsairVX450
#120
Terjemahan bagian 22/ 28
Pertama adalah "keadilan transisional" - tugas menyelidiki dan menghukum pejabat yang bertanggung jawab atas pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu. Kegagalan Indonesia disini bisa dibilang sebagian besar gagal total.
Setelah Soeharto jatuh, ada banyak penyelidikan dan bahkan beberapa pengadilan tetapi pada akhirnya tidak ada pejabat militer senior atau pejabat lainnya dinyatakan bersalah dan dihukum untuk salah satu pelanggaran hak asasi manusia di jaman Orba yg telah terdokumentasi cukup lengkap. Memang, bisa dikatakan bahwa keluarnya militer dari politik adalah jaminan informal agar tidak ada pemimpin militer yg akan dihukum untuk kejahatan masa lalu.
Fakta bahwa seseorang seperti Prabowo, yang satu setengah dekade lalu begitu didiskreditkan bahwa ia harus meninggalkan negara itu, kini mampu mendapatkan popularitas capres yang kuat adalah bukti konsekuensi dari kegagalan ini.
Beberapa dari mereka yang sekarang lawan Prabowo cuma bisa menyalahkan diri mereka sendiri atas situasi ini: pada tahun 2009 Megawati Soekarnoputri memilih Prabowo sebagai calon wakil presiden-nya, sehingga jelas bahwa untuk dia dan partainya, catatan hak asasi manusia yang buruk secara politis tidak penting.
Tahun ini, pendukung Prabowo bertanya, dengan alasan yg cukup tepat, jika partai Jokowi itu tidak khawatir tentang catatan hak asasi manusia Prabowo saat itu, mengapa harus membuat masalah itu sekarang?
Setelah Soeharto jatuh, ada banyak penyelidikan dan bahkan beberapa pengadilan tetapi pada akhirnya tidak ada pejabat militer senior atau pejabat lainnya dinyatakan bersalah dan dihukum untuk salah satu pelanggaran hak asasi manusia di jaman Orba yg telah terdokumentasi cukup lengkap. Memang, bisa dikatakan bahwa keluarnya militer dari politik adalah jaminan informal agar tidak ada pemimpin militer yg akan dihukum untuk kejahatan masa lalu.
Fakta bahwa seseorang seperti Prabowo, yang satu setengah dekade lalu begitu didiskreditkan bahwa ia harus meninggalkan negara itu, kini mampu mendapatkan popularitas capres yang kuat adalah bukti konsekuensi dari kegagalan ini.
Beberapa dari mereka yang sekarang lawan Prabowo cuma bisa menyalahkan diri mereka sendiri atas situasi ini: pada tahun 2009 Megawati Soekarnoputri memilih Prabowo sebagai calon wakil presiden-nya, sehingga jelas bahwa untuk dia dan partainya, catatan hak asasi manusia yang buruk secara politis tidak penting.
Tahun ini, pendukung Prabowo bertanya, dengan alasan yg cukup tepat, jika partai Jokowi itu tidak khawatir tentang catatan hak asasi manusia Prabowo saat itu, mengapa harus membuat masalah itu sekarang?
Diubah oleh corsairVX450 18-06-2014 22:07
0
