Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#373
PART 28 – Lost in Yogyakarta (4)

Pandangan gue mengarah ke Anin, kemudian ke tempat tidur. Gitu terus berulang-ulang, sampe gue menyadari bahwa Anin sedang memandangi gue dengan tatapan aneh. Buru-buru gue alihkan pandangan gue ke TV, malu soalnya. Gue lirik Anin, dia sedang berdiri di minibar, bikin teh.

Quote:


Gue mendengus dan mengalihkan perhatian gue ke acara TV. Gak lama kemudian Anin meletakkan cangkir berisi teh panas ke meja di samping gue. Gue seruput sedikit itu teh, dan bisa diduga gue langsung kepanasan. Gue mendengar pintu kamar mandi terbuka, dan gue menoleh ke arah kamar mandi. Gue liat Shinta keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah, tapi udah pake kaos dan celana panjang emoticon-Frown kirain masih berbalut handuk. Gagal deh rencana gue.

Setelah Shinta keluar kamar mandi, giliran Anin mandi. Gue memperhatikan Shinta dandan, dan buset, gak kalah rempong sama kakaknya. Gue cengengesan melihat itu, dan alhasil gue dilempar bantal sama Shinta. Gak lama kemudian Anin selesai mandi, dan kami bertiga turun ke lantai bawah untuk sarapan. Gue merasa minder, karena diantara kami bertiga, cuman gue yang belum mandi. Cuek aja lah, tetep ganteng juga ini emoticon-Stick Out Tongue

Setelah sarapan, gue kembali ke kamar dan mandi, sementara Anin dan Shinta nongkrong di pinggir kolam renang dibawah. Pada waktu gue selesai mandi, mendadak bel kamar gue berbunyi. Gue intip dari lubang di pintu, dan ternyata Anin dan Shinta udah didepan kamar gue. Buru-buru gue pake jeans dan buka pintu. Sambil cengengesan gue mempersilakan mereka masuk. Begitu Anin dan Shinta melihat gue telanjang dada, dan cuman pake jeans doang, mereka memperhatikan gue dari atas ke bawah, kemudian ikutan cengengesan dan masuk ke kamar gue.

Quote:


Setengah jam kemudian kami sudah keluar hotel, dan menuju ke objek wisata pertama kami, yaitu keraton Kesultanan Yogyakarta. Sesampai disana, gue memarkirkan mobil, dan kemudian kami bertiga menuju ke loket. Setelah membayar karcis masuk, kemudian kami menunggu pemandu kami datang. Sambil menunggu, kami bertiga berfoto-foto. Emm, kebanyakan Anin sama Shinta doang sih, gue cuman tukang foto kayaknya disini emoticon-Frown Pemandu wisata kami datang, ibu-ibu gitu, dan beliau menyambut kami dengan sangat ramah, dan memuji kecantikan Anin sama Shinta. Tapi gue gak dipuji ganteng. Sedih emoticon-Frown

Kami berempat berjalan-jalan ke hampir seluruh sudut keraton yang diperbolehkan untuk dikunjungi. Gue selalu merasa kagum kalo berkunjung ke tempat-tempat yang memiliki nilai sejarah. Gue selalu berpikiran gue berada di tempat yang sama dimana tokoh-tokoh jaman dulu berdiri, ratusan tahun yang lalu. Gue membayangkan dulu Sultan Agung pernah berjalan di tempat ini, sultan-sultan setelahnya pernah melewati serambi ini, dan orang-orang Belanda ratusan tahun yang lalu juga pernah berkunjung ke tempat ini. Sambil menggandeng tangan Anin gue memandangi sekeliling, dan menahan napas karena takjub.

Gue lihat Shinta gak henti-hentinya memotret setiap sudut, dan Anin mendengarkan penjelasan ibu-ibu pemandu dengan seksama. Di kejauhan gue liat ada serombongan bule yang sedang berkeliling ditemani oleh satu pemandu cowok. Gue sedikit kecewa karena bule-bule itu udah berumur, gak ada yang cantik. Kemudian kami bertiga melanjutkan tour kami di keraton itu, hingga sekitar 1 jam kemudian kami kembali ke pintu depan tempat kami masuk. Gue memberikan tip secukupnya kepada pemandu wisata kami, dan kemudian kami keluar dari kompleks keraton itu, menuju ke Museum Sonobudoyo yang terletak gak jauh dari situ.

Kami menuju museum dengan berjalan kaki, sambil memperhatikan penjual-penjual makanan di sekitar situ. Gue menahan keinginan untuk jajan dengan sekuat tenaga, tapi ternyata iman gue kalah sama rengekan Shinta. Dia mampir beli es krim. Gak kakaknya gak adiknya sama aja ternyata, doyan es krim. Setelah membeli karcis masuk, kami bertiga menjelajahi museum itu dengan muka bego, karena kebanyakan melongo liat koleksi di museum itu. Ada berbagai jenis keris dan senjata-senjata pusaka lainnya, ada juga artefak-artefak kuno jaman Mataram dulu.

Anin memeluk lengan gue, sementara Shinta berjalan di depan kami. Pada saat kami berjalan di dalam museum itu, mendadak kantong jeans gue bergetar. Gue ambil handphone gue dari dalam kantong itu, dan gue liat ada telepon dari nomor yang gak gue kenal. Gue angkat lah itu telepon.

Quote:


Langsung otomatis gue lirik Anin setelah itu, dan Anin memandangi gue dengan tatapan yang gak bisa gue jelaskan disini. Anin melepaskan pelukannya dari lengan gue, dan kemudian menatap gue tajam. Tanpa berkata apa-apa, Anin meninggalkan gue dan menyusul Shinta didepan.

Duh, kenapa sih Amel harus pake telepon sekarang? emoticon-Frown
jenggalasunyi
pulaukapok
chanry
chanry dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.