- Beranda
- Stories from the Heart
☆ Dijodohin? hm share aja yah ☆
...
TS
bntown
☆ Dijodohin? hm share aja yah ☆

Hai hai gan and sist...

sorry ya. cuma mau share cerita di mari aja nih..

oke jujur ini ane pake kloningan, soalnya akun prime yang asli udah ada temen yang tahu.. jadi dari pada ntar dibully ama mereka, jadi pakai kloningan aja ya..

oke, maaf kalo agak sedikit berantakan soalnya kagak biasa bikin kayak ginian, paling trit-trit GJ yang pernah ane buat di prime

Spoiler for rules:
Spoiler for Q&A:
oke ini dulu aja intro nya.. masih mau merangkai kata biar indah, oke bro.. makasih..
Spoiler for "index":
Thanx for agan whyushintoryubuat bikinin index versi docx ane

Spoiler for index doc:
PDF format.. many thanx agan nd1tnt1
Spoiler for PDF:
Diubah oleh bntown 02-09-2014 22:51
Arsana277 dan anasabila memberi reputasi
2
508.2K
2.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bntown
#448
His Past part 3
Ane termenung mendengarkan cerita Bapak. Aku melihat matanya mulai berkaca kaca.
Ane : udah pak, gak usah dipaksa kalau memang bapak belum siap cerita.
Bapak : gak le, bapak gak apa apa.
Kami berdua terdiam.
Bapak : jadi le, sejak saat itu, bapak sama ibu gak berhubungan lagi sampai lulus kuliah. Bapak kerja di tempat sekarang, dan ibu pulang dan gak kedengar kabar lagi. Awal tahun 87, bapak nikah sama Siti. Dan gak lama dia hamil anak kita. Tapi jalan dua bulan dia keguguran. Siti beberapa kali hamil lagi, tapi lagi lagi keguguran. Kita konsultasi ke dokter dan ternyata Siti kandungannya lemah
. Karena gak tega lihat bapak dan kakekmu pingin menimang cucu, dia izinin bapak nikah lagi.
Bapak : yah akhir tahun 88, bapak temuin ibumu di rumahnya, dan kakekmu dari ibu sudah wafat waktu itu. Bapak jelasin maksud bapak ke sana, sulit sekali meyakinkan mereka bahwa bapak akan berlaku adil dan bisa menjadi imam yang baik. Alhamdulillah pada akhirnya keluarga sana mengizinkan. Mungkin karena cinta bapak dan ibumu masih melekat sampai saat itu.
Akhirnya bapak minta kakekmu untuk segera melangsungkan lamaran dan pernikahan. Dan yah awal 89 kita menikah, dan dari dia lahirlah kamu dan Nisa.
Ane : emang bapak gak kasihan sama ibu Siti waktu itu? Beliau pasti sakit hati pak sama sikap bapak.
Bapak : bapak sudah berusaha meyakinkan Siti waktu itu. Bapak bilang kalau itu bisa menjelekkan citra keluarga kita di lingkungan, lalu masalah ke depannya jika bapak nikah lagi pasti perhatian bapak gak 100% ke dia saja. Lalu masalah keadilan, tidak ada yang menjamin bagaimana seorang pria nanti akan berpoligami bisa adil kepada kedua istrinya. Meski dia orang bijak. Akan selalu ada kemungkinan untuk berat sebelah. Pasti itu.
Yah bapak juga yakin kalo banyak pria yang gak mau berpoligami sebenarnya, selain masalah kesiapan lahiriah kesiapan batiniyah juga diperlukan. Gak hanya kasih nafkah saja, tetapi dengan bijak membimbing keluarga kecilnya nanti agar tidak terjadi kecemburuan sesama istri dan sesama anaknya yang beda istri. Dan itu merupakan tugas yang sangat berat bagi pria mana pun. Belum tanggung jawab besar pria itu di hari pembalasan kelak, semua pasti dipertanggungjawabkan dan dihisab nanti. Itu yang bapak paling takutkan. Bapak takut gak bisa membimbing dua keluarga bapak yang akhirnya menyeret kita semua ke siksaan kekal.
Ane : dan ibu tahu masalah ini?
Bapak : iya le, Alhamdulillah ibu mendukung apa yang bapak putuskan apa pun itu. Bapak sebenarnya salut sama ibumu, dia sebagai istri muda tidak menuntut bapak banyak. Bahkan ibumu gak pernah menuntut materi sama bapak ataupun manuntut yang lainnya. Dia istri yang hebat. Dia menikahi bapak tidak ada maksud lain selain beribadah kepadaNya.
Bapak : lalu di saat kalian kelas TK besar, siti akhirnya mengandung lagi anak kita. Dan akhirnya Allah mengizinkan anak itu lahir dengan selamat. Namun di saat kebahagiaan menghampiri bapak dan siti, Allah berkehendak lain. Dia memanggil siti duluan.
Tetes air mata mengalir di pipinya. Yah kenyataan menyesakkan. Dikala bahagia mendapatkan karunia hebat, bapak dan bu siti mendapat ujian besar dari Allah.
Ane : lalu kenapa pak kok gak berkumpul sama kita?
Bapak : yah, mertua bapak termasuk disegani di sini. Bapak gak mau merusak nama baik beliau. Terlebih beliau berdua mempunyai penyakit jantung. Bapak takut jika kejujuran bapak akan membuat mereka terpukul dan sakit parah.Tapi tetep bapak berusaha mengayomi kedua keluarga kecil bapak sebisa mungkin. Makanya bapak membelikan kalian rumah di mana bapak masih bisa memungkinkan memantau kalian meski dari jauh. Bapak gak mau pilih kasih di sini, bapak berusaha berbuat adil kepada kalian anak anakku. Bapak gak mau kesannya tidak memerhatikan anak anak bapak. Selain itu, bapak juga merasa belum saatnya anak bapak dari siti mengetahui ini terlalu dini. Makanya bapak memilih untuk tinggal bersama anak bapak dari siti di sini, di dekat orang tua siti, seenggaknya dia mendapat ganti kasih sayang siti dengan kasih sayang kakek neneknya.
Ane : trus pak, sekarang bapak dan ibu dari bu siti di mana?
Bapak : beliau sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Bapak sebenarnya mau memerkenalkan kalian setelah beliau wafat. Tapi bapak selalu merasa belum siap mental. Yah terutama menghadapi kamu yang sangat tempramental di seusia kamu, makanya bapak menunggu usiamu matang dulu, lalu setelah itu bapak ceritakan semua.
Ane :...
Bapak : yah makanya kenapa bapak larang kamu agar gak pacaran sama temen perempuanmu, karena bapak gak mau kejadian bapak alami terulang padamu. Cukup bapak saja yang mengalaminya. Bapak gak mau kamu mengambil langkah seperti ini.
Ane : tapi pak, itu kan karena kejadian di luar kemampuan kita? Yaitu dari kondisi fisik bu siti?
Bapak : apa kamu gak merasakan sesuatu yang aneh le? Bapak waktu itu sebenarnya masih mencintai ibu kamu. Bahkan dua tahun menikah rasa cinta bapak ke siti sebenarnya belum tumbuh sebesar rasa cintaku pada ibumu. Kalau saja le bapak belum pacaran waktu itu dan terjadi perjodohan itu, kemungkinan besar bapak akan setia dengan siti bahkan dengan kondisi fisik dia.
Makanya dengan harapan melarangmu pacaran bapak harap kamu dapat waktu lebih untuk mencintai anak cahyo. Yah meski sepertinya kamu sudah mencintainya, tapi bukan anak yang dimaksud.
Ane :...
Bapak : Yah bapak gak mau kamu sampai menghadapi seperti kondisi bapak dulu. Yang bisa berpotensi menyakiti sesama anggota keluarga dengan berpoligami. Mungkin bapak egois dengan menjodohkanmu, tapi bapak gak mau kamu salah pilih. Bapak terlalu sayang padamu Nis. Tolong pikirkan nanti siapa yang kamu pilih. Bapak gak masalah kamu memilih siapa, tapi kamu juga harus tahu adat dari cahyo jadi pikirkan baik baik pilihanmu, kuatkan hatimu untuk memilih agar semua merasa senang.
Yah suasana emosional bener bener kental saat itu. Ane langsung mendekatinya dan memeluk bapak dengan erat. Ternyata beliau sudah memikirkan sangat jauh bahkan saat ane kecil.
Ane : makasih ya pak. Makasih.
Bapak : sama sama le, bapak merasa lega kalau seperti ini.

Ane : udah pak, gak usah dipaksa kalau memang bapak belum siap cerita.

Bapak : gak le, bapak gak apa apa.

Kami berdua terdiam.
Bapak : jadi le, sejak saat itu, bapak sama ibu gak berhubungan lagi sampai lulus kuliah. Bapak kerja di tempat sekarang, dan ibu pulang dan gak kedengar kabar lagi. Awal tahun 87, bapak nikah sama Siti. Dan gak lama dia hamil anak kita. Tapi jalan dua bulan dia keguguran. Siti beberapa kali hamil lagi, tapi lagi lagi keguguran. Kita konsultasi ke dokter dan ternyata Siti kandungannya lemah
. Karena gak tega lihat bapak dan kakekmu pingin menimang cucu, dia izinin bapak nikah lagi.
Bapak : yah akhir tahun 88, bapak temuin ibumu di rumahnya, dan kakekmu dari ibu sudah wafat waktu itu. Bapak jelasin maksud bapak ke sana, sulit sekali meyakinkan mereka bahwa bapak akan berlaku adil dan bisa menjadi imam yang baik. Alhamdulillah pada akhirnya keluarga sana mengizinkan. Mungkin karena cinta bapak dan ibumu masih melekat sampai saat itu.
Akhirnya bapak minta kakekmu untuk segera melangsungkan lamaran dan pernikahan. Dan yah awal 89 kita menikah, dan dari dia lahirlah kamu dan Nisa.
Ane : emang bapak gak kasihan sama ibu Siti waktu itu? Beliau pasti sakit hati pak sama sikap bapak.

Bapak : bapak sudah berusaha meyakinkan Siti waktu itu. Bapak bilang kalau itu bisa menjelekkan citra keluarga kita di lingkungan, lalu masalah ke depannya jika bapak nikah lagi pasti perhatian bapak gak 100% ke dia saja. Lalu masalah keadilan, tidak ada yang menjamin bagaimana seorang pria nanti akan berpoligami bisa adil kepada kedua istrinya. Meski dia orang bijak. Akan selalu ada kemungkinan untuk berat sebelah. Pasti itu.
Yah bapak juga yakin kalo banyak pria yang gak mau berpoligami sebenarnya, selain masalah kesiapan lahiriah kesiapan batiniyah juga diperlukan. Gak hanya kasih nafkah saja, tetapi dengan bijak membimbing keluarga kecilnya nanti agar tidak terjadi kecemburuan sesama istri dan sesama anaknya yang beda istri. Dan itu merupakan tugas yang sangat berat bagi pria mana pun. Belum tanggung jawab besar pria itu di hari pembalasan kelak, semua pasti dipertanggungjawabkan dan dihisab nanti. Itu yang bapak paling takutkan. Bapak takut gak bisa membimbing dua keluarga bapak yang akhirnya menyeret kita semua ke siksaan kekal.
Ane : dan ibu tahu masalah ini?

Bapak : iya le, Alhamdulillah ibu mendukung apa yang bapak putuskan apa pun itu. Bapak sebenarnya salut sama ibumu, dia sebagai istri muda tidak menuntut bapak banyak. Bahkan ibumu gak pernah menuntut materi sama bapak ataupun manuntut yang lainnya. Dia istri yang hebat. Dia menikahi bapak tidak ada maksud lain selain beribadah kepadaNya.

Bapak : lalu di saat kalian kelas TK besar, siti akhirnya mengandung lagi anak kita. Dan akhirnya Allah mengizinkan anak itu lahir dengan selamat. Namun di saat kebahagiaan menghampiri bapak dan siti, Allah berkehendak lain. Dia memanggil siti duluan.

Tetes air mata mengalir di pipinya. Yah kenyataan menyesakkan. Dikala bahagia mendapatkan karunia hebat, bapak dan bu siti mendapat ujian besar dari Allah.

Ane : lalu kenapa pak kok gak berkumpul sama kita?

Bapak : yah, mertua bapak termasuk disegani di sini. Bapak gak mau merusak nama baik beliau. Terlebih beliau berdua mempunyai penyakit jantung. Bapak takut jika kejujuran bapak akan membuat mereka terpukul dan sakit parah.Tapi tetep bapak berusaha mengayomi kedua keluarga kecil bapak sebisa mungkin. Makanya bapak membelikan kalian rumah di mana bapak masih bisa memungkinkan memantau kalian meski dari jauh. Bapak gak mau pilih kasih di sini, bapak berusaha berbuat adil kepada kalian anak anakku. Bapak gak mau kesannya tidak memerhatikan anak anak bapak. Selain itu, bapak juga merasa belum saatnya anak bapak dari siti mengetahui ini terlalu dini. Makanya bapak memilih untuk tinggal bersama anak bapak dari siti di sini, di dekat orang tua siti, seenggaknya dia mendapat ganti kasih sayang siti dengan kasih sayang kakek neneknya.

Ane : trus pak, sekarang bapak dan ibu dari bu siti di mana?

Bapak : beliau sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Bapak sebenarnya mau memerkenalkan kalian setelah beliau wafat. Tapi bapak selalu merasa belum siap mental. Yah terutama menghadapi kamu yang sangat tempramental di seusia kamu, makanya bapak menunggu usiamu matang dulu, lalu setelah itu bapak ceritakan semua.

Ane :...
Bapak : yah makanya kenapa bapak larang kamu agar gak pacaran sama temen perempuanmu, karena bapak gak mau kejadian bapak alami terulang padamu. Cukup bapak saja yang mengalaminya. Bapak gak mau kamu mengambil langkah seperti ini.

Ane : tapi pak, itu kan karena kejadian di luar kemampuan kita? Yaitu dari kondisi fisik bu siti?

Bapak : apa kamu gak merasakan sesuatu yang aneh le? Bapak waktu itu sebenarnya masih mencintai ibu kamu. Bahkan dua tahun menikah rasa cinta bapak ke siti sebenarnya belum tumbuh sebesar rasa cintaku pada ibumu. Kalau saja le bapak belum pacaran waktu itu dan terjadi perjodohan itu, kemungkinan besar bapak akan setia dengan siti bahkan dengan kondisi fisik dia.
Makanya dengan harapan melarangmu pacaran bapak harap kamu dapat waktu lebih untuk mencintai anak cahyo. Yah meski sepertinya kamu sudah mencintainya, tapi bukan anak yang dimaksud.
Ane :...

Bapak : Yah bapak gak mau kamu sampai menghadapi seperti kondisi bapak dulu. Yang bisa berpotensi menyakiti sesama anggota keluarga dengan berpoligami. Mungkin bapak egois dengan menjodohkanmu, tapi bapak gak mau kamu salah pilih. Bapak terlalu sayang padamu Nis. Tolong pikirkan nanti siapa yang kamu pilih. Bapak gak masalah kamu memilih siapa, tapi kamu juga harus tahu adat dari cahyo jadi pikirkan baik baik pilihanmu, kuatkan hatimu untuk memilih agar semua merasa senang.

Yah suasana emosional bener bener kental saat itu. Ane langsung mendekatinya dan memeluk bapak dengan erat. Ternyata beliau sudah memikirkan sangat jauh bahkan saat ane kecil.

Ane : makasih ya pak. Makasih.

Bapak : sama sama le, bapak merasa lega kalau seperti ini.

0
)