- Beranda
- Stories from the Heart
☆ Dijodohin? hm share aja yah ☆
...
TS
bntown
☆ Dijodohin? hm share aja yah ☆

Hai hai gan and sist...

sorry ya. cuma mau share cerita di mari aja nih..

oke jujur ini ane pake kloningan, soalnya akun prime yang asli udah ada temen yang tahu.. jadi dari pada ntar dibully ama mereka, jadi pakai kloningan aja ya..

oke, maaf kalo agak sedikit berantakan soalnya kagak biasa bikin kayak ginian, paling trit-trit GJ yang pernah ane buat di prime

Spoiler for rules:
Spoiler for Q&A:
oke ini dulu aja intro nya.. masih mau merangkai kata biar indah, oke bro.. makasih..
Spoiler for "index":
Thanx for agan whyushintoryubuat bikinin index versi docx ane

Spoiler for index doc:
PDF format.. many thanx agan nd1tnt1
Spoiler for PDF:
Diubah oleh bntown 02-09-2014 22:51
Arsana277 dan anasabila memberi reputasi
2
507.9K
2.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.7KThread•52.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bntown
#397
Yang Terdalam (bukan lagu pete**an ya)
Ane : ehm...
Putri : apaan?
Ane : pov dong..
Putri : ogah..
Ane : yah segitunya amat sih..
Putri : biarin
Ane : ayolah pov, ntar aku turutin deh kemauannya..
Putri : beneran?
Waduh apa ya yang dia pingin? perasaanku mengindikasikan sesuatu yang berat..
Ane : ehm.. iya deh..
Putri : kok pake ehm..
Ane : iya deh aku turutin..
eh btw minta apa?
Putri : ntar deh aku pikirin.. awas loh ya kalo gak nepatin..
Ane : iya
Putri : kalo gak nepatin aku gak mau pov lagi..
Ane : iya
Putri : dan jangan campuri narasiku oke..
Ane : iya..
cepetan dong.. ntar over character loh..
------------------------------------------------------------------------
Hah 2 tahun kita memerjuangkan hubungan kita, tapi apa daya kandas di tengah jalan.
Waktu itu aku sengaja membelikan martabak kesukaan mas yanis di depan kampungnya. Yah sekali kali calon istri yang baik harus membawa sesuatu kan? Hihihihi
(waduh ada kunti.. Diem gak
.. iya deh
)
Tapi justru aku yang mendapat kejutan yang luar biasa. Aku melihat mas yanis dan salsa melakukan adegan yang yah membuatku sakit hati waktu itu.
FYI, aku adalah tukang cemburu sejati. Setiap kali mas yanis matanya jelalatan ketika jalan selalu aku yang narik perhatian dia lagi ke aku. Kalo gak, mungkin dia bakal ikut cewek kece di jalan jalan. (Gak separah itu deh
, diem
,
)
Aku yang shock langsung kembali. Dia berusaha jelasin dan minta maaf, tapi karena aku udah terbakar api cemburu langsung menolak penjelasannya dan memutuskan hubungan kita.
. Meski sebenarnya aku gak mau kita putus. Dia sms malam harinya minta maaf, aku menangis membaca sms itu,
ingin baikan lagi tapi aku dah terlanjur memutuskan hubungan kita.
Memang ada harga diri yang berperan dalam saat itu, masa aku yang mutusin aku yang harus berusaha baikan? Sebuah prinsip konyol menurutku saat itu
. Mungkin karena keegoisan kita lah sekarang moral bangsa ini mulai terkikis diganti moral asing.
Di saat seperti itulah sosok Andre muncul di kehidupanku saat itu. Dia memang mengincarku (kalo berdasar cerita teman teman). Tapi karena aku udah jadian dengan mas yanis, ya udah dia menjaga jarak dariku sambil menunggu kesempatan dapatin aku (kata temenku).
Karena waktu itu aku cari pelarian, aku menerima cinta dia.
Dan akhirnya kita jadian.
Kurang lebih dua minggu setelah putus dengan mas yanis, ada seorang cewek yang mendatangiku di sekolahan uang gak lain adalah Salsa
. Emosiku sebenarnya langsung memuncak, tapi aku tahan karena melihat dia sedikit kacau waktu itu.
Aku : ngapain kamu di sini?
Salsa : gak apa apa. Aku pingin ngomong sama kamu.
Aku : gak ada yang perlu diomongin.
Salsa : plis putri, plis dengerin aku yah.. plis.
Aku : ya udah aku gak ada waktu banyak, mau bimbel.
Dia menceritakan sebenernya. Ketika itu aku ingin mencekik dia
, sampai dia selesai mengenai apa yang dirasanya.
Salsa : plis put, maafin dia. Ini salahku. Silakan aku mau kamu apain terserah, tapi plis jangan siksa dia.
Dia kacau put sejak putus denganmu. Dia gak seperti dulu lagi, plis kamu baikan ya sama dia.
Aku : sorry aku gak bisa nerima dia.
Aku dah jadian.
Salsa : put plis, seenggaknya terima maaf dia. Kamu jangan dingin ke dia. Plis put.. plis.. aku kasian sama dia.
Aku berpikir bagaimana ini, apa harus aku balikan dengan mas yanis? Hm, entah lah. Yang penting aku harus fokus dulu sama ujian semester ntar.
Aku : ya udah balik sana, aku mau masuk bimbel.
Salsa : iya put, makasih ya..
Salsa pun pulang. Ntah bagaimana aku harus menanggapi ini semua. Di satu sisi aku beneran sayang sama mas yanis,
di sisi lain aku masih marah sama kejadian itu
. Oke Mas Yanis gak salah, tapi tetep saja aku kesel kalau ingat itu semua.
Aku diantar ke bimbel oleh Andre. Kalian tanya gimana Andre itu? Dia baik sebenernya tapi entah kenapa ada hal yang tidak tulus dibalik sikapnya itu.
Setelah beberapa minggu Salsa menemuiku, giliran Mas Yanis yang menemuiku. Nekat juga ternyata dia yang membuatku menjadi yah semakin kagum. Dia dengan gentle mendatangiku meski dia tahu jawabannya.
Dia mengulangi persis seperti apa yang dia sms malam hari kita putus.
Perasaanku saat itu tentu saja sangat ingin memeluknya.
Tapi aku berusaha agar tampil tegar di hadapannya. Yah supaya dia terkesan dengan diriku saat itu.
Waktu itu Andre datang. Berdasar cerita temanku dia sedikit dendam sama Mas Yanis, tapi Mas Yanisnya seperti enjoy menghadapi Andre.
Justru Andre lebih terlihat grogi saat itu. Ada ketegangan di antara mereka.
Aku gak mau ketegangan itu lama lama aku seret Andre keluar dari tempat itu.
Di saat aku sedang bimbang seperti itu, ada telepon dari kak selvy ketika aku sampai di rumah
. Setelah berbasa basi dia akhirnya memberi kabar inti (halah kabar inti.. diem..
sekali lagi mas ganggu narasiku, aku gak mau pov..
...
)
Kakak : eh put, ntar selesai pondok aku balik ke rumah loh..
Aku : serius mbak? Alhamdulillah gak sepi nih rumah, hehehe
Kakak : iya, dan aku juga sudah memutuskan satu hal.
Aku : apa kak?
Kakak : kalau aku akan mencoba menerima Mas Yanis dan mulai serius sama dia.
Aku dalam hati :
------------------------------------------------------------------------
Ane : Hahaha.. gitu pake pura pura ngusir aku..
Putri : diem, ntar tugas Mas aku tambahin loh..
Ane : iya deh iya ampun..

Putri : apaan?

Ane : pov dong..

Putri : ogah..

Ane : yah segitunya amat sih..

Putri : biarin

Ane : ayolah pov, ntar aku turutin deh kemauannya..

Putri : beneran?

Waduh apa ya yang dia pingin? perasaanku mengindikasikan sesuatu yang berat..

Ane : ehm.. iya deh..

Putri : kok pake ehm..

Ane : iya deh aku turutin..
eh btw minta apa?
Putri : ntar deh aku pikirin.. awas loh ya kalo gak nepatin..

Ane : iya

Putri : kalo gak nepatin aku gak mau pov lagi..

Ane : iya

Putri : dan jangan campuri narasiku oke..

Ane : iya..
cepetan dong.. ntar over character loh..
------------------------------------------------------------------------
Hah 2 tahun kita memerjuangkan hubungan kita, tapi apa daya kandas di tengah jalan.
Waktu itu aku sengaja membelikan martabak kesukaan mas yanis di depan kampungnya. Yah sekali kali calon istri yang baik harus membawa sesuatu kan? Hihihihi
(waduh ada kunti.. Diem gak
.. iya deh
)Tapi justru aku yang mendapat kejutan yang luar biasa. Aku melihat mas yanis dan salsa melakukan adegan yang yah membuatku sakit hati waktu itu.
FYI, aku adalah tukang cemburu sejati. Setiap kali mas yanis matanya jelalatan ketika jalan selalu aku yang narik perhatian dia lagi ke aku. Kalo gak, mungkin dia bakal ikut cewek kece di jalan jalan. (Gak separah itu deh
, diem
,
)Aku yang shock langsung kembali. Dia berusaha jelasin dan minta maaf, tapi karena aku udah terbakar api cemburu langsung menolak penjelasannya dan memutuskan hubungan kita.
. Meski sebenarnya aku gak mau kita putus. Dia sms malam harinya minta maaf, aku menangis membaca sms itu,
ingin baikan lagi tapi aku dah terlanjur memutuskan hubungan kita.
Memang ada harga diri yang berperan dalam saat itu, masa aku yang mutusin aku yang harus berusaha baikan? Sebuah prinsip konyol menurutku saat itu
. Mungkin karena keegoisan kita lah sekarang moral bangsa ini mulai terkikis diganti moral asing.
Di saat seperti itulah sosok Andre muncul di kehidupanku saat itu. Dia memang mengincarku (kalo berdasar cerita teman teman). Tapi karena aku udah jadian dengan mas yanis, ya udah dia menjaga jarak dariku sambil menunggu kesempatan dapatin aku (kata temenku).

Karena waktu itu aku cari pelarian, aku menerima cinta dia.
Dan akhirnya kita jadian.
Kurang lebih dua minggu setelah putus dengan mas yanis, ada seorang cewek yang mendatangiku di sekolahan uang gak lain adalah Salsa
. Emosiku sebenarnya langsung memuncak, tapi aku tahan karena melihat dia sedikit kacau waktu itu.
Aku : ngapain kamu di sini?

Salsa : gak apa apa. Aku pingin ngomong sama kamu.

Aku : gak ada yang perlu diomongin.

Salsa : plis putri, plis dengerin aku yah.. plis.

Aku : ya udah aku gak ada waktu banyak, mau bimbel.

Dia menceritakan sebenernya. Ketika itu aku ingin mencekik dia
, sampai dia selesai mengenai apa yang dirasanya.Salsa : plis put, maafin dia. Ini salahku. Silakan aku mau kamu apain terserah, tapi plis jangan siksa dia.
Dia kacau put sejak putus denganmu. Dia gak seperti dulu lagi, plis kamu baikan ya sama dia.
Aku : sorry aku gak bisa nerima dia.
Aku dah jadian.
Salsa : put plis, seenggaknya terima maaf dia. Kamu jangan dingin ke dia. Plis put.. plis.. aku kasian sama dia.

Aku berpikir bagaimana ini, apa harus aku balikan dengan mas yanis? Hm, entah lah. Yang penting aku harus fokus dulu sama ujian semester ntar.

Aku : ya udah balik sana, aku mau masuk bimbel.

Salsa : iya put, makasih ya..

Salsa pun pulang. Ntah bagaimana aku harus menanggapi ini semua. Di satu sisi aku beneran sayang sama mas yanis,
di sisi lain aku masih marah sama kejadian itu
. Oke Mas Yanis gak salah, tapi tetep saja aku kesel kalau ingat itu semua.
Aku diantar ke bimbel oleh Andre. Kalian tanya gimana Andre itu? Dia baik sebenernya tapi entah kenapa ada hal yang tidak tulus dibalik sikapnya itu.
Setelah beberapa minggu Salsa menemuiku, giliran Mas Yanis yang menemuiku. Nekat juga ternyata dia yang membuatku menjadi yah semakin kagum. Dia dengan gentle mendatangiku meski dia tahu jawabannya.
Dia mengulangi persis seperti apa yang dia sms malam hari kita putus.
Perasaanku saat itu tentu saja sangat ingin memeluknya.
Tapi aku berusaha agar tampil tegar di hadapannya. Yah supaya dia terkesan dengan diriku saat itu.
Waktu itu Andre datang. Berdasar cerita temanku dia sedikit dendam sama Mas Yanis, tapi Mas Yanisnya seperti enjoy menghadapi Andre.
Justru Andre lebih terlihat grogi saat itu. Ada ketegangan di antara mereka.
Aku gak mau ketegangan itu lama lama aku seret Andre keluar dari tempat itu.
Di saat aku sedang bimbang seperti itu, ada telepon dari kak selvy ketika aku sampai di rumah
. Setelah berbasa basi dia akhirnya memberi kabar inti (halah kabar inti.. diem..
sekali lagi mas ganggu narasiku, aku gak mau pov..
...
)Kakak : eh put, ntar selesai pondok aku balik ke rumah loh..

Aku : serius mbak? Alhamdulillah gak sepi nih rumah, hehehe

Kakak : iya, dan aku juga sudah memutuskan satu hal.

Aku : apa kak?

Kakak : kalau aku akan mencoba menerima Mas Yanis dan mulai serius sama dia.

Aku dalam hati :

------------------------------------------------------------------------
Ane : Hahaha.. gitu pake pura pura ngusir aku..

Putri : diem, ntar tugas Mas aku tambahin loh..

Ane : iya deh iya ampun..

0
)