Kaskus

Entertainment

ariqadriansyahAvatar border
TS
ariqadriansyah
The Second Life, Kisah Terbaik yang Pernah Agan Baca.
The Second Life, Kisah Terbaik yang Pernah Agan Baca.

Selamat Malam para kaskuser, mungkin lebih tepatnya malam menjelang pagi emoticon-Malu

Udah lama nih ane ga bikin thread, di thread kali ini ane mau bikin cerita. emoticon-Malu
Semuanya dalam cerita ini hanyalah fiktif belaka atau karangan ane, tp semoga cerita dari ane bisa ngehibur agan dan aganwati di malam yang sepi dan sunyi ini emoticon-Cool

Selamat Menikmati gan. emoticon-Toast

Ane ga ngarepin apa apa kok, cukup di rate 5 dan di komeng aja thread ane


Spoiler for Baca Sinopsisnya dulu gan:


The Second Life, Kisah Terbaik yang Pernah Agan Baca.


Quote:


To Be Continue~

Lanjut nanti ya gan ane udah cape nih ngetiknyaa..

Semoga terhibur dan ane jangan dibata yaa.. emoticon-Malu (S)

Jangan lupa di emoticon-Rate 5 Stardan di komeng ya gan.. emoticon-Cool

Lanjutannya nihh gann..
Part 2
Part 3
Diubah oleh ariqadriansyah 14-06-2014 04:19
4iinchAvatar border
4iinch memberi reputasi
1
3.8K
37
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
The Lounge
KASKUS Official
1.3MThread104.7KAnggota
Tampilkan semua post
ariqadriansyahAvatar border
TS
ariqadriansyah
#31
Update Gann!!!

The Second Life Part 3




Setibanya di markas jam menunjukan pukul 10.30...

“Apa kau akan pulang malam ini?” Tanya Peter pada Tim sambil merapihkan meja kerjanya.
“Ya, sepertinya aku akan pulang sekitar jam 11 nanti...,” Jawab Tim sambil melihat jam tangannya, “Setelah laporan kepada bos tentang kasus tadi.” Sambung Tim.
“Kau sepertinya sangat lelah, Pulanglah!” Perintah Peter, “Aku yang akan mewakili laporanmu.” Ucap Peter lagi.
“Hmm, kau sudah cukup membantuku malam ini. Terima kasih, tapi aku akan melaporkannya sendiri.” Tim mengambil dokumen dari mejanya.
“Sudahlah, aku saja yang melaporkannya. Karena kebetulan aku akan kerja lembur dan mungkin tidur di markas.” Ucap Peter.
“Baiklah, aku pulang sekarang. Terima kasih atas bantuanmu hari ini.” Tim menyerahkan dokumennya ke Peter
Peter mengambil dokumen dari Tim, “Sama-sama Timothy, hati-hati lah!”
“Aku akan melaporkan kepada bos sekarang.” Ucapnya lagi.


Tim pun menuju lift dan segera menuju apartemennya, dan Peter pun berjalan ke depan ruangan bosnya. Tokk.. Tokk.. Tokkk.. Bunyi suara pintu diketuk.

“Silahkan masuk!” Ucap seseorang dari dalam ruangan.
Peter membuka pintu, “Selamat Malam bos.”
“Oh ternyata kau Peter, ada perlu apa?” Tanya bosnya, “Silahkan duduk Pet!” Ucap bos mempersilahkan Peter untuk duduk.
“Ini, saya ingin melaporkan tentang kasus penjebakan Jack Evinas oleh Code Name.” Ucap Peter menjelaskan maksud tujuannya.
Bos berkata “Oh tentang kasus itu, aku sudah tau. Tadi” -ia menjatuhkan sebuh kertas ke arah Peter- “Jacob sudah melaporkannya. Setelah kasus ini di selidiki, saya mungkin akan mentugasi Tim dan dirimu untuk menangkap mereka.”
“Baiklah, Saya dan Tim siap untuk tugas itu.” Ucap Peter sambil mengambil kertas yang jatuh tadi, “ Foto dalam kertas itu, sepertinya aku mengenalnya.” Sambungnya dalam hati.


Esok Paginya di Kamar Tim..
Krinnggg Kringgg...


“Alarm sial, mengagetkan saja! Aku akan tidur 15 menit lagi!.” Tim mengintip kearah jam, “Apa? Sudah jam 8.45 aja. Sial, aku lupa. Aku kan ada janji sama Anisa jam 9.” Sambungnya dan Tim langsung bergegas ke kamar mandi.

Setelah Tim sudah rapih, diapun bergegas menuju Grandberry Mall di pusat kota, Setibanya Tim di Grandberry Mall...

“Ayo coba tebak ini siapa” Ucap Tim sambil menutup mata Anisa dari belakang.
“Ayolah, aku tau ini pasti kamu kan sayang!” Jawab Anisa dengan nada kesal.
“Hehehe, tau aja kamu. Maaf ya Sayang, aku terlambat.” Ucap Tim dengan polos.
“Iya aku maafin kok. Udah biasa” Kata Anisa dan berbalik badan menghadap Tim.
Tim berkata, “Yaudah dong, jangan marah lagi ya”
“Gamau, aku belum sarapan nih.”
“Yaudah kita sarapan dulu aja yuk di restoran ayam tepung paling enak di dunia. Tapi jangan marah lagi ya?”
“Iya gamarah lagi kok, aku dibayarin kan?” Pinta Anisa dengan manja.
“Iya aku bayarin kok, tapi jangan banyak banyak ya. Aku belum gajian nih.” Tim mengiyakan permintaan Anisa.
“Iyaa sayang bawel.” -Anisa menarik tangan Tim,- “Oiya, tapikan disini ga ada restoran yang kamu maksud.” Ucapnya lagi.
“Oiya ini Grandberry Mall ya,” –Tim menggaruk kepala,- “Yaudah kita ke Outback Steakhouse aja ya?”


Anisapun mengiyakan, mereka pun bergegas masuk ke mall dan mencari Steakhouse tersebut. Dalam perjalanan Anisa selalu berhenti sejenak dan melihat baju-baju yang menurutnya bagus, dan Tim pun mau enggak mau harus menunggunya.

Tim berkata, “Halo, aku udah laper nihh.”
“Tunggu seben..”
Tim menarik tangan Anisa, “Ayo nanti lagi kita cari bajunya pas habis makan.”


Anisa pun mengikuti dengan wajah cemberut, dan setibanya di dalam steak house... iringan instrumen biola pun menghiasi ruangan tersebut dan membuat suasana jadi lebih romantis.

“Tanyain dong ada meja kosong atau enggak, aku ga bisa bahasa jepang nih.” Ucap Tim sambil merapihkan rambutnya.
“Sama aku juga ga bisa bahasa jepang nih, mungkin mereka ngerti bahasa inggris” Ucap Anisa.
“Sorry, sir. Im looking for available table for us?” Tanya Anisa kepada pelayan di dekat pintu masuk.
“A Couple? Table for couple is available in second floor, that decoration with romance theme.” Jawab pelayan.
“Okey, Thank you.”
“You’re welcome miss.”


Mereka pun menaiki tangga dan menuju lantai dua, dan memang di lantai dua ini suasananya sangat romantis, hal itu bisa dilihat dengan meja yang berbentuk hati dan banyak lilin yang di tata mengelilingi ruangan tersebut, ya cuaca saat itu memang cerah berawan. Suasananya pun dilengkapi dengan dentuman nada-nada indah dari seseorang yang bermain piano.

“Ini, kita duduk disini aja ya?” –Tim menarik kursi untuk Anisa- “Silahkan duduk nyonya.”
“Romantis banget sih pakai ditarikin kursi segala.” Ucap Anisa dengan nada malu.
Tim pun mencium bibir anisa sesaat dan ia pun langsung duduk di depan Anisa.
“Apadeh kamu cium-cium, ini kan tempat umum.” Wajah Anisa pun sedikit memerah.
“Maaf ya, habis aku ga tahan suasananya romantis banget.” Ucap Tim dengan diikuti sedikit tertawa.
“Habis makan temenin aku beli baju yaa?”
“Iya, nanti aku pilihin baju yang cocok buat kamu.” Ucap Tim, “Oiya, gimana pekerjaan kamu?” Sambung Tim.
Lagi banyak pesanan nih, kebanyakan sih pada pesannya lewat website aku.”Kalau pekerjaanmu bagaimana?” Ucap Anisa sambil membuka menu makanan.
Tim menjawab “Baik baik aja kok, berjalan baik seperti biasanya.”
“Maaf Anisa, aku membohongimu kalau aku berusaha di perusahaan advertising agenci, aku tidak bisa memberitahu pekerjaanku yang sebenarnya, karena aku tidak ingin membuatmu khawatir.” Ucap Tim dalam hatinya.

Anisa pun memanggil pelayan, Anisa pun memesan steak sirloin dan milkshake stroberi dan Tim juga memesan makanan yang sama dan minumannya milkshake cokelat.

“Oiya, 2 miggu lagi tanggal 11 Desember nanti kamu ulang tahun kan?” –Tim memegang tangan Anisa


“Apapun hadiah dari kamu pasti aku suka kok.” Jawab Anisa
“Kamu tau kenapa tiap kenangan Itu terasa indah dan manis? Karena dia gak akan terulang lagi ,Itu yang bikin kenangan jadi berarti.” Ucap Tim.
“Ya karena itu, aku selalu menghargai waktu dimana kita sedang bersama.” Ucap Anisa sambil tersenyum.



Tiba tiba nada dering handphone memberhentikan pembicaraan mereka sejenak...

“Handphone kamu bunyi tuh, siapa yang telefon?” Tanya Tim
“Handphone aku ga bunyi kok, mungkin handphone kamu Tim?” Ucapnya sambil mengecek handphone.
“Eh, iya deh handphone aku yang bunyi.” Ucap Tim sambil mengecek handphonenya.
“Siapa yang telfon Tim?”
“Oh ini teman kerjaku si Peter,bentar ya aku angkat dulu”
“Halo, Tim?” Ucap Peter dengan lantang melalui telfon
“Iya ini aku, pelankan suaramu aku disini dengar kok. Ada apa? Dari cara bicaramu sepertinya kau ada masalah?” Jawab Tim dengan nada penasaran.
“Cepatlah ke kantor, ada informasi tentang Yakuza, Code Name dan Eden. Sepertinya kita akan diberi tugas yang cukup bahaya.” Ucap Peter.
“Bicaramu cukup serius juga walaupun terdengar sedikit mengada-ngada. Baiklah aku akan segera kesana.” Ucap Tim.
“Sorry,this is your food. Enjoy it.” Ucap pelayan sambil meletakkan pesanan ke meja. “And, its your bill.” Sambungnya.


Tim melihat harga yang tertera di bon dia mengeluarkan dompet dan membayarnya.

“Oiya satu lagi Tim, suruh pacarmu untuk pergi keluar negeri. Bilang saja padanya untuk liburan, karena kau tidak bisa melindunginya ketiga kau tugas. Kota ini cukup berbahaya baginya.” Saran Peter.
“Baiklah, akan kuatur itu.” Ucap Tim.
“Cepatlah Tim, kami menunggumu.” Ucap Peter sambil mengakhiri panggilan.
“Anisa, maaf ya hari ini aku gabisa nemenin kamu belanja. Ada tugas mendadak dari kantor.” –Tim memasukan handphonenya- “Oiya, cepat habiskan makananmu.” Sambung Tim sambil memakan makanannya.
“Oh yasudah, kan bisa lain kali. Iyaa ini aku udah mau habis kok” Jawab Anisa.
“Oiya, kamu punya tujuan buat berlibur kesana?” Tanya Tim.
“Punya, Seoul. Aku pengen banget kesana, bareng kamu pastinya.” Jawab Anisa sambil menghayal. “Aku udah selesai nih makannya, aku mau pulang aja deh. Aku juga mau ngurus pesanan dari website aku nih.” Sambungnya lagi.
“Oh yaudah, aku juga udah selesai nih makannya kita bareng aja ke depan mallnya. Oiya, Maaf ya aku ga bisa nganter kamu pulang. Aku buru buru nih..” Ucap Tim.
“Iya gapapa kok, kita kan juga beda arah, nanti aku cari taksi aja deh..” Ucap Anisa.


Mereka pun berjalan keluar restoran dan Setibanya di depan Mall Tim ingin menemani Anisa sampai dapat taksi, tapi Anisa pun menolak karena dia tahu Tim sedang buru-buru tapi Tim tetap ingin menemani Anisa sampai dapat Taksi.

“Jadi kamu maunya ke Seoul. Yaudah nanti pas dikantor aku pesanin tiket buat perjalanan ke Seoul, nanti aku kirim kerumah kamu.” Ucap Tim.
“Serius yangg??? Kamu baik banget sih.. makasih yaa..” Ucapnya sambil mencium Tim.
“Besok berangkatnya, tapi kamu berangkat sendiri dulu gapapakan? Tanya Tim.
“Yahh, kok sendiri? Kamu ga ikut? Kalau Cuma aku sendiri bukan liburan dong namanya.” Ucap Anisa dengan wajah sedih.
“Jangan sedih, nanti aku nyusul kok pas pekerjaan aku udah selesai.” Tim menenangkan Anisa.
“Janji yaa nanti kamu akan nyusul aku?” Ucapnya dengan penuh harap.
“Iyaa aku janji kok, oiya ini kamu pegang kartu kredit aku buat disana. Jangan boros ya.” Tim memberikan kartu kreditnya.
“Iyaa aku ga akan boros kok. Eh itu udah ada taksi kosong, aku naik ya?” Ucap Anisa.
“Hati-hati yaa.. nanti aku telfon kamu.” Kata Tim.
“Iya, Byee Tim.. I love you so much.” Anisa melambaikan tangan dan segera membuka pintu taksi.
“Bye, I love you too” Tim juga melambaikan tangannya.

Setelah itu, Tim pun segera bergegas mengambil mobilnya dan menuju kantor. Dan Anisa pun pulang dengan perasaan bingung di hatinya, Dia melamun dan berpikir ga biasanya aku liat wajah Tim seperti itu, dia seperti sedang ada masalah. Dan ketika dia menyuruhku pergi berlibur ke seoul wajahnya tampak seperti ingin melindungiku.

Tiba-tiba ada sebuah suara yang mengacaukan lamunan Anisa tentang Tim...


0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.