Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#334
PART 27 – Lost in Yogyakarta (3)


Gue dan Anin celingukan dengan panik, dan dengan cepat-cepat meninggalkan tuh pedagang kaos yang udah harap-harap cemas dagangannya dibeli Anin. Emang udah kenal PHP nih dia sejak jaman belum populer spesies manusia PHP. Anin memegang tangan gue, dan menarik gue kembali ke arah kami datang, dan matanya melihat ke segala arah. Gue juga melakukan hal yang sama, mata gue terarah ke tepi jalan Malioboro yang dipenuhi delman-delman dan becak, serta pedagang-pedagang lainnya.

Kadang-kadang gue perhatiin ada bule cakep, tapi setelah itu gue langsung sadar tujuan gue jelalatan adalah nyari Shinta yang ilang. Gue perhatiin deretan delman-delman, siapa tau Shinta nyangkut di salah satu kuda, atau lagi disepik sama pak kusir. Kemudian gue perhatiin toko-toko batik di sebelah kiri gue, siapa tau dia nangkring di deretan kain-kain batik. Kemudian gue liatin becak-becak di pinggir jalan itu, siapa tau dia nyamar jadi tukang becak.

Mendadak tangan gue disentak oleh Anin. Gue menoleh, dan melihat Anin menunjuk ke salah satu arah di depan kami. Gue ikuti itu arah telunjuknya dia, dan gue melihat sesuatu yang membuat gue ingin ngobrak-abrik kios di sebelah gue. di kejauhan gue liat Shinta lagi duduk di kursi plastik, sambil makan kacang rebus dengan santainya. Gue liat di pangkuannya ada plastik isi kacang rebus, dan dengan santainya dia memecah kacang rebus kemudian memakannya. Tanpa dosa.

Anin langsung berjalan dengan cepat menghampiri Shinta, dan sambil menarik gue. Shinta menoleh ke arah kedatangan kami berdua, dan masih sambil makan kacang rebus. Dia cengengesan sambil ngunyah kacang.

Quote:


Kemudian gue dan Anin berjongkok di sebelah kursi plastik Shinta dan makan kacang rebus. Sungguh malam yang aneh buat kami bertiga. Setelah kacang rebus itu abis, gue masih merasa lapar. Gue tengok ke cewek-cewek di sebelah gue.

Quote:


Akhirnya kami bertiga sepakat cari bakmi rebus khas Jawa yang gue tau. Tapi karena tempatnya jauh, gue memutuskan untuk kembali ke hotel dan pake mobil ke warung itu. Di dalam mobil gue liat Anin agak ngantuk, sepertinya dia capek jalan-jalan dan capek belanja. Enak bener capek ngabisin duit, pikir gue geli. Gue lirik Shinta di kaca spion tengah, dan gue liat dia memandangi jalanan melalui jendela di sampingnya. Gak lama kemudian kita sampai di warung bakmi rebus itu, dan mereka memesan bakmi rebus sementara gue memesan bihun rebus.

Bakmi rebus punya Shinta datang lebih dulu, baru beberapa saat kemudian disusul bakmi rebus punya Anin. Gue ingat dompet gue ketinggalan di mobil, dan gue kembali ke mobil sebentar untuk mengambil dompet gue. Gue kembali ke meja dan gue liat anak dua ini udah mulai makan. Gue duduk, dan kemudian Anin menoleh ke gue.

Quote:


Setelah insiden gue nelen korek api itu, bihun gue dateng. Tapi lidah gue terlanjur kebakar gara-gara bakmi Anin tadi, dan lidah gue jadi kasar dan perih. Jadilah gue makan bihun gue dengan agak kesakitan. Gue selingi itu dengan sering-sering minum es teh, jadinya kembung perut gue. Setelah makan gue nanya ke kedua cewek kesayangan gue ini.

Quote:


Gue bayar tuh makanan, dan kemudian kita bertiga pulang ke hotel. Sesampai di hotel, kami langsung masuk ke kamar masing-masing, kemudian gue ganti baju, sholat kemudian tidur. Capek banget gue. Paginya gue terbangun karena telepon kamar gue yang berisik itu udah berbunyi emoticon-Nohope Gue angkat telepon itu dengan setengah sadar, dan menjawab dengan setengah sadar. Intinya gue denger ada nenek sihir di ujung sana yang ngebangunin gue dengan suara menggelegar dan ngajak gue sarapan di bawah. Gue masih ngantuk banget, dan kemudian gue dengan menggerutu beranjak ke kamar mandi lalu cuci muka.

Setelah sikat gigi dan ganti baju, gue ke kamar Anin dan memencet bel disamping pintu itu. Sesaat kemudian gue denger suara gedebukan dari dalem kamar. Ini pada main gulat apa yak, pikir gue. Kemudian pintu kamar terbuka, dan gue merasa mau mimisan. Gue liat Anin pake tanktop abu-abu dengan celana pendek, dan rambut tergerai sedikit acak-acakan. Malaikat dan setan langsung membisiki gue, yang satu menganjurkan gue untuk cepetan sarapan, yang satu menyuruh gue untuk “sarapan” yang lain emoticon-Genit

Gue masuk ke kamar Anin, karena Anin menyuruh gue untuk masuk. Gue liat Shinta gak ada di tempat tidur, dan ternyata dia lagi di kamar mandi. Wah ini, pikir gue. Iman gue bener-bener diuji disini nih. Didepan gue ada cewek cantik banget pake tanktop dan celana pendek doang, sedangkan di kamar mandi ada cewek gak kalah cantiknya juga. Gue menelan ludah, dan duduk di kursi di dekat jendela. Gue memandangi Anin lekat-lekat.

Gue harus ngapain nih enaknya?
jenggalasunyi
pulaukapok
chanry
chanry dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.