- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA (Cerita Indah Namun Tiada Arti)
...
TS
dingdingding
CINTA (Cerita Indah Namun Tiada Arti)
Halo para reader yang budiman.
Gw Pengen Share sedikit sebuah cerita, bisa dibilang sebuah pengalaman.
Mohon bimbingannya jika ada salah ketik(typo) atau kata-kata yang tidak berkenan. (curahkan saja di postingan bawah, atau PM juga boleh). Saya juga masih belajar dalam membuat Thread dan Cerita yang baik dan benar. Masih membutuhkan saran serta kritik dari kiri kanan. Darimana lagi kalau bukan dari agan-agan ini .
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Perkenalkan nama gw Hendra. Biasa dipanggil Hen atau ndra sama orang-orang sekitar gw.
Tapi Nenek ama Kakek gw mangil gw gundul(soalnya pas ane kecil katanya rambutnya ga tumbuh-tumbuh)
(skip)
Cerita ini adalah sebuah cerita saat gw masih sekolah jaman dahulu kala saat gw masih muda (sekarang gw udah tua)
Cerita ini dimulai saat gw mulai memasukin satu tingkat diatas SMP. Untuk yang lain mungkin menyebutnya SMA atau SMU. Tapi gw bukan! Gw SMK (Sekolah Mengenah Kejuruan)
sama aja ya 
Sedikit tentang masa SMP gw. Semua bermulai dari sini
Gw melirik ke belakang tempat duduk gw. Melihat meta dengan muka datar alias biasa-biasa aja ( padahal selama 1 tahun ini gw mengagumi dia, buat ngobrol aja jarang banget kalo ga perlu-perlu amat, itu juga palingan nanya tentang pelajaran atau minjem tip-x
). Meta pun mengeluarkan jurus ampuh seampuh-ampuhnya (senyumannya yang……… ah sudahlah). Lalu gw membalasnya dengan senyuman gw yang ga kalah manis
(padahal udah keringet dingin)
Gatau gw kalo deket cewe bawaannya grogi, ga berani, padahal tampang gw lumayan ganteng ga culun-culun amat sih buat anak SMP
(ngigo)
Meta pun pergi meninggalkan kelas bersama temannya. Disni gw berfikir, (ah ga mungkin cewe secantik meta bisa suka juga ama gw, pinter kaga, gaul kaga, tapi muka kaga jelek-jelek amat (ngigo lagi)
Gw diem aja di kelas liatin temen-temen yang lain ngobrol sambil dengerin lagu dari Walkman gw (jaman gw Walkman gan, belum ada ipod atau music player yang lain, waktu itu yang punya HP juga belum terlalu banyak, dan masih didominasi oleh Nok*a). Tiba-tiba gw ngeliat ada seorang cewe di depan pintu kelas liatin gw, mereka bertiga, cengar cengir sambil dorong-dorongan
Gw bingung, karena mereka ngeliatin kearah gw, dan sekitar gw ga ada siapa-siapa, lalu gw samperin dah tu cewe-cewe. Cari siapa ya dek (keliatan mereka adik kelas gw, soalnya masih imut-imut gimana gitu
.
Cover dari agan armstrongzone
Ebook Part 1-110 dari agan TheSain007

Gw Pengen Share sedikit sebuah cerita, bisa dibilang sebuah pengalaman.
Mohon bimbingannya jika ada salah ketik(typo) atau kata-kata yang tidak berkenan. (curahkan saja di postingan bawah, atau PM juga boleh). Saya juga masih belajar dalam membuat Thread dan Cerita yang baik dan benar. Masih membutuhkan saran serta kritik dari kiri kanan. Darimana lagi kalau bukan dari agan-agan ini .
Quote:
Q: Real story gan?
A: Iya gan, real story ditambah sedikit bumbu mas*ko
Q: Mau kepo boleh ga gan?
A: Kepo boleh, selama ane mau jawab pasti ane jawab, kalo ga ane jawab berarti privacy, asal ga OOT aja
Q: Share Photonya dong gan
A: No No No No
(rules)
A: Iya gan, real story ditambah sedikit bumbu mas*ko

Q: Mau kepo boleh ga gan?
A: Kepo boleh, selama ane mau jawab pasti ane jawab, kalo ga ane jawab berarti privacy, asal ga OOT aja

Q: Share Photonya dong gan

A: No No No No
(rules)===============================================================
Special Thanks too
Allah SWT Karena masih memberikan ane umur sampe sekarang dan bisa membuat cerita ini
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kaskus ( www.kaskus.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua Reader, baik yang Posting, Rate 5's Star, kasih Cendol serta SR sekalipun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks sebanyak-banyaknya untuk barisan para Mantan gw. Tanpa kalian, cerita ini takkan pernah lahir
===============================================================

Special Thanks too
Allah SWT Karena masih memberikan ane umur sampe sekarang dan bisa membuat cerita ini
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kaskus ( www.kaskus.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua Reader, baik yang Posting, Rate 5's Star, kasih Cendol serta SR sekalipun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks sebanyak-banyaknya untuk barisan para Mantan gw. Tanpa kalian, cerita ini takkan pernah lahir
===============================================================

================================================================
Mungkin lagu ini adalah Soundtrack yang paling pas untuk kisah gw ini
[Recommended To Buffer buat yang sering Patah Hati
]
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Mungkin lagu ini adalah Soundtrack yang paling pas untuk kisah gw ini
[Recommended To Buffer buat yang sering Patah Hati
]The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Spoiler for Lirik:
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Spoiler for Part 1:
Perkenalkan nama gw Hendra. Biasa dipanggil Hen atau ndra sama orang-orang sekitar gw.
Tapi Nenek ama Kakek gw mangil gw gundul(soalnya pas ane kecil katanya rambutnya ga tumbuh-tumbuh)
(skip)Cerita ini adalah sebuah cerita saat gw masih sekolah jaman dahulu kala saat gw masih muda (sekarang gw udah tua)

Cerita ini dimulai saat gw mulai memasukin satu tingkat diatas SMP. Untuk yang lain mungkin menyebutnya SMA atau SMU. Tapi gw bukan! Gw SMK (Sekolah Mengenah Kejuruan)
sama aja ya 
Sedikit tentang masa SMP gw. Semua bermulai dari sini
Quote:
Saat itu pagi hari, para siswa-siswi berumur belasan tahun menggunakan seragam biru putih lalu lalang di dalam sempitnya koridor kelas tanpa belajar. Kenapa tanpa belajar? Karena Kami sudah menyelesaikan yang namanya UAN (Ujian AKhir Nasional) tingkat SMP.
Gw yang waktu itu bukanlah siswa yg berprestasi di kelas apalagi di sekolah hanya bisa harap-harap cemas saat menunggu pengumuman kelulusan yang akan disampaikan lewat POS (sekarang masih lewat POS ga sih gan? Gw ga tau
)
Semua tampak bergembira karena telah melewati 3 hari yang mendebarkan (menurut gw
)
Dan akhirnya gw memutuskan untuk pergi ke GOR sekolahan yang cukup luas (BTW SMP gw adalah SMP negeri yang lumayan favorit di kota Bandung yang terletak di dekat terminal dan dekat dengan pusat kota Bandung) . Setelah sampai di GOR, gw lihat ada sohib gw sedang bermain basket, Dia bernama Yoga.
Gw melambaikan tangan, dia melihat gw sambil mengangkat dagunya seolah berkata “Oi”
Beberapa menit kemudian Yoga nyamperin gw (percakapan dalam Bahasa sunda, gw ceritakan dalam Bahasa Indonesia aja biar agan-agan ngerti)
Gw pun kembali ke kelas sambil membawa perasaan ga enak ini , Antara senang dengan selesainya hari-hari mendebarkan ujian nasional dan menunggu kelulusan.
Sesampainya di kelas, gw duduk di kursi biasanya di posisi palingan tengah . ya dua buah kursi yang gw duduki bersama yoga selama 1 tahun kebelakang (sekolah gw tiap naik pindah-pindah ruangannya)
Dan dibelakang gw ada seseorang yang gw kagumi sejak pertama bertemu sekitar 1 tahun yang lalu, wanita itu bernama Meta. Gadis berparas cantik, rambut sebahu dan di urai, mempunyai kulit yang putih, mulus, gigi gingsulnya dan tentunya senyumnya yang………. Ah sudahlah, bisa lemes agan-agan kalo liat
(skip)
Gw yang waktu itu bukanlah siswa yg berprestasi di kelas apalagi di sekolah hanya bisa harap-harap cemas saat menunggu pengumuman kelulusan yang akan disampaikan lewat POS (sekarang masih lewat POS ga sih gan? Gw ga tau
) Semua tampak bergembira karena telah melewati 3 hari yang mendebarkan (menurut gw
)Dan akhirnya gw memutuskan untuk pergi ke GOR sekolahan yang cukup luas (BTW SMP gw adalah SMP negeri yang lumayan favorit di kota Bandung yang terletak di dekat terminal dan dekat dengan pusat kota Bandung) . Setelah sampai di GOR, gw lihat ada sohib gw sedang bermain basket, Dia bernama Yoga.
Gw melambaikan tangan, dia melihat gw sambil mengangkat dagunya seolah berkata “Oi”
Beberapa menit kemudian Yoga nyamperin gw (percakapan dalam Bahasa sunda, gw ceritakan dalam Bahasa Indonesia aja biar agan-agan ngerti)
Quote:
Yoga: Kenapa lu belum pulang?
Gw : Bentar lagi yog, Yog ntar mau ke SMA mana?
Yoga : Belum tau lah, lulus aja belum jelas. Hahaha (dia ketawa dengan santainya
)
Gw: Dasar bego!, gw deg deg an gini , lu malah ngomong belum tentu lulus atau engganya.
Yoga: hahaha, lagian ngapain diambil pusing, kita sudah berusaha, biarlah yang di Atas dan Dinas pendidikan yang mengatur
Gw: hahaha, iya juga sih. Tapi gw ko deg-degan ya yog
Yoga: Santai ajalah, eh gw mau main lagi nih, lu mau main ga?
Gw: Ga lah, gw mau ke kelas aja nyamperin anak-anak
Yoga: OK dah, Sip
Gw : Bentar lagi yog, Yog ntar mau ke SMA mana?
Yoga : Belum tau lah, lulus aja belum jelas. Hahaha (dia ketawa dengan santainya
)Gw: Dasar bego!, gw deg deg an gini , lu malah ngomong belum tentu lulus atau engganya.
Yoga: hahaha, lagian ngapain diambil pusing, kita sudah berusaha, biarlah yang di Atas dan Dinas pendidikan yang mengatur

Gw: hahaha, iya juga sih. Tapi gw ko deg-degan ya yog

Yoga: Santai ajalah, eh gw mau main lagi nih, lu mau main ga?
Gw: Ga lah, gw mau ke kelas aja nyamperin anak-anak
Yoga: OK dah, Sip
Gw pun kembali ke kelas sambil membawa perasaan ga enak ini , Antara senang dengan selesainya hari-hari mendebarkan ujian nasional dan menunggu kelulusan.
Sesampainya di kelas, gw duduk di kursi biasanya di posisi palingan tengah . ya dua buah kursi yang gw duduki bersama yoga selama 1 tahun kebelakang (sekolah gw tiap naik pindah-pindah ruangannya)
Dan dibelakang gw ada seseorang yang gw kagumi sejak pertama bertemu sekitar 1 tahun yang lalu, wanita itu bernama Meta. Gadis berparas cantik, rambut sebahu dan di urai, mempunyai kulit yang putih, mulus, gigi gingsulnya dan tentunya senyumnya yang………. Ah sudahlah, bisa lemes agan-agan kalo liat
(skip) Gw melirik ke belakang tempat duduk gw. Melihat meta dengan muka datar alias biasa-biasa aja ( padahal selama 1 tahun ini gw mengagumi dia, buat ngobrol aja jarang banget kalo ga perlu-perlu amat, itu juga palingan nanya tentang pelajaran atau minjem tip-x
). Meta pun mengeluarkan jurus ampuh seampuh-ampuhnya (senyumannya yang……… ah sudahlah). Lalu gw membalasnya dengan senyuman gw yang ga kalah manis
(padahal udah keringet dingin)
Gatau gw kalo deket cewe bawaannya grogi, ga berani, padahal tampang gw lumayan ganteng ga culun-culun amat sih buat anak SMP
(ngigo)Meta pun pergi meninggalkan kelas bersama temannya. Disni gw berfikir, (ah ga mungkin cewe secantik meta bisa suka juga ama gw, pinter kaga, gaul kaga, tapi muka kaga jelek-jelek amat (ngigo lagi)
Gw diem aja di kelas liatin temen-temen yang lain ngobrol sambil dengerin lagu dari Walkman gw (jaman gw Walkman gan, belum ada ipod atau music player yang lain, waktu itu yang punya HP juga belum terlalu banyak, dan masih didominasi oleh Nok*a). Tiba-tiba gw ngeliat ada seorang cewe di depan pintu kelas liatin gw, mereka bertiga, cengar cengir sambil dorong-dorongan

Gw bingung, karena mereka ngeliatin kearah gw, dan sekitar gw ga ada siapa-siapa, lalu gw samperin dah tu cewe-cewe. Cari siapa ya dek (keliatan mereka adik kelas gw, soalnya masih imut-imut gimana gitu
.Quote:
Cewe1: kaka namanya ka Hendra kan?
Quote:
Original Posted By Jadwal Update
Senin - Sabtu : Malam antara jam 18.00 - 22.00
Minggu : Malam jam 22.00 -
*note : Kalo saya ga apdet, berarti saya lagi galau
TerimaKasih
Senin - Sabtu : Malam antara jam 18.00 - 22.00
Minggu : Malam jam 22.00 -
*note : Kalo saya ga apdet, berarti saya lagi galau

TerimaKasih

Spoiler for INDEX I:
Quote:
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
The Power Of Putih Abu Abu
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
Part 82
Part 83
Part 84
Part 85
Part 86
Part 87
Part 88
Part 89
Part 90
Part 91
Part 92
part 93
Part 94
Part 95
Part 96
Part 97
Part 98
Part 99
Part 100
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
The Power Of Putih Abu Abu
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
Part 82
Part 83
Part 84
Part 85
Part 86
Part 87
Part 88
Part 89
Part 90
Part 91
Part 92
part 93
Part 94
Part 95
Part 96
Part 97
Part 98
Part 99
Part 100
Spoiler for INDEX II:
Quote:
Cover dari agan armstrongzone
Spoiler for :
Ebook Part 1-110 dari agan TheSain007
Spoiler for :
Diubah oleh dingdingding 13-01-2016 21:01
junti27 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
1.9M
Kutip
5.1K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dingdingding
#3043
Spoiler for Part 103:
Gw ngerasa bersalah banget karena gw gak tau tika sebenernya udah punya cowo. Gimana kalo cowonya itu satu sekolahan sama gw? gimana kalo sampe cowonya tau? gimana kalo tika cerita ke cowonya? soalnya cewe menurut gw itu susah buat jaga rahasia. Apapun rahasianya. Karena dia bakalan bilang ke temennya " jangan bilang-bilang siapa ya, ini rahasia " 
Gw: tik, kenapa gak ngomong ama gw kalo lu punya cowo? gw beneran gak tau
Tia: lu gak nanya,
Gw: terus kenapa lu nyender-nyender ke gw, terus tiduran ke gw, terus ngeliatin gw kaya gitu? gw kan jadi , jadi...
Tika: gw ngerti kok, salah gw juga bukan salah lo juga. sorry ya
Gw:
Kok jadi dia yang minta maaf ke gw, apa tiap cowo yang gak sengaja cium dia juga, dia bakalan bilang sorry ke cowo itu? Sebenernya si tika ini orang yang kaya gimana gw gak bisa nebak sama sekali. Dia kadang pendiem, kadang nyebelin, kadang ngelakuin hal tak terduga, dia unik, dan dia sebenernya cantik dan lucu banget
Tika: kok malah bengong?
Gw: gak apa-apa tik
Tika: mau pulang kapan?
Gw: ngusir nih ?
Tika: enggak, malah kalo bisa jangan pulang dulu
Gw: emang mau ngapain lagi?
Tika: bantuin gw bawain cat, kamar ini mau gw cat ulang
Gw: dimana? jauh gak?
Tika: di depan jalan tadi, deket kok ( berarti jauh
)
Gw: sekalian ngecat juga ?
Tika: enggak lah, besok pagi ada tukang catnya
Gw: kenapa gak di cat dulu baru pindah-pindahin barang? nanti kan kena cat, kotor lagi , beres-beres lagi
Tika: gampang bisa ditutupin, lagian gw udah pengen pindah dari dulu-dulu, akhirnya kesampean juga, selesai semua lagi. Makasih ya udah bantuin
Gw: iya sama sama
Senyumannya
. Bikin cowo-cowo kaya gw kehipnotis. Tika ini beda dengan cewe yang gw kenal. Gak tau apa aja yang beda, yang gw rasain dia itu beda dengan cewe yang gw kenal. Gw dan tika sejenak melupakan kejadian tadi, sebenernya bukan ngelupain, gw keinget terus detik demi detik, ngerasa bersalah sama lia, tapi gw juga ngerasa biasa-biasa aja bahkan ada rasa senang pas sama dia. Apa gw jatuh cinta sama cewe lain? cewe yang udah punya cowo? Lalu gw dan tika pergi kedepan jalan, ternyata bener perkiraan gw, tokonya jauh, bahkan ngelewatin kuburan yang tadi udah gw lewatin dan nanti gw harus lewat sana lagi, dan pasti lewat sana lagi pas gw pulang nanti
Setelah sampai disana
Tika: pak
Bapak-bapak: eh neng, mau ambil pesenan ya?
Tika: iya pak, udah semua?
Bapak-bapak: udah neng, tinggal dibawa, sekarang berdua ya. bisa kebawa semua
Tika: iya pak berdua
( ngeliatin gw )
Gw:
( salting )
Gw bawa 1 ember kecil cat, sedangkan tika membawa seperti kuas dan cat-cat kecil warna warni, sebenernya dia mau ngecat kamarnya apa menggambar
Gak berat banget sih emang, tapi lama-lama pegel juga
Setelah lama berjalan dan sampai juga di kostan tika dan menyimpan cat yang gw bawa.
Tika: ini udah itu udah, emmmm
Gw: ada lagi?
Tika: kayanya udah deh , makasih ya lo udah mau bantuin gw
Gw: iya sama-sama, gw pulang ya
Tika: gw anterin ya sampe depan jalan
Gw: gak usah, gw masih inget kok
Tika: yakin? gw gak keberatan loh nganterin lo sampe depan
Gw: beneran gak usah, kasian bolak-balik nanti
Tika: yaudah kalo gitu, ati-ati ya. sekali lagi makasih
Gw: iya sama-sama . jangan sering-sering ya
Tika: hahahaha, gak ikhlas dong bantuin gw
Gw: hahaha, becanda , ikhlas kok. Yaudah gw pulang dulu
Tika: makasih ya
Gw:
Tika: malah bengong, katanya mau pulang
Gw: gak apa-apa, gw pulang ya
Tika: iya, ati-ati
Lalu gw berbalik dan pergi meniggalkan kosan tika, entah kenapa rasanya gw ko berat ninggalin dia, gw masih pengen lama-lamaan sama dia. Sambil berjalan gw masih mikirin tika yang penuh dengan teka teki. Sampai lamunan gw buyar saat HP gw bergetar di dalam sakunya, gw liat telepon dari lia. Lalu gw angkat
Gw: halo yank?
Lia: halo, udah selesai yank?
Gw: udah ini lagi dijalan mau pulang
Lia: aku kira belum selesai, baik banget banget kamu bantuin temen sampe sore gini
Gw: hehehe, aku gitu loh yank
Lia: yaudah nanti kasih tau kalo udah sampe rumah ya
Gw: iya (tut )
Telepon gw matikan, kenapa pas banget pas gw sama tika, lia serasa ngilang. Dan pas gw gak sama tika, lia datang kembali. Perasaan gw jadi gak enak, apa iya lia ngejebak gw lewat tika? tapi masa sampe tika cium gw? Tapi bisa juga. Tapi apa sebenernya mereka itu saling kenal? Gw malah jadi takut ketauan lia tentang kejadian ini. Tapi gw udah terlalu lelah, gw lupain semuanya lalu gw pulang. Setelah sampai rumah gw mandi, ganti baju lalu santi-santi sambil nonton TV, gak lupa sebelumnya gw ngabarin lia kalo gw udah sampe rumah. Tapi lia gak bales sms gw, mungkin lagi sibuk. malah sms yang gw terima dari tika
Tika: udah sampe rumah? makasih ya sekali lagi
Gw: udah kok, bilang makasih terus.
Tika: ya gak apa-apa soalnya cuma lo yang bisa bantuin gw. Sama gw juga minta maaf tentang yang itu
Gw sebenernya gak enak bahas itu lagi, tapi kenapa tika bahas itu lagi, gw bales sekenanya aja
Gw: iya, gw juga minta maaf.
Gak lama lia sms gw dan gw sms an dengan lia. Hari-hari gw sama seperti biasa, Disekolah juga tika bersikap biasa-biasa aja kalo ketemu gw, seperti gak ada hal yang luar biasa. Padahal ada menurut gw, gak tau kalau menurut dia. Hubungan gw dengan lia juga biasa-biasa aja, kayanya lia juga gak tau tentang ini. Berarti kecurigaan gw tentang lia yang mau ngejebak gw itu salah. Lia gak kenal tika sama sekali. Back to selvia, selvia dari kabar yang gw tau dari akmal, sekarang dia katanya lebih baik semenjak dipindah ke sekolah yang baru, karena sekolah yang baru dituntut disiplin yang sangat tinggi. Akmal, ya mungkin masih sama seperti itu, sedangkan putri, makin lama gw hampir gak tau putri kaya gimana. Dia menjauh dari gw, entah benar-benar menjauh atau emang dia sibuk dan konsentrasi dengan sekolahnya. Dan gw, gw masih sama dengan gw yang dulu, gak ada yang berubah
Ada kejadian yang gak pernah gw lupain. Waktu itu malam minggu, gw yang udah jarang malam mingguan dengan lia, tapi masih sempet malam mingguan bareng dia, walaupun gak sering kaya dulu. Dengan kaya gini gw dan lia gak cepet bosen karena jarang ketemu. Tapi itu ternyata salah, semakin gw gak ketemu lia, semakin gw gak tau apa yang dia lakuin tanpa gw. tapi gw bukan robot yang harus selalu ada disamping dia, tau kegiatan dia apa aja. Gw juga punya kehidupan gw yang lain, sebagai pelajar, bergaul dengan teman-teman gw dan yang lainnya. Waktu itu gw seperti biasa, pergi dengan lia. Didalam mobil
Gw: kemana kita yank
Lia: gak tau yank? kamu maunya kemana?
Gw: terserah kamu maunya kemana, aku ngikut aja sih
Lia: kok terserah aku sih, aku kan nanya kamu maunya kemana?
Gw: gak tau, bingung deh. Yaudah ke cafe yang minggu kemaren aja
Lia: ah gak enak tempatnya
Gw: ke tempat yang ada baso bakarnya itu loh, mau gak? enak
Lia: gak mau ah,
Gw: terus maunya kemana?
Lia: gak tau, terserah kamu aja
Gw: ( garuk-garuk kepala sambil mikir )
Emangnya semua cewe kaya gitu ya? katanya terserah gw, tapi gw yang milih, dia gak mau
#WanitaMemangBegitu
Gw: ke tempat yang belum pernah didatengin aja yank
Lia: kemana?
Gw: gak tau, namanya juga belum pernah didatengin
Lia:
Gw: yaudah ke ciater
Lia: beneran? ciater? asikkkkkkk
Gw: gak lah, kira-kira aja kita ke ciater, mau pulang jam berapa coba
Lia: nginep disana
Gw: enggak-engga. Bisa digorok aku sama papah kamu yank
Lia: yahh, aku bilang nginep di rumah temen deh
Gw: jangan bohong ah, emang kamu pernah nginep di rumah temen?
Lia: belum pernah
Gw:
yaudah ke tempat nongkrong aja
Lia: dapla ya ?
Gw: iya, lagian bingung mau kemana juga
Lia: okkk
Setelah menikmati macetnya jalanan kota bandung malam minggu, akhirnya sampai di tempat yang dituju. tempat anak-anak abg nongkrong. Sebenernya gw dan lia gak terlalu suka tempat yang rame kaya gini, karena kita berdua lebih suka tempat yang gak terlalu ramai, yang bisa dinikmati kita berdua. Lia sebenernya masih setia sama gw, dan dia keliatan sayang sama gw, dan gw gak pernah nyium tanda-tanda selingkuh dari lia. Karena sejak kejadian braga itu gw sering cek HP lia, emang terkadang banyak sms cowo ngajak kenalan dan ngajak jalan. Tapi emang lia gak pernah ngebales sms mereka. Insiden di kostan tika juga udah lama dan gw udah gak terlalu mikirin karena tika juga cuek-cuek aja. Padahal gw kalo ketemu dia kadang ngerasa beda.
Gw: mau makan yank?
Lia: enggak yank, gak laper, ngemil aja sama minum
Gw: yaudah, bentar ya
Lia: iya
Gw pergi untuk membeli cemilan dan minuman, belum lama lia gw tinggal dan gw balik lagi ke tempat lia sedang menunggu, ternyata disana lia tidak sendiri. Ada cowo dan cewe sedang bersama lia, mereka terlihat akrab. Mungkin teman-temen sekelas lia
Gw:
Lia: eh yank, ini ada temen-temen aku. kenalin ini cowo gw
Gw: hendra ( lalu gw bersalaman dengan mereka semua , lupa ada berapa orang )
Cewe: lo mau kemana malem ini?
Lia: gak kemana-mana, udah dari sini juga pulang
Cewe: udah ikut kita aja, kita seneng-seneng
Lia: emang kalian mau pada kemana?
Cewe: dugem
Gw:
Lia: gak ah, gw mau pulang aja. lagian gw gak suka sama tempat kaya gitu, gw juga gak boleh pulang malem-malem
Cewe: yah, kirain lu bisa ikut. Yaudah kita mau pergi nih. Duluan ya, hendra duluan ya
Gw: OK
Lia: ati-ati
Cewe: gw bisa jaga diri kok, ada yang lain juga
Heran gw sama cewe yang kaya gitu, mereka pasti selalu bilang, tenang aja, ada cowo gw yang jagain, tenang aja, ada temen gw yang jagain. Padahal mereka adalah ancaman terbesar
. #Realita
Sekilas temen-temen lia sebenernya keliatan baik-baik semuanya. Dan gw gak tau itu adalah temen sekelas atau satu sekolah atau teman dari luar sekolah. Yang gw tau pasti dan udah jelas bukan teman daerah rumah dia atau tetangga dia
Dan setiap gw ketemu sama temen lia, selalu beda, gw jarang banget ketemu sama temen lia yang sama untuk kedua bahkan ketiga kalinya. Hubungan gw dengan lia sebenernya aman-aman aja. Hampir ga pernah berantem atau ada masalah yang besar, cuma berantem-berantem kecil aja, wajar. Setiap hubungan selalu ada. Dan selalu saja gw yang kena. Padahal gw gak pernah ada niat buat selingkuhin dia atau deket sama cewe lain. ( tika lain cerita ) Karena semenjak kejadian itu, gw mulai jaga jarak sama tika. Karena gw gak mau ngecewain lia lagi walaupun dia gak tau sama sekali.
Gw dan lia dibilang lama pacaran cukup lama, sekitar 7 atau 8 bulan gw jalan dengan lia. Sampai akhirnya hal yang gw takutkan terjadi. Pihak ketiga. Pihak ketiga yang mengganggu gw atau mengganggu lia? Yang jelas dia adalah pengganggu hubungan gw dan lia. Gw emang gak pernah tau selama gw di sekolah atua gw lagi jauh dari lia, lia ngelakuin apa aja gw gak pernah tau. Tapi perasaan kadang memberi kita sesuatu, perasaan gak enak, perasaan yang sudah terikat antara gw dengan lia. Gw ngerasa ada sesuatu, tapi gw gak tau ada apa. Dan gw juga ngerasa disana lia ngerasain hal yang sama kaya gw. Gw gak ambil pusing sebenernya, sampai temen gw, sebut saja dia anji
Anji: lu ngapain bengong-bengong ngelamun kaya gitu?
Gw: gak apa-apa ji, perasaan gw gak enak
Anji: gak enak kenapa? mau gw anterin pulang, kita kan satu jurusan, gw anter sampe rumah deh ( dia punya motor )
Gw: bukan itu, tentang cewe gw. Gw kok tiba-tiba mikirin dia ya
Anji: mikirin gimana?
Gw: gak tau gw juga, perasaan gw ada apa-apa nih
Anji: selingkuh kali cewe lu . hahahaha
Gw: ah gila lu, masa iya sih. Terakhir dia udah janji ke gw gak bakalan kaya gitu lagi
Anji: ya bisa aja, kenapa enggak? emang lu pernah ngerasain yang kaya gini sebelumnya?
Gw: ya pernah sih, tapi kadang gw selalu salah, ternyata dia gak ngapa-ngapain di belakang gw, walaupun sekarang rasanya beda
Anji: kenapa gak lu buktiin aja sekalian ?
Gw: buktiin gimana?
Anji: ya ke sekolahnya lah, kita mata-matain dia. Lagian sekolah cewe itu kan cewenya cantik-cantik, bisa sambil ngeceng juga, gw anterin deh
Gw: ah lu sih mau ngecengin doang, tau gw juga
Anji: iya kan sambil bantuin lu juga
. Kalo gak mau ya gw mau pulang
Gw: bentar gw sms cewe gw dulu
Lalu gw sms lia
Gw: yank, masih di sekolah? pulang jam berapa?
Lia: masih, pulang kaya biasa kok
Lia emang jam pelajarannya hampir sama, dan pulang di jam yang sama setiap hari. Nilai plus buat gw, kalaupun gw ke sekolah nya mata-matain dia. Udah jelas lia gak bakalan tau, karena gw hampir gak pernah ke sekolahnya.
Gw: dia masih ada di sekolahnya. yaudah yuk dah, sekalian maen ke sekolahnya
Anji: nah gitu dong, nanti kalo mata-matain nya gagal, terus ketauan, kenalin gw sama temen-temennya ya
Gw: niat mata-matain kok berharap ketauan
Anji: namanya juga usaha
Gw dan anji pergi ke sekolahnya lia dengan menggunakan motor anji. Di perjalanan perasaan gw tambah gak enak aja, tapi gw tahan-tahan, mungkin cuma perasaan gw aja.

Quote:
Gw: tik, kenapa gak ngomong ama gw kalo lu punya cowo? gw beneran gak tau
Tia: lu gak nanya,
Gw: terus kenapa lu nyender-nyender ke gw, terus tiduran ke gw, terus ngeliatin gw kaya gitu? gw kan jadi , jadi...
Tika: gw ngerti kok, salah gw juga bukan salah lo juga. sorry ya
Gw:

Kok jadi dia yang minta maaf ke gw, apa tiap cowo yang gak sengaja cium dia juga, dia bakalan bilang sorry ke cowo itu? Sebenernya si tika ini orang yang kaya gimana gw gak bisa nebak sama sekali. Dia kadang pendiem, kadang nyebelin, kadang ngelakuin hal tak terduga, dia unik, dan dia sebenernya cantik dan lucu banget

Quote:
Tika: kok malah bengong?
Gw: gak apa-apa tik
Tika: mau pulang kapan?
Gw: ngusir nih ?

Tika: enggak, malah kalo bisa jangan pulang dulu
Gw: emang mau ngapain lagi?
Tika: bantuin gw bawain cat, kamar ini mau gw cat ulang
Gw: dimana? jauh gak?
Tika: di depan jalan tadi, deket kok ( berarti jauh
)Gw: sekalian ngecat juga ?

Tika: enggak lah, besok pagi ada tukang catnya
Gw: kenapa gak di cat dulu baru pindah-pindahin barang? nanti kan kena cat, kotor lagi , beres-beres lagi
Tika: gampang bisa ditutupin, lagian gw udah pengen pindah dari dulu-dulu, akhirnya kesampean juga, selesai semua lagi. Makasih ya udah bantuin

Gw: iya sama sama
Senyumannya
. Bikin cowo-cowo kaya gw kehipnotis. Tika ini beda dengan cewe yang gw kenal. Gak tau apa aja yang beda, yang gw rasain dia itu beda dengan cewe yang gw kenal. Gw dan tika sejenak melupakan kejadian tadi, sebenernya bukan ngelupain, gw keinget terus detik demi detik, ngerasa bersalah sama lia, tapi gw juga ngerasa biasa-biasa aja bahkan ada rasa senang pas sama dia. Apa gw jatuh cinta sama cewe lain? cewe yang udah punya cowo? Lalu gw dan tika pergi kedepan jalan, ternyata bener perkiraan gw, tokonya jauh, bahkan ngelewatin kuburan yang tadi udah gw lewatin dan nanti gw harus lewat sana lagi, dan pasti lewat sana lagi pas gw pulang nanti
Setelah sampai disanaQuote:
Tika: pak
Bapak-bapak: eh neng, mau ambil pesenan ya?
Tika: iya pak, udah semua?
Bapak-bapak: udah neng, tinggal dibawa, sekarang berdua ya. bisa kebawa semua
Tika: iya pak berdua
( ngeliatin gw )Gw:
( salting )Gw bawa 1 ember kecil cat, sedangkan tika membawa seperti kuas dan cat-cat kecil warna warni, sebenernya dia mau ngecat kamarnya apa menggambar
Gak berat banget sih emang, tapi lama-lama pegel juga
Setelah lama berjalan dan sampai juga di kostan tika dan menyimpan cat yang gw bawa. Quote:
Tika: ini udah itu udah, emmmm
Gw: ada lagi?

Tika: kayanya udah deh , makasih ya lo udah mau bantuin gw
Gw: iya sama-sama, gw pulang ya
Tika: gw anterin ya sampe depan jalan
Gw: gak usah, gw masih inget kok
Tika: yakin? gw gak keberatan loh nganterin lo sampe depan
Gw: beneran gak usah, kasian bolak-balik nanti

Tika: yaudah kalo gitu, ati-ati ya. sekali lagi makasih
Gw: iya sama-sama . jangan sering-sering ya
Tika: hahahaha, gak ikhlas dong bantuin gw
Gw: hahaha, becanda , ikhlas kok. Yaudah gw pulang dulu
Tika: makasih ya

Gw:

Tika: malah bengong, katanya mau pulang
Gw: gak apa-apa, gw pulang ya
Tika: iya, ati-ati
Lalu gw berbalik dan pergi meniggalkan kosan tika, entah kenapa rasanya gw ko berat ninggalin dia, gw masih pengen lama-lamaan sama dia. Sambil berjalan gw masih mikirin tika yang penuh dengan teka teki. Sampai lamunan gw buyar saat HP gw bergetar di dalam sakunya, gw liat telepon dari lia. Lalu gw angkat
Quote:
Gw: halo yank?
Lia: halo, udah selesai yank?
Gw: udah ini lagi dijalan mau pulang
Lia: aku kira belum selesai, baik banget banget kamu bantuin temen sampe sore gini
Gw: hehehe, aku gitu loh yank
Lia: yaudah nanti kasih tau kalo udah sampe rumah ya
Gw: iya (tut )
Telepon gw matikan, kenapa pas banget pas gw sama tika, lia serasa ngilang. Dan pas gw gak sama tika, lia datang kembali. Perasaan gw jadi gak enak, apa iya lia ngejebak gw lewat tika? tapi masa sampe tika cium gw? Tapi bisa juga. Tapi apa sebenernya mereka itu saling kenal? Gw malah jadi takut ketauan lia tentang kejadian ini. Tapi gw udah terlalu lelah, gw lupain semuanya lalu gw pulang. Setelah sampai rumah gw mandi, ganti baju lalu santi-santi sambil nonton TV, gak lupa sebelumnya gw ngabarin lia kalo gw udah sampe rumah. Tapi lia gak bales sms gw, mungkin lagi sibuk. malah sms yang gw terima dari tika
Quote:
Tika: udah sampe rumah? makasih ya sekali lagi
Gw: udah kok, bilang makasih terus.
Tika: ya gak apa-apa soalnya cuma lo yang bisa bantuin gw. Sama gw juga minta maaf tentang yang itu
Gw sebenernya gak enak bahas itu lagi, tapi kenapa tika bahas itu lagi, gw bales sekenanya aja
Quote:
Gw: iya, gw juga minta maaf.
Gak lama lia sms gw dan gw sms an dengan lia. Hari-hari gw sama seperti biasa, Disekolah juga tika bersikap biasa-biasa aja kalo ketemu gw, seperti gak ada hal yang luar biasa. Padahal ada menurut gw, gak tau kalau menurut dia. Hubungan gw dengan lia juga biasa-biasa aja, kayanya lia juga gak tau tentang ini. Berarti kecurigaan gw tentang lia yang mau ngejebak gw itu salah. Lia gak kenal tika sama sekali. Back to selvia, selvia dari kabar yang gw tau dari akmal, sekarang dia katanya lebih baik semenjak dipindah ke sekolah yang baru, karena sekolah yang baru dituntut disiplin yang sangat tinggi. Akmal, ya mungkin masih sama seperti itu, sedangkan putri, makin lama gw hampir gak tau putri kaya gimana. Dia menjauh dari gw, entah benar-benar menjauh atau emang dia sibuk dan konsentrasi dengan sekolahnya. Dan gw, gw masih sama dengan gw yang dulu, gak ada yang berubah

Ada kejadian yang gak pernah gw lupain. Waktu itu malam minggu, gw yang udah jarang malam mingguan dengan lia, tapi masih sempet malam mingguan bareng dia, walaupun gak sering kaya dulu. Dengan kaya gini gw dan lia gak cepet bosen karena jarang ketemu. Tapi itu ternyata salah, semakin gw gak ketemu lia, semakin gw gak tau apa yang dia lakuin tanpa gw. tapi gw bukan robot yang harus selalu ada disamping dia, tau kegiatan dia apa aja. Gw juga punya kehidupan gw yang lain, sebagai pelajar, bergaul dengan teman-teman gw dan yang lainnya. Waktu itu gw seperti biasa, pergi dengan lia. Didalam mobil
Quote:
Gw: kemana kita yank
Lia: gak tau yank? kamu maunya kemana?
Gw: terserah kamu maunya kemana, aku ngikut aja sih
Lia: kok terserah aku sih, aku kan nanya kamu maunya kemana?
Gw: gak tau, bingung deh. Yaudah ke cafe yang minggu kemaren aja
Lia: ah gak enak tempatnya
Gw: ke tempat yang ada baso bakarnya itu loh, mau gak? enak
Lia: gak mau ah,
Gw: terus maunya kemana?
Lia: gak tau, terserah kamu aja
Gw: ( garuk-garuk kepala sambil mikir )
Emangnya semua cewe kaya gitu ya? katanya terserah gw, tapi gw yang milih, dia gak mau
#WanitaMemangBegituQuote:
Gw: ke tempat yang belum pernah didatengin aja yank
Lia: kemana?
Gw: gak tau, namanya juga belum pernah didatengin

Lia:

Gw: yaudah ke ciater
Lia: beneran? ciater? asikkkkkkk
Gw: gak lah, kira-kira aja kita ke ciater, mau pulang jam berapa coba

Lia: nginep disana

Gw: enggak-engga. Bisa digorok aku sama papah kamu yank

Lia: yahh, aku bilang nginep di rumah temen deh

Gw: jangan bohong ah, emang kamu pernah nginep di rumah temen?
Lia: belum pernah

Gw:
yaudah ke tempat nongkrong ajaLia: dapla ya ?
Gw: iya, lagian bingung mau kemana juga
Lia: okkk
Setelah menikmati macetnya jalanan kota bandung malam minggu, akhirnya sampai di tempat yang dituju. tempat anak-anak abg nongkrong. Sebenernya gw dan lia gak terlalu suka tempat yang rame kaya gini, karena kita berdua lebih suka tempat yang gak terlalu ramai, yang bisa dinikmati kita berdua. Lia sebenernya masih setia sama gw, dan dia keliatan sayang sama gw, dan gw gak pernah nyium tanda-tanda selingkuh dari lia. Karena sejak kejadian braga itu gw sering cek HP lia, emang terkadang banyak sms cowo ngajak kenalan dan ngajak jalan. Tapi emang lia gak pernah ngebales sms mereka. Insiden di kostan tika juga udah lama dan gw udah gak terlalu mikirin karena tika juga cuek-cuek aja. Padahal gw kalo ketemu dia kadang ngerasa beda.
Quote:
Gw: mau makan yank?
Lia: enggak yank, gak laper, ngemil aja sama minum
Gw: yaudah, bentar ya
Lia: iya
Gw pergi untuk membeli cemilan dan minuman, belum lama lia gw tinggal dan gw balik lagi ke tempat lia sedang menunggu, ternyata disana lia tidak sendiri. Ada cowo dan cewe sedang bersama lia, mereka terlihat akrab. Mungkin teman-temen sekelas lia
Quote:
Gw:

Lia: eh yank, ini ada temen-temen aku. kenalin ini cowo gw
Gw: hendra ( lalu gw bersalaman dengan mereka semua , lupa ada berapa orang )
Cewe: lo mau kemana malem ini?
Lia: gak kemana-mana, udah dari sini juga pulang
Cewe: udah ikut kita aja, kita seneng-seneng
Lia: emang kalian mau pada kemana?
Cewe: dugem

Gw:

Lia: gak ah, gw mau pulang aja. lagian gw gak suka sama tempat kaya gitu, gw juga gak boleh pulang malem-malem
Cewe: yah, kirain lu bisa ikut. Yaudah kita mau pergi nih. Duluan ya, hendra duluan ya
Gw: OK

Lia: ati-ati
Cewe: gw bisa jaga diri kok, ada yang lain juga
Heran gw sama cewe yang kaya gitu, mereka pasti selalu bilang, tenang aja, ada cowo gw yang jagain, tenang aja, ada temen gw yang jagain. Padahal mereka adalah ancaman terbesar
. #RealitaSekilas temen-temen lia sebenernya keliatan baik-baik semuanya. Dan gw gak tau itu adalah temen sekelas atau satu sekolah atau teman dari luar sekolah. Yang gw tau pasti dan udah jelas bukan teman daerah rumah dia atau tetangga dia
Dan setiap gw ketemu sama temen lia, selalu beda, gw jarang banget ketemu sama temen lia yang sama untuk kedua bahkan ketiga kalinya. Hubungan gw dengan lia sebenernya aman-aman aja. Hampir ga pernah berantem atau ada masalah yang besar, cuma berantem-berantem kecil aja, wajar. Setiap hubungan selalu ada. Dan selalu saja gw yang kena. Padahal gw gak pernah ada niat buat selingkuhin dia atau deket sama cewe lain. ( tika lain cerita ) Karena semenjak kejadian itu, gw mulai jaga jarak sama tika. Karena gw gak mau ngecewain lia lagi walaupun dia gak tau sama sekali. Gw dan lia dibilang lama pacaran cukup lama, sekitar 7 atau 8 bulan gw jalan dengan lia. Sampai akhirnya hal yang gw takutkan terjadi. Pihak ketiga. Pihak ketiga yang mengganggu gw atau mengganggu lia? Yang jelas dia adalah pengganggu hubungan gw dan lia. Gw emang gak pernah tau selama gw di sekolah atua gw lagi jauh dari lia, lia ngelakuin apa aja gw gak pernah tau. Tapi perasaan kadang memberi kita sesuatu, perasaan gak enak, perasaan yang sudah terikat antara gw dengan lia. Gw ngerasa ada sesuatu, tapi gw gak tau ada apa. Dan gw juga ngerasa disana lia ngerasain hal yang sama kaya gw. Gw gak ambil pusing sebenernya, sampai temen gw, sebut saja dia anji
Quote:
Anji: lu ngapain bengong-bengong ngelamun kaya gitu?
Gw: gak apa-apa ji, perasaan gw gak enak
Anji: gak enak kenapa? mau gw anterin pulang, kita kan satu jurusan, gw anter sampe rumah deh ( dia punya motor )
Gw: bukan itu, tentang cewe gw. Gw kok tiba-tiba mikirin dia ya
Anji: mikirin gimana?
Gw: gak tau gw juga, perasaan gw ada apa-apa nih
Anji: selingkuh kali cewe lu . hahahaha
Gw: ah gila lu, masa iya sih. Terakhir dia udah janji ke gw gak bakalan kaya gitu lagi
Anji: ya bisa aja, kenapa enggak? emang lu pernah ngerasain yang kaya gini sebelumnya?
Gw: ya pernah sih, tapi kadang gw selalu salah, ternyata dia gak ngapa-ngapain di belakang gw, walaupun sekarang rasanya beda
Anji: kenapa gak lu buktiin aja sekalian ?
Gw: buktiin gimana?
Anji: ya ke sekolahnya lah, kita mata-matain dia. Lagian sekolah cewe itu kan cewenya cantik-cantik, bisa sambil ngeceng juga, gw anterin deh

Gw: ah lu sih mau ngecengin doang, tau gw juga

Anji: iya kan sambil bantuin lu juga
. Kalo gak mau ya gw mau pulangGw: bentar gw sms cewe gw dulu
Lalu gw sms lia
Gw: yank, masih di sekolah? pulang jam berapa?
Lia: masih, pulang kaya biasa kok
Lia emang jam pelajarannya hampir sama, dan pulang di jam yang sama setiap hari. Nilai plus buat gw, kalaupun gw ke sekolah nya mata-matain dia. Udah jelas lia gak bakalan tau, karena gw hampir gak pernah ke sekolahnya.
Quote:
Gw: dia masih ada di sekolahnya. yaudah yuk dah, sekalian maen ke sekolahnya
Anji: nah gitu dong, nanti kalo mata-matain nya gagal, terus ketauan, kenalin gw sama temen-temennya ya

Gw: niat mata-matain kok berharap ketauan

Anji: namanya juga usaha

Gw dan anji pergi ke sekolahnya lia dengan menggunakan motor anji. Di perjalanan perasaan gw tambah gak enak aja, tapi gw tahan-tahan, mungkin cuma perasaan gw aja.
yuaufchauza dan lugina memberi reputasi
2
Kutip
Balas