- Beranda
- Stories from the Heart
☆ Dijodohin? hm share aja yah ☆
...
TS
bntown
☆ Dijodohin? hm share aja yah ☆

Hai hai gan and sist...

sorry ya. cuma mau share cerita di mari aja nih..

oke jujur ini ane pake kloningan, soalnya akun prime yang asli udah ada temen yang tahu.. jadi dari pada ntar dibully ama mereka, jadi pakai kloningan aja ya..

oke, maaf kalo agak sedikit berantakan soalnya kagak biasa bikin kayak ginian, paling trit-trit GJ yang pernah ane buat di prime

Spoiler for rules:
Spoiler for Q&A:
oke ini dulu aja intro nya.. masih mau merangkai kata biar indah, oke bro.. makasih..
Spoiler for "index":
Thanx for agan whyushintoryubuat bikinin index versi docx ane

Spoiler for index doc:
PDF format.. many thanx agan nd1tnt1
Spoiler for PDF:
Diubah oleh bntown 02-09-2014 22:51
Arsana277 dan anasabila memberi reputasi
2
507.9K
2.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bntown
#151
Haruskahku mengalah?
Oke, part ini putri kembai POV ya..
Hari itu benar benar menyenangkan hati ini. Seharian ke sur****a sama mas yanis, mas bagas, dan mbak nisa. Tadi sepertinya kekalahan total mas yanis. Udah tahu kalo jalan dia gak pernah cepat (ye.. itu ane takut dia kena angin terus terbang, hilang kan ane sendiri yang nangis
) malah nerima balapan. Begitu juga dengan debat sengit melawan mbak nisa. Malu maluin sebenernya karena mirip anak TK, tapi entah kenapa aku menikmatinya.
Entah kenapa meski kita lagi jalan, sepertinya pikiran mas yanis sedang gak bersama kita. Bahkan dia menanyakan hal aneh seperti apa nanti aku tetep di sisi dia meski ada keluarga yang menentang. Hah aneh aneh saja. Baru kelas 11 SMA pikirannya kok sok tua amat. (halah tapi suka kan sama pemikiranku??
) Tapi kadang aku minder juga sama dia, dia sudah berpikir jauh sementara aku masih itu itu saja.
Begitu setelah mengantar aku pulang, dia sepertinya berbicara singkat dan pelan sekali sama papa
. Gak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi sepertinya cukup serius karena ekspresi mas yanis langsung sedikit berubah. Setelah dia pamit, aku tanya ke papa.
Aku : pa, tadi ngomong apa sama mas yanis?
Papa : bukan urusan penting buat kamu. Masuk sana mandi dulu.
Aku pun mandi dan melakukan rutinitas setelahnya. Setelah beres, aku sms mas yanis nanyain sampai atau belum. Dan gak lama kemudian dia bales kalau sudah sampai di rumahnya. Aku merasa lega
, dan karena besok hari santai karena sudah ujian semester, aku nonton tv aja lah.
Acara gak ada yang menarik, aku ambil hp buat sms an sama mas yanis.. tapi tiba tiba hp ku berdering telepon. Hah kak selvy.
Aku : halo assalamualaikum kak,
Kak : waalaikumsalam, gimana put kabarnya?
Aku : baik, ada apa kak ya?
Kak : aku libur semester ini pulang put, ntar rencana aku ngajak mas yanis tur walisongo yang diadain di pondokku.. kamu ikut ya temanin kita.
Aku langsung kaget mendengar rencana itu dan aku cuma bisa mengeluarkan beberapa kalimat di pikiranku..
Aku : kok nggak ajak papa mama aja ya kak?
Kak : kerjaan papa gak bisa diganggu, jadi otomatis mama juga gak bisa diajak, kakak udah terlanjur ngisi kursi 3 slot, jadi ya udah kamu aja yang kakak ajak... Sekalian sama yanis.
Aku : kapan kak berangkatnya?
Kak : hari kamis malem, sampai sini minggu depannya lagi hari jumat pagi insyaAllah.
Aku : jadi ntar kita harus ke pondok kakak dulu ya?
Kak : iya, ntar sama kakak ke sininya ya.. ntar kasih tahu yanis ya..
Aku : iya kak, oke..
Kak : udah ya gitu aja, assalamualaikum
Aku : waalaikumsalam..
Aku langsung mikir pada saat itu, apa bisa hubunganku sama mas yanis bakal bertahan lama?
Kak selvy selaku yang dijodohin sepertinya ada ketertarikan juga? Memang aku juga salah karena terseret ke perasaan yang lebih dalam ketika mendekati mas yanis.. tapi bukannya mencinta itu fitrah manusia dari Tuhannnya?
Apakah aku salah mencintai orang yang dijodohkan oleh saudaraku nanti?
Mungkin mas yanis masih sayang sama aku karena terbiasa sama aku. Tapi bagaimana jika nanti mas yanis deket sama kak selvy dan akhirnya seperti kebanyakan cowok lain lebih memilih yang lebih baik dalam hal ini kak selvy?
Aku tidak bisa menyalahkan siapa pun di antara mereka, yang salah adalah aku karena terlanjur terbawa perasaan ini. Mungkin aku harus membuka hatiku untuk yang lain juga, jika pada akhirnya takdir menyatukan mas yanis dan kak selvy.
Aku menangis setelah memikirkan hal itu, apa aku rela melepas mas yanis untuk kak selvy?
Setiap memikirkannya, bayangan mas yanis ketika menolongku pertama kali di sungai dan melindungiku dari marah orang tua karena hampir saja nyawaku terenggut benar benar membuatku sakit. Dia sudah luar biasa sejak kecil, di dirinya terdapat naluri melindungi yang alami. Dan aku nyaman dengan itu
. Aku ingin menggenggam tangannya dan menatap masa depan dengannya, melahirkan dan membesarkan anak kami, dan selamanya menemani dia.
Akhirnya setelah reda aku sms kalau liburan nanti kak selvy ajak kita ziarah wali. Dia langsung nelpon aku.
Mas yanis : assalamualaikum
Aku : waalaikumsalam
Mas yanis : hah dia ngajak aku sendirian ke sana?
Aku : ya gak lah sama aku.. maunya ya cuma berdua aja
.. dia terdiam..
Mas yanis : put kamu gak apa apa kan? Aku gak tenang sedari sampai rumah tadi?
Aku : gak apa apa mas, mungkin mas kecapaian.. istirahat aja dulu..
Mas yanis : mm oke, kalo ada apa apa telpon ya.. assalamualaikum
Aku : iya mas waalaikumsalam
Aku meletakkan hp, Allah mengabulkan doaku saat aku akan berpisah dengan mas yanis dulu, jadi aku kembali berdoa dengan segenap keyakinan yang sebesar waktu itu Ya Allah berikan yang terbaik untuk hubunganku dan mas yanis Ya Rabb.. selalu limpahkanlah kami kasih sayang Mu, ampunanMu, rezekiMu. Dan tumbuhkanlah rasa cinta di antara kami, dan berikan kami kekuatan menghadapi apa yang akan terjadi hingga kami mencapai muara masalah ini.. yaitu ketika kami bersatu atau ketika kami harus rela melepas satu sama lain. Aamiin


oke maaf ya kalo sedikit nyinggung agama, gak ada niatan doktrinin agama.. oke.. semoga berkenan



Hari itu benar benar menyenangkan hati ini. Seharian ke sur****a sama mas yanis, mas bagas, dan mbak nisa. Tadi sepertinya kekalahan total mas yanis. Udah tahu kalo jalan dia gak pernah cepat (ye.. itu ane takut dia kena angin terus terbang, hilang kan ane sendiri yang nangis
) malah nerima balapan. Begitu juga dengan debat sengit melawan mbak nisa. Malu maluin sebenernya karena mirip anak TK, tapi entah kenapa aku menikmatinya.
Entah kenapa meski kita lagi jalan, sepertinya pikiran mas yanis sedang gak bersama kita. Bahkan dia menanyakan hal aneh seperti apa nanti aku tetep di sisi dia meski ada keluarga yang menentang. Hah aneh aneh saja. Baru kelas 11 SMA pikirannya kok sok tua amat. (halah tapi suka kan sama pemikiranku??
) Tapi kadang aku minder juga sama dia, dia sudah berpikir jauh sementara aku masih itu itu saja.Begitu setelah mengantar aku pulang, dia sepertinya berbicara singkat dan pelan sekali sama papa
. Gak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi sepertinya cukup serius karena ekspresi mas yanis langsung sedikit berubah. Setelah dia pamit, aku tanya ke papa.Aku : pa, tadi ngomong apa sama mas yanis?

Papa : bukan urusan penting buat kamu. Masuk sana mandi dulu.

Aku pun mandi dan melakukan rutinitas setelahnya. Setelah beres, aku sms mas yanis nanyain sampai atau belum. Dan gak lama kemudian dia bales kalau sudah sampai di rumahnya. Aku merasa lega
, dan karena besok hari santai karena sudah ujian semester, aku nonton tv aja lah.Acara gak ada yang menarik, aku ambil hp buat sms an sama mas yanis.. tapi tiba tiba hp ku berdering telepon. Hah kak selvy.

Aku : halo assalamualaikum kak,

Kak : waalaikumsalam, gimana put kabarnya?

Aku : baik, ada apa kak ya?

Kak : aku libur semester ini pulang put, ntar rencana aku ngajak mas yanis tur walisongo yang diadain di pondokku.. kamu ikut ya temanin kita.

Aku langsung kaget mendengar rencana itu dan aku cuma bisa mengeluarkan beberapa kalimat di pikiranku..

Aku : kok nggak ajak papa mama aja ya kak?

Kak : kerjaan papa gak bisa diganggu, jadi otomatis mama juga gak bisa diajak, kakak udah terlanjur ngisi kursi 3 slot, jadi ya udah kamu aja yang kakak ajak... Sekalian sama yanis.

Aku : kapan kak berangkatnya?

Kak : hari kamis malem, sampai sini minggu depannya lagi hari jumat pagi insyaAllah.

Aku : jadi ntar kita harus ke pondok kakak dulu ya?

Kak : iya, ntar sama kakak ke sininya ya.. ntar kasih tahu yanis ya..

Aku : iya kak, oke..

Kak : udah ya gitu aja, assalamualaikum

Aku : waalaikumsalam..

Aku langsung mikir pada saat itu, apa bisa hubunganku sama mas yanis bakal bertahan lama?
Kak selvy selaku yang dijodohin sepertinya ada ketertarikan juga? Memang aku juga salah karena terseret ke perasaan yang lebih dalam ketika mendekati mas yanis.. tapi bukannya mencinta itu fitrah manusia dari Tuhannnya?
Apakah aku salah mencintai orang yang dijodohkan oleh saudaraku nanti?
Mungkin mas yanis masih sayang sama aku karena terbiasa sama aku. Tapi bagaimana jika nanti mas yanis deket sama kak selvy dan akhirnya seperti kebanyakan cowok lain lebih memilih yang lebih baik dalam hal ini kak selvy?
Aku tidak bisa menyalahkan siapa pun di antara mereka, yang salah adalah aku karena terlanjur terbawa perasaan ini. Mungkin aku harus membuka hatiku untuk yang lain juga, jika pada akhirnya takdir menyatukan mas yanis dan kak selvy.
Aku menangis setelah memikirkan hal itu, apa aku rela melepas mas yanis untuk kak selvy?
Setiap memikirkannya, bayangan mas yanis ketika menolongku pertama kali di sungai dan melindungiku dari marah orang tua karena hampir saja nyawaku terenggut benar benar membuatku sakit. Dia sudah luar biasa sejak kecil, di dirinya terdapat naluri melindungi yang alami. Dan aku nyaman dengan itu
. Aku ingin menggenggam tangannya dan menatap masa depan dengannya, melahirkan dan membesarkan anak kami, dan selamanya menemani dia.
Akhirnya setelah reda aku sms kalau liburan nanti kak selvy ajak kita ziarah wali. Dia langsung nelpon aku.
Mas yanis : assalamualaikum

Aku : waalaikumsalam

Mas yanis : hah dia ngajak aku sendirian ke sana?

Aku : ya gak lah sama aku.. maunya ya cuma berdua aja
.. dia terdiam..Mas yanis : put kamu gak apa apa kan? Aku gak tenang sedari sampai rumah tadi?

Aku : gak apa apa mas, mungkin mas kecapaian.. istirahat aja dulu..

Mas yanis : mm oke, kalo ada apa apa telpon ya.. assalamualaikum

Aku : iya mas waalaikumsalam

Aku meletakkan hp, Allah mengabulkan doaku saat aku akan berpisah dengan mas yanis dulu, jadi aku kembali berdoa dengan segenap keyakinan yang sebesar waktu itu Ya Allah berikan yang terbaik untuk hubunganku dan mas yanis Ya Rabb.. selalu limpahkanlah kami kasih sayang Mu, ampunanMu, rezekiMu. Dan tumbuhkanlah rasa cinta di antara kami, dan berikan kami kekuatan menghadapi apa yang akan terjadi hingga kami mencapai muara masalah ini.. yaitu ketika kami bersatu atau ketika kami harus rela melepas satu sama lain. Aamiin



oke maaf ya kalo sedikit nyinggung agama, gak ada niatan doktrinin agama.. oke.. semoga berkenan



Diubah oleh bntown 08-06-2014 13:55
Arsana277 memberi reputasi
1
)