- Beranda
- Stories from the Heart
☆ Dijodohin? hm share aja yah ☆
...
TS
bntown
☆ Dijodohin? hm share aja yah ☆

Hai hai gan and sist...

sorry ya. cuma mau share cerita di mari aja nih..

oke jujur ini ane pake kloningan, soalnya akun prime yang asli udah ada temen yang tahu.. jadi dari pada ntar dibully ama mereka, jadi pakai kloningan aja ya..

oke, maaf kalo agak sedikit berantakan soalnya kagak biasa bikin kayak ginian, paling trit-trit GJ yang pernah ane buat di prime

Spoiler for rules:
Spoiler for Q&A:
oke ini dulu aja intro nya.. masih mau merangkai kata biar indah, oke bro.. makasih..
Spoiler for "index":
Thanx for agan whyushintoryubuat bikinin index versi docx ane

Spoiler for index doc:
PDF format.. many thanx agan nd1tnt1
Spoiler for PDF:
Diubah oleh bntown 02-09-2014 22:51
Arsana277 dan anasabila memberi reputasi
2
507.9K
2.6K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
bntown
#123
the truth 2
Aku shock membaca sms itu. Mungkin karena terlalu shock, akhirnya aku sampai pucat dan dia tanya apa aku baik baik saja? Dan aku jawab sekenanya kalau aku risih deket sama cowok. Dan dia mengerti dan mengalah.
Beberapa kali aku curi pandang ke dia, dia berubah banget. Kulitnya gak sehitem waktu kecil, dia juga gak sekurus dulu. Sudah agak berisi, dan lebih tinggi dari aku. Hahaha sempat merasa bersalah panggil dia tape ketan.
Aku benar benar bimbang waktu itu, di satu sisi, aku senang kak selvy bakal dijodohin sama yanis, itu berarti dia bakal jadi kakakku. Tapi di sisi lain, aku gak mau kembali lagi pisah sama dia. Hahh daripada terus bimbang, akhirnya aku deketin aja dia dulu.
Di rumah aku lihat barisan nomor di bukunya yang kebawa sama aku. Itu nomor hp, gak salah lagi. Wah canggih juga dia sekarang kasih nomor hp lewat cara gini
. Hihihi, yang akhirnya aku salah sangka sama dia, ternyata emang kebiasaannya cantumin nomor hp di setiap bukunya. GeeR banget aku. Aku sms dia. Dan sejak itu lah aku mulai dekat sama dia.
Skip, akhirnya awal tahun ajaran baru kelas 11 aku di sms kak selvy. 'Gimana dik yanis?' Sms simpel yang bikin hati ini perih buat bales 'dia oke kak, recomended banget' balas ku. Aku berusaha ngingatin diri sendiri kalo dia bukan untukku, tapi untuk kakakku. Tapi semakin aku mencoba aku semakin gak bisa lupa senyumnya.
Selain dengan senyumnya, aku gak bisa lupa dengan perhatiannya. Dia itu sosok luar biasa yang selalu perhatian sama aku. Semua dia selalu kasih perhatian buat aku. Mulai dari kalo aku lagi suntuk sama sekolah, lagi ada masalah sama teman, bahkan sampai pakai baju yang gak matching dia selalu kasih perhatian *lebih tepatnya mengejek ke aku.
Selain perhatian, dia juga bisa jadi moodbooster buat aku. Selalu ada cara buat dia bangkitkan semangat dan keceriaanku, mulai dengan cara serius sampai cara konyol yang salah satunya memperdebatkan bagian apa cingur sapi itu
, dia bilang mulut, kalo aku hidung *yang ini gak aku share ya, karena selain gak penting ini juga punya cerita sendiri yang aku gunakan kalo aku lagi kangen dia.
Yah, terlepas dari itu semua aku cinta banget sama mas yanis kalo boleh jujur. Tapi apa daya, rasa berdosa sama kakak selalu menang dibenakku. Memang kalo mas yanis jadi sama kakakku masih bisa lah dia kasih perhatian. Tapi aku pingin dia kasih perhatiannya lebih dari itu, aku ingin untuk selamanya dia lah yang jadi imamku.
Liburan unas datang, kak selvy juga datang ke rumah. Akhirnya ayah memutuskan hari kedua unas ke rumah mas yanis buat perkenalan. Aku yang gak bisa menahan perasaan bohong ke ortu kalau aku udah janji ke semarang sama temanku. Akhirnya aku berangkat ke semarang ke rumah sahabatku tiara. Di sana aku menangis sejadinya,
akhirnya Tiara memberi masukan yang cukup buatku tenang.
Tiara : ntar sms mas mu itu, kalau dia respon saat acara itu, berarti masih ada harapan buat kamu. Aku sms mas yanis, dan tidak ada balasan sampai siang. Aku takut tentu saja
. Papa juga sms kalau mas keluar sama kak selvy. Aku pasrah dengan selanjutnya hubungan mereka.
Tiba tiba siang hari aku dapat sms dari mas yanis, hatiku langsung senang waktu itu. Seenggaknya masih ada kans buatku bersama dia.
Aku bersemangat pulang waktu itu, ketika melihat dia di bandara aku langsung lari ke dia dan meluk dia erat. Aku gak mau kehilangan dia
. Setelah itu dia ajak aku makan dan memaksa ku menerima cintanya. Dalam hati aku berteriak 'yes, i will' tapi di mulut aku gak bisa berbuat banyak. Aku gak mau lukain kak selvy dan keluarga.
Skip, minggu depannya mas yanis belum nyerah juga buat nyatain perasaannya ke aku. Dia malah semakin luar biasa serius ngomongnya. Aku yang sudah tidak tahan akhirnya menangis waktu itu
. Aku berpikir cepat atau lambat dia bakal tahu soal aku adiknya kak selvy. Aku gak tahu gimana tanggapannya. Akhirnya aku putuskan mengajak mas yanis ke rumah untuk memberi tahu kebenarannya.
Entah apa yang masuk ke otakku, saat itu aku benar benar takut dia berubah ke aku jika tahu kebenarannya. Akhirnya sebelum aku melihat perubahannya nanti, aku putuskan untuk menciumnya. Ciuman yang benar benar dari lubuk hatiku
. Aku gak peduli sekitar. Emosiku menang atas otakku waktu itu
. Dia sepertinya bengong dan aku tinggal dia pulang. Di jalan aku terus menerus mengeluarkan air mata.
maaf kalo part ini kesannya aku percepat.. enak aja ane yang punya lapak dia isi pov banyak... hahaja just kidding.. oke next part kembali sama om ya..

Beberapa kali aku curi pandang ke dia, dia berubah banget. Kulitnya gak sehitem waktu kecil, dia juga gak sekurus dulu. Sudah agak berisi, dan lebih tinggi dari aku. Hahaha sempat merasa bersalah panggil dia tape ketan.

Aku benar benar bimbang waktu itu, di satu sisi, aku senang kak selvy bakal dijodohin sama yanis, itu berarti dia bakal jadi kakakku. Tapi di sisi lain, aku gak mau kembali lagi pisah sama dia. Hahh daripada terus bimbang, akhirnya aku deketin aja dia dulu.

Di rumah aku lihat barisan nomor di bukunya yang kebawa sama aku. Itu nomor hp, gak salah lagi. Wah canggih juga dia sekarang kasih nomor hp lewat cara gini
. Hihihi, yang akhirnya aku salah sangka sama dia, ternyata emang kebiasaannya cantumin nomor hp di setiap bukunya. GeeR banget aku. Aku sms dia. Dan sejak itu lah aku mulai dekat sama dia.
Skip, akhirnya awal tahun ajaran baru kelas 11 aku di sms kak selvy. 'Gimana dik yanis?' Sms simpel yang bikin hati ini perih buat bales 'dia oke kak, recomended banget' balas ku. Aku berusaha ngingatin diri sendiri kalo dia bukan untukku, tapi untuk kakakku. Tapi semakin aku mencoba aku semakin gak bisa lupa senyumnya.

Selain dengan senyumnya, aku gak bisa lupa dengan perhatiannya. Dia itu sosok luar biasa yang selalu perhatian sama aku. Semua dia selalu kasih perhatian buat aku. Mulai dari kalo aku lagi suntuk sama sekolah, lagi ada masalah sama teman, bahkan sampai pakai baju yang gak matching dia selalu kasih perhatian *lebih tepatnya mengejek ke aku.

Selain perhatian, dia juga bisa jadi moodbooster buat aku. Selalu ada cara buat dia bangkitkan semangat dan keceriaanku, mulai dengan cara serius sampai cara konyol yang salah satunya memperdebatkan bagian apa cingur sapi itu
, dia bilang mulut, kalo aku hidung *yang ini gak aku share ya, karena selain gak penting ini juga punya cerita sendiri yang aku gunakan kalo aku lagi kangen dia.
Yah, terlepas dari itu semua aku cinta banget sama mas yanis kalo boleh jujur. Tapi apa daya, rasa berdosa sama kakak selalu menang dibenakku. Memang kalo mas yanis jadi sama kakakku masih bisa lah dia kasih perhatian. Tapi aku pingin dia kasih perhatiannya lebih dari itu, aku ingin untuk selamanya dia lah yang jadi imamku.

Liburan unas datang, kak selvy juga datang ke rumah. Akhirnya ayah memutuskan hari kedua unas ke rumah mas yanis buat perkenalan. Aku yang gak bisa menahan perasaan bohong ke ortu kalau aku udah janji ke semarang sama temanku. Akhirnya aku berangkat ke semarang ke rumah sahabatku tiara. Di sana aku menangis sejadinya,
akhirnya Tiara memberi masukan yang cukup buatku tenang.Tiara : ntar sms mas mu itu, kalau dia respon saat acara itu, berarti masih ada harapan buat kamu. Aku sms mas yanis, dan tidak ada balasan sampai siang. Aku takut tentu saja
. Papa juga sms kalau mas keluar sama kak selvy. Aku pasrah dengan selanjutnya hubungan mereka.
Tiba tiba siang hari aku dapat sms dari mas yanis, hatiku langsung senang waktu itu. Seenggaknya masih ada kans buatku bersama dia.
Aku bersemangat pulang waktu itu, ketika melihat dia di bandara aku langsung lari ke dia dan meluk dia erat. Aku gak mau kehilangan dia
. Setelah itu dia ajak aku makan dan memaksa ku menerima cintanya. Dalam hati aku berteriak 'yes, i will' tapi di mulut aku gak bisa berbuat banyak. Aku gak mau lukain kak selvy dan keluarga.
Skip, minggu depannya mas yanis belum nyerah juga buat nyatain perasaannya ke aku. Dia malah semakin luar biasa serius ngomongnya. Aku yang sudah tidak tahan akhirnya menangis waktu itu
. Aku berpikir cepat atau lambat dia bakal tahu soal aku adiknya kak selvy. Aku gak tahu gimana tanggapannya. Akhirnya aku putuskan mengajak mas yanis ke rumah untuk memberi tahu kebenarannya.
Entah apa yang masuk ke otakku, saat itu aku benar benar takut dia berubah ke aku jika tahu kebenarannya. Akhirnya sebelum aku melihat perubahannya nanti, aku putuskan untuk menciumnya. Ciuman yang benar benar dari lubuk hatiku
. Aku gak peduli sekitar. Emosiku menang atas otakku waktu itu
. Dia sepertinya bengong dan aku tinggal dia pulang. Di jalan aku terus menerus mengeluarkan air mata.
maaf kalo part ini kesannya aku percepat.. enak aja ane yang punya lapak dia isi pov banyak... hahaja just kidding.. oke next part kembali sama om ya..

Arsana277 memberi reputasi
1