Di sd gua punya banyak guru kesayangan, salah satunya Bu hj Mashriey. Dia guru yang gua anggap sangat berkesan dan gua gak akan pernah melupakanya seumur hidup. Kadang kalau gua mengingatnya terasa baru terjadi kemarin..
Dan saat terjadi kemarin, gua selalu meneteskan air mata.
Banyak cerita yang gua membahas kehidupan pada waktu sd, bukanya gak beralasan, tapi entah kenapa jaman gua sd sungguh berkesan dan memengaruhi hidup gue sampai sekarang ini , cie…
Flash back ke kelas 3 , dimana gue baru ajah memulai mencari makna hidup yang sebenarnya.
Quote:
“Jadi anak” senyum itu ibadah yah ?? Kalian mengerti…?” Bu Asri
(Gue masih becanda sama temen gue)
“ah bego lo, gw smack baru tau rasa lu !! “ Gue
“Nih smack ajah kalo kuat” Temen gue
(Tapi gue gak mau bernasib sama kaya anam sama raihan , salah satu dari mereka mendarat dipanti pijat spesialis patah tulang)
“ Ilham !! kamu ini berisik banget !! Ayo maju kedepan terus berdiri dibelakang papan tulis sambil berdiri Cuma pake 1 kaki , dan pegang kedua kuping kamu..!” Bu asri
“Iya bu Asri -_- “ Gua
Gua maju , penuh rasa malu… sampe – sampe kemaluan gue besar (Ups) . Sambil ngegerutu gak jelas gua maju kedepan kelas , sampai dipojokan gua ngelakuin hal” yang disuruh bu Asri . entah kenapa banyak hal yang gua nggak mengerti dari kata” bu Asri.
Terus bu asri nanya..
“Tadi Ibu ngejelasin apa ??” Bu Asri
“Nggak tau bu” Gue
“Aduh ilham , kamu ini manusia apa kucing??” Bu Asri
Semua temen gue ketawa..
“Ngoahaahaahahahahahahahahahahahahahahaha” , dasar garong bego , mendingan makan pepes sno..
“Saya manusia bu “ Gua
“Kok nggak mendengar kata-kata ibu??” Bu Asri
“………” Gua (Cuma bisa diem , gak tau mau ngomong apa)
“Ilham , Ibu tadi bilang “Kita harus senyum , karena senyum itu ibadah , kamu ngerti tidak??” Bu Asri
“Nggak kering bu tuh gigi , kalo terus”an senyum??” Gue
Semua ketawa, ngetawain apa coba yang gue pikirin??perasaan gak lucu.Selera humor temen temen gue basi semua dan bener” gak berkelas bro.
Semua kejadian hari itu udah berlalu , dimana gue harus menghadapi kenyataan , dan masih gak mengerti apa pentingnya itu “SENYUMAN” bagi bu Asri. Hingga beberapa lama kemudian Suami bu Asri meninggal dunia.
Waktu itu bapak gua pulang dan memberi kabar yang menurut gua benar” kabar buruk soal bu guru Asri.
Quote:
“Ham , kamu kenal bu Asri?” Bapak gue
“Iya pak, itu guru Pendidikan Agama islam pak” Gua
“Tadi bapak dapet kabar , kalo suami bu Asri meninggal dunia ham” bapak gue
“Ah yang bener pak?? Kok bisa ?? kenapa dia meninggal?” Gua
“Dia meninggal abis ngebetulin loteng , terus jatuh dari lantai dua , dan katanya kepala dia bocor , dan kalo gak salah tulang pergelangan kaki sama punggung patah, dia meninggal kemarin tepatnya sore hari ” Bapak gue
Gua ada pertanyaan buat yang lagi baca cerita gua….
Apa yang lu rasakan jika orang yang lu sayangi meninggal dunia secara tidak terduga?? (Jawab ajah dlam hati , kita semua pasti punya orang yang kita sayangi ,walaupun orang yang kita sayangi juga belum tentu sayang kita? That’s right?
Beberapa minggu setelah Suami bu Asri meninggal entah kenapa bu Asri menghilang dan gua rasa seakan-akan nggak akan ketemu bu Asri kembali, ever.
Tapi dugaan gue salah, bu Asri kembali tapi tidak kembali bersama senyumanya dan terasa dia berbeda dengan bu Asri yang dulu.
Sempat ada rasa ingin bertanya , kenapa bu Asri seperti ini..
Semua percuma , gua gak punya keberanian untuk bertanya dan ingin mengetahui segala sesuatu tentang kehidupan bu Asri.
Gua pernah sesekali mencoba membuktikan apa yang terjadi dengan bu Asri , karena gua rasa bu Asri gak selemah itu untuk murung karena orang yang disayanginya telah tiada.
Gua pernah kerumah Bu Asri , sekitar pabuaran Cibinong Bogor. Rumah tua sederhana dengan arsitektur tahun 70’an yang cat rumahnya sebagian hampir pudar. Disana gua liat bu Asri memakai baju dress up dan jilbabnya sedang menyapu halaman. Sesekali gua liat bu Asri meneteskan air mata disela-sela kegiatan menyapunya.
2 tahun berlalu dan gua belum bisa memastikan apa yang terjadi dengan bu Asri , dan kalo gak salah waktu itu lagi ujian akhir semester .Gua bersama teman gua amel , felen, essa, mely , dan gua sendiri punya rencana kotor untuk mengambil kunci jawaban dari Guru.(Tenang gua bukan kemayu, gue normal , masih suka nonton BF , duh ketawan

)
Dan ada kejadian yang masih belum terpecahkan sampai sekarang ini , sampai cerita gua ini ditulis , gua masih belum tau alasanya …
“Kenapa bu Asri kembali tersenyum?”
Dia membereskan mejanya dan mengoreksi banyak soal didepanya. Gua nyari perhatian , sementara yang lain ada yang mengawasi keadaan sebagian yg lain mencatat jawaban. Gua menyesal kenapa waktu itu melakukan hal bodoh yang pernah ada dan hal yang gak baik.
Sampai diakhir ujian gua ketawan nyontek dan begonya gua sampai” dibawa kekantor dan diinterograsi sama wali kelas gua , kalau sampai ortu gue tau , mau di taro dimana muka bokap gua ?.
Bu Asri manggil gua buat menanyakan hal” yang menurut gua memalukan banget , dan gue berharap jangan sampai kejadian itu terulang .
Quote:
“Ilham?? Kamu kenapa melakukan hal curang?? “ Bu Asri
“Maaf bu, saya bodoh” Gua
“Kenapa kamu bisa berubah dari ilham yang dulu?” Bu Asri
“…………” Gua
“Kenapa kamu diam? Jawab ilham, Ibu peduli sama kamu” Bu Asri
“Saya gak bisa bicara lagi bu” Gua
“Ibu gak tau apa yang ada didalam pikiran kamu ham , Ibu …(berhenti sejenak , menghela napas dan sesekali batuk) ehem….. ehem.. , “ Bu Asri
“Bu , ibu kenapa?? Ibu sakit?? Sakit apa bu??? Ibu gak pernah cerita sama ilham” Gua
“Itu gak penting ham , sekarang dengar kata-kata ibu..
Jadi diri sendiri , percaya diri dalam melakukan segala hal . Jangan pernah melakukan hal curang yang kamu sendiri tau kalau itu salah..
Selama masih ada cara baik untuk mendapatkan harapan dan keinginan kamu ,
Kerja keras yang nggak akan pernah mengkhianati kamu “ Bu Asri
“Maksud ibu??” Gua
“BE YOUR SELF” Bu Asri
Sesekali saat gua ngetik cerita ini gua terdiam, kesalahan terbesar gua..
“KENAPA GUA MENYIA-NYIAKAN ORANG YANG SELAMA INI PEDULI SAMA GUA , DAN KENAPA GUA MASIH GAK MAU MENDENGARKAN APA YANG ORANG LAIN KATAKAN! “
Makanya, sampai sekarang yakin sama diri gua sendiri. Bahwa gua bisa jadi diri sendiri. Dan sampai sekarang gua berusaha peduli dan mau mendengarkan orang lain.
Karena….
Karena……..
Karena itu terlambat untuk bu Asri.
Disuatu kebetulan , waktu itu hari sabtu , dan nggak kaya sekarang. Hari sabtu waktu itu masih memakai pramuka …
Didepan kelas 5 sekolah gua , sebelum di buat gedung baru hal itu terjadi.
Gua berpapasan dengan bu Asri, sambil tersenyum gua melambaikan tangan kearah bu Asri , dan Bu Asri waktu itu tersenyum dengan sangat polos . Dan saat sudah lewat saat berpapasan itu semua selesai.
Waktu cepat berlalu , dan kita gak bisa menebak waktu. Sampai saat itu gua udah lulus dari sekolah dasar , dan gak butuh waktu lama tersiar kabar…
“BU ASRI UDAH GAK ADA , DIA PERGI UNTUK SELAMANYA….”
Dan menurut gua saat berpapasan itulah saat terakhir kalinya gua ngeliat bu Asri. Selamat tinggal bu Asri , dan sejak saat itu , sesuai judul cerita ini…..
Itulah….
“Senyuman Terakhir
Bu Asri……”
Tambahan: Bu Asri meninggal karena penyakit kronis , dan komplikasi beberapa penyakit, gua gak tau pasti dimana bu Asri dimakamkan. Tapi dihati gua…
“Bu Asri adalah guru terbaik seumur hidup gua”
Yang kalian baca diatas , dimana bu Asri batuk pada saat menyemangati gua..
Ternyata itulah yang membuat dia kehilangan senyuman…..
“Selamat tinggal bu Asri , dan sekali lagi…
cerita ini ilham dedikasikan untuk bu Asri”
Quote:
Gak lama gua mulai sadar, kalau semua itu Cuma halusinasi. Dimana gua gak mungkin bertemu bu asri lagi. Malam semakin larut , untung dapat diraih malang dapat ditolak. Gua mulai ngantuk dan tertidur.