Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#300
PART 25 – Lost in Yogyakarta (1)


Beberapa hari setelah itu, malam sebelum gue dan kakak beradik itu pergi ke Jogja, gue packing barang-barang yang akan gue bawa berkelana mencari kitab. Gue memutuskan pake travel bag, daripada pake ransel. Selama gue packing itu gue cengengesan sendiri, membayangkan besok bakal seperti apa di Jogja ditemani oleh 2 bidadari kesayangan gue #eh. Setelah packing gue SMS Anin, menanyakan kesiapan dia buat besok. Dasar cewek, dia bilang dia bingung mau bawa baju apa. Mau gue bales “gak usah bawa baju emoticon-Genit” bisa-bisa besok gue dijual di Jogja emoticon-Hammer

Akhirnya tiba juga hari yang gue tunggu-tunggu. Setelah gue masukkan tas gue ke mobil, gue pamit nyokap, karena bokap udah berangkat ke kantor.

Quote:


Nyokap terbahak-bahak liat gue manyun. Gue cium tangan nyokap kemudian gue berangkat menuju rumah Anin. Sampe rumah Anin agak lama, soalnya didepan komplek rumah gue sering macet. Sesampainya gue disana, gue parkirkan mobil dan gue keluar, kemudian gue pencet bel dirumah Anin. Gue menunggu sebentar di luar, sampe akhirnya ada yang membukakan pagar buat gue. Ternyata….

Quote:


Sumpah gue gak konsen itu, gara-gara Tante Ayu ngegandeng lengan gue, dan menuntun gue masuk ke dalam rumah. Gue speechless, bingung mesti ngapain. Apa gue minta digandeng aja ya sampe kamar #eh. Sampe didalem rumah, gue liat Anin masih memamah biak, ngunyah-ngunyah sarapannya kayak sapi makan rumput emoticon-Ngakak (S) Gue cekikikan liat Anin makan, yang kemudian berbuah cubitan dari Anin sesaat setelah itu. Gue duduk di sebelah Anin, sambil ngerecokin susunya dia. *SUSU DI GELAS!* Sambil nyemilin lauk sarapannya Anin, gue bertanya.

Quote:

Sehabis itu gue dan Anin masih nunggu Shinta sarapan, yang kayak orang makan lollipop. Lama banget dah sarapannya dia. Selesai Shinta sarapan, kami bertiga pamit Tante Ayu, yang kemudian memeluk anak-anak gadisnya satu per satu. Yang gue sesalkan adalah kenapa Tante Ayu gak meluk gue juga emoticon-Frown Gue cium tangan Tante Ayu.

Quote:


Kemudian gue bantu Anin dan Shinta memasukkan tas-tas mereka ke bagasi gue. Buset berat amat, gue curiga nih anak dua bawa barbel di dalem tasnya. Setelah gue tutup bagasi, kemudian kami bertiga pamit sekali lagi ke Tante Ayu yang mengantarkan kami sampai di deket mobil gue. Kami bertiga masuk mobil, dan akhirnya berangkat menuju Jogja.

Quote:

Selama beberapa waktu gue menyetir sambil ditemani Anin, yang selalu ngajak ngobrol gue. Sementara Shinta gue lirik dari kaca spion tengah, udah asik menyumpal telinganya pake headset, dan kemudian mengutak-atik handphonenya. Gue baru sadar, Anin kalo perjalanan luar kota berubah jadi bawel banget, lebih bawel dari komentator bola emoticon-Ngakak (S) Segala dikomentarin, mulai dari angkot yang ngetem seenak jidat sampe anak alay yang ngebut naik motor yang udah dimodif jadi tinggal rangkanya doang.

Sampe Magelang, gue mampir ke pom bensin dulu, kebelet pipis gue. Shinta juga mau ke toilet ternyata, jadi Anin jaga mobil karena dia gak pengen ke toilet. Selesai urusan gue sama tuh toilet, gue balik ke mobil. Tapi ternyata Shinta belum selesai. Gue tunggu Shinta beberapa saat sambil mencari-cari CD lagu yang gue suka.

Quote:


Akhirnya gue menemukan CD yang gue cari, album Minutes to Midnight nya Linkin Park. Gue langsung memilih track yang gue ingin denger, yaitu Hands Held High, sambil nyengir ke Anin. Diluar dugaan gue, ternyata Anin juga suka Linkin Park, dan langsung sama-sama menepukkan tangan seirama dengan gue mengikuti lagunya. Gue dan Anin menepukkan tangan diatas kepala masing-masing, kanan-kiri-kanan-kiri, kayak di konser gitu. Gue cengengesan, dan Anin juga nyengir lebar, dan tetep ber sing-a-long bersama gue. Mendadak Shinta masuk mobil dan ngeliat kami berdua sedang tepuk-tepuk tangan, dan langsung pasang tampang bingung.

Selesai lagu itu, kemudian Anin mengganti ke track Bleed it Out, yang kemudian dia bisa mengikuti rap nya Mike Shinoda, yang sukses membuat gue bengong. Gila nih cewek, pikir gue. Dan akhirnya karaokean gue dan Anin berlanjut sampe sealbum kelar, dan Shinta memandangi kami berdua sambil geleng-geleng kepala.

Akhirnya kami bertiga sampai di Jogja, dan gue melihat jam, yang menunjukkan jam 1 lebih dikit. Gue bertanya ke Anin.

Quote:

jenggalasunyi
pulaukapok
chanry
chanry dan 7 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.