Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.7KThread52.6KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#281
Spoiler for jangan dibuka :


PART 24

Malam itu gue lalui tanpa ada kejadian apapun yang istimewa. Gue memutuskan untuk gak memikirkan tentang papanya Anin, dan memang belum waktunya buat gue untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi, meskipun nantinya ini memang membawa dampak bagi gue dan Anin. Gue SMS Anin, kemudian gue letakkan handphone gue disamping bantal gue, dan tanpa sengaja gue tertidur. Paginya gue bangun, dan melihat ada 1 SMS di handphone gue.

Quote:


Gue tersenyum membaca SMS itu, dan kemudian membalas SMS Anin sesuai dengan apa yang dia tanyakan. Hari itu memang gue gak ada acara apa-apa. SNMPTN sudah berlalu, dan sekarang waktunya buat gue untuk berlibur. Sejak awal semester terakhir gue di SMA, sampai kemarin, gue seperti gak berhenti belajar. Maraton terus, dengan tujuan yang berbeda. Awalnya untuk lulus SMA, kemudian belajar lagi untuk masuk ke universitas. Jujur, gue lelah fisik dan mental. Gue butuh liburan, pikir gue sambil guling-gulingan di tempat tidur.

Gue beranjak dari tempat tidur, dan keluar kamar, kemudian gue mendapati nyokap gue masih belum berangkat ke kantor. Nyokap gue yang punya kantor sih, jadi bisa sesukanya berangkat kapan aja. Seandainya gue yang punya universitas, gue juga bakal seenaknya berangkat kuliah kapan aja. Gue sikat gigi dan cuci muka, kemudian ngeloyor ke meja makan. Sambil mengoles selai di roti, gue bertanya kepada nyokap yang sedang SMS seseorang sambil duduk di hadapan gue.

Quote:


Setelah itu gue habiskan sarapan gue, dan nyokap berangkat ke kantor. Gue gegoleran sebentar di kasur, kemudian gue putuskan untuk mandi. Setelah mandi gue telepon Anin.

Quote:


Gak lama kemudian gue cabut ke rumah Anin menggunakan motor kesayangan gue. Sampai dirumah Anin, gue gak perlu memencet bel karena kebetulan pagar rumah Anin terbuka sedikit. Gue geser itu pagar, sampe motor gue bisa masuk. Di dalam halaman rumah Anin gue liat mobil papanya Anin udah gak ada, tandanya beliau udah pergi ke kantor. Gue parkirkan motor gue, kemudian gue lepas helm dan jaket gue. Ternyata Anin udah menunggu gue sambil berdiri di terasnya. Anin masih pake kaos dan celana pendek, rambutnya dikuncir kuda, dan seperti biasa, sambil cengengesan.

Gue berjalan mendekati Anin, kemudian mengecup keningnya. Anin tersenyum manis, dan kemudian menggandeng lengan gue untuk menarik gue masuk ke dalam. Gue gak disuruh nunggu di ruang tamu lagi, melainkan langsung ke ruang tengah. Gue duduk di sofa, dan Anin masuk ke kamar, entah mau ngapain. Gue bengong sambil menerawang, memikirkan apa yang akan gue katakan mengenai rencana gue ini. Gak lama kemudian Anin balik lagi ke ruang tengah, tapi dia duduknya gak santai, melainkan bisa dibilang dia nubruk gue emoticon-Nohope

Quote:


Gue ngobrol-ngobrol banyak dengan Anin, dan bermain monopoli juga, meskipun akhirnya gue dibikin bangkrut abis-abisan sama Anin. Memang ada bakat bisnis juga nih dia, kayaknya sih nurun dari om Harry. Menjelang sore, gue pamit pulang larena memang gue udah lumayan capek dan Anin juga udah capek. Sebelum gue pulang, Anin berjanji kalo nanti dia bakal cerita tentang rencana liburan ke papa mamanya, dan bakal ngabarin gue secepatnya tentang kepastian boleh atau enggaknya. Gue mengiyakan itu, dan gue pamitan ke Anin.

Malam harinya, gue sedang main PS di kamar, sambil ngupil. Mendadak handphone gue bergetar. Ada SMS yang masuk. Gue baca SMS itu, dan ternyata dari Anin.

Quote:


Gue cengengesan membaca SMS itu, dan membayangkan gue bakal threesome sama Anin sama Shinta *ini gue nulis sambil gemeteran, takut emoticon-Takut (S)*. Gue pun mematikan PS gue, dan menyalakan komputer gue. Gue googling tempat-tempat wisata yang ada di Jogja, dan gue mulai mengatur lokasi mana aja yang bakal gue, Anin dan Shinta kunjungi. Gak lupa juga gue mencari hotel yang gak terlalu mahal buat gue, Anin dan Shinta, dan gue mencari yang lokasinya gak jauh dari pusat keramaian kota. Cukup lama gue mencari-cari tujuan liburan kami, dan gue lupa membalas SMS Anin, sampe dia telepon gue.

Quote:


Spoiler for trailer:
jenggalasunyi
pulaukapok
chanry
chanry dan 4 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.