- Beranda
- Stories from the Heart
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
...
TS
luckyismine
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
Quote:
MESIN WAKTU
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
MINOR66
Quote:
Permisi agan dan aganwati
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.
Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.
Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa.
So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Quote:
Original Posted By mullupus►Tes tes... 1-2-3...
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa. So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Spoiler for Makasih buat cendolnya :
* * * C H A P T E R I * * *
Spoiler for INDEX:
MUKADIMAH
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
* * * C H A P T E R II * * *
Spoiler for INDEX:
THAT'S WHAT FRIEND ALL FOR
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 84 suara
Siapa yang jadi istri gwa saat ini?
Dinda
12%
Felisha
35%
Bebeb
5%
Megan Fox
23%
Semuanya salah
26%
Diubah oleh luckyismine 05-04-2017 18:38
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
358.3K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
luckyismine
#576
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
Thank you
1975 we bought you an album with a song
Can't feel
Can't feel nothin'
Come on
Come on
See trouble with me
Can't do nothin' without my babe
Yea plain as can be
This girls gonna drive me crazy
See trouble with me
Can't do nothin' can't feel nothin'
And as plain, plain as can be
Girl you're gonna drive me crazy
Put your hands together
Put your hands together
Put your hands
Put your hands
Put your hands
Put your hands
Put your hands
Put your hands
Put your hands together now
Said now
I see you
I see you
See the trouble with me
Can't do nothin', can't feel nothin'
And as plain, plain as can be
Oh this girl's gonna drive me crazy
See the trouble with me
Can't have nothin', can't see nothin'
And as plain, plain as can be
This girl's gonna drive me crazy, now
1975 we bought you an album with a song
Can't feel
Can't feel nothin'
Come on
Come on
See trouble with me
Can't do nothin' without my babe
Yea plain as can be
This girls gonna drive me crazy
See trouble with me
Can't do nothin' can't feel nothin'
And as plain, plain as can be
Girl you're gonna drive me crazy
Put your hands together
Put your hands together
Put your hands
Put your hands
Put your hands
Put your hands
Put your hands
Put your hands
Put your hands together now
Said now
I see you
I see you
See the trouble with me
Can't do nothin', can't feel nothin'
And as plain, plain as can be
Oh this girl's gonna drive me crazy
See the trouble with me
Can't have nothin', can't see nothin'
And as plain, plain as can be
This girl's gonna drive me crazy, now
BLACK LEGEND (BARRY WHITE Cover Version)
Spoiler for YOU SEE TROUBLE WITH ME:
Quote:
"Woi...woi...bangun woi...!!!"
Gwa bisa ngerasain badan gwa digoyang2in sama temen gwa ini. Tapi gwa nga tahu siapa. Rasanya mata gwa ini berat banget buat dibukanya.
"Mas...mas... bangun mas! Becaknya dimainin anak2 tuh!"
"Eh... oh..., dimana gwa nih?" gwa ngucek2in mata dan nga ketinggalan ngelap iler yang udah tumpah2an dari mulut gwa.
"Udah nyampe lah mas Boy. Daritadi dibanguninnya susah banget lo, udah kayak orang pingsan aja" gwa bangkit dari posisi tidur dan mendapati diri gwa berada di jok paling belakang.
"Yang laen pada kemana?" gwa menguap sambil ngulet, lalu melompati jok didepan gwa dan keluar dari mobil.
"Udah pada duluan lah. Udah pada mupeng mereka" kata Niga sambil nutupin pintu dan ngidupin alarmnya.
"Eh tunggu, dimobil nga ada aer minum apa? Haus banget nih gwa" gwa ngerasain tenggorokan gwa kering banget.
"Jiah, emangnya ini mobil piknik, sedia aer minum sama makanan. Udah beli aja tuh diwarung" Niga menunjuk ke arah warung yang ada diluar pelataran parkir.
Kita berdua melangkahkan kaki menuju warung yang posisinya nempel pada pager dari pelataran parkir yang udah dipenuhin aneka rupa mobil. Gwa beli sebotol air mineral dingin dan langsung menenggaknya, mengusir rasa haus ditenggorokan gwa. Lalu sisanya gwa pake buat ngebasuh muka gwa yang pastinya udah lecek banget gara2 ketiduran tadi. Gokil, dalem semalem gwa sukses ketiduran 2 x.
"Muke lo kusut bener Ky? Kayaknya lagi galau nih?" tegur Niga setelah kita dari warung.
"Ahahahaha, masa' sih? Bawaan baru bangun tidur kali, makanya kusut muka gwa" bohong gwa sambil mengeringkan muka gwa dengan handuk kecil selalu gwa selipin dikantong belakang celana jeans gwa.
"Apa jangan2 abis 'badai' lo" Niga mulai menebak2.
"Bentar2, gantengin mata dulu nih gwa" gwa berhenti dan meneteskan obat mata pada kedua mata gwa. Ini juga tools wajib yang selalu nyelip di kantung kecil jeans gwa.
"Kayaknya sejak lo ngilang dan nga pernah nge-gym lagi sama kita2, badan lo makin abis aja Ky. Curiga deh gwa" Niga melanjutkan tebak2annya.
"Ck, gwa sibuk ngurusin kuliah gwa yang kagak beres2 Nig, makanya sampe abis badan gwa mikirinnya" elak gwa sambil nyalain sebatang rokok dan menawarkan padanya.
"Makanya jangan dipikirinlah, dijalanin aja kali" Niga sok menasehati lalu merangkul bahu gwa. Buset, satu tangannya aja gelendotin bahu gwa udah berasa berat banget sob!
"Iya Nig, mau gwa juga gitu sih. Jalanin aja. Btw, gendong gwa dong, kayaknya ini tangga makin hari makin tinggi aja deh" gwa menatap tangga yang ada didepan, kaki gwa berasa males banget buat menapak kesitu.
"Hadeuh, males bener sih lo jadi laki? Macem ibu2 hamil aja nga kuat nanjakin tangga?" omel Niga.
Tapi walaupun ngomel2 kayak gitu, abis itu dia ngambil ancang2 buat gendong gwa dipunggungnya. Ahahahaha, gwa tahu banget lo emang temen gwa yang paling baek hati Nig. Lagian percuma aja badan lo segede2 gaban kayak gitu, tapi nga kuat ngangkat badan gwa yang kurus kering ini. Sejenak gwa menikmati kemesraan ini ketika meniti anak2 tangga menuju keatas ditemani tatapan2 aneh orang2 disekitar kita. Bodo2 amat, yang penting gwa nga ngos2an sampe disini.
"Buset Nig, rame bener yang pade ngantri. Kirain gwa ini tempat udah almarhum, ternyata makin eksis aja yak?" kata gwa sambil ngeliat antrian panjang nga jauh setelah kita belok kiri dari ujung tangga tadi.
"Mangkenye, kelamaan hidup di goa sih lo, jadi ketinggalan kereta deh."
"Hehehehehehe. Eh, kita nga ikutan ngantri nih? Ntar diomelin lho..." gwa nga nerusin omongan gwa, karena tangan gwa keburu disentak sama Niga dan ditarik untuk melewati barisan antrian.
"Udah, nga usah banyak nanya deh lo. Lagian udah nga jaman pake ngantri2 segala"
Gwa berasa udah kayak anak kecil diseret2 sama si Niga, ngelewatin antrian yang lumayan panjang ini. Didepan pintu yang dijaga sama security yang badannya 11 12 sama Niga, menyambut dengan senyuman yang paling ramah dan akrab pada kita berdua. Gwa nga tahu temen gwa ngomong apaan sama itu security, tahu2 kita udah masuk kedalam tanpa perlu ikutan ngantri. Lalu kita naek tangga sedikit yang menuju ke main area club tersebut. Begitu nyampe seketika kuping gwa langsung dihajar oleh alunan musik yang begitu menghentak2. Sumprit, rame bener ini tempat!
Nga nyangka juga ini tempat masih eksis banget. Dulu, waktu baru2 buka ini tempat emang jadi pilihan utama para partygoers di kota ini. Gwa sempet juga ngerasain seru2an disini ketika nemenin Codot yang lagi liburan dari kuliahnya. Dan sebagaimana bisnis hiburan satu ini di kota ini, macam jamur dimusim hujan, nga bertahan lama. Tapi bar ini tetep tertahan ditengah persaingan yang begitu keras didunia hiburan di kota ini. Gwa bisa ngeliat dari crowded-nya para pengunjung disini, bahkan kegilaannya semakin nambah kayaknya.
Gwa bisa lihat cewek2 dengan dandanan yang bikin otak cowok paling normalpun bakal jadi ngeres, udah pada naek2 ke meja bar, meliuk2kan tubuhnya dengan semena2. Mereka udah terhipnotis oleh alunan musik menghentak2 yang dimainkan oleh DJ dari balik turntable-nya dan semakin menggila oleh minuman2 beralkohol yang mereka pegangin erat2 ditangannya. Yup, alkohol dan musik yang menghentak2 bener2 satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan di dunia gemerlap kayak gini. Dan hebatnya, kalo ditempat macem gini, biar gimanapun gilanya cewek2 itu beraksi nga ada satu cowokpun yang berani nekad macem2 disitu. Coba2 aja lo nekad, kalo nga pada akhirnya cuma akan mempermalukan diri lo sendiri.
"Eh, tuh mereka pada disitu. Yuk, kita kesono" Niga menarik gwa melewati kerumunan orang2 disitu.
Gwa lihat Don sama Dave udah asyik duduk2 di sofa2 kecil yang tertata dengan meja kecil. Disitu udah tersedia sebotol minuman berikut gelas2 cocktail. Ternyata disitu udah gabung 3 cewek bersama mereka, yang entah temen2 mereka atau emang boleh kenalan disana. Gwa lihat Don sama Dave udah duduk dempet2an aja sama ceweknya masing2, mungkin karena sofanya yang sempit kali ya makanya posisi duduknya kayak gitu.
Dan gwa sebelum rebutan sama Niga, buru2 duduk disebelah cewek yang cuma sendirian itu. 
"Wah, si Lucky, eike kirain yey pingsan beneran. Nih, kenalin dulu temen2 gwa" tegur Dave yang duduknya emang pas sebelah2an sama gwa. Tapi sumpah, biar gaya ngomongnya kayak gitu, si Dave cowok normal kok.
Lalu gwa saling memperkenalkan diri pada ketiga cewek tersebut. Basa-basi ajalah sebenernya. Karena biar sambil teriak2pun, kita nga bakal bisa dengerin dengan jelas nama2 yang mereka sebutin. Lagian kalo kenalan ditempat seperti gini, kayaknya hukum shakespeare lebih berlaku, 'apalah arti sebuah nama'. Kecuali kalo setelah ini bisa berlanjut ke 'hal-hal' yang lebih, mungkin barulah nama itu diperluin, ahahahahahaha.
Gwa mulai nuangin minuman kegelas dan menengaknya. Hmmm, galau2 kayak gini emang cocok juga dilampiaskan disini. Sejenak gwa bisa ngebuang jauh2 kesumpekan yang memenuhi dada dan kepala gwa, paling nga buat malem ini. Urusan gimana2nya besok ajalah dipikirin, otak gwa udah nga sanggup diajak mikir lagi. Gwa sempet nengok kearah Niga, dan gwa lihat dia have fun aja berdiri sendiri sambil goyang2in badannya ditemenin segelas minumannya. Kayaknya dia nga terlalu ngambil pusing kalo nga kebagian jatah cewek malem ini.
"Hai" sapa gwa membuka percakapan pada cewek disebelah gwa. Tubuhnya terlalu langsing menurut gwa dengan wajah tirusnya yang nampak cocok dengan rambut pendeknya itu.
"Hai juga. Lo temen2 rumahnya Don juga ya?" tanyanya yang menanggapi basa-basi gwa.
"Yup, kalo lo temennya Don juga?" gwa bales tanya.
"Nga juga sih. Gwa temennya Candy" cewek itu nunjuk kearah cewek yang duduk disebelah Don.
"Oohh, gitu ya" sahut gwa, yang tiba kehabisan bahan obrolan.
"Eh, lo capek nga sih kalo tiap malem kayak gini mulu?" tahu2 dia ngebuka obrolan lagi.
"Capek? Maksud lo apaan ya? Perasaan, gwa baru malem ini kesini deh" tanya gwa agak2 bingung.
"Maksud gwa gini lho. Lo berasa capek nga sih, ngeluarin duit buat clubbing kayak gini? Pastinya khan lo butuh biaya buat kesini, entah itu untuk masuknya atau beli minuman disini?" cewek itu nyerocos.
"Waduh nga tau deh gwa. Lagian khan gwa dugem nga tiap hari juga sih" gwa garuk2 kepala, makin nga ngerti sama arah pembicaraan cewek disebelah gwa ini.
"Tapi lo pasti mau khan, kalo tiap clubbing lo nga musti pusing mikirin biayanya? Lo bisa puas beli minuman apa aja disini? Lo bisa pindah ke club2 yang lo sukain tiap malemnya tanpa pusing mikirin duitnya. Ya khan?" cewek itu menatap gwa sambil tersenyum penuh arti.
"Ya boleh juga sih kalo kayak gitu" sumpah, makin nga paham gwa nih!
"Nah, kalo gitu gwa ada solusinya." cewek itu ngambil sesuatu dari dalam tasnya dan ngeluarin sebuah brosur dari situ, "Ini gwa ada bisnis yang menjanjikan buat lo, yang bisa menuhin kebutuhan buat clubbing bahkan buat kebutuhan sehari2 lo. Dan lo nga musti ngejualin produk, lo cukup nyetorin sekian juta, bla bla bla bla....."
Awalnya gwa masih bolot sama yang diocehin oleh cewek disebelah gwa ini. Tapi begitu sadar, ternyata gwa lagi diprospek buat MLM. Wanjrit, ditempat kayak gini, dengan lampu2 yang remang2 dan suara musik yang cumiakan telinga, cewek ini sempet2nya prospekin gwa. Tiba2 aja gwa ngerasa diri gwa kayak di film2 gitu, dengan wajah yang shock abis tapi perlahan2 background dibelakang gwa mulai menjauh dan suara2 disekitar gwa seolah lenyap entah kemana. Hening sehening-heningnya.
Iya, tiba2 aja gwa nga ngedengerin suara cewek itu lagi. Gwa cuma ngeliat dia komat-kamit tanpa suara. Dan anehnya gerakannya slo-mo gitu, begitu juga dengan orang2 disekitar gwa. Badan gwa mulai panas dingin, keringet mulai bercucuran membasahi muka gwa. Gwa nga tahu kapan ini bakal menyelesaikan ocehannya. Yang pasti gwa udah nga tahan lagi, gwa pengen cepet2 ngilang dari samping cewek ini. Udah gitu gwa lihat temen2 gwa kayaknya pada cuek aja sama gwa, mereka seolah2 nga pengen tahu dengan penderitaan yang lagi gwa jalanin saat ini.
"Jadi gimana? Kira2 lo tertarik nga sama bisnis yang gwa tawarin ini?" akhirnya cewek ini menyudahi ocehan panjang lebarnya.
"Eh... errr.... bentar ya, gwa mau ke toilet dulu. Beser gwa nih" gwa berakting seolah udah kebelet pipis banget, biar dia percaya dan membiarkan gwa pergi.
"Owh, udah kebelet ya? Ya udah, tapi nanti dilanjut lagi ya?"
Gwa cuma nganggukin kepala gwa, lalu tanpa nunggu lama lagi gwa langsung meluncur ke toilet. Ya ampun, mimpi apa ya gwa semalem, kok bisa apes bener nasib gwa malem ini. Mergokin Dinda selingkuh terus ketemu cewek yang prospekin MLM ditempat dugem. Apesssssssss!!!!
Keluar dari toilet gwa jadi bingung. Antara balik lagi ke tempat temen2 gwa tapi bakal lanjut di prospek atau gentayangan sendirian disini kayak orang bego? Ah, sudahlah, mending gwa nga usah balik lagi ke tempat temen2 gwa, toh entar juga bakal ketemu2 juga. Lagian seberapa besar sih ini tempat kalo dipikir2?. Lalu gwa memutuskan untuk pergi kearah bar, menjauh dari tempat temen2 gwa itu.
Gwa bener2 kehilangan selera malam itu. Seharusnya gwa bisa have fun dan ngelupain sejenak masalah gwa, ini justru nambah sumpek gara2 cewek MLM tadi. Di bar juga udah lumayan rame suasananya, terutama oleh cewek2 yang udah pada lupa diri joget2an diatas meja bar dan para penontonnya yang memenuhi bibir meja. Tapi gwa melihat masih ada spot kosong diujung meja bar dan gwa arahkan tujuan gwa kesana.
"Sob, jackdee-nya double yak. Eh, triple deh sekalian. Es-nya jangan banyak2 yah. Sekalian deh corona dinginnya satu" gwa teriak kepada bartender yang kebetulan ada didekat gwa.
"Buset, lau haus apa maruk sih?" si bartender sempet kedengeran ngoceh sambil nerima lembaran uang dari gwa.
Mau haus kek, mau maruk kek, gwa nga perduli! Pala gwa rasanya udah mau pecah malem ini. Begitu pesenan gwa nyampe, langsung gwa tenggak whisky campur es itu strike tanpa sisa. Biar pecah sekalian ini kepala.
Lalu gwa duduk2 sendirian kayak orang bego, sambil megangin corona dingin ini. Padahal dideket gwa ada pemandangan yang sangat menggiurkan mata, tapi gwa udah kehilangan selera.
Sambil menikmati corona dingin ini, gwa melayangkan pandangan gwa pada kerumunan didepan mata gwa. Pada tubuh2 yang nga lelah2nya menggoyangkan badannya mengikuti irama musik yang menghentak2. Pada pasangan2 yang asyik masyuk tanpa perduli sekitarnya. Dan suasana pun semakin memanas ketika sang DJ meneriakkan jargon khas ditempat ini, 'WUZZUP **!!!' yang kemudian dibalas oleh teriakan2 histeris dari para pengunjung yang semakin memanas. Bener2 pecah banget suasana disini, sepecah kepala gwa.
Tiba2 diantara kerumunan orang2 yang memenuhi tempat ini, ketika mata gwa terpaku pada sosok seorang cowok...
Gwa bisa ngerasain badan gwa digoyang2in sama temen gwa ini. Tapi gwa nga tahu siapa. Rasanya mata gwa ini berat banget buat dibukanya.
"Mas...mas... bangun mas! Becaknya dimainin anak2 tuh!"
"Eh... oh..., dimana gwa nih?" gwa ngucek2in mata dan nga ketinggalan ngelap iler yang udah tumpah2an dari mulut gwa.
"Udah nyampe lah mas Boy. Daritadi dibanguninnya susah banget lo, udah kayak orang pingsan aja" gwa bangkit dari posisi tidur dan mendapati diri gwa berada di jok paling belakang.
"Yang laen pada kemana?" gwa menguap sambil ngulet, lalu melompati jok didepan gwa dan keluar dari mobil.
"Udah pada duluan lah. Udah pada mupeng mereka" kata Niga sambil nutupin pintu dan ngidupin alarmnya.
"Eh tunggu, dimobil nga ada aer minum apa? Haus banget nih gwa" gwa ngerasain tenggorokan gwa kering banget.
"Jiah, emangnya ini mobil piknik, sedia aer minum sama makanan. Udah beli aja tuh diwarung" Niga menunjuk ke arah warung yang ada diluar pelataran parkir.
Kita berdua melangkahkan kaki menuju warung yang posisinya nempel pada pager dari pelataran parkir yang udah dipenuhin aneka rupa mobil. Gwa beli sebotol air mineral dingin dan langsung menenggaknya, mengusir rasa haus ditenggorokan gwa. Lalu sisanya gwa pake buat ngebasuh muka gwa yang pastinya udah lecek banget gara2 ketiduran tadi. Gokil, dalem semalem gwa sukses ketiduran 2 x.
"Muke lo kusut bener Ky? Kayaknya lagi galau nih?" tegur Niga setelah kita dari warung.
"Ahahahaha, masa' sih? Bawaan baru bangun tidur kali, makanya kusut muka gwa" bohong gwa sambil mengeringkan muka gwa dengan handuk kecil selalu gwa selipin dikantong belakang celana jeans gwa.
"Apa jangan2 abis 'badai' lo" Niga mulai menebak2.
"Bentar2, gantengin mata dulu nih gwa" gwa berhenti dan meneteskan obat mata pada kedua mata gwa. Ini juga tools wajib yang selalu nyelip di kantung kecil jeans gwa.

"Kayaknya sejak lo ngilang dan nga pernah nge-gym lagi sama kita2, badan lo makin abis aja Ky. Curiga deh gwa" Niga melanjutkan tebak2annya.
"Ck, gwa sibuk ngurusin kuliah gwa yang kagak beres2 Nig, makanya sampe abis badan gwa mikirinnya" elak gwa sambil nyalain sebatang rokok dan menawarkan padanya.
"Makanya jangan dipikirinlah, dijalanin aja kali" Niga sok menasehati lalu merangkul bahu gwa. Buset, satu tangannya aja gelendotin bahu gwa udah berasa berat banget sob!

"Iya Nig, mau gwa juga gitu sih. Jalanin aja. Btw, gendong gwa dong, kayaknya ini tangga makin hari makin tinggi aja deh" gwa menatap tangga yang ada didepan, kaki gwa berasa males banget buat menapak kesitu.
"Hadeuh, males bener sih lo jadi laki? Macem ibu2 hamil aja nga kuat nanjakin tangga?" omel Niga.
Tapi walaupun ngomel2 kayak gitu, abis itu dia ngambil ancang2 buat gendong gwa dipunggungnya. Ahahahaha, gwa tahu banget lo emang temen gwa yang paling baek hati Nig. Lagian percuma aja badan lo segede2 gaban kayak gitu, tapi nga kuat ngangkat badan gwa yang kurus kering ini. Sejenak gwa menikmati kemesraan ini ketika meniti anak2 tangga menuju keatas ditemani tatapan2 aneh orang2 disekitar kita. Bodo2 amat, yang penting gwa nga ngos2an sampe disini.

"Buset Nig, rame bener yang pade ngantri. Kirain gwa ini tempat udah almarhum, ternyata makin eksis aja yak?" kata gwa sambil ngeliat antrian panjang nga jauh setelah kita belok kiri dari ujung tangga tadi.
"Mangkenye, kelamaan hidup di goa sih lo, jadi ketinggalan kereta deh."
"Hehehehehehe. Eh, kita nga ikutan ngantri nih? Ntar diomelin lho..." gwa nga nerusin omongan gwa, karena tangan gwa keburu disentak sama Niga dan ditarik untuk melewati barisan antrian.
"Udah, nga usah banyak nanya deh lo. Lagian udah nga jaman pake ngantri2 segala"
Gwa berasa udah kayak anak kecil diseret2 sama si Niga, ngelewatin antrian yang lumayan panjang ini. Didepan pintu yang dijaga sama security yang badannya 11 12 sama Niga, menyambut dengan senyuman yang paling ramah dan akrab pada kita berdua. Gwa nga tahu temen gwa ngomong apaan sama itu security, tahu2 kita udah masuk kedalam tanpa perlu ikutan ngantri. Lalu kita naek tangga sedikit yang menuju ke main area club tersebut. Begitu nyampe seketika kuping gwa langsung dihajar oleh alunan musik yang begitu menghentak2. Sumprit, rame bener ini tempat!
Nga nyangka juga ini tempat masih eksis banget. Dulu, waktu baru2 buka ini tempat emang jadi pilihan utama para partygoers di kota ini. Gwa sempet juga ngerasain seru2an disini ketika nemenin Codot yang lagi liburan dari kuliahnya. Dan sebagaimana bisnis hiburan satu ini di kota ini, macam jamur dimusim hujan, nga bertahan lama. Tapi bar ini tetep tertahan ditengah persaingan yang begitu keras didunia hiburan di kota ini. Gwa bisa ngeliat dari crowded-nya para pengunjung disini, bahkan kegilaannya semakin nambah kayaknya.

Gwa bisa lihat cewek2 dengan dandanan yang bikin otak cowok paling normalpun bakal jadi ngeres, udah pada naek2 ke meja bar, meliuk2kan tubuhnya dengan semena2. Mereka udah terhipnotis oleh alunan musik menghentak2 yang dimainkan oleh DJ dari balik turntable-nya dan semakin menggila oleh minuman2 beralkohol yang mereka pegangin erat2 ditangannya. Yup, alkohol dan musik yang menghentak2 bener2 satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan di dunia gemerlap kayak gini. Dan hebatnya, kalo ditempat macem gini, biar gimanapun gilanya cewek2 itu beraksi nga ada satu cowokpun yang berani nekad macem2 disitu. Coba2 aja lo nekad, kalo nga pada akhirnya cuma akan mempermalukan diri lo sendiri.

"Eh, tuh mereka pada disitu. Yuk, kita kesono" Niga menarik gwa melewati kerumunan orang2 disitu.
Gwa lihat Don sama Dave udah asyik duduk2 di sofa2 kecil yang tertata dengan meja kecil. Disitu udah tersedia sebotol minuman berikut gelas2 cocktail. Ternyata disitu udah gabung 3 cewek bersama mereka, yang entah temen2 mereka atau emang boleh kenalan disana. Gwa lihat Don sama Dave udah duduk dempet2an aja sama ceweknya masing2, mungkin karena sofanya yang sempit kali ya makanya posisi duduknya kayak gitu.
Dan gwa sebelum rebutan sama Niga, buru2 duduk disebelah cewek yang cuma sendirian itu. 
"Wah, si Lucky, eike kirain yey pingsan beneran. Nih, kenalin dulu temen2 gwa" tegur Dave yang duduknya emang pas sebelah2an sama gwa. Tapi sumpah, biar gaya ngomongnya kayak gitu, si Dave cowok normal kok.

Lalu gwa saling memperkenalkan diri pada ketiga cewek tersebut. Basa-basi ajalah sebenernya. Karena biar sambil teriak2pun, kita nga bakal bisa dengerin dengan jelas nama2 yang mereka sebutin. Lagian kalo kenalan ditempat seperti gini, kayaknya hukum shakespeare lebih berlaku, 'apalah arti sebuah nama'. Kecuali kalo setelah ini bisa berlanjut ke 'hal-hal' yang lebih, mungkin barulah nama itu diperluin, ahahahahahaha.

Gwa mulai nuangin minuman kegelas dan menengaknya. Hmmm, galau2 kayak gini emang cocok juga dilampiaskan disini. Sejenak gwa bisa ngebuang jauh2 kesumpekan yang memenuhi dada dan kepala gwa, paling nga buat malem ini. Urusan gimana2nya besok ajalah dipikirin, otak gwa udah nga sanggup diajak mikir lagi. Gwa sempet nengok kearah Niga, dan gwa lihat dia have fun aja berdiri sendiri sambil goyang2in badannya ditemenin segelas minumannya. Kayaknya dia nga terlalu ngambil pusing kalo nga kebagian jatah cewek malem ini.

"Hai" sapa gwa membuka percakapan pada cewek disebelah gwa. Tubuhnya terlalu langsing menurut gwa dengan wajah tirusnya yang nampak cocok dengan rambut pendeknya itu.
"Hai juga. Lo temen2 rumahnya Don juga ya?" tanyanya yang menanggapi basa-basi gwa.
"Yup, kalo lo temennya Don juga?" gwa bales tanya.
"Nga juga sih. Gwa temennya Candy" cewek itu nunjuk kearah cewek yang duduk disebelah Don.
"Oohh, gitu ya" sahut gwa, yang tiba kehabisan bahan obrolan.
"Eh, lo capek nga sih kalo tiap malem kayak gini mulu?" tahu2 dia ngebuka obrolan lagi.
"Capek? Maksud lo apaan ya? Perasaan, gwa baru malem ini kesini deh" tanya gwa agak2 bingung.
"Maksud gwa gini lho. Lo berasa capek nga sih, ngeluarin duit buat clubbing kayak gini? Pastinya khan lo butuh biaya buat kesini, entah itu untuk masuknya atau beli minuman disini?" cewek itu nyerocos.
"Waduh nga tau deh gwa. Lagian khan gwa dugem nga tiap hari juga sih" gwa garuk2 kepala, makin nga ngerti sama arah pembicaraan cewek disebelah gwa ini.
"Tapi lo pasti mau khan, kalo tiap clubbing lo nga musti pusing mikirin biayanya? Lo bisa puas beli minuman apa aja disini? Lo bisa pindah ke club2 yang lo sukain tiap malemnya tanpa pusing mikirin duitnya. Ya khan?" cewek itu menatap gwa sambil tersenyum penuh arti.
"Ya boleh juga sih kalo kayak gitu" sumpah, makin nga paham gwa nih!

"Nah, kalo gitu gwa ada solusinya." cewek itu ngambil sesuatu dari dalam tasnya dan ngeluarin sebuah brosur dari situ, "Ini gwa ada bisnis yang menjanjikan buat lo, yang bisa menuhin kebutuhan buat clubbing bahkan buat kebutuhan sehari2 lo. Dan lo nga musti ngejualin produk, lo cukup nyetorin sekian juta, bla bla bla bla....."
Awalnya gwa masih bolot sama yang diocehin oleh cewek disebelah gwa ini. Tapi begitu sadar, ternyata gwa lagi diprospek buat MLM. Wanjrit, ditempat kayak gini, dengan lampu2 yang remang2 dan suara musik yang cumiakan telinga, cewek ini sempet2nya prospekin gwa. Tiba2 aja gwa ngerasa diri gwa kayak di film2 gitu, dengan wajah yang shock abis tapi perlahan2 background dibelakang gwa mulai menjauh dan suara2 disekitar gwa seolah lenyap entah kemana. Hening sehening-heningnya.
Iya, tiba2 aja gwa nga ngedengerin suara cewek itu lagi. Gwa cuma ngeliat dia komat-kamit tanpa suara. Dan anehnya gerakannya slo-mo gitu, begitu juga dengan orang2 disekitar gwa. Badan gwa mulai panas dingin, keringet mulai bercucuran membasahi muka gwa. Gwa nga tahu kapan ini bakal menyelesaikan ocehannya. Yang pasti gwa udah nga tahan lagi, gwa pengen cepet2 ngilang dari samping cewek ini. Udah gitu gwa lihat temen2 gwa kayaknya pada cuek aja sama gwa, mereka seolah2 nga pengen tahu dengan penderitaan yang lagi gwa jalanin saat ini.
"Jadi gimana? Kira2 lo tertarik nga sama bisnis yang gwa tawarin ini?" akhirnya cewek ini menyudahi ocehan panjang lebarnya.
"Eh... errr.... bentar ya, gwa mau ke toilet dulu. Beser gwa nih" gwa berakting seolah udah kebelet pipis banget, biar dia percaya dan membiarkan gwa pergi.
"Owh, udah kebelet ya? Ya udah, tapi nanti dilanjut lagi ya?"
Gwa cuma nganggukin kepala gwa, lalu tanpa nunggu lama lagi gwa langsung meluncur ke toilet. Ya ampun, mimpi apa ya gwa semalem, kok bisa apes bener nasib gwa malem ini. Mergokin Dinda selingkuh terus ketemu cewek yang prospekin MLM ditempat dugem. Apesssssssss!!!!
Keluar dari toilet gwa jadi bingung. Antara balik lagi ke tempat temen2 gwa tapi bakal lanjut di prospek atau gentayangan sendirian disini kayak orang bego? Ah, sudahlah, mending gwa nga usah balik lagi ke tempat temen2 gwa, toh entar juga bakal ketemu2 juga. Lagian seberapa besar sih ini tempat kalo dipikir2?. Lalu gwa memutuskan untuk pergi kearah bar, menjauh dari tempat temen2 gwa itu.
Gwa bener2 kehilangan selera malam itu. Seharusnya gwa bisa have fun dan ngelupain sejenak masalah gwa, ini justru nambah sumpek gara2 cewek MLM tadi. Di bar juga udah lumayan rame suasananya, terutama oleh cewek2 yang udah pada lupa diri joget2an diatas meja bar dan para penontonnya yang memenuhi bibir meja. Tapi gwa melihat masih ada spot kosong diujung meja bar dan gwa arahkan tujuan gwa kesana.
"Sob, jackdee-nya double yak. Eh, triple deh sekalian. Es-nya jangan banyak2 yah. Sekalian deh corona dinginnya satu" gwa teriak kepada bartender yang kebetulan ada didekat gwa.
"Buset, lau haus apa maruk sih?" si bartender sempet kedengeran ngoceh sambil nerima lembaran uang dari gwa.
Mau haus kek, mau maruk kek, gwa nga perduli! Pala gwa rasanya udah mau pecah malem ini. Begitu pesenan gwa nyampe, langsung gwa tenggak whisky campur es itu strike tanpa sisa. Biar pecah sekalian ini kepala.
Lalu gwa duduk2 sendirian kayak orang bego, sambil megangin corona dingin ini. Padahal dideket gwa ada pemandangan yang sangat menggiurkan mata, tapi gwa udah kehilangan selera.Sambil menikmati corona dingin ini, gwa melayangkan pandangan gwa pada kerumunan didepan mata gwa. Pada tubuh2 yang nga lelah2nya menggoyangkan badannya mengikuti irama musik yang menghentak2. Pada pasangan2 yang asyik masyuk tanpa perduli sekitarnya. Dan suasana pun semakin memanas ketika sang DJ meneriakkan jargon khas ditempat ini, 'WUZZUP **!!!' yang kemudian dibalas oleh teriakan2 histeris dari para pengunjung yang semakin memanas. Bener2 pecah banget suasana disini, sepecah kepala gwa.

Tiba2 diantara kerumunan orang2 yang memenuhi tempat ini, ketika mata gwa terpaku pada sosok seorang cowok...
Diubah oleh luckyismine 02-06-2014 21:00
sormin180 memberi reputasi
1
Kutip
Balas