TS
asuszenphone6
[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1
RULES ANDROID CORNER
Grup facebook resmi Z4
Grup facebook resmi Z5
Grup facebook resmi Z6
terjemahan//translation
Grup facebook resmi Z4
Grup facebook resmi Z5
Grup facebook resmi Z6
terjemahan//translation
Quote:
Quote:
Spoiler for ULASAN DARI KASKUSER:
Spoiler for :
BLUSUKANHARI
INI DAN DAPATKAN ZENFONE
INI DAN DAPATKAN ZENFONE
aksesoris
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2014/05/15/2604245_20140515080749.jpg)
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://dl.kaskus.id/i45.photobucket.com/albums/f71/bowbee/ZenfoneOfficialCase_zps909bd874.jpg)
http://www.kaskus.co.id/show_post/53...98b45ce/3891/-
Diubah oleh asuszenphone6 08-06-2014 16:22
0
1M
9.9K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Android
29.6KThread•18.2KAnggota
Tampilkan semua post
gonjezstt
#6985
Review Zeny 6 by gonjezstt
Assalamualaikum smua....
Dengan tidak bermaksud untuk repost dan menyinggung agan2 smua, berikut review ane.
ASUS ZENFONE 6
Untuk Kantoran dan Selfie
Diperkenalkan dalam acara Consumer Electronic Show (CES), Januari lalu, di Las Vegas, Amerika Serikat, Asus mengumumkan tiga seri smartphone baru yang diberi nama Zenfone 4, Zenfone 5, dan Zenfone 6. Ketiga Zenfone ini pun telah resmi diluncurkan di Indonesia sejak 15 April lalu.
Di antara ketiga seri ini, Zenfone 6 adalah yang termahal karena dibekali berbagai fitur ala smartphone premium. Bagaimanakah performa serta keunggulan smartphone ini? Berikut ulasannya.
Desain
Zenfone memiliki bentuk segi empat dengan sudut melingkar dan terdapat logo Asus pada bagian depan. Di bagian bawah, terdapat bezel logam—terinspirasi oleh desain Asus ZenBook, yang memiliki efek kilau cahaya yang berputar. Tepat di atasnya, terdapat tiga tombol sentuh kapasitif (back, home, serta recent app). Tidak seperti kebanyakan ponsel Andorid, tiga tombol sentuh kapasitif milik Zenfone ini tidak dapat menyala bila disentuh.
Beralih ke sisi belakang ponsel, terdapat lubang kamera serta lampu kilat ditemani logo Asus pada bagian atas dan lubang speaker yang berdekatan dengan logo Intel di bagian bawah ponsel. Meski berbahan plastik, back cover Zenfone tetap memberi kesan mewah dengan lapisan doff. Sayangnya, tombol power serta volume tidak menyatu dengan bodi ponsel. Hal itu membuat pengguna harus berhati-hati saat melepas cover belakang.
Display
Dengan layar sentuh kapasitif berukuran 6 inci dan menggunakan LCD berjenis in-plane switching (IPS), Zenfone 6 memiliki sudut pandang yang luas. Layar sentuhnya pun cukup responsif dan memberi pengalaman menggunakan ponsel kelas atas.
Resolusi layarnya yang 720 x 1.280 piksel dan dengan tingkat kerapatan 320 ppi, phablet ini mampu menghasilkan gambar jernih. Apabila pengguna merasa kurang pas dengan warna yang disuguhkan, Asus membekali Zenfone 6 dengan aplikasi Asus Splendid.
Dengan Splendid, pengguna dapat mengatur keseimbangan warna yang mencakup hue, temperature, dan saturation. Selain itu, Asus menyediakan pengaturan reading mode untuk membuat pengguna lebih nyaman ketika membaca.
Operating Sistem dan User Interface
Versi Android yang disematkan ke semua seri Zenfone ini adalah versi 4.3 (Jelly Bean) dan dapat di-upgrade ke versi 4.4 (KitKat). Hadir bersama rangkaian seri Zenfone ini, Asus sekaligus memperkenalkan tampilan antarmuka pengguna baru yang diberi nama ZenUI.
Big Screen Big Text
Home screen pada default menampilkan tiga halaman yang dapat ditambah hingga sembilan halaman. Masuk ke dalam menu, ZenUI menampilkan ikon-ikon yang baru dalam grid 4x4. Dengan grid 4x4, layar 6 inci terasa sesak karena tampilan ikon-ikon bisa dikatakan besar untuk usia produktif. Jarak antar ikon-ikon pun cukup renggang. Terlebih bila masuk ke dalam sub menu seperti Pengaturan/Settings, tampilan font/huruf-huruf sangat terbaca jelas. Dikarenakan font yang terlihat cukup besar. Untuk usia 50 tahunan pun masih dapat membaca dengan jelas.
Benchmark score
Untuk hasil pengujian kinerja pada aplikasi Antutu Benchamark, Zenfone 6 berhasil meraih skor 21236. Menempatkan posisinya di bawah HTC One dan selisih dikit dengan Samsung Galaxy Note2 yang berada di bawahnya.
Hasil yang fantastis pun didapat ketika diukur dengan menggunakan Quadrant Standard. Skor 10812 yang diperoleh Zenfone 6 jauh meninggalkan HTC One X dan menempatkan Zenfone pada posisi atas.
Untuk mengukur kinerja grafis menggunakan aplikasi NenaMark2, Zenfone 6 berhasil meraih angka 60,1 fps. Beda tipis hasilnya dengan aplikasi Epic Citadel, 58,7 fps.
Hardware (CPU-GPU-RAM)
Dari sisi dapur pacunya, Zenfone 6 ditenagai dengan prosesor dual core Intel Atom Z2580 dengan clock speed 2.00 Ghz berteknologi Hyper-threading. Prosesor ini memiliki dua inti yang membawa performa setara empat inti. Dengan kata lain performa prosesor ini sebanding dengan prosesor empat inti dari pabrikan prosesor lain.
RAM 1 Gb yang disematkan cukup membuat kinerja multi tasking berjalan lancar. Untuk kapasitas penyimpanannya, Asus memberikan memori internal sebesar 8 Gb yang dapat digunakan sebesar 5 Gb dan dapat diekspansi hingga 64 Gb melalui MicroSD. Bila masih kurang, pengguna dapat memanfaatkan layanan penyimpanan awan (cloud storage) antara lain: Google Drive, Asus Webstorage, Dropbox, dan SkyDrive.
Untuk urusan grafis, PowerVR SGX 544MP keluaran Imagination Technologies menjadi andalan seri Zenfone ini. Namun, menjadi andalan bukan berarti GPU (graphic processing unit) ini handal dalam menjalankan tugasnya. Terbukti saat memainkan permainan arcade, Asphalt 8 Airbone, masih terasa lag dan kurang smooth.
Entah siapa yang harus bertanggung jawab untuk urusan game pada seri Zenfone ini, prosesor, kartu grafis, atau bahkan RAM, pastinya, masih kurang memuaskan untuk para penikmat game. Dan yang agak menyebalkan, pada Zenfone 6 ini adalah proses instalasi aplikasi yang diunduh dari Play Store. Meski sudah dilakukan pengaturan untuk menginstal aplikasi pada penyimpanan eksternal (MicroSD), namun masih saja aplikasi serta data-datanya masuk ke dalam internal storage. Membuat sesak dan tidak nyaman dalam ber-gadget ria. Tapi, untuk urusan kantoran, nampaknya tidak banyak kendala.
Baterai
Dengan kapasitas baterai 3300 mAh Li-Po, hasil yang didapat ternyata jauh dari ekspektasinya. Entah kenapa baterai zenfone 6 ini terasa boros. Untuk pemakaian normal saja baterai cepat berkurang. Terlebih bila pemakaiannya yang membutuhkan daya banyak seperti nge-game. Yang lebih cepat panas di bagian belakang sekitar kamera.
Konektivitas
Berkat teknologi DC-HSPA+ yang diadopsinya, internetan terasa kencang. Melebihi kecepatan pada smartphone lain. Dan menariknya, kedua sim mendukung jalur data 3G. Tidak seperti smartphone android dual sim pada umumnya yang hanya mendukung satu jalur data 3G, yaitu sim 1.
Selain kecepatan berselancar di dunia maya dan mengunduh file, untuk bernavigasi, lock GPS (global positioning system) pun lebih cepat. Karena telah didukung dengan dua teknologi, GPS besutan Amerika dan GLONASS (global navigation satellite system) buatan Rusia.
Kamera
Di sektor fotografi, kamera Zenfone 6 lumayan canggih. Selain memperkenalkan UI baru --ZenUI-- Asus juga memperkenalkan teknologi Pixel Master. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan sensitifitas sensor dalam menangkap cahaya dan mengurangi noise yang terdapat dalam mode "low light".
Ketika diuji dalam keadaan minim cahaya, kamera mampu menghasilkan gambar yang jelas dan sedikit noise. Namun hanya sebatas 2 atau 3 mega pixel saja. Anehnya, ketika pengujian dilakukan menggunakan flash pada mode auto di dalam ruangan, hasilnya sangat gelap alias blank.
Audio
Di bagian ini pengguna tidak dapat berharap banyak dari Zenfone 6. Kualitas standar dan minim fitur. Dengan atau tanpa earset sekalipun tak jauh beda hasilnya. Tidak ditemukan equalizer untuk pengaturan jenis suara.
Fitur tambahan
1. Do It Later
2. Power Saver
3. Super Note
4. WebStorage
5. Splendid
Kelebihan
- Layar besar
- Kamera handal
- Gorilla glass
- Android v.4.3 Jelly Bean (upgradable v.4.4.2 KitKat)
- Layar sentuh responsif
- Gloves touch
- Tambahan cloud storage
- Dual sim (keduanya mendukung jalur 3G)
- Koneksi cepat
- Harga relatif terjangkau
Kekurangan
- Baterai cepat panas dan boros
- Aplikasi serta datanya yang diinstal dari play store secara default masuk ke dalam internal storage meski sudah ditentukan untuk masuk ke eksternal.
- Belum mampu memainkan game HD
- Belum ada fitur NFC
Konklusi
Menyasar segmen kelas menengah, nampaknya Asus serius merangkul konsumen dengan smartphone berfitur ala smartphone flaghsip merk ternama. Strategi 'merusak harga pasaran' sepertinya cocok dilekatkan pada seri zenfone ini.
Tapi sayang, ketersediaan smartphone ini di pasaran sangat langka. Padahal, masih banyak pengguna yang ingin dan belum memilikinya. Apapun strateginya, Asus harus siap kehilangan calon konsumen kelas menengah.
Note: untuk gambarnya, satu persatu ya...
sabar... Da
tul
san ini udah dimuat di salah satu media ce
ak nasional pada pertengahan Mei lalu.
b
ck cover. Hati-hati melepasnya ya..
skor antutu... (2 kali test, skornya 20rban)
inside back cover
boot
ng
tan
an kiri ane

untuk gambar lainnya, menyusul.
Dengan tidak bermaksud untuk repost dan menyinggung agan2 smua, berikut review ane.
ASUS ZENFONE 6
Untuk Kantoran dan Selfie
Diperkenalkan dalam acara Consumer Electronic Show (CES), Januari lalu, di Las Vegas, Amerika Serikat, Asus mengumumkan tiga seri smartphone baru yang diberi nama Zenfone 4, Zenfone 5, dan Zenfone 6. Ketiga Zenfone ini pun telah resmi diluncurkan di Indonesia sejak 15 April lalu.
Di antara ketiga seri ini, Zenfone 6 adalah yang termahal karena dibekali berbagai fitur ala smartphone premium. Bagaimanakah performa serta keunggulan smartphone ini? Berikut ulasannya.
Desain
Zenfone memiliki bentuk segi empat dengan sudut melingkar dan terdapat logo Asus pada bagian depan. Di bagian bawah, terdapat bezel logam—terinspirasi oleh desain Asus ZenBook, yang memiliki efek kilau cahaya yang berputar. Tepat di atasnya, terdapat tiga tombol sentuh kapasitif (back, home, serta recent app). Tidak seperti kebanyakan ponsel Andorid, tiga tombol sentuh kapasitif milik Zenfone ini tidak dapat menyala bila disentuh.
Beralih ke sisi belakang ponsel, terdapat lubang kamera serta lampu kilat ditemani logo Asus pada bagian atas dan lubang speaker yang berdekatan dengan logo Intel di bagian bawah ponsel. Meski berbahan plastik, back cover Zenfone tetap memberi kesan mewah dengan lapisan doff. Sayangnya, tombol power serta volume tidak menyatu dengan bodi ponsel. Hal itu membuat pengguna harus berhati-hati saat melepas cover belakang.
Display
Dengan layar sentuh kapasitif berukuran 6 inci dan menggunakan LCD berjenis in-plane switching (IPS), Zenfone 6 memiliki sudut pandang yang luas. Layar sentuhnya pun cukup responsif dan memberi pengalaman menggunakan ponsel kelas atas.
Resolusi layarnya yang 720 x 1.280 piksel dan dengan tingkat kerapatan 320 ppi, phablet ini mampu menghasilkan gambar jernih. Apabila pengguna merasa kurang pas dengan warna yang disuguhkan, Asus membekali Zenfone 6 dengan aplikasi Asus Splendid.
Dengan Splendid, pengguna dapat mengatur keseimbangan warna yang mencakup hue, temperature, dan saturation. Selain itu, Asus menyediakan pengaturan reading mode untuk membuat pengguna lebih nyaman ketika membaca.
Operating Sistem dan User Interface
Versi Android yang disematkan ke semua seri Zenfone ini adalah versi 4.3 (Jelly Bean) dan dapat di-upgrade ke versi 4.4 (KitKat). Hadir bersama rangkaian seri Zenfone ini, Asus sekaligus memperkenalkan tampilan antarmuka pengguna baru yang diberi nama ZenUI.
Big Screen Big Text
Home screen pada default menampilkan tiga halaman yang dapat ditambah hingga sembilan halaman. Masuk ke dalam menu, ZenUI menampilkan ikon-ikon yang baru dalam grid 4x4. Dengan grid 4x4, layar 6 inci terasa sesak karena tampilan ikon-ikon bisa dikatakan besar untuk usia produktif. Jarak antar ikon-ikon pun cukup renggang. Terlebih bila masuk ke dalam sub menu seperti Pengaturan/Settings, tampilan font/huruf-huruf sangat terbaca jelas. Dikarenakan font yang terlihat cukup besar. Untuk usia 50 tahunan pun masih dapat membaca dengan jelas.
Benchmark score
Untuk hasil pengujian kinerja pada aplikasi Antutu Benchamark, Zenfone 6 berhasil meraih skor 21236. Menempatkan posisinya di bawah HTC One dan selisih dikit dengan Samsung Galaxy Note2 yang berada di bawahnya.
Hasil yang fantastis pun didapat ketika diukur dengan menggunakan Quadrant Standard. Skor 10812 yang diperoleh Zenfone 6 jauh meninggalkan HTC One X dan menempatkan Zenfone pada posisi atas.
Untuk mengukur kinerja grafis menggunakan aplikasi NenaMark2, Zenfone 6 berhasil meraih angka 60,1 fps. Beda tipis hasilnya dengan aplikasi Epic Citadel, 58,7 fps.
Hardware (CPU-GPU-RAM)
Dari sisi dapur pacunya, Zenfone 6 ditenagai dengan prosesor dual core Intel Atom Z2580 dengan clock speed 2.00 Ghz berteknologi Hyper-threading. Prosesor ini memiliki dua inti yang membawa performa setara empat inti. Dengan kata lain performa prosesor ini sebanding dengan prosesor empat inti dari pabrikan prosesor lain.
RAM 1 Gb yang disematkan cukup membuat kinerja multi tasking berjalan lancar. Untuk kapasitas penyimpanannya, Asus memberikan memori internal sebesar 8 Gb yang dapat digunakan sebesar 5 Gb dan dapat diekspansi hingga 64 Gb melalui MicroSD. Bila masih kurang, pengguna dapat memanfaatkan layanan penyimpanan awan (cloud storage) antara lain: Google Drive, Asus Webstorage, Dropbox, dan SkyDrive.
Untuk urusan grafis, PowerVR SGX 544MP keluaran Imagination Technologies menjadi andalan seri Zenfone ini. Namun, menjadi andalan bukan berarti GPU (graphic processing unit) ini handal dalam menjalankan tugasnya. Terbukti saat memainkan permainan arcade, Asphalt 8 Airbone, masih terasa lag dan kurang smooth.
Entah siapa yang harus bertanggung jawab untuk urusan game pada seri Zenfone ini, prosesor, kartu grafis, atau bahkan RAM, pastinya, masih kurang memuaskan untuk para penikmat game. Dan yang agak menyebalkan, pada Zenfone 6 ini adalah proses instalasi aplikasi yang diunduh dari Play Store. Meski sudah dilakukan pengaturan untuk menginstal aplikasi pada penyimpanan eksternal (MicroSD), namun masih saja aplikasi serta data-datanya masuk ke dalam internal storage. Membuat sesak dan tidak nyaman dalam ber-gadget ria. Tapi, untuk urusan kantoran, nampaknya tidak banyak kendala.
Baterai
Dengan kapasitas baterai 3300 mAh Li-Po, hasil yang didapat ternyata jauh dari ekspektasinya. Entah kenapa baterai zenfone 6 ini terasa boros. Untuk pemakaian normal saja baterai cepat berkurang. Terlebih bila pemakaiannya yang membutuhkan daya banyak seperti nge-game. Yang lebih cepat panas di bagian belakang sekitar kamera.
Konektivitas
Berkat teknologi DC-HSPA+ yang diadopsinya, internetan terasa kencang. Melebihi kecepatan pada smartphone lain. Dan menariknya, kedua sim mendukung jalur data 3G. Tidak seperti smartphone android dual sim pada umumnya yang hanya mendukung satu jalur data 3G, yaitu sim 1.
Selain kecepatan berselancar di dunia maya dan mengunduh file, untuk bernavigasi, lock GPS (global positioning system) pun lebih cepat. Karena telah didukung dengan dua teknologi, GPS besutan Amerika dan GLONASS (global navigation satellite system) buatan Rusia.
Kamera
Di sektor fotografi, kamera Zenfone 6 lumayan canggih. Selain memperkenalkan UI baru --ZenUI-- Asus juga memperkenalkan teknologi Pixel Master. Teknologi ini diklaim mampu meningkatkan sensitifitas sensor dalam menangkap cahaya dan mengurangi noise yang terdapat dalam mode "low light".
Ketika diuji dalam keadaan minim cahaya, kamera mampu menghasilkan gambar yang jelas dan sedikit noise. Namun hanya sebatas 2 atau 3 mega pixel saja. Anehnya, ketika pengujian dilakukan menggunakan flash pada mode auto di dalam ruangan, hasilnya sangat gelap alias blank.
Audio
Di bagian ini pengguna tidak dapat berharap banyak dari Zenfone 6. Kualitas standar dan minim fitur. Dengan atau tanpa earset sekalipun tak jauh beda hasilnya. Tidak ditemukan equalizer untuk pengaturan jenis suara.
Fitur tambahan
1. Do It Later
2. Power Saver
3. Super Note
4. WebStorage
5. Splendid
Kelebihan
- Layar besar
- Kamera handal
- Gorilla glass
- Android v.4.3 Jelly Bean (upgradable v.4.4.2 KitKat)
- Layar sentuh responsif
- Gloves touch
- Tambahan cloud storage
- Dual sim (keduanya mendukung jalur 3G)
- Koneksi cepat
- Harga relatif terjangkau
Kekurangan
- Baterai cepat panas dan boros
- Aplikasi serta datanya yang diinstal dari play store secara default masuk ke dalam internal storage meski sudah ditentukan untuk masuk ke eksternal.
- Belum mampu memainkan game HD
- Belum ada fitur NFC
Konklusi
Menyasar segmen kelas menengah, nampaknya Asus serius merangkul konsumen dengan smartphone berfitur ala smartphone flaghsip merk ternama. Strategi 'merusak harga pasaran' sepertinya cocok dilekatkan pada seri zenfone ini.
Tapi sayang, ketersediaan smartphone ini di pasaran sangat langka. Padahal, masih banyak pengguna yang ingin dan belum memilikinya. Apapun strateginya, Asus harus siap kehilangan calon konsumen kelas menengah.
Note: untuk gambarnya, satu persatu ya...
sabar... Da
tul
san ini udah dimuat di salah satu media ce
ak nasional pada pertengahan Mei lalu.b
ck cover. Hati-hati melepasnya ya..skor antutu... (2 kali test, skornya 20rban)
inside back cover
boot
ngtan
an kiri ane
untuk gambar lainnya, menyusul.
0
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://s.kaskus.id/r720x720/images/2014/06/04/586095_20140604015006.jpg)
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://dl.kaskus.id/scontent-b-sin.xx.fbcdn.net/hphotos-xpf1/t1.0-9/q71/s720x720/10363494_797368813607873_3335482955152335183_n.jpg)
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://dl.kaskus.id/scontent-b.xx.fbcdn.net/hphotos-xpf1/t31.0-8/10359070_10204010828016932_2974819384192573733_o.jpg)
ya kembalikan zfnya ganti dengan spesifikasi yg tertinggi![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://dl.kaskus.id/scontent-a.xx.fbcdn.net/hphotos-xfa1/t1.0-0/10366180_10201021532219062_8200932767414111279_n.jpg)
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2014/05/05/6296425_20140505055145.jpg)
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2014/05/30/6296425_20140530034635.png)
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2014/05/16/6296425_20140516041021.jpg)
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2014/05/29/6296425_20140529124617.jpg)
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2014/06/03/6861838_20140603122330.gif)
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2014/05/09/6296425_20140509024308.png)
![[Waiting Lounge] ASUS Zenfone 4/5/6 | ZenUI - The Simpler The Better - Part 1](https://s.kaskus.id/images/2014/03/13/2521672_20140313091535.jpg)