- Beranda
- Stories from the Heart
Stories from the Hospital
...
TS
chika10
Stories from the Hospital
Wooow Thread ini sudah memiliki lebih dari 10.000 viewers.
Kalo kamu suka cerita ini, bantu rate dan share juga ya
Kalo kamu suka cerita ini, bantu rate dan share juga ya

Quote:
Ceritanya ane sekarang lagi di Rumah sakit.
Yap, ane yang sakit. Ane awalnya sakit typus terus minum obat dari dokter dan.. *loh kok jadi curcol-.- Gak, ane gak mau cerita tentang sakit ane.
Yang ane mau ceritain kejadian yang terjadi selama ane dirawat disini, rada sedikit horror sih gan.
fyi ajah, ane udah hampir seminggu di Rumah sakit ini.
Langsung ajah yaah gansis beberapa cerita based on true story nya
Yap, ane yang sakit. Ane awalnya sakit typus terus minum obat dari dokter dan.. *loh kok jadi curcol-.- Gak, ane gak mau cerita tentang sakit ane.
Yang ane mau ceritain kejadian yang terjadi selama ane dirawat disini, rada sedikit horror sih gan.
fyi ajah, ane udah hampir seminggu di Rumah sakit ini.
Langsung ajah yaah gansis beberapa cerita based on true story nya
Quote:
Ada kabar gembira untuk kita semua gansis, Ane udah keluar dari Rumah Sakit, udah ada sebulan yang lalu sih
*abaikan*
*abaikan* Oh iya, buat yang baru mampir dan males baca per page untuk cari Part ceritanya, bisa klik yang biru-biru dibawah ini yang merupakan single post masing-masing Part (semacam index gitudeh)

Spoiler for Happy Reading:


Eits sebelum menuju Part I Ane mau kenalin Artis-artis yang ada di STFH (Story From The Hospital, ciyee kompak banget ama sub forumnya
plus karakternya..
plus karakternya..
Spoiler for Check it out ::
Quote:
1. Chika, adalah tokoh utama dalam cerita ini, karakternya bawel, jayus, iseng, suka bercanda, suka bola, nyoret2 belakang buku tulis sama ketularan 3 sahabtanya jadi suka gambar2 anime dan kalian simpulkan sendiri deh 
2. Mama, adalah Ibu dari Chika, karakternya sama kayak emak-emak pada umumnya
3. Bunga, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta kucing dan anime, karakternya sama seperti Chika sih
4. Kenanga, adalah sahabat dari Chika, si Bunga ini gak indigo tapi sama-sama pecinta audy dan juga anime. Karakternya mirip sama Cinta
3.Mawar, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta anime dan penyuka gothik karakternya paling dewasa dari antara Cinta, Melati dan juga Bunga
4. Melati, adalah teman baik Chika, Paling sering dapet julukan 'emak' karena sangat dewasa dan mengayomi temen-temennya, indigo dan suka banget warna ungu
5. Adik, adalah adik Chika (tokoh utama), sama seperti adik-adik lainnya but dia ini paling nurut kalau disuruh-suruh kakanya, tingkat nyebelinnya sama dengan adik-adik pada umumnya
6. Casilas, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Chika dan kini menjadi mantan kesayangannya
Dia ini seperti cowok pada umumnya, romantis dan juga wangi.
7. Ken, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Mawar, dia mirip banget sama Afgan, masalah karakter sama aja kaya cowok lainnya, suka banget sama Anime, like Mawar
8. Ramzi, adalah pacar Melati, cowok rumahan lebay yang hobi banget main marawis sama kayak Casilas, Lebay nya klimaks banget, like Melati
9. Bang Rustam, adalah Pelatih futsal di Sekolah SMA nya Cinta
10. Kak Fikri, Kak Onet, Kak Izal, Kak Arel, Kak Vivi, mereka adalah kakak kelas atau seniornya Cinta
11. Pak Kadir, adalah Penjaga sekolah Cinta.
12. Suster&Dokter Rumah Sakit, adalah pemain figuran yang merawat Chika saat dia di Rumah Sakit.
13. Kunti, Pocong, Genderuwo, Dedemit-dedemit lainnya, adalah artis utama yang menjadi biang kerok tertulis nya cerita ini


2. Mama, adalah Ibu dari Chika, karakternya sama kayak emak-emak pada umumnya

3. Bunga, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta kucing dan anime, karakternya sama seperti Chika sih

4. Kenanga, adalah sahabat dari Chika, si Bunga ini gak indigo tapi sama-sama pecinta audy dan juga anime. Karakternya mirip sama Cinta

3.Mawar, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta anime dan penyuka gothik karakternya paling dewasa dari antara Cinta, Melati dan juga Bunga

4. Melati, adalah teman baik Chika, Paling sering dapet julukan 'emak' karena sangat dewasa dan mengayomi temen-temennya, indigo dan suka banget warna ungu

5. Adik, adalah adik Chika (tokoh utama), sama seperti adik-adik lainnya but dia ini paling nurut kalau disuruh-suruh kakanya, tingkat nyebelinnya sama dengan adik-adik pada umumnya

6. Casilas, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Chika dan kini menjadi mantan kesayangannya
Dia ini seperti cowok pada umumnya, romantis dan juga wangi.7. Ken, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Mawar, dia mirip banget sama Afgan, masalah karakter sama aja kaya cowok lainnya, suka banget sama Anime, like Mawar

8. Ramzi, adalah pacar Melati, cowok rumahan lebay yang hobi banget main marawis sama kayak Casilas, Lebay nya klimaks banget, like Melati

9. Bang Rustam, adalah Pelatih futsal di Sekolah SMA nya Cinta

10. Kak Fikri, Kak Onet, Kak Izal, Kak Arel, Kak Vivi, mereka adalah kakak kelas atau seniornya Cinta

11. Pak Kadir, adalah Penjaga sekolah Cinta.
12. Suster&Dokter Rumah Sakit, adalah pemain figuran yang merawat Chika saat dia di Rumah Sakit.
13. Kunti, Pocong, Genderuwo, Dedemit-dedemit lainnya, adalah artis utama yang menjadi biang kerok tertulis nya cerita ini

Part I - Suster Kecil Itu..
Spoiler for Part I - Susuter Kecil Itu:
Quote:
Hari ini adalah hari kedua aku dirawat di Rumah sakit yang hanya berjarak beberapa puluh kilometer dari rumah. Malam ini aku tidur sendiri di dalam ruangan kelas II, dimana harusnya dalam ruangan itu berisi 3 pasien. 2 pasien yg terkena DBD sudah boleh pulang, tinggal lah aku sendirian diruangan itu dengan 2 tempat tidur kosong di kanan dan kiri ku.
Awalnya biasa saja, sore itu sekitar pukul 7.00 suster datang untuk mengganti botol impus yang sudah kosong sambil memberikan beberapa obat yang harus aku minum. Setelah minum obat dan perlengkapan ku terpenuhi, waktunya aku untuk tidur. Ibu, malaikat tak bersayap yang dikirim Tuhan untuk menjagaku pun sudah terlelap dikursi nya, mungkin karena posisi tidurku saat itu yg menyamping, membelakangi dirinya membuatnya berfikir bahwa anaknya sudah terlelap tidur.
Padahal aku masih terjaga, bahkan masih ngaskus, menjadi SR di beberapa HT dan thread lain. Oiya saat ini jam dihandphone ku sudah menujukkan pukul 23.00 malam.
Bosan dengan kaskus, sesekali aku berbalik balik badan, melihat lihat ibu yg tertidur sambil memutar bola mataku kesegala sisi ruangan kelas II yang makin lama makin terasa dingin.
Tiba-tiba ...
Astagfirullah'aladzimm aku melihat ada seorang/sesetan atau apalah namanya-.- suster pakai baju putih lusuh (padahal seragam suster di RS ini hijau, batinku) yang tidak jelas muka dan wajahnya sedang menulis, entah apa yang ditulisnya. Semakin mata ku mencoba melihatnya lebih tajam, wajah suster itu semakin tidak terlihat. Geradakan! Wajah penuh luka sobek dimana mana terlihat jelas saat aku berusaha melihatnya lebih menyelidik lagi.
Oh Tuhan, kenapa suster itu hanya setinggi gas yg seberat 12 kg..
Oh God, apa yang aku lihat barusan?
Suster jenis apakah ini?
Entah apa yg aku rasakan, sekujur tubuhku dan mataku beku layaknya ikan yang berhari-hari dan baru dikeluarkan dari freezer. Ingin aku teriak dan bangunin mama tapiii... mulut dan tangan ini terasa terkunci.
Saat aku ingin melempar handphone, benda satu2nya yg ada ditanganku, untuk memastikan apa yg ku lihat. Tiba-tiba dia hilang tanpa bekas bagai uap. Dan yg paling untung adalah, handphone ku ini tidak jadi aku lemparkan.
Badanku kembali normal, layaknya daging ikan ayam atau sapi yg baru dipotong dan masih merah. Kesadaranku telah kembali.
Aku teriak teriak! Nyokap kaget. Dia bangun dan mengira kalau anaknya yg unyu2 ini sedang mengiggau, dan dia menyuruh aku untuk tidur lagi.
Aku takut. Aku tidur tidak lagi dengan posisi terlentang dan mata berputar. Aku tidur menghadap samping, sambil memegangi tangan nyokap dan mencoba untuk meram sambil melupakan kejadian mengerikan yg baru saja aku lihat. Nyokap gak tau! Dia pikir pengaruh demam yg bikin gue mengiggau. Padahal malam itu aku takut, sangat takut~
to be continue..
Awalnya biasa saja, sore itu sekitar pukul 7.00 suster datang untuk mengganti botol impus yang sudah kosong sambil memberikan beberapa obat yang harus aku minum. Setelah minum obat dan perlengkapan ku terpenuhi, waktunya aku untuk tidur. Ibu, malaikat tak bersayap yang dikirim Tuhan untuk menjagaku pun sudah terlelap dikursi nya, mungkin karena posisi tidurku saat itu yg menyamping, membelakangi dirinya membuatnya berfikir bahwa anaknya sudah terlelap tidur.
Padahal aku masih terjaga, bahkan masih ngaskus, menjadi SR di beberapa HT dan thread lain. Oiya saat ini jam dihandphone ku sudah menujukkan pukul 23.00 malam.
Bosan dengan kaskus, sesekali aku berbalik balik badan, melihat lihat ibu yg tertidur sambil memutar bola mataku kesegala sisi ruangan kelas II yang makin lama makin terasa dingin.
Tiba-tiba ...
Astagfirullah'aladzimm aku melihat ada seorang/sesetan atau apalah namanya-.- suster pakai baju putih lusuh (padahal seragam suster di RS ini hijau, batinku) yang tidak jelas muka dan wajahnya sedang menulis, entah apa yang ditulisnya. Semakin mata ku mencoba melihatnya lebih tajam, wajah suster itu semakin tidak terlihat. Geradakan! Wajah penuh luka sobek dimana mana terlihat jelas saat aku berusaha melihatnya lebih menyelidik lagi.
Oh Tuhan, kenapa suster itu hanya setinggi gas yg seberat 12 kg..
Oh God, apa yang aku lihat barusan?
Suster jenis apakah ini?
Entah apa yg aku rasakan, sekujur tubuhku dan mataku beku layaknya ikan yang berhari-hari dan baru dikeluarkan dari freezer. Ingin aku teriak dan bangunin mama tapiii... mulut dan tangan ini terasa terkunci.
Saat aku ingin melempar handphone, benda satu2nya yg ada ditanganku, untuk memastikan apa yg ku lihat. Tiba-tiba dia hilang tanpa bekas bagai uap. Dan yg paling untung adalah, handphone ku ini tidak jadi aku lemparkan.
Badanku kembali normal, layaknya daging ikan ayam atau sapi yg baru dipotong dan masih merah. Kesadaranku telah kembali.
Aku teriak teriak! Nyokap kaget. Dia bangun dan mengira kalau anaknya yg unyu2 ini sedang mengiggau, dan dia menyuruh aku untuk tidur lagi.
Aku takut. Aku tidur tidak lagi dengan posisi terlentang dan mata berputar. Aku tidur menghadap samping, sambil memegangi tangan nyokap dan mencoba untuk meram sambil melupakan kejadian mengerikan yg baru saja aku lihat. Nyokap gak tau! Dia pikir pengaruh demam yg bikin gue mengiggau. Padahal malam itu aku takut, sangat takut~
to be continue..
Part II - Keesokan Harinya..
Part III - Filling Nyokap..
Part IV - Suara Dorongan Tempat Tidur dan Ketokan di Jendela..
Part V - Suara Panggilan Itu..
Part VI - My BFF dan Kisah SanLat..
Part Bonus - Little About My BFF
Part VII - Momen CUP dan ke 'seraman' nya..
Permohonan Maaf, Ane kena musibah gan~
Part VIII - SOTR & Ke 'seraman' nya
Part IX - SOTR dan Ke 'seraman' nya (Lanjutan)
Part X - Misteri Saat Seminar..
Part XI - Misteri Saat Seminar (Lanjutan)
Part XII - Wanita Bersimbah Darah di Toilet itu..
Part XIII - Mimpi Aneh Itu...
Part XIV - Malam Terakhir di Rumah Sakit
Part XV - Kaki-kaki itu...
Part XVI - Mimpi Aneh...
Part XVII - Peristiwa Malam Itu...
Part III - Filling Nyokap..
Part IV - Suara Dorongan Tempat Tidur dan Ketokan di Jendela..
Part V - Suara Panggilan Itu..
Part VI - My BFF dan Kisah SanLat..
Part Bonus - Little About My BFF
Part VII - Momen CUP dan ke 'seraman' nya..
Permohonan Maaf, Ane kena musibah gan~
Part VIII - SOTR & Ke 'seraman' nya
Part IX - SOTR dan Ke 'seraman' nya (Lanjutan)
Part X - Misteri Saat Seminar..
Part XI - Misteri Saat Seminar (Lanjutan)
Part XII - Wanita Bersimbah Darah di Toilet itu..
Part XIII - Mimpi Aneh Itu...
Part XIV - Malam Terakhir di Rumah Sakit
Part XV - Kaki-kaki itu...
Part XVI - Mimpi Aneh...
Part XVII - Peristiwa Malam Itu...
Still Waiting Yes 
And to be continued..

And to be continued..
Ada juga nih, Pengalaman dari Kaskusker yang Komeng.
Spoiler for Pengalaman Kaskusker yang Komeng:
Quote:
Original Posted By rondo.royal►Hiiiiii serem sist ceritanya ..
Ane dulu pernah diganggu seperti sist alami , tapi ane pas diwaktu tidur .jadi antara sadar dan tidak, tau kan maksudnya pokoknya gitu deh susah jelasinya .itu pipi ane dicolek sama anak kecil terus kayak disampingnya ada ibunya merhatiin ane ,terus ibunya bilang apa ane lupa ,,,,suasananya rame anak kecil padahal itu ane tidur digudang .
Kedua ane main dirumah saudara 2 hari ,pas malem pertama mau tidur itu antara sadar ato tidak ada yang pegang pengang kemaluan ane asli ane belom 100 persen tidur masih kerasa ada yang mainin itunya ane padahal kamar gak ada orang kecuali ane .
Kata guru ane kalo kita ditempat baru ,kita ijin sama penghuni situ semacam "permisi mau numpang tidur disini saya tidak akan mengganggu" setelah itu baca ayat kursi bagi yang muslim.
Maap sist jadi curcol
Ane dulu pernah diganggu seperti sist alami , tapi ane pas diwaktu tidur .jadi antara sadar dan tidak, tau kan maksudnya pokoknya gitu deh susah jelasinya .itu pipi ane dicolek sama anak kecil terus kayak disampingnya ada ibunya merhatiin ane ,terus ibunya bilang apa ane lupa ,,,,suasananya rame anak kecil padahal itu ane tidur digudang .
Kedua ane main dirumah saudara 2 hari ,pas malem pertama mau tidur itu antara sadar ato tidak ada yang pegang pengang kemaluan ane asli ane belom 100 persen tidur masih kerasa ada yang mainin itunya ane padahal kamar gak ada orang kecuali ane .
Kata guru ane kalo kita ditempat baru ,kita ijin sama penghuni situ semacam "permisi mau numpang tidur disini saya tidak akan mengganggu" setelah itu baca ayat kursi bagi yang muslim.
Maap sist jadi curcol
Quote:
Original Posted By arinda.dinda►ane juga pernah gan..
waktu itu ane lagi pulang sekolah, sampe di depan rumah pagernya di kunci(orang rumah lagi pergi)
akhirnya ane loncat pager. trus ane ngambil kunci di bawah keset buat buka pager sama pintu..
suasana dalem rumah mencekam bgt gan
ane sampe was was liat depan belakang samping kanan kiri
ane udah naroh tas, trus ane pengen ganti baju. pas pengen jalan ke lemari tiba tiba ada kain putih kayak terbang gan
ane langsung kaget. alhasil ane teriak2 gk jelas sambil lari ke luar rumah
tetangga depan rumah ane keluar.. trus dia nanya ane kenapa. trus ane ceritain semuanya.. akhirnya tetangga ane nganterin ane masuk dan ternyata itu mukena emak ane kena angin kipas gan

ane malu banget sama tetangga ane 
kesimpulan nya periksa dulu apa yg agan/sista lihat. jangan main kabur aja

waktu itu ane lagi pulang sekolah, sampe di depan rumah pagernya di kunci(orang rumah lagi pergi)
akhirnya ane loncat pager. trus ane ngambil kunci di bawah keset buat buka pager sama pintu..
suasana dalem rumah mencekam bgt gan
ane sampe was was liat depan belakang samping kanan kiriane udah naroh tas, trus ane pengen ganti baju. pas pengen jalan ke lemari tiba tiba ada kain putih kayak terbang gan
ane langsung kaget. alhasil ane teriak2 gk jelas sambil lari ke luar rumahtetangga depan rumah ane keluar.. trus dia nanya ane kenapa. trus ane ceritain semuanya.. akhirnya tetangga ane nganterin ane masuk dan ternyata itu mukena emak ane kena angin kipas gan

ane malu banget sama tetangga ane 
kesimpulan nya periksa dulu apa yg agan/sista lihat. jangan main kabur aja

Quote:
Original Posted By rondo.royal►
iya beneer ketindihan sist tapi orang2 biasanya gak bisa gerakin badan lama trus lepas ,lah ane
Ada yang ngajakin kenalan.. 4 pocong menampakkan diri dikamar bareng2.. Didatangi orang tinggi seragam kolonial belanda lengkap trus ngomong apa gitu lupa.. Digrepe2
ini pasti effect kegantengan ane
tapi tapi berarti ane korban pencabulan dong huuaaaa
iibuuuuk
eh kalo ikut suara itu makhluk ,dibawa muter2 kemana sist..
Cerita dong pengalaman sist tindihan ,bukan ditindih ya sist entar kayak cerita bokep
ya sist jangan sampe digrepe2 lah .. kemana coba ngadunya .. Masak ngadunya ke kak seto
iya beneer ketindihan sist tapi orang2 biasanya gak bisa gerakin badan lama trus lepas ,lah ane
Ada yang ngajakin kenalan.. 4 pocong menampakkan diri dikamar bareng2.. Didatangi orang tinggi seragam kolonial belanda lengkap trus ngomong apa gitu lupa.. Digrepe2
ini pasti effect kegantengan ane
tapi tapi berarti ane korban pencabulan dong huuaaaa
iibuuuuk eh kalo ikut suara itu makhluk ,dibawa muter2 kemana sist..
Cerita dong pengalaman sist tindihan ,bukan ditindih ya sist entar kayak cerita bokep

ya sist jangan sampe digrepe2 lah .. kemana coba ngadunya .. Masak ngadunya ke kak seto
Quote:
Original Posted By ejja.here►Wah ngeri sist
ane jg pernah ngalamin di rumah sakit dus**** di cimahi beuh serem sis galagi2 deh,
Apdet yah sis btw udh difollow twit nya siapa tau jodoh sis
ane jg pernah ngalamin di rumah sakit dus**** di cimahi beuh serem sis galagi2 deh, Apdet yah sis btw udh difollow twit nya siapa tau jodoh sis

Quote:
Original Posted By misterforget►hahahaha.. dulu pas SMP,, gw pernah sanlat 3 hari nginep di sekolah. Pas di hari terakhir juga banyak temen gw yang ngeliat Kuntilanak di lantai 3 sekolahan lagi duduk nyantai di balkon 

Quote:
Original Posted By meat.lovers►pengalaman lo serem amat chik.. 
cewe ane juga sensitif sama hal kaya gitu sist. pernah dapet bonus abis dari kebun teh di puncak di tempel 3 kunti
trus cewe ane jaman dulu kalo lagi nginep di kosan ane sering bgt tuh di gangguin sama hantu penunggu badan ane, badannya langsung pada biru gitu :capede. ane sih ga sensitif sama hal yang begituan, tapi kata temen ane yang indigo ada satu hantu perempuan yang nempel di ane dari jaman ane ngekos sampe sekarang, katanya suka trus mau jagain ane, kadang kalo ane lagi kesel sama cwe ane emosi ane suka di kuasain sama tuh hantu perempuan katanya.
ebusettt malah ane yang bikin cerita.. maap yak sist

lanjutt dahhhh

cewe ane juga sensitif sama hal kaya gitu sist. pernah dapet bonus abis dari kebun teh di puncak di tempel 3 kunti

trus cewe ane jaman dulu kalo lagi nginep di kosan ane sering bgt tuh di gangguin sama hantu penunggu badan ane, badannya langsung pada biru gitu :capede. ane sih ga sensitif sama hal yang begituan, tapi kata temen ane yang indigo ada satu hantu perempuan yang nempel di ane dari jaman ane ngekos sampe sekarang, katanya suka trus mau jagain ane, kadang kalo ane lagi kesel sama cwe ane emosi ane suka di kuasain sama tuh hantu perempuan katanya.
ebusettt malah ane yang bikin cerita.. maap yak sist

lanjutt dahhhh

Quote:
Original Posted By semelohee►bantu rate sist,
dan tetep setia nungguin update nya,
klo ane jg pnya sist mcam githu cuma g peka" amat,
pekanya baca sifat karakter seseorang lewat foto dan tatapan mata.
mungkin itu biasa aja kali yahhhh
dan tetep setia nungguin update nya,
klo ane jg pnya sist mcam githu cuma g peka" amat,
pekanya baca sifat karakter seseorang lewat foto dan tatapan mata.
mungkin itu biasa aja kali yahhhh
Buat Momod, makasih juga udah referensiin, moga gak mengecewakan ya

Spoiler for Referensi Momod:
Quote:
Quote:
Original Posted By luntang►dapet rekomendasi dari salah satu momod buat baca thread ini
gw pikir cerita cinta cintaan ga taunya cerita setan
gw pikir cerita cinta cintaan ga taunya cerita setan

Ada juga nih, Kritik&Saran kaskusker yang Bikin cerita ini semakin mantap

Spoiler for Relawan Editor:
Quote:
Original Posted By andhikajj►sepertinya sistahh ini bakat jadi penulis ya?
kamsud dari ceritanya jelas sekali...
tapi ngeri juga lama2 
kamsud dari ceritanya jelas sekali...
tapi ngeri juga lama2 
Quote:
Original Posted By geolgeolupil►Pusing gw bacanya...
Cerita isinya kebanyakan dialog yang menurut gw ga menarik, sama kejadian kesurupan melati.
Melati mulu
Sorry to say, ceritanya bagus di awal doang.
Jangan terlalu excited bikin cerita, kalo ga bisa nahan nafsunya ntar malah berantakan.
Imho sih
Btw semisal lo ngeliat penampakan gt, napa gak disamperin terus tabok aja sih
Ato lempar gt, kalo ga teriakin " apa lo liat liat "
Cerita isinya kebanyakan dialog yang menurut gw ga menarik, sama kejadian kesurupan melati.
Melati mulu

Sorry to say, ceritanya bagus di awal doang.
Jangan terlalu excited bikin cerita, kalo ga bisa nahan nafsunya ntar malah berantakan.
Imho sih
Btw semisal lo ngeliat penampakan gt, napa gak disamperin terus tabok aja sih

Ato lempar gt, kalo ga teriakin " apa lo liat liat "
Quote:
Original Posted By botolkecapabc►sist ane udah baca cerita dari ente, ane ada masukan nih. kalo bisa setelah ada yg berbicara diberi tahu siapa org yg berkata seperti itu.
contohnya : *De pindah sementara di kelas 1 ya~ nanti kalau sudah sterill dipanggil lagi kembali ke ruangan kamu* . suster mencoba memberi tahu.
*Ruang kelas 1 itu dimana ya sus?* , tanya gue
*Itu dipaling pojok. Nanti dianter kok* , kata suster mencoba untuk menjelaskan.
(pojok, not bad lah daripada koridor hihi. Batin gw~ kyknya gw mulai mikir apa yg ade gw pikirin)(Part 3 baris ke 12)
nah setelah kata itu di kasih keterangan siapa yg berkata seperti itu sist, ane agak bingung juga siapa yg berbicara seperti kata di atas. untuk selanjutnya yaa kalo bisa ditambah pengenalnya.
contohnya : *De pindah sementara di kelas 1 ya~ nanti kalau sudah sterill dipanggil lagi kembali ke ruangan kamu* . suster mencoba memberi tahu.
*Ruang kelas 1 itu dimana ya sus?* , tanya gue
*Itu dipaling pojok. Nanti dianter kok* , kata suster mencoba untuk menjelaskan.
(pojok, not bad lah daripada koridor hihi. Batin gw~ kyknya gw mulai mikir apa yg ade gw pikirin)(Part 3 baris ke 12)
nah setelah kata itu di kasih keterangan siapa yg berkata seperti itu sist, ane agak bingung juga siapa yg berbicara seperti kata di atas. untuk selanjutnya yaa kalo bisa ditambah pengenalnya.
Quote:
Original Posted By Gent4r►Isinya menarik.. Tapi saran gaya tulisan di perbaiki.. Karena tulisan ts bikin bingung dgn alurnya yg terkesan sambung menyambung dan alurnya campur aduk
Obrolan juga dibuat lebih jelas.. Misal si a yg bicara di beri tanda :
Kl bicara dlm hati dikasih tanda ' dan kejelasan kondisi
Over all bagus ceritanya
Obrolan juga dibuat lebih jelas.. Misal si a yg bicara di beri tanda :
Kl bicara dlm hati dikasih tanda ' dan kejelasan kondisi
Over all bagus ceritanya

Akhir kata ane ucapkan
Quote:

Diubah oleh chika10 13-01-2015 09:52
kuyaman46 dan anasabila memberi reputasi
2
36.6K
Kutip
198
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
chika10
#147
Part X
Quote:
*Endingnya romantis war, kita kan lagi curhat misteri. Bikin gue keinget sama Casilas ajee lu mah. Galo nih Galo u,u* Gue mulai protes ke Mawar karena ngebahas ending cerita flashback waktu SOTR itu.
*Tapi Cik, bukannya emang setiap kisah horor kita ada dia ya? Kan dia paling lama jadi pacar lo. Hahahaha* Bela Mawar
*Iya sih, tapi gak dibahas bagian itu nya juga kali. Lu mah demen banget dah liat gue ngacak-ngacak sampah karena Galo hahaha (yang ini gue cuma bercanda kok, suwer)*
Ending dari SOTR yang serem itu memang benar-benar indah, bagaimana tidak. Sampai di Menteng, walau kami tidak sempet untuk sahur lagi karena sudah lewat waktu Imsyak. Kami semua tidak ada yang dihukum dan kami semua diijinkan untuk bermain sebentar di taman itu.
Iya, Gue dan Casilas main ayunan, saat itu tahun 2010/2011 dimana di taman menteng masih ada ayunan~ Ah, indahnya saat dia mendorong ayunan dimana aku duduk diatasnya.
*Chik, seminar gak kalah seru loh* Mawar ngaggetin lamunan gue tentang ending dari SOTR lalu.
*Hah? Super sekali itu mah* Jawab gue cepet. Biar gak disangka ngelamun beneran, nanti mereka tau gue lagi lamunin Casilas.
Iya, sebagai anggota OSIS Sekolah dan pengurus Inti. Gue, mawar dan melati sudah akrab dengan yang namanya Seminar. Apalagi kelas tiga, yang saat itu sudah sepenuhnya melepas jabatannya, sudah tidak lagi terlibat dalam beberapa acara. Ya, beberapa, perlu digaris bawahi kayaknya.
*Besok kita seminar, hari kamis. Nih suratnya* Kata gue ke Melati, Mawar dan Kenanga, sebut saja itu nama bendahara utama kami yang sore-sore masih setia ngeteam diruang osis.
*Hah, dadakan amat sih* Mawar respon
*Tau, gila kali kalo besok mah* Kenanga gak mau kalah
*Seminar dimana sih Chik? Harus ya? Males tau gak gue seminar mulu. Udah numpuk tuh sertifikat, dari kelas satu kita-kita aja yang seminar. Bedanya tahun lalu ama senior, tahun ini ama junior.*
*Harus Mel, lu kan wakil bu ketu. Di Bogor nih Mel, lumayan sih 3 hari..* Jawab gue
*Berapa orang dari sekolah?* Tanya mawar
*Disini sih ditulisnya 10 orang tiap sekolah, dimana harus 5 pria dan 5 wanita.. * Jawab gue sambil lihat dan baca surat yang baru aja dikasih pembina osis
*Buseh banyak amir boo..* Kata kenanga
*Ngapa juga harus 5 cewek dan 5 cowok? Ini seminar apa cari jodoh sih? Aneh banget* Respon Melati
*Kaga tau deh, karena wakunya lumayan lama 3 hari mungkin biar balance pas outbond atau mungkin biar jagainnya gampang atau...* Kata gue coba berimajinasi
*Siapa aja dari sekolah kita* Tanya kenanga
*Ya inti harus ikut, kan udah 4 tuh, sisanya junior aja anak laki semua. 1 lagi si Nola aja tuh, dia kan sekretaris 2*
*Gue ga bisa sob kalo nginep..* Kata kenanga
*Yaaah.. Yaudah kalo gitu kita ga bisa ajak si Nola, 2 junior cewe deh. Biar mereka pengalaman. Angkatan kita kan udah sering banget ikutan seminar, pasti pada kaga mau dia mah* Melati mulai bicara
*Gue setuju. Lumayan tuh rezeki buat mereka, biasanya kan suka dapet duit jajan gitu dari yang ngadain haha* Kata gue
*Ah lo chik, inget aja yang begituan..* Kata mawar
*Yaiyalah broo, lumayan kali cepe. Bisa buat jalan kan? Kapan lagi dengerin orang ngomong malah dapet duit hahaha* Kata Melati belain gue~
*Iya juga sih hahaha*
*Yaudah smsin si Ramzi, Ken, Roy, Gito.. Eh sama Arifin jangan lupa. Kaga ada dia kaga ada yg ngelucu. Garing nanti* Kata gue ke Melati
*Iye.. Cewe nya sapa ni?* Tanya mawar
*Ega sama Ade aja mel* Jawab gue
*Setuju.. Oke udah sent nih*
*Ada respon gag?* Tanya gue
*Buseh baru juga delive, sabar mamen* kata mawar
*Eh, ini udah ada balesan dari abiii gue.. Katanya 'Iya miii, sms ke bii aja pake kaka ade segala, asikk bisa berduaan sama mii dund di sana'* Kata Melati sambil pamerin sms dari Ramzi ke gue.
*Ah curang lu pada, cowoknya berondong osis. Nah gue? Argggghhh bakalan main ama handphone dah ni gue* Sesal gue.
*Salah sendiri lo nolak Gito* Kata Mawar
*Iya, malah pertahanin jadian ama Casilas* Sambung Melati
*Bener tuh, padahal si Gito kan rela lu duain. Sekarang aja masih bae.* Sambung kenanga
*Yaudah berarti besok lu ama dia hahaha* Lanjut mawar
*Ogah..*
*Gimana, pada bisa gak?* Jawab gue ngalihin pembicaraan
*Oke semua Chik.. Besok perkapnya bawa seragam apa aja? Biar gue smsin sekalian* Jawab Melati
*Oiya lupa gue, lu sih Gito mulu hahaha.. Nih baca sendiri war sambil ketik. Intinya sih perkap mandi, seragam lengkap (putih abu-abu 1 pasang, baju olahraga sama baju batik) beberapa kaus ganti+celana panjang. Oiya jangan lupa bawa Underware. Gila mau minjem ama siapa kalo lupa bawa wkwkwk*
*Yah yang terakhir gue lupa smsin, telat lu* Celetuk melati
*Yaudah lu sms lagi, sekalian bilang bawa snack yang banyak gitu. Mahal kalo disana haha* Tambah mawar
*Udah.. Beres pokoknya, oiya ngumpul jamber?*
*Jam 7.30 jalan dari walikota, berarti ngumpul disekolah jam 6 an lah, berhubung jam indonesia ngaret. Gue gak mau diomelin Bu Dim gara-gara kita belom lengkap. Bilang aja jam 6 jalan, dianter mobil sekolah* Jawab gue
*Oke.. Pulang yok*
*Bentar, gue masih online nih. Masih stalking twitternya ken. Lo kan tau dia baru punya twitter dan dia tuh banyak yang deketin..* Kata Mawar yang saat itu online lewat notebook sekolah khusus osis dan juga wifi sekolah. Emang begini lah kebiasaan, sisi lain dari anak OSIS hehew
*Yaudah cepetan, casilas udah selesai latihan nih..* Kata gue
*Tau, bii gue juga udah jemput* Tambah melati
*Iya, kopaja gue juga udah lewat-lewat nih daritadi haha* Kenangan mulai ngomong
*Haha koplak sih kenanga..*
*Lagian lu semua dijemput. Nah bebeb gue jauh ga bisa jemput* Jawab dia
*Yaudah nih udah gw shutdon, yuk pulang. Jangan lupa besok jam 6 pake putih abu-abu lengkap* Kata Mawar sambil masukin lepi osis ke lemari lalu menguncinya.
*Siap bu ketuu.. * Jawab kami barengan
Akhirnya kami pulang, melati nyamperin ramzi diluar. Mawar juga udah ditunggu ken dibawah dan kenanga siap nunggu kopaja nya diluar sekolah bareng melati. Dan gue, Iya gue masih nunggu Casilas latihan futsal, breafing dan ganti baju dulu.
*Yank, maap ya lama* Kata Casilas nyamperin gue dikantin.
*Iya, ehm tumben wanginya gak kaya biasa? Parfum siapa tuh kamu pake?* Jawab gue
*Ihhh.. kok kamu tau aja sih yank aku make parfum jange~ haha Iya aku lupa bawa tadi. Soalnya buru-buru, tadi balik ambil peralatan langsung kesini lagi. Lumayan kalo telat kan jalan jongkok keliling lapangan 5kali yank, pegel* curhatnya sambil cubit pipi gue
*Oooh.. Aduh, Ga usah pake cubit pipi juga kali* Protes gue.
*Laper gak?*
*Makan somay yok.. Bang 2 ya, biasa* Kata Casilas.
*Kamu aja ah yang makan, aku udah makan mie tadi* Respon gue
*Yaudah berdua ya, bang 1 aja deh* Kata Casilas lagi
*Enggak, buat kamu aja deh. Belom makan kan daritadi?* Kata gue ke Casilas.
*Belom.. Bener ni ga mau? Aku suapi deh, aaakk..* Kata casilas sambil suapin somay ke depan mulut gue.
*Ga mau...* Kata gue nolak
*Aaak..* Paksa dia. Somay udah didepan mulut gue.
*Ish, Aaam..* Akhirnya gue makan juga.
*Last one, gak mau lagi..* Kata gue ke Casilas.
*Iyaaa...* Jawab dia sambil makan.
Akhirnya somay nya abis.
*Kamu bawa ninja apa mx?* Tanya gue
*Ninja lah yank, mx punya babe aku jadi dipake kerja. Motor aku kan ninja bukan mx* Jawab Casilas.
*Yahh, yaudah.. Udah selesai kan makannya? Pulang yok, udah jam 5 nih. Aku mau istirahat, besok aku ada seminar, jam 6 harus udah disekolah lagi.* kata gue sambil jalan menuju parkiran.
*Hah, seminar apa lagi? Pasti nginep ya?* Tanya Casilas.
*Iya, 3 hari. Yauda keluarin motor gih..* Kata gue di depan parkiran, gue gak mau masuk kandang parkiran karena gerah.
*Iya bentar ya beiby, tunggu sini..* Kata dia sambil lari kedalam parkiran, sebelumnya dia nemuin kumpulan temen-temenya dan bilang kalau mau pulang duluan. Mungkin juga janjian setelah nganter gue pulang, mereka mau ngumpul. Ada bang Rustam, mahasiswa tingkat akhir jurusan ke olahragaan dan pelatih futsal sekolah kita lagi makan somay dan ngumpul disana.
Akhirnya gue pulang dan sampe rumah gue smsan sama Casilas. Gue kasih tau tentang seminar besok. Dia ngelarang gitu, tapi gue salah-salahin dia juga sih, salah sendiri berhasil jadi tim sukses gue waktu pemilihan ketua osis. Udah dibilang gue mau jadi yang paling bawah. Malah masuk top three, secara fans dan temennya dia banyak disekolah~ Akhirnya dia izinin, dengan banyak wejangan dan nasihat macam bokap gue aja.
Skipppp.. Skippp.. Skipppp... Gue tidur, dan udah besoknya jam 6 di sekolah.
*Widih tumben udah ngumpul semua..* Kata gue saat sampai disekolah, gue dateng rada telat. Sampe sana jam 6.20
*Kan elo yang suruh kumpul jam 6* Kata mawar
*Tau nih ka, saya jam 5 dari rumah tau*
*Saya juga*
*Saya pikir jam 6 udah jalan beneran kali*
*Iya..*
*Hahaha orang jalan dari walkot nya jam 7.30 kok jadi jam 6.30 jalan dari sekolah. Maaf deh, abis casilas jemput gue nya juga telat hehe*
*Udah kumpul semua, ayo kita jalan* Kata pembina gue
*Udah sih, tapiii...*
*Apa arifin?*
*Cek perkap dulu kali ya, soalnya ka melati smsin perkapnya kepotong-potong. Takut ada yang ga bawa itu tu hhaha* kata ken
*Apaaan ken? Underware? hahahaha* kata Arifin nyamber. Kelima cowok cucok ini memang lucu banget. Ada aja ulahnya
*Yaudah kalian cek. Ibu siapin mobil dulu. Pada udah sarapan kan?*
*Belom bu..*
*Itu sih DL... hahaha*
*Ih parah kak melati mah*
*Pisss...
*Bu udah lengkap semua*
*Yaudah ayok jalan, ibu cuma bisa anterin sampe walikota aja ya abis itu kalian cari bus sendiri. Udah pada gede, udah bisa kan?*
*Bisa bu*
Akhirnya kami sampai diwalikota jam 7.00 pagi. Semua masih aman samapi kita nemuin bus dan pilih posisi duduk paling belakang. Sepanjang perjalanan, kita gak berhenti-berhentinya nyanyi, ceng-cengan, rusuh, bercanda, pokoknya kita paling heboh dimobil itu. Kita nge junk parah.
Sampe gue dan anak-anak lainnya kompak nyanyiin lagu Armada yang 'Ku Ingin Setia' dengan mengganti lirik akhirnya menjadi "Aku hanya ingin selingkuh.." Koplaaaak.
Dari ngakak sampe ke galau lagi, pas ke auto play lagu nya Armada yang Reffrein nya "Kau terindah.. Kan selalu terindah.. Aku bisa apa tuk memilikimu.. Kau terindah.. Kan selalu terindah.. Harus bagaimana ku mengungkapkannya, kau pemilik hatiku..." Kompak bagai paduan suara.
Akhirnya jam 11 siang kami sampai ke Pondok didaerah bogor yang cukup luas. Sampai disana ada kakak-kakak senior dari Universitas, kayaknya sih Universitas Indonesia, soalnya warna kuning gitu almetnya. Mereka yang bagiin kamar dan nyuruh kita rehat + naroh bawaan di kamar masing-masing.
Fila yang kami tempati ini bentuknya seperti mini rumah gitu, jadi 1 pondok ada 2 kamar di kanan dan kiri, terus di tengah2nya ada semacam ruang tamu sama ruang makan dan satu kamar mandi dipojok belakang kamar sebelah kanan.
*Jauh amat sih pondok kita, gile berkonde nih betis* Melati ngeluh
*Wahahaha sabar buu... Nih udah mau sampe*
*Ini nih yang bakal jadi kamar kita di 2 malem? Buseh udah kaya rumah. Tapi kok kamarnya cuma 2 sih? Kita kan ada 5 orang?*
*Iya nih ka, toiletnya cuma 1 lagi*
*Serem amat yak tempatnya, semacam kaya pondok zaman dulu gitu, dari kayu semua. Mana dibelakang ada pohon pisangnya lagi, didepan pohon jambu. Gila kalo malem pasti banyak jangkriknya ni* Kata gue ikut komen
Tiba-tiba..
*Ini ya kamar kalian, kalian satu kamar ama 1 sekolah lain. Tenang cewek juga kok. Kalian yang sebelah kiri ya?*
Ada suara kaka pembimbing dan beberapa siswi perempuan diluar ruangan.
*Siapa tuh?*
*Anak-anak dari sekolah lain*
*Yah kan bener, 1 ruangan berlima. Gile kayak ikan asin nih kita ntar malem bobok*
*Yaudah-yaudah masuk dah taro barang terus rehat bentar dan ke aula. Udah jam setengah 12. Laper*
*Haaah.. Akhirnya kasuuurrr*
*Awas, gue juga mau war*
Tok..tokk.. Ada yang mengetuk kamar kami.
*Eh, Iya kak ada apa?* Tanya ega yang saat itu buka pintu
*Nih baju buat kalian pake selama disini, ada 2 stell untuk pembukaan hari ini dan besok. Lihat roundown yah. Nih dek, buruan siap2, jam 12.00 setelah makan siang ada apel pembukaan di ruangan*
*Baik kak* Jawab ega
*Oke, kakak tinggal ya, kalo ada apa-apa keluar aja. Kami masih standby ngiter di sekitar pondok kalian.
*Iya, makasih kak* Jawab ega lagi.
Akhirnya kita ganti baju dan ke aula untuk makan lalu pembukaan apel.
Seperti biasa, anak cowok mulai dengan ke jayusan nya.
*kak melati, nasi gorengnya enak dah. Ga ditaroh tempat nasi buat cemilan ntar sore* Celetuk arifin di meja makan bersama
*husss jangan buka kartu, kotak makannya kan ada dikamu. Gimana sih*
*Ohiya ya*
*Kak foto dulu yuk, mumpung view nya bagus.* Kata keb
*Siapa yang mau jadi tumbal foto?*
*Suruh anak sekolah lain aja sih kak, please deh* Celetuk Gito
*Haha iya juga yah* Jawab Melati sambil ketawa
Akhirnya kami foto pake kamera Ken, pacarnya mawar dan setelah puas foto-foto dan makan akhirnya waktu apel dimulai.
Kami apel pembukaan lalu tiba-tiba gue ditunjuk jadi peserta cewek buat simbolis pembukaan seminar, peserta cowoknya dari sekolah lain, lumayan manis sih cowok dengan style korean yang gak gue sadar bahwa dia adalah Lendra, first love dan firts boyfriend gue semasa SD. Kita udah lost contact dari sejak lulus SD, sehingga gue juga udah lupa gimana tampang dia, apalagi gue masih kecil disaat dia ninggalin gue gitu aja dan lost contact sampai saat ini. Kalo gak peristiwa di hari ketiga yang bikin gue sadar.
Selesai pembukaan, sesuai roundown kami masuk ke seminar sesi pertama, jam 13.15 - 15.00. Selesai seminar sesi pertama, kami semua diberi snack lalu kami masuk ke seminar sesi kedua, yaitu jam 15.30-18.00 tentang kepemimpinan.
Jam 3an siang itu adalah waktu dimana ngantuk-ngantuknya, jadi anak cowok inisiatif buat bikin semacam kertas dimana isinya status dari si pembuat kertas ini, dia nulis : Ngantuk bingiiiit, 1 minute ago via hendpon pinjaman emak. Dioper ke sebelahnya lalu di coment : Idem~ Dioper-oper dan akhinya sampe ke gue, banyak hal absurd gokil yang kita omongin dikertas itu, yang kita namain facebook tahun 45 hahaha~ Ada ada aja pelepas kejenuhan saat itu menjadi tawaan.
Ga terasa, sudah jam enam kurang, waktunya kami makan lalu Sholat Maghrib.
Kata kata semacam Lauknya enak ya kak, jarang-jarang ni si Gito makan ayam sampe ega tadi mau ambil jeruk 2 tuh keluar dari mulut anak cowok, yang bikin kita ngakak, Iya kenceng banget. Seakan tangis menanti didepan sana.
Makan selesai, waktu menunjukkan pukul 19.00, setelah shalat maghrib dan sedikit rehat, kami kembali ke aula untuk mengikuti seminar sesi terakhir, ya jam 19.00 - 21.00~ sesuai jadwal yang tertera di roundown.
2 jam terasa melelahkan sekaligus menjenuhkan. Akhirnya gue smsan sama casilas dan bunga, nanya apa yang terjadi disekolah hari ini.
Ngantuk, pake banget. Itu yang gue dan anak-anak rasain saat itu.
Akhirnya jam 21.00 tiba, rasa kantuk pun serasa ilang. Aneh memang~
Saat seminar rasa kantuk melanda dan saat seminar selesai dan sampai kamar, rasa kantuk hilang.
Jam 21.15 kami balik ke pondok masing-masing untuk istirahat dan tidur, kakak pembina hanya mengantarkan sampai ke pertengahan pondok, tidak sampai kamar kami masing-masing,
*Mel, serem juga ya lama-lama ni pondok* Kata gue memecah keheningan malam itu.
*Ssssttt.. diem chik, pamali ngomong gitu disini* Sahut Melati
*Bener, lu liatin deh hawa nya. Mulai lain* Jawab gue.
*Astaga Mell, pohon jambu. Lo liat pohon jambu* Kata gue lagi ke Melati.
*Astagfirullah, gini amat yaa pakek liat lagi gue* Kata Melati. Disitu melati belom kesurupan.
*Istighfar Mel..* Kata gue.
*Lu berdua pada kenapa sih?* Tanya mawar ikutan nimbrung kebelakang
*Pohon jambu war, cepet masuk yuk. Gue takut* Kata gue
*Apaan sih* Kata mawar liat ke pohon jambu
*Masuk kamar war, cepet!* Bentak melati
*Iya..* Kata mawar dan gue barengan.
Malam itu dikamar kami tidur bagai ikan asin, bayangin aja 1 kasur besar untuk tidu 5 orang, setelah ganti baju dan pipis. Kami terutama gue udah gak pernah lagi mau ke kamar mandi, karena gue tahu disana ada pohon pisang yang gak beres.
Posisi tidur saat itu adalah gue (paling pojok) lalu disamping gue melati, sampingnya lagi mawar, lalu ega dan paling pinggir ade.
*Astagfirullah suara apaan lagi sih tuh* Kata gue.
*Cuma jangkrik chik, lo kan paling pojok. Paling denger lah, udah pada bawa headset kan, dengerin lagu aja dah mendingan biar gag denger yang aneh-aneh* kata melati
*Iya kak, pondoknya serem. Ega takut* Kata Ega
*Tuhkan ga, jangan bikin gw takut. Ade paling pinggir nih kak* Celetuk Ade.
Akhirnya kami semua tidur, tok tok tok..
Gue denger jendela diketok, tapi kamar yang kami tempatin gak ada jendela nya, soalnya sampingnya langsung bersebelahan sama pohon pisang. Entah kenapa disana ada banyak pohon pisang dan pohon jambu.
*kak itu jendela siapa yang di ketok* Tanya Ega.
*Gatau* Jawab gue
*AAAAAA...AAAAAAAA...*
*Suara teriak siapa tuh? Ayo keluar* Kata Melati
Oh ternyata dari kamar sebelah. Kamar sebelah adalah wanita-wanita dari sekolah negeri. Dimana siswinya rata-rata berkerudung. Ternyata ada orang iseng yang mengetok-ngetok jendela mereka. Enggak, bukan setan. Mereka adalah cowok-cowok dari sekolah lain yang memang sudah menggodai nya sejak siang hari.
Dan bahaya nya mereka tidur cuma dengan tangtop dan hotpans, gue gak abis pikir kenapa ditempat dingin kayak gini mereka masih bisa tidur dengan pakaian seperti itu. Sedangkan gue aja tidur pake kaos kegedean yang digulung lengan nya dengan celana training olahraga yang tebel, biar anget gitu.
*Yaudah cuy gapapa. Udah pergi juga* kata melati menenangkan suasana.
*Tapi mereka udah berhasil lihat kami dengan penampilan begini* Kata salah satu dari mereka
*Emang lo ga bawa baju kaos atau celana training gitu buat tidur? Rawan tau, disini bukan kayak kamping dipuncak bareng temen sekelas lo. Masih untung mereka cuma iseng.. Kalo aja..* Kata gue ikutan ngomong
*Kami cuma bawa celana olahraga dan celana jeans buat pulang, sisanya hot pants* Jawab lagi salah satu dari mereka.
*Astagaaa* Kata Melatii..
*Kita ga mungkin tidur ber10 ya. Ber 5 aja udah kayak ikan asin. Maaf ya, mending kalian pake baju yang lebih tertutup* Kata Mawar.
*Oke thanks ya tetangga* Kata salah satu dari mereka lagi.
*Iya* Kata mawar sambil masuk kamar, diikuti kami.
Begitulah kejadian di malam pertama seminar, dimana si penghuni belom mengganggu, dimana melati belom melempar bungkus sabun ke pohon pisang, melalui lobang di bawah kamar mandi.
Di hari kedua, semenjak selesai mandi perasaan gue gak enak.
Walaupun tim gue menang outbond tapi berasa aneh.
Dan dihari kedua gue masih melihat kuntilanak bolong di depan pohon jambu, serem banget seakan dia gak suka sama kami.
Pas gue mau nuang air diteko, di meja makan mata gue keatas dan dari lubang udara diatas ruangan yang berukuran sekitar 60 x 25 cm gue lihat pocong melototin gue, yaampun gue takut. Gue yang saat itu mau minum gak jadi dan langsung kepikiran Melati dan Mawar.
*Melati, Mawar* Batin ku sambil ke kamar.
*Mel, are you oke?*
*Mel, kok ga jawab. Mel ga boleh bengong. Lo harus istighfar, Mel...*
Belom ada respon, melati masih bengong dengan tatapan dan mungkin pikiran yang kosong.
*Astagaaa Melati sadar, ini gue chika, Mel,,,*
Melati udah kejang-kejang dan teriak-teriak kayak biasa. Semua panik, Ega juga bengong terus. Yaampun gimana ini, Ade. Ade masih sadar, dan ga lama ade pun ikut bengong. Tuhan apa yang harus gue lakuin, melati meronta-ronta terus sehingga membuat tetangga takut dan kabur dari kamarnya.
*Dek, melati kesurupan. Cepet kasih tau pembina dan kesini* Gue telepon Gito, seengaknya dia yang tadi masih sms gue. Jadi ga sulit untuk cari nomernya.
*Iya kak, tahan dulu ya. Kita kesana*
To be continue...
*Tapi Cik, bukannya emang setiap kisah horor kita ada dia ya? Kan dia paling lama jadi pacar lo. Hahahaha* Bela Mawar
*Iya sih, tapi gak dibahas bagian itu nya juga kali. Lu mah demen banget dah liat gue ngacak-ngacak sampah karena Galo hahaha (yang ini gue cuma bercanda kok, suwer)*
Ending dari SOTR yang serem itu memang benar-benar indah, bagaimana tidak. Sampai di Menteng, walau kami tidak sempet untuk sahur lagi karena sudah lewat waktu Imsyak. Kami semua tidak ada yang dihukum dan kami semua diijinkan untuk bermain sebentar di taman itu.
Iya, Gue dan Casilas main ayunan, saat itu tahun 2010/2011 dimana di taman menteng masih ada ayunan~ Ah, indahnya saat dia mendorong ayunan dimana aku duduk diatasnya.
*Chik, seminar gak kalah seru loh* Mawar ngaggetin lamunan gue tentang ending dari SOTR lalu.
*Hah? Super sekali itu mah* Jawab gue cepet. Biar gak disangka ngelamun beneran, nanti mereka tau gue lagi lamunin Casilas.
Iya, sebagai anggota OSIS Sekolah dan pengurus Inti. Gue, mawar dan melati sudah akrab dengan yang namanya Seminar. Apalagi kelas tiga, yang saat itu sudah sepenuhnya melepas jabatannya, sudah tidak lagi terlibat dalam beberapa acara. Ya, beberapa, perlu digaris bawahi kayaknya.
*Besok kita seminar, hari kamis. Nih suratnya* Kata gue ke Melati, Mawar dan Kenanga, sebut saja itu nama bendahara utama kami yang sore-sore masih setia ngeteam diruang osis.
*Hah, dadakan amat sih* Mawar respon
*Tau, gila kali kalo besok mah* Kenanga gak mau kalah
*Seminar dimana sih Chik? Harus ya? Males tau gak gue seminar mulu. Udah numpuk tuh sertifikat, dari kelas satu kita-kita aja yang seminar. Bedanya tahun lalu ama senior, tahun ini ama junior.*
*Harus Mel, lu kan wakil bu ketu. Di Bogor nih Mel, lumayan sih 3 hari..* Jawab gue
*Berapa orang dari sekolah?* Tanya mawar
*Disini sih ditulisnya 10 orang tiap sekolah, dimana harus 5 pria dan 5 wanita.. * Jawab gue sambil lihat dan baca surat yang baru aja dikasih pembina osis
*Buseh banyak amir boo..* Kata kenanga
*Ngapa juga harus 5 cewek dan 5 cowok? Ini seminar apa cari jodoh sih? Aneh banget* Respon Melati
*Kaga tau deh, karena wakunya lumayan lama 3 hari mungkin biar balance pas outbond atau mungkin biar jagainnya gampang atau...* Kata gue coba berimajinasi
*Siapa aja dari sekolah kita* Tanya kenanga
*Ya inti harus ikut, kan udah 4 tuh, sisanya junior aja anak laki semua. 1 lagi si Nola aja tuh, dia kan sekretaris 2*
*Gue ga bisa sob kalo nginep..* Kata kenanga
*Yaaah.. Yaudah kalo gitu kita ga bisa ajak si Nola, 2 junior cewe deh. Biar mereka pengalaman. Angkatan kita kan udah sering banget ikutan seminar, pasti pada kaga mau dia mah* Melati mulai bicara
*Gue setuju. Lumayan tuh rezeki buat mereka, biasanya kan suka dapet duit jajan gitu dari yang ngadain haha* Kata gue
*Ah lo chik, inget aja yang begituan..* Kata mawar
*Yaiyalah broo, lumayan kali cepe. Bisa buat jalan kan? Kapan lagi dengerin orang ngomong malah dapet duit hahaha* Kata Melati belain gue~
*Iya juga sih hahaha*
*Yaudah smsin si Ramzi, Ken, Roy, Gito.. Eh sama Arifin jangan lupa. Kaga ada dia kaga ada yg ngelucu. Garing nanti* Kata gue ke Melati
*Iye.. Cewe nya sapa ni?* Tanya mawar
*Ega sama Ade aja mel* Jawab gue
*Setuju.. Oke udah sent nih*
*Ada respon gag?* Tanya gue
*Buseh baru juga delive, sabar mamen* kata mawar
*Eh, ini udah ada balesan dari abiii gue.. Katanya 'Iya miii, sms ke bii aja pake kaka ade segala, asikk bisa berduaan sama mii dund di sana'* Kata Melati sambil pamerin sms dari Ramzi ke gue.
*Ah curang lu pada, cowoknya berondong osis. Nah gue? Argggghhh bakalan main ama handphone dah ni gue* Sesal gue.
*Salah sendiri lo nolak Gito* Kata Mawar
*Iya, malah pertahanin jadian ama Casilas* Sambung Melati
*Bener tuh, padahal si Gito kan rela lu duain. Sekarang aja masih bae.* Sambung kenanga
*Yaudah berarti besok lu ama dia hahaha* Lanjut mawar
*Ogah..*
*Gimana, pada bisa gak?* Jawab gue ngalihin pembicaraan
*Oke semua Chik.. Besok perkapnya bawa seragam apa aja? Biar gue smsin sekalian* Jawab Melati
*Oiya lupa gue, lu sih Gito mulu hahaha.. Nih baca sendiri war sambil ketik. Intinya sih perkap mandi, seragam lengkap (putih abu-abu 1 pasang, baju olahraga sama baju batik) beberapa kaus ganti+celana panjang. Oiya jangan lupa bawa Underware. Gila mau minjem ama siapa kalo lupa bawa wkwkwk*
*Yah yang terakhir gue lupa smsin, telat lu* Celetuk melati
*Yaudah lu sms lagi, sekalian bilang bawa snack yang banyak gitu. Mahal kalo disana haha* Tambah mawar
*Udah.. Beres pokoknya, oiya ngumpul jamber?*
*Jam 7.30 jalan dari walikota, berarti ngumpul disekolah jam 6 an lah, berhubung jam indonesia ngaret. Gue gak mau diomelin Bu Dim gara-gara kita belom lengkap. Bilang aja jam 6 jalan, dianter mobil sekolah* Jawab gue
*Oke.. Pulang yok*
*Bentar, gue masih online nih. Masih stalking twitternya ken. Lo kan tau dia baru punya twitter dan dia tuh banyak yang deketin..* Kata Mawar yang saat itu online lewat notebook sekolah khusus osis dan juga wifi sekolah. Emang begini lah kebiasaan, sisi lain dari anak OSIS hehew

*Yaudah cepetan, casilas udah selesai latihan nih..* Kata gue
*Tau, bii gue juga udah jemput* Tambah melati
*Iya, kopaja gue juga udah lewat-lewat nih daritadi haha* Kenangan mulai ngomong
*Haha koplak sih kenanga..*
*Lagian lu semua dijemput. Nah bebeb gue jauh ga bisa jemput* Jawab dia
*Yaudah nih udah gw shutdon, yuk pulang. Jangan lupa besok jam 6 pake putih abu-abu lengkap* Kata Mawar sambil masukin lepi osis ke lemari lalu menguncinya.
*Siap bu ketuu.. * Jawab kami barengan
Akhirnya kami pulang, melati nyamperin ramzi diluar. Mawar juga udah ditunggu ken dibawah dan kenanga siap nunggu kopaja nya diluar sekolah bareng melati. Dan gue, Iya gue masih nunggu Casilas latihan futsal, breafing dan ganti baju dulu.
*Yank, maap ya lama* Kata Casilas nyamperin gue dikantin.
*Iya, ehm tumben wanginya gak kaya biasa? Parfum siapa tuh kamu pake?* Jawab gue
*Ihhh.. kok kamu tau aja sih yank aku make parfum jange~ haha Iya aku lupa bawa tadi. Soalnya buru-buru, tadi balik ambil peralatan langsung kesini lagi. Lumayan kalo telat kan jalan jongkok keliling lapangan 5kali yank, pegel* curhatnya sambil cubit pipi gue
*Oooh.. Aduh, Ga usah pake cubit pipi juga kali* Protes gue.
*Laper gak?*
*Makan somay yok.. Bang 2 ya, biasa* Kata Casilas.
*Kamu aja ah yang makan, aku udah makan mie tadi* Respon gue
*Yaudah berdua ya, bang 1 aja deh* Kata Casilas lagi
*Enggak, buat kamu aja deh. Belom makan kan daritadi?* Kata gue ke Casilas.
*Belom.. Bener ni ga mau? Aku suapi deh, aaakk..* Kata casilas sambil suapin somay ke depan mulut gue.
*Ga mau...* Kata gue nolak
*Aaak..* Paksa dia. Somay udah didepan mulut gue.
*Ish, Aaam..* Akhirnya gue makan juga.
*Last one, gak mau lagi..* Kata gue ke Casilas.
*Iyaaa...* Jawab dia sambil makan.
Akhirnya somay nya abis.
*Kamu bawa ninja apa mx?* Tanya gue
*Ninja lah yank, mx punya babe aku jadi dipake kerja. Motor aku kan ninja bukan mx* Jawab Casilas.
*Yahh, yaudah.. Udah selesai kan makannya? Pulang yok, udah jam 5 nih. Aku mau istirahat, besok aku ada seminar, jam 6 harus udah disekolah lagi.* kata gue sambil jalan menuju parkiran.
*Hah, seminar apa lagi? Pasti nginep ya?* Tanya Casilas.
*Iya, 3 hari. Yauda keluarin motor gih..* Kata gue di depan parkiran, gue gak mau masuk kandang parkiran karena gerah.
*Iya bentar ya beiby, tunggu sini..* Kata dia sambil lari kedalam parkiran, sebelumnya dia nemuin kumpulan temen-temenya dan bilang kalau mau pulang duluan. Mungkin juga janjian setelah nganter gue pulang, mereka mau ngumpul. Ada bang Rustam, mahasiswa tingkat akhir jurusan ke olahragaan dan pelatih futsal sekolah kita lagi makan somay dan ngumpul disana.
Akhirnya gue pulang dan sampe rumah gue smsan sama Casilas. Gue kasih tau tentang seminar besok. Dia ngelarang gitu, tapi gue salah-salahin dia juga sih, salah sendiri berhasil jadi tim sukses gue waktu pemilihan ketua osis. Udah dibilang gue mau jadi yang paling bawah. Malah masuk top three, secara fans dan temennya dia banyak disekolah~ Akhirnya dia izinin, dengan banyak wejangan dan nasihat macam bokap gue aja.
Skipppp.. Skippp.. Skipppp... Gue tidur, dan udah besoknya jam 6 di sekolah.
*Widih tumben udah ngumpul semua..* Kata gue saat sampai disekolah, gue dateng rada telat. Sampe sana jam 6.20
*Kan elo yang suruh kumpul jam 6* Kata mawar
*Tau nih ka, saya jam 5 dari rumah tau*
*Saya juga*
*Saya pikir jam 6 udah jalan beneran kali*
*Iya..*
*Hahaha orang jalan dari walkot nya jam 7.30 kok jadi jam 6.30 jalan dari sekolah. Maaf deh, abis casilas jemput gue nya juga telat hehe*
*Udah kumpul semua, ayo kita jalan* Kata pembina gue
*Udah sih, tapiii...*
*Apa arifin?*
*Cek perkap dulu kali ya, soalnya ka melati smsin perkapnya kepotong-potong. Takut ada yang ga bawa itu tu hhaha* kata ken
*Apaaan ken? Underware? hahahaha* kata Arifin nyamber. Kelima cowok cucok ini memang lucu banget. Ada aja ulahnya
*Yaudah kalian cek. Ibu siapin mobil dulu. Pada udah sarapan kan?*
*Belom bu..*
*Itu sih DL... hahaha*
*Ih parah kak melati mah*
*Pisss...
*Bu udah lengkap semua*
*Yaudah ayok jalan, ibu cuma bisa anterin sampe walikota aja ya abis itu kalian cari bus sendiri. Udah pada gede, udah bisa kan?*
*Bisa bu*
Akhirnya kami sampai diwalikota jam 7.00 pagi. Semua masih aman samapi kita nemuin bus dan pilih posisi duduk paling belakang. Sepanjang perjalanan, kita gak berhenti-berhentinya nyanyi, ceng-cengan, rusuh, bercanda, pokoknya kita paling heboh dimobil itu. Kita nge junk parah.
Sampe gue dan anak-anak lainnya kompak nyanyiin lagu Armada yang 'Ku Ingin Setia' dengan mengganti lirik akhirnya menjadi "Aku hanya ingin selingkuh.." Koplaaaak.
Dari ngakak sampe ke galau lagi, pas ke auto play lagu nya Armada yang Reffrein nya "Kau terindah.. Kan selalu terindah.. Aku bisa apa tuk memilikimu.. Kau terindah.. Kan selalu terindah.. Harus bagaimana ku mengungkapkannya, kau pemilik hatiku..." Kompak bagai paduan suara.
Akhirnya jam 11 siang kami sampai ke Pondok didaerah bogor yang cukup luas. Sampai disana ada kakak-kakak senior dari Universitas, kayaknya sih Universitas Indonesia, soalnya warna kuning gitu almetnya. Mereka yang bagiin kamar dan nyuruh kita rehat + naroh bawaan di kamar masing-masing.
Fila yang kami tempati ini bentuknya seperti mini rumah gitu, jadi 1 pondok ada 2 kamar di kanan dan kiri, terus di tengah2nya ada semacam ruang tamu sama ruang makan dan satu kamar mandi dipojok belakang kamar sebelah kanan.
*Jauh amat sih pondok kita, gile berkonde nih betis* Melati ngeluh
*Wahahaha sabar buu... Nih udah mau sampe*
*Ini nih yang bakal jadi kamar kita di 2 malem? Buseh udah kaya rumah. Tapi kok kamarnya cuma 2 sih? Kita kan ada 5 orang?*
*Iya nih ka, toiletnya cuma 1 lagi*
*Serem amat yak tempatnya, semacam kaya pondok zaman dulu gitu, dari kayu semua. Mana dibelakang ada pohon pisangnya lagi, didepan pohon jambu. Gila kalo malem pasti banyak jangkriknya ni* Kata gue ikut komen
Tiba-tiba..
*Ini ya kamar kalian, kalian satu kamar ama 1 sekolah lain. Tenang cewek juga kok. Kalian yang sebelah kiri ya?*
Ada suara kaka pembimbing dan beberapa siswi perempuan diluar ruangan.
*Siapa tuh?*
*Anak-anak dari sekolah lain*
*Yah kan bener, 1 ruangan berlima. Gile kayak ikan asin nih kita ntar malem bobok*
*Yaudah-yaudah masuk dah taro barang terus rehat bentar dan ke aula. Udah jam setengah 12. Laper*
*Haaah.. Akhirnya kasuuurrr*
*Awas, gue juga mau war*
Tok..tokk.. Ada yang mengetuk kamar kami.
*Eh, Iya kak ada apa?* Tanya ega yang saat itu buka pintu
*Nih baju buat kalian pake selama disini, ada 2 stell untuk pembukaan hari ini dan besok. Lihat roundown yah. Nih dek, buruan siap2, jam 12.00 setelah makan siang ada apel pembukaan di ruangan*
*Baik kak* Jawab ega
*Oke, kakak tinggal ya, kalo ada apa-apa keluar aja. Kami masih standby ngiter di sekitar pondok kalian.
*Iya, makasih kak* Jawab ega lagi.
Akhirnya kita ganti baju dan ke aula untuk makan lalu pembukaan apel.
Seperti biasa, anak cowok mulai dengan ke jayusan nya.
*kak melati, nasi gorengnya enak dah. Ga ditaroh tempat nasi buat cemilan ntar sore* Celetuk arifin di meja makan bersama
*husss jangan buka kartu, kotak makannya kan ada dikamu. Gimana sih*
*Ohiya ya*
*Kak foto dulu yuk, mumpung view nya bagus.* Kata keb
*Siapa yang mau jadi tumbal foto?*
*Suruh anak sekolah lain aja sih kak, please deh* Celetuk Gito
*Haha iya juga yah* Jawab Melati sambil ketawa
Akhirnya kami foto pake kamera Ken, pacarnya mawar dan setelah puas foto-foto dan makan akhirnya waktu apel dimulai.
Kami apel pembukaan lalu tiba-tiba gue ditunjuk jadi peserta cewek buat simbolis pembukaan seminar, peserta cowoknya dari sekolah lain, lumayan manis sih cowok dengan style korean yang gak gue sadar bahwa dia adalah Lendra, first love dan firts boyfriend gue semasa SD. Kita udah lost contact dari sejak lulus SD, sehingga gue juga udah lupa gimana tampang dia, apalagi gue masih kecil disaat dia ninggalin gue gitu aja dan lost contact sampai saat ini. Kalo gak peristiwa di hari ketiga yang bikin gue sadar.
Selesai pembukaan, sesuai roundown kami masuk ke seminar sesi pertama, jam 13.15 - 15.00. Selesai seminar sesi pertama, kami semua diberi snack lalu kami masuk ke seminar sesi kedua, yaitu jam 15.30-18.00 tentang kepemimpinan.
Jam 3an siang itu adalah waktu dimana ngantuk-ngantuknya, jadi anak cowok inisiatif buat bikin semacam kertas dimana isinya status dari si pembuat kertas ini, dia nulis : Ngantuk bingiiiit, 1 minute ago via hendpon pinjaman emak. Dioper ke sebelahnya lalu di coment : Idem~ Dioper-oper dan akhinya sampe ke gue, banyak hal absurd gokil yang kita omongin dikertas itu, yang kita namain facebook tahun 45 hahaha~ Ada ada aja pelepas kejenuhan saat itu menjadi tawaan.
Ga terasa, sudah jam enam kurang, waktunya kami makan lalu Sholat Maghrib.
Kata kata semacam Lauknya enak ya kak, jarang-jarang ni si Gito makan ayam sampe ega tadi mau ambil jeruk 2 tuh keluar dari mulut anak cowok, yang bikin kita ngakak, Iya kenceng banget. Seakan tangis menanti didepan sana.
Makan selesai, waktu menunjukkan pukul 19.00, setelah shalat maghrib dan sedikit rehat, kami kembali ke aula untuk mengikuti seminar sesi terakhir, ya jam 19.00 - 21.00~ sesuai jadwal yang tertera di roundown.
2 jam terasa melelahkan sekaligus menjenuhkan. Akhirnya gue smsan sama casilas dan bunga, nanya apa yang terjadi disekolah hari ini.
Ngantuk, pake banget. Itu yang gue dan anak-anak rasain saat itu.
Akhirnya jam 21.00 tiba, rasa kantuk pun serasa ilang. Aneh memang~
Saat seminar rasa kantuk melanda dan saat seminar selesai dan sampai kamar, rasa kantuk hilang.
Jam 21.15 kami balik ke pondok masing-masing untuk istirahat dan tidur, kakak pembina hanya mengantarkan sampai ke pertengahan pondok, tidak sampai kamar kami masing-masing,
*Mel, serem juga ya lama-lama ni pondok* Kata gue memecah keheningan malam itu.
*Ssssttt.. diem chik, pamali ngomong gitu disini* Sahut Melati
*Bener, lu liatin deh hawa nya. Mulai lain* Jawab gue.
*Astaga Mell, pohon jambu. Lo liat pohon jambu* Kata gue lagi ke Melati.
*Astagfirullah, gini amat yaa pakek liat lagi gue* Kata Melati. Disitu melati belom kesurupan.
*Istighfar Mel..* Kata gue.
*Lu berdua pada kenapa sih?* Tanya mawar ikutan nimbrung kebelakang
*Pohon jambu war, cepet masuk yuk. Gue takut* Kata gue
*Apaan sih* Kata mawar liat ke pohon jambu
*Masuk kamar war, cepet!* Bentak melati
*Iya..* Kata mawar dan gue barengan.
Malam itu dikamar kami tidur bagai ikan asin, bayangin aja 1 kasur besar untuk tidu 5 orang, setelah ganti baju dan pipis. Kami terutama gue udah gak pernah lagi mau ke kamar mandi, karena gue tahu disana ada pohon pisang yang gak beres.
Posisi tidur saat itu adalah gue (paling pojok) lalu disamping gue melati, sampingnya lagi mawar, lalu ega dan paling pinggir ade.
*Astagfirullah suara apaan lagi sih tuh* Kata gue.
*Cuma jangkrik chik, lo kan paling pojok. Paling denger lah, udah pada bawa headset kan, dengerin lagu aja dah mendingan biar gag denger yang aneh-aneh* kata melati
*Iya kak, pondoknya serem. Ega takut* Kata Ega
*Tuhkan ga, jangan bikin gw takut. Ade paling pinggir nih kak* Celetuk Ade.
Akhirnya kami semua tidur, tok tok tok..
Gue denger jendela diketok, tapi kamar yang kami tempatin gak ada jendela nya, soalnya sampingnya langsung bersebelahan sama pohon pisang. Entah kenapa disana ada banyak pohon pisang dan pohon jambu.
*kak itu jendela siapa yang di ketok* Tanya Ega.
*Gatau* Jawab gue
*AAAAAA...AAAAAAAA...*
*Suara teriak siapa tuh? Ayo keluar* Kata Melati
Oh ternyata dari kamar sebelah. Kamar sebelah adalah wanita-wanita dari sekolah negeri. Dimana siswinya rata-rata berkerudung. Ternyata ada orang iseng yang mengetok-ngetok jendela mereka. Enggak, bukan setan. Mereka adalah cowok-cowok dari sekolah lain yang memang sudah menggodai nya sejak siang hari.
Dan bahaya nya mereka tidur cuma dengan tangtop dan hotpans, gue gak abis pikir kenapa ditempat dingin kayak gini mereka masih bisa tidur dengan pakaian seperti itu. Sedangkan gue aja tidur pake kaos kegedean yang digulung lengan nya dengan celana training olahraga yang tebel, biar anget gitu.
*Yaudah cuy gapapa. Udah pergi juga* kata melati menenangkan suasana.
*Tapi mereka udah berhasil lihat kami dengan penampilan begini* Kata salah satu dari mereka
*Emang lo ga bawa baju kaos atau celana training gitu buat tidur? Rawan tau, disini bukan kayak kamping dipuncak bareng temen sekelas lo. Masih untung mereka cuma iseng.. Kalo aja..* Kata gue ikutan ngomong
*Kami cuma bawa celana olahraga dan celana jeans buat pulang, sisanya hot pants* Jawab lagi salah satu dari mereka.
*Astagaaa* Kata Melatii..
*Kita ga mungkin tidur ber10 ya. Ber 5 aja udah kayak ikan asin. Maaf ya, mending kalian pake baju yang lebih tertutup* Kata Mawar.
*Oke thanks ya tetangga* Kata salah satu dari mereka lagi.
*Iya* Kata mawar sambil masuk kamar, diikuti kami.
Begitulah kejadian di malam pertama seminar, dimana si penghuni belom mengganggu, dimana melati belom melempar bungkus sabun ke pohon pisang, melalui lobang di bawah kamar mandi.
Di hari kedua, semenjak selesai mandi perasaan gue gak enak.
Walaupun tim gue menang outbond tapi berasa aneh.
Dan dihari kedua gue masih melihat kuntilanak bolong di depan pohon jambu, serem banget seakan dia gak suka sama kami.
Pas gue mau nuang air diteko, di meja makan mata gue keatas dan dari lubang udara diatas ruangan yang berukuran sekitar 60 x 25 cm gue lihat pocong melototin gue, yaampun gue takut. Gue yang saat itu mau minum gak jadi dan langsung kepikiran Melati dan Mawar.
*Melati, Mawar* Batin ku sambil ke kamar.
*Mel, are you oke?*
*Mel, kok ga jawab. Mel ga boleh bengong. Lo harus istighfar, Mel...*
Belom ada respon, melati masih bengong dengan tatapan dan mungkin pikiran yang kosong.
*Astagaaa Melati sadar, ini gue chika, Mel,,,*
Melati udah kejang-kejang dan teriak-teriak kayak biasa. Semua panik, Ega juga bengong terus. Yaampun gimana ini, Ade. Ade masih sadar, dan ga lama ade pun ikut bengong. Tuhan apa yang harus gue lakuin, melati meronta-ronta terus sehingga membuat tetangga takut dan kabur dari kamarnya.
*Dek, melati kesurupan. Cepet kasih tau pembina dan kesini* Gue telepon Gito, seengaknya dia yang tadi masih sms gue. Jadi ga sulit untuk cari nomernya.
*Iya kak, tahan dulu ya. Kita kesana*
To be continue...
Diubah oleh chika10 01-06-2014 13:38
0
Kutip
Balas