- Beranda
- Berita dan Politik
Mufidah Kalla: Ibu Negara Pegang Peranan Penting
...
TS
partinii
Mufidah Kalla: Ibu Negara Pegang Peranan Penting
Quote:
Emang bener bu, peranan Ibu Negara amat penting untuk bisa mendampingi Kepala Negara di tenggah tugasnya yang amat berat!!!!!
0
2.2K
17
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
692.2KThread•57.3KAnggota
Tampilkan semua post
putina
#6
Otak Mufidah Kalla ada di selangkangan

Pada musim kampanye menjelang pilpres seperti ini kita akan sering menemui kampanye hitam-kampanye negatif dari masing-masing pasangan yang saling bertarung yang bertujuan meyakinkan masyarakat bahwa yang menjadi korban kampanye tidak layak dipilih. Tema kampanye bermacam-macam, tapi sejak Pemilu 1955 sampai hari ini tidak ada tema yang selucu 80% dari materi kampanye timses Jokowi-JK yaitu: selangkangan.
Beberapa topik kampanye dari Jokowi-JK kepada lawannya yang bertema selangkangan antara lain: (1) status duda cerai Prabowo; (2) "burung" Prabowo dikebiri Fretilin ketika bertugas di Timor Timur; (3) Didit, anak Prabowo kebanci-bancian; dan (4) hobi Prabowo menunggangi kuda. Mari kita bahas satu persatu.
Persamaan topik-topik di atas adalah tidak ada satupun yang berhubungan dengan kemampuan memimpin negara sebab "serangan" di atas semata-mata dikeluarkan karena sudah tidak ada alternatif untuk menyerang kredibilitas maupun kemampuan kepemimpinan Prabowo setelah "serangan HAM dan dwi kewarganegaraan" tidak berhasil dan KPU sendiri menyatakan bahwa Prabowo tidak tercela sehingga layak diloloskan sebagai capres.
PERTAMA, serangan sehubungan dengan perceraian Prabowo biasanya dikaitkan dengan mempertanyakan kesanggupan Prabowo memimpin negara bila memimpin rumah tangga saja tidak mampu. Sekilas masuk akal; tapi cukup lucu bila serangan ini dilakukan oleh kubu Jokowi yang diusung PDIP yang mengandalkan nama Soekarno sebagai pusat kekuatannya sebab kita sudah tahu bahwa Soekarno sendiri sering kimpoi-cerai; apakah dengan demikian PDIP mengakui Soekarno bukan pemimpin yang baik? Demikian pula dengan Megawati Soekarnoputri, Ketum PDIP incumbent yang perkimpoian keduanya dengan Hassan Gamal Ahmad Hasan berakhir di Pengadilan Tinggi Agama.
Kemudian setelah majalah Tempo milik Goenawan Mohamad, pendukung Jokowi, memberitakan bocoran kawat diplomatik tahun 2006 yang bercerita bahwa Prabowo memiliki kekasih di Thailand, "serangan" berubah menjadi ledekan karena Prabowo takut sehingga tidak menikahi pacar asingnya. Ledekan ini sebenarnya tidak logis karena ledekan tersebut berdasarkan asumsi bahwa hubungan itu ada dan sampai sekarang mereka masih berpacaran. Lagipula preseden Presiden Indonesia menikahi orang asing pertama kali dilakukan oleh Soekarno yang dua kali mengimpor istri yang bekerja sebagai Geisha dari Jepang.
Isu ketiga sehubungan dengan status duda Prabowo adalah mempertanyakan "first lady" bila terpilih menjadi presiden siapa? Ini lagi-lagi pertanyaan tidak logis karena tidak ada kewajiban seorang presiden memiliki pasangan hidup, dan malah sebenarnya bagus karena berarti Prabowo tidak akan diatur-atur oleh istrinya seperti SBY atau Megawati diatur Taufik Kiemas.
KEDUA, sumber "isu burung Prabowo dipotong Fretilin" berasal dari website SiaR dan hasil penelusuran saya dari semua berita mengenai Prabowo maka dapat dipastikan 90% isinya adalah fitnah yang dilatarbelakangi oleh kebencian kepada Prabowo. Hal ini wajar saja sebab SiaR didirikan oleh Goenawan Mohamad setelah Tempo dibredel dan di belakang Tempo ada Benny Moerdani yang sangat membenci Prabowo karena merusak rencana mereka mendeislamisasi Indonesia.
KETIGA, isu Didit "banci" juga bersumber dari SiaR dan alasan ditulis seperti itu adalah karena Didit bekerja sebagai desainer fashion di Paris dan desainer pria biasa dikonotasikan dengan karakter "kebanci-bancian". Tentu saja logika seperti ini hanya bentuk generalisasi, dan tidak ada hubungan dengan kemampuan Prabowo memimpin negara. Lagipula fakta bahwa Didit hidup mandiri di luar negeri membuktikan bahwa dia bisa hidup mandiri tanpa bantuan ayah atau ibunya; dan bila jadi presiden dapat dipastikan tidak akan ada anak presiden yang melakukan nepotisme seperti Ibas atau anak Jokowi, Rakabuning yang menerima Rp. 19,2miliar dari Luhut Panjaitan.
Selain itu bicara pria banci maka sulit untuk tidak mempertanyakan "kejantanan" anak Soekarno sendiri, Guruh Soekarnoputra yang memiliki sanggar tari dan sangat gemulai. Demikian juga dengan Jokowi yang dari kecil hingga dewasa memiliki panggilan "Mas Joko klemer" karena bahasa tubuhnya kebanci-bancian atau klemar-klemer.
KEEMPAT, entah kenapa tapi sejak Prabowo menunggang kuda di Gelora Senayan membuat fanboi Jokowi menjadi sangat terobsesi menyerang Prabowo dengan isu kuda seharga Rp. 3miliar/ekor tersebut. Entah mereka iri hati atau sirik saya tidak tahu tapi tentu saja memiliki kuda impor bukan dosa apalagi bila hobi berkuda Prabowo berhasil membawa tim Indonesia menjuarai lomba Polo seAsia tahun 2014. Bandingkan dengan hobi berkuda Jokowi yang tidak menghasilkan apa-apa itu?
Demikian beberapa isu seputar selangkangan yang menjadi obsesi Jokowi-JK dan tim suksesnya belakangan ini. Semoga menghibur anda semua karena saya terhibur melihat polah dan tingkah laku orang-orang yang terobsesi selangkangan.

Pada musim kampanye menjelang pilpres seperti ini kita akan sering menemui kampanye hitam-kampanye negatif dari masing-masing pasangan yang saling bertarung yang bertujuan meyakinkan masyarakat bahwa yang menjadi korban kampanye tidak layak dipilih. Tema kampanye bermacam-macam, tapi sejak Pemilu 1955 sampai hari ini tidak ada tema yang selucu 80% dari materi kampanye timses Jokowi-JK yaitu: selangkangan.
Beberapa topik kampanye dari Jokowi-JK kepada lawannya yang bertema selangkangan antara lain: (1) status duda cerai Prabowo; (2) "burung" Prabowo dikebiri Fretilin ketika bertugas di Timor Timur; (3) Didit, anak Prabowo kebanci-bancian; dan (4) hobi Prabowo menunggangi kuda. Mari kita bahas satu persatu.
Persamaan topik-topik di atas adalah tidak ada satupun yang berhubungan dengan kemampuan memimpin negara sebab "serangan" di atas semata-mata dikeluarkan karena sudah tidak ada alternatif untuk menyerang kredibilitas maupun kemampuan kepemimpinan Prabowo setelah "serangan HAM dan dwi kewarganegaraan" tidak berhasil dan KPU sendiri menyatakan bahwa Prabowo tidak tercela sehingga layak diloloskan sebagai capres.
PERTAMA, serangan sehubungan dengan perceraian Prabowo biasanya dikaitkan dengan mempertanyakan kesanggupan Prabowo memimpin negara bila memimpin rumah tangga saja tidak mampu. Sekilas masuk akal; tapi cukup lucu bila serangan ini dilakukan oleh kubu Jokowi yang diusung PDIP yang mengandalkan nama Soekarno sebagai pusat kekuatannya sebab kita sudah tahu bahwa Soekarno sendiri sering kimpoi-cerai; apakah dengan demikian PDIP mengakui Soekarno bukan pemimpin yang baik? Demikian pula dengan Megawati Soekarnoputri, Ketum PDIP incumbent yang perkimpoian keduanya dengan Hassan Gamal Ahmad Hasan berakhir di Pengadilan Tinggi Agama.
Kemudian setelah majalah Tempo milik Goenawan Mohamad, pendukung Jokowi, memberitakan bocoran kawat diplomatik tahun 2006 yang bercerita bahwa Prabowo memiliki kekasih di Thailand, "serangan" berubah menjadi ledekan karena Prabowo takut sehingga tidak menikahi pacar asingnya. Ledekan ini sebenarnya tidak logis karena ledekan tersebut berdasarkan asumsi bahwa hubungan itu ada dan sampai sekarang mereka masih berpacaran. Lagipula preseden Presiden Indonesia menikahi orang asing pertama kali dilakukan oleh Soekarno yang dua kali mengimpor istri yang bekerja sebagai Geisha dari Jepang.
Isu ketiga sehubungan dengan status duda Prabowo adalah mempertanyakan "first lady" bila terpilih menjadi presiden siapa? Ini lagi-lagi pertanyaan tidak logis karena tidak ada kewajiban seorang presiden memiliki pasangan hidup, dan malah sebenarnya bagus karena berarti Prabowo tidak akan diatur-atur oleh istrinya seperti SBY atau Megawati diatur Taufik Kiemas.
KEDUA, sumber "isu burung Prabowo dipotong Fretilin" berasal dari website SiaR dan hasil penelusuran saya dari semua berita mengenai Prabowo maka dapat dipastikan 90% isinya adalah fitnah yang dilatarbelakangi oleh kebencian kepada Prabowo. Hal ini wajar saja sebab SiaR didirikan oleh Goenawan Mohamad setelah Tempo dibredel dan di belakang Tempo ada Benny Moerdani yang sangat membenci Prabowo karena merusak rencana mereka mendeislamisasi Indonesia.
KETIGA, isu Didit "banci" juga bersumber dari SiaR dan alasan ditulis seperti itu adalah karena Didit bekerja sebagai desainer fashion di Paris dan desainer pria biasa dikonotasikan dengan karakter "kebanci-bancian". Tentu saja logika seperti ini hanya bentuk generalisasi, dan tidak ada hubungan dengan kemampuan Prabowo memimpin negara. Lagipula fakta bahwa Didit hidup mandiri di luar negeri membuktikan bahwa dia bisa hidup mandiri tanpa bantuan ayah atau ibunya; dan bila jadi presiden dapat dipastikan tidak akan ada anak presiden yang melakukan nepotisme seperti Ibas atau anak Jokowi, Rakabuning yang menerima Rp. 19,2miliar dari Luhut Panjaitan.
Selain itu bicara pria banci maka sulit untuk tidak mempertanyakan "kejantanan" anak Soekarno sendiri, Guruh Soekarnoputra yang memiliki sanggar tari dan sangat gemulai. Demikian juga dengan Jokowi yang dari kecil hingga dewasa memiliki panggilan "Mas Joko klemer" karena bahasa tubuhnya kebanci-bancian atau klemar-klemer.
KEEMPAT, entah kenapa tapi sejak Prabowo menunggang kuda di Gelora Senayan membuat fanboi Jokowi menjadi sangat terobsesi menyerang Prabowo dengan isu kuda seharga Rp. 3miliar/ekor tersebut. Entah mereka iri hati atau sirik saya tidak tahu tapi tentu saja memiliki kuda impor bukan dosa apalagi bila hobi berkuda Prabowo berhasil membawa tim Indonesia menjuarai lomba Polo seAsia tahun 2014. Bandingkan dengan hobi berkuda Jokowi yang tidak menghasilkan apa-apa itu?
Demikian beberapa isu seputar selangkangan yang menjadi obsesi Jokowi-JK dan tim suksesnya belakangan ini. Semoga menghibur anda semua karena saya terhibur melihat polah dan tingkah laku orang-orang yang terobsesi selangkangan.
0
