- Beranda
- Stories from the Heart
Stories from the Hospital
...
TS
chika10
Stories from the Hospital
Wooow Thread ini sudah memiliki lebih dari 10.000 viewers.
Kalo kamu suka cerita ini, bantu rate dan share juga ya
Kalo kamu suka cerita ini, bantu rate dan share juga ya

Quote:
Ceritanya ane sekarang lagi di Rumah sakit.
Yap, ane yang sakit. Ane awalnya sakit typus terus minum obat dari dokter dan.. *loh kok jadi curcol-.- Gak, ane gak mau cerita tentang sakit ane.
Yang ane mau ceritain kejadian yang terjadi selama ane dirawat disini, rada sedikit horror sih gan.
fyi ajah, ane udah hampir seminggu di Rumah sakit ini.
Langsung ajah yaah gansis beberapa cerita based on true story nya
Yap, ane yang sakit. Ane awalnya sakit typus terus minum obat dari dokter dan.. *loh kok jadi curcol-.- Gak, ane gak mau cerita tentang sakit ane.
Yang ane mau ceritain kejadian yang terjadi selama ane dirawat disini, rada sedikit horror sih gan.
fyi ajah, ane udah hampir seminggu di Rumah sakit ini.
Langsung ajah yaah gansis beberapa cerita based on true story nya
Quote:
Ada kabar gembira untuk kita semua gansis, Ane udah keluar dari Rumah Sakit, udah ada sebulan yang lalu sih
*abaikan*
*abaikan* Oh iya, buat yang baru mampir dan males baca per page untuk cari Part ceritanya, bisa klik yang biru-biru dibawah ini yang merupakan single post masing-masing Part (semacam index gitudeh)

Spoiler for Happy Reading:


Eits sebelum menuju Part I Ane mau kenalin Artis-artis yang ada di STFH (Story From The Hospital, ciyee kompak banget ama sub forumnya
plus karakternya..
plus karakternya..
Spoiler for Check it out ::
Quote:
1. Chika, adalah tokoh utama dalam cerita ini, karakternya bawel, jayus, iseng, suka bercanda, suka bola, nyoret2 belakang buku tulis sama ketularan 3 sahabtanya jadi suka gambar2 anime dan kalian simpulkan sendiri deh 
2. Mama, adalah Ibu dari Chika, karakternya sama kayak emak-emak pada umumnya
3. Bunga, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta kucing dan anime, karakternya sama seperti Chika sih
4. Kenanga, adalah sahabat dari Chika, si Bunga ini gak indigo tapi sama-sama pecinta audy dan juga anime. Karakternya mirip sama Cinta
3.Mawar, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta anime dan penyuka gothik karakternya paling dewasa dari antara Cinta, Melati dan juga Bunga
4. Melati, adalah teman baik Chika, Paling sering dapet julukan 'emak' karena sangat dewasa dan mengayomi temen-temennya, indigo dan suka banget warna ungu
5. Adik, adalah adik Chika (tokoh utama), sama seperti adik-adik lainnya but dia ini paling nurut kalau disuruh-suruh kakanya, tingkat nyebelinnya sama dengan adik-adik pada umumnya
6. Casilas, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Chika dan kini menjadi mantan kesayangannya
Dia ini seperti cowok pada umumnya, romantis dan juga wangi.
7. Ken, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Mawar, dia mirip banget sama Afgan, masalah karakter sama aja kaya cowok lainnya, suka banget sama Anime, like Mawar
8. Ramzi, adalah pacar Melati, cowok rumahan lebay yang hobi banget main marawis sama kayak Casilas, Lebay nya klimaks banget, like Melati
9. Bang Rustam, adalah Pelatih futsal di Sekolah SMA nya Cinta
10. Kak Fikri, Kak Onet, Kak Izal, Kak Arel, Kak Vivi, mereka adalah kakak kelas atau seniornya Cinta
11. Pak Kadir, adalah Penjaga sekolah Cinta.
12. Suster&Dokter Rumah Sakit, adalah pemain figuran yang merawat Chika saat dia di Rumah Sakit.
13. Kunti, Pocong, Genderuwo, Dedemit-dedemit lainnya, adalah artis utama yang menjadi biang kerok tertulis nya cerita ini


2. Mama, adalah Ibu dari Chika, karakternya sama kayak emak-emak pada umumnya

3. Bunga, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta kucing dan anime, karakternya sama seperti Chika sih

4. Kenanga, adalah sahabat dari Chika, si Bunga ini gak indigo tapi sama-sama pecinta audy dan juga anime. Karakternya mirip sama Cinta

3.Mawar, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta anime dan penyuka gothik karakternya paling dewasa dari antara Cinta, Melati dan juga Bunga

4. Melati, adalah teman baik Chika, Paling sering dapet julukan 'emak' karena sangat dewasa dan mengayomi temen-temennya, indigo dan suka banget warna ungu

5. Adik, adalah adik Chika (tokoh utama), sama seperti adik-adik lainnya but dia ini paling nurut kalau disuruh-suruh kakanya, tingkat nyebelinnya sama dengan adik-adik pada umumnya

6. Casilas, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Chika dan kini menjadi mantan kesayangannya
Dia ini seperti cowok pada umumnya, romantis dan juga wangi.7. Ken, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Mawar, dia mirip banget sama Afgan, masalah karakter sama aja kaya cowok lainnya, suka banget sama Anime, like Mawar

8. Ramzi, adalah pacar Melati, cowok rumahan lebay yang hobi banget main marawis sama kayak Casilas, Lebay nya klimaks banget, like Melati

9. Bang Rustam, adalah Pelatih futsal di Sekolah SMA nya Cinta

10. Kak Fikri, Kak Onet, Kak Izal, Kak Arel, Kak Vivi, mereka adalah kakak kelas atau seniornya Cinta

11. Pak Kadir, adalah Penjaga sekolah Cinta.
12. Suster&Dokter Rumah Sakit, adalah pemain figuran yang merawat Chika saat dia di Rumah Sakit.
13. Kunti, Pocong, Genderuwo, Dedemit-dedemit lainnya, adalah artis utama yang menjadi biang kerok tertulis nya cerita ini

Part I - Suster Kecil Itu..
Spoiler for Part I - Susuter Kecil Itu:
Quote:
Hari ini adalah hari kedua aku dirawat di Rumah sakit yang hanya berjarak beberapa puluh kilometer dari rumah. Malam ini aku tidur sendiri di dalam ruangan kelas II, dimana harusnya dalam ruangan itu berisi 3 pasien. 2 pasien yg terkena DBD sudah boleh pulang, tinggal lah aku sendirian diruangan itu dengan 2 tempat tidur kosong di kanan dan kiri ku.
Awalnya biasa saja, sore itu sekitar pukul 7.00 suster datang untuk mengganti botol impus yang sudah kosong sambil memberikan beberapa obat yang harus aku minum. Setelah minum obat dan perlengkapan ku terpenuhi, waktunya aku untuk tidur. Ibu, malaikat tak bersayap yang dikirim Tuhan untuk menjagaku pun sudah terlelap dikursi nya, mungkin karena posisi tidurku saat itu yg menyamping, membelakangi dirinya membuatnya berfikir bahwa anaknya sudah terlelap tidur.
Padahal aku masih terjaga, bahkan masih ngaskus, menjadi SR di beberapa HT dan thread lain. Oiya saat ini jam dihandphone ku sudah menujukkan pukul 23.00 malam.
Bosan dengan kaskus, sesekali aku berbalik balik badan, melihat lihat ibu yg tertidur sambil memutar bola mataku kesegala sisi ruangan kelas II yang makin lama makin terasa dingin.
Tiba-tiba ...
Astagfirullah'aladzimm aku melihat ada seorang/sesetan atau apalah namanya-.- suster pakai baju putih lusuh (padahal seragam suster di RS ini hijau, batinku) yang tidak jelas muka dan wajahnya sedang menulis, entah apa yang ditulisnya. Semakin mata ku mencoba melihatnya lebih tajam, wajah suster itu semakin tidak terlihat. Geradakan! Wajah penuh luka sobek dimana mana terlihat jelas saat aku berusaha melihatnya lebih menyelidik lagi.
Oh Tuhan, kenapa suster itu hanya setinggi gas yg seberat 12 kg..
Oh God, apa yang aku lihat barusan?
Suster jenis apakah ini?
Entah apa yg aku rasakan, sekujur tubuhku dan mataku beku layaknya ikan yang berhari-hari dan baru dikeluarkan dari freezer. Ingin aku teriak dan bangunin mama tapiii... mulut dan tangan ini terasa terkunci.
Saat aku ingin melempar handphone, benda satu2nya yg ada ditanganku, untuk memastikan apa yg ku lihat. Tiba-tiba dia hilang tanpa bekas bagai uap. Dan yg paling untung adalah, handphone ku ini tidak jadi aku lemparkan.
Badanku kembali normal, layaknya daging ikan ayam atau sapi yg baru dipotong dan masih merah. Kesadaranku telah kembali.
Aku teriak teriak! Nyokap kaget. Dia bangun dan mengira kalau anaknya yg unyu2 ini sedang mengiggau, dan dia menyuruh aku untuk tidur lagi.
Aku takut. Aku tidur tidak lagi dengan posisi terlentang dan mata berputar. Aku tidur menghadap samping, sambil memegangi tangan nyokap dan mencoba untuk meram sambil melupakan kejadian mengerikan yg baru saja aku lihat. Nyokap gak tau! Dia pikir pengaruh demam yg bikin gue mengiggau. Padahal malam itu aku takut, sangat takut~
to be continue..
Awalnya biasa saja, sore itu sekitar pukul 7.00 suster datang untuk mengganti botol impus yang sudah kosong sambil memberikan beberapa obat yang harus aku minum. Setelah minum obat dan perlengkapan ku terpenuhi, waktunya aku untuk tidur. Ibu, malaikat tak bersayap yang dikirim Tuhan untuk menjagaku pun sudah terlelap dikursi nya, mungkin karena posisi tidurku saat itu yg menyamping, membelakangi dirinya membuatnya berfikir bahwa anaknya sudah terlelap tidur.
Padahal aku masih terjaga, bahkan masih ngaskus, menjadi SR di beberapa HT dan thread lain. Oiya saat ini jam dihandphone ku sudah menujukkan pukul 23.00 malam.
Bosan dengan kaskus, sesekali aku berbalik balik badan, melihat lihat ibu yg tertidur sambil memutar bola mataku kesegala sisi ruangan kelas II yang makin lama makin terasa dingin.
Tiba-tiba ...
Astagfirullah'aladzimm aku melihat ada seorang/sesetan atau apalah namanya-.- suster pakai baju putih lusuh (padahal seragam suster di RS ini hijau, batinku) yang tidak jelas muka dan wajahnya sedang menulis, entah apa yang ditulisnya. Semakin mata ku mencoba melihatnya lebih tajam, wajah suster itu semakin tidak terlihat. Geradakan! Wajah penuh luka sobek dimana mana terlihat jelas saat aku berusaha melihatnya lebih menyelidik lagi.
Oh Tuhan, kenapa suster itu hanya setinggi gas yg seberat 12 kg..
Oh God, apa yang aku lihat barusan?
Suster jenis apakah ini?
Entah apa yg aku rasakan, sekujur tubuhku dan mataku beku layaknya ikan yang berhari-hari dan baru dikeluarkan dari freezer. Ingin aku teriak dan bangunin mama tapiii... mulut dan tangan ini terasa terkunci.
Saat aku ingin melempar handphone, benda satu2nya yg ada ditanganku, untuk memastikan apa yg ku lihat. Tiba-tiba dia hilang tanpa bekas bagai uap. Dan yg paling untung adalah, handphone ku ini tidak jadi aku lemparkan.
Badanku kembali normal, layaknya daging ikan ayam atau sapi yg baru dipotong dan masih merah. Kesadaranku telah kembali.
Aku teriak teriak! Nyokap kaget. Dia bangun dan mengira kalau anaknya yg unyu2 ini sedang mengiggau, dan dia menyuruh aku untuk tidur lagi.
Aku takut. Aku tidur tidak lagi dengan posisi terlentang dan mata berputar. Aku tidur menghadap samping, sambil memegangi tangan nyokap dan mencoba untuk meram sambil melupakan kejadian mengerikan yg baru saja aku lihat. Nyokap gak tau! Dia pikir pengaruh demam yg bikin gue mengiggau. Padahal malam itu aku takut, sangat takut~
to be continue..
Part II - Keesokan Harinya..
Part III - Filling Nyokap..
Part IV - Suara Dorongan Tempat Tidur dan Ketokan di Jendela..
Part V - Suara Panggilan Itu..
Part VI - My BFF dan Kisah SanLat..
Part Bonus - Little About My BFF
Part VII - Momen CUP dan ke 'seraman' nya..
Permohonan Maaf, Ane kena musibah gan~
Part VIII - SOTR & Ke 'seraman' nya
Part IX - SOTR dan Ke 'seraman' nya (Lanjutan)
Part X - Misteri Saat Seminar..
Part XI - Misteri Saat Seminar (Lanjutan)
Part XII - Wanita Bersimbah Darah di Toilet itu..
Part XIII - Mimpi Aneh Itu...
Part XIV - Malam Terakhir di Rumah Sakit
Part XV - Kaki-kaki itu...
Part XVI - Mimpi Aneh...
Part XVII - Peristiwa Malam Itu...
Part III - Filling Nyokap..
Part IV - Suara Dorongan Tempat Tidur dan Ketokan di Jendela..
Part V - Suara Panggilan Itu..
Part VI - My BFF dan Kisah SanLat..
Part Bonus - Little About My BFF
Part VII - Momen CUP dan ke 'seraman' nya..
Permohonan Maaf, Ane kena musibah gan~
Part VIII - SOTR & Ke 'seraman' nya
Part IX - SOTR dan Ke 'seraman' nya (Lanjutan)
Part X - Misteri Saat Seminar..
Part XI - Misteri Saat Seminar (Lanjutan)
Part XII - Wanita Bersimbah Darah di Toilet itu..
Part XIII - Mimpi Aneh Itu...
Part XIV - Malam Terakhir di Rumah Sakit
Part XV - Kaki-kaki itu...
Part XVI - Mimpi Aneh...
Part XVII - Peristiwa Malam Itu...
Still Waiting Yes 
And to be continued..

And to be continued..
Ada juga nih, Pengalaman dari Kaskusker yang Komeng.
Spoiler for Pengalaman Kaskusker yang Komeng:
Quote:
Original Posted By rondo.royal►Hiiiiii serem sist ceritanya ..
Ane dulu pernah diganggu seperti sist alami , tapi ane pas diwaktu tidur .jadi antara sadar dan tidak, tau kan maksudnya pokoknya gitu deh susah jelasinya .itu pipi ane dicolek sama anak kecil terus kayak disampingnya ada ibunya merhatiin ane ,terus ibunya bilang apa ane lupa ,,,,suasananya rame anak kecil padahal itu ane tidur digudang .
Kedua ane main dirumah saudara 2 hari ,pas malem pertama mau tidur itu antara sadar ato tidak ada yang pegang pengang kemaluan ane asli ane belom 100 persen tidur masih kerasa ada yang mainin itunya ane padahal kamar gak ada orang kecuali ane .
Kata guru ane kalo kita ditempat baru ,kita ijin sama penghuni situ semacam "permisi mau numpang tidur disini saya tidak akan mengganggu" setelah itu baca ayat kursi bagi yang muslim.
Maap sist jadi curcol
Ane dulu pernah diganggu seperti sist alami , tapi ane pas diwaktu tidur .jadi antara sadar dan tidak, tau kan maksudnya pokoknya gitu deh susah jelasinya .itu pipi ane dicolek sama anak kecil terus kayak disampingnya ada ibunya merhatiin ane ,terus ibunya bilang apa ane lupa ,,,,suasananya rame anak kecil padahal itu ane tidur digudang .
Kedua ane main dirumah saudara 2 hari ,pas malem pertama mau tidur itu antara sadar ato tidak ada yang pegang pengang kemaluan ane asli ane belom 100 persen tidur masih kerasa ada yang mainin itunya ane padahal kamar gak ada orang kecuali ane .
Kata guru ane kalo kita ditempat baru ,kita ijin sama penghuni situ semacam "permisi mau numpang tidur disini saya tidak akan mengganggu" setelah itu baca ayat kursi bagi yang muslim.
Maap sist jadi curcol
Quote:
Original Posted By arinda.dinda►ane juga pernah gan..
waktu itu ane lagi pulang sekolah, sampe di depan rumah pagernya di kunci(orang rumah lagi pergi)
akhirnya ane loncat pager. trus ane ngambil kunci di bawah keset buat buka pager sama pintu..
suasana dalem rumah mencekam bgt gan
ane sampe was was liat depan belakang samping kanan kiri
ane udah naroh tas, trus ane pengen ganti baju. pas pengen jalan ke lemari tiba tiba ada kain putih kayak terbang gan
ane langsung kaget. alhasil ane teriak2 gk jelas sambil lari ke luar rumah
tetangga depan rumah ane keluar.. trus dia nanya ane kenapa. trus ane ceritain semuanya.. akhirnya tetangga ane nganterin ane masuk dan ternyata itu mukena emak ane kena angin kipas gan

ane malu banget sama tetangga ane 
kesimpulan nya periksa dulu apa yg agan/sista lihat. jangan main kabur aja

waktu itu ane lagi pulang sekolah, sampe di depan rumah pagernya di kunci(orang rumah lagi pergi)
akhirnya ane loncat pager. trus ane ngambil kunci di bawah keset buat buka pager sama pintu..
suasana dalem rumah mencekam bgt gan
ane sampe was was liat depan belakang samping kanan kiriane udah naroh tas, trus ane pengen ganti baju. pas pengen jalan ke lemari tiba tiba ada kain putih kayak terbang gan
ane langsung kaget. alhasil ane teriak2 gk jelas sambil lari ke luar rumahtetangga depan rumah ane keluar.. trus dia nanya ane kenapa. trus ane ceritain semuanya.. akhirnya tetangga ane nganterin ane masuk dan ternyata itu mukena emak ane kena angin kipas gan

ane malu banget sama tetangga ane 
kesimpulan nya periksa dulu apa yg agan/sista lihat. jangan main kabur aja

Quote:
Original Posted By rondo.royal►
iya beneer ketindihan sist tapi orang2 biasanya gak bisa gerakin badan lama trus lepas ,lah ane
Ada yang ngajakin kenalan.. 4 pocong menampakkan diri dikamar bareng2.. Didatangi orang tinggi seragam kolonial belanda lengkap trus ngomong apa gitu lupa.. Digrepe2
ini pasti effect kegantengan ane
tapi tapi berarti ane korban pencabulan dong huuaaaa
iibuuuuk
eh kalo ikut suara itu makhluk ,dibawa muter2 kemana sist..
Cerita dong pengalaman sist tindihan ,bukan ditindih ya sist entar kayak cerita bokep
ya sist jangan sampe digrepe2 lah .. kemana coba ngadunya .. Masak ngadunya ke kak seto
iya beneer ketindihan sist tapi orang2 biasanya gak bisa gerakin badan lama trus lepas ,lah ane
Ada yang ngajakin kenalan.. 4 pocong menampakkan diri dikamar bareng2.. Didatangi orang tinggi seragam kolonial belanda lengkap trus ngomong apa gitu lupa.. Digrepe2
ini pasti effect kegantengan ane
tapi tapi berarti ane korban pencabulan dong huuaaaa
iibuuuuk eh kalo ikut suara itu makhluk ,dibawa muter2 kemana sist..
Cerita dong pengalaman sist tindihan ,bukan ditindih ya sist entar kayak cerita bokep

ya sist jangan sampe digrepe2 lah .. kemana coba ngadunya .. Masak ngadunya ke kak seto
Quote:
Original Posted By ejja.here►Wah ngeri sist
ane jg pernah ngalamin di rumah sakit dus**** di cimahi beuh serem sis galagi2 deh,
Apdet yah sis btw udh difollow twit nya siapa tau jodoh sis
ane jg pernah ngalamin di rumah sakit dus**** di cimahi beuh serem sis galagi2 deh, Apdet yah sis btw udh difollow twit nya siapa tau jodoh sis

Quote:
Original Posted By misterforget►hahahaha.. dulu pas SMP,, gw pernah sanlat 3 hari nginep di sekolah. Pas di hari terakhir juga banyak temen gw yang ngeliat Kuntilanak di lantai 3 sekolahan lagi duduk nyantai di balkon 

Quote:
Original Posted By meat.lovers►pengalaman lo serem amat chik.. 
cewe ane juga sensitif sama hal kaya gitu sist. pernah dapet bonus abis dari kebun teh di puncak di tempel 3 kunti
trus cewe ane jaman dulu kalo lagi nginep di kosan ane sering bgt tuh di gangguin sama hantu penunggu badan ane, badannya langsung pada biru gitu :capede. ane sih ga sensitif sama hal yang begituan, tapi kata temen ane yang indigo ada satu hantu perempuan yang nempel di ane dari jaman ane ngekos sampe sekarang, katanya suka trus mau jagain ane, kadang kalo ane lagi kesel sama cwe ane emosi ane suka di kuasain sama tuh hantu perempuan katanya.
ebusettt malah ane yang bikin cerita.. maap yak sist

lanjutt dahhhh

cewe ane juga sensitif sama hal kaya gitu sist. pernah dapet bonus abis dari kebun teh di puncak di tempel 3 kunti

trus cewe ane jaman dulu kalo lagi nginep di kosan ane sering bgt tuh di gangguin sama hantu penunggu badan ane, badannya langsung pada biru gitu :capede. ane sih ga sensitif sama hal yang begituan, tapi kata temen ane yang indigo ada satu hantu perempuan yang nempel di ane dari jaman ane ngekos sampe sekarang, katanya suka trus mau jagain ane, kadang kalo ane lagi kesel sama cwe ane emosi ane suka di kuasain sama tuh hantu perempuan katanya.
ebusettt malah ane yang bikin cerita.. maap yak sist

lanjutt dahhhh

Quote:
Original Posted By semelohee►bantu rate sist,
dan tetep setia nungguin update nya,
klo ane jg pnya sist mcam githu cuma g peka" amat,
pekanya baca sifat karakter seseorang lewat foto dan tatapan mata.
mungkin itu biasa aja kali yahhhh
dan tetep setia nungguin update nya,
klo ane jg pnya sist mcam githu cuma g peka" amat,
pekanya baca sifat karakter seseorang lewat foto dan tatapan mata.
mungkin itu biasa aja kali yahhhh
Buat Momod, makasih juga udah referensiin, moga gak mengecewakan ya

Spoiler for Referensi Momod:
Quote:
Quote:
Original Posted By luntang►dapet rekomendasi dari salah satu momod buat baca thread ini
gw pikir cerita cinta cintaan ga taunya cerita setan
gw pikir cerita cinta cintaan ga taunya cerita setan

Ada juga nih, Kritik&Saran kaskusker yang Bikin cerita ini semakin mantap

Spoiler for Relawan Editor:
Quote:
Original Posted By andhikajj►sepertinya sistahh ini bakat jadi penulis ya?
kamsud dari ceritanya jelas sekali...
tapi ngeri juga lama2 
kamsud dari ceritanya jelas sekali...
tapi ngeri juga lama2 
Quote:
Original Posted By geolgeolupil►Pusing gw bacanya...
Cerita isinya kebanyakan dialog yang menurut gw ga menarik, sama kejadian kesurupan melati.
Melati mulu
Sorry to say, ceritanya bagus di awal doang.
Jangan terlalu excited bikin cerita, kalo ga bisa nahan nafsunya ntar malah berantakan.
Imho sih
Btw semisal lo ngeliat penampakan gt, napa gak disamperin terus tabok aja sih
Ato lempar gt, kalo ga teriakin " apa lo liat liat "
Cerita isinya kebanyakan dialog yang menurut gw ga menarik, sama kejadian kesurupan melati.
Melati mulu

Sorry to say, ceritanya bagus di awal doang.
Jangan terlalu excited bikin cerita, kalo ga bisa nahan nafsunya ntar malah berantakan.
Imho sih
Btw semisal lo ngeliat penampakan gt, napa gak disamperin terus tabok aja sih

Ato lempar gt, kalo ga teriakin " apa lo liat liat "
Quote:
Original Posted By botolkecapabc►sist ane udah baca cerita dari ente, ane ada masukan nih. kalo bisa setelah ada yg berbicara diberi tahu siapa org yg berkata seperti itu.
contohnya : *De pindah sementara di kelas 1 ya~ nanti kalau sudah sterill dipanggil lagi kembali ke ruangan kamu* . suster mencoba memberi tahu.
*Ruang kelas 1 itu dimana ya sus?* , tanya gue
*Itu dipaling pojok. Nanti dianter kok* , kata suster mencoba untuk menjelaskan.
(pojok, not bad lah daripada koridor hihi. Batin gw~ kyknya gw mulai mikir apa yg ade gw pikirin)(Part 3 baris ke 12)
nah setelah kata itu di kasih keterangan siapa yg berkata seperti itu sist, ane agak bingung juga siapa yg berbicara seperti kata di atas. untuk selanjutnya yaa kalo bisa ditambah pengenalnya.
contohnya : *De pindah sementara di kelas 1 ya~ nanti kalau sudah sterill dipanggil lagi kembali ke ruangan kamu* . suster mencoba memberi tahu.
*Ruang kelas 1 itu dimana ya sus?* , tanya gue
*Itu dipaling pojok. Nanti dianter kok* , kata suster mencoba untuk menjelaskan.
(pojok, not bad lah daripada koridor hihi. Batin gw~ kyknya gw mulai mikir apa yg ade gw pikirin)(Part 3 baris ke 12)
nah setelah kata itu di kasih keterangan siapa yg berkata seperti itu sist, ane agak bingung juga siapa yg berbicara seperti kata di atas. untuk selanjutnya yaa kalo bisa ditambah pengenalnya.
Quote:
Original Posted By Gent4r►Isinya menarik.. Tapi saran gaya tulisan di perbaiki.. Karena tulisan ts bikin bingung dgn alurnya yg terkesan sambung menyambung dan alurnya campur aduk
Obrolan juga dibuat lebih jelas.. Misal si a yg bicara di beri tanda :
Kl bicara dlm hati dikasih tanda ' dan kejelasan kondisi
Over all bagus ceritanya
Obrolan juga dibuat lebih jelas.. Misal si a yg bicara di beri tanda :
Kl bicara dlm hati dikasih tanda ' dan kejelasan kondisi
Over all bagus ceritanya

Akhir kata ane ucapkan
Quote:

Diubah oleh chika10 13-01-2015 09:52
kuyaman46 dan anasabila memberi reputasi
2
36.6K
Kutip
198
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•1Anggota
Tampilkan semua post
TS
chika10
#128
Part VIII
Quote:
Masih dirumah sakit, saat bff ku yang memiliki semacam nama 3in1+1 menjenguk ku dan kita masih mem flashback cerita-cerita horror yang terjadi sebelumnya.
Setelah kita flashback tentang kegiata CUP yang penuh dengan misteri seram itu.
*Chik, lu boleh pulang kapan?* Tanya mawar memecah kesunyian (ciyeelah
)
*Gatau war, gue juga pengen cepet pulang. Tapi dokter belum kasih izin. Besok gw masih harus melakukan beberapa pengecekan lagi~ huh bete lama2 disini. Mana ada tu makhluk* Gue mulai ngomong, lebih tepatnya curhat. Haduh, gue emang bawel banget
*Eh gue kan udah mulai dinas beb, waktu gue dines malem dan asrama juga ada banyak kejadian kayak gitu tuh. Gila, lebih parah dari yg lu alamin. Apalagi lu kan tau RS tempat gue kuliah gimana* Bunga mulai curhat dan cerita tentang pengalamannya~
*Rumah Sakit gak beda jauh ama sekolah cuy, apalagi sekolah kita. Kan lu tau sendiri. Masih inget soal SOTR?* Kali ini mawar yang bicara
*Yang mana tuh? Ah gw kan blm gabung ama kalian Curang nih.* Gadis mulai protes
SOTR atau kepanjangannya Sahur On The Road adalah salah satu kegiatan keramat selain CUP yang harus ada di setiap proker kepengurusan OSIS. Berapapun periode dan angkatannya kedua nya pasti ada setidaknya selain BukBer dan MOS dalam program kerja osis atau yang disingkat dengan Proker.
Malam itu adalah hari Jumat dimana sudah disepakati bersama anak OSIS untuk melakukan SOTR. Plan A adalah berkumpul di rumah salah satu senior kami, di rusun daerah pertamburan. Walaupun Pembina OSIS dan kepsek sudah setuju untuk memakai sekolah sebagai tempat penantian dan persiapan waktu SOTR, tapi Setidaknya di rumah kakak senior kita bisa lebih bebas dibanding disekolah~ mengingat kejadian mistis yang banyak terjadi disekolah kami.
Masalah perizinan sudah beres. Mulai dari Pembina OSIS, Kepala Sekolah dan Polisi pun sudah mengeluarkan surat izin untuk pelaksanaan SOTR hari itu, walau dengan sedikit uang pelicin. Ya, begitulah Indonesia dimana untuk melicinkan semuanya dibutuhkan uang, makanya kami menyebutnya sebagai uang pelicin, hoho
*Makanan dan minuman semua udah beres kan chik?* Kata mawar memastikan persiapan kami jumat pagi di kelas.
Ya emang sedikit gag lucu sih kalau masalah izin sudah beres tp makanan dan minuman yg mau dibagikan malah enggak ada~
*Udah kok war, udah gue konform 100 bungkus nasi padang lengkap+kerupuk dan akua. Tinggal ambil aja, gue uda koordinasi biar sie konsumsi yg urus pengambilannya, masalah izin, kendaraan siapa ama siapa udah beres war? Final berapa yg ikut? Masalah rute?* Gantian gue yang balik bertanya, memastikan keseluruhan komponen yg akan dijalankan malam nanti ah, tepatnya subuh dinihari nanti.
*Aduh ibu sekre gue yang baweeeell.. Semua udah beres kok. Masalah rute itu bagian kak isal dan kak onet, secara garis besar sih kita start dari rumah kak uni daerah petamburan kan, terus kita bagiin ke semua org jalanan yg kita temuin di mulai dr kolong sta tn. Abang, kolong grogol sampe finish di menteng~ masalah siapa ama siapa sih udah pas semua. Udah di data ama sie perkap, tapi lo, gue dan Melati sama cowok masing2 yah, sebagai perwakilan dari rohis juga. Kan mereka bertiga anak ekskul rohis. Bisa kan si Casilas?*
*Hahay.. Gue cuma gag mau kita dihukum kek tahun lalu gara2 acara gatot bray~ sip deh. Bisa gak bisa harus bisa lah dia, mau gue pecat jadi co gua haha* Sumpah gue trauma sama hukuman push up dan sit up di taman menteng tahun lalu~ emang sih push up sama sit up nya gak banyak, cuma 5 kali. Tapi malunya broh~ Gile didepan banyak pengunjung taman dan yg plg parah didpn cowo gue, ohmaigat
makanya gue gak mau terulang ditahun ini. Karena pasti malunya bakal nambah. Iya, didepan junior. Karena saat ini gue kan udah kelas 2, udah punya junior.
*Hahaha.. Parah lu, kalo Casilas denger bisa ngoceh2 dia.. Yaudah kantin yok, laper nih.. Sekalian ke ruang osis. Kordinir anak rohis yg ngiderin kotak amal sehabis istirahat.. Laper nih gue* Kata mawar
*Ayo..*
Skip.. Skip.. Skippp akhirnya sampe di rapat final sebelum kegiatan. Yap, setelah sholat jumat kita semua ngumpul.
Semua udah oke, ada penambahan makanan jadi 300 bungkus. Karena ada 17 motor, Masing2 motor bawa 17 bungkus. sisanya, 11 bungkus dibagi ke inti osis. yap gue, mawar, melati dan satu lagi bendahara gue saat itu bawa 20, kecuali mawar, dia cuma 19 karena jumlahnya ganjil.
Semua data pembagian makanan dan kendaraan udah sama gue. Semua persiapan juga udah final dan oke. Tinggal tunggu ntar malam untuk jalan. Entah kenapa gue masih merasa ada yang kurang.
Hari itu aku sms mawar.
*Beb.. lu yakin semua udah oke? Lu yakin ga ada yg miss, kok perasaan gue gag enak yaa~*
Tenong.. Tenong.. Sms dari mawar masuk~
*Udah beb.. Udah yakin aja sih, lu masih trauma kali sama tahun lalu.. Push up ditempat umum dan didepan (sebut saja ozil, pacar gw saat kelas 1 SMK dulu) ozil, secara kan dia ketos SMA~haha*
Fyi, SMA dan SMK gue saat itu satu gedung. Saat baru jadi siswi sana, gue pacaran sama ketos SMA~ keren kan? hoho
*Ah, sialan lu beb.. Iya kali ya~ moga aja ini bukan dejavu deh. Soalnya filing gue gag enak sama rumah kak uny nih..*
*Takut lu ya? Takut ada setannya haha..*
*Kaga.. Apaansih-.- Lo tuh yg sering kesurupan ama melati hoho~ Serius ini bukan masalah setan.*
*Terus? Masalah apa?*
*Tau ah.. Lu mah cengin gw mulu war.. Udah ah gw mau mandi terus ke sekolah nih. Jangan ngaret yah, Jam 7 harus udah ngumpul disamping sekolah.*
*Iyeee sekretaris gue yang bawell.. Lu ama casilas kan?*
*Iyaa ibu ketu.. Masa sama afgan, hoho~ lu? ama ken?*
*Mao lo ama afgan haha~ Iyalah ama ken, ama siapa lagi-.- ada2 aja lo.. Yauda mandi sana, udah setengah 7 nih..*
*Iye bu ketu.. Kesekolah mah cepet ama casilas, 2 menit juga sampe hoho~*
*Lu naik apaan? terbang?*
*Kaga.. gue ngilang ama casilas. Jadi 2 menit itu untuk baca mantra, hoho*
*Sarap.. Buruan mandi sana*
*Iye lu juga, jangan lupa makan dulu biar perut ga kosong. Nanti kena lagi, repot dah hoho, smsin melati juga.. Gue mau mandi nih*
*Iye sekretaris gue yang bawelll banget..*
Gue gak bales lagi. Gue mandi, makan terus sms Casilas untuk jemput gue jam 6.50.
Gue otw ke samping sekolah~ Casilas wangi banget malem itu. Iseng gw godain aja.
*Yank, kamu wangi banget malem ini. Mau ngapain sih? Oh, apa jangan2 kamu sekarang jadi sales parfum yang dipijay itu ya? Jadi ini demo nya?*
*Apaansih kamu yank, lagi nyetir nih.. Gatau macet? Pegel nih nahannya~*
*Yeee.. Salah sendiri pake motor ninja. Udah tau jakarta macet.. Rasaiiin.. Udah naiknya ribet tinggi..*
*Yaelah yank, udah mending kamu diem peluk aku..*
*Ish.. Jahat banget sih*
*Lagi kamu aneh, semua cewek juga mau nya naik ini. Ninja, kamu malah ngeluh*
*Aku kan bukan mereka..*
Saat itu, entah karena gue masih polos atau gak ngerti. Gue malah gak suka motor ninja, satria yg saat itu lagi booming2nya. bukan apa2, naiknya yg rada susah dan kalo jalannya lama. Bikin pegel. Itulah gue~ Yang aneh. Dan sialnya gue dapet pacar juga yang motornya kayak gitu semua. Sebelumnya, Raffi, pacar gue sebelum Casilas juga pake motor satria f. Inceran semua cewek-cewek disekolah ini, kecuali gue. Tapi anehnya malah gue yang dapet. Dapet kesempatan untuk pacaran sama mereka.
Obrolan absurd gw membawa kita ke samping sekolah. Walaupun ngaret 15 menit tapi baru beberapa junior yg udah kumpul malam itu. Ternyata masih ada yang lbh ngaret dari gw hihi
Satu jam berikutnya semua anak sudah kumpul, senior, junior semua total ada 17 motor yang ikut. Sesuai catatan gue.
*Oke uda diabsen semua. Pas kak, semua ada sesuai catetan.* Kata gue ke kak Fikri, ketos tahun lalu yang ikut andil malam itu.
*Oke, ayo kita jalan kerumah kak Uny.. onet lo sama uny didepan yaaa buka jalan, chika, mawar sama beberapa senior dan seangkatan ditengah, kaka sama melati dan beberapa senior dan temen seangkatan kamu dibelakang.*
Kata kak Fikri memberi intruksi.
*Siap..* Jawab kami berbarengan.
Akhirnya kita jalan dari samping sekolah menuju rumah kak uny, kita sengaja gag mau pake sekolah untuk ngumpul karena meminimalisir resiko kesurupan beberapa anak yang memang sensitif. Seperti Mawar dan Melati.
Sampai dirumah kak Uny, rusun di daerah petamburan tanah abang..
Tanpa diduga ternyata kami tidak boleh bermalam dan ngumpul dibawah rusun tersebut. Beberapa penghuni dan satpam melarang. Aduh~ gimana ini?
Dalam hati gue mikir, tuhkan ini pasti ada yg miss lagi. Abis dah kita dilapangan menteng besok subuh.
*Yaudah kak, kita ke plan B aja* Kata mawar coba memberi pendapat sambil netralin keadaan. Beberapa junior dan temen seangkatan gue masih duduk diatas motor. Gue, mawar, melati dan beberapa senior yg turun.
*Plan B apa Mawar? Kita ga ada pikiran kalo rumah ka uny bakal dilarang* Kata kak Fikri.
*Sekolah kak. Iya, kita bisa pake sekolah untuk nunggu waktu sahur dan istirahat* Jawab gue ikut memberi pendapat. Entah kenapa saat itu gue kepikiran sekolah.
*Kamu yakin dek?* Tanya kak Onet
*Yakin kak. Kan kita udah dapet izin dari Pembina osis dan kepsek. Satpam pasti bukain lah~* Jawab gue meyakinkan semua yang ada disana.
*Tapi kalau mawar sama melati kena lagi gimana de? Itu bakal jadi masalah lagi buat kita. Belom lagi junior kita juga ada yg sensitif. Kaka sih ga yakin kalau mau pake sekolah* Kata kak onet
*Yaampun kaka.. Ga segitunya kali melati* Melati bela diri
*Iya kak saya juga..* Mawar bela diri
*Yaaa.. abis gimana lagi kak, allaualam dah.. Sekarang cuma sekolah yg bisa kita pake buat rehat dan ngumpul.. Gini aja, kita ngumpul dikantin dulu buat breafing. Terus kalo udah yang cewek tidur/istirahatnya di musholla, yang cowok dikantin gapapa kan? Sekalian jaga-jaga juga..* Jawab gue meyakinkan mereka semua, bahwa tinggal sekolah yang jadi harapan terakhir kita buat rehat dan nunggu waktu SOTR.
*Yaudah dek, kk setuju.. Udah jam 9 juga, takutnya kemaleman sampe sekolah. Inget melati sama mawar jangan bengong. Istighfar..* Kata kak Fikri menutup meeting dadakan malam itu.
*Iye kak* kata mawar dan melati barengan.
*Dek kita balik kesekolah ya, tetep barisan kayak tadi. Melati sama chika coba absen lagi deh~* Lanjut kak Fikri.
*Temen temen, pastiin boncengan kalian ada dan masih sama ya.. ana ada, ani ada, anu ada, ane ada, ano ada.. Sipp lengkap semua kak. Ayo jalan* Kata gue setelah cek berdua dengan Melati.
*Oke..* Jawab kak Onet yang memimpin perjalanan dan juga bertugas membuka jalan saat itu.
Dalam perjalanan ke sekolah.. Gue dan Casilas sempet ngobrol.
*Yank, kenapa balik ke sekolah?*
*Mau tau aja apa mau tau banget? Hehe* Jawab gue sambil ketawa.
*Nyolot ya, aku pencet ni hidungnya~* Kata Casilas sambil nengok-nengok ke belakang, ke arah gue yang saat itu diboncengnya.
*woo ngancem.. coba aja kalo bisa bweeek* Ejek gue, menjauh dari punggung Casilas.
*Awas ya nanti..*
*Eh gag boleh sama penghuni sana?* Sambung Casilas sambil nyetir.
*Iya* Jawab gue singkat
*Udah aku duga..* Katanya lagi
*Sotoy ah kamu..* Kata gue dengan sedikit tawa.
*Yeee..* Kata nya sambil menutup obrolan karena sudah sampai di Parkiran sekolah lagi.
Akhirnya kita sampai ke sekolah kembali. Jam menunjukkan pukul 9.45 malam..
Kami masuk, memakirkan motor di tempat parkiran. Malam ini dingin dan sepi~ Entah kenapa aku merinding terus, sejak berada di parkiran.
*Beb lu kenapa? kedinginan? Las cewe lu kedinginan nih?* Teriak mawar
*Apaan sih lu beb, kaga las. Cuma merinding2 aja nih. Oke kok. Sana duluan* Jawab gue~
*Bener kamu gapapa?* Teriak Casilas
*Enggak..* Teriak gue
*Jangan teriak2 chik, pamali* Kata melati
*Iye mak* kata gw
Breafing pun dimulai setelah gue absen dan memastikan 34 orang sudah lengkap saat itu.
Setelah kami membagi tugas dan penjelasan rute SOTR, breafing selesai dan anak laki2 mengantar anak cewek menuju musholla untuk rehat. Kali ini jam sudah menunjukkan pukul 22.45.
*Yank, are you ok?* Tanya Casilas saat di perjalanan mau ke musholla.
*Apaansih, so inggris-.- Oke lah~* Jawab gue
*Abis kamu merinding terus, abis liat apaan disini?* Tanya nya lagi.
*Ah sotau kamu. Enggak* Kilah gue.
*Tuhkan ga pernah mau jujur. Sini liat, Tuh bulu tangan kamu berdiri semua gitu. Kamu sakit ya?* Tanya dia sambil pegang tangan gue dan menunjukkan bulu-bulu tangan gue yang pada berdiri.
*Engga las, I'm oke. Aku tuh merinding karena deket kamu. Makanya cepet kamu ke kantin sono. Ngobrol ama satpam kek, ama ka izal kek. Aku mau ke mushola* Jawab gue pas kita udah sampe di deket musholla, beberapa anak sudah masuk ke dalam Musholla, termasuk mawar dan melati yang jadi prioritas malam itu.
*Idih, bener ye merinding deket aku. Awas deket2 aku lagi..* Kata dia sambil melepaskan pegangan tanganku.
*Ciyee kak chika, romantis banget sih sama kak casilas. Tenang kak casilas, kak chika nya gapapa kok, kan ada kita2 di musholla. Iya gak? Kata Ega, junior gue yang ada dibarisan akhir. Dan belum masuk ke Musholla.
*Iya bener.. Jadi envy, aku jones nih kak* Kata Ade, junior gue juga yang saat itu ada disana bersama Ega.
*Aduhh adik2 kakak yg lucu2, kalian ngapain masih disini. Cepet ke musholla.. Mau digigit setan hiii.. Ayo cepet ke musholla..* Jawab gue sambil menengok ke arah Ega, Ade dan beberapa junior yang belom masuk musholla.
*Kamu sih, sono cepet ke kantin* Kata gue sambil nengok ke Casilas.
*Ayo adek2 kalian jangan berkeliaran disini. Gag takut apa tuh disamping kalian ruang lab IPA. Ada tengkoraknya.. Hiii.. Ayo ke musholla sama kakak, yang mau pipis, pipis dulu deh..* Kata gue ke mereka lagi seiring Casilas pergi ninggain gue menuju kantin, seperti permintaan gue ke dia. Seperti nya dia sudah paham posisi gue, jadi dia gak bilang apa-apa dan langsung pergi.
*Hiii kaka ko malah nakutin sih, nanti kakak loh yang disamperin sama tengkoraknyaa.. hiiii..* Kata Luna, junior gue yang ada disana juga.
*Udah kalo ga ada yg mau pipis. Kita ke musholla.. Yoo adek2* Kata gue sambil menggiring mereka, layaknya menggiring domba, mereka didepan.
Sampe di musholla, handphone gue geter. Ada sms dari Casilas.
*Yank, jangan bengong yah. Suruh Melati sama mawar istighfar tuh..*
Gue diemin.. Geter lagi..
*Kamu tidur kalo bisa*
Masih gue diemin.. Dan gete lagi...
*Eh jangan tidur deh, mikirin aku aja biar ga kosong pikirannya~ kamu kan yg paling kuat diantara mereka. Jagain mawar ama melati dan yg lainnya yah*
*Aduhh bawel banget sih casilas, sms mulu* Cetus gue di musholla
*Makanya dibales* celetuk mawar
*Males.. Org deket juga* Kata gue sambil matiin handphone.
*Jiah dimatiin handphone nya~* Melati ikut nimbrung
*Iya biar gag ribet*
Gua bangun sambil lihat-lihat semua junior, temen seangkatan dan senior gue yang ada di dalam musholla. Musholla sekolah gue cukup luas sehingga mereka ada yang tiduran, duduk selonjoran kaki main handphone.
*Mau kemana chik?* Tanya melati
*Keluar batas suci bentar, cari angin* Kata gue sambil keluar
*Cari angin? Badan lo udah merinding semua juga. Ikut dong* Sahut Melati
Gua keluar musholla buat cari angin. Pertama tama gue berdiri di depan mushola sambil lihat bintang. Lama-lama pegel berdiri gue duduk dibalkon. Dimana depan nya adalah kamar mes para karyawan cleaning service di sekolah gue.
Sambil duduk, melati keluar masuk liatin gue. Kayaknya terbalik. Harusnya gue yg jagain melati.
Akhirnya setelah bosen keluar masuk, melati duduk disamping gue. Di balkon.
Mata gue melihat berkeliling malam itu. Gue lihat jam ditangan gue udah jam 00.01~ Saat gue dan mata gue tengok ke kanan..
Astagfirullah'aladzim gue lihat melati. Bukan, bukan melati yg bikin gue kaget..
Tapi mahkluk bersorban tinggi banget yang janggutnya sampe bawah ada disamping Melati. Dia ngeliatin gue dan melati. Melati istighfar pelan2. Gue bengong~ entah apa yg gue pikirin saat itu.
Tiba2 sosok itu perlahan menghilang. Dan keadaan kembali normal.
*Ka chik, Ka mel kenapa? Kenapa ada yang teriak?* Tanya salah satu junior gw, sebut saja ega~
*Hah, gapapa kok ga. Emang ada yg teriak? Salah denger kamu kali. Makanya tidur biar ga ngelantur* Kata gw gelagepan. Gue gak mau ega dan yg lainnya takut.
*Kalian liat apa kak? Kaka ga bisa bohong, kami semua denger kok* Sambung Luna.
*Kaka liat..* Melati hampir bilang.
*Eh, Liat Pak Kadir. Iya, ini kan kamar pak Kadir, nah tadi pak Kadir keluar. Kaka sama ka Melati kaget, makanya teriak. Sekarang pak Kadirnya udah masuk kama lagi. Yaudah yuk masuk ke musholla* Kata gue ke beberapa junior gue yang keluar musholla mendengar teriakan gue tadi.
*Eh, kalian.. Kok malem2 gini di musholla? Oh iya bapak lupa. Ada acara bagi2 sahur ya?* Kata Pak Kadir yang datang dari arah lapangan, arah kami semua masuk ke musholla tadi
*Eh pak Kadir..* Aduh Pak kadir pake dateng dari arah berlainan dari kamar lagi~
*Loh, Pak Kadir bukannya di kamar? Kok dari luar?* Tanya ega, junior gue yang kepo bgd~
*Oh iya, bapak abis dari warung kopi. Ini abis ngobrol juga ama temen-temen cowok kalian tu diluar. Baru aja bapak mau tidur, ngantuk..* Jawab Pak Kadir polos.
*Hah.. berarti kak chika..* Kata Ega
*Udah, yok masuk ke musholla*
*Maaf ya pak Kadir, kami masuk dulu ke musholla untuk istirahat.* Kata gue mengalihkan suasana.
Sampe didalem ega masih nanya-nanya tentang apa yg gue lihat sama melati diluar tadi~ Gue udah speak kalo yg tadi gue lihat istrinya pak Kadir dia gag percaya, karena pak kadir gag punya istri alias duda, anaknya juga meninggal disekolah ini, karena jatuh dari tangga. Gue bilang yang gue lihat pak bokir, bukan pak kadir juga dia gag percaya. Akhirnya setelah dia cape juga nanya ke gue tentang apa yang gue lihat dia tidur.
Jam 00.36. Gue masih belom bisa tidur dan gue lihat pak kadir sendirian duduk di balkon dan gue samperin.
*Pak..*
*Eh, Chika* Pak kadir dan seluruh OB disekolah ini kenal gw. Gimana engga, gue dan anak osis sering pulang sore dan minta kunci untuk bukain ruangan tiap ada rapat di hari libur. Belom lagi barang2 gue yg suka ketinggalan, hoho~
*Pak, saya mau nanya* Kata gue membuka kesunyian malam itu, di balkon.
*Nanya apa?* Jawab pak kadir
*Ehm, tapi agak aneh.. Gapapa?* Sambung gue
*Boleh aja, kalo bapak bisa jawab. Ya bapak jawab. Mau tanya apa?* Jawab Pak kadir lagi
*Ehm gini.. Bapak kan udah lama kerja disini, tidur disini dan umur bapak juga udah 56. Berarti bapak kan udah kenal sama penghuni sini?* Tanya gue dengan hati-hati, takut membuka luka lama dimana istri dan putri pak kadir yang meninggal disekolah ini.
*Iya.. Penghuni? Maksud kamu?* Jawab Pak kadir
*Iya pak. Bukan anak bapak, tapi ini cowok bersorban tinggi banget.. Anehnya melati gag kesurupan pak dan..*
*Oh, dia. Dia emang penunggu sini, cuma mau kenalan itu~ Dia yg pegang penghuni sini. Tenang aja dia gag ganggu kok~* Gue belum cerita, Pak kadir sudah menjelaskan.
*Ehm gitu ya~* Jawab gue
To be continue..
Setelah kita flashback tentang kegiata CUP yang penuh dengan misteri seram itu.
*Chik, lu boleh pulang kapan?* Tanya mawar memecah kesunyian (ciyeelah
)*Gatau war, gue juga pengen cepet pulang. Tapi dokter belum kasih izin. Besok gw masih harus melakukan beberapa pengecekan lagi~ huh bete lama2 disini. Mana ada tu makhluk* Gue mulai ngomong, lebih tepatnya curhat. Haduh, gue emang bawel banget

*Eh gue kan udah mulai dinas beb, waktu gue dines malem dan asrama juga ada banyak kejadian kayak gitu tuh. Gila, lebih parah dari yg lu alamin. Apalagi lu kan tau RS tempat gue kuliah gimana* Bunga mulai curhat dan cerita tentang pengalamannya~
*Rumah Sakit gak beda jauh ama sekolah cuy, apalagi sekolah kita. Kan lu tau sendiri. Masih inget soal SOTR?* Kali ini mawar yang bicara
*Yang mana tuh? Ah gw kan blm gabung ama kalian Curang nih.* Gadis mulai protes
SOTR atau kepanjangannya Sahur On The Road adalah salah satu kegiatan keramat selain CUP yang harus ada di setiap proker kepengurusan OSIS. Berapapun periode dan angkatannya kedua nya pasti ada setidaknya selain BukBer dan MOS dalam program kerja osis atau yang disingkat dengan Proker.
Malam itu adalah hari Jumat dimana sudah disepakati bersama anak OSIS untuk melakukan SOTR. Plan A adalah berkumpul di rumah salah satu senior kami, di rusun daerah pertamburan. Walaupun Pembina OSIS dan kepsek sudah setuju untuk memakai sekolah sebagai tempat penantian dan persiapan waktu SOTR, tapi Setidaknya di rumah kakak senior kita bisa lebih bebas dibanding disekolah~ mengingat kejadian mistis yang banyak terjadi disekolah kami.
Masalah perizinan sudah beres. Mulai dari Pembina OSIS, Kepala Sekolah dan Polisi pun sudah mengeluarkan surat izin untuk pelaksanaan SOTR hari itu, walau dengan sedikit uang pelicin. Ya, begitulah Indonesia dimana untuk melicinkan semuanya dibutuhkan uang, makanya kami menyebutnya sebagai uang pelicin, hoho

*Makanan dan minuman semua udah beres kan chik?* Kata mawar memastikan persiapan kami jumat pagi di kelas.
Ya emang sedikit gag lucu sih kalau masalah izin sudah beres tp makanan dan minuman yg mau dibagikan malah enggak ada~
*Udah kok war, udah gue konform 100 bungkus nasi padang lengkap+kerupuk dan akua. Tinggal ambil aja, gue uda koordinasi biar sie konsumsi yg urus pengambilannya, masalah izin, kendaraan siapa ama siapa udah beres war? Final berapa yg ikut? Masalah rute?* Gantian gue yang balik bertanya, memastikan keseluruhan komponen yg akan dijalankan malam nanti ah, tepatnya subuh dinihari nanti.
*Aduh ibu sekre gue yang baweeeell.. Semua udah beres kok. Masalah rute itu bagian kak isal dan kak onet, secara garis besar sih kita start dari rumah kak uni daerah petamburan kan, terus kita bagiin ke semua org jalanan yg kita temuin di mulai dr kolong sta tn. Abang, kolong grogol sampe finish di menteng~ masalah siapa ama siapa sih udah pas semua. Udah di data ama sie perkap, tapi lo, gue dan Melati sama cowok masing2 yah, sebagai perwakilan dari rohis juga. Kan mereka bertiga anak ekskul rohis. Bisa kan si Casilas?*
*Hahay.. Gue cuma gag mau kita dihukum kek tahun lalu gara2 acara gatot bray~ sip deh. Bisa gak bisa harus bisa lah dia, mau gue pecat jadi co gua haha* Sumpah gue trauma sama hukuman push up dan sit up di taman menteng tahun lalu~ emang sih push up sama sit up nya gak banyak, cuma 5 kali. Tapi malunya broh~ Gile didepan banyak pengunjung taman dan yg plg parah didpn cowo gue, ohmaigat
makanya gue gak mau terulang ditahun ini. Karena pasti malunya bakal nambah. Iya, didepan junior. Karena saat ini gue kan udah kelas 2, udah punya junior.*Hahaha.. Parah lu, kalo Casilas denger bisa ngoceh2 dia.. Yaudah kantin yok, laper nih.. Sekalian ke ruang osis. Kordinir anak rohis yg ngiderin kotak amal sehabis istirahat.. Laper nih gue* Kata mawar
*Ayo..*
Skip.. Skip.. Skippp akhirnya sampe di rapat final sebelum kegiatan. Yap, setelah sholat jumat kita semua ngumpul.
Semua udah oke, ada penambahan makanan jadi 300 bungkus. Karena ada 17 motor, Masing2 motor bawa 17 bungkus. sisanya, 11 bungkus dibagi ke inti osis. yap gue, mawar, melati dan satu lagi bendahara gue saat itu bawa 20, kecuali mawar, dia cuma 19 karena jumlahnya ganjil.
Semua data pembagian makanan dan kendaraan udah sama gue. Semua persiapan juga udah final dan oke. Tinggal tunggu ntar malam untuk jalan. Entah kenapa gue masih merasa ada yang kurang.
Hari itu aku sms mawar.
*Beb.. lu yakin semua udah oke? Lu yakin ga ada yg miss, kok perasaan gue gag enak yaa~*
Tenong.. Tenong.. Sms dari mawar masuk~
*Udah beb.. Udah yakin aja sih, lu masih trauma kali sama tahun lalu.. Push up ditempat umum dan didepan (sebut saja ozil, pacar gw saat kelas 1 SMK dulu) ozil, secara kan dia ketos SMA~haha*
Fyi, SMA dan SMK gue saat itu satu gedung. Saat baru jadi siswi sana, gue pacaran sama ketos SMA~ keren kan? hoho

*Ah, sialan lu beb.. Iya kali ya~ moga aja ini bukan dejavu deh. Soalnya filing gue gag enak sama rumah kak uny nih..*
*Takut lu ya? Takut ada setannya haha..*
*Kaga.. Apaansih-.- Lo tuh yg sering kesurupan ama melati hoho~ Serius ini bukan masalah setan.*
*Terus? Masalah apa?*
*Tau ah.. Lu mah cengin gw mulu war.. Udah ah gw mau mandi terus ke sekolah nih. Jangan ngaret yah, Jam 7 harus udah ngumpul disamping sekolah.*
*Iyeee sekretaris gue yang bawell.. Lu ama casilas kan?*
*Iyaa ibu ketu.. Masa sama afgan, hoho~ lu? ama ken?*
*Mao lo ama afgan haha~ Iyalah ama ken, ama siapa lagi-.- ada2 aja lo.. Yauda mandi sana, udah setengah 7 nih..*
*Iye bu ketu.. Kesekolah mah cepet ama casilas, 2 menit juga sampe hoho~*
*Lu naik apaan? terbang?*
*Kaga.. gue ngilang ama casilas. Jadi 2 menit itu untuk baca mantra, hoho*
*Sarap.. Buruan mandi sana*
*Iye lu juga, jangan lupa makan dulu biar perut ga kosong. Nanti kena lagi, repot dah hoho, smsin melati juga.. Gue mau mandi nih*
*Iye sekretaris gue yang bawelll banget..*
Gue gak bales lagi. Gue mandi, makan terus sms Casilas untuk jemput gue jam 6.50.
Gue otw ke samping sekolah~ Casilas wangi banget malem itu. Iseng gw godain aja.
*Yank, kamu wangi banget malem ini. Mau ngapain sih? Oh, apa jangan2 kamu sekarang jadi sales parfum yang dipijay itu ya? Jadi ini demo nya?*
*Apaansih kamu yank, lagi nyetir nih.. Gatau macet? Pegel nih nahannya~*
*Yeee.. Salah sendiri pake motor ninja. Udah tau jakarta macet.. Rasaiiin.. Udah naiknya ribet tinggi..*
*Yaelah yank, udah mending kamu diem peluk aku..*
*Ish.. Jahat banget sih*
*Lagi kamu aneh, semua cewek juga mau nya naik ini. Ninja, kamu malah ngeluh*
*Aku kan bukan mereka..*
Saat itu, entah karena gue masih polos atau gak ngerti. Gue malah gak suka motor ninja, satria yg saat itu lagi booming2nya. bukan apa2, naiknya yg rada susah dan kalo jalannya lama. Bikin pegel. Itulah gue~ Yang aneh. Dan sialnya gue dapet pacar juga yang motornya kayak gitu semua. Sebelumnya, Raffi, pacar gue sebelum Casilas juga pake motor satria f. Inceran semua cewek-cewek disekolah ini, kecuali gue. Tapi anehnya malah gue yang dapet. Dapet kesempatan untuk pacaran sama mereka.
Obrolan absurd gw membawa kita ke samping sekolah. Walaupun ngaret 15 menit tapi baru beberapa junior yg udah kumpul malam itu. Ternyata masih ada yang lbh ngaret dari gw hihi

Satu jam berikutnya semua anak sudah kumpul, senior, junior semua total ada 17 motor yang ikut. Sesuai catatan gue.
*Oke uda diabsen semua. Pas kak, semua ada sesuai catetan.* Kata gue ke kak Fikri, ketos tahun lalu yang ikut andil malam itu.
*Oke, ayo kita jalan kerumah kak Uny.. onet lo sama uny didepan yaaa buka jalan, chika, mawar sama beberapa senior dan seangkatan ditengah, kaka sama melati dan beberapa senior dan temen seangkatan kamu dibelakang.*
Kata kak Fikri memberi intruksi.
*Siap..* Jawab kami berbarengan.
Akhirnya kita jalan dari samping sekolah menuju rumah kak uny, kita sengaja gag mau pake sekolah untuk ngumpul karena meminimalisir resiko kesurupan beberapa anak yang memang sensitif. Seperti Mawar dan Melati.
Sampai dirumah kak Uny, rusun di daerah petamburan tanah abang..
Tanpa diduga ternyata kami tidak boleh bermalam dan ngumpul dibawah rusun tersebut. Beberapa penghuni dan satpam melarang. Aduh~ gimana ini?
Dalam hati gue mikir, tuhkan ini pasti ada yg miss lagi. Abis dah kita dilapangan menteng besok subuh.
*Yaudah kak, kita ke plan B aja* Kata mawar coba memberi pendapat sambil netralin keadaan. Beberapa junior dan temen seangkatan gue masih duduk diatas motor. Gue, mawar, melati dan beberapa senior yg turun.
*Plan B apa Mawar? Kita ga ada pikiran kalo rumah ka uny bakal dilarang* Kata kak Fikri.
*Sekolah kak. Iya, kita bisa pake sekolah untuk nunggu waktu sahur dan istirahat* Jawab gue ikut memberi pendapat. Entah kenapa saat itu gue kepikiran sekolah.
*Kamu yakin dek?* Tanya kak Onet
*Yakin kak. Kan kita udah dapet izin dari Pembina osis dan kepsek. Satpam pasti bukain lah~* Jawab gue meyakinkan semua yang ada disana.
*Tapi kalau mawar sama melati kena lagi gimana de? Itu bakal jadi masalah lagi buat kita. Belom lagi junior kita juga ada yg sensitif. Kaka sih ga yakin kalau mau pake sekolah* Kata kak onet
*Yaampun kaka.. Ga segitunya kali melati* Melati bela diri
*Iya kak saya juga..* Mawar bela diri
*Yaaa.. abis gimana lagi kak, allaualam dah.. Sekarang cuma sekolah yg bisa kita pake buat rehat dan ngumpul.. Gini aja, kita ngumpul dikantin dulu buat breafing. Terus kalo udah yang cewek tidur/istirahatnya di musholla, yang cowok dikantin gapapa kan? Sekalian jaga-jaga juga..* Jawab gue meyakinkan mereka semua, bahwa tinggal sekolah yang jadi harapan terakhir kita buat rehat dan nunggu waktu SOTR.
*Yaudah dek, kk setuju.. Udah jam 9 juga, takutnya kemaleman sampe sekolah. Inget melati sama mawar jangan bengong. Istighfar..* Kata kak Fikri menutup meeting dadakan malam itu.
*Iye kak* kata mawar dan melati barengan.
*Dek kita balik kesekolah ya, tetep barisan kayak tadi. Melati sama chika coba absen lagi deh~* Lanjut kak Fikri.
*Temen temen, pastiin boncengan kalian ada dan masih sama ya.. ana ada, ani ada, anu ada, ane ada, ano ada.. Sipp lengkap semua kak. Ayo jalan* Kata gue setelah cek berdua dengan Melati.
*Oke..* Jawab kak Onet yang memimpin perjalanan dan juga bertugas membuka jalan saat itu.
Dalam perjalanan ke sekolah.. Gue dan Casilas sempet ngobrol.
*Yank, kenapa balik ke sekolah?*
*Mau tau aja apa mau tau banget? Hehe* Jawab gue sambil ketawa.
*Nyolot ya, aku pencet ni hidungnya~* Kata Casilas sambil nengok-nengok ke belakang, ke arah gue yang saat itu diboncengnya.
*woo ngancem.. coba aja kalo bisa bweeek* Ejek gue, menjauh dari punggung Casilas.
*Awas ya nanti..*
*Eh gag boleh sama penghuni sana?* Sambung Casilas sambil nyetir.
*Iya* Jawab gue singkat
*Udah aku duga..* Katanya lagi
*Sotoy ah kamu..* Kata gue dengan sedikit tawa.
*Yeee..* Kata nya sambil menutup obrolan karena sudah sampai di Parkiran sekolah lagi.
Akhirnya kita sampai ke sekolah kembali. Jam menunjukkan pukul 9.45 malam..
Kami masuk, memakirkan motor di tempat parkiran. Malam ini dingin dan sepi~ Entah kenapa aku merinding terus, sejak berada di parkiran.
*Beb lu kenapa? kedinginan? Las cewe lu kedinginan nih?* Teriak mawar
*Apaan sih lu beb, kaga las. Cuma merinding2 aja nih. Oke kok. Sana duluan* Jawab gue~
*Bener kamu gapapa?* Teriak Casilas
*Enggak..* Teriak gue
*Jangan teriak2 chik, pamali* Kata melati
*Iye mak* kata gw
Breafing pun dimulai setelah gue absen dan memastikan 34 orang sudah lengkap saat itu.
Setelah kami membagi tugas dan penjelasan rute SOTR, breafing selesai dan anak laki2 mengantar anak cewek menuju musholla untuk rehat. Kali ini jam sudah menunjukkan pukul 22.45.
*Yank, are you ok?* Tanya Casilas saat di perjalanan mau ke musholla.
*Apaansih, so inggris-.- Oke lah~* Jawab gue
*Abis kamu merinding terus, abis liat apaan disini?* Tanya nya lagi.
*Ah sotau kamu. Enggak* Kilah gue.
*Tuhkan ga pernah mau jujur. Sini liat, Tuh bulu tangan kamu berdiri semua gitu. Kamu sakit ya?* Tanya dia sambil pegang tangan gue dan menunjukkan bulu-bulu tangan gue yang pada berdiri.
*Engga las, I'm oke. Aku tuh merinding karena deket kamu. Makanya cepet kamu ke kantin sono. Ngobrol ama satpam kek, ama ka izal kek. Aku mau ke mushola* Jawab gue pas kita udah sampe di deket musholla, beberapa anak sudah masuk ke dalam Musholla, termasuk mawar dan melati yang jadi prioritas malam itu.
*Idih, bener ye merinding deket aku. Awas deket2 aku lagi..* Kata dia sambil melepaskan pegangan tanganku.
*Ciyee kak chika, romantis banget sih sama kak casilas. Tenang kak casilas, kak chika nya gapapa kok, kan ada kita2 di musholla. Iya gak? Kata Ega, junior gue yang ada dibarisan akhir. Dan belum masuk ke Musholla.
*Iya bener.. Jadi envy, aku jones nih kak* Kata Ade, junior gue juga yang saat itu ada disana bersama Ega.
*Aduhh adik2 kakak yg lucu2, kalian ngapain masih disini. Cepet ke musholla.. Mau digigit setan hiii.. Ayo cepet ke musholla..* Jawab gue sambil menengok ke arah Ega, Ade dan beberapa junior yang belom masuk musholla.
*Kamu sih, sono cepet ke kantin* Kata gue sambil nengok ke Casilas.
*Ayo adek2 kalian jangan berkeliaran disini. Gag takut apa tuh disamping kalian ruang lab IPA. Ada tengkoraknya.. Hiii.. Ayo ke musholla sama kakak, yang mau pipis, pipis dulu deh..* Kata gue ke mereka lagi seiring Casilas pergi ninggain gue menuju kantin, seperti permintaan gue ke dia. Seperti nya dia sudah paham posisi gue, jadi dia gak bilang apa-apa dan langsung pergi.
*Hiii kaka ko malah nakutin sih, nanti kakak loh yang disamperin sama tengkoraknyaa.. hiiii..* Kata Luna, junior gue yang ada disana juga.
*Udah kalo ga ada yg mau pipis. Kita ke musholla.. Yoo adek2* Kata gue sambil menggiring mereka, layaknya menggiring domba, mereka didepan.
Sampe di musholla, handphone gue geter. Ada sms dari Casilas.
*Yank, jangan bengong yah. Suruh Melati sama mawar istighfar tuh..*
Gue diemin.. Geter lagi..
*Kamu tidur kalo bisa*
Masih gue diemin.. Dan gete lagi...
*Eh jangan tidur deh, mikirin aku aja biar ga kosong pikirannya~ kamu kan yg paling kuat diantara mereka. Jagain mawar ama melati dan yg lainnya yah*
*Aduhh bawel banget sih casilas, sms mulu* Cetus gue di musholla
*Makanya dibales* celetuk mawar
*Males.. Org deket juga* Kata gue sambil matiin handphone.
*Jiah dimatiin handphone nya~* Melati ikut nimbrung
*Iya biar gag ribet*
Gua bangun sambil lihat-lihat semua junior, temen seangkatan dan senior gue yang ada di dalam musholla. Musholla sekolah gue cukup luas sehingga mereka ada yang tiduran, duduk selonjoran kaki main handphone.
*Mau kemana chik?* Tanya melati
*Keluar batas suci bentar, cari angin* Kata gue sambil keluar
*Cari angin? Badan lo udah merinding semua juga. Ikut dong* Sahut Melati
Gua keluar musholla buat cari angin. Pertama tama gue berdiri di depan mushola sambil lihat bintang. Lama-lama pegel berdiri gue duduk dibalkon. Dimana depan nya adalah kamar mes para karyawan cleaning service di sekolah gue.
Sambil duduk, melati keluar masuk liatin gue. Kayaknya terbalik. Harusnya gue yg jagain melati.
Akhirnya setelah bosen keluar masuk, melati duduk disamping gue. Di balkon.
Mata gue melihat berkeliling malam itu. Gue lihat jam ditangan gue udah jam 00.01~ Saat gue dan mata gue tengok ke kanan..
Astagfirullah'aladzim gue lihat melati. Bukan, bukan melati yg bikin gue kaget..
Tapi mahkluk bersorban tinggi banget yang janggutnya sampe bawah ada disamping Melati. Dia ngeliatin gue dan melati. Melati istighfar pelan2. Gue bengong~ entah apa yg gue pikirin saat itu.
Tiba2 sosok itu perlahan menghilang. Dan keadaan kembali normal.
*Ka chik, Ka mel kenapa? Kenapa ada yang teriak?* Tanya salah satu junior gw, sebut saja ega~
*Hah, gapapa kok ga. Emang ada yg teriak? Salah denger kamu kali. Makanya tidur biar ga ngelantur* Kata gw gelagepan. Gue gak mau ega dan yg lainnya takut.
*Kalian liat apa kak? Kaka ga bisa bohong, kami semua denger kok* Sambung Luna.
*Kaka liat..* Melati hampir bilang.
*Eh, Liat Pak Kadir. Iya, ini kan kamar pak Kadir, nah tadi pak Kadir keluar. Kaka sama ka Melati kaget, makanya teriak. Sekarang pak Kadirnya udah masuk kama lagi. Yaudah yuk masuk ke musholla* Kata gue ke beberapa junior gue yang keluar musholla mendengar teriakan gue tadi.
*Eh, kalian.. Kok malem2 gini di musholla? Oh iya bapak lupa. Ada acara bagi2 sahur ya?* Kata Pak Kadir yang datang dari arah lapangan, arah kami semua masuk ke musholla tadi
*Eh pak Kadir..* Aduh Pak kadir pake dateng dari arah berlainan dari kamar lagi~
*Loh, Pak Kadir bukannya di kamar? Kok dari luar?* Tanya ega, junior gue yang kepo bgd~
*Oh iya, bapak abis dari warung kopi. Ini abis ngobrol juga ama temen-temen cowok kalian tu diluar. Baru aja bapak mau tidur, ngantuk..* Jawab Pak Kadir polos.
*Hah.. berarti kak chika..* Kata Ega
*Udah, yok masuk ke musholla*
*Maaf ya pak Kadir, kami masuk dulu ke musholla untuk istirahat.* Kata gue mengalihkan suasana.
Sampe didalem ega masih nanya-nanya tentang apa yg gue lihat sama melati diluar tadi~ Gue udah speak kalo yg tadi gue lihat istrinya pak Kadir dia gag percaya, karena pak kadir gag punya istri alias duda, anaknya juga meninggal disekolah ini, karena jatuh dari tangga. Gue bilang yang gue lihat pak bokir, bukan pak kadir juga dia gag percaya. Akhirnya setelah dia cape juga nanya ke gue tentang apa yang gue lihat dia tidur.
Jam 00.36. Gue masih belom bisa tidur dan gue lihat pak kadir sendirian duduk di balkon dan gue samperin.
*Pak..*
*Eh, Chika* Pak kadir dan seluruh OB disekolah ini kenal gw. Gimana engga, gue dan anak osis sering pulang sore dan minta kunci untuk bukain ruangan tiap ada rapat di hari libur. Belom lagi barang2 gue yg suka ketinggalan, hoho~
*Pak, saya mau nanya* Kata gue membuka kesunyian malam itu, di balkon.
*Nanya apa?* Jawab pak kadir
*Ehm, tapi agak aneh.. Gapapa?* Sambung gue
*Boleh aja, kalo bapak bisa jawab. Ya bapak jawab. Mau tanya apa?* Jawab Pak kadir lagi
*Ehm gini.. Bapak kan udah lama kerja disini, tidur disini dan umur bapak juga udah 56. Berarti bapak kan udah kenal sama penghuni sini?* Tanya gue dengan hati-hati, takut membuka luka lama dimana istri dan putri pak kadir yang meninggal disekolah ini.
*Iya.. Penghuni? Maksud kamu?* Jawab Pak kadir
*Iya pak. Bukan anak bapak, tapi ini cowok bersorban tinggi banget.. Anehnya melati gag kesurupan pak dan..*
*Oh, dia. Dia emang penunggu sini, cuma mau kenalan itu~ Dia yg pegang penghuni sini. Tenang aja dia gag ganggu kok~* Gue belum cerita, Pak kadir sudah menjelaskan.
*Ehm gitu ya~* Jawab gue
To be continue..
Diubah oleh chika10 01-06-2014 13:07
0
Kutip
Balas