Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#189
PART 19


Kepala gue dibekep pake bantal, dan perut gue digelitikin sama Anin gara-gara gue nyolek tangan dia pake tangan bekas ngupil. Sampe sesak napas gue, dan Anin baru berhenti gelitikin gue setelah semenit lebih. Silakan dibayangkan deh rasanya kayak apa. Ditengah kesadaran gue yang masih seperempat itu, Anin nanya ke gue.

Quote:


Begitulah. Meskipun cewek, Anin tergolong cewek yang lebih bertenaga daripada cewek-cewek seumuran dia lho. Hal itu disebabkan dari posturnya yang lebih tinggi dan lebih besar daripada rata-rata cewek seumurannya dia. Ditambah lagi dulu dia ikut ekstrakurikuler cheerleaders dan jadi tulang punggung tim cheerleaders sekolahnya. Pantes aja badannya lebih “jadi” daripada yang lain. Untung gue gak kalah tinggi dari Anin. Kalo gue kalah tinggi bisa-bisa pas gue jalan sama Anin disangka Anin mungut gue karena kasihan emoticon-Hammer

Gue pun belajar bareng Anin sampe sekitar jam 7 malam. Gue pulang karena gue belum mandi, malu dong sama Anin. Seandainya gue bisa mandi dirumah Anin mah gue mungkin nginep situ. Sampe rumah, gue ditanyain sama bokap.

Quote:


Setelah itu gue mandi, SMSan sama Anin sebentar kemudian gue tidur. Gue tadi udah dikasih makan dirumah Anin, makanya gue gak makan dirumah (‘set dikasih makan, kayak apaan aja emoticon-Ngakak (S)). Sebelum subuh gue udah bangun dan baca-baca soal latihan lagi. Ternyata baca-baca soal latihan malah bikin ngantuk, jadi gue memutuskan untuk menghentikan itu daripada gue ketiduran lagi dan gak ikut SNMPTN hari kedua, bisa-bisa digoreng nyokap.

Gue solat subuh, kemudian mandi dan sarapan. Abis itu gue langsung jemput Anin, untung gak begitu macet jadi gue bisa sampe dirumah Anin lebih cepet daripada perkiraan gue. Gue SMS Anin dan dia menyuruh gue nunggu sebentar. Gak lama kemudian Anin udah keluar pager, dan masuk ke mobil. Mukanya tengil.

Quote:


Sampailah gue dan Anin di lokasi tes yang kemarin. Gue parkirin mobil, dan kami berdua jalan menuju ke gedung yang kemarin kami pakai. Belum sampe di gedung, Anin bilang ke gue.

Quote:


Setelah Anin ngacir ke kamar mandi, gue celingukan cari tempat duduk yang pewe buat nungguin Anin. Akhirnya gue menemukan tempat gak jauh dari kamar mandi itu, dan dari situ gue bisa melihat parkiran motor. Ada beberapa peserta SNMPTN seperti gue yang baru datang, dan sedang memarkirkan motornya. Memang udah lumayan penuh sih itu parkiran, ternyata banyak peserta yang datang lebih awal buat mempersiapkan diri di lokasi tes. Mendadak mata gue melihat satu cewek naik motor M*o yang kerepotan mencari parkir. Sepertinya jarak kosong di antara motor itu terlalu ngepas buat dia, sehingga dia kesulitan masuk. Gue berdiri dan berjalan ke arah dia.

Gue geser motor yang disebelah kiri, yang parkirnya agak nanggung sehingga dia bisa masuk ke tempat kosong diantara dua motor itu. Setelah motornya masuk dengan sempurna, dia mengangkat kaca helmnya dan tersenyum ke gue.

Quote:


Gue pun pergi dari situ, karena gue pikir urusan gue udah selesai, siapa tau Anin udah selesai dari WC. Baru beberapa langkah gue berjalan, mendadak gue denger ada suara helm jatuh di belakang gue, kemudian disusul suara benda jatuh. Gue pun menoleh, dan ternyata cewek yang tadi gue tolong itu sumber suaranya. Gue berbalik dan mendekati dia lagi, dan gue liat ternyata helm dan kertas-kertas yang ada di map bawaannya, jatuh berantakan di dekat motornya. Gue pun tanpa dikomando, membantu dia mengambilkan kertas-kertasnya, dan helmnya yang menggelinding agak jauh. Setelah semua beres, cewek ini tersenyum kecut dan mengungkapkan perasaan bersalahnya ke gue.

Quote:


Kemudian gue berjalan ke arah kamar mandi, dan persis pada saat gue duduk di tempat tadi, Anin keluar. Kemudian Anin mengajak gue cabut dari situ dan melingkarkan tangannya di lengan gue. dari kejauhan gue liat Nadia, dan tanpa gue duga dia juga melihat gue. Tentunya dia juga melihat Anin disebelah gue, sedang menggandeng gue.

Gue antarkan Anin ke ruangannya di lantai 2, dan gue menemani Anin baca-baca soal didepan ruangannya untuk beberapa waktu. Kami berdua duduk di lantai sambil bersandar pada pagar tembok balkon di lantai 2 itu. Gue menoleh ke Anin.

Quote:


Sekitar 20 menitan gue menemani Anin dibawah, sampai akhirnya gue melihat jam dan ternyata udah hampir mendekati waktu ujian. Gue pun beranjak pergi dan memberi semangat Anin, yang kemudian dibalas Anin dengan mencium tangan gue. So sweet yak Anin itu :’)

Sampai diatas, gue liat udah banyak peserta yang nongkrong di depan ruangan, karena ruangan memang belum dibuka. Gue gak kebagian tempat yang pewe buat nongkrong, jadilah gue mojok di dekat ruangan entah apa, yang gak kepake. Mendadak ada cewek yang tadi ngaku bernama Nadia mendekati gue.

Quote:


Belum sampe gue menjawab omongan Nadia tadi, pengawas ujian datang dan membuka ruangan. Seketika suasana menjadi hiruk pikuk dan gue bergegas masuk ke ruangan. Setelah gue masuk ke dalam ruangan dan menaruh tas gue didepan, gue kembali ke kursi gue. Pada saat gue kembali ke kursi gue itu, mata gue melihat sosok Nadia di pojok kiri ruangan dan sedang tersenyum ke arah gue.
pulaukapok
chanry
jenggalasunyi
jenggalasunyi dan 5 lainnya memberi reputasi
6
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.