- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA (Cerita Indah Namun Tiada Arti)
...
TS
dingdingding
CINTA (Cerita Indah Namun Tiada Arti)
Halo para reader yang budiman.
Gw Pengen Share sedikit sebuah cerita, bisa dibilang sebuah pengalaman.
Mohon bimbingannya jika ada salah ketik(typo) atau kata-kata yang tidak berkenan. (curahkan saja di postingan bawah, atau PM juga boleh). Saya juga masih belajar dalam membuat Thread dan Cerita yang baik dan benar. Masih membutuhkan saran serta kritik dari kiri kanan. Darimana lagi kalau bukan dari agan-agan ini .
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Perkenalkan nama gw Hendra. Biasa dipanggil Hen atau ndra sama orang-orang sekitar gw.
Tapi Nenek ama Kakek gw mangil gw gundul(soalnya pas ane kecil katanya rambutnya ga tumbuh-tumbuh)
(skip)
Cerita ini adalah sebuah cerita saat gw masih sekolah jaman dahulu kala saat gw masih muda (sekarang gw udah tua)
Cerita ini dimulai saat gw mulai memasukin satu tingkat diatas SMP. Untuk yang lain mungkin menyebutnya SMA atau SMU. Tapi gw bukan! Gw SMK (Sekolah Mengenah Kejuruan)
sama aja ya 
Sedikit tentang masa SMP gw. Semua bermulai dari sini
Gw melirik ke belakang tempat duduk gw. Melihat meta dengan muka datar alias biasa-biasa aja ( padahal selama 1 tahun ini gw mengagumi dia, buat ngobrol aja jarang banget kalo ga perlu-perlu amat, itu juga palingan nanya tentang pelajaran atau minjem tip-x
). Meta pun mengeluarkan jurus ampuh seampuh-ampuhnya (senyumannya yang……… ah sudahlah). Lalu gw membalasnya dengan senyuman gw yang ga kalah manis
(padahal udah keringet dingin)
Gatau gw kalo deket cewe bawaannya grogi, ga berani, padahal tampang gw lumayan ganteng ga culun-culun amat sih buat anak SMP
(ngigo)
Meta pun pergi meninggalkan kelas bersama temannya. Disni gw berfikir, (ah ga mungkin cewe secantik meta bisa suka juga ama gw, pinter kaga, gaul kaga, tapi muka kaga jelek-jelek amat (ngigo lagi)
Gw diem aja di kelas liatin temen-temen yang lain ngobrol sambil dengerin lagu dari Walkman gw (jaman gw Walkman gan, belum ada ipod atau music player yang lain, waktu itu yang punya HP juga belum terlalu banyak, dan masih didominasi oleh Nok*a). Tiba-tiba gw ngeliat ada seorang cewe di depan pintu kelas liatin gw, mereka bertiga, cengar cengir sambil dorong-dorongan
Gw bingung, karena mereka ngeliatin kearah gw, dan sekitar gw ga ada siapa-siapa, lalu gw samperin dah tu cewe-cewe. Cari siapa ya dek (keliatan mereka adik kelas gw, soalnya masih imut-imut gimana gitu
.
Cover dari agan armstrongzone
Ebook Part 1-110 dari agan TheSain007

Gw Pengen Share sedikit sebuah cerita, bisa dibilang sebuah pengalaman.
Mohon bimbingannya jika ada salah ketik(typo) atau kata-kata yang tidak berkenan. (curahkan saja di postingan bawah, atau PM juga boleh). Saya juga masih belajar dalam membuat Thread dan Cerita yang baik dan benar. Masih membutuhkan saran serta kritik dari kiri kanan. Darimana lagi kalau bukan dari agan-agan ini .
Quote:
Q: Real story gan?
A: Iya gan, real story ditambah sedikit bumbu mas*ko
Q: Mau kepo boleh ga gan?
A: Kepo boleh, selama ane mau jawab pasti ane jawab, kalo ga ane jawab berarti privacy, asal ga OOT aja
Q: Share Photonya dong gan
A: No No No No
(rules)
A: Iya gan, real story ditambah sedikit bumbu mas*ko

Q: Mau kepo boleh ga gan?
A: Kepo boleh, selama ane mau jawab pasti ane jawab, kalo ga ane jawab berarti privacy, asal ga OOT aja

Q: Share Photonya dong gan

A: No No No No
(rules)===============================================================
Special Thanks too
Allah SWT Karena masih memberikan ane umur sampe sekarang dan bisa membuat cerita ini
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kaskus ( www.kaskus.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua Reader, baik yang Posting, Rate 5's Star, kasih Cendol serta SR sekalipun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks sebanyak-banyaknya untuk barisan para Mantan gw. Tanpa kalian, cerita ini takkan pernah lahir
===============================================================

Special Thanks too
Allah SWT Karena masih memberikan ane umur sampe sekarang dan bisa membuat cerita ini
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kaskus ( www.kaskus.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua Reader, baik yang Posting, Rate 5's Star, kasih Cendol serta SR sekalipun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks sebanyak-banyaknya untuk barisan para Mantan gw. Tanpa kalian, cerita ini takkan pernah lahir
===============================================================

================================================================
Mungkin lagu ini adalah Soundtrack yang paling pas untuk kisah gw ini
[Recommended To Buffer buat yang sering Patah Hati
]
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Mungkin lagu ini adalah Soundtrack yang paling pas untuk kisah gw ini
[Recommended To Buffer buat yang sering Patah Hati
]The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Spoiler for Lirik:
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Spoiler for Part 1:
Perkenalkan nama gw Hendra. Biasa dipanggil Hen atau ndra sama orang-orang sekitar gw.
Tapi Nenek ama Kakek gw mangil gw gundul(soalnya pas ane kecil katanya rambutnya ga tumbuh-tumbuh)
(skip)Cerita ini adalah sebuah cerita saat gw masih sekolah jaman dahulu kala saat gw masih muda (sekarang gw udah tua)

Cerita ini dimulai saat gw mulai memasukin satu tingkat diatas SMP. Untuk yang lain mungkin menyebutnya SMA atau SMU. Tapi gw bukan! Gw SMK (Sekolah Mengenah Kejuruan)
sama aja ya 
Sedikit tentang masa SMP gw. Semua bermulai dari sini
Quote:
Saat itu pagi hari, para siswa-siswi berumur belasan tahun menggunakan seragam biru putih lalu lalang di dalam sempitnya koridor kelas tanpa belajar. Kenapa tanpa belajar? Karena Kami sudah menyelesaikan yang namanya UAN (Ujian AKhir Nasional) tingkat SMP.
Gw yang waktu itu bukanlah siswa yg berprestasi di kelas apalagi di sekolah hanya bisa harap-harap cemas saat menunggu pengumuman kelulusan yang akan disampaikan lewat POS (sekarang masih lewat POS ga sih gan? Gw ga tau
)
Semua tampak bergembira karena telah melewati 3 hari yang mendebarkan (menurut gw
)
Dan akhirnya gw memutuskan untuk pergi ke GOR sekolahan yang cukup luas (BTW SMP gw adalah SMP negeri yang lumayan favorit di kota Bandung yang terletak di dekat terminal dan dekat dengan pusat kota Bandung) . Setelah sampai di GOR, gw lihat ada sohib gw sedang bermain basket, Dia bernama Yoga.
Gw melambaikan tangan, dia melihat gw sambil mengangkat dagunya seolah berkata “Oi”
Beberapa menit kemudian Yoga nyamperin gw (percakapan dalam Bahasa sunda, gw ceritakan dalam Bahasa Indonesia aja biar agan-agan ngerti)
Gw pun kembali ke kelas sambil membawa perasaan ga enak ini , Antara senang dengan selesainya hari-hari mendebarkan ujian nasional dan menunggu kelulusan.
Sesampainya di kelas, gw duduk di kursi biasanya di posisi palingan tengah . ya dua buah kursi yang gw duduki bersama yoga selama 1 tahun kebelakang (sekolah gw tiap naik pindah-pindah ruangannya)
Dan dibelakang gw ada seseorang yang gw kagumi sejak pertama bertemu sekitar 1 tahun yang lalu, wanita itu bernama Meta. Gadis berparas cantik, rambut sebahu dan di urai, mempunyai kulit yang putih, mulus, gigi gingsulnya dan tentunya senyumnya yang………. Ah sudahlah, bisa lemes agan-agan kalo liat
(skip)
Gw yang waktu itu bukanlah siswa yg berprestasi di kelas apalagi di sekolah hanya bisa harap-harap cemas saat menunggu pengumuman kelulusan yang akan disampaikan lewat POS (sekarang masih lewat POS ga sih gan? Gw ga tau
) Semua tampak bergembira karena telah melewati 3 hari yang mendebarkan (menurut gw
)Dan akhirnya gw memutuskan untuk pergi ke GOR sekolahan yang cukup luas (BTW SMP gw adalah SMP negeri yang lumayan favorit di kota Bandung yang terletak di dekat terminal dan dekat dengan pusat kota Bandung) . Setelah sampai di GOR, gw lihat ada sohib gw sedang bermain basket, Dia bernama Yoga.
Gw melambaikan tangan, dia melihat gw sambil mengangkat dagunya seolah berkata “Oi”
Beberapa menit kemudian Yoga nyamperin gw (percakapan dalam Bahasa sunda, gw ceritakan dalam Bahasa Indonesia aja biar agan-agan ngerti)
Quote:
Yoga: Kenapa lu belum pulang?
Gw : Bentar lagi yog, Yog ntar mau ke SMA mana?
Yoga : Belum tau lah, lulus aja belum jelas. Hahaha (dia ketawa dengan santainya
)
Gw: Dasar bego!, gw deg deg an gini , lu malah ngomong belum tentu lulus atau engganya.
Yoga: hahaha, lagian ngapain diambil pusing, kita sudah berusaha, biarlah yang di Atas dan Dinas pendidikan yang mengatur
Gw: hahaha, iya juga sih. Tapi gw ko deg-degan ya yog
Yoga: Santai ajalah, eh gw mau main lagi nih, lu mau main ga?
Gw: Ga lah, gw mau ke kelas aja nyamperin anak-anak
Yoga: OK dah, Sip
Gw : Bentar lagi yog, Yog ntar mau ke SMA mana?
Yoga : Belum tau lah, lulus aja belum jelas. Hahaha (dia ketawa dengan santainya
)Gw: Dasar bego!, gw deg deg an gini , lu malah ngomong belum tentu lulus atau engganya.
Yoga: hahaha, lagian ngapain diambil pusing, kita sudah berusaha, biarlah yang di Atas dan Dinas pendidikan yang mengatur

Gw: hahaha, iya juga sih. Tapi gw ko deg-degan ya yog

Yoga: Santai ajalah, eh gw mau main lagi nih, lu mau main ga?
Gw: Ga lah, gw mau ke kelas aja nyamperin anak-anak
Yoga: OK dah, Sip
Gw pun kembali ke kelas sambil membawa perasaan ga enak ini , Antara senang dengan selesainya hari-hari mendebarkan ujian nasional dan menunggu kelulusan.
Sesampainya di kelas, gw duduk di kursi biasanya di posisi palingan tengah . ya dua buah kursi yang gw duduki bersama yoga selama 1 tahun kebelakang (sekolah gw tiap naik pindah-pindah ruangannya)
Dan dibelakang gw ada seseorang yang gw kagumi sejak pertama bertemu sekitar 1 tahun yang lalu, wanita itu bernama Meta. Gadis berparas cantik, rambut sebahu dan di urai, mempunyai kulit yang putih, mulus, gigi gingsulnya dan tentunya senyumnya yang………. Ah sudahlah, bisa lemes agan-agan kalo liat
(skip) Gw melirik ke belakang tempat duduk gw. Melihat meta dengan muka datar alias biasa-biasa aja ( padahal selama 1 tahun ini gw mengagumi dia, buat ngobrol aja jarang banget kalo ga perlu-perlu amat, itu juga palingan nanya tentang pelajaran atau minjem tip-x
). Meta pun mengeluarkan jurus ampuh seampuh-ampuhnya (senyumannya yang……… ah sudahlah). Lalu gw membalasnya dengan senyuman gw yang ga kalah manis
(padahal udah keringet dingin)
Gatau gw kalo deket cewe bawaannya grogi, ga berani, padahal tampang gw lumayan ganteng ga culun-culun amat sih buat anak SMP
(ngigo)Meta pun pergi meninggalkan kelas bersama temannya. Disni gw berfikir, (ah ga mungkin cewe secantik meta bisa suka juga ama gw, pinter kaga, gaul kaga, tapi muka kaga jelek-jelek amat (ngigo lagi)
Gw diem aja di kelas liatin temen-temen yang lain ngobrol sambil dengerin lagu dari Walkman gw (jaman gw Walkman gan, belum ada ipod atau music player yang lain, waktu itu yang punya HP juga belum terlalu banyak, dan masih didominasi oleh Nok*a). Tiba-tiba gw ngeliat ada seorang cewe di depan pintu kelas liatin gw, mereka bertiga, cengar cengir sambil dorong-dorongan

Gw bingung, karena mereka ngeliatin kearah gw, dan sekitar gw ga ada siapa-siapa, lalu gw samperin dah tu cewe-cewe. Cari siapa ya dek (keliatan mereka adik kelas gw, soalnya masih imut-imut gimana gitu
.Quote:
Cewe1: kaka namanya ka Hendra kan?
Quote:
Original Posted By Jadwal Update
Senin - Sabtu : Malam antara jam 18.00 - 22.00
Minggu : Malam jam 22.00 -
*note : Kalo saya ga apdet, berarti saya lagi galau
TerimaKasih
Senin - Sabtu : Malam antara jam 18.00 - 22.00
Minggu : Malam jam 22.00 -
*note : Kalo saya ga apdet, berarti saya lagi galau

TerimaKasih

Spoiler for INDEX I:
Quote:
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
The Power Of Putih Abu Abu
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
Part 82
Part 83
Part 84
Part 85
Part 86
Part 87
Part 88
Part 89
Part 90
Part 91
Part 92
part 93
Part 94
Part 95
Part 96
Part 97
Part 98
Part 99
Part 100
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
The Power Of Putih Abu Abu
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
Part 82
Part 83
Part 84
Part 85
Part 86
Part 87
Part 88
Part 89
Part 90
Part 91
Part 92
part 93
Part 94
Part 95
Part 96
Part 97
Part 98
Part 99
Part 100
Spoiler for INDEX II:
Quote:
Cover dari agan armstrongzone
Spoiler for :
Ebook Part 1-110 dari agan TheSain007
Spoiler for :
Diubah oleh dingdingding 13-01-2016 21:01
junti27 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
1.9M
Kutip
5.1K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dingdingding
#1440
Spoiler for Part 82:
"Liat aja nanti" Kata-kata dari lia yang sering banget gw denger. Lia jarang memplaning sebuah acara, kalo bahasa sundanya ( kumaha engke welah
) Ada sesuatu yang akan dilakukan lia, tapi apa gw pun gak tau. Gw dan lia pun melanjutkan makan, kadang sambil bercanda, kadang juga dia ngeliatin gw, fokus ama makanan apa fokus ama cewe-cewe yang lewat
. Soalnya di B*P itu cewenya kece kece bro, sayang kalo mata ini gak dipergunakan semaksimal mungkin
Lia cuma melototin gw sambil nyunyah makanan dia kalo gw kepergok liatin cewe lain
. Kadang-kadang dia bilang ini, sering banget, sampe gw inget kata-kata ini " matanya, mau aku colok hah? " Tapi itu gak bikin gw berpaling dari lia, gw waktu itu udah pas banget ama lia, sayang, jatuh cinta mungkin, cinta monyet
( masa SMA cinta monyet bukan sih? ) Setelah selesai makan, ngobrol-ngobrol sedikit, becandanya banyak
hari mulai gelap, lia pun mengajak untuk pergi sekarang.
Lia: pergi sekarang yuk yank
Gw: sekarang aja? yaudah yuk
Lia: iya, udah dipesen tempatnya
Gw: dipesen?
emang kita mau ngapain sih?
Lia: ngedate
Gw: kan emang ngedate yank
Lia: hahahaha, udah deh ah banyak nanya
Gw: awas kalo aku diapa-apain
Lia: enggak lah sayang, masa ngapa-ngapain kamu, ada juga aku yang diapa-apain
Gw:
:
Lia:
Gw: yaudah yuk
Lia: hayuk
Lalu dia menggandeng tangan gw, mesra
. Seperti biasa, selalu ada cowo atau pasangan yang ngeliatin kita berdua tanpa ngedip,
Sampai ke bawah, menuju ke parkiran, lalu berangkat ke tempat yang lia sudah pesan "katanya" . Di mobil gw cuma bisa diem, berfikir, lia mau ngapain disana. Dan disana juga dimana? gw gak tau, lia gak kasih tau, gw penasaran tapi gak mau juga nanya ke dia, pasti jawaban lia " liat aja nanti"
. Akhirnya mobil pun memasuki area dago, melewati simpang dago, melewati terminal paling atas, ke atas terus ke atas, lewat lapangan golf. Dalam hati gw, wah mau kemana nih? jauh banget pikir gw, gw pun bertanya
Gw: yank, mau kemana sih? jauh banget
Lia: bentar lagi sampe kok, tuh di depan belokan terakhir
Gw: emangnya tempat apa?
Lia: tempat nongkrong biasa kok yank
Gw: oh
Belokan terakhir, lalu lurus beberapa puluh meter lalu lia parkir di sebuah cafe, gak terlalu besar, gak kecil juga, tapi posisinya ada di atas dari jalanan, Gw cuma bisa bilang WAW
Lia: dah sampe yank, turun yuk
Gw: yukk, ini tempat apa yank? aku belum pernah kesini, baru tau juga disini ada tempat ginian ( nama tempatnya gw lupa )
Lia: aku udah pesen tempat yank, di atas
Gw: yaudah yuk
Seperti biasa tangan gw dikaleng
Setelah sampe di depan lalu disambut oleh seorang pria menggunakan jas berawarna hitam, namun tak berdasi. Dalam hati gw, ni tempat apaan sih?
cafe apa markas CIA 
Lia: mas, saya udah pesen tempat atas nama A**lia
Cowo: tunggu sebentar ( lalu mengecek buku ) Oh mbak A**lia, silahkan ikuti saya ( begitulah kira-kira, lupa lagi gw, yang jelas formal banget cara ngomongnya
)
Lia: yuk yank
Gw:
Tempat ini bisa dibilang cafe, bisa dibilang juga kaya vila, bingung gw juga ngejelasinnya gimana. Disana memang ada beberapa orang juga, tapi bukan duduk di sebuah meja, sambil makan dan minum seperti cafe-cafe pada umumnya, tapi mereka duduk-duduk seperti sedang berada di rumah sendiri, ada TV juga ada live akustik nya juga. Ga begitu ramai juga. Gw cuma bengong, lebih ke bingung sebenernya.
. Setelah mengikuti cowo tadi, kita berdua dibawa ke atas, ke lantai 2. Setelah sampai disana. Gw cuma bisa bilang WAW sekali lagi. Gw dapet pemandangan Kota bandung dari sisi yang berbeda, berbeda tidak seperti dari valley, bukit bintang ataupun tempat-tempat tinggi di bandung yang lainnya. Tempat yang biasa gw datangi, memang pemandangan bandung, tapi pemandanganya bukan ke kota bandung tepatnya lebih ke arah bandung arah barat. Pemandangan bandung yang berbeda ( agan-agan ada yang pernah kesini? dari lapangan golf di dago itu lurus terus agak jauh, namanya ane bener-bener lupa )
Cowo: silahkan duduk mas, mba. Kalau butuh apa-apa silahkan panggil kami, terimakasih
Lia: makasih mas
Gw:
Lia: yank ko malah bengong?
Gw: ini tempat apa yank? aku baru kesini
Lia: ini namanya .... ( lupa ) aku pertama kali kesini dulu sama papah mamah aku
Gw: papah mamah kamu gaul juga ya tau tempat ginian
Lia: hahaha, bukan, yang punya ini temen kerja papah aku
Gw: oh
Lia: yank, makasih ya
Gw: makasih buat apa yank?
Lia: buat sayang sama aku, buat kasih aku kesempatan lagi
Gw: masih aja dibahas yank, aku udah maafin kok yank. jadi ngajak kesini?
Lia: kesini ya pengen suasana beda aja kok yank
Gw: kan mahal yank
Lia: ah ga usah dipikirin
mau makan apa yank?
Gw: apa aja deh, ada apa aja emangnya dsini?
Lia: nih menunya yank ( memberikan gw sebuah menu )
Gw: ^%&$^&%&^& ( bahasa nya inggris gan, mana gak ada gambarnya lagi
)
Lia: ( garuk-garuk kepala juga )
Gw: kenapa yank?
Lia: yang mana yah
Gw: gak ngerti ya?
Lia: iya, namanya aneh-aneh
Gw: katanya pernah kesini?
Lia: kan papah yang mesenin makan, aku tau makan aja
Gw: terus gimana yank
Lia: panggil pelayannya aja yah
Gw: iya yank panggil aja, lagian pake ke tempat ginian segala sih
Lia: hahahah
, mas mas ( memanggil seseorang yang sedang berdiri standby kaya patung di dekat pintu )
Cowo: ya mba, mau pesen apa?
Lia: menu yang biasa dipesen disini apa aja ya?
Cowo: oh menu favorit kami biasanya ada ini &^%%&^% terus ini*%&%&^%& sama ini juga enak kok mba
Lia: .......... ???
Gw:
( dalam hati )
Lia: yaudah yang ini 2, sama minumannya orange jus satu , kamu mau apa yank?
Gw: samain aja yank
Lia: orange jusna bikin 2 ya mas
Cowo: Ok, silahkan ditunggu ya. terimakasih
Gw: apa tuh yang dipesen yank?
Lia: gak tau yank
Gw:
Lalu hening beberapa saat
Gw: hihihihihi
Lia: hahahaha
( dia ketawa lebih lebar
)
Gw: oon ah
Lia: ih dibilang oon
Gw: hahahaha, gak ko, walaupun oon , tapi aku tetep sayang kok
Lia: ahahahaha bisa aja
Cowo: permisi mas mba ini minumannya, makanannya sebentar lagi diantar
Lia: makasih ya
Gw: yank, ada apa sih sebenernya bawa aku kesini?
Lia: ngerayain 3 bulanan kita
Gw: 3 bulanan? emang sekarang tanggal berapa?
Lia: tanggal ... (lupa)
Gw: kita kan jadian tanggal ... ( lupa gw tanggal jadian ama lia
) masih 4 hari lagi kan yank?
Lia: iya tau, itu kan hari rabu, mana bisa kita keluar kaya gini, ya sekarang aja gak apa-apa kan yank?
Gw: oh gitu, aku kira apa loh yank, aku aja mikir daritadi sebenernya ada apa
Lia: heheheh
Gw: tapi aku belum siapain apa-apa nih buat ngasih ke ayank, gak bilang sih
Lia: gak apa-apa yank, ini kan sebagai permintaan maaf aku juga yang kemaren, sama aku mau ngasih ini... ( mengeluarkan sesuatu dari tasnya )
Cowo: permisi mas mba, ini pesenan *^%&^&* nya silahkan
Lia: eh iya, makasih mas
Gw: makasih mas
apa tuh yang mau dikeluarin?
Lia: nanti aja deh makan dulu aja
Gw:
Lia: emm emmm ( ngeliatin makanannya )
Gw: ini apa ya yank? daging? ko kaya nugget? ini sih bikin di rumah aja bikin bisa sendiri
Lia: gak tau, cobain deh yank, kamu duluan makan
Gw: ah ayank duluan gih
Lia: ayank duluan
Gw: iya iya
( lalu gw makan sedikit )
Ternyata isi nya itu kaya udang campur ayam campur daging sapi campur sayur, tapi asin
Lia: enak yank?
Gw: hemmm ( ngacungin jempol ke dia, terus ambil satu potong lagi )
Lia: ammmm ............
Gw:
Lia: nyam nyam nyam
Gw:
Lia: uhuk uhuk ahahahahah
Gw: hahahaha , minum yank
Lia: mesen yang lain aja lah
Gw: udah jangan yank, abisin aja
Lia: asin yank ( bisik-bisik )
Gw: tau aku juga
Lia: hahahah
. nyam nyam nyam 
Gw: nyam nyam nyam
Lia: hahahaha mukanya
Gw:
Lia: ini apa sih
Gw: kamu yang pesen kok nanya ke aku
Akhirnya kita berdua dengan terpaksa paksa makan makanan itu, bukan makanan indonesia, tapi makanan luar yang gak kita kenali dan belum pernah coba sebelumnya. Tragedi ini gak bakalan gw lupain seumur hidup, makan di sebuah tempat yang sangat mewah bersama lia. Setelah selesai makan, tentunya dengan banyaknya candaan saling mentertawakan mimik muka masing-masing, udah kaya lagi fear factor aja gw ama lia, makan makanan aneh
.
Lia: enak gak yank?
Gw: enak banget
Lia:
Gw: udah ini kemana yank? langsung pulang ya, kan jauh juga, lagian pasti macet nanti pulangnya
Lia: iya langsung pulang aja ya yank, oh iya, aku mau ngasih ini ke kamu ( lalu kembali mengeluarkan sesuatu dari tasnya )
Gw: ........
Lia: ini buat ayank
Gw: ini ? ini apa?
Lia memberikan gw sebuah kotak, dibungkus kertas kado, lupa warnanya apa. Gw kocok-kocok, agak berat juga, tapi kayanya isinya kecil
Lia: malah dikocok-kocok gitu ih
Gw: hehehehe, dibuka ya
Lia: iya buka aja, mudah-mudahan suka ya
Gw pun membuka kado yang diberikan lia, tau gak gan isinya apa? pas gw buka, dari dusnya aja udah keliatan, sebuah HP HP merk No**a dan bukan HP murah pada jaman itu, N**ia N-Gage, masih baru. Harganya dulu sekitar 2 juta atau 3 juta kalo gak salah
Gw: yank? ini? gak salah?
Lia: enggak, itu buat kamu
Gw: aku gak mau ah yank, ini kemahalan, mending pake kamu aja yank
Lia: aku udah punya kok, nih . sama kan
Ternyata lia juga membeli dua HP yang sama, dengan warna yang sama juga
Gw:
Lia: bagus kan, jadi hp kita sama
Gw: yank, aku jadi gak enak, aku berasa lagi ulang tahun nih
Lia: gak apa-apa ih, itu kan aku kasih buat kamu. Biar kita HPnya samaan. Tapi awas kalo sampe beli kartu lain, HP yang itu simpen aja, kalo perlu jual aja, satu nomer aja udah cukup.
Gw: iya iya, makasih banyak ya yank. Aku belum bisa kasih kamu sesuatu nih, mana 3 bulanannya juga masih beberapa hari lagi kan?
Lia: gak usah yank, ini juga kan permintaan maaf aku ke kamu
Gw: iya kan ga usah kaya gini juga, makasih ya
Lia: iya sama sama
Sebuah kado, yang sebenernya gak bisa gw terima tapi lia maksa gw buat terima barang yang dia kasih. Gw pun gak bisa bilang terimakasih kaya gimana lagi. Lia baik banget, dia pun gak pernah ngeliat gw kaya gimana, dia sayang gw tanpa alasan. Dia pernah bilang juga aku sayang sama kamu tu tiba-tiba, gak tau kenapa. Kita berdua pun menikmati pemandangan diiringi live musik dari bawah yang terdengar dari speaker. Setelah beberapa lama disana, sambil ngobrol ngalor ngidul, gak banyak yang lia ceritain tentang temen-temennya, dia lebih banyak nyerita tentang mas kecil dia atau keluarganya atau saudara-saudaranya
. Gw juga kadang gak ngerti, cewe secantik lia, udah cantik, punya segalanya yang lebih dari sekedar cukup, tapi temennya sedikit, bahkan gw jarang ngeliat dia bareng temen-temennya, dia lebih milih datang ke sekolah gw, 2 atau 3 hari sekali. sekedar menemani gw atau menunggu gw pulang lalu pulang bareng. Hari pun semakin malam gw dan lia memutuskan untuk pulang. Setelah sampai didalam mobil
Lia: yank
Gw: kenapa yank?
Lia: laper
Gw: hahaha
Lia:
Gw: mau makan apa dong?
Lia: apa ya , emmm
Gw: pecel lele suka gak?
Lia: belum pernah coba
Gw:
( lia ini tinggal di pegunungan mana ampe pecel lele belum pernah nyobain
)
Lia: yaudah pecel lele aja aku juga mau cobain
Gw: beneran nih? mau pecel lele?
Lia: iya mau, kadang kalo lewat juga suka enak wanginya, tapi belum pernah beli
Gw: yaudah nanti dijalan cari yang jualan, yang agak rame
Lia: kok rame? penuh dong
Gw: kalo rame berarti rasanya enak yank
Lia: oh iya ya
Gw: ayank ga alergi kan sama ikan lele?
Lia: aku ga alergi ama makanan manapun, jadi bisa makan apa aja
Gw: kok ga gendut-gendut ya?
Lia:
Gw: hehehehe
Setelah sampai di merdeka, setelah melewat rel kereta di dekat sebuah hotel yang terkenal, lalu belok kiri, dan tidak jauh dari sana gw melihat penjual pecel lele yang agak besar tempatnya , ga terlalu penuh juga. Gw pun menyuruh lia untuk parkir di sekitaran tempat itu, gak jauh dari braga.
Gw: yank parkir disana aja. tuh jalan kesana dikit ya
Lia: iya, wanginya sampe sini ya
Gw: hu uh, enak ya, laper ya yank? emang tadi ga kenyang?
Lia: hahaha, ah jangan dibahas ah.
Gw:
Setelah sampai di tempat pecel lele, kita berdua duduk, gw pun memesan 2 pecel lele lengkap dengan teh manis nya. Wangi dari sambal yang digoreng serta wangi gurihnya ikan yang membuat perut semakin melilit saja
Lia: wangi banget, laper
Gw: sama aku juga laper , yank lain kali ga usah makan di tempat yang mewah gitu ya. Kan boros yank
Lia: sekali-sekali kan yank. itu juga kan ada acara penting
Gw: jadian 3 bulan kita penting ya yank?
Lia: iya tiap bulan sama-sama ama kamu itu penting buat aku
Gw: ah bisa aja
Pesanan kita berdua pun datang, pecel lele masih panas lengkap dengan sambal khasnya dipinggir piring yang dipisahkan dengan nasi
Lia: hmmm, wangi
Gw: makan yank, cobain dulu, pecel lele yang istimewanya itu sambelnya yank, bukan cuma lelenya
Lia: oh gitu, jadi makannya gimana?
Gw: ikan lelenya ambil dikit, terus cocolin ke sambelnya, terus makan deh. nasinya boleh nyusul, atau disatuin juga boleh
Lia: oh gitu, sendoknya mana yank?
Gw:
Orang-orang:
) Ada sesuatu yang akan dilakukan lia, tapi apa gw pun gak tau. Gw dan lia pun melanjutkan makan, kadang sambil bercanda, kadang juga dia ngeliatin gw, fokus ama makanan apa fokus ama cewe-cewe yang lewat
. Soalnya di B*P itu cewenya kece kece bro, sayang kalo mata ini gak dipergunakan semaksimal mungkin
Lia cuma melototin gw sambil nyunyah makanan dia kalo gw kepergok liatin cewe lain
. Kadang-kadang dia bilang ini, sering banget, sampe gw inget kata-kata ini " matanya, mau aku colok hah? " Tapi itu gak bikin gw berpaling dari lia, gw waktu itu udah pas banget ama lia, sayang, jatuh cinta mungkin, cinta monyet
( masa SMA cinta monyet bukan sih? ) Setelah selesai makan, ngobrol-ngobrol sedikit, becandanya banyak
hari mulai gelap, lia pun mengajak untuk pergi sekarang. Quote:
Lia: pergi sekarang yuk yank
Gw: sekarang aja? yaudah yuk
Lia: iya, udah dipesen tempatnya

Gw: dipesen?
emang kita mau ngapain sih?Lia: ngedate

Gw: kan emang ngedate yank

Lia: hahahaha, udah deh ah banyak nanya

Gw: awas kalo aku diapa-apain

Lia: enggak lah sayang, masa ngapa-ngapain kamu, ada juga aku yang diapa-apain

Gw:
:Lia:

Gw: yaudah yuk
Lia: hayuk
Lalu dia menggandeng tangan gw, mesra
. Seperti biasa, selalu ada cowo atau pasangan yang ngeliatin kita berdua tanpa ngedip,
Sampai ke bawah, menuju ke parkiran, lalu berangkat ke tempat yang lia sudah pesan "katanya" . Di mobil gw cuma bisa diem, berfikir, lia mau ngapain disana. Dan disana juga dimana? gw gak tau, lia gak kasih tau, gw penasaran tapi gak mau juga nanya ke dia, pasti jawaban lia " liat aja nanti"
. Akhirnya mobil pun memasuki area dago, melewati simpang dago, melewati terminal paling atas, ke atas terus ke atas, lewat lapangan golf. Dalam hati gw, wah mau kemana nih? jauh banget pikir gw, gw pun bertanyaQuote:
Gw: yank, mau kemana sih? jauh banget
Lia: bentar lagi sampe kok, tuh di depan belokan terakhir
Gw: emangnya tempat apa?
Lia: tempat nongkrong biasa kok yank
Gw: oh
Belokan terakhir, lalu lurus beberapa puluh meter lalu lia parkir di sebuah cafe, gak terlalu besar, gak kecil juga, tapi posisinya ada di atas dari jalanan, Gw cuma bisa bilang WAW
Quote:
Lia: dah sampe yank, turun yuk

Gw: yukk, ini tempat apa yank? aku belum pernah kesini, baru tau juga disini ada tempat ginian ( nama tempatnya gw lupa )
Lia: aku udah pesen tempat yank, di atas
Gw: yaudah yuk
Seperti biasa tangan gw dikaleng
Setelah sampe di depan lalu disambut oleh seorang pria menggunakan jas berawarna hitam, namun tak berdasi. Dalam hati gw, ni tempat apaan sih?
cafe apa markas CIA 
Quote:
Lia: mas, saya udah pesen tempat atas nama A**lia
Cowo: tunggu sebentar ( lalu mengecek buku ) Oh mbak A**lia, silahkan ikuti saya ( begitulah kira-kira, lupa lagi gw, yang jelas formal banget cara ngomongnya
)Lia: yuk yank

Gw:

Tempat ini bisa dibilang cafe, bisa dibilang juga kaya vila, bingung gw juga ngejelasinnya gimana. Disana memang ada beberapa orang juga, tapi bukan duduk di sebuah meja, sambil makan dan minum seperti cafe-cafe pada umumnya, tapi mereka duduk-duduk seperti sedang berada di rumah sendiri, ada TV juga ada live akustik nya juga. Ga begitu ramai juga. Gw cuma bengong, lebih ke bingung sebenernya.
. Setelah mengikuti cowo tadi, kita berdua dibawa ke atas, ke lantai 2. Setelah sampai disana. Gw cuma bisa bilang WAW sekali lagi. Gw dapet pemandangan Kota bandung dari sisi yang berbeda, berbeda tidak seperti dari valley, bukit bintang ataupun tempat-tempat tinggi di bandung yang lainnya. Tempat yang biasa gw datangi, memang pemandangan bandung, tapi pemandanganya bukan ke kota bandung tepatnya lebih ke arah bandung arah barat. Pemandangan bandung yang berbeda ( agan-agan ada yang pernah kesini? dari lapangan golf di dago itu lurus terus agak jauh, namanya ane bener-bener lupa ) Quote:
Cowo: silahkan duduk mas, mba. Kalau butuh apa-apa silahkan panggil kami, terimakasih
Lia: makasih mas

Gw:

Lia: yank ko malah bengong?
Gw: ini tempat apa yank? aku baru kesini

Lia: ini namanya .... ( lupa ) aku pertama kali kesini dulu sama papah mamah aku
Gw: papah mamah kamu gaul juga ya tau tempat ginian
Lia: hahaha, bukan, yang punya ini temen kerja papah aku
Gw: oh

Lia: yank, makasih ya
Gw: makasih buat apa yank?
Lia: buat sayang sama aku, buat kasih aku kesempatan lagi
Gw: masih aja dibahas yank, aku udah maafin kok yank. jadi ngajak kesini?
Lia: kesini ya pengen suasana beda aja kok yank

Gw: kan mahal yank
Lia: ah ga usah dipikirin
mau makan apa yank?Gw: apa aja deh, ada apa aja emangnya dsini?
Lia: nih menunya yank ( memberikan gw sebuah menu )
Gw: ^%&$^&%&^& ( bahasa nya inggris gan, mana gak ada gambarnya lagi
)Lia: ( garuk-garuk kepala juga )
Gw: kenapa yank?
Lia: yang mana yah

Gw: gak ngerti ya?

Lia: iya, namanya aneh-aneh

Gw: katanya pernah kesini?
Lia: kan papah yang mesenin makan, aku tau makan aja

Gw: terus gimana yank

Lia: panggil pelayannya aja yah

Gw: iya yank panggil aja, lagian pake ke tempat ginian segala sih

Lia: hahahah
, mas mas ( memanggil seseorang yang sedang berdiri standby kaya patung di dekat pintu )Cowo: ya mba, mau pesen apa?
Lia: menu yang biasa dipesen disini apa aja ya?
Cowo: oh menu favorit kami biasanya ada ini &^%%&^% terus ini*%&%&^%& sama ini juga enak kok mba
Lia: .......... ???
Gw:
( dalam hati )Lia: yaudah yang ini 2, sama minumannya orange jus satu , kamu mau apa yank?
Gw: samain aja yank
Lia: orange jusna bikin 2 ya mas
Cowo: Ok, silahkan ditunggu ya. terimakasih
Gw: apa tuh yang dipesen yank?
Lia: gak tau yank

Gw:

Lalu hening beberapa saat
Gw: hihihihihi

Lia: hahahaha
( dia ketawa lebih lebar
)Gw: oon ah

Lia: ih dibilang oon

Gw: hahahaha, gak ko, walaupun oon , tapi aku tetep sayang kok

Lia: ahahahaha bisa aja

Cowo: permisi mas mba ini minumannya, makanannya sebentar lagi diantar
Lia: makasih ya
Gw: yank, ada apa sih sebenernya bawa aku kesini?
Lia: ngerayain 3 bulanan kita

Gw: 3 bulanan? emang sekarang tanggal berapa?
Lia: tanggal ... (lupa)
Gw: kita kan jadian tanggal ... ( lupa gw tanggal jadian ama lia
) masih 4 hari lagi kan yank?Lia: iya tau, itu kan hari rabu, mana bisa kita keluar kaya gini, ya sekarang aja gak apa-apa kan yank?
Gw: oh gitu, aku kira apa loh yank, aku aja mikir daritadi sebenernya ada apa

Lia: heheheh

Gw: tapi aku belum siapain apa-apa nih buat ngasih ke ayank, gak bilang sih

Lia: gak apa-apa yank, ini kan sebagai permintaan maaf aku juga yang kemaren, sama aku mau ngasih ini... ( mengeluarkan sesuatu dari tasnya )
Cowo: permisi mas mba, ini pesenan *^%&^&* nya silahkan
Lia: eh iya, makasih mas
Gw: makasih mas
apa tuh yang mau dikeluarin?Lia: nanti aja deh makan dulu aja

Gw:

Lia: emm emmm ( ngeliatin makanannya )
Gw: ini apa ya yank? daging? ko kaya nugget? ini sih bikin di rumah aja bikin bisa sendiri

Lia: gak tau, cobain deh yank, kamu duluan makan

Gw: ah ayank duluan gih

Lia: ayank duluan

Gw: iya iya
( lalu gw makan sedikit )Ternyata isi nya itu kaya udang campur ayam campur daging sapi campur sayur, tapi asin

Lia: enak yank?
Gw: hemmm ( ngacungin jempol ke dia, terus ambil satu potong lagi )
Lia: ammmm ............
Gw:

Lia: nyam nyam nyam

Gw:

Lia: uhuk uhuk ahahahahah

Gw: hahahaha , minum yank

Lia: mesen yang lain aja lah

Gw: udah jangan yank, abisin aja

Lia: asin yank ( bisik-bisik )
Gw: tau aku juga

Lia: hahahah
. nyam nyam nyam 
Gw: nyam nyam nyam

Lia: hahahaha mukanya

Gw:

Lia: ini apa sih

Gw: kamu yang pesen kok nanya ke aku

Akhirnya kita berdua dengan terpaksa paksa makan makanan itu, bukan makanan indonesia, tapi makanan luar yang gak kita kenali dan belum pernah coba sebelumnya. Tragedi ini gak bakalan gw lupain seumur hidup, makan di sebuah tempat yang sangat mewah bersama lia. Setelah selesai makan, tentunya dengan banyaknya candaan saling mentertawakan mimik muka masing-masing, udah kaya lagi fear factor aja gw ama lia, makan makanan aneh
. Quote:
Lia: enak gak yank?
Gw: enak banget

Lia:

Gw: udah ini kemana yank? langsung pulang ya, kan jauh juga, lagian pasti macet nanti pulangnya
Lia: iya langsung pulang aja ya yank, oh iya, aku mau ngasih ini ke kamu ( lalu kembali mengeluarkan sesuatu dari tasnya )
Gw: ........
Lia: ini buat ayank

Gw: ini ? ini apa?

Lia memberikan gw sebuah kotak, dibungkus kertas kado, lupa warnanya apa. Gw kocok-kocok, agak berat juga, tapi kayanya isinya kecil
Lia: malah dikocok-kocok gitu ih

Gw: hehehehe, dibuka ya

Lia: iya buka aja, mudah-mudahan suka ya

Gw pun membuka kado yang diberikan lia, tau gak gan isinya apa? pas gw buka, dari dusnya aja udah keliatan, sebuah HP HP merk No**a dan bukan HP murah pada jaman itu, N**ia N-Gage, masih baru. Harganya dulu sekitar 2 juta atau 3 juta kalo gak salah
Quote:
Gw: yank? ini? gak salah?
Lia: enggak, itu buat kamu
Gw: aku gak mau ah yank, ini kemahalan, mending pake kamu aja yank
Lia: aku udah punya kok, nih . sama kan

Ternyata lia juga membeli dua HP yang sama, dengan warna yang sama juga
Gw:

Lia: bagus kan, jadi hp kita sama

Gw: yank, aku jadi gak enak, aku berasa lagi ulang tahun nih

Lia: gak apa-apa ih, itu kan aku kasih buat kamu. Biar kita HPnya samaan. Tapi awas kalo sampe beli kartu lain, HP yang itu simpen aja, kalo perlu jual aja, satu nomer aja udah cukup.
Gw: iya iya, makasih banyak ya yank. Aku belum bisa kasih kamu sesuatu nih, mana 3 bulanannya juga masih beberapa hari lagi kan?
Lia: gak usah yank, ini juga kan permintaan maaf aku ke kamu
Gw: iya kan ga usah kaya gini juga, makasih ya
Lia: iya sama sama

Sebuah kado, yang sebenernya gak bisa gw terima tapi lia maksa gw buat terima barang yang dia kasih. Gw pun gak bisa bilang terimakasih kaya gimana lagi. Lia baik banget, dia pun gak pernah ngeliat gw kaya gimana, dia sayang gw tanpa alasan. Dia pernah bilang juga aku sayang sama kamu tu tiba-tiba, gak tau kenapa. Kita berdua pun menikmati pemandangan diiringi live musik dari bawah yang terdengar dari speaker. Setelah beberapa lama disana, sambil ngobrol ngalor ngidul, gak banyak yang lia ceritain tentang temen-temennya, dia lebih banyak nyerita tentang mas kecil dia atau keluarganya atau saudara-saudaranya
. Gw juga kadang gak ngerti, cewe secantik lia, udah cantik, punya segalanya yang lebih dari sekedar cukup, tapi temennya sedikit, bahkan gw jarang ngeliat dia bareng temen-temennya, dia lebih milih datang ke sekolah gw, 2 atau 3 hari sekali. sekedar menemani gw atau menunggu gw pulang lalu pulang bareng. Hari pun semakin malam gw dan lia memutuskan untuk pulang. Setelah sampai didalam mobilQuote:
Lia: yank
Gw: kenapa yank?
Lia: laper

Gw: hahaha

Lia:

Gw: mau makan apa dong?
Lia: apa ya , emmm
Gw: pecel lele suka gak?
Lia: belum pernah coba

Gw:
( lia ini tinggal di pegunungan mana ampe pecel lele belum pernah nyobain
)Lia: yaudah pecel lele aja aku juga mau cobain
Gw: beneran nih? mau pecel lele?
Lia: iya mau, kadang kalo lewat juga suka enak wanginya, tapi belum pernah beli
Gw: yaudah nanti dijalan cari yang jualan, yang agak rame
Lia: kok rame? penuh dong
Gw: kalo rame berarti rasanya enak yank
Lia: oh iya ya

Gw: ayank ga alergi kan sama ikan lele?
Lia: aku ga alergi ama makanan manapun, jadi bisa makan apa aja

Gw: kok ga gendut-gendut ya?
Lia:

Gw: hehehehe

Setelah sampai di merdeka, setelah melewat rel kereta di dekat sebuah hotel yang terkenal, lalu belok kiri, dan tidak jauh dari sana gw melihat penjual pecel lele yang agak besar tempatnya , ga terlalu penuh juga. Gw pun menyuruh lia untuk parkir di sekitaran tempat itu, gak jauh dari braga.
Quote:
Gw: yank parkir disana aja. tuh jalan kesana dikit ya
Lia: iya, wanginya sampe sini ya
Gw: hu uh, enak ya, laper ya yank? emang tadi ga kenyang?
Lia: hahaha, ah jangan dibahas ah.

Gw:

Setelah sampai di tempat pecel lele, kita berdua duduk, gw pun memesan 2 pecel lele lengkap dengan teh manis nya. Wangi dari sambal yang digoreng serta wangi gurihnya ikan yang membuat perut semakin melilit saja

Quote:
Lia: wangi banget, laper

Gw: sama aku juga laper , yank lain kali ga usah makan di tempat yang mewah gitu ya. Kan boros yank
Lia: sekali-sekali kan yank. itu juga kan ada acara penting

Gw: jadian 3 bulan kita penting ya yank?
Lia: iya tiap bulan sama-sama ama kamu itu penting buat aku

Gw: ah bisa aja

Pesanan kita berdua pun datang, pecel lele masih panas lengkap dengan sambal khasnya dipinggir piring yang dipisahkan dengan nasi
Quote:
Lia: hmmm, wangi
Gw: makan yank, cobain dulu, pecel lele yang istimewanya itu sambelnya yank, bukan cuma lelenya
Lia: oh gitu, jadi makannya gimana?
Gw: ikan lelenya ambil dikit, terus cocolin ke sambelnya, terus makan deh. nasinya boleh nyusul, atau disatuin juga boleh
Lia: oh gitu, sendoknya mana yank?
Gw:

Orang-orang:

sormin180 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas