- Beranda
- Stories from the Heart
Stories from the Hospital
...
TS
chika10
Stories from the Hospital
Wooow Thread ini sudah memiliki lebih dari 10.000 viewers.
Kalo kamu suka cerita ini, bantu rate dan share juga ya
Kalo kamu suka cerita ini, bantu rate dan share juga ya

Quote:
Ceritanya ane sekarang lagi di Rumah sakit.
Yap, ane yang sakit. Ane awalnya sakit typus terus minum obat dari dokter dan.. *loh kok jadi curcol-.- Gak, ane gak mau cerita tentang sakit ane.
Yang ane mau ceritain kejadian yang terjadi selama ane dirawat disini, rada sedikit horror sih gan.
fyi ajah, ane udah hampir seminggu di Rumah sakit ini.
Langsung ajah yaah gansis beberapa cerita based on true story nya
Yap, ane yang sakit. Ane awalnya sakit typus terus minum obat dari dokter dan.. *loh kok jadi curcol-.- Gak, ane gak mau cerita tentang sakit ane.
Yang ane mau ceritain kejadian yang terjadi selama ane dirawat disini, rada sedikit horror sih gan.
fyi ajah, ane udah hampir seminggu di Rumah sakit ini.
Langsung ajah yaah gansis beberapa cerita based on true story nya
Quote:
Ada kabar gembira untuk kita semua gansis, Ane udah keluar dari Rumah Sakit, udah ada sebulan yang lalu sih
*abaikan*
*abaikan* Oh iya, buat yang baru mampir dan males baca per page untuk cari Part ceritanya, bisa klik yang biru-biru dibawah ini yang merupakan single post masing-masing Part (semacam index gitudeh)

Spoiler for Happy Reading:


Eits sebelum menuju Part I Ane mau kenalin Artis-artis yang ada di STFH (Story From The Hospital, ciyee kompak banget ama sub forumnya
plus karakternya..
plus karakternya..
Spoiler for Check it out ::
Quote:
1. Chika, adalah tokoh utama dalam cerita ini, karakternya bawel, jayus, iseng, suka bercanda, suka bola, nyoret2 belakang buku tulis sama ketularan 3 sahabtanya jadi suka gambar2 anime dan kalian simpulkan sendiri deh 
2. Mama, adalah Ibu dari Chika, karakternya sama kayak emak-emak pada umumnya
3. Bunga, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta kucing dan anime, karakternya sama seperti Chika sih
4. Kenanga, adalah sahabat dari Chika, si Bunga ini gak indigo tapi sama-sama pecinta audy dan juga anime. Karakternya mirip sama Cinta
3.Mawar, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta anime dan penyuka gothik karakternya paling dewasa dari antara Cinta, Melati dan juga Bunga
4. Melati, adalah teman baik Chika, Paling sering dapet julukan 'emak' karena sangat dewasa dan mengayomi temen-temennya, indigo dan suka banget warna ungu
5. Adik, adalah adik Chika (tokoh utama), sama seperti adik-adik lainnya but dia ini paling nurut kalau disuruh-suruh kakanya, tingkat nyebelinnya sama dengan adik-adik pada umumnya
6. Casilas, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Chika dan kini menjadi mantan kesayangannya
Dia ini seperti cowok pada umumnya, romantis dan juga wangi.
7. Ken, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Mawar, dia mirip banget sama Afgan, masalah karakter sama aja kaya cowok lainnya, suka banget sama Anime, like Mawar
8. Ramzi, adalah pacar Melati, cowok rumahan lebay yang hobi banget main marawis sama kayak Casilas, Lebay nya klimaks banget, like Melati
9. Bang Rustam, adalah Pelatih futsal di Sekolah SMA nya Cinta
10. Kak Fikri, Kak Onet, Kak Izal, Kak Arel, Kak Vivi, mereka adalah kakak kelas atau seniornya Cinta
11. Pak Kadir, adalah Penjaga sekolah Cinta.
12. Suster&Dokter Rumah Sakit, adalah pemain figuran yang merawat Chika saat dia di Rumah Sakit.
13. Kunti, Pocong, Genderuwo, Dedemit-dedemit lainnya, adalah artis utama yang menjadi biang kerok tertulis nya cerita ini


2. Mama, adalah Ibu dari Chika, karakternya sama kayak emak-emak pada umumnya

3. Bunga, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta kucing dan anime, karakternya sama seperti Chika sih

4. Kenanga, adalah sahabat dari Chika, si Bunga ini gak indigo tapi sama-sama pecinta audy dan juga anime. Karakternya mirip sama Cinta

3.Mawar, adalah sahabat dari Chika, si Indigo pecinta anime dan penyuka gothik karakternya paling dewasa dari antara Cinta, Melati dan juga Bunga

4. Melati, adalah teman baik Chika, Paling sering dapet julukan 'emak' karena sangat dewasa dan mengayomi temen-temennya, indigo dan suka banget warna ungu

5. Adik, adalah adik Chika (tokoh utama), sama seperti adik-adik lainnya but dia ini paling nurut kalau disuruh-suruh kakanya, tingkat nyebelinnya sama dengan adik-adik pada umumnya

6. Casilas, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Chika dan kini menjadi mantan kesayangannya
Dia ini seperti cowok pada umumnya, romantis dan juga wangi.7. Ken, adalah lelaki yang saat itu menjadi pacar Mawar, dia mirip banget sama Afgan, masalah karakter sama aja kaya cowok lainnya, suka banget sama Anime, like Mawar

8. Ramzi, adalah pacar Melati, cowok rumahan lebay yang hobi banget main marawis sama kayak Casilas, Lebay nya klimaks banget, like Melati

9. Bang Rustam, adalah Pelatih futsal di Sekolah SMA nya Cinta

10. Kak Fikri, Kak Onet, Kak Izal, Kak Arel, Kak Vivi, mereka adalah kakak kelas atau seniornya Cinta

11. Pak Kadir, adalah Penjaga sekolah Cinta.
12. Suster&Dokter Rumah Sakit, adalah pemain figuran yang merawat Chika saat dia di Rumah Sakit.
13. Kunti, Pocong, Genderuwo, Dedemit-dedemit lainnya, adalah artis utama yang menjadi biang kerok tertulis nya cerita ini

Part I - Suster Kecil Itu..
Spoiler for Part I - Susuter Kecil Itu:
Quote:
Hari ini adalah hari kedua aku dirawat di Rumah sakit yang hanya berjarak beberapa puluh kilometer dari rumah. Malam ini aku tidur sendiri di dalam ruangan kelas II, dimana harusnya dalam ruangan itu berisi 3 pasien. 2 pasien yg terkena DBD sudah boleh pulang, tinggal lah aku sendirian diruangan itu dengan 2 tempat tidur kosong di kanan dan kiri ku.
Awalnya biasa saja, sore itu sekitar pukul 7.00 suster datang untuk mengganti botol impus yang sudah kosong sambil memberikan beberapa obat yang harus aku minum. Setelah minum obat dan perlengkapan ku terpenuhi, waktunya aku untuk tidur. Ibu, malaikat tak bersayap yang dikirim Tuhan untuk menjagaku pun sudah terlelap dikursi nya, mungkin karena posisi tidurku saat itu yg menyamping, membelakangi dirinya membuatnya berfikir bahwa anaknya sudah terlelap tidur.
Padahal aku masih terjaga, bahkan masih ngaskus, menjadi SR di beberapa HT dan thread lain. Oiya saat ini jam dihandphone ku sudah menujukkan pukul 23.00 malam.
Bosan dengan kaskus, sesekali aku berbalik balik badan, melihat lihat ibu yg tertidur sambil memutar bola mataku kesegala sisi ruangan kelas II yang makin lama makin terasa dingin.
Tiba-tiba ...
Astagfirullah'aladzimm aku melihat ada seorang/sesetan atau apalah namanya-.- suster pakai baju putih lusuh (padahal seragam suster di RS ini hijau, batinku) yang tidak jelas muka dan wajahnya sedang menulis, entah apa yang ditulisnya. Semakin mata ku mencoba melihatnya lebih tajam, wajah suster itu semakin tidak terlihat. Geradakan! Wajah penuh luka sobek dimana mana terlihat jelas saat aku berusaha melihatnya lebih menyelidik lagi.
Oh Tuhan, kenapa suster itu hanya setinggi gas yg seberat 12 kg..
Oh God, apa yang aku lihat barusan?
Suster jenis apakah ini?
Entah apa yg aku rasakan, sekujur tubuhku dan mataku beku layaknya ikan yang berhari-hari dan baru dikeluarkan dari freezer. Ingin aku teriak dan bangunin mama tapiii... mulut dan tangan ini terasa terkunci.
Saat aku ingin melempar handphone, benda satu2nya yg ada ditanganku, untuk memastikan apa yg ku lihat. Tiba-tiba dia hilang tanpa bekas bagai uap. Dan yg paling untung adalah, handphone ku ini tidak jadi aku lemparkan.
Badanku kembali normal, layaknya daging ikan ayam atau sapi yg baru dipotong dan masih merah. Kesadaranku telah kembali.
Aku teriak teriak! Nyokap kaget. Dia bangun dan mengira kalau anaknya yg unyu2 ini sedang mengiggau, dan dia menyuruh aku untuk tidur lagi.
Aku takut. Aku tidur tidak lagi dengan posisi terlentang dan mata berputar. Aku tidur menghadap samping, sambil memegangi tangan nyokap dan mencoba untuk meram sambil melupakan kejadian mengerikan yg baru saja aku lihat. Nyokap gak tau! Dia pikir pengaruh demam yg bikin gue mengiggau. Padahal malam itu aku takut, sangat takut~
to be continue..
Awalnya biasa saja, sore itu sekitar pukul 7.00 suster datang untuk mengganti botol impus yang sudah kosong sambil memberikan beberapa obat yang harus aku minum. Setelah minum obat dan perlengkapan ku terpenuhi, waktunya aku untuk tidur. Ibu, malaikat tak bersayap yang dikirim Tuhan untuk menjagaku pun sudah terlelap dikursi nya, mungkin karena posisi tidurku saat itu yg menyamping, membelakangi dirinya membuatnya berfikir bahwa anaknya sudah terlelap tidur.
Padahal aku masih terjaga, bahkan masih ngaskus, menjadi SR di beberapa HT dan thread lain. Oiya saat ini jam dihandphone ku sudah menujukkan pukul 23.00 malam.
Bosan dengan kaskus, sesekali aku berbalik balik badan, melihat lihat ibu yg tertidur sambil memutar bola mataku kesegala sisi ruangan kelas II yang makin lama makin terasa dingin.
Tiba-tiba ...
Astagfirullah'aladzimm aku melihat ada seorang/sesetan atau apalah namanya-.- suster pakai baju putih lusuh (padahal seragam suster di RS ini hijau, batinku) yang tidak jelas muka dan wajahnya sedang menulis, entah apa yang ditulisnya. Semakin mata ku mencoba melihatnya lebih tajam, wajah suster itu semakin tidak terlihat. Geradakan! Wajah penuh luka sobek dimana mana terlihat jelas saat aku berusaha melihatnya lebih menyelidik lagi.
Oh Tuhan, kenapa suster itu hanya setinggi gas yg seberat 12 kg..
Oh God, apa yang aku lihat barusan?
Suster jenis apakah ini?
Entah apa yg aku rasakan, sekujur tubuhku dan mataku beku layaknya ikan yang berhari-hari dan baru dikeluarkan dari freezer. Ingin aku teriak dan bangunin mama tapiii... mulut dan tangan ini terasa terkunci.
Saat aku ingin melempar handphone, benda satu2nya yg ada ditanganku, untuk memastikan apa yg ku lihat. Tiba-tiba dia hilang tanpa bekas bagai uap. Dan yg paling untung adalah, handphone ku ini tidak jadi aku lemparkan.
Badanku kembali normal, layaknya daging ikan ayam atau sapi yg baru dipotong dan masih merah. Kesadaranku telah kembali.
Aku teriak teriak! Nyokap kaget. Dia bangun dan mengira kalau anaknya yg unyu2 ini sedang mengiggau, dan dia menyuruh aku untuk tidur lagi.
Aku takut. Aku tidur tidak lagi dengan posisi terlentang dan mata berputar. Aku tidur menghadap samping, sambil memegangi tangan nyokap dan mencoba untuk meram sambil melupakan kejadian mengerikan yg baru saja aku lihat. Nyokap gak tau! Dia pikir pengaruh demam yg bikin gue mengiggau. Padahal malam itu aku takut, sangat takut~
to be continue..
Part II - Keesokan Harinya..
Part III - Filling Nyokap..
Part IV - Suara Dorongan Tempat Tidur dan Ketokan di Jendela..
Part V - Suara Panggilan Itu..
Part VI - My BFF dan Kisah SanLat..
Part Bonus - Little About My BFF
Part VII - Momen CUP dan ke 'seraman' nya..
Permohonan Maaf, Ane kena musibah gan~
Part VIII - SOTR & Ke 'seraman' nya
Part IX - SOTR dan Ke 'seraman' nya (Lanjutan)
Part X - Misteri Saat Seminar..
Part XI - Misteri Saat Seminar (Lanjutan)
Part XII - Wanita Bersimbah Darah di Toilet itu..
Part XIII - Mimpi Aneh Itu...
Part XIV - Malam Terakhir di Rumah Sakit
Part XV - Kaki-kaki itu...
Part XVI - Mimpi Aneh...
Part XVII - Peristiwa Malam Itu...
Part III - Filling Nyokap..
Part IV - Suara Dorongan Tempat Tidur dan Ketokan di Jendela..
Part V - Suara Panggilan Itu..
Part VI - My BFF dan Kisah SanLat..
Part Bonus - Little About My BFF
Part VII - Momen CUP dan ke 'seraman' nya..
Permohonan Maaf, Ane kena musibah gan~
Part VIII - SOTR & Ke 'seraman' nya
Part IX - SOTR dan Ke 'seraman' nya (Lanjutan)
Part X - Misteri Saat Seminar..
Part XI - Misteri Saat Seminar (Lanjutan)
Part XII - Wanita Bersimbah Darah di Toilet itu..
Part XIII - Mimpi Aneh Itu...
Part XIV - Malam Terakhir di Rumah Sakit
Part XV - Kaki-kaki itu...
Part XVI - Mimpi Aneh...
Part XVII - Peristiwa Malam Itu...
Still Waiting Yes 
And to be continued..

And to be continued..
Ada juga nih, Pengalaman dari Kaskusker yang Komeng.
Spoiler for Pengalaman Kaskusker yang Komeng:
Quote:
Original Posted By rondo.royal►Hiiiiii serem sist ceritanya ..
Ane dulu pernah diganggu seperti sist alami , tapi ane pas diwaktu tidur .jadi antara sadar dan tidak, tau kan maksudnya pokoknya gitu deh susah jelasinya .itu pipi ane dicolek sama anak kecil terus kayak disampingnya ada ibunya merhatiin ane ,terus ibunya bilang apa ane lupa ,,,,suasananya rame anak kecil padahal itu ane tidur digudang .
Kedua ane main dirumah saudara 2 hari ,pas malem pertama mau tidur itu antara sadar ato tidak ada yang pegang pengang kemaluan ane asli ane belom 100 persen tidur masih kerasa ada yang mainin itunya ane padahal kamar gak ada orang kecuali ane .
Kata guru ane kalo kita ditempat baru ,kita ijin sama penghuni situ semacam "permisi mau numpang tidur disini saya tidak akan mengganggu" setelah itu baca ayat kursi bagi yang muslim.
Maap sist jadi curcol
Ane dulu pernah diganggu seperti sist alami , tapi ane pas diwaktu tidur .jadi antara sadar dan tidak, tau kan maksudnya pokoknya gitu deh susah jelasinya .itu pipi ane dicolek sama anak kecil terus kayak disampingnya ada ibunya merhatiin ane ,terus ibunya bilang apa ane lupa ,,,,suasananya rame anak kecil padahal itu ane tidur digudang .
Kedua ane main dirumah saudara 2 hari ,pas malem pertama mau tidur itu antara sadar ato tidak ada yang pegang pengang kemaluan ane asli ane belom 100 persen tidur masih kerasa ada yang mainin itunya ane padahal kamar gak ada orang kecuali ane .
Kata guru ane kalo kita ditempat baru ,kita ijin sama penghuni situ semacam "permisi mau numpang tidur disini saya tidak akan mengganggu" setelah itu baca ayat kursi bagi yang muslim.
Maap sist jadi curcol
Quote:
Original Posted By arinda.dinda►ane juga pernah gan..
waktu itu ane lagi pulang sekolah, sampe di depan rumah pagernya di kunci(orang rumah lagi pergi)
akhirnya ane loncat pager. trus ane ngambil kunci di bawah keset buat buka pager sama pintu..
suasana dalem rumah mencekam bgt gan
ane sampe was was liat depan belakang samping kanan kiri
ane udah naroh tas, trus ane pengen ganti baju. pas pengen jalan ke lemari tiba tiba ada kain putih kayak terbang gan
ane langsung kaget. alhasil ane teriak2 gk jelas sambil lari ke luar rumah
tetangga depan rumah ane keluar.. trus dia nanya ane kenapa. trus ane ceritain semuanya.. akhirnya tetangga ane nganterin ane masuk dan ternyata itu mukena emak ane kena angin kipas gan

ane malu banget sama tetangga ane 
kesimpulan nya periksa dulu apa yg agan/sista lihat. jangan main kabur aja

waktu itu ane lagi pulang sekolah, sampe di depan rumah pagernya di kunci(orang rumah lagi pergi)
akhirnya ane loncat pager. trus ane ngambil kunci di bawah keset buat buka pager sama pintu..
suasana dalem rumah mencekam bgt gan
ane sampe was was liat depan belakang samping kanan kiriane udah naroh tas, trus ane pengen ganti baju. pas pengen jalan ke lemari tiba tiba ada kain putih kayak terbang gan
ane langsung kaget. alhasil ane teriak2 gk jelas sambil lari ke luar rumahtetangga depan rumah ane keluar.. trus dia nanya ane kenapa. trus ane ceritain semuanya.. akhirnya tetangga ane nganterin ane masuk dan ternyata itu mukena emak ane kena angin kipas gan

ane malu banget sama tetangga ane 
kesimpulan nya periksa dulu apa yg agan/sista lihat. jangan main kabur aja

Quote:
Original Posted By rondo.royal►
iya beneer ketindihan sist tapi orang2 biasanya gak bisa gerakin badan lama trus lepas ,lah ane
Ada yang ngajakin kenalan.. 4 pocong menampakkan diri dikamar bareng2.. Didatangi orang tinggi seragam kolonial belanda lengkap trus ngomong apa gitu lupa.. Digrepe2
ini pasti effect kegantengan ane
tapi tapi berarti ane korban pencabulan dong huuaaaa
iibuuuuk
eh kalo ikut suara itu makhluk ,dibawa muter2 kemana sist..
Cerita dong pengalaman sist tindihan ,bukan ditindih ya sist entar kayak cerita bokep
ya sist jangan sampe digrepe2 lah .. kemana coba ngadunya .. Masak ngadunya ke kak seto
iya beneer ketindihan sist tapi orang2 biasanya gak bisa gerakin badan lama trus lepas ,lah ane
Ada yang ngajakin kenalan.. 4 pocong menampakkan diri dikamar bareng2.. Didatangi orang tinggi seragam kolonial belanda lengkap trus ngomong apa gitu lupa.. Digrepe2
ini pasti effect kegantengan ane
tapi tapi berarti ane korban pencabulan dong huuaaaa
iibuuuuk eh kalo ikut suara itu makhluk ,dibawa muter2 kemana sist..
Cerita dong pengalaman sist tindihan ,bukan ditindih ya sist entar kayak cerita bokep

ya sist jangan sampe digrepe2 lah .. kemana coba ngadunya .. Masak ngadunya ke kak seto
Quote:
Original Posted By ejja.here►Wah ngeri sist
ane jg pernah ngalamin di rumah sakit dus**** di cimahi beuh serem sis galagi2 deh,
Apdet yah sis btw udh difollow twit nya siapa tau jodoh sis
ane jg pernah ngalamin di rumah sakit dus**** di cimahi beuh serem sis galagi2 deh, Apdet yah sis btw udh difollow twit nya siapa tau jodoh sis

Quote:
Original Posted By misterforget►hahahaha.. dulu pas SMP,, gw pernah sanlat 3 hari nginep di sekolah. Pas di hari terakhir juga banyak temen gw yang ngeliat Kuntilanak di lantai 3 sekolahan lagi duduk nyantai di balkon 

Quote:
Original Posted By meat.lovers►pengalaman lo serem amat chik.. 
cewe ane juga sensitif sama hal kaya gitu sist. pernah dapet bonus abis dari kebun teh di puncak di tempel 3 kunti
trus cewe ane jaman dulu kalo lagi nginep di kosan ane sering bgt tuh di gangguin sama hantu penunggu badan ane, badannya langsung pada biru gitu :capede. ane sih ga sensitif sama hal yang begituan, tapi kata temen ane yang indigo ada satu hantu perempuan yang nempel di ane dari jaman ane ngekos sampe sekarang, katanya suka trus mau jagain ane, kadang kalo ane lagi kesel sama cwe ane emosi ane suka di kuasain sama tuh hantu perempuan katanya.
ebusettt malah ane yang bikin cerita.. maap yak sist

lanjutt dahhhh

cewe ane juga sensitif sama hal kaya gitu sist. pernah dapet bonus abis dari kebun teh di puncak di tempel 3 kunti

trus cewe ane jaman dulu kalo lagi nginep di kosan ane sering bgt tuh di gangguin sama hantu penunggu badan ane, badannya langsung pada biru gitu :capede. ane sih ga sensitif sama hal yang begituan, tapi kata temen ane yang indigo ada satu hantu perempuan yang nempel di ane dari jaman ane ngekos sampe sekarang, katanya suka trus mau jagain ane, kadang kalo ane lagi kesel sama cwe ane emosi ane suka di kuasain sama tuh hantu perempuan katanya.
ebusettt malah ane yang bikin cerita.. maap yak sist

lanjutt dahhhh

Quote:
Original Posted By semelohee►bantu rate sist,
dan tetep setia nungguin update nya,
klo ane jg pnya sist mcam githu cuma g peka" amat,
pekanya baca sifat karakter seseorang lewat foto dan tatapan mata.
mungkin itu biasa aja kali yahhhh
dan tetep setia nungguin update nya,
klo ane jg pnya sist mcam githu cuma g peka" amat,
pekanya baca sifat karakter seseorang lewat foto dan tatapan mata.
mungkin itu biasa aja kali yahhhh
Buat Momod, makasih juga udah referensiin, moga gak mengecewakan ya

Spoiler for Referensi Momod:
Quote:
Quote:
Original Posted By luntang►dapet rekomendasi dari salah satu momod buat baca thread ini
gw pikir cerita cinta cintaan ga taunya cerita setan
gw pikir cerita cinta cintaan ga taunya cerita setan

Ada juga nih, Kritik&Saran kaskusker yang Bikin cerita ini semakin mantap

Spoiler for Relawan Editor:
Quote:
Original Posted By andhikajj►sepertinya sistahh ini bakat jadi penulis ya?
kamsud dari ceritanya jelas sekali...
tapi ngeri juga lama2 
kamsud dari ceritanya jelas sekali...
tapi ngeri juga lama2 
Quote:
Original Posted By geolgeolupil►Pusing gw bacanya...
Cerita isinya kebanyakan dialog yang menurut gw ga menarik, sama kejadian kesurupan melati.
Melati mulu
Sorry to say, ceritanya bagus di awal doang.
Jangan terlalu excited bikin cerita, kalo ga bisa nahan nafsunya ntar malah berantakan.
Imho sih
Btw semisal lo ngeliat penampakan gt, napa gak disamperin terus tabok aja sih
Ato lempar gt, kalo ga teriakin " apa lo liat liat "
Cerita isinya kebanyakan dialog yang menurut gw ga menarik, sama kejadian kesurupan melati.
Melati mulu

Sorry to say, ceritanya bagus di awal doang.
Jangan terlalu excited bikin cerita, kalo ga bisa nahan nafsunya ntar malah berantakan.
Imho sih
Btw semisal lo ngeliat penampakan gt, napa gak disamperin terus tabok aja sih

Ato lempar gt, kalo ga teriakin " apa lo liat liat "
Quote:
Original Posted By botolkecapabc►sist ane udah baca cerita dari ente, ane ada masukan nih. kalo bisa setelah ada yg berbicara diberi tahu siapa org yg berkata seperti itu.
contohnya : *De pindah sementara di kelas 1 ya~ nanti kalau sudah sterill dipanggil lagi kembali ke ruangan kamu* . suster mencoba memberi tahu.
*Ruang kelas 1 itu dimana ya sus?* , tanya gue
*Itu dipaling pojok. Nanti dianter kok* , kata suster mencoba untuk menjelaskan.
(pojok, not bad lah daripada koridor hihi. Batin gw~ kyknya gw mulai mikir apa yg ade gw pikirin)(Part 3 baris ke 12)
nah setelah kata itu di kasih keterangan siapa yg berkata seperti itu sist, ane agak bingung juga siapa yg berbicara seperti kata di atas. untuk selanjutnya yaa kalo bisa ditambah pengenalnya.
contohnya : *De pindah sementara di kelas 1 ya~ nanti kalau sudah sterill dipanggil lagi kembali ke ruangan kamu* . suster mencoba memberi tahu.
*Ruang kelas 1 itu dimana ya sus?* , tanya gue
*Itu dipaling pojok. Nanti dianter kok* , kata suster mencoba untuk menjelaskan.
(pojok, not bad lah daripada koridor hihi. Batin gw~ kyknya gw mulai mikir apa yg ade gw pikirin)(Part 3 baris ke 12)
nah setelah kata itu di kasih keterangan siapa yg berkata seperti itu sist, ane agak bingung juga siapa yg berbicara seperti kata di atas. untuk selanjutnya yaa kalo bisa ditambah pengenalnya.
Quote:
Original Posted By Gent4r►Isinya menarik.. Tapi saran gaya tulisan di perbaiki.. Karena tulisan ts bikin bingung dgn alurnya yg terkesan sambung menyambung dan alurnya campur aduk
Obrolan juga dibuat lebih jelas.. Misal si a yg bicara di beri tanda :
Kl bicara dlm hati dikasih tanda ' dan kejelasan kondisi
Over all bagus ceritanya
Obrolan juga dibuat lebih jelas.. Misal si a yg bicara di beri tanda :
Kl bicara dlm hati dikasih tanda ' dan kejelasan kondisi
Over all bagus ceritanya

Akhir kata ane ucapkan
Quote:

Diubah oleh chika10 13-01-2015 09:52
kuyaman46 dan anasabila memberi reputasi
2
36.7K
Kutip
198
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
chika10
#113
Part VII
lanjut ceritanya yuk gansis, sambil rate dongs *seruput teh*
Quote:
*eh tapi kan pas SanLat itu gw cuma bengong doang Ka, si mawar tuh yang sampe kayak orang ayan hahaha kejang2 dia kesurupan kunti yang di aula..* kata si bunga
*ah sialan lu, gue mana sadar.. Lu kan tau sendiri keadaan malam itu. Ini nih ide gila nya anak osis buat ngadain SanLat abis isya, dan begonya gue acc aja lagi. Filling gw udah gak enak tu malem. Gue udah bilang ama Melati kan~ kalo ga salah ke lu berdua juga deh.
Walaupun segala antisipasi udah dilakuin. Satu yg saat itu kita lupa. Minta izin ama mereka. Makanya mereka gag seneng dan ganggu* Mawar bela diri tuh haha
*Iya bener tuh, inget gag kesurupan massal waktu yg kita dipulangin cepet? Itu yang waktu kita ke pijay mau nonton gajadi malah beli parfum~ yg numpang pipis ditoilet bioskop biar gag bayar (aih, ini aib. Harusnya diskip)* bunga yg mulai lagi bahas ini.
*Oh iya inget2 yg kak Arel kesurupan itu kan? Senior yg paling jutek se sekolah? Gila itumah beberapa doang yg beneran kesurupan. Sisanya ada yg emg kebawa ada juga yg pura2 biar cari sensasi. Itu awalnya dari foto2 di aula, udah tau kunti sana gak suka* Gue mulai ngomong nih
*mereka mana tau sih chik, emang mereka kita. Kan bu Dim ngelarang kita buat ceritain segala kejadian mistis di sekolah ini*
*Yaiyalah, bisa2 gag ada yg mau masuk sekolah kita nanti. Bisa2 gag ada yg lu pada kerjain kan? Itu MoS hahaha* kali ini si Gadis yg ngomong
Sekolah emang tempat yang paling sering ngebuat jantungku berolahraga. Gimana enggak, setiap hari gue, mawar dan melati harus pulang sore untuk urusin proker yg sudah kita buat, rapat berkala dan kegiatan lainnya.
Pernah suatu ketika, saat malam final CUP (kompetisi sepak bola,futsal dan basket) disekolah gw itu ditunda sampe hrs dilaksanakan pukul 20.00 malam karena hari itu, seharian hujan.
Apa boleh buat, 3 pertandingan final yang udah delay lama harus tetap dilaksanakan.
Pertandingan pertama adalah basket, 4 quarter terasa sangat lama dimana ketua ekskul basket yg berada ditable bareng gue dan mawar udah keliatan lusuh banget~
Pertandingan basket selesai, dan dilanjutkan futsal lalu sepakbola.
Di futsal ini, karena tim futsal sekolah kami tembus final, mereka semua main, termasuk pacar gue saat itu, keeper tim futsal saat itu.
Karena gw lihat semua panitia udah pada capek, gue ambil alih table futsal~ gue yg suka bola dan futsal paham betul aturan dan permainannya. Jadilah gw komentator dadakan malam itu~
Disaat yg bersamaan, diruang osis melati dan beberapa panitia istirahat.
Saat tim futsal tuan rumah (red: sekolah) gw kebobolan, gue lihat pacar gw saat itu sebut saja Casilas udah kebingungan, dia teriak-teriak kasih semacam arahan atau semangat ke temen2 tim dilapangan.
*Woy kepala woy, ada kepala melayang disamping ruang osis..*
*apaan sih lo bet, dateng2 kepala..kepala.. Kepala apaan?* kata salah satu senior gw yang juga ada ditable~ saat itu gua masih kelas 2 SMA
Mawar.. Batin gw dalam hati. Kemana tu anak? Perasaan tadi duduk disini. Gue pengen cari mawar tapi pertandingan futsal belum selesai. Gimana ini?
Akhirnya gw titip table ke salah satu senior gw yang cowok, dengan alasan gue mau ke toilet. Padahal gw mau cari mawar.
Gue menuju ruang osis, ruang osis kami berada di pojok lt.3, dimana depan ruang osis adalah samping ruangan kelas yg bernomor 302, dan disampingnya adalah ruangan kelas bernomor 301.
Sampai di lt.3 saat ingin menuju ke ruang osis..
Astagfirullahal'azdim.. Gue lihat beberapa anak kecil, kecil banget kayak tuyul lagi mainan didpn kelas itu, bareng 1 kunti yang gak gw kenal~ gw rasa kunti itu bukan penunggu asli sini.
Gue takut. Tapi gw gak kabur. Kunti dan beberapa tuyul yg bentuknya aneh gag karuan itu liatin gue. Hiiiii.. Gue lari keruang osis.
sampai di ruang osis gue lihat melati dan beberapa panitia lagi tidur.
*mel, lo liat mawar?* Kata gue ke Melati begitu sampai ruang osis.
*Ga.. Bukannya ditable ama lu tadi liat basket?* Jawab Melati cepat.
*Iya tadi emang di table tapi sekarang ga ada. Lu tau tadi ka o**t liat apaan disini? dia liat kepala terbang. Gila kali, mana mawar ilang..* Jawab gue lagi ke Melati
*Mell.. Melati.. Mel lo denger gw ga si? Astahfirulloh, lu jangan bengong gitu napa Mel. Mel.. Mel.. Istigfar Mel* Kata gue sambil mengoyang-goyangkan badan Melati yang kaku dan bengong
Melati kesurupan~
Dia mulai teriak-teriak dan kejang2 kayak biasa. Semua panitia yg tidur diruangan osis panik. Termasuk gue. Gengaman tangan melati kenceng banget sehingga gue dgn susah payah nahan tangan nya agar tidak ke genggam.
Satpam sekolah dateng~ beberapa guru dan pelatih juga.
Melati kebiasaan selalu kesurupan di pelukan atau paha gue, jadi saat itu gue gak bisa cari mawar. Gue urusin melati, gue inisiatif taroh sendok di lidahnya biar gak kegigit karena ini bukan pertama kalinya Melati kesurupan kek gini.
Satpam+pacarnya mawar dan pacarnya melati ngaji di kuping melati sampe dia teriak *panas..panas.. berhenti* dan *jangan ganggu*
setelah beberapa kali pacarnya mawar yg saat itu ikud membantu melati muntah2, akhirnya makhluk penunggu aula itu pergi dari tubuh melati dan melati pingsan.
Melati gw tidurin dilantai ruang osis dan gw titipin sama beberapa junior gw yang ada disana, gue pesenin kasihin minyak angin aja ke hidungnya biar sadar. Kalo udah sadar ajak ngomong, jangan sampe melati bengong.
Gue cari mawar sendirian, gue udah gag peduli apa yang terjadi dibawah. Sahabat gue, mawar menghilang dan melati abis kesurupan. Gue panik...
Mawar lo dimana sih, pelan2 kata2 itu keluar terus menerus dari mulutku~ Gue berani2in ke Lab.Bhs Inggris dimana gw tau disana ada kuntilanak penunggu yang dari tadi udah nampakin dirinya, tapi mawar gag ada.
Di aula pun, gue lihat segala macam dari yg hitam, putih, tuyul mbakyul *halahh banyak yang ijo2 gede tinggi (bukan cendol loh gan, hoho) tapi gue tetep gak nemuin mawar.
Semua toilet tiap lantai gw buka, mawar juga gak ada.
Mawar dimana?
Gue udah kelilingin satu sekolah ini buat cari mawar, tapi hasilnya nihil.
Mawar gag ketemu juga.
Ga berasa, jam sudah menunjukkan pukul 23.06. Seluruh pertandingan sudah selesai dan semua peserta udah pulang~ setidaknya itu yg gue denger dari junior gue, karena gue sibuk cari mawar.
Waktunya breifing dan beres-beres perkap lapangan.
Para guru, pelatih dan senior baru nyadar kalau mawar, ketua osis sekaligus ketua pelaksana tidak ada.
*Chika, kamu liat mawar? Kok dia gak ikut breifing? Apa dia pulang duluan? Tapi kok dia gak izin sama kk yah?* tanya senior gue, yang juga ketua osis periode lama~
*Daritadi saya juga cari mawar kak, terakhir di table sebelum kak onet dateng*
*Coba anak cowok cari..*
*sudah saya cari diseluruh ruangan sekolah ini tapi hasilnya nihil kak, mawar ilang. Saya coba telepon, tapi hpnya malah ketinggalan ditable*
*Melati mana?*
*Ada diruang osis kak, bentar saya cek..*
*Zal, lu temenin dia ke ruang osis. Nanti dia kena juga lagi*
*Gak usah kak saya..*
*Udah sama gue aja dah, yuk yank liat Melati..* Casilas pacar gw saat itu masih dengan jersey lengkapnya yg bertuliskan gabungan inisial nama kita dengan nomer punggung 4, dimana itu adalah tanggal lahir gue langsung menarik tangan gue ke arah tangga untuk naik ke lt.3, keruang osis menjemput melati dan beberapa junior yg gue tugasi buat jaga melati selama gue cari mawar tadi.
*Yank tadi gimana pertandingannya?* tanya gue selagi di sela-sela perjalanan mau ke ruang osis.
*Kalah. Udahlah jangan mikirin itu dulu*
*Tapi kan..* Gue emang batu dan dia juga kelihatannya serius~
*Bawa melati keluar gih, gak aman disini lama-lama. Kasih minyak angin dulu tuh dihidungnya.* Kata Casilas begitu sampai diruang osis
Melati sadar dan digopoh oleh 3 junior gw kebawah. Saat nengok ke samping kiri depan ruang osis untuk lihat keadaan bawah. Tiba-tiba gue lihat Mawar, di samping kipas pembuangan AC ruang kelas 302, duduk sambil bengong dan ketawa-ketawa lalu nangis dan pingsan.
*Yank itu mawar yank, Mawar.. lo ngapain disana? Gila lo bisa celaka..* Teriak gue histeris sambil mau ke san, nyusul Mawar
*Kamu mau ngapain sih. Diem disini biar aku bawa mawar. Kamu bisa ikutan celaka kalau manjat-manjat buat kesana.* Kata Casilas, pacar gue saat itu
*Yaudah tapi kamu hati-hati.. Hati hati yah bawa mawarnya..* Kata gue
Mawar ada di belakang ruang 302, ruangan kelas tempat main tuyul dan sejenisnya yang tadi gw liat pas pertama mau ke ruang osis. Ada sedikit tempat untuk taroh kipas pembuangan AC dibelakang kelas dan mawar duduk disitu, bengong.. Gue gag tau gimana ceritanya sampe mawar bisa duduk disana.
Tiba-tiba gue inget melati.
*Yank bantuin nih gopoh mawar, cape aku abis tanding*
*Iya iya.. sinih sinih.. Kamu mah cowok doang tapi loyo bweeek..* Kata gw sambil bantu gopoh mawar kebawah~
*Yeee.. uda ditemenin, ditolongin, ngatain lagi~ awas ya kamu. Aku cium juga nih* Cowok gue saat itu emang suka gitu, tapi dia belum pernah yg namanya cium bibir gue sampai setelah 2 tahun kita pacaran dan putus, hingga saat ini.
*Ihh apaan sih, awas yah berani cium2 aku.. Aku..*
*Aku apa? Emg kamu berani sama aku? Baru lantai 2 nih yank, mawar berat juga yah*
*Enak aja, kamu tuh yang ketakutan kalo aku dilirik keeper atau peserta lain kan? hayo ngaku~* kata gue menggoda nya. Saat kayak gini masih aja obrolan absurd itu kami omongin, dan gue ceritain disini ohmaigat
Sampai dilapangan.
*Kak ini Mawar*
*Ketemu dimana? melati bengong terus tuh. Daripada dia kena lagi, kamu dan casilas bisa kan antar pulang dia, tarik tiga aja biar cepet. Jelasin ke orgtua nya sekalian yah* Kata senior gue, ketua osis periode lama.
*Iya kak*
*Ayo mel kita pulang, istighfar yah.. Awas lo di jalanan bengong2.. Yank, buruan keluarin motor kamu..* Kata gue ke Melati sekaligus ke Casilas. Saat itu Casilas lagi bawa motor bokapnya, karena ninja nya masih di bengkel. Dia bilang knalpot, busi atau apanya gitu yang dia mau modif. Makanya senior gue nyuruh gue buat anterin Melati, karena ramzi pacar melati berhalangan hadir di malam final CUP itu.
*Iya..* Jawab Casilas.
*Melati ditengah ya?* Kata gue di luar sekolah pas mau naik.
*Kok melati ditengah?* Protes Casilas.
*Terus melati dibelakang gitu? kamu tega dia kenapa-napa, dia kan masih labil kondisinya. Kalau dia jatoh gimana?
Lagian kamu kan bau abis tanding belom mandi, masih pake kostum lagi. Ogah aku deket-deket kamu weeek. Udah ah cepet jalan jangan banyak protes.* Jawab gue panjang lebar
*Iya iya pacarku yang bawelllllnya kayak emak-emak. Enak aja kamu, aku gini-gini juga masih wangi tau.. Masih nempel parfum nya* Bela Casilas
*Cepetan jalan..* Kata gue
*Iyaaaah..* Jawab Casilas. Sambil menyalakan motor dan jalan ke rumah Melati.
Akhirnya kita sampe dirumah Melati, gue jelasin semua nya. Dan nyokapnya yang udah tau keadaan Melati dan mengerti. Karena Melati udah tidur dikamarnya dan waktu juga udah malem banget gue pamit pulang sama Casilas malam itu.
Dijalan, mau ke Sekolah..
*yank, jam berapa nih? Kamu ga di ocehin emak jam segini belom pulang?*
Kata Casilas Membuka Obrolan.
*Jam 23.50 yank.. Engga kok, kan udah izin..* Jawab gue asal.
*Ooh.. Yank peluk dong, ga dingin apa tengah malem gini?* Jawab Casilas.
*Dasar modus.. Engga ah, aku masih kepikiran mawar tau..* Kata gue.
*Biarin modus sama pacar sendiri ini..* Jawab Casilas lagi.
*Au ah elap* Jawab gue cuek.
*emang gelap sayaaaang, namanya juga tengah malem* Goda Casilas.
Setelah ngobrol absurd itu akhirnya kita sampai di sekolah lagi.
*Kak mawar gimana?* Tanya gue ke siapa aja yang ada di lapangan saat itu
*Masih belom sadar* Jawab ka Onet
*Udah dikasih minyak angin dihidungnya?* Tanya gue lagi
*Udah.. tapi gak ada reaksi* Jawab ka Onet
*Yaampun kak, badannya dingin banget* langsung gw lepas jaket yang gue pake dan gw pakein ke mawar, yang saat itu belum sadarkan diri.
*Gimana melati? udah beres* Tanya kak Fikri, ketos periode lama disekolah gue saat itu.
*Beres kak. Ortunya juga udah saya jelasin dan mereka udah paham* Jawab gue sambil nidurin mawar di paha gue.
*Bagus, terimakasih yah chika* Kata kak Fikri
*Ehm iya sama2 kak* Jawab gue, masih dengan posisi nidurin mawar di paha gue.
Tiba-tiba mawar batuk..
*war, lo gapapa? badanlo dingin banget. Sini baringannya dipaha gue aja ya, biar enakan.. Biasa melati suka kesurupan dipaha gue juga dan sadar, kali aja lo juga..*
*Chika..* Potong ka Fikri
*maaf kak..* Jawab gue masih goyang-goyangin wajah mawar.
*Tau, saat kaya gini masih aja bisa bercanda. Ah bapet kaka yang lagi merinding jadi pengen ketawa* Sambung ka Izal
*Mawar.. udah sadar? minum teh nya..* Kata kak fikri
*Gue dimana chik?* tanya mawar
*Sekolah war* Jawab gue singkat
*Anak kecil itu..* Kata mawar lemah sambil membuka matanya.
*Anak kecil apa war? siapa?* Tanya gue menyelidik.
*itu..* dia nunjuk ke ruang 302 dilt.3. Ada anak kecil semacam tuyul yg bentuknya aneh lagi lari-lari dan bermain.
*Udah.. Udah gapapa, ga ada apa-apa.. Gue anter pulang aja ya ama casilas? Atau lo mau pulang ama sebut saja ken, pacar mawar?* Tanya gue ke mawar, biar dia gak bengong.
*Udah anterin aja chik, lo jaga dibelakang. Biar si Ken yg bawa motor, kasihan casilas cape dia* Pelatih futsal pun angkat bicara
*Iya bang..* Jawab gue ke Bang Rustam, pelatih futsal sekolah kami yang masih sibuk menyusun tugas akhir atau skripsi dari kuliah ke olahragaannya.
*Ayo ken..* Kata gue ke ken, pacarnya mawar dan juga junior gue di OSIS.
*Tunggu dulu, pake nih jaket aku. Tengah malam, dingin. Nanti sakit aku juga yang repot. Yang disalah-salahiin sama temen-temen kamu..* Casilas tiba-tiba muncul sambil nyerahin jaket hitam, jaket almamater kebanggaan kelas nya, XI-AP1.
*Apaansih, aku ga bakalan sakit kok kalo cuma anterin mawar kerumahnya terus kesekolah. Jangan sotau kamu* sebenernya gue dalam hati seneng dan juga malu sama orang-orang disana, luarnya aja jutek. Semua cewe juga pasti gini kok
*Udah jangan bawel.. Pake..* Jawab Casilas dengan nada yang mulai agak setengah tinggi
*Kamu tuh yang bawel..* Jawab gue jutek
*Udah cik, pake* Pelatih futsal, Bang Rustam ngomong lagi.
*Iya bang* kata gue
*Ayo ken, anterin mawar pulang* Kata gue ke Ken
*Iya, Kak* Jawab ken
Sampe dirumah mawar, gue ceritain ke nyokapnya apa yang gue tau. Nyokapnya juga ngerti dan nyuruh gue buat dateng besok sepulang sekolah kerumahnya untuk ceritain apa yang sebenarnya terjadi. Karena waktu sudah sangat malam, gue dan ken pamit untuk kembali ke sekolah.
Sampai disekolah ternyata breafing sudah selesai. Sebagian besar panitia sudah pulang. Dan casilas, pacar gue saat itu pun sudah mengganti kostum tandingnya dengan baju biasa. Sepertinya dia abis mandi. Wangi banget.
*Jangan lihat keatas terus.. ntar kena juga kamu. Liatin aku aja mendingan* Kata dia tiba-tiba dateng, ngaggetin gue dari samping. Saat itu gue lagi duduk, sambil nunggu dia. Gue tau dia pasti belom pulang. Ken yang anterin gue sampe gerbang sekolah langsung permisi pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 00.45.
*Apaan sih, ngaggetin aja. Jayus tau..* Kata gue sambil meliapat kaki gue dan merekatkannya kebadan, merubah posisi duduk dari bersila.
*Pulang yok..* Kata Casilas dengan posisi duduk yang sama
*Ga mau..* Kata gue cepet
*Kenapa? mau nginep disini? Yaudah biar dimakan setan2 sini hiiii..* Kata dia sambil bergaya kayak tasmania yang sering jadi stiker gitu, kedua tangan disamping kanan kiri agak atas kepala.
*Aku ga takut, kan uda kenal* Jawab gue sambil menatap dia.
*Oiya aku lupa kamu kan udah sering liat yaa*
*Eh, kamu kalo lagi panik dan berantakan gini manis juga ya. Apalagi rambutnya kuncir kuda* Kata dia yang juga lagi menatap gue. Kami berhadapan.
*Apaansih..* Kata gue sambil ngalihin muka ke samping. Ke posisi awal gue duduk.
*Haha hidungnya kembang kempis.. GR yaaa..* Katanya sambil memencet hidung gue.
*Ihhh demen banget sih mencet2 hidung aku terus, sakit tau* Kata gue protes sambil nengok ke dia.
*biariin.. daripada aku pencet2 yang lain, mau??* kata dia sambil ketawa2
*Apaansih ngomongnya mulai ngelantur.. Berani sentuh aku, aku..*
*Jangan galak2 napa yank, romantis dikit..* Belom selesai bicara dia udah ngomong lagi
*Bodo..* Jawab gue jutek.
*Yaudah pulang yok, cape nih aku seharian jadi panitia, main full juga tadi* Kata Casilas lagi.
*Tapi ada syaratnya..* Jawab gue sambil senyum evil, hoho
*Apa?* Tanya dia polos.
*Kamu pake jaket kamu nih..* Kata gue sambil lepasin jaket dan sodorin ke dia.
*Tapi yank itu kan..* Kata dia gelagepan.
*Mau pulang atau gak?* Tanya gue.
*Atau kalo gak mau aku pulang sendiri deh biar kamu langsung pulang.. Kalo mau anterin aku, a ypake jaketnya! Udah tau jarak yang kamu tempuh double dan angin malam tuh bahaya. Nyari penyakit aja sih* Gue tau dia cape dan kedinginan karena mandi tengah malam di sekolah, belom lagi dia anterin gue dulu. bisa masuk angin dia~
*Oke..* Kata dia sambil ambil dan pakai jaketnya. Gue tau dia juga dalam hatinya seneng, walau luarnya jutek dan ngeselin.
Saat itu, gue dan dia duduk di tengah-tengah lapangan.
Persis dibuletan tengah garis kick off sepakbola.
Sebelum pulang gue kembali nengok ke atas.
Gue liat lagi beberapa anak kecil berwujud aneh2 lari2an didepan kelas, gue pindah ke lab.bhs inggris, ada kunti merah melototin gw. Dan gw gak berani lihat ke arah aula~ Cukup!
Flashback saat kegiatan CUP tadi membuka obrolan kita ke hal2 horror lain~
Yaitu kisah saat seminar~
Rate lagi, nanti lanjut..
to be continue..
*ah sialan lu, gue mana sadar.. Lu kan tau sendiri keadaan malam itu. Ini nih ide gila nya anak osis buat ngadain SanLat abis isya, dan begonya gue acc aja lagi. Filling gw udah gak enak tu malem. Gue udah bilang ama Melati kan~ kalo ga salah ke lu berdua juga deh.
Walaupun segala antisipasi udah dilakuin. Satu yg saat itu kita lupa. Minta izin ama mereka. Makanya mereka gag seneng dan ganggu* Mawar bela diri tuh haha
*Iya bener tuh, inget gag kesurupan massal waktu yg kita dipulangin cepet? Itu yang waktu kita ke pijay mau nonton gajadi malah beli parfum~ yg numpang pipis ditoilet bioskop biar gag bayar (aih, ini aib. Harusnya diskip)* bunga yg mulai lagi bahas ini.
*Oh iya inget2 yg kak Arel kesurupan itu kan? Senior yg paling jutek se sekolah? Gila itumah beberapa doang yg beneran kesurupan. Sisanya ada yg emg kebawa ada juga yg pura2 biar cari sensasi. Itu awalnya dari foto2 di aula, udah tau kunti sana gak suka* Gue mulai ngomong nih

*mereka mana tau sih chik, emang mereka kita. Kan bu Dim ngelarang kita buat ceritain segala kejadian mistis di sekolah ini*
*Yaiyalah, bisa2 gag ada yg mau masuk sekolah kita nanti. Bisa2 gag ada yg lu pada kerjain kan? Itu MoS hahaha* kali ini si Gadis yg ngomong
Sekolah emang tempat yang paling sering ngebuat jantungku berolahraga. Gimana enggak, setiap hari gue, mawar dan melati harus pulang sore untuk urusin proker yg sudah kita buat, rapat berkala dan kegiatan lainnya.
Pernah suatu ketika, saat malam final CUP (kompetisi sepak bola,futsal dan basket) disekolah gw itu ditunda sampe hrs dilaksanakan pukul 20.00 malam karena hari itu, seharian hujan.
Apa boleh buat, 3 pertandingan final yang udah delay lama harus tetap dilaksanakan.
Pertandingan pertama adalah basket, 4 quarter terasa sangat lama dimana ketua ekskul basket yg berada ditable bareng gue dan mawar udah keliatan lusuh banget~
Pertandingan basket selesai, dan dilanjutkan futsal lalu sepakbola.
Di futsal ini, karena tim futsal sekolah kami tembus final, mereka semua main, termasuk pacar gue saat itu, keeper tim futsal saat itu.
Karena gw lihat semua panitia udah pada capek, gue ambil alih table futsal~ gue yg suka bola dan futsal paham betul aturan dan permainannya. Jadilah gw komentator dadakan malam itu~
Disaat yg bersamaan, diruang osis melati dan beberapa panitia istirahat.
Saat tim futsal tuan rumah (red: sekolah) gw kebobolan, gue lihat pacar gw saat itu sebut saja Casilas udah kebingungan, dia teriak-teriak kasih semacam arahan atau semangat ke temen2 tim dilapangan.
*Woy kepala woy, ada kepala melayang disamping ruang osis..*
*apaan sih lo bet, dateng2 kepala..kepala.. Kepala apaan?* kata salah satu senior gw yang juga ada ditable~ saat itu gua masih kelas 2 SMA
Mawar.. Batin gw dalam hati. Kemana tu anak? Perasaan tadi duduk disini. Gue pengen cari mawar tapi pertandingan futsal belum selesai. Gimana ini?
Akhirnya gw titip table ke salah satu senior gw yang cowok, dengan alasan gue mau ke toilet. Padahal gw mau cari mawar.
Gue menuju ruang osis, ruang osis kami berada di pojok lt.3, dimana depan ruang osis adalah samping ruangan kelas yg bernomor 302, dan disampingnya adalah ruangan kelas bernomor 301.
Sampai di lt.3 saat ingin menuju ke ruang osis..
Astagfirullahal'azdim.. Gue lihat beberapa anak kecil, kecil banget kayak tuyul lagi mainan didpn kelas itu, bareng 1 kunti yang gak gw kenal~ gw rasa kunti itu bukan penunggu asli sini.
Gue takut. Tapi gw gak kabur. Kunti dan beberapa tuyul yg bentuknya aneh gag karuan itu liatin gue. Hiiiii.. Gue lari keruang osis.
sampai di ruang osis gue lihat melati dan beberapa panitia lagi tidur.
*mel, lo liat mawar?* Kata gue ke Melati begitu sampai ruang osis.
*Ga.. Bukannya ditable ama lu tadi liat basket?* Jawab Melati cepat.
*Iya tadi emang di table tapi sekarang ga ada. Lu tau tadi ka o**t liat apaan disini? dia liat kepala terbang. Gila kali, mana mawar ilang..* Jawab gue lagi ke Melati
*Mell.. Melati.. Mel lo denger gw ga si? Astahfirulloh, lu jangan bengong gitu napa Mel. Mel.. Mel.. Istigfar Mel* Kata gue sambil mengoyang-goyangkan badan Melati yang kaku dan bengong
Melati kesurupan~
Dia mulai teriak-teriak dan kejang2 kayak biasa. Semua panitia yg tidur diruangan osis panik. Termasuk gue. Gengaman tangan melati kenceng banget sehingga gue dgn susah payah nahan tangan nya agar tidak ke genggam.
Satpam sekolah dateng~ beberapa guru dan pelatih juga.
Melati kebiasaan selalu kesurupan di pelukan atau paha gue, jadi saat itu gue gak bisa cari mawar. Gue urusin melati, gue inisiatif taroh sendok di lidahnya biar gak kegigit karena ini bukan pertama kalinya Melati kesurupan kek gini.
Satpam+pacarnya mawar dan pacarnya melati ngaji di kuping melati sampe dia teriak *panas..panas.. berhenti* dan *jangan ganggu*
setelah beberapa kali pacarnya mawar yg saat itu ikud membantu melati muntah2, akhirnya makhluk penunggu aula itu pergi dari tubuh melati dan melati pingsan.
Melati gw tidurin dilantai ruang osis dan gw titipin sama beberapa junior gw yang ada disana, gue pesenin kasihin minyak angin aja ke hidungnya biar sadar. Kalo udah sadar ajak ngomong, jangan sampe melati bengong.
Gue cari mawar sendirian, gue udah gag peduli apa yang terjadi dibawah. Sahabat gue, mawar menghilang dan melati abis kesurupan. Gue panik...
Mawar lo dimana sih, pelan2 kata2 itu keluar terus menerus dari mulutku~ Gue berani2in ke Lab.Bhs Inggris dimana gw tau disana ada kuntilanak penunggu yang dari tadi udah nampakin dirinya, tapi mawar gag ada.
Di aula pun, gue lihat segala macam dari yg hitam, putih, tuyul mbakyul *halahh banyak yang ijo2 gede tinggi (bukan cendol loh gan, hoho) tapi gue tetep gak nemuin mawar.
Semua toilet tiap lantai gw buka, mawar juga gak ada.
Mawar dimana?
Gue udah kelilingin satu sekolah ini buat cari mawar, tapi hasilnya nihil.
Mawar gag ketemu juga.
Ga berasa, jam sudah menunjukkan pukul 23.06. Seluruh pertandingan sudah selesai dan semua peserta udah pulang~ setidaknya itu yg gue denger dari junior gue, karena gue sibuk cari mawar.
Waktunya breifing dan beres-beres perkap lapangan.
Para guru, pelatih dan senior baru nyadar kalau mawar, ketua osis sekaligus ketua pelaksana tidak ada.
*Chika, kamu liat mawar? Kok dia gak ikut breifing? Apa dia pulang duluan? Tapi kok dia gak izin sama kk yah?* tanya senior gue, yang juga ketua osis periode lama~
*Daritadi saya juga cari mawar kak, terakhir di table sebelum kak onet dateng*
*Coba anak cowok cari..*
*sudah saya cari diseluruh ruangan sekolah ini tapi hasilnya nihil kak, mawar ilang. Saya coba telepon, tapi hpnya malah ketinggalan ditable*
*Melati mana?*
*Ada diruang osis kak, bentar saya cek..*
*Zal, lu temenin dia ke ruang osis. Nanti dia kena juga lagi*
*Gak usah kak saya..*
*Udah sama gue aja dah, yuk yank liat Melati..* Casilas pacar gw saat itu masih dengan jersey lengkapnya yg bertuliskan gabungan inisial nama kita dengan nomer punggung 4, dimana itu adalah tanggal lahir gue langsung menarik tangan gue ke arah tangga untuk naik ke lt.3, keruang osis menjemput melati dan beberapa junior yg gue tugasi buat jaga melati selama gue cari mawar tadi.
*Yank tadi gimana pertandingannya?* tanya gue selagi di sela-sela perjalanan mau ke ruang osis.
*Kalah. Udahlah jangan mikirin itu dulu*
*Tapi kan..* Gue emang batu dan dia juga kelihatannya serius~
*Bawa melati keluar gih, gak aman disini lama-lama. Kasih minyak angin dulu tuh dihidungnya.* Kata Casilas begitu sampai diruang osis
Melati sadar dan digopoh oleh 3 junior gw kebawah. Saat nengok ke samping kiri depan ruang osis untuk lihat keadaan bawah. Tiba-tiba gue lihat Mawar, di samping kipas pembuangan AC ruang kelas 302, duduk sambil bengong dan ketawa-ketawa lalu nangis dan pingsan.
*Yank itu mawar yank, Mawar.. lo ngapain disana? Gila lo bisa celaka..* Teriak gue histeris sambil mau ke san, nyusul Mawar
*Kamu mau ngapain sih. Diem disini biar aku bawa mawar. Kamu bisa ikutan celaka kalau manjat-manjat buat kesana.* Kata Casilas, pacar gue saat itu
*Yaudah tapi kamu hati-hati.. Hati hati yah bawa mawarnya..* Kata gue
Mawar ada di belakang ruang 302, ruangan kelas tempat main tuyul dan sejenisnya yang tadi gw liat pas pertama mau ke ruang osis. Ada sedikit tempat untuk taroh kipas pembuangan AC dibelakang kelas dan mawar duduk disitu, bengong.. Gue gag tau gimana ceritanya sampe mawar bisa duduk disana.
Tiba-tiba gue inget melati.
*Yank bantuin nih gopoh mawar, cape aku abis tanding*
*Iya iya.. sinih sinih.. Kamu mah cowok doang tapi loyo bweeek..* Kata gw sambil bantu gopoh mawar kebawah~
*Yeee.. uda ditemenin, ditolongin, ngatain lagi~ awas ya kamu. Aku cium juga nih* Cowok gue saat itu emang suka gitu, tapi dia belum pernah yg namanya cium bibir gue sampai setelah 2 tahun kita pacaran dan putus, hingga saat ini.
*Ihh apaan sih, awas yah berani cium2 aku.. Aku..*
*Aku apa? Emg kamu berani sama aku? Baru lantai 2 nih yank, mawar berat juga yah*
*Enak aja, kamu tuh yang ketakutan kalo aku dilirik keeper atau peserta lain kan? hayo ngaku~* kata gue menggoda nya. Saat kayak gini masih aja obrolan absurd itu kami omongin, dan gue ceritain disini ohmaigat

Sampai dilapangan.
*Kak ini Mawar*
*Ketemu dimana? melati bengong terus tuh. Daripada dia kena lagi, kamu dan casilas bisa kan antar pulang dia, tarik tiga aja biar cepet. Jelasin ke orgtua nya sekalian yah* Kata senior gue, ketua osis periode lama.
*Iya kak*
*Ayo mel kita pulang, istighfar yah.. Awas lo di jalanan bengong2.. Yank, buruan keluarin motor kamu..* Kata gue ke Melati sekaligus ke Casilas. Saat itu Casilas lagi bawa motor bokapnya, karena ninja nya masih di bengkel. Dia bilang knalpot, busi atau apanya gitu yang dia mau modif. Makanya senior gue nyuruh gue buat anterin Melati, karena ramzi pacar melati berhalangan hadir di malam final CUP itu.
*Iya..* Jawab Casilas.
*Melati ditengah ya?* Kata gue di luar sekolah pas mau naik.
*Kok melati ditengah?* Protes Casilas.
*Terus melati dibelakang gitu? kamu tega dia kenapa-napa, dia kan masih labil kondisinya. Kalau dia jatoh gimana?
Lagian kamu kan bau abis tanding belom mandi, masih pake kostum lagi. Ogah aku deket-deket kamu weeek. Udah ah cepet jalan jangan banyak protes.* Jawab gue panjang lebar
*Iya iya pacarku yang bawelllllnya kayak emak-emak. Enak aja kamu, aku gini-gini juga masih wangi tau.. Masih nempel parfum nya* Bela Casilas
*Cepetan jalan..* Kata gue
*Iyaaaah..* Jawab Casilas. Sambil menyalakan motor dan jalan ke rumah Melati.
Akhirnya kita sampe dirumah Melati, gue jelasin semua nya. Dan nyokapnya yang udah tau keadaan Melati dan mengerti. Karena Melati udah tidur dikamarnya dan waktu juga udah malem banget gue pamit pulang sama Casilas malam itu.
Dijalan, mau ke Sekolah..
*yank, jam berapa nih? Kamu ga di ocehin emak jam segini belom pulang?*
Kata Casilas Membuka Obrolan.
*Jam 23.50 yank.. Engga kok, kan udah izin..* Jawab gue asal.
*Ooh.. Yank peluk dong, ga dingin apa tengah malem gini?* Jawab Casilas.
*Dasar modus.. Engga ah, aku masih kepikiran mawar tau..* Kata gue.
*Biarin modus sama pacar sendiri ini..* Jawab Casilas lagi.
*Au ah elap* Jawab gue cuek.
*emang gelap sayaaaang, namanya juga tengah malem* Goda Casilas.
Setelah ngobrol absurd itu akhirnya kita sampai di sekolah lagi.
*Kak mawar gimana?* Tanya gue ke siapa aja yang ada di lapangan saat itu
*Masih belom sadar* Jawab ka Onet
*Udah dikasih minyak angin dihidungnya?* Tanya gue lagi
*Udah.. tapi gak ada reaksi* Jawab ka Onet
*Yaampun kak, badannya dingin banget* langsung gw lepas jaket yang gue pake dan gw pakein ke mawar, yang saat itu belum sadarkan diri.
*Gimana melati? udah beres* Tanya kak Fikri, ketos periode lama disekolah gue saat itu.
*Beres kak. Ortunya juga udah saya jelasin dan mereka udah paham* Jawab gue sambil nidurin mawar di paha gue.
*Bagus, terimakasih yah chika* Kata kak Fikri
*Ehm iya sama2 kak* Jawab gue, masih dengan posisi nidurin mawar di paha gue.
Tiba-tiba mawar batuk..
*war, lo gapapa? badanlo dingin banget. Sini baringannya dipaha gue aja ya, biar enakan.. Biasa melati suka kesurupan dipaha gue juga dan sadar, kali aja lo juga..*
*Chika..* Potong ka Fikri
*maaf kak..* Jawab gue masih goyang-goyangin wajah mawar.
*Tau, saat kaya gini masih aja bisa bercanda. Ah bapet kaka yang lagi merinding jadi pengen ketawa* Sambung ka Izal
*Mawar.. udah sadar? minum teh nya..* Kata kak fikri
*Gue dimana chik?* tanya mawar
*Sekolah war* Jawab gue singkat
*Anak kecil itu..* Kata mawar lemah sambil membuka matanya.
*Anak kecil apa war? siapa?* Tanya gue menyelidik.
*itu..* dia nunjuk ke ruang 302 dilt.3. Ada anak kecil semacam tuyul yg bentuknya aneh lagi lari-lari dan bermain.
*Udah.. Udah gapapa, ga ada apa-apa.. Gue anter pulang aja ya ama casilas? Atau lo mau pulang ama sebut saja ken, pacar mawar?* Tanya gue ke mawar, biar dia gak bengong.
*Udah anterin aja chik, lo jaga dibelakang. Biar si Ken yg bawa motor, kasihan casilas cape dia* Pelatih futsal pun angkat bicara
*Iya bang..* Jawab gue ke Bang Rustam, pelatih futsal sekolah kami yang masih sibuk menyusun tugas akhir atau skripsi dari kuliah ke olahragaannya.
*Ayo ken..* Kata gue ke ken, pacarnya mawar dan juga junior gue di OSIS.
*Tunggu dulu, pake nih jaket aku. Tengah malam, dingin. Nanti sakit aku juga yang repot. Yang disalah-salahiin sama temen-temen kamu..* Casilas tiba-tiba muncul sambil nyerahin jaket hitam, jaket almamater kebanggaan kelas nya, XI-AP1.
*Apaansih, aku ga bakalan sakit kok kalo cuma anterin mawar kerumahnya terus kesekolah. Jangan sotau kamu* sebenernya gue dalam hati seneng dan juga malu sama orang-orang disana, luarnya aja jutek. Semua cewe juga pasti gini kok

*Udah jangan bawel.. Pake..* Jawab Casilas dengan nada yang mulai agak setengah tinggi
*Kamu tuh yang bawel..* Jawab gue jutek
*Udah cik, pake* Pelatih futsal, Bang Rustam ngomong lagi.
*Iya bang* kata gue
*Ayo ken, anterin mawar pulang* Kata gue ke Ken
*Iya, Kak* Jawab ken
Sampe dirumah mawar, gue ceritain ke nyokapnya apa yang gue tau. Nyokapnya juga ngerti dan nyuruh gue buat dateng besok sepulang sekolah kerumahnya untuk ceritain apa yang sebenarnya terjadi. Karena waktu sudah sangat malam, gue dan ken pamit untuk kembali ke sekolah.
Sampai disekolah ternyata breafing sudah selesai. Sebagian besar panitia sudah pulang. Dan casilas, pacar gue saat itu pun sudah mengganti kostum tandingnya dengan baju biasa. Sepertinya dia abis mandi. Wangi banget.
*Jangan lihat keatas terus.. ntar kena juga kamu. Liatin aku aja mendingan* Kata dia tiba-tiba dateng, ngaggetin gue dari samping. Saat itu gue lagi duduk, sambil nunggu dia. Gue tau dia pasti belom pulang. Ken yang anterin gue sampe gerbang sekolah langsung permisi pulang karena jam sudah menunjukkan pukul 00.45.
*Apaan sih, ngaggetin aja. Jayus tau..* Kata gue sambil meliapat kaki gue dan merekatkannya kebadan, merubah posisi duduk dari bersila.
*Pulang yok..* Kata Casilas dengan posisi duduk yang sama
*Ga mau..* Kata gue cepet
*Kenapa? mau nginep disini? Yaudah biar dimakan setan2 sini hiiii..* Kata dia sambil bergaya kayak tasmania yang sering jadi stiker gitu, kedua tangan disamping kanan kiri agak atas kepala.
*Aku ga takut, kan uda kenal* Jawab gue sambil menatap dia.
*Oiya aku lupa kamu kan udah sering liat yaa*
*Eh, kamu kalo lagi panik dan berantakan gini manis juga ya. Apalagi rambutnya kuncir kuda* Kata dia yang juga lagi menatap gue. Kami berhadapan.
*Apaansih..* Kata gue sambil ngalihin muka ke samping. Ke posisi awal gue duduk.
*Haha hidungnya kembang kempis.. GR yaaa..* Katanya sambil memencet hidung gue.
*Ihhh demen banget sih mencet2 hidung aku terus, sakit tau* Kata gue protes sambil nengok ke dia.
*biariin.. daripada aku pencet2 yang lain, mau??* kata dia sambil ketawa2
*Apaansih ngomongnya mulai ngelantur.. Berani sentuh aku, aku..*
*Jangan galak2 napa yank, romantis dikit..* Belom selesai bicara dia udah ngomong lagi
*Bodo..* Jawab gue jutek.
*Yaudah pulang yok, cape nih aku seharian jadi panitia, main full juga tadi* Kata Casilas lagi.
*Tapi ada syaratnya..* Jawab gue sambil senyum evil, hoho
*Apa?* Tanya dia polos.
*Kamu pake jaket kamu nih..* Kata gue sambil lepasin jaket dan sodorin ke dia.
*Tapi yank itu kan..* Kata dia gelagepan.
*Mau pulang atau gak?* Tanya gue.
*Atau kalo gak mau aku pulang sendiri deh biar kamu langsung pulang.. Kalo mau anterin aku, a ypake jaketnya! Udah tau jarak yang kamu tempuh double dan angin malam tuh bahaya. Nyari penyakit aja sih* Gue tau dia cape dan kedinginan karena mandi tengah malam di sekolah, belom lagi dia anterin gue dulu. bisa masuk angin dia~
*Oke..* Kata dia sambil ambil dan pakai jaketnya. Gue tau dia juga dalam hatinya seneng, walau luarnya jutek dan ngeselin.
Saat itu, gue dan dia duduk di tengah-tengah lapangan.
Persis dibuletan tengah garis kick off sepakbola.
Sebelum pulang gue kembali nengok ke atas.
Gue liat lagi beberapa anak kecil berwujud aneh2 lari2an didepan kelas, gue pindah ke lab.bhs inggris, ada kunti merah melototin gw. Dan gw gak berani lihat ke arah aula~ Cukup!
Flashback saat kegiatan CUP tadi membuka obrolan kita ke hal2 horror lain~
Yaitu kisah saat seminar~
Rate lagi, nanti lanjut..
to be continue..
Diubah oleh chika10 15-07-2014 15:16
0
Kutip
Balas