Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.5KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#161
Spoiler for cyasss!:


PART 17


Gue liat Anin duduk bersebelahan sama cowok, dan gue liat itu cowok ngobrol-ngobrol dengan Anin. Gue kedipin mata gue, sekali, dua kali, berharap cewek yang gue liat itu bukan Anin. Eh ternyata masih Anin. Gue liat Anin kadang tertawa kecil, tapi sering-sering hanya senyum. Muke badak bener dah ini cowok, pikir gue panas. Gue hampiri mereka berdua, dan gue berdiri disamping Anin sambil bersandar pada pilar. Anin gak sadar gue ada disebelahnya karena Anin sedang menoleh ke cowok itu. Tapi si cowok itu sadar dan melihat gue, yang memancing Anin untuk melihat ke belakang. Anin pun menoleh, dan terkejut melihat gue udah berdiri disampingnya.

Quote:


Disitu gue serba salah, mau cemburu tapi ini si Rama katanya sepupunya Anin. Takutnya api kecemburuan gue salah alamat ntar, yang ada malah alamat palsu. Gak lama kemudian Rama pamit meninggalkan kami, karena hari memang udah siang dan kami harus belajar untuk tes hari berikutnya. Gue dan Anin masih duduk di tempat yang sama, gue liat Anin mengeluarkan handphone nya dan mengubah silent profile nya. Kemudian Anin menoleh ke gue.

Quote:


Setelah itu gue dan Anin beranjak menuju mobil gue. Gue buka pintu mobil gue dan fanaaasssshh yang luar biasa keluar dari mobil gue. Ternyata gue lupa membuka sedikit jendela mobil biar gak terlalu panas. Dan yang seperti gue duga, bawelnya Anin keluar gara-gara duduk diatas jok panas. Pantat gue juga kepanasan kali Nin emoticon-Nohope, pikir gue. Gak pake lama, gue nyalakan mobil gue, dan menyetel AC. Kemudian gue dan Anin cabut dari lokasi tes itu.

Di dekat lokasi tes itu memang banyak warung-warung makan, restoran-restoran dan berbagai macam jajanan. Maklum, kawasan kampus, jadi lebih banyak kehidupan disini. Gue menjalankan mobil pelan-pelan sambil membaca satu per satu nama warung, restoran dan jajanan yang ada di sepanjang jalan itu, begitu pula dengan Anin. Jadi gue dan Anin bagi tugas, Anin liat sebelah kiri mobil, gue liat sebelah kanan.
*yang liat depan siapa?*
*gak ada emoticon-Hammer*

Gak lama kemudian akhirnya Anin menemukan rumah makan padang yang cukup besar, dan gue belokkan mobil kesitu. Ternyata rumah makan itu rame, keliatannya sih juga dipenuhi sama peserta-peserta SNMPTN yang kelaperan sama seperti gue. Masuk ke rumah makan itu, gue dan Anin langsung menuju ke tempat penjualnya yang berada di bagian depan rumah makan, dan pesen disitu. Setelah pesen makanan dan sambil membawa piring isi makanan pesanan kami, gue dan Anin celingukan mencari meja yang kosong. Untunglah masih ada 2 atau 3 meja kosong di pojok agak depan. Langsung gue dan Anin menduduki tempat tersebut sebelum diinvasi oleh manusia-manusia lapar yang lain.

Setelah duduk, gue dan Anin mulai makan. Disini Anin duluan yang membuka pembicaraan.

Quote:


Sehabis makan itu gue beneran cuci tangan sama cuci muka. Buset deh si Anin kalo udah becanda gak kenal waktu gak kenal tempat, putus urat malu kayaknya dia. Setelah gue kembali ke tempat duduk, giliran Anin yang berdiri mau cuci tangan. Sambil menyedot es teh tawar gue, gue pun celingukan melihat pengunjung rumah makan itu. Kali-kali aja ada yang bening emoticon-Genit, pikir gue. tapi sesaat kemudian pilihan gue ini ternyata langsung gue sesali. Di kejauhan gue liat ada sekelompok cewek yang udah sangat gue kenal. Dan diantara cewek-cewek itu ada satu cewek berambut panjang yang sangat gue kenal.

Gak lama kemudian Anin kembali ke meja, dan minum es jeruk pesanannya yang memang belum diminum sedari tadi. Selesai Anin minum, gue ajak Anin cabut.

Quote:


Gue dan Anin berjalan menuju kasir, dan entah semesta berkonspirasi seperti apa lagi, gerombolan cewek yang gue liat tadi juga berdiri dari meja mereka dan menuju ke kasir. Gue dan Anin dilayani duluan oleh kasir, dan ada jeda waktu beberapa saat buat mereka untuk mengenali gue. Dan yang gue takutkan, akhirnya mereka mengenali gue, dan salah satunya menyapa gue.

Quote:


Mampus gue, kalo Anin udah bete, Godzilla mah kalah.
jenggalasunyi
pulaukapok
chanry
chanry dan 6 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.