TS
nyiew.bie
Dee
Spoiler for Indeks:
Spoiler for Indeks:
Spoiler for Indeks:
Spoiler for PDF:
Part I
Namanya Dini, anak kedua dari dua bersaudara, berambut pendek sebahu dengan tinggi sekitar 170cm berhidung pesek, tingkahnya tomboy, senyumnya manis, suaranya khas, dan pipinya tembem..
Kenalin, gue Budi. Ini cerita gue, based on my own true story tapi dengan pengubahan nama orang dan lokasi di dalamnya..

Gue dan Dini sekantor di salah satu perusahaan airline di kota gue, cuma bedanya gue duluan yang kerja disana baru setaun setelahnya Dini masuk.
Pertama ngeliat Dini ga ada hal yang special dari dia, dan gue ga pernah berpikir kalo dia bakal jadi salah satu orang yang special dalam hidup gue.
5 February 2011, waktu itu hari sabtu, dan jam kerja gue Cuma sampe jam 2 siang.. seperti biasa, gue kaga pernah langsung balik kalo waktunya pulang, selalu nongkrong dulu di kursi sebelah pos security untuk sekedar menghabiskan waktu, atau ngobrol dengan security..
Quote:
Percakapan kita pun berlanjut, gue banyak tanya tentang dirinya, gitu juga sebaliknya.. dari situ gue tau pengalaman kerjanya, usianya, alamat rumahnya, keluarganya, and..she is smart, I think..
gue mulai tertarik..
Udah jam 6 sore lewat ga terasa, langit dari yang terang benderang sampe gelap dan cahaya matahari diganti cahaya lampu..lebih dari 4 jam kita ngobrol, ketawa bareng layaknya orang yang udah lama kenal, dan ga ada rasa jenuh atau bosan.
Iya, dia menyenangkan.
Ga lama kemudian kedengeran ada suara motor berhenti depan kantor gue, dan pengemudinya pun turun kemudian membuka pintu gerbang
Quote:
Dari situ gue ngerti, Dini udah punya cowo…
Diubah oleh nyiew.bie 02-06-2014 11:36
caporangtua259 dan 6 lainnya memberi reputasi
7
128K
364
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
nyiew.bie
#132
PART XIX
Quote:
Iya, sore itu Dee gue barengin pulang sampe ke rumah, karena gue mau ketemu Ibunya
Quote:
Gue parkir motor, dan ngikutin Dee dari belakang sampai di depan pintu rumahnya.
Quote:
Rumahnya nyaman, ada tiga sofa kecil di ruang tamunya, dan aquarium di pojokan. Gue duduk disana, deg-deg’an. Sumpah, gue grogi abis hari itu, telapak tangan gue keringetan, kaki gue gemeteran, dan gigi gue gemeretekan (ok, yang ini lebay)
Dee muncul dengan sudah berganti pakaian, tank top kuning dengan gambar smile di bagian tengahnya membuat dia semakin tampak menarik, rambutnya yang mulai panjang dikuncir kebelakang dan make up nya sudah hilang, satu kata yang bisa gue katakan waktu liat dia sore itu. Cantik.
Dia menaruh segelas minuman buat gue
Quote:
Gue mengangguk dan senyum dihadapannya, dalam hati gue mau pingsan.
Ga lama Dee dan Ibunya keluar, dan gue baru tau ternyata kecantikan Dee menurun dari Ibunya. Ibunya mengenakan daster, tampilannya sederhana, ga jauh beda seperti Ibu-ibu rumah tangga biasanya yang sudah cukup umur.
Gue berdiri, mengajukan dua tangan gue untuk memberi salam, beliau menyambutnya dan gue dipersilahkan duduk, Dee duduk disamping Ibunya.
Quote:
Gue mengangguk, dan menunduk. Tampaknya perjuangan gue gagal.
Quote:
Gue diem, ada berbagai macam penyanggahan dan penolakan atas kata-kata Ibunya dalem batin gue saat itu, tapi entah kenapa seakan mulut gue enggan untuk membuka dan berucap.
Gue mengangguk pelan, dan mengambil minuman yang sudah disuguhkan dihadapan gue
Quote:
Singkat cerita, setelah menghabiskan minuman gue dan sedikit berbasa-basi lagi dengan Ibunya, gue pamit balik. Gue dianter Dee keluar dari rumahnya, Ibunya sudah ijin untuk melanjutkan aktivitasnya kembali di dapur.
Sungguh, mulut gue seakan bisu saat itu, tapi pikiran gue berkecamuk.
Sesampainya di halaman tiba-tiba gue dipeluk Dee dari belakang, gue sedikit kaget, karena pelukannya sangat mendadak dan cukup kencang, dia sedikit mendorongkan badannya ke gue waktu meluk.
Dia lelah, dia butuh sandaran, dia kehilangan langkah, karena semua yang dibayangkan sepertinya musnah tenggelam.
Cukup lama dia memeluk gue dari belakang waktu itu, tak hanya memeluk, sesekali gue mendengar dia terisak dibalik pelukannya (pernah ngeliat cewe tersedu-sedu didepan kalian? Bisa membayangkan bagaimana suara tangisannya? Begitulah yang gue denger dan alami saat itu).
Mata gue terasa mulai panas, seandainya gue ijinkan, mungkin beberapa tetes air mata sudah mengucur dari sana.
Quote:
Spoiler for Next Part:
Diubah oleh nyiew.bie 26-05-2014 21:37
fabillillah dan Opiknh memberi reputasi
3