- Beranda
- Stories from the Heart
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
...
TS
luckyismine
MESIN WAKTU : Catatan Seorang...PECUNDANG!
Quote:
MESIN WAKTU
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
Kenapa ku harus menunggu
Kenapa, aku pun tak tahu
Kutahu itu tlah berlalu
Sinaran cintamu
Jangan bilang, jangan bilang
Ku tak bahagia
Aku hanya, aku hanya
Terhantui
Hari-hari terus berganti
Mengapa ku terus mencari
Saat kita memadu kasih
Tuk ulangi lagi
Kan ku kenang, kan ku kenang
Didalam dada
Tak kan hilang, tak kan hilang
Selamanya, selamanya
Ku menunggu meski engkau, tak kan tahu
Andai ada mesin waktu
Mengapa ku harus menunggu
Mengapa akupun tak tahu
Meski menunggu tiada tentu
Sinaran cintamu
Sisihkanlah, sisihkanlah
Dalam hatimu
Walau hanya, walau hanya
Semenit saja, sedetik saja
Ku menunggu meski engkau takkan tahu
Ku menunggu kau disini
MINOR66
Quote:
Permisi agan dan aganwati
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.
Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.
Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa.
So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Ijinkan gwa untuk ikutan ngeramein forum SFTH ini, terutama buat para momod dan sesepuh dimari. Walaupun gwa udah lama nongkrong di kaskus, ternyata ada sebuah forum yang begitu damai namun cukup membuat hati ini galau (halagh!). Apalagi setelah dihajar oleh dua kisah legendaris dari bung Ari sama bung Anto, maka terciptalah akun klonengan ini . Kisah mereka bener2 membuat kenangan2 masa lalu gwa jadi terbuka lagi. Aselih, gwa udah move on abis kok
. Cuma kenangan itu seperti berputaran di kepala gwa. Dan apa salahnya gwa tuangkan sebagiannya disini, itung2 sambil ngasah kebiasaan nulis gwa yg udah lama gwa tinggalin.Ohya, disini gwa nga ngikutin pakem temen2 yang pada share kisah hidupnya dimari. Yang segitu detailnya, nyeritain mulai dari dilahirin, masa SD, SMP, SMA. Kalo gwa cukup dari masa kuliah aja. Karena kenangan dimasa2 sebelum itu udah banyak yang lupa dan selain itu gwa emang nga ada niat untuk bikin biography komplit tentang kehidupan gwa disini.
Tapi hanya sepenggal dari banyak cerita yang gwa alami dimasa lalu.Gwa juga nga make rule2-an dimari. Bebas2 aja selama masih mengikuti tata tertib official dimari. Toh, gwa juga cuma numpang lapak dimari. Yang punya kuasa dimari tentu aja momodnya, biarlah beliau2 yang menilai nantinya.
Ohiya, ada satu quote dari sesepuh di SFTH yang sangat berkesan buat diri gwa sebelum ikut berpartisipasi disini. Quotenya sedikit gwa edit, tapi nga mengurangi makna dari pesannya. Terutama kata2nya yg gwa kasih warna merah
Quote:
Original Posted By mullupus►Tes tes... 1-2-3...
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Dear agan, terima kasih atas komentarnya. Ya, memang udah konsekuensi sebagai 'pencerita' jika pembaca-pembacanya ingin mencari tahu kebenaran tentang cerita tersebut. Kalau agan bilang semua penulis di SFTH itu pintar-pintar, kayaknya agan salah nilai. Kalau menurut gue, para penulis di SFTH itu malah ingin membodohi dirinya sendiri sebab apa yang dia tuliskan juga nyatanya terkadang malah membawa masalah baru.
Taruhlah begini, contohnya seseorang mengetahui bahwa menulis bisa dijadikan sebagai terapi. Pertama-tama yang dilakukannya itu bukan menjadikan tulisan itu enak untuk dibaca, tetapi dia menulis karena apa yang orang lain katakan belum tentu sama seperti apa yang terjadi. Poin ini dulu yang dikutip.
Lalu dari apa yang dia tuliskan, sebenarnya secara nggak langsung dia nggak ingin berbagi kepada orang-orang, namun dia hanya ingin mereka peduli terhadap hidupnya. Nah, seperti yang gue bilang tadi―orang yang baru pertama kali menulis cerita, dia nggak tahu apakah tulisannya itu enak dibaca atau nggak, alurnya kayak gimana, tokoh-tokohnya seperti apa, dll. Seperti yang agan bilang, bagaimana nasib para pemeran jika dia nggak meminta izin untuk menulis? Bagaimana jika mereka yang membaca kemudian tahu tokoh-tokohnya, kemudian menyebarkan pandangan negatif?
Pada kasus di thread ini, gue menyimpulkan kalau untuk ke depan gue harap semua penulis di SFTH yang belum dapat izin dari para pemeran, sebaiknya menyamarkan nama/tempat, atau hal lain yang berkaitan sehingga bikin orang lain jadi KEPO. Kurt Cobain berkata, "If you read, you will judge." dan memang begitulah adanya.
Maka ijinkanlah gwa untuk membodohi diri gwa disini untuk menceritakan masa lalu gwa.
Sedang untuk masalah izin dengan tokoh2 yang ada di dalam cerita ini belum gwa kantongin. Karena selain gwa udah nga tahu keberadaan mereka, gwa pun ngerasa mereka nga ada yg ngaskus. Makanya gwa coba mem'fiksi'kan cerita gwa ini, dengan harapan nantinya nga menjadi masalah baru buat gwa. So, silahkan menikmati MESIN WAKTU gwa ini
Spoiler for Makasih buat cendolnya :
* * * C H A P T E R I * * *
Spoiler for INDEX:
MUKADIMAH
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
STRANGE DAYS
STRANGE DAYS TOO
STILL STRANGE DAYS
INTERMEZZO
LA WOMAN
ANOTHER LA WOMAN
LIGHT MY FIRE
TOUCH ME
Me, Soe Hok Gie and Jim Morrison
TOUCH ME AGAIN
LOVE(?)
KISS ME
LOVE(?) or LUST(?)
WILD HORSES
ZZZZZZZZZZZ!!!!
[URL=""]LOSER (1st)[/URL]
(CAN'T LIVE WITHOUT YOUR) LOVE AND AFFECTION
KILLER QUEEN
IT'S COMPLICATED!
IT'S STILL COMPLICATED!
MORE COMPLICATED AND F**K UP!
LOVE STINKS
DATE WITH VIA
THE NEW BEGINNING
EEEAAAAAAAA!!!
THE SWEETEST THING
BEBEB OH BEBEB
STAIRWAY TO HEAVEN
BACKSTREET GIRL
IRIS
CLOSER TO THE HEART
TAKKAN ADA CINTA YANG LAIN
THE KILL
THE NURSE
NASI GORENG CAMPUR BENCI
I MISS YOU
WITH OR WITHOUT YOU
LAY LADY LAY
LAY LADY LAY NOW
WILD THING
AM I THE SAME GIRL
LE BOY WANNABE
ANOTHER STORY ABOUT PAST
EVERYBODY'S CHANGING
MY SHARONA
MY SHARONA 2
BIZZARE LOVE TRIANGLE
WONDERBOY
WONDERBOY 2
CREEP
JULIA SAYS
JULIA SAYS 2
YOU SHOOK ME ALL NIGHT LONG
REGRET
STILL REGRET
INTERSTATE LOVE SONG
STILL INTERSTATE LOVE SONG
THUNDERSTRUCK
IS THIS LOVE
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME
YOU SEE THE TROUBLE WITH ME THEN
SPACE ODDITY
WHEN LOVE AND HATE COLLIDE
DILLEMA
WONDERFUL
AKHIR RASA INI
* * * C H A P T E R II * * *
Spoiler for INDEX:
THAT'S WHAT FRIEND ALL FOR
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
KEPOMPONG
KEPOMPONG 2
DREAMER
BENCI TAPI RINDU
MY TURNING POINT BEGINS
PERFECT DAY
VOX POPULI
DON'T GIVE UP
THE SPIRIT CARRIES ON
STILL THE SPIRIT CARRIES ON
NEVER SURRENDER
DIZZ KNEE LAND
POSITIVITY
ALWAYS POSITIVITY
I CAN SEE CLEARLY NOW
WITH A LITTLE HELP FROM MY FRIENDS
HERE COMES THE DAY
HERE COMES THE DAY 2
STAGNANT
NEWBORN
NEWBORN BABY
DECEMBER
DECEMBER II
CURCOL
ITS HOLIDAY
ITS HOLIDAY 2
HYPNOTIZE
HIGH
HORNY
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR
SHIT HAPPENS! : HIGHWAY STAR II
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE
SHIT HAPPENS TWICE!! : PEOPLE ARE STRANGE II
THANK YOU
THANK YOU II
Testing 1,2,3
HONESTLY
mIRC
mIRC lagi
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 84 suara
Siapa yang jadi istri gwa saat ini?
Dinda
12%
Felisha
35%
Bebeb
5%
Megan Fox
23%
Semuanya salah
26%
Diubah oleh luckyismine 05-04-2017 18:38
sormin180 dan 3 lainnya memberi reputasi
4
358.2K
Kutip
1.7K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
luckyismine
#493
INTERSTATE LOVE SONG
Waitin' on a sunday afternoon for what I've read between the lines - Your lies
Feelin' Like a hand in rusted shame. So do you laugh or does it cry - Reply?
Leavin' On a southern train only yesterday you lied
Promises of what I seemed to be only watched the time go by
All of these things you said to me
Breathing Is the hardest thing to do with all I've said and all that's dead for
you
You lied - Goodbye
Leavin' on a southern train only yesterday you lied
Promises of what I seemed to be only watched the time go by
All of these things I said to you
Feelin' Like a hand in rusted shame. So do you laugh or does it cry - Reply?
Leavin' On a southern train only yesterday you lied
Promises of what I seemed to be only watched the time go by
All of these things you said to me
Breathing Is the hardest thing to do with all I've said and all that's dead for
you
You lied - Goodbye
Leavin' on a southern train only yesterday you lied
Promises of what I seemed to be only watched the time go by
All of these things I said to you
STONE TEMPLE PILOTS
Spoiler for INTERSTATE LOVE SONG:
Quote:
Gwa duduk diatas thrones drumset adek gwa, tanpa tau musti ngapain. Mau gubrak2an sama drumset ini, rasanya nga napsuin banget karena semua cymbal2nya termasuk hi-hatnya yang udah keren itu terpaksa gwa 'sekolahin' dulu tanpa tahu kapan pada lulusnya.
Yang terpasang sekarang adalah cymbal2 dan hi-hat bawaan aslinya, yang suaranya saingan sama kaleng rombeng. Tentu itu jadi ngurangin kenikmatan mainin drumset, ibarat makan, cuma sama nasi doang tanpa ada lauk pauknya. 
Akhirnya gwa cuma bengang-bengong aja sambil nikmatin alunan musik dari stereo setnya, tapi pikiran gwa nga tahu melayang2 kemana. Dari tadi gwa udah nyoba buat tidur, tapi mata ini tetep nga bisa gwa meremin. Bayangan Dinda berkelebatan terus di kepala gwa, dan ngehenya selalu aja bayangan cewek gwa itu lagi dua2an sama selingkuhannya. Seolah2 mereka lagi mengejek gwa. Wuasem lah!
Hape di kantong celana pendek gwa geter2. Males2an gwa keluarin dan gwa buka sms yang masuk. Disitu tertulis terkirim dari Nitnit. Huft, paling juga urusannya nga jauh2 dari boks deh. Gwa baca smsnya.
Tuh khan, nga jauh2 deh urusannya pasti boks. Males2an gwa matiin stereo set ini dan berjalan keluar dari kamar adek gwa. Dari tangga gwa bisa ngeliat seorang cewek hitam manis dengan rambut bondolnya lagi asyik ngobrol sama nyokap gwa. Akrab banget pulak. Boleh dibilang Nitnit lah satu2nya cewek yang bisa menjejakkan kakinya kerumah gwa dan bisa ngobrol lepas sama nyokap gwa. Maklum, dia tetangga beberapa blok dari rumah gwa, dan nyokapnya Nitnit lumayan akrab sama nyokap gwa. Seandainya aja cewek manis yang lagi ngobrol sama nyokap gwa ini adalah Dinda, mungkin nasib gwa nga akan se-blangsak ini.
"Hai." sapanya lalu langsung narik gwa keluar, "Tante, aku pinjem Luckynya dulu ya"
"Ada apaan sih?" tanya gwa ogah2an.
"Biasalah Ky, lagi pada kentang tuh anak2, makanya ngajakin elo, sapa tau aja lo mau ikutan" kata Nitnit dengan suaranya yang cempreng itu.
"Udah disini aja ah urusannya, lagi males gwa nyamperin anak2" gwa menarik tangannya dan kita ngobrol didepan garasi.
"Ih, lo kenapa sih? Muka lo juga kusut gitu?" Nitnit ngeliatin muka gwa penuh selidik.
"Baru mau tidur kali gwa" sahut gwa bohong.
"Halagh, baru jam segini udah mau bobo. Boongnya kelewatan deh lo" cewek item manis itu tertawa menyeringai.
"Ck, udah deh, pada mau boks apaan sih?"
"Ubs, tinggal lo tambahin sekian jadi deh biar jadi satu gee. Mumpung rakyatnya lagi banyak nih Ky. Ya-ya, ada khan lo nambahin segitu?" Nitnit nyebutin jumlah uang yang dibutuhin.
"Jiah, banyak bener. Gwa paling adanya segini doang nih. Kalo gwa abisin semua duitnya besok malem mingguan gwa nga megang duit dong?" gwa ngeluarin dompet gwa tapi belum ngeluarin duitnya. Maklum, masih mau gwa nego dulu.
"Yaelah, di cancel aja dulu lah pacarannya. Mumpung anak2 lagi komplit, seru kali malem ini kita lucu2an." bener khan Nitnit mulai nego biar gwa menuhin kekurangannya.
"Di cancel t*ket lo gendut! Nga ah! Ini gwa nyumbang aja kok, gwa nga ikutan. Lagian males gwa kena basiannya besok. Gwa butuh stamina gwa yang paling prima buat besok malem." tolak gwa yang emang lagi males banget pengen ikutan gabung sama temen2 rumah gwa ini.
"Yey, biasa aja kali nyolotnya. Emangnya besok lo mau pacaran apa tanding bola sih, make acara stamina prima segala?" Nitnit nonjok bahu gwa pelan. Dia paling nga suka kalo dibilang t*ketnya gendut. Padahal emang iya sih.
"Ck, anak kecil, nga usah tau urusan orang dewasa deh. Ini gimana, mau diambil apa kagak? Kalo nga gwa masukin lagi kedalem dompet nih?" tanya gwa sambil melambai2kan selembar uang berwarna biru kearahnya.
"Nga ditambahin lagi Ky?" rayunya.
"Ya udah, berarti masuk dompet ya?" gwa pura2 masukin duit kedalam dompet.
"Eh, jangan...jangan! Iya deh, sini!" Nitnit ngerebut duit gwa.
"Ya udah, yey minggat deh dari rumah eike. Eike mo lanjut bobo lagi. Salam aja buat anak2 yee"
"Beneran lo nga ikutan Ky?"
"Ngaaaa" sahut gwa sambil jalan masuk kedalam rumah.
Diruang tamu nyokap gwa masih asyik dengan majalahnya. Gwa basa-basi sebentar sama nyokap tersayang. Paling nga mastiin kapan nyokap berangkat ke =SENSOR= buat opname. Ternyata besok pagi nyokap berangkatnya, bertigaan sama bokap dan adek gwa yang bontot. Nyokap sih ngajakin gwa ikut nganterin besok, cuma gwa udah terlanjur bikin janji sama Dinda. Padahal gwa kangen juga pengen maen2 kekota yang sejuk dan terkenal modis itu. Gwa cuma bisa janjiin mungkin hari Minggu atau Seninnya gwa nyusul kesono. Selesai basa-basi dan ngobrol2 sama nyokap, gwa naek keatas langsung masuk kekamar gwa. Kayaknya gwa masih ada koncian cungs, diselip2an lemari baju gwa deh. Kalo emang masih ada, lumayan juga kali buat bantu2 gwa tidur. Kusut banget nih pikiran gwa!
********************************
Gwa mondar-mandir diruang tamu udah kayak orang bego. Panik, marah dan geregetan nyampur jadi satu. Hape gwa nga lepas2nya gwa tempelin ke kuping gwa. Dan selalu aja yang terdengar 'nomer yang anda tuju tidak aktif', setiap kali gwa redial nomernya Dinda. Pencet redial lagi dan tetep aja operatornya yang jawab. Anjrit, padahal semalem gwa sempet telpon2an sama Dinda walau nga lama ngobrolnya, dan mastiin kalo malem ini kita fix jadi pergi nonton dan ngedate. Dan sekarang hapenya malah nga aktif. Berasa deja-vu nih gwa!
Gwa diduduk di sofa, coba nenangin hati gwa. Kalo diikutin terus kekalutan ini otak gwa malah jadi buntu dan sumuk. Gwa tarik napas dalam2, coba mikirin apa yang bakal lakuin setelah ini. Gwa perlu pemikiran yang jernih untuk mengantisipasi kejadian sialan ini. Ohiya, si Kumis, dia udah janji bakal bantuin gwa dan ngasih info sejelas2nya. Lalu gwa pencet nomernya.
"Halo dengan om kumis disini. Ini siapa ya?" terdengar suara si Kumis segitu merdunya menyapa. Sumpah, gwa curiga kalo ini orang maho.
"Mis, ini gwa Lucky, pacarnya Dinda. Pacar gwa ada disitu nga?" sahut gwa langsung pada intinya.
"Oh...eh...nggg... anu mas..." si Kumis gelagapan jawabnya.
"Udah deh Mis, lo nga usah bohong2 lagi sama gwa. Jawab aja yang jujur, kalo nga gwa mampusin lo ntar!" gertak gwa.
"Iiiya mas...tadi pacarnya dijemput sama cowok, sekitaran jam lima-an tadi" akhirnya si Kumis mau juga diajak kerjasama.
Fvck! Asem banget tuh cewek. Berani2nya dia ngebatalin janjinya demi selingkuhannya. Udah segitu nga berharganya kah gwa, sampe dia bela2in duluin selingkuhannya daripada gwa? Gwa ngelirik jam yang nempel ditembok, udah jam 6 lewat. Berarti udah sejam lebih mereka keluar dari kost-an Dinda.
"Oke Mis, sekarang gwa mau nanya sama lo. Biasanya kalo mereka jalan pulangnya jam berapa ya? Tapi mereka pasti pulang khan Mis, nga pake nginep? Jawab yang jujur Mis!" cecar gwa dengan nada penuh tekanan.
"Enggg, biasanya sih pasti pulang mas, soalnya tadi mbak Dindanya nga bawa2 tas gede sih. Biasanya sih kalo pulangnya pake muka ngambek mbak Dindanya, antara jam 9 atau 10 malem. Tapi kalo pada senyum2 dua2nya, antara jam 12-an atau lebih mas" jelas si Kumis dengan segitu detailnya.
Kampret! Si Kumis sampe hapal gitu jawabnya. Gila!
"Ya udah, gwa mau siap2 kesono ya Mis. Gwa minta tolong banget sama lo nih, lo denger ya. Tolong lo telpon gwa kalo mereka dateng duluan daripada gwa. Kalo perlu lo tahan mereka sampe gwa dateng. Bisa khan Mis?!" pinta gwa masih tetap dengan penuh tekanan.
"Ngggg... bisa2 aja sih mas. Tapii...." si Kumis kayak gantung gitu jawabnya.
"Iya, gwa ngerti Mis. Nanti gwa bakal tambahin lagi deh jatah lo. Yang penting lo bisa kerjain apa yang gwa minta tadi khan?!" iya, ujung2nya duit juga yang bicara. Gwa tau maksud lo Mis. Kampret lo!
"Siap laksanakan!" jawabnya dengan mantap. Tiba2 aja suaranya jadi laki2 normal gitu.
"Oke Mis, tararengkyu nih sebelumnya. Jangan lupa ye pesen gwa tadi" lalu gwa matiin sambungan gwa.
Duh, sekarang apalagi yang musti gwa lakuin? Asli, rasanya masih ganjel nih gwa. Apa gwa langsung berangkat dikost-an Dinda dan langsung ngeronda disono tanpa tahu pasti mereka pulangnya jam berapa. Buset, bisa karatan gwa nih nungguinnya. Gwa nepok jidat gwa, knapa gwa nga nelpon si Tantri ya? Sapa tahu aja dia bisa nolong gwa lagi.
"Hai panda lucuku, apa kabarnya?" sapanya dengan suara merdunya itu.
"Fvcking terrible! Gwa mau minta tolong lagi dong sama lo? Bisa khan?" jawab gwa nga sabaran.
"Aduh, pandaku kenapa nih? Kayaknya lagi kusut banget ya hari ini?" tanyanya dengan gaya kenesnya itu.
"Dinda jalan sama si PK. Gwa cuma mau mastiin dia jalan sama lo apa nga? Kalo nga jalan sama lo, kira2 lo bisa telpon dia nga buat mastiin dia ada dimana? Kayaknya malem ini musti gwa gerebek nih mereka" cerocos gwa panjang lebar.
"Hey-hey, slow down darlin'. Satu2 dong ngomongnya, aku khan jadi bingung mau jawab yang mana dulu?" Tantri masih terus mengulur2 waktunya.
"Please Tri, gwa lagi nga mau becanda nih. Lo pasti udah denger apa yang gwa bilang tadi. Pleasee" gwa memohon.
"Key, malem ini aku lagi nga jalan sama Dinda. And, i will call her for ya"
"Makasih, makasih banget Tri. Tolong lo segera nelpon gwa ya, jangan kelamaan. Bisa senewen nih gwa nantinya. Ya Tri, ya?" gwa kembali memohon.
"Okey, pandaku. Kamu tunggu telpon aku ya, jangan kemana2 lho?"
Yaelah, itu udah pastinya kali gwa bakalan nungguin telpon dari lo Tri. Ugh, emang aneh banget deh nih cewek. Kesannya lelet banget deh. Gwa yakin cewek2 model kayak Tantri ini minimal ngabisin waktu 1 jam buat mandi. Mungkin 1 jam lebih buat make up-an. Tapi asyik buat.....
"Hihihihihi, cepet kali pandaku ini ngangkat telponnya" terdengar derai tawanya dari seberang ketika gwa ngangkat telponnya.
"Ok, gimana Tri?" tanya gwa yang udah nga sabaran.
"Mereka cuma pergi nonton kok" jawabnya santai.
Susuwwww!! Dinda lebih milih jalan sama selingkuhan buat nonton, daripada sama gwa! Bener2 bikin gwa naek darah nih! Arrgggghhhh!
"Trus, lo nga nanya mereka mau pulangnya jam brapa?"
"Ya nga lah, ntar Dindanya curiga dong sama aku. Ya seperti biasanya ajalah kalo orang lagi kasmaran, habis nonton khan biasanya nyari makan tuh, sambil gombal sana gombal sini, ketawa-ketiwi. Habis itu pulang deh, jalan pelan2 menyusuri jalanan, lagi2 sambil gombal sana gombal sini, ketawa-ketiwi atau mungkin sambil gejolan di mobil. Ups sorry, my bad..." sumpah ini cewek, malah nambahin panas hati gwa aja sama omongannya.
"............" tangan gwa mulai gemeteran, tanda emosi udah mulai nyampe keubun-ubun gwa.
"Kamu bisa kira2 lah, jam berapa nyampenya"
"Ya udah deh kalo gitu, makasih ya Tri"
"Eh, tunggu dong. Kamu nga mau ngobrol2 dulu sama aku? Waktunya masih panjang khan?" Tantri coba ngulur2 waktu lagi.
"Please Tri, lo nga tau yang gwa rasain sekarang. Please" gwa mengiba, memohon pengertiannya.
"Oh, maaf deh kalo gitu. Seandainya aku ada disitu, aku pasti akan peluk kamu." katanya dengan nada prihatin.
"Makasih" jawab gwa singkat, udah nga mood gwa ngeladenin obrolannya.
"Hey, from know you owe me twice ok? Dan aku pasti akan selalu nagih utang kamu ini. Bye darlin', have a nice night" Tantri memutuskan sambungannya.
Gwa lari keatas, gwa masuk kekamar adek gwa yang kosong. Lalu gwa tutup rapat2 pintu. Disitu gwa teriak sepuas2nya, gwa luapin semua emosi yang gwa rasain. Gwa nga tahu berapa macem penghuni kebon binatang dan neraka yang gwa teriakkan didalam kamar kedap suara itu. Tapi yang pasti, suara gwa udah mulai terdengar serak namun hati gwa sedikit tenang. Ya, gwa musti tetap tenang, karena gwa harus menghadapi malam yang bakal terasa panjang ini dengan setenang mungkin.
Yang terpasang sekarang adalah cymbal2 dan hi-hat bawaan aslinya, yang suaranya saingan sama kaleng rombeng. Tentu itu jadi ngurangin kenikmatan mainin drumset, ibarat makan, cuma sama nasi doang tanpa ada lauk pauknya. 
Akhirnya gwa cuma bengang-bengong aja sambil nikmatin alunan musik dari stereo setnya, tapi pikiran gwa nga tahu melayang2 kemana. Dari tadi gwa udah nyoba buat tidur, tapi mata ini tetep nga bisa gwa meremin. Bayangan Dinda berkelebatan terus di kepala gwa, dan ngehenya selalu aja bayangan cewek gwa itu lagi dua2an sama selingkuhannya. Seolah2 mereka lagi mengejek gwa. Wuasem lah!
Hape di kantong celana pendek gwa geter2. Males2an gwa keluarin dan gwa buka sms yang masuk. Disitu tertulis terkirim dari Nitnit. Huft, paling juga urusannya nga jauh2 dari boks deh. Gwa baca smsnya.
Quote:
Markipat yuk Ky. Gwa ada dibawah nih sama nyokap lo
Tuh khan, nga jauh2 deh urusannya pasti boks. Males2an gwa matiin stereo set ini dan berjalan keluar dari kamar adek gwa. Dari tangga gwa bisa ngeliat seorang cewek hitam manis dengan rambut bondolnya lagi asyik ngobrol sama nyokap gwa. Akrab banget pulak. Boleh dibilang Nitnit lah satu2nya cewek yang bisa menjejakkan kakinya kerumah gwa dan bisa ngobrol lepas sama nyokap gwa. Maklum, dia tetangga beberapa blok dari rumah gwa, dan nyokapnya Nitnit lumayan akrab sama nyokap gwa. Seandainya aja cewek manis yang lagi ngobrol sama nyokap gwa ini adalah Dinda, mungkin nasib gwa nga akan se-blangsak ini.

"Hai." sapanya lalu langsung narik gwa keluar, "Tante, aku pinjem Luckynya dulu ya"
"Ada apaan sih?" tanya gwa ogah2an.
"Biasalah Ky, lagi pada kentang tuh anak2, makanya ngajakin elo, sapa tau aja lo mau ikutan" kata Nitnit dengan suaranya yang cempreng itu.
"Udah disini aja ah urusannya, lagi males gwa nyamperin anak2" gwa menarik tangannya dan kita ngobrol didepan garasi.
"Ih, lo kenapa sih? Muka lo juga kusut gitu?" Nitnit ngeliatin muka gwa penuh selidik.
"Baru mau tidur kali gwa" sahut gwa bohong.
"Halagh, baru jam segini udah mau bobo. Boongnya kelewatan deh lo" cewek item manis itu tertawa menyeringai.
"Ck, udah deh, pada mau boks apaan sih?"
"Ubs, tinggal lo tambahin sekian jadi deh biar jadi satu gee. Mumpung rakyatnya lagi banyak nih Ky. Ya-ya, ada khan lo nambahin segitu?" Nitnit nyebutin jumlah uang yang dibutuhin.
"Jiah, banyak bener. Gwa paling adanya segini doang nih. Kalo gwa abisin semua duitnya besok malem mingguan gwa nga megang duit dong?" gwa ngeluarin dompet gwa tapi belum ngeluarin duitnya. Maklum, masih mau gwa nego dulu.
"Yaelah, di cancel aja dulu lah pacarannya. Mumpung anak2 lagi komplit, seru kali malem ini kita lucu2an." bener khan Nitnit mulai nego biar gwa menuhin kekurangannya.
"Di cancel t*ket lo gendut! Nga ah! Ini gwa nyumbang aja kok, gwa nga ikutan. Lagian males gwa kena basiannya besok. Gwa butuh stamina gwa yang paling prima buat besok malem." tolak gwa yang emang lagi males banget pengen ikutan gabung sama temen2 rumah gwa ini.
"Yey, biasa aja kali nyolotnya. Emangnya besok lo mau pacaran apa tanding bola sih, make acara stamina prima segala?" Nitnit nonjok bahu gwa pelan. Dia paling nga suka kalo dibilang t*ketnya gendut. Padahal emang iya sih.

"Ck, anak kecil, nga usah tau urusan orang dewasa deh. Ini gimana, mau diambil apa kagak? Kalo nga gwa masukin lagi kedalem dompet nih?" tanya gwa sambil melambai2kan selembar uang berwarna biru kearahnya.
"Nga ditambahin lagi Ky?" rayunya.
"Ya udah, berarti masuk dompet ya?" gwa pura2 masukin duit kedalam dompet.
"Eh, jangan...jangan! Iya deh, sini!" Nitnit ngerebut duit gwa.
"Ya udah, yey minggat deh dari rumah eike. Eike mo lanjut bobo lagi. Salam aja buat anak2 yee"
"Beneran lo nga ikutan Ky?"
"Ngaaaa" sahut gwa sambil jalan masuk kedalam rumah.
Diruang tamu nyokap gwa masih asyik dengan majalahnya. Gwa basa-basi sebentar sama nyokap tersayang. Paling nga mastiin kapan nyokap berangkat ke =SENSOR= buat opname. Ternyata besok pagi nyokap berangkatnya, bertigaan sama bokap dan adek gwa yang bontot. Nyokap sih ngajakin gwa ikut nganterin besok, cuma gwa udah terlanjur bikin janji sama Dinda. Padahal gwa kangen juga pengen maen2 kekota yang sejuk dan terkenal modis itu. Gwa cuma bisa janjiin mungkin hari Minggu atau Seninnya gwa nyusul kesono. Selesai basa-basi dan ngobrol2 sama nyokap, gwa naek keatas langsung masuk kekamar gwa. Kayaknya gwa masih ada koncian cungs, diselip2an lemari baju gwa deh. Kalo emang masih ada, lumayan juga kali buat bantu2 gwa tidur. Kusut banget nih pikiran gwa!
********************************
Gwa mondar-mandir diruang tamu udah kayak orang bego. Panik, marah dan geregetan nyampur jadi satu. Hape gwa nga lepas2nya gwa tempelin ke kuping gwa. Dan selalu aja yang terdengar 'nomer yang anda tuju tidak aktif', setiap kali gwa redial nomernya Dinda. Pencet redial lagi dan tetep aja operatornya yang jawab. Anjrit, padahal semalem gwa sempet telpon2an sama Dinda walau nga lama ngobrolnya, dan mastiin kalo malem ini kita fix jadi pergi nonton dan ngedate. Dan sekarang hapenya malah nga aktif. Berasa deja-vu nih gwa!
Gwa diduduk di sofa, coba nenangin hati gwa. Kalo diikutin terus kekalutan ini otak gwa malah jadi buntu dan sumuk. Gwa tarik napas dalam2, coba mikirin apa yang bakal lakuin setelah ini. Gwa perlu pemikiran yang jernih untuk mengantisipasi kejadian sialan ini. Ohiya, si Kumis, dia udah janji bakal bantuin gwa dan ngasih info sejelas2nya. Lalu gwa pencet nomernya.
"Halo dengan om kumis disini. Ini siapa ya?" terdengar suara si Kumis segitu merdunya menyapa. Sumpah, gwa curiga kalo ini orang maho.

"Mis, ini gwa Lucky, pacarnya Dinda. Pacar gwa ada disitu nga?" sahut gwa langsung pada intinya.
"Oh...eh...nggg... anu mas..." si Kumis gelagapan jawabnya.
"Udah deh Mis, lo nga usah bohong2 lagi sama gwa. Jawab aja yang jujur, kalo nga gwa mampusin lo ntar!" gertak gwa.
"Iiiya mas...tadi pacarnya dijemput sama cowok, sekitaran jam lima-an tadi" akhirnya si Kumis mau juga diajak kerjasama.
Fvck! Asem banget tuh cewek. Berani2nya dia ngebatalin janjinya demi selingkuhannya. Udah segitu nga berharganya kah gwa, sampe dia bela2in duluin selingkuhannya daripada gwa? Gwa ngelirik jam yang nempel ditembok, udah jam 6 lewat. Berarti udah sejam lebih mereka keluar dari kost-an Dinda.
"Oke Mis, sekarang gwa mau nanya sama lo. Biasanya kalo mereka jalan pulangnya jam berapa ya? Tapi mereka pasti pulang khan Mis, nga pake nginep? Jawab yang jujur Mis!" cecar gwa dengan nada penuh tekanan.
"Enggg, biasanya sih pasti pulang mas, soalnya tadi mbak Dindanya nga bawa2 tas gede sih. Biasanya sih kalo pulangnya pake muka ngambek mbak Dindanya, antara jam 9 atau 10 malem. Tapi kalo pada senyum2 dua2nya, antara jam 12-an atau lebih mas" jelas si Kumis dengan segitu detailnya.
Kampret! Si Kumis sampe hapal gitu jawabnya. Gila!
"Ya udah, gwa mau siap2 kesono ya Mis. Gwa minta tolong banget sama lo nih, lo denger ya. Tolong lo telpon gwa kalo mereka dateng duluan daripada gwa. Kalo perlu lo tahan mereka sampe gwa dateng. Bisa khan Mis?!" pinta gwa masih tetap dengan penuh tekanan.
"Ngggg... bisa2 aja sih mas. Tapii...." si Kumis kayak gantung gitu jawabnya.
"Iya, gwa ngerti Mis. Nanti gwa bakal tambahin lagi deh jatah lo. Yang penting lo bisa kerjain apa yang gwa minta tadi khan?!" iya, ujung2nya duit juga yang bicara. Gwa tau maksud lo Mis. Kampret lo!
"Siap laksanakan!" jawabnya dengan mantap. Tiba2 aja suaranya jadi laki2 normal gitu.

"Oke Mis, tararengkyu nih sebelumnya. Jangan lupa ye pesen gwa tadi" lalu gwa matiin sambungan gwa.
Duh, sekarang apalagi yang musti gwa lakuin? Asli, rasanya masih ganjel nih gwa. Apa gwa langsung berangkat dikost-an Dinda dan langsung ngeronda disono tanpa tahu pasti mereka pulangnya jam berapa. Buset, bisa karatan gwa nih nungguinnya. Gwa nepok jidat gwa, knapa gwa nga nelpon si Tantri ya? Sapa tahu aja dia bisa nolong gwa lagi.
"Hai panda lucuku, apa kabarnya?" sapanya dengan suara merdunya itu.
"Fvcking terrible! Gwa mau minta tolong lagi dong sama lo? Bisa khan?" jawab gwa nga sabaran.
"Aduh, pandaku kenapa nih? Kayaknya lagi kusut banget ya hari ini?" tanyanya dengan gaya kenesnya itu.
"Dinda jalan sama si PK. Gwa cuma mau mastiin dia jalan sama lo apa nga? Kalo nga jalan sama lo, kira2 lo bisa telpon dia nga buat mastiin dia ada dimana? Kayaknya malem ini musti gwa gerebek nih mereka" cerocos gwa panjang lebar.
"Hey-hey, slow down darlin'. Satu2 dong ngomongnya, aku khan jadi bingung mau jawab yang mana dulu?" Tantri masih terus mengulur2 waktunya.
"Please Tri, gwa lagi nga mau becanda nih. Lo pasti udah denger apa yang gwa bilang tadi. Pleasee" gwa memohon.
"Key, malem ini aku lagi nga jalan sama Dinda. And, i will call her for ya"
"Makasih, makasih banget Tri. Tolong lo segera nelpon gwa ya, jangan kelamaan. Bisa senewen nih gwa nantinya. Ya Tri, ya?" gwa kembali memohon.
"Okey, pandaku. Kamu tunggu telpon aku ya, jangan kemana2 lho?"
Yaelah, itu udah pastinya kali gwa bakalan nungguin telpon dari lo Tri. Ugh, emang aneh banget deh nih cewek. Kesannya lelet banget deh. Gwa yakin cewek2 model kayak Tantri ini minimal ngabisin waktu 1 jam buat mandi. Mungkin 1 jam lebih buat make up-an. Tapi asyik buat.....

"Hihihihihi, cepet kali pandaku ini ngangkat telponnya" terdengar derai tawanya dari seberang ketika gwa ngangkat telponnya.
"Ok, gimana Tri?" tanya gwa yang udah nga sabaran.
"Mereka cuma pergi nonton kok" jawabnya santai.
Susuwwww!! Dinda lebih milih jalan sama selingkuhan buat nonton, daripada sama gwa! Bener2 bikin gwa naek darah nih! Arrgggghhhh!
"Trus, lo nga nanya mereka mau pulangnya jam brapa?"
"Ya nga lah, ntar Dindanya curiga dong sama aku. Ya seperti biasanya ajalah kalo orang lagi kasmaran, habis nonton khan biasanya nyari makan tuh, sambil gombal sana gombal sini, ketawa-ketiwi. Habis itu pulang deh, jalan pelan2 menyusuri jalanan, lagi2 sambil gombal sana gombal sini, ketawa-ketiwi atau mungkin sambil gejolan di mobil. Ups sorry, my bad..." sumpah ini cewek, malah nambahin panas hati gwa aja sama omongannya.
"............" tangan gwa mulai gemeteran, tanda emosi udah mulai nyampe keubun-ubun gwa.
"Kamu bisa kira2 lah, jam berapa nyampenya"
"Ya udah deh kalo gitu, makasih ya Tri"
"Eh, tunggu dong. Kamu nga mau ngobrol2 dulu sama aku? Waktunya masih panjang khan?" Tantri coba ngulur2 waktu lagi.
"Please Tri, lo nga tau yang gwa rasain sekarang. Please" gwa mengiba, memohon pengertiannya.
"Oh, maaf deh kalo gitu. Seandainya aku ada disitu, aku pasti akan peluk kamu." katanya dengan nada prihatin.
"Makasih" jawab gwa singkat, udah nga mood gwa ngeladenin obrolannya.
"Hey, from know you owe me twice ok? Dan aku pasti akan selalu nagih utang kamu ini. Bye darlin', have a nice night" Tantri memutuskan sambungannya.
Gwa lari keatas, gwa masuk kekamar adek gwa yang kosong. Lalu gwa tutup rapat2 pintu. Disitu gwa teriak sepuas2nya, gwa luapin semua emosi yang gwa rasain. Gwa nga tahu berapa macem penghuni kebon binatang dan neraka yang gwa teriakkan didalam kamar kedap suara itu. Tapi yang pasti, suara gwa udah mulai terdengar serak namun hati gwa sedikit tenang. Ya, gwa musti tetap tenang, karena gwa harus menghadapi malam yang bakal terasa panjang ini dengan setenang mungkin.
sormin180 memberi reputasi
1
Kutip
Balas