Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread53.4KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#133
PART 15


Hari-hari berikutnya gue lewati dengan satu sosok baru yang mulai mengisi hidup gue perlahan-lahan. Gue mulai membiasakan diri dengan kebiasaan Anin yang membangunkan gue setiap pagi, dan kadang-kadang mengajak gue sarapan bareng. Beberapa kali gue sarapan bareng Anin di warung bubur dekat komplek rumahnya, dan yang bisa diduga penuh kejadian konyol. Mulai dari bubur kececeran dimana-mana lah, sampe gue ngelawak pas Anin minum dan hasilnya nyemburlah itu teh botol ke baju gue. emoticon-Hammer

Anin juga sudah pindah lokasi les ke tempat les gue, sehingga kami bisa les bareng-bareng, dan gue selalu berangkat dan pulang bareng Anin. Disini gue bisa dibilang cukup tersentuh dengan pilihan Anin, yang di SMA dia berlatar belakang pendidikan IPA, tapi di tempat les ini dia memilih kelas IPS karena dia ingin masuk ke Fakultas Ekonomi. Gue sih dari IPS, dan memang gue ingin masuk ke fakultas yang berlatar belakang sosial. Jadilah gue dan Anin sekelas, dan gue merasa seperti singa yang dijaga sama pawangnya emoticon-Ngakak (S)

Quote:


Anin kemudian menekuni kembali buku kumpulan soal-soalnya dan gue menekuni kembali pekerjaan gue yaitu tidur. Gak lama kemudian bahu gue digaplok Anin gara-gara ketiduran lagi. Ini nih untungnya punya pacar sekelas, pikir gue. Akhirnya gue beneran bangun dan mulai membaca soal-soal yang menurut gue terlalu menyiksa hidup gue. Kenapa masa muda gue harus dinodai dengan soal-soal seperti ini emoticon-Frown

Quote:


Begitulah. Hari-hari gue di bimbel itu berlalu dengan cubitan, gigitan dan gaplokan Anin yang menyemangati gue supaya lebih rajin belajar biar bisa masuk ke universitas yang kami berdua dambakan. Para tentor-tentor di bimbel itu sudah paham mengenai kami berdua. Pernah suatu saat, bimbel mengadakan try out untuk mengetahui hasil belajar anak didiknya, apakah sudah bisa melewati passing grade fakultas yang mereka inginkan atau belum. Sesuai jadwal, try out itu dimulai jam 7 pagi. Gue seperti biasa, jemput Anin terlebih dahulu baru ke bimbel, dan kebetulan hari itu memang gue bangun agak kesiangan. Sampe rumah Anin pun gue menjadi lebih telat dari biasanya dan Anin ngomel-ngomel. Buru-burulah gue dan Anin meluncur menuju bimbel itu.

Sampai di bimbel, gue liat parkiran udah penuh, pertanda anak-anak yang lain udah pada datang. Gue segera memarkirkan motor seadanya, lalu gue dan Anin bergegas menuju ke kelas kami. Sesampai di kelas, kami melihat kelas udah penuh dan hanya tersisa beberapa bangku didepan. Gue dan Anin langsung duduk di bangku yang kosong, dan meminta kertas lembar jawaban beserta soal-soal try out ke mbak-mbak penjaga.

Quote:


Mbak-mbaknya senyum-senyum sambil memberikan soal dan LJK. Gue merasa aneh, kenapa nih mbak-mbaknya senyum-senyum gak jelas. Kemudian dengan tertawa, itu mbak-mbak ngomong ke gue dan Anin,

Quote:


Ternyata dari tadi gue dan Anin sama-sama lupa mencopot helm, gara-gara udah telat masuk kelas dan takut gak punya waktu untuk mengerjakan. Buru-buru gue dan Anin copot helm sambil nunduk, dan gue dengar beberapa suara tawa tertahan di belakang gue. Duh asli malu gue. emoticon-Nohope

Hari-hari gue di bimbel itu berlangsung tanpa ada kejadian yang istimewa, karena gue gak berani jelalatan liat cewek cantik. Sekalinya gue ngeliatin cewek cantik, langsung telinga gue tambah panjang gara-gara Anin menjewer pake kekuatan setara Hulk emoticon-Frown Ketiga sahabat gue juga masuk ke bimbel yang sama, tapi hanya Arya yang sekelas dengan gue. Oya gue lupa, ketiga sahabat gue ini udah gue kenalin ke Anin, dan reaksi mereka bisa diduga. Mata mereka seperti scanner dari atas kebawah dan mulut mereka melongo. Keberatan terbesar datang dari si Ari, karena dia yang paling lama jomblo, dan dia merasa dunia gak adil gara-gara gue punya cewek secantik Anin.

Setiap selesai les, mereka bertiga selalu berebutan menawarkan diri untuk mengantarkan Anin pulang. Muke gile bener dah, padahal udah tau gue cowok Anin, tapi ya mereka cuek aja, iseng-iseng berhadiah katanya emoticon-Nohope Setiap waktu istirahat dan kami berlima ke kantin, mereka bertiga selalu rebutan duduk disamping Anin, dan hasilnya gak jarang justru gue yang duduk jauh dari Anin karena samping kanan dan kiri Anin udah terisi oleh mahluk mahluk menyedihkan yang terkutuk itu. Kalo udah seperti itu gue cuma bisa memegangi jidat gue dan Anin biasanya ketawa ngakak. emoticon-Hammer

Gue skip ya ke beberapa hari kemudian dimana Anin tiba-tiba telepon gue.

Quote:

Malam itu meluncurlah gue ke rumah Anin. Sebelum itu gue memang sengaja dandan lebih maksimal gara-gara mau ketemu mamanya Anin. Di tengah perjalanan gue baru inget Anin pesen mi goreng. Kemudian mampirlah gue ke warung nasi goreng dan mi goreng, yang kemudian gue menyesali ini. Gue berdiri di deket gerobak penjualnya, sambil menunggu mi goreng pesanan Anin jadi. Setelah jadi, gue keluar dari warung dan mengendus baju gue. Mpret, bau asap semua. Parfum gue lenyap digantikan aroma mi goreng. emoticon-Frown

Sesampainya dirumah Anin, gue parkirkan motor ke tempat biasanya dan gue pencet bel. Gak lama kemudian Anin keluar dan membukakan pagar buat gue. Gue pun masuk, dan Anin mengulurkan tangannya sambil cengengesan. Gue tersenyum dan gue sambut uluran tangannya. Tapi….

Quote:


Rakus juga nih anak kalo udah nyangkut makanan, pikir gue. Kemudian gue ikuti Anin masuk kerumah, dan gue menunggu di ruang tamu seperti biasa.

Quote:


Gue deg-degan, maklum ini baru pertama kali gue mau ketemu mamanya Anin. Fotonya sih gue udah sering liat, secara di ruang tamu itu banyak foto keluarga Anin, dan Anin pun udah pernah menunjukkan mamanya yang mana. Gak lama kemudian mamanya Anin keluar. Oya gue lupa cerita, mama Anin ini namanya Tante Ayu.

Quote:


Seketika itu juga iman gue oleng.
qahsi
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 6 lainnya memberi reputasi
5
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.