Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#84
PART 12


Hari itu gue habiskan dengan menunggu kurir sekolah yang gue harapkan bakal datang mengetok pagar rumah gue dan mengantarkan surat yang berisi masa depan gue. Dengan gelisah gue menunggu dan menunggu, mondar-mandir gak jelas dirumah dan SMS temen-temen gue. Gue buka Friendster dan isinya gak jauh-jauh dari berita tentang kelulusan. Semakin down lah gue, secara gue belum menemukan temen yang senasib sama dengan gue yang belum mendapat surat kelulusan. Apa jangan-jangan gue beneran gak lulus ya, pikir gue cemas. Apa kata orang tua gue nanti kalo seandainya gue beneran gak lulus.

Hari sudah gelap, begitu pula dengan suasana hati gue yang semakin menggelap gara-gara gak dapet surat tanda kelulusan dari sekolah. Bokap nyokap gue membesarkan hati gue, dan berkali-kali bilang berbagai kemungkinan yang terjadi. Mungkin kurirnya nyasar lah, suratnya kebanyakan dan baru dikirim besok lah dan segala macem. Gue sih iya-iya aja, dan gue memang sangat berharap itulah yang terjadi dengan gue.

Hari itu gue bisa dibilang cukup jarang berkomunikasi dengan Anin. Cuma beberapa kali SMS di pagi hari yang isinya kabar Anin sudah lulus. Gue senang, pasti, tapi disamping itu gue juga memikirkan nasib gue sendiri yang belum jelas. Hari itu gue lalui tanpa ada sesuatu yang cukup spesial di hati gue. Besoknya, gue memutuskan untuk telepon sekolah gue, dan menanyakan apakah gue lulus atau tidak. Gue mengumpulkan segenap keberanian gue dan gue teleponlah itu sekolah. Jawaban yang gue terima sungguh diluar dugaan gue. Gue lulus! Tapi yang diluar dugaan gue adalah alasan kenapa gue gak dapet surat kelulusan. Yaitu karena kurirnya mengalami kecelakaan kecil yang menyebabkan motornya gak layak jalan lagi sebelum dibawa ke bengkel.

Hari itu, gue memutuskan pergi ke sekolah dan mengambil surat kelulusan gue yang memang kembali ke sekolah. Setelah gue mengambil surat itu, dan gue baca, alhamdulillah gue beneran lulus dengan nilai yang gue anggap cukup memuaskan. Matematika diatas 8 kan cukup memuaskan layaaaa. emoticon-Ngakak (S) Selesai urusan gue di sekolah, gue SMS Anin.

Quote:


Setelah itu gue memutuskan untuk pulang dan tidur aja. Gue pikir gak ada urusan lagi diluar rumah, dan gue melihat gak ada yang lebih indah daripada kasur gue dikamar. Sesampai dirumah gue cuci muka (kebiasaan gue setelah sampe rumah) dan tidur.

Gue cukup lama tertidur, dan bangun gara-gara suara tukang bakpao lewat. Beberapa saat gue merem melek, mengumpulkan nyawa gue yang baru nangkring seperempatnya. Setelah gue cukup sadar, gue ambil handphone gue. Disitu gue liat ada 2 SMS baru. Gue buka itu inbox gue.

Quote:


Gue tersenyum lebar dan mendadak melek seger banget. Langsung gue bales itu SMS dengan kecepatan cahaya.

Quote:


Nih anak emang gak bisa ditebak. Tadi gue ajak jalan gak mau, sekarang gue tinggal tidur malah ngambek nyuruh gue kerumahnya. Dasar cewek, bingung gue maunya apa emoticon-Nohope Gak pake lama, gue mandi dan sholat, kemudian gue meluncur kerumahnya. Gak lupa juga gue dandan maksimal sampe gue gak bisa bedain mana gue mana Antonio Banderas. Karena gue memang lupa Antonio Banderas itu yang mana. emoticon-Ngakak (S)

Sesampai dirumah Anin, gue pencet bel disamping pagar, dan gak sampe 10 detik kemudian Anin keluar dari pintu dan membukakan pagar buat gue. Mukanya cemberut kayak abis kena palak preman pasar. Gue masuk kedalam halaman rumahnya dan langsung bertanyalah gue apa yang terjadi sama Anin hari ini.

Quote:


Anin kemudian mendahului gue masuk kedalam rumah, dan gue mengikutinya dari belakang. Seperti biasa, gue duduk di ruang tamu, dan kemudian Anin menyuruh gue menunggu sebentar. Gak lama kemudian Anin kembali dan membawakan gue secangkir teh panas.

Quote:

Diluar dugaan gue, Anin mengangguk. Pantes aja galaknya udah ngelebihin raja lenong. Emang sih baru kali ini gue menghadapi Anin yang lagi PMS. Sebelumnya gak pernah gue liat sisi lain dari Anin yang kayak gini. Gue pun tersenyum.

Quote:


Anin pun masuk kedalam, dan gue menunggu cukup lama. Setelah cukup kering gue nunggu Anin dandan, akhirnya Anin keluar dengan pake kaos hitam bergambarkan personel The Beatles, celana jeans dan jaket kulit warna cokelat tua. Gue pun melongo lagi. Nih anak memang cantiknya gak ketulungan emoticon-Genit Setelah itu Anin mengambil helmnya yang berwarna putih dan membonceng gue. Di perjalanan Anin bertanya ke gue.

Quote:


Akhirnya gue dan Anin sampai di suatu tempat. Sesampai di tempat itu Anin gue liat melongo, agaknya dia cukup takjub dengan ide gue membawa dia ke tempat ini. Gue pun tersenyum melihat perubahan mood Anin itu.

Quote:


Mendadak Anin tersenyum lebar dan moodnya kembali seperti semula. Ya, gue tau Anin paling doyan coklat, dan gue bawa dia ke kafe yang memang spesial menyediakan segala yang berhubungan dengan coklat. Dan tampaknya ide gue ini berhasil. Seandainya lo tau Nin, senyuman lo itu segalanya buat gue.

Gue memasuki tempat itu memang agak terlambat dibelakang Anin, sementara dia udah jauh didepan gue. Kemudian gue liat Anin berhenti dan nengok ke gue. Anin tersenyum dan menghampiri gue, kemudian memegang tangan gue. Dan kamipun bergandengan tangan masuk kedalam kafe itu.
jenggalasunyi
pulaukapok
chanry
chanry dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.