Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
delet3Avatar border
delet3 dan 50 lainnya memberi reputasi
49
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.9KThread53.7KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#70
PART 10


Gue dan Anin menunggu kira-kira 30 menit sebelum announcer mengumumkan bahwa film akan segera dimulai dan kami dipersilakan masuk kedalam. Suasana bioskop sore itu kebetulan memang sedang agak ramai, karena sudah cukup banyak anak sekolah yang masuk dalam masa “nganggur” seperti gue dan Anin. Gak jarang gue liat pasangan-pasangan anak muda seumuran kami yang asik bermesraan di tempat publik seperti ini. Gue liat satu pasangan di pojok, yang cowoknya baru saja mencium pipi ceweknya. Gue senggol siku Anin sambil cengengesan. Anin noleh ke gue sambil ngemil popcorn.

Quote:


Bibir gue dicubit sama tuh nenek sihir ternyata. emoticon-Frown emoticon-Hammer

Quote:


Setelah itu gue dan Anin kembali ngobrol-ngobrol, dimana topik pembicaraan utama kami adalah bergunjing tentang pasangan-pasangan yang lewat didepan kami. Mungkin malaikat pencatat amal kami berdua sore itu udah menghabiskan satu buku sendiri buat mencatat gosip-gosip yang keluar dari mulut kami. Emang dah ah gue sama Anin ini paling bisa kalo soal ginian. Ampuni kami berdua ya Tuhan emoticon-Frown

Akhirnya announcer pun mengumumkan bahwa pintu teater telah dibuka. Langsung gue dan Anin berdiri dan mengantri didepan mbak-mbak tukang nyobekin tiket (apa sih namanya?) dan masuk kedalam. Setelah menemukan tempat duduk kami dan berdebat siapa yang di kiri dan siapa yang di kanan, akhirnya kami duduk. Iklan-iklan sebelum film dimulai pun diputar, dan ruangan bioskop itu mulai penuh terisi. Akhirnya lampu dipadamkan, dan gue inget banget, pas layar menunjukkan bahwa film ini lolos lembaga sensor Indonesia, Anin nyolek gue.

Quote:


Bener kan apa yang gue pikir. Nih cewek cantik-cantik tapi mulutnya gak kalah sama truk semen, muteeeerrrr terus ngunyah terus emoticon-Nohope Sambil pasang muka dengan mata segaris, gue sodorin tuh popcorn gue ke Anin, dan dia menerima itu sambil cengengesan dan melanjutkan ngunyah lagi. Akhirnya film dimulai, gue dan Anin mulai memusatkan perhatian ke film itu. Gak lama setelah film dimulai, gue ulurkan tangan gue ke Anin buat ngambil sedikit popcorn yang dipegang dia. Beberapa menit kemudian gue ulurkan tangan lagi, dan ngambil lagi sedikit popcorn. Setelah popcorn yang ditangan gue abis, gue ulurkan tangan lagi. Buset, ternyata udah abis. Popcorn gue di gangbang ini namanya. emoticon-Hammer

Quote:


Setelah tangan gue dirudapaksa oleh cubitan Anin, akhirnya gue dan Anin memusatkan perhatian lagi ke film. 10 menit, 15 menit, 20 menit, 30 menit, gue merasa agak bosan. Apa tadi seharusnya nonton film guling loncat-loncat aja ya, pikir gue. Kan lumayan kalo Anin kaget bisa tiba-tiba meluk gue emoticon-Genit Gara-gara bosen, gue memejamkan mata sebentar, tapi melek lagi karena sound filmnya mengagetkan gue. Gak lama kemudian ada sesuatu yang menyentuh pundak gue. Gue liat kesamping. Ternyata Anin tidur. Gue menikmati momen-momen ini. Kapan lagi coba ada cewek cantik yang mau jalan sama gue dan tidur di pundak gue. Wangi rambutnya menggelitik hidung gue.

Gue berusaha keras untuk menahan diri supaya gak ngendus rambutnya Anin. Aroma wangi tubuh Anin pun mulai menjalar di hidung gue. Sebagai lelaki normal, gue mulai berpikiran yang iya-iya dong, dan itu menyebabkan keajaiban di celana gue yang mendadak menciut emoticon-Genit Gue memejamkan mata dan senyum-senyum sendiri menikmati momen ini. Tiba-tiba gue merasakan sesuatu yang aneh. Gue merasakan lengan bagian atas gue agak basah. Kamfreeeeettttt ternyata ngiler nih cewek! emoticon-Hammer

Quote:


Setelah itu Anin gak ketiduran lagi sampai film berakhir, dan gue cukup menyesal kenapa kok gue gak megang tangan Anin pas di dalem bioskop itu. Kelupaan gue. emoticon-Nohope

Setelah film selesai dan kita berdua keluar dari bioskop, gue mengajak Anin keluar mall dan makan diluar mall. Gue memang males makan di dalem mall karena menurut gue makanan di dalem mall itu gak seenak di warung-warung. Untungnya Anin bukan tipe cewek yang gengsi kalo diajak makan di warung. Kalo soal perut dia mah apa aja mau, asal enak. Keluarlah gue dan Anin dari mall dan menuju ke deretan warung kaki lima di sekitaran mall tersebut. Gue mengabsen satu per satu warungnya, dan akhirnya pilihan gue dan Anin jatuh ke sop kaki kambing.

Disitu gue dan Anin ngobrol-ngobrol lagi sambil makan, tapi gue lupa apa yang kita obrolin berdua. Anin ceweknya asik banget, bisa nyambung segala macam omongan. Kadang-kadang yang gak nyambung aja dia sambung-sambungin. Sampe gue seringkali speechless dengan celetukannya yang diluar imajinasi gue.
sormin180
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.