- Beranda
- Stories from the Heart
CINTA (Cerita Indah Namun Tiada Arti)
...
TS
dingdingding
CINTA (Cerita Indah Namun Tiada Arti)
Halo para reader yang budiman.
Gw Pengen Share sedikit sebuah cerita, bisa dibilang sebuah pengalaman.
Mohon bimbingannya jika ada salah ketik(typo) atau kata-kata yang tidak berkenan. (curahkan saja di postingan bawah, atau PM juga boleh). Saya juga masih belajar dalam membuat Thread dan Cerita yang baik dan benar. Masih membutuhkan saran serta kritik dari kiri kanan. Darimana lagi kalau bukan dari agan-agan ini .
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Perkenalkan nama gw Hendra. Biasa dipanggil Hen atau ndra sama orang-orang sekitar gw.
Tapi Nenek ama Kakek gw mangil gw gundul(soalnya pas ane kecil katanya rambutnya ga tumbuh-tumbuh)
(skip)
Cerita ini adalah sebuah cerita saat gw masih sekolah jaman dahulu kala saat gw masih muda (sekarang gw udah tua)
Cerita ini dimulai saat gw mulai memasukin satu tingkat diatas SMP. Untuk yang lain mungkin menyebutnya SMA atau SMU. Tapi gw bukan! Gw SMK (Sekolah Mengenah Kejuruan)
sama aja ya 
Sedikit tentang masa SMP gw. Semua bermulai dari sini
Gw melirik ke belakang tempat duduk gw. Melihat meta dengan muka datar alias biasa-biasa aja ( padahal selama 1 tahun ini gw mengagumi dia, buat ngobrol aja jarang banget kalo ga perlu-perlu amat, itu juga palingan nanya tentang pelajaran atau minjem tip-x
). Meta pun mengeluarkan jurus ampuh seampuh-ampuhnya (senyumannya yang……… ah sudahlah). Lalu gw membalasnya dengan senyuman gw yang ga kalah manis
(padahal udah keringet dingin)
Gatau gw kalo deket cewe bawaannya grogi, ga berani, padahal tampang gw lumayan ganteng ga culun-culun amat sih buat anak SMP
(ngigo)
Meta pun pergi meninggalkan kelas bersama temannya. Disni gw berfikir, (ah ga mungkin cewe secantik meta bisa suka juga ama gw, pinter kaga, gaul kaga, tapi muka kaga jelek-jelek amat (ngigo lagi)
Gw diem aja di kelas liatin temen-temen yang lain ngobrol sambil dengerin lagu dari Walkman gw (jaman gw Walkman gan, belum ada ipod atau music player yang lain, waktu itu yang punya HP juga belum terlalu banyak, dan masih didominasi oleh Nok*a). Tiba-tiba gw ngeliat ada seorang cewe di depan pintu kelas liatin gw, mereka bertiga, cengar cengir sambil dorong-dorongan
Gw bingung, karena mereka ngeliatin kearah gw, dan sekitar gw ga ada siapa-siapa, lalu gw samperin dah tu cewe-cewe. Cari siapa ya dek (keliatan mereka adik kelas gw, soalnya masih imut-imut gimana gitu
.
Cover dari agan armstrongzone
Ebook Part 1-110 dari agan TheSain007

Gw Pengen Share sedikit sebuah cerita, bisa dibilang sebuah pengalaman.
Mohon bimbingannya jika ada salah ketik(typo) atau kata-kata yang tidak berkenan. (curahkan saja di postingan bawah, atau PM juga boleh). Saya juga masih belajar dalam membuat Thread dan Cerita yang baik dan benar. Masih membutuhkan saran serta kritik dari kiri kanan. Darimana lagi kalau bukan dari agan-agan ini .
Quote:
Q: Real story gan?
A: Iya gan, real story ditambah sedikit bumbu mas*ko
Q: Mau kepo boleh ga gan?
A: Kepo boleh, selama ane mau jawab pasti ane jawab, kalo ga ane jawab berarti privacy, asal ga OOT aja
Q: Share Photonya dong gan
A: No No No No
(rules)
A: Iya gan, real story ditambah sedikit bumbu mas*ko

Q: Mau kepo boleh ga gan?
A: Kepo boleh, selama ane mau jawab pasti ane jawab, kalo ga ane jawab berarti privacy, asal ga OOT aja

Q: Share Photonya dong gan

A: No No No No
(rules)===============================================================
Special Thanks too
Allah SWT Karena masih memberikan ane umur sampe sekarang dan bisa membuat cerita ini
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kaskus ( www.kaskus.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua Reader, baik yang Posting, Rate 5's Star, kasih Cendol serta SR sekalipun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks sebanyak-banyaknya untuk barisan para Mantan gw. Tanpa kalian, cerita ini takkan pernah lahir
===============================================================

Special Thanks too
Allah SWT Karena masih memberikan ane umur sampe sekarang dan bisa membuat cerita ini
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kaskus ( www.kaskus.co.id)
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Semua Reader, baik yang Posting, Rate 5's Star, kasih Cendol serta SR sekalipun
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Thanks sebanyak-banyaknya untuk barisan para Mantan gw. Tanpa kalian, cerita ini takkan pernah lahir
===============================================================

================================================================
Mungkin lagu ini adalah Soundtrack yang paling pas untuk kisah gw ini
[Recommended To Buffer buat yang sering Patah Hati
]
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Mungkin lagu ini adalah Soundtrack yang paling pas untuk kisah gw ini
[Recommended To Buffer buat yang sering Patah Hati
]The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Spoiler for Lirik:
The Rain - Terlatih Patah Hati (feat. Endank Soekamti)
Aku sudah mulai lupa
Saat pertama rasakan lara
Oleh harapan yang pupus
Hingga hati cedera serius
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Lama tak ku dengar tentangnya
Yang paling dalam tancapkan luka
Satu hal yang aku tahu
Terkadang dia juga rindu
Terima kasih kalian
Barisan para mantan
Dan semua yang pergi
Tanpa sempat aku miliki
Tak satupun yang aku sesali
Hanya membuatku semakin terlatih
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Begini rasanya terlatih patah hati
Hadapi getirnya terlatih disakiti
Bertepuk sebelah tangan (sudah biasa)
Ditinggal tanpa alasan (sudah biasa)
Penuh luka itu pasti tapi aku tetap bernyanyi
Spoiler for Part 1:
Perkenalkan nama gw Hendra. Biasa dipanggil Hen atau ndra sama orang-orang sekitar gw.
Tapi Nenek ama Kakek gw mangil gw gundul(soalnya pas ane kecil katanya rambutnya ga tumbuh-tumbuh)
(skip)Cerita ini adalah sebuah cerita saat gw masih sekolah jaman dahulu kala saat gw masih muda (sekarang gw udah tua)

Cerita ini dimulai saat gw mulai memasukin satu tingkat diatas SMP. Untuk yang lain mungkin menyebutnya SMA atau SMU. Tapi gw bukan! Gw SMK (Sekolah Mengenah Kejuruan)
sama aja ya 
Sedikit tentang masa SMP gw. Semua bermulai dari sini
Quote:
Saat itu pagi hari, para siswa-siswi berumur belasan tahun menggunakan seragam biru putih lalu lalang di dalam sempitnya koridor kelas tanpa belajar. Kenapa tanpa belajar? Karena Kami sudah menyelesaikan yang namanya UAN (Ujian AKhir Nasional) tingkat SMP.
Gw yang waktu itu bukanlah siswa yg berprestasi di kelas apalagi di sekolah hanya bisa harap-harap cemas saat menunggu pengumuman kelulusan yang akan disampaikan lewat POS (sekarang masih lewat POS ga sih gan? Gw ga tau
)
Semua tampak bergembira karena telah melewati 3 hari yang mendebarkan (menurut gw
)
Dan akhirnya gw memutuskan untuk pergi ke GOR sekolahan yang cukup luas (BTW SMP gw adalah SMP negeri yang lumayan favorit di kota Bandung yang terletak di dekat terminal dan dekat dengan pusat kota Bandung) . Setelah sampai di GOR, gw lihat ada sohib gw sedang bermain basket, Dia bernama Yoga.
Gw melambaikan tangan, dia melihat gw sambil mengangkat dagunya seolah berkata “Oi”
Beberapa menit kemudian Yoga nyamperin gw (percakapan dalam Bahasa sunda, gw ceritakan dalam Bahasa Indonesia aja biar agan-agan ngerti)
Gw pun kembali ke kelas sambil membawa perasaan ga enak ini , Antara senang dengan selesainya hari-hari mendebarkan ujian nasional dan menunggu kelulusan.
Sesampainya di kelas, gw duduk di kursi biasanya di posisi palingan tengah . ya dua buah kursi yang gw duduki bersama yoga selama 1 tahun kebelakang (sekolah gw tiap naik pindah-pindah ruangannya)
Dan dibelakang gw ada seseorang yang gw kagumi sejak pertama bertemu sekitar 1 tahun yang lalu, wanita itu bernama Meta. Gadis berparas cantik, rambut sebahu dan di urai, mempunyai kulit yang putih, mulus, gigi gingsulnya dan tentunya senyumnya yang………. Ah sudahlah, bisa lemes agan-agan kalo liat
(skip)
Gw yang waktu itu bukanlah siswa yg berprestasi di kelas apalagi di sekolah hanya bisa harap-harap cemas saat menunggu pengumuman kelulusan yang akan disampaikan lewat POS (sekarang masih lewat POS ga sih gan? Gw ga tau
) Semua tampak bergembira karena telah melewati 3 hari yang mendebarkan (menurut gw
)Dan akhirnya gw memutuskan untuk pergi ke GOR sekolahan yang cukup luas (BTW SMP gw adalah SMP negeri yang lumayan favorit di kota Bandung yang terletak di dekat terminal dan dekat dengan pusat kota Bandung) . Setelah sampai di GOR, gw lihat ada sohib gw sedang bermain basket, Dia bernama Yoga.
Gw melambaikan tangan, dia melihat gw sambil mengangkat dagunya seolah berkata “Oi”
Beberapa menit kemudian Yoga nyamperin gw (percakapan dalam Bahasa sunda, gw ceritakan dalam Bahasa Indonesia aja biar agan-agan ngerti)
Quote:
Yoga: Kenapa lu belum pulang?
Gw : Bentar lagi yog, Yog ntar mau ke SMA mana?
Yoga : Belum tau lah, lulus aja belum jelas. Hahaha (dia ketawa dengan santainya
)
Gw: Dasar bego!, gw deg deg an gini , lu malah ngomong belum tentu lulus atau engganya.
Yoga: hahaha, lagian ngapain diambil pusing, kita sudah berusaha, biarlah yang di Atas dan Dinas pendidikan yang mengatur
Gw: hahaha, iya juga sih. Tapi gw ko deg-degan ya yog
Yoga: Santai ajalah, eh gw mau main lagi nih, lu mau main ga?
Gw: Ga lah, gw mau ke kelas aja nyamperin anak-anak
Yoga: OK dah, Sip
Gw : Bentar lagi yog, Yog ntar mau ke SMA mana?
Yoga : Belum tau lah, lulus aja belum jelas. Hahaha (dia ketawa dengan santainya
)Gw: Dasar bego!, gw deg deg an gini , lu malah ngomong belum tentu lulus atau engganya.
Yoga: hahaha, lagian ngapain diambil pusing, kita sudah berusaha, biarlah yang di Atas dan Dinas pendidikan yang mengatur

Gw: hahaha, iya juga sih. Tapi gw ko deg-degan ya yog

Yoga: Santai ajalah, eh gw mau main lagi nih, lu mau main ga?
Gw: Ga lah, gw mau ke kelas aja nyamperin anak-anak
Yoga: OK dah, Sip
Gw pun kembali ke kelas sambil membawa perasaan ga enak ini , Antara senang dengan selesainya hari-hari mendebarkan ujian nasional dan menunggu kelulusan.
Sesampainya di kelas, gw duduk di kursi biasanya di posisi palingan tengah . ya dua buah kursi yang gw duduki bersama yoga selama 1 tahun kebelakang (sekolah gw tiap naik pindah-pindah ruangannya)
Dan dibelakang gw ada seseorang yang gw kagumi sejak pertama bertemu sekitar 1 tahun yang lalu, wanita itu bernama Meta. Gadis berparas cantik, rambut sebahu dan di urai, mempunyai kulit yang putih, mulus, gigi gingsulnya dan tentunya senyumnya yang………. Ah sudahlah, bisa lemes agan-agan kalo liat
(skip) Gw melirik ke belakang tempat duduk gw. Melihat meta dengan muka datar alias biasa-biasa aja ( padahal selama 1 tahun ini gw mengagumi dia, buat ngobrol aja jarang banget kalo ga perlu-perlu amat, itu juga palingan nanya tentang pelajaran atau minjem tip-x
). Meta pun mengeluarkan jurus ampuh seampuh-ampuhnya (senyumannya yang……… ah sudahlah). Lalu gw membalasnya dengan senyuman gw yang ga kalah manis
(padahal udah keringet dingin)
Gatau gw kalo deket cewe bawaannya grogi, ga berani, padahal tampang gw lumayan ganteng ga culun-culun amat sih buat anak SMP
(ngigo)Meta pun pergi meninggalkan kelas bersama temannya. Disni gw berfikir, (ah ga mungkin cewe secantik meta bisa suka juga ama gw, pinter kaga, gaul kaga, tapi muka kaga jelek-jelek amat (ngigo lagi)
Gw diem aja di kelas liatin temen-temen yang lain ngobrol sambil dengerin lagu dari Walkman gw (jaman gw Walkman gan, belum ada ipod atau music player yang lain, waktu itu yang punya HP juga belum terlalu banyak, dan masih didominasi oleh Nok*a). Tiba-tiba gw ngeliat ada seorang cewe di depan pintu kelas liatin gw, mereka bertiga, cengar cengir sambil dorong-dorongan

Gw bingung, karena mereka ngeliatin kearah gw, dan sekitar gw ga ada siapa-siapa, lalu gw samperin dah tu cewe-cewe. Cari siapa ya dek (keliatan mereka adik kelas gw, soalnya masih imut-imut gimana gitu
.Quote:
Cewe1: kaka namanya ka Hendra kan?
Quote:
Original Posted By Jadwal Update
Senin - Sabtu : Malam antara jam 18.00 - 22.00
Minggu : Malam jam 22.00 -
*note : Kalo saya ga apdet, berarti saya lagi galau
TerimaKasih
Senin - Sabtu : Malam antara jam 18.00 - 22.00
Minggu : Malam jam 22.00 -
*note : Kalo saya ga apdet, berarti saya lagi galau

TerimaKasih

Spoiler for INDEX I:
Quote:
Part 1
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
The Power Of Putih Abu Abu
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
Part 82
Part 83
Part 84
Part 85
Part 86
Part 87
Part 88
Part 89
Part 90
Part 91
Part 92
part 93
Part 94
Part 95
Part 96
Part 97
Part 98
Part 99
Part 100
Part 2
Part 3
Part 4
Part 5
Part 6
Part 7
Part 8
Part 9
Part 10
Part 11
Part 12
Part 13
Part 14
Part 15
Part 16
Part 17
Part 18
Part 19
Part 20
Part 21
Part 22
Part 23
Part 24
Part 25
Part 26
Part 27
Part 28
Part 29
Part 30
Part 31
Part 32
Part 33
Part 34
Part 35
Part 36
Part 37
Part 38
Part 39
Part 40
Part 41
Part 42
Part 43
Part 44
Part 45
Part 46
Part 47
Part 48
The Power Of Putih Abu Abu
Part 49
Part 50
Part 51
Part 52
Part 53
Part 54
Part 55
Part 56
Part 57
Part 58
Part 59
Part 60
Part 61
Part 62
Part 63
Part 64
Part 65
Part 66
Part 67
Part 68
Part 69
Part 70
Part 71
Part 72
Part 73
Part 74
Part 75
Part 76
Part 77
Part 78
Part 79
Part 80
Part 81
Part 82
Part 83
Part 84
Part 85
Part 86
Part 87
Part 88
Part 89
Part 90
Part 91
Part 92
part 93
Part 94
Part 95
Part 96
Part 97
Part 98
Part 99
Part 100
Spoiler for INDEX II:
Quote:
Cover dari agan armstrongzone
Spoiler for :
Ebook Part 1-110 dari agan TheSain007
Spoiler for :
Diubah oleh dingdingding 13-01-2016 21:01
junti27 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
1.9M
Kutip
5.1K
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.9KThread•53.7KAnggota
Tampilkan semua post
TS
dingdingding
#1171
Spoiler for Part 80:
Kami pun menyusuri padatnya jalanan kota bandung malam hari, menuju ke rumahnya lia untuk pulang. Ada sesuatu yang berbeda dengan lia pada hari ini, dia terlihat tidak seperti biasanya, dari tingkah laku yang biasanya. Sesampainya di rumah lia
Lia: sampe juga, pegel
Gw: yaudah yu masuk istirahat dulu,
Lia: iya, mau nonton film dong yank
Gw: film apalagi ? emang punya film baru?
Lia: titanic lagi aja
Gw: hmmm ( perasaan gw gak enak nih )
Lia: ya ya ya
Gw: iya gimana ayank aja. ga takut emang nonton di bawah lagi ?
Lia: nontonnya di kamar kamu kan
Gw:
Lia: malah bengong, ayo
Gw: iya iya
Gw dan lia pun masuk ke rumah, lalu lia mencari-cari film titanic yang sudah entah berapa kali dia tonton lalu membawanya ke kamar atas, kamar tamu tempat gw tidur. Film pun dimulai, memang benar tingkah lakunya berbeda, lia lebih manja dari biasanya, tiduran di paha gw dan ingin rambutnya di elus-elus
Lia: rame ya
Gw: iya rame, sampe hafal aku dialog nya
Lia: hahaha, aku lebih hafal
Gw: ya terus kenapa nonton ini
Lia: biarin aja
daripada film horor 
Gw: horor aja yuk, dikamar ini , gak takut kan
Lia: gak mau ah
Gw:
Lalu adegan demi adegan di film titanic pun muncul ( U know what
)
Gw: ........
Lia: .........
Gw: yank pegel
Lia: bentar ( dusek dusek di celana gw )
Gw: ih geli lah
Lia: hahaha, mana yg geli ? ini? ( dipegang paha gw )
Gw: ih
geli 
Lia: ih masa segitu aja geli hahahah
Gw: coba deh aku pegang paha kamu , pasti geli
Lia: emang berani?
berani aku tabok 
Gw: engga berani
Lia: hahahaha, eh yank
Gw: apa?
Lia: sini deketan
Gw: apa sih ?
Lalu cupppp
( u know lah apa ya
)
Gw: ...........
Lia:
Lalu terjadi lagi, kali ini lebih lama
( sebenernya ada kejadian yang lain, tapi gak enak gw ceritain, nanti ni cerita malah jadi cerita semi
. Tapi gak sampe kesana kok gan
)
Gw: eh yank, maaf
Lia: gpp
baru kamu kok
Gw: masa? baru aku?
Lia: iya ih
Gw: yaudah nonton lagi aja
Lia: aku tidur disini aja ya ama kamu
Gw: gak mau ah,
Lia: kenapa?
Gw: nanti kamu tidur di atas aku dibawah
Lia: hahaha, ya emang maunya gimana?
Gw: aku diatas kamu dibawah
Lia: enak aja
Gw: hahaha
Hari pun mulai malam, kami berdua mengantuk lalu pergi tidur, gw di bawah dan lia di atas kasur
. Kadang ge berfikir, pacar gw cantik, baik, punya segalanya, orang tua juga baik tapi kenapa mau ama gw? gw juga bingung
Pagi pun tiba, gw pun terbangun, lalu melihat lia masih terlelap. Emang sih masih pagi banget, tapi gw udah bangun, susah buat tidur lagi. Gw pun pergi ke kamar mandi di luar kamar, cuci muka sikat gigi lalu kembali ke kamar, akhirnya gw menyalakan tv dan menonton kartun
( hari minggu jaman dulu tv isinya kartun semua
) setengah jam kemudian, lia bangun
Lia: pagi sayang hoammmm
Gw: pagi, tidur apa mati yank?
Lia: heh, sembarangan
Gw: becanda
udah bangun, cuci muka dulu sana
Lia: bentar lagi, ( lalu menarik selimutnya )
Gw: bangun ah, ( menarik semua selimutnya
)
Lia: dingin
Gw: hahaha, yaudah bangun,
Lia: bentar lagi yank, sini deh sini naik
Gw: ngapain?
Lia: peluk, dingin
Gw: ah ada-ada aja ( lalu gw naik ke atas kasur )
Lia: masuk ke selimut sini
Gw: iya, ( lalu selimutan lagi )
Lia: ( merem sambil meluk gw )
Gw: tidur lagi?
Lia: bentar aja
Gw: ............. ( sambil nonton TV )
Sebenernya di posisi gini cowo mana sih yang kuat, ane juga ga kuat, ya ditahan-tahan aja
Gw bisa ngerasain hangatnya badan lia, muka polos lagi tidur, dan bau ilernya
Sekitar 10menit kemudian
Lia: yank ( merem )
Gw: hemmm , eh kirain tidur
Lia: engga, cuma merem aja
Gw: kenapa?
Lia: sayang gak ama aku?
Gw: ko nanya lagi, ya jelas sayang banget
Lia: masa?
Gw: iyaa beneran
Lia: cium kalo gitu ( bibirnya monyong tapi sambil merem )
Gw: gak mau ah bau iler
Lia: ah si ayank ( sekarang dia bangun, ikutan nonton kartun bareng gw
)
Beberapa menit kemudian lia bangun dan berdiri dari kasur
Gw: kemana?
Lia: cuci muka dulu ah, ga enak minyakan
Gw: ohh, yaudah sana
Gw pun menonton tv kembali, lalu lia datang, tentunya di kamar mandi lebih lama daripada gw
Lia: geser ( masuk ke selimut lagi )
Gw: masa masuk selimut lagi? kan udah cuci muka ?
Lia: dingin ih
Gw: yaudah gimana ayank aja deh, yank mau aku bikinin sarapan ga? mau apa?
Lia: mauuuu
apa aja deh 
Gw: yaudah nanti ya aku bikinin
Lia: iya iya , yank, masih bau iler ga?
Gw: engga, udah wangi
Lia: yaudah cium dong, masa pagi-pagi belum dikasih cium
Gw: cuppp ( ciuman di pipi ) pagi sayang
Lia: ah di pipi, ini belum yank ( menunjuk bibirnya )
Gw: cuppp ( kecup doang )
Lia: cuma segitu ?
Gw: maunya segimana
Lia: gini nih
Cupppp ( U know lah
)
Gw: hahaha, pagi-pagi udah ngajak berantem aja
Lia:
Gw: sarapan yuk yank
Lia: bentar lagi ah
Gw: kan mesti masak dulu
Lia: oh iya ya, kamu mau masak kan ya? mau masak apa yank?
Gw: gak tau
Lia:
Gw: liat di dapur aja ada apa
Lia: pengen nasi goreng yank
Gw: yaudah bikin nasi goreng aja, yang gampang
Lia: yaudah yuk turun ke bawah
Gw: yukk
Lalu gw dan lia pergi ke dapur di lantai bawah, masih sama seperti biasa, lia pun sambil belajar bagaimana cara membuat nasi goreng, dan selalu memuji masakan yang gw buat, entah emang rasanya memang enak, atau cuma biar gw seneng aja, ya cuma dia yang tau, tapi menurut lidah gw sih, masakan gw enak
. Hari minggu ini gw habiskan di rumah lia karena orang tuanya gak ada, sebenernya gw ama lia jarang banget ketemu setelah ada orang tuanya, gak sama seperti saat orang tuanya liburan. Lia hampir tiap hari datang ke sekolah gw, kadang gw di rumahnya, sekarang dia ke sekolah gw juga jarang, gw ke rumahnya apalagi, bukan karena gw takut sama orang tuanya, tapi perasaan gak enak gw terhadap mereka. Walaupun terkadang lia sering bilang, cuek aja, tapi tetep aja batin gw berkata lain. Seolah ingin berkata "aku ini siapa, kamu ini siapa" lalu perasaan gak enak itu pun muncul. Setelah hari agak sore gw pun pamit pulang ke rumah, lia pun seperti biasa mengantar ke jalanan yang ada angkot.
Gw pun pulang, karena besok gw harus bersekolah kembali seperti biasanya. Hari-hari gw bersama lia hampir tidak ada pertengkaran, tidak ada masalah. Ya sebenernya ada, tapi mungkin cuma 5% pertengkarang dari 100% hubungan kami. Berpacaran dengan lia pun hampir sama dengan putri, dihabiskan dengan sms dan telepon pada malam harinya, gak ada kata bosan, dan lia gak pernah mengucapkan "pacaran kita kok kaya gini-gini aja ya? aku bosen" Gw gak pernah denger itu dari dia. Yang gw tau selama gw pacaran sama dia selalu nyaman, tanpa masalah, hingga suatu hari. Gw selesai pulang sekolah, gw lupa hari itu hari apa yang jelas gw pulang sore banget, sekitar jam 4 sore. Beberapa teman sekelas gw mengajak untuk menonton di bioskop, beberapa teman lagi mengajak untuk sekedar nongkrong. Dan akhirnya gw memilih untuk nongkrong-nongkrong aja di sebuah mall yang sama. Entah kebetulan atau kenapa kejadian ini benar adanya terjadi dan gw masih ingat betul. Saat itu gw sedang duduk-duduk menikmati angin sepoi-sepoi senja di lantai paling atas. Tiba-tiba sms gw berbunyi, sms dari teman sekelas gw, panggil saja dia Dinan.
Dinan: ndra, gw kayanya liat cewe lu si lia yang waktu di goyobod itu
Gw: yang bener? gak salah liat?
Dinan: kayanya, gw sih inget ga inget mukanya, tapi kayanya iya.
Gw: dimana nan?
Dinan: di lantai 3 di gramedia
Gw pun mengsms lia, bertanya dia ada dimana? dan jawaban dia
Gw: yank, lagi apa?
Lia: lagi dikamar aja gak ngapa-ngapain, kenapa yank?
Gw: gak apa-apa. jangan lupa makan
Lia: ok yank
Begitulah kira-kira sms dari lia. Pengakuan lia dia ada di rumahnya. Kata temen gw lia ada di lantai 3 di gramedia. Sungguh mencurigakan. Gw pun mengajak teman gw untuk mencari lia, apa benar yang diliat temen gw lia ada di gramedia? Gw pun berada di depan gramedia, agak deg-deg an memang, peristiwa ini mengingatkan gw ama putri dulu. Namun gw gak ngeliat ada lia di sana, sampai gw masuk dan mencari tetapi tetap gak ada. Ah tenang batin gw, ternyata teman gw salah liat. Gw pun memutuskan ke lantai bawah untuk pulang, karena teman-teman gw yang lain sebentar lagi selesai nonton televisi.
Setelah di bawah, dan beberapa saat kemudian, teman-teman gw sudah selesai menonton, dan semuanya bersiap untuk pulang. Saat di parkiran, menunggu teman-teman gw mengambil motornya, gw pun bengong-bengong sambil liat orang-orang yang berjalan atau sekedar mengobrol, dan dari lantai atas gw melihat seorang wanita, bersama dengan seorang cowo . keduanya masih menggunakan seragam, namun ditutup dengan jaket dan mereka berpegangan tangan menuruni tangga, dia adalah lia. Rasa ini kembali terulang, rasa saat bersama putri dulu. Kenapa gw selalu diperlakukan cewe seperti ini? gw gak ngerti. Gw pun telepon dia dari jau dengan tetep memandanginya dari jauh. Lia mengeluarkan HPnya, tapi telepon gw gak diangkat. Teman-teman gw pun berkata, "udah samperin aja", ada yang bilang juga "udah biarin aja" Akhirnya lia dan cowo itu menghilang entah kemana, mungkin ke parkiran mobil, dan akhirnya teman-teman gw berkata untuk mengunggu lia di depan mall, di depan jalan. Seengaknya lia ngeliat gw, dan dia ketauan bohong.
Gw pun menunggu di depan jalan, dekat dengan pos polisi. Anehnya 10 menit, 15 menit, sampai setengah jam gw menunggu gw dan teman-teman gw gak ngeliat lia keluar, dengan motor ataupun dengan mobil . Apa mereka masih di dalem ? atau pakai mobil lain? Hari itu jadi hari yang sama dengan hari saat gw memergoki putri selingkuh di depan gw, ditemani lia, dan sekarang lia sama posisinya dengan putri. Akhirnya gw sms lia,
Gw: yank, aku liat kamu loh di B*M
Lia: maaf yank aku bohong, iya aku di BSM
Gw: sama siapa? terus sekarang lagi dimana?
Setelah beberapa lama, sms gw gak dibalas-balas, gw telepon juga gak diangkat-angkat, perasaan gw makin hancur, hari sudah gelap, beberapa teman gw masih menemani gw dan menyuruh gw untuk pulang aja. Akhirnya gw pulang dengan hati yang hancur, lagi. Setelah sampai rumah gw pun mandi, lalu pergi kekamar dan mengecek HP kembali, namun tidak ada sms atau telepon dari lia. gw pun mengsms lia kembali.
Gw: yank, aku liat tadi kamu sama cowo, dia siapa?
Gw: bales dong yank
Gw: apa dia cowo kamu juga?
Beberapa sms gw pun terkirim, tapi tidak ada balasan dari lia. Gw pun cape, lelah, karena memikirkan lia akhirnya ge terlelap. Pagi harinya gw bangun mandi sarapan lalu pergi ke sekolah. Tidak lupa gw cek HP, tetap sama, masih tidak ada balasan dari lia. Lia menjadi berubah 180derajat setelah kepergok bohong ke gw. Gw pun pergi ke sekolah, belajar, belajar dan belajar, sampai saat pulang sekolah. Gw pun bingung, antara pulang, atau diam di sekolah bersama beberapa teman yang lain, bermain bola atau ke warnet. Gw pun memilih diam di pinggir lapangan basket melihat teman-teman gw bermain sambil sesekali melihat ke jalan raya melihat siswi-siswi dari sekolah lain pulang sekolah
Saat sedang duduk-duduk, sebuah mobil masuk ke dalam sekolah gw, mobil yang gw kenal. Ya, itu mobil lia. Dengan polosnya dia masuk ke sekolah gw, parkir lalu clingak-clinguk mencari seseorang sampai akhirnya dia melihat gw di pinggir lapangan, lalu dia datang ke arah gw dengan muka yang sedikit cemas. Teman-teman gw yang lain dan siswa kelas lain, bengong-bengong. Gw pun sebenernya malu
lia kini berdiri di depan gw, gw masih duduk lalu gw tersenyum
Lia: aku mau jelasin semuanya
Gw: duduk dulu sini, gak apa-apa kan kotor sedikit, gak ada kursi soalnya
Lia: gak apa-apa disini kok, asal sama kamu ( lalu dia duduk di sebelah gw )
Gw: sebenernya semuanya udah jelas, tapi kalo kamu mau cerita, cerita aja
Lia: maafin aku, semenjak kamu sms itu, aku langsung takut bales sms kamu, takut angkat telepon kamu
Gw: takut apa?
Lia: takut kehilangan kamu ( kini matanya mulai berkaca-kaca )
Gw: terus cowo itu? siapa?
Lia: dia....
Quote:
Lia: sampe juga, pegel

Gw: yaudah yu masuk istirahat dulu,
Lia: iya, mau nonton film dong yank

Gw: film apalagi ? emang punya film baru?
Lia: titanic lagi aja

Gw: hmmm ( perasaan gw gak enak nih )
Lia: ya ya ya

Gw: iya gimana ayank aja. ga takut emang nonton di bawah lagi ?

Lia: nontonnya di kamar kamu kan

Gw:

Lia: malah bengong, ayo

Gw: iya iya
Gw dan lia pun masuk ke rumah, lalu lia mencari-cari film titanic yang sudah entah berapa kali dia tonton lalu membawanya ke kamar atas, kamar tamu tempat gw tidur. Film pun dimulai, memang benar tingkah lakunya berbeda, lia lebih manja dari biasanya, tiduran di paha gw dan ingin rambutnya di elus-elus

Quote:
Lia: rame ya

Gw: iya rame, sampe hafal aku dialog nya

Lia: hahaha, aku lebih hafal

Gw: ya terus kenapa nonton ini

Lia: biarin aja
daripada film horor 
Gw: horor aja yuk, dikamar ini , gak takut kan

Lia: gak mau ah

Gw:

Lalu adegan demi adegan di film titanic pun muncul ( U know what
)Gw: ........

Lia: .........
Gw: yank pegel
Lia: bentar ( dusek dusek di celana gw )
Gw: ih geli lah

Lia: hahaha, mana yg geli ? ini? ( dipegang paha gw )
Gw: ih
geli 
Lia: ih masa segitu aja geli hahahah

Gw: coba deh aku pegang paha kamu , pasti geli
Lia: emang berani?
berani aku tabok 
Gw: engga berani

Lia: hahahaha, eh yank

Gw: apa?

Lia: sini deketan

Gw: apa sih ?

Lalu cupppp
( u know lah apa ya
)Gw: ...........
Lia:

Lalu terjadi lagi, kali ini lebih lama
( sebenernya ada kejadian yang lain, tapi gak enak gw ceritain, nanti ni cerita malah jadi cerita semi
. Tapi gak sampe kesana kok gan
)Quote:
Gw: eh yank, maaf

Lia: gpp
baru kamu kokGw: masa? baru aku?
Lia: iya ih

Gw: yaudah nonton lagi aja

Lia: aku tidur disini aja ya ama kamu
Gw: gak mau ah,
Lia: kenapa?

Gw: nanti kamu tidur di atas aku dibawah

Lia: hahaha, ya emang maunya gimana?
Gw: aku diatas kamu dibawah

Lia: enak aja

Gw: hahaha

Hari pun mulai malam, kami berdua mengantuk lalu pergi tidur, gw di bawah dan lia di atas kasur
. Kadang ge berfikir, pacar gw cantik, baik, punya segalanya, orang tua juga baik tapi kenapa mau ama gw? gw juga bingung
Pagi pun tiba, gw pun terbangun, lalu melihat lia masih terlelap. Emang sih masih pagi banget, tapi gw udah bangun, susah buat tidur lagi. Gw pun pergi ke kamar mandi di luar kamar, cuci muka sikat gigi lalu kembali ke kamar, akhirnya gw menyalakan tv dan menonton kartun
( hari minggu jaman dulu tv isinya kartun semua
) setengah jam kemudian, lia bangunQuote:
Lia: pagi sayang hoammmm
Gw: pagi, tidur apa mati yank?

Lia: heh, sembarangan

Gw: becanda
udah bangun, cuci muka dulu sanaLia: bentar lagi, ( lalu menarik selimutnya )
Gw: bangun ah, ( menarik semua selimutnya
)Lia: dingin

Gw: hahaha, yaudah bangun,
Lia: bentar lagi yank, sini deh sini naik
Gw: ngapain?
Lia: peluk, dingin

Gw: ah ada-ada aja ( lalu gw naik ke atas kasur )
Lia: masuk ke selimut sini
Gw: iya, ( lalu selimutan lagi )
Lia: ( merem sambil meluk gw )
Gw: tidur lagi?
Lia: bentar aja
Gw: ............. ( sambil nonton TV )
Sebenernya di posisi gini cowo mana sih yang kuat, ane juga ga kuat, ya ditahan-tahan aja
Gw bisa ngerasain hangatnya badan lia, muka polos lagi tidur, dan bau ilernya
Sekitar 10menit kemudianQuote:
Lia: yank ( merem )
Gw: hemmm , eh kirain tidur

Lia: engga, cuma merem aja
Gw: kenapa?
Lia: sayang gak ama aku?
Gw: ko nanya lagi, ya jelas sayang banget
Lia: masa?
Gw: iyaa beneran
Lia: cium kalo gitu ( bibirnya monyong tapi sambil merem )
Gw: gak mau ah bau iler

Lia: ah si ayank ( sekarang dia bangun, ikutan nonton kartun bareng gw
)Beberapa menit kemudian lia bangun dan berdiri dari kasur
Quote:
Gw: kemana?
Lia: cuci muka dulu ah, ga enak minyakan

Gw: ohh, yaudah sana
Gw pun menonton tv kembali, lalu lia datang, tentunya di kamar mandi lebih lama daripada gw

Lia: geser ( masuk ke selimut lagi )
Gw: masa masuk selimut lagi? kan udah cuci muka ?
Lia: dingin ih

Gw: yaudah gimana ayank aja deh, yank mau aku bikinin sarapan ga? mau apa?
Lia: mauuuu
apa aja deh 
Gw: yaudah nanti ya aku bikinin

Lia: iya iya , yank, masih bau iler ga?
Gw: engga, udah wangi

Lia: yaudah cium dong, masa pagi-pagi belum dikasih cium

Gw: cuppp ( ciuman di pipi ) pagi sayang

Lia: ah di pipi, ini belum yank ( menunjuk bibirnya )
Gw: cuppp ( kecup doang )
Lia: cuma segitu ?

Gw: maunya segimana

Lia: gini nih
Cupppp ( U know lah
)Gw: hahaha, pagi-pagi udah ngajak berantem aja

Lia:

Gw: sarapan yuk yank
Lia: bentar lagi ah
Gw: kan mesti masak dulu
Lia: oh iya ya, kamu mau masak kan ya? mau masak apa yank?

Gw: gak tau

Lia:

Gw: liat di dapur aja ada apa
Lia: pengen nasi goreng yank

Gw: yaudah bikin nasi goreng aja, yang gampang

Lia: yaudah yuk turun ke bawah
Gw: yukk
Lalu gw dan lia pergi ke dapur di lantai bawah, masih sama seperti biasa, lia pun sambil belajar bagaimana cara membuat nasi goreng, dan selalu memuji masakan yang gw buat, entah emang rasanya memang enak, atau cuma biar gw seneng aja, ya cuma dia yang tau, tapi menurut lidah gw sih, masakan gw enak
. Hari minggu ini gw habiskan di rumah lia karena orang tuanya gak ada, sebenernya gw ama lia jarang banget ketemu setelah ada orang tuanya, gak sama seperti saat orang tuanya liburan. Lia hampir tiap hari datang ke sekolah gw, kadang gw di rumahnya, sekarang dia ke sekolah gw juga jarang, gw ke rumahnya apalagi, bukan karena gw takut sama orang tuanya, tapi perasaan gak enak gw terhadap mereka. Walaupun terkadang lia sering bilang, cuek aja, tapi tetep aja batin gw berkata lain. Seolah ingin berkata "aku ini siapa, kamu ini siapa" lalu perasaan gak enak itu pun muncul. Setelah hari agak sore gw pun pamit pulang ke rumah, lia pun seperti biasa mengantar ke jalanan yang ada angkot. Gw pun pulang, karena besok gw harus bersekolah kembali seperti biasanya. Hari-hari gw bersama lia hampir tidak ada pertengkaran, tidak ada masalah. Ya sebenernya ada, tapi mungkin cuma 5% pertengkarang dari 100% hubungan kami. Berpacaran dengan lia pun hampir sama dengan putri, dihabiskan dengan sms dan telepon pada malam harinya, gak ada kata bosan, dan lia gak pernah mengucapkan "pacaran kita kok kaya gini-gini aja ya? aku bosen" Gw gak pernah denger itu dari dia. Yang gw tau selama gw pacaran sama dia selalu nyaman, tanpa masalah, hingga suatu hari. Gw selesai pulang sekolah, gw lupa hari itu hari apa yang jelas gw pulang sore banget, sekitar jam 4 sore. Beberapa teman sekelas gw mengajak untuk menonton di bioskop, beberapa teman lagi mengajak untuk sekedar nongkrong. Dan akhirnya gw memilih untuk nongkrong-nongkrong aja di sebuah mall yang sama. Entah kebetulan atau kenapa kejadian ini benar adanya terjadi dan gw masih ingat betul. Saat itu gw sedang duduk-duduk menikmati angin sepoi-sepoi senja di lantai paling atas. Tiba-tiba sms gw berbunyi, sms dari teman sekelas gw, panggil saja dia Dinan.
Quote:
Dinan: ndra, gw kayanya liat cewe lu si lia yang waktu di goyobod itu
Gw: yang bener? gak salah liat?
Dinan: kayanya, gw sih inget ga inget mukanya, tapi kayanya iya.
Gw: dimana nan?
Dinan: di lantai 3 di gramedia
Gw pun mengsms lia, bertanya dia ada dimana? dan jawaban dia
Gw: yank, lagi apa?
Lia: lagi dikamar aja gak ngapa-ngapain, kenapa yank?
Gw: gak apa-apa. jangan lupa makan
Lia: ok yank
Begitulah kira-kira sms dari lia. Pengakuan lia dia ada di rumahnya. Kata temen gw lia ada di lantai 3 di gramedia. Sungguh mencurigakan. Gw pun mengajak teman gw untuk mencari lia, apa benar yang diliat temen gw lia ada di gramedia? Gw pun berada di depan gramedia, agak deg-deg an memang, peristiwa ini mengingatkan gw ama putri dulu. Namun gw gak ngeliat ada lia di sana, sampai gw masuk dan mencari tetapi tetap gak ada. Ah tenang batin gw, ternyata teman gw salah liat. Gw pun memutuskan ke lantai bawah untuk pulang, karena teman-teman gw yang lain sebentar lagi selesai nonton televisi.
Setelah di bawah, dan beberapa saat kemudian, teman-teman gw sudah selesai menonton, dan semuanya bersiap untuk pulang. Saat di parkiran, menunggu teman-teman gw mengambil motornya, gw pun bengong-bengong sambil liat orang-orang yang berjalan atau sekedar mengobrol, dan dari lantai atas gw melihat seorang wanita, bersama dengan seorang cowo . keduanya masih menggunakan seragam, namun ditutup dengan jaket dan mereka berpegangan tangan menuruni tangga, dia adalah lia. Rasa ini kembali terulang, rasa saat bersama putri dulu. Kenapa gw selalu diperlakukan cewe seperti ini? gw gak ngerti. Gw pun telepon dia dari jau dengan tetep memandanginya dari jauh. Lia mengeluarkan HPnya, tapi telepon gw gak diangkat. Teman-teman gw pun berkata, "udah samperin aja", ada yang bilang juga "udah biarin aja" Akhirnya lia dan cowo itu menghilang entah kemana, mungkin ke parkiran mobil, dan akhirnya teman-teman gw berkata untuk mengunggu lia di depan mall, di depan jalan. Seengaknya lia ngeliat gw, dan dia ketauan bohong.
Gw pun menunggu di depan jalan, dekat dengan pos polisi. Anehnya 10 menit, 15 menit, sampai setengah jam gw menunggu gw dan teman-teman gw gak ngeliat lia keluar, dengan motor ataupun dengan mobil . Apa mereka masih di dalem ? atau pakai mobil lain? Hari itu jadi hari yang sama dengan hari saat gw memergoki putri selingkuh di depan gw, ditemani lia, dan sekarang lia sama posisinya dengan putri. Akhirnya gw sms lia,
Quote:
Gw: yank, aku liat kamu loh di B*M
Lia: maaf yank aku bohong, iya aku di BSM
Gw: sama siapa? terus sekarang lagi dimana?
Setelah beberapa lama, sms gw gak dibalas-balas, gw telepon juga gak diangkat-angkat, perasaan gw makin hancur, hari sudah gelap, beberapa teman gw masih menemani gw dan menyuruh gw untuk pulang aja. Akhirnya gw pulang dengan hati yang hancur, lagi. Setelah sampai rumah gw pun mandi, lalu pergi kekamar dan mengecek HP kembali, namun tidak ada sms atau telepon dari lia. gw pun mengsms lia kembali.
Quote:
Gw: yank, aku liat tadi kamu sama cowo, dia siapa?
Gw: bales dong yank
Gw: apa dia cowo kamu juga?
Beberapa sms gw pun terkirim, tapi tidak ada balasan dari lia. Gw pun cape, lelah, karena memikirkan lia akhirnya ge terlelap. Pagi harinya gw bangun mandi sarapan lalu pergi ke sekolah. Tidak lupa gw cek HP, tetap sama, masih tidak ada balasan dari lia. Lia menjadi berubah 180derajat setelah kepergok bohong ke gw. Gw pun pergi ke sekolah, belajar, belajar dan belajar, sampai saat pulang sekolah. Gw pun bingung, antara pulang, atau diam di sekolah bersama beberapa teman yang lain, bermain bola atau ke warnet. Gw pun memilih diam di pinggir lapangan basket melihat teman-teman gw bermain sambil sesekali melihat ke jalan raya melihat siswi-siswi dari sekolah lain pulang sekolah

Saat sedang duduk-duduk, sebuah mobil masuk ke dalam sekolah gw, mobil yang gw kenal. Ya, itu mobil lia. Dengan polosnya dia masuk ke sekolah gw, parkir lalu clingak-clinguk mencari seseorang sampai akhirnya dia melihat gw di pinggir lapangan, lalu dia datang ke arah gw dengan muka yang sedikit cemas. Teman-teman gw yang lain dan siswa kelas lain, bengong-bengong. Gw pun sebenernya malu
lia kini berdiri di depan gw, gw masih duduk lalu gw tersenyum Quote:
Lia: aku mau jelasin semuanya
Gw: duduk dulu sini, gak apa-apa kan kotor sedikit, gak ada kursi soalnya
Lia: gak apa-apa disini kok, asal sama kamu ( lalu dia duduk di sebelah gw )
Gw: sebenernya semuanya udah jelas, tapi kalo kamu mau cerita, cerita aja
Lia: maafin aku, semenjak kamu sms itu, aku langsung takut bales sms kamu, takut angkat telepon kamu
Gw: takut apa?
Lia: takut kehilangan kamu ( kini matanya mulai berkaca-kaca )
Gw: terus cowo itu? siapa?
Lia: dia....
sormin180 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Kutip
Balas