Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#49
Spoiler for jangan dibuka:


PART 9


Sesampainya gue dirumah, gue kasih itu nasi goreng pesenan bokap. Ternyata nyokap rewel juga kepingin nasi goreng. Lah, gak pesen juga sih. Gue merasa bersalah gak beliin nyokap juga. Maafin Bas ya mamah emoticon-Frown setelah gue cuci muka, ambil air wudhu dan sholat isya, gue pun merebahkan diri sambil SMS kanjeng Anin.

Quote:


Gue pasang headset, dan gue puter lagu yang ada di handphone gue kemudian gue mulai merasa ngantuk kayak dininaboboin. Antara ngantuk-ngantuk ayam itu mendadak handphone gue berbunyi. Ada SMS ternyata.

Quote:


Setelah SMSan cukup panjang itu akhirnya Anin gak bales SMS gue, ketiduran mungkin. Gue senyum-senyum sendiri membayangkan gue jalan sama cewek secantik Anindya. Oya, mungkin reader-reader ada yang bertanya, Anin udah punya cowok apa belum. Gue beberapa waktu sebelumnya pernah bertanya lewat telepon ke Anin, dan Anin bilang dia lagi gak punya cowok. Alesannya sih sebelumnya pengen konsen lulus UN dan SNMPTN dulu. Terus gue tanyain lagi, ada cowok yang lagi deket apa nggak. Dia bilang ada yang lagi deketin dia, tapi dia gak minat soalnya bukan stylenya dia, dan dia perokok. Untunglah selama gue hidup gue belum pernah ngisep rokok emoticon-Cool

Gue skip ya ke hari gue pertama kali jalan sama Anin. Gue sengaja milih nonton yang jam tayangnya agak sore, jadi biar kita berdua bisa pulang dulu kerumah dan ganti seragam, sekalian istirahat sebentar. Maklum rumah gue dan Anin sama-sama cukup jauh dari pusat kota. Sore-sore itu gue berdandan seganteng mungkin dan naik motor kesayangan gue menuju rumah Anin. Gak lama kemudian gue sampai di rumah Anin dan membunyikan bel, kemudian dari sela-sela pagar gue liat ada yang keluar bukain pagar buat gue. Ternyata Anin. Dan disitu gue melongo lagi. Anin pake kaos warna putih bertuliskan apa gitu gue lupa, dan pake cardigan hitam, serta pake jeans warna gelap. Rambutnya dikuncir ekor kuda seperti biasa dan ada beberapa helai rambutnya yang menjuntai didepan telinga seperti kemarin pada saat gue kesini untuk pertama kalinya. Sumpah disitu Anindya cantik bangeeeeet. emoticon-Genit

Anin liat gue didepan pagar, kemudian pagar itu dibuka sedikit, dan kepalanya terjulur keluar. Mukanya tengil. Gue cengengesan.

Quote:



Gue lepas sepatu, dan gue masuk ke ruang tamu rumah Anin. Didalem itu gue dipersilakan duduk, sambil nunggu Anin siap-siap. Biasalah, cewek, kalau mau pergi pasti dandannya lama. Gue penasaran dia mau dandan kayak apa lagi ya, dandan belum beres aja dia udah keliatan cantik banget. 10 menit kemudian Anin keluar, di pundaknya tergantung tas warna coklat tua. Gue melongo. Gak ada yang berubah. Jadi buat apa 10 menit itu. emoticon-Frown emoticon-Frown

Gue pun berangkat ke mall di pusat kota, dengan boncengin Anin tentunya. Anin ternyata dirumah juga punya helm cadangan, jadi gue gak perlu bawain helm dari rumah. Sampe di mall, gue dan Anin langsung menuju bioskop di lantai 3. Gue dan anin masuk, kemudian melihat daftar film-film yang terpampang diatas loket. Buset isinya kalo gak pocong, kuntilanak ya kesurupan emoticon-Nohope Ini gak ada tema film yang lain apa yak, pikir gue. Ternyata ada Narnia, jadilah gue dan Anin sepakat nonton tuh film daripada harus mantengin guling loncat-loncat.

Gue pun antri di loket, untuk beli tiket (kayak lagunya P-Project jaman dulu emoticon-Big Grin), sementara Anin beli snack. Gak lama kemudian Anin nyamperin gue yang masih ngantri di urutan tengah-tengah. Gue liat Anin bawa popcorn 2 biji, bawa coklat, sama minuman 2. Nih cewek hobi makan juga ya, pikir gue sambil melongo liatin bawaan Anin.

Quote:


Gue senyum-senyum aja. Gak lama kemudian tibalah giliran gue beli tiket. Gue pilih bangku yang agak tengah, soalnya sudah lumayan penuh. Setelah dapat tiket, gue berbalik dan jalan agak jauh. Disitu gue baru sadar, Anin gak disebelah gue. Celingukan gue ke kanan-kiri-belakang, dan gue liat Anin berdiri sekitar 5 meter dibelakang gue sambil cemberut.

Quote:


Gue tersenyum, dan menghampiri Anin. Gue mengulurkan tangan dan dia nyambut uluran tangan gue. Kita bergandengan.

Quote:


Kemudian gue dan Anin duduk di bangku yang agak longgar. Gue duduk di tengah, sebelah gue ada ibu-ibu gemuk duduk, dan Anin duduk di ujung kursi. Lama kelamaan gue ngerasa tuh ibu-ibu semakin menginvasi tempat duduk gue. Gue berbisik ke Anin,

Quote:

workshop486
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 8 lainnya memberi reputasi
9
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.