Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.9KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#39
PART 8


Dalam perjalanan gue kerumah Anin, gue memutuskan untuk beliin Anin martabak manis. Kalo disini namanya kue bandung. Lain tempat lain namanya ya, padahal bentuknya mah sama aja. Karena gue tau Anin doyan sama yang namanya coklat, gue beliin martabak manis coklat keju. Waktu abang-abangnya yang jual lagi masukin itu martabak manis ke kotaknya, tanpa sadar air liur gue netes emoticon-Ngakak (S) Buru-buru gue lap sebelum ada orang yang ngeliat gue ngiler didepan gerobak martabak manis. Malu-maluin ya biarin deh, itu tandanya nafsu makan gue masih normal. emoticon-Stick Out Tongue

Sampe dirumah Anin, gue parkirin motor didepan pagar rumahnya, dan gue pencet bel yang ada dibagian samping atas pagar itu. Gak lama kemudian ada seorang ibu-ibu agak tua yang keluar. Gue gak berani berkonspirasi siapa nih ibu-ibu. Ntar kalo gue perlakukan kayak bibi pembantu rumah tapi ternyata ini neneknya Anin atau malah ini mamanya Anin kan berabe, bisa-bisa gue dilaporin polisi kena pasal pencemaran nama baik. emoticon-Hammer Maka gue putuskan mengambil langkah netral.

Quote:


Pagar pun dibuka dan gue masuk kerumah. Gue copot sepatu dan gue dipersilakan masuk keruang tamu. Ibu-ibu tadi pun nyuruh gue untuk nunggu, Anin mau dipanggilin dulu, katanya. Gue pun duduk dan menunggu Anin keluar. Gak lama kemudian gue bener-bener dibikin melongo sama pemandangan yang ada didepan mata gue. Anin keluar, dia pakai kaos putih ketat, hotpants warna beige, rambut dikuncir kuda dengan beberapa helai rambut dibiarkan jatuh menjuntai didepan telinganya dan masih dengan gelang etnik ditangannya. Subhanallah. emoticon-Genit

Quote:


Setelah ngomong gitu Anin berdiri, dan bawa itu martabak manis ke dalem. Sebelum masuk pintu kedalem gue ngomong.

Quote:


Anin kemudian berlalu kedalam. Gue membetulkan posisi duduk gue di sofa ruang tamu rumah Anin, dan mulai memandang sekeliling. Di ruang tamunya itu ada beberapa foto keluarga besar Anin. Ada juga foto 2 cewek kecil duduk bersebelahan, yang gue tebak itu adalah Anin dan adiknya. Disamping foto-foto itu ada kaligrafi besar bertuliskan Ayat Kursi. Saat gue asik memandangi ruang tamu itu, tau-tau Anin sudah datang dan duduk disamping gue sambil bawa piring.

Quote:


Setelah insiden martabak manis nyasar jadi upil itu kemudian gue sama Anin ngobrol-ngobrol banyak. Gue agak lupa sama apa yang kita obrolin disini makanya gue gak berani nulis panjang-panjang. Takut dicubit Anin lagi. Sampe gak sadar ternyata udah jam setengah 10 malem. Karena gak enak sama orang rumahnya Anin, gue pamit pulang. Gue keluar dan pake jaket sama helm, kemudian nangkring diatas motor sementara Anin berdiri didepan gue.

Quote:


Pulanglah gue kerumah. Di perjalanan itu gue terngiang-ngiang kata-kata Anin yang tadi, “ntar kalo sampe rumah SMS ya”. Ah, apa gue sedang jatuh cinta ya? Mungkin.

Mendadak gue inget pesanan bokap. Buru-buru gue putar balik dan gue mampir ke warung nasi goreng yang tadi gue lewatin setelah pulang dari rumah Anin. Gue berhenti di warung nasi goreng itu, gue parkirin motor, dan copot helm. Kemudian gue berdiri di samping gerobak tukang nasi goreng ini.

Quote:



Gue merinding, jangan-jangan nih tukang nasi gorengnya homo. emoticon-Hammer
workshop486
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.