Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#5
PART 4

Mendadak ada yang nepuk pundak gue sambil teriak kayak ngegep maling kutang.

Quote:


Temen gue ini nama aslinya Yogi, cuman dipanggil Ompong gara-gara dia dulu pernah jatuh pas ngebut naik motor, sampe giginya ompong 3 biji. Orangnya emang rada-rada separo doang otaknya, itupun dari separo otak, separonya sendiri dibuat mikir jorok. Lumayan ganteng sih emoticon-Betty (S) stok gebetan banyak banget. Tapi ya itu, stok doang, gak ada yang nyangkut. Gue kadang heran apa giginya yang rontok itu yang bikin dia gak hoki sama cewek. Si Ompong ini gak mampir lama di meja kami, soalnya dia sudah ditunggu sama anak-anak lain yang gue gak begitu deket. Mereka mampir sih, cuman sekedar say hello aja.

Setelah Ompong dkk pergi, gue baru kepikiran sesuatu. Mungkin gak ya si Ompong kenal sama Anin? Satu pertanyaan yang harus gue temuin jawabannya secepat mungkin nih.

Quote:


Selama pembicaraan temen-temen gue itu memang gue gak ikut ngomong. Gue lebih banyak penasaran sama sosok Anin yang hari ini sering SMSin gue seakan dia selalu ada di sekeliling gue. Memang gue belum cerita ke anak-anak tentang sosok baru bernama Anindya ini. Gue sudah bisa nebak lah komentar mereka pasti gak jauh-jauh dari dunia lain. Nanti aja gue ceritakan semuanya kalo sudah jelas siapa Anindya Putri ini.

Mendadak gue inget belum bales SMS Anin. Langsung gue bales itu SMS tanpa pikir panjang.

Quote:


Gue ketik kata-kata tambahan “ketemuan yuk”, tapi cuma bertahan 5 detik, sebelum akhirnya gue hapus lagi kata-kata itu dan gue pencet tombol Send. Gue belum siap ketemu Anin, entah kenapa. Setidaknya kalo gue ketemu sama Anin, gue mau ketemu sendirian.

Setelah makan itu gue ngajak anak-anak cabut. Gue ngantuk. Lagian memang waktu itu sudah menjelang maghrib, dan nyokap udah SMS gue nanyain gue ada dimana. Langsung lah gue pulang kerumah, karena memang rumah gue agak jauh dari pusat kota. Sesampainya dirumah gue langsung mandi dan sholat maghrib, kemudian gue merebahkan diri di kasur. Gue memejamkan mata, dan mulai kepikiran sosok Anindya lagi. Gue memang belum ngeliat handphone lagi semenjak pulang dari mall itu. Nanti aja lah, pikir gue. Patience nya Guns N’ Roses mengalun pelan dari laptop yang ada disamping gue, dan mengantarkan gue ke alam mimpi.

Gue terbangun karena laptop gue memutar Valley of The Damned nya DragonForce. Intro yang powerful itu yang bikin gue tersadar dari mimpi. Gue liat jam, dan ternyata udah jam 12 lebih, dan gue belum sholat isya. Buru-buru lah gue ambil air wudhu dan kemudian gue sholat. Sehabis sholat gue merasa seger banget, gak ngantuk samasekali. Kemudian gue putuskan untuk nyalain komputer dan internetan, berharap Anindya online malam ini. Gue buka aplikasi Yahoo Messenger di komputer, dan gue tunggu. Memang agak lama buat buka tuh aplikasi soalnya komputernya yang lambat. Sambil nunggu, gue berdiri dan ambil minum. Pas gue kembali lagi di depan komputer, gue liat bulatan kecil disamping nama Anindya Putri menyala terang, dia lagi online. Tanpa pikir panjang gue langsung nyapa dia.

Quote:


Gue tersenyum sendiri dan takjub ternyata pikirannya sama seperti gue. Ini yang membuat gue semakin bertekad buat ketemu langsung dengan Anin. Tanpa gangguan anak-anak tentunya. Karena itu gue beranikan diri untuk menawari Anin ketemuan langsung.

Quote:


Dan percakapan gue malam itu berbuah kesepakatan bahwa nanti siang gue bakal jemput Anin sepulang sekolah. Gak lama setelah itu pun Anin pamit offline, dan mata gue juga sudah mulai merasa berat. Gue matiin komputer dan kemudian gue melanjutkan tidur.
Diubah oleh jayanagari 19-05-2014 20:44
workshop486
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.