Kaskus

Story

jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
You Are My Happiness
You Are My Happiness


Sebelumnya gue permisi dulu kepada Moderator dan Penghuni forum Stories From The Heart Kaskus emoticon-Smilie
Gue akhir-akhir ini banyak membaca cerita-cerita penghuni SFTH dan gue merasa sangat terinspirasi dari tulisan sesepuh-sesepuh sekalian emoticon-Smilie
Karena itu gue memberanikan diri untuk berbagi kisah nyata gue, yang sampe detik ini masih menjadi kisah terbesar di hidup gue.
Mohon maaf kalo tulisan gue ini masih amburadul dan kaku, karena gue baru pertama kali join kaskus dan menulis sebuah cerita.

Dan demi kenyamanan dan privasi, nama tokoh-tokoh di cerita ini gue samarkan emoticon-Smilie




Orang bilang, kebahagiaan paling tulus adalah saat melihat orang lain bahagia karena kita. Tapi terkadang, kebahagiaan orang itu juga menyakitkan bagi kita.
Gue egois? Mungkin.
Nama gue Baskoro, dan ini kisah gue.



Quote:


Quote:
Diubah oleh jayanagari 11-08-2015 11:18
rukawa.erikAvatar border
devanpancaAvatar border
gebby2412210Avatar border
gebby2412210 dan 49 lainnya memberi reputasi
48
2.2M
5.1K
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
jayanagariAvatar border
TS
jayanagari
#1
PART 1


Bulan Mei 2008.
Saat itu gue baru saja menyelesaikan apa yang dianggap oleh anak-anak jaman sekarang sebagai momok terbesar kehidupan. Ya, apalagi kalau bukan Ujian Nasional. Gue menyelesaikan UN itu dengan tanpa beban. Bukan pasrah, tapi gue percaya gue sudah mengusahakan yang terbaik sampe batas kemampuan gue dan sisanya gue serahkan pada yang diatas. Gue percaya Tuhan gak akan ninggalin orang yang mau berusaha dan berdoa. Dan tentu saja doa orang tua gue merupakan bahan bakar yang gak ternilai buat gue.

Waktu itu gue kelas 3 SMA. Gue bersekolah di salah satu kota terbesar di Jawa Tengah. Meskipun gue gak lahir disini, tapi gue merasa kota inilah kota kelahiran gue. Banyak kenangan yang ada di kota ini. Mungkin terlalu banyak. Orang tua gue pegawai negeri sipil, dan gue 2 bersaudara. Kakak gue cowok, selalu ada aja friksi antara kami berdua. Tapi gue tau jauh didalam hati kakak gue itu selalu klop dengan apa yang gue pikirkan.

Masa SMA gue bisa dibilang sangat bahagia. Disini gue punya 3 sahabat yang selalu nempel satu sama lain, termasuk gue.
Ari, ini dia sahabat gue yang punya cerita cukup konyol sama gue. Silakan bayangkan ada 2 anak yang bertetangga selama 12 tahun tapi gak saling mengenal satu sama lain, dan baru kenal disaat salah satunya sudah pindah dari situ. Ya, itulah gue dan Ari. Dia ini anaknya easy going, suka nyeletuk gak jelas, dan hobinya nyanyi-nyanyi sambil tidur (ya, sambil tidur) di kelas. Paling doyan ngomong “misyu” ke orang, asalnya dari kata “miss you” pastilah ya. Si Ari ini anak terakhir dari 3 bersaudara. Kakak-kakaknya sudah berkeluarga, dan itu bikin dia pengen cepet-cepet nikah. Ari ini otaknya encer, bisa menerima materi apapun yang diberikan guru dengan cepat, termasuk materi berupa lemparan kapur gara-gara dia ketiduran. emoticon-Ngakak (S)

Arya, ini sahabat gue yang paling gak bisa diem sampe sekarang. Paling bisa ngelawak, dan kalo udah ngakak, bisa ngalahin toa tukang bakpao yang lewat di komplek rumah. Anak kedua dari 3 bersaudara, yang mukanya mirip-mirip semua (ya iyalah!). Dia ini lebih bingung kalo ke sekolah gak bawa headset daripada kalo lupa mengerjakan tugas. Begitu bel masuk berbunyi, di saat yang sama juga dia mulai menyumpal kupingnya pake headset dan nyetel lagu-lagu di handphone nya sampe jam istirahat. Arya paling doyan main kerumah gue, entah itu mau nginep, mau pinjem buku atau sekedar numpang boker. emoticon-Ngakak (S)

Reza, ini nih sahabat gue yang paling pendiem diantara kami berempat. Secara fisik, dia emang paling kecil diantara kami berempat. Tapi kalo soal cewek, dia paling kenceng spiknya. Anak kedua dari dua bersaudara. Buat gue, dia ini nih yang style nya paling normal diantara kami berempat. Rambut ya normal gak model jabrik aneh-aneh atau gondrong sana sini, seragam ya selalu dimasukin dan gak pernah pake aksesoris apapun yang jadi “makanan empuk” buat guru-guru. Kadang gue juga heran tuh guru-guru doyan amat nyita gelang-gelang gue, mau dimakan apa dijual lagi gue gak paham. emoticon-Nohope Reza ini orangnya kalem, saking kalemnya kalo dia ngomong gak ada yang sadar kalo dia lagi ngomong sampe akhirnya dia ngegablok kita-kita. emoticon-Ngakak (S)

Waktu itu jam sekolah sudah berakhir, dan kami berempat ngobrol di kantin belakang sekolah. Kami memang punya spot khusus yang jarang ada orang lain menempatinya. Maklum kami kelas 3, jadi anak-anak kelas 1 dan 2 cukup segan buat menempati tempat yang biasa kami tongkrongin.

Quote:


Gue liat sementara si Ari bernegosiasi sama Ibu Kantin tentang es teh panas atau jahe gepuk itu, si Arya asik nyomotin gorengan yang masih panas. Ini nih hobi kami berempat, yang kami sebut Jackass. Makan gorengan panas-panas pake sambel super banyak. Ini mah bukan gorengan pake sambel tapi makan sambel pake gorengan. emoticon-Hammer
Tuh gorengan masih panas soalnya baru diangkat dari wajan, langsung dicomot dan diolesin 5-6 sendok penuh sambel. Entah laper entah gak sadar, Arya langsung gigit tuh gorengan. Jadilah dia kayak naga abis dari dokter gigi. Mangap-mangap gak jelas, nyembur sana sini sambil loncat-loncat. Kita bertiga ngakak aja liat kelakuannya, dan gak ada rasa kasihan sedikitpun, abis emang gak ada alasan buat kasihan sama dia. emoticon-Ngakak (S) Hehehe.

Setelah “badai” gorengan berlalu, barulah kita berempat duduk dan ngobrol-ngobrol. Disini kami sadar bahwa gak lama lagi kami bakal berpisah.

Quote:


Pada waktu itu sih emang kita berempat lagi pada jomblo semua. Gue sempet punya cewek sebentar sebelum itu, tapi ya gak bertahan lama. Gue malah bersyukur gak ada yang harus gue LDR-in kalo seandainya gue nanti beneran kuliah di luar kota.

Setelah ngobrol-ngobrol itu gak lama kita berempat cabut pulang kerumah. Sampe rumah, ternyata rumah kosong. Untung gue bawa kunci yang memang jadi satu sama kunci motor gue. Lalu gue parkirin tuh motor kesayangan gue di garasi dan gue masuk lewat pintu belakang, karena memang kunci pintu belakang ini yang gue punya. Gue pun masuk rumah dan ganti seragam. Setelah itu gue nyalain kompie dan mulai internetan. Pada waktu itu masih jamannya Friendster, dan Facebook belum menjamur seperti sekarang, apalagi Twitter. Gue buka account Friendster gue, dan ngeliat friend request yang ada. Gue scroll kebawah gak ada nama yang gue kenal. Tapi kemudian layar gue terhenti di satu nama.

Anindya Putri.


Dan disinilah cerita gue dimulai.
Diubah oleh jayanagari 20-05-2014 14:02
workshop486
jenggalasunyi
pulaukapok
pulaukapok dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.