- Beranda
- Stories from the Heart
CEREBRO : KUMPULAN CERITA CINTA PAKAI OTAK
...
TS
reloaded0101
CEREBRO : KUMPULAN CERITA CINTA PAKAI OTAK
Judul thread ini ane ganti, sekarang tidak semua cerpennya mengisahkan cinta. Tetapi temanya lebih umum, ada detektif,sci-fi,horor,thriller,drama dan lain-lain yang tidak selalu melibatkan percintaan antar karakternya.
INDEX BARU:
CERITA 2020
AZAB ILMU PELET
MUDIK 2020
Terima kasih untuk Agan Gauq yang sudah membuatkan index cerita ini.
Index by Gauq:
INDEX
INDEX lanjutan
Cerita baru 2019:
KISAH-KISAH MANTAN DETEKTIF CILIK di postingan terakhir halaman terakhir
INDEX PART 3
INDEX PART 4-new
Langsung saja cerpen pertama
Apa yang akan kau lakukan ketika dia yang kaucinta meminta syarat berupa rumah dengan 1000 jendela sebelum menerima cintamu?
Leo merogoh saku belakang celana hitam barunya. Sebuah sisir kecil diambilnya dari kantong itu. Sambil melihat spion, ia merapikan kembali rambut yang sempat dipermainkan angin selama dalam perjalanan, maklum saja kaca pintu depan mobilnya rusak dan hanya bisa ditutup setengahnya saja. Setelah dirasa sudah rapi, Leo dan rambutnya keluar dari roda empatnya kemudian berjalan dengan jantung berdegup kencang menuju rumah nomor 2011 dan menekan belnya. Sang pembantu rumah keluar dan menyapanya
“Oh Mas Leo ”
“Riska-nyaada Bi?”
“Oh ada, sebentar saya panggilkan.”
Beberapa menit kemudian seorang wanita muda cantik berusia 20 tahunan awal keluar, mendapati Leo yang sedang menghirup teh celup panas buatan Bibi.
“Mau pergi ke pestanya siapa? Perasaan teman kita nggak ada yang ulang tahun atau nikah hari ini.”
Tanya Riska.
“Memang tidak ada.”
“Kalau nggak ke kondangan, mengapa pakai baju serapi ini? Sok formal banget. ”
“ Harus formal, kan mau melamar.”
“Ngelamar kerja?”
Leo menggeleng. Jantungnya berdegup makin kencang.
“Bukan.”
“Lalu melamar apa?”
“Kamu.”
Kata Leo sambil bersimpuh dan mengeluarkan sebuah kotak merah berisi cincin emas dengan sebuah berlian berukuran mini di tengahnya. Sementara itu Riska mundur beberapa langkah ke belakang.
“Aku? kita kan nggak pernah pacaran?”
“Tetapi kita sudah saling mengenal belasan tahun Ris. Aku tahu apa yang kamu suka, aku tahu apa yang kamu tidak suka, aku tahu bagaimana kamu selalu menghentakkan kaki kirimu ke tanah ketika mendengar kabar gembira,
aku tahu bagaimana kau selalu mencengkeram erat kertas tisu di tanganmu waktu kau sedang gugup, dan aku tahu aku mencintaimu. ”
“Tapi kamu kan nggak tahu apakah aku juga cinta kamu?
“Karena aku tidak tahu, bagaimana kalau kamu beritahukan padaku sekarang.”
“Mmm, gimana ya? Untuk urusan cinta, apalagi orientasinya nikah. Tentu aku maunya sama pria yang sungguh-sungguh.”
“Cintaku kepadamu sungguhan Ris, bukan bohongan atau tren musiman.”
“Sejak kapan lidah punya tulang?”
“Kau tidak percaya pada kata-kataku?”
“Aku butuh bukti Yo, bukan janji.”
“Baik, bukti seperti apa yang kauminta Ris?”
“Tidak ada yang mustahil untuk orang yang sungguh-sungguh. Demi cinta Shah Jehan mampu menciptakan Taj Mahal untuk istrinya.”
“Lalu apa yang kau inginkan agar mau menjadi istriku Ris?”
“Buatkan aku rumah dengan 1000 jendela.”
“Baik”
“Jika kau mampu menyelesaikannya dalam waktu 24 jam aku akan menerimamu tetapi jika tidak ya kita temenan saja ya Yo.”
“Buat rumah 1000 jendela dalam waktu 24 jam. Sudah itu saja?”
“Memangnya kamu bisa?”
“Akan kucoba semampuku.”
“Baik aku tunggu hasilnya besok. Good luck.”
Leo pun pergi dari halaman rumah itu dan menuju mobilnya sambil mengambil nafas panjang. Ia memacu kendaraannya dan pergi ke beberapa toko kelontong dan toko bangunan. Banyak hal yang dibelinya. Setelah selesai berbelanja, benda-benda itu dibungkus dalam beberapa kantong kresek dan kardus yang dijejalkan ke bagasi mobil.
Pulang ke rumah Ia langsung menuju ke halaman belakang yang luas dan masih berupa lahan kosong yang hanya dihuni oleh rimbun ilalang dan satu dua pohon nangka.
Leo mengambil nafas panjang lalu menghelanya dan mulai bekerja. Ia menurunkan semua barang yang ia beli. Tak lama kemudian suara gaduh dari palu bertemu paku terdengar berulang-ulang hingga malam tiba.
Malam harinya halilintar menyambar, disusul hujan yang turun sederas-derasnya. Air membanjiri halaman belakang yang masih tetap kosong dan hanya dihuni oleh rimbun ilalang dan satu dua pohon nangka.
“Ris bisa mampir kerumah sekarang? ada sesuatu yang mau kuperlihatkan padamu.”
Kata Leo keesokan harinya lewat ponsel yang dijawab dengan gugup oleh Riska.
“I...iya.”
Dalam hati gadis itu berpikir, bagaimana ini? Apa Leo bisa menyelesaikan permintaan yang mustahil itu? Memang sih dia itu baik, cerdas dan tidak sombong tapi Riska tidak mencintainya. Ia memberikan syarat itu dengan tujuan agar Leo gagal dan mereka berdua bisa kembali happily everafter...meskipun hanya di friend zone saja.
Riska sampai di depan rumah Leo dan heran mendapati mobil ayahnya terparkir di halaman. Ketika masuk ke dalam ia mendapati ayahnya sednag bercakap-cakap di beranda bersama Leo.
“Kok Papi bisa ada di sini?”
“Aneh kamu ini Ris, Masak Papi nggak boleh sowan ke rumah calon suamimu?”
“Calon suami? Calon suami apa?”
“Kan kamu sendiri yang mengajukan syarat, kalau Nak Leo bisa membuat rumah yang memiliki 1000 jendela dalam waktu 24 jam, kau akan menikahinya?”
“Memangnya bisa?”
“Nak Leo tunjukkan!”
Leo masuk ke dalam dan mengambil sebuah benda yang ditutup taplak meja.
“Apaan nih?”
Tanya Riska dengan tanda tanya menggantung di atas kepalanya.
“Yang kau minta.”
Kata Leo sambil membuka taplak meja itu dan memperlihatkan sebuah rumah berukuran sedikit lebih besar dari telapak tangan yang terbuat dari ribuan tusuk gigi.
“Papi sudah hitung sendiri jendelanya ada 1000 pas.”
“Tapi ini kan kecil sekali.”
“Di syaratmu tidak disebutkan ukurannya harus besar.”
“Tapi ini...definisi rumah kan tempat tinggal, siapa yang bisa tinggal di rumah sekecil ini. Paling-paling juga semut.”
“Di syarat yang kamu ajukan tidak ada keterangan kalau harus rumah manusia. Rumah semut kan juga termasuk dalam kategori rumah.”
Riska serasa disambar geledek. Ia menyesal mengapa tidak jelas dan detail ketika meminta syarat itu kemarin.
“Papi say something dong, belain Riska?”
“Menurut Papi rumah buatan Nak leo ini sudah memenuhi syarat.”
“Jadi Papi setuju punya menantu seperti dia ini?”
“Tentu saja setuju, kalian sudah kenal dari kecil, Papi juga kenal Nak Leo dari kecil. dia juga cerdas dan pernah magang di kantor kita jadi tahu kultur organisasi kita kayak gimana. Nanti kan bisa bantuin kamu waktu gantiin Papi megang perusahaan.”
“Tidaaaaak!!!!”
Riska pun pingsan karena shock. Otak kanannya seolah mengejek, melakukan bullying bawah sadar terhadapnya sambil terus-menerus berkata.
“Makanya Ris, kalau minta sesuatu itu yang jelas.”
INDEX BARU:
CERITA 2020
AZAB ILMU PELET
MUDIK 2020
Terima kasih untuk Agan Gauq yang sudah membuatkan index cerita ini.
Index by Gauq:
INDEX
INDEX lanjutan
Cerita baru 2019:
KISAH-KISAH MANTAN DETEKTIF CILIK di postingan terakhir halaman terakhir
Spoiler for :
Quote:
INDEX
RUMAH SERIBU JENDELA DI POST INI
SETIA
DEAD OR ALIVE
MAKAN TUH CINTA
KALAU JODOH TAK LARI KEMANA
OUTLIER
MAKAN BATU
TA'ARUF
SETIA
DEAD OR ALIVE
MAKAN TUH CINTA
KALAU JODOH TAK LARI KEMANA
OUTLIER
MAKAN BATU
TA'ARUF
INDEX PART 3
INDEX PART 4-new
Langsung saja cerpen pertama
Apa yang akan kau lakukan ketika dia yang kaucinta meminta syarat berupa rumah dengan 1000 jendela sebelum menerima cintamu?
Spoiler for :
RUMAH SERIBU JENDELA
Leo merogoh saku belakang celana hitam barunya. Sebuah sisir kecil diambilnya dari kantong itu. Sambil melihat spion, ia merapikan kembali rambut yang sempat dipermainkan angin selama dalam perjalanan, maklum saja kaca pintu depan mobilnya rusak dan hanya bisa ditutup setengahnya saja. Setelah dirasa sudah rapi, Leo dan rambutnya keluar dari roda empatnya kemudian berjalan dengan jantung berdegup kencang menuju rumah nomor 2011 dan menekan belnya. Sang pembantu rumah keluar dan menyapanya
“Oh Mas Leo ”
“Riska-nyaada Bi?”
“Oh ada, sebentar saya panggilkan.”
Beberapa menit kemudian seorang wanita muda cantik berusia 20 tahunan awal keluar, mendapati Leo yang sedang menghirup teh celup panas buatan Bibi.
“Mau pergi ke pestanya siapa? Perasaan teman kita nggak ada yang ulang tahun atau nikah hari ini.”
Tanya Riska.
“Memang tidak ada.”
“Kalau nggak ke kondangan, mengapa pakai baju serapi ini? Sok formal banget. ”
“ Harus formal, kan mau melamar.”
“Ngelamar kerja?”
Leo menggeleng. Jantungnya berdegup makin kencang.
“Bukan.”
“Lalu melamar apa?”
“Kamu.”
Kata Leo sambil bersimpuh dan mengeluarkan sebuah kotak merah berisi cincin emas dengan sebuah berlian berukuran mini di tengahnya. Sementara itu Riska mundur beberapa langkah ke belakang.
“Aku? kita kan nggak pernah pacaran?”
“Tetapi kita sudah saling mengenal belasan tahun Ris. Aku tahu apa yang kamu suka, aku tahu apa yang kamu tidak suka, aku tahu bagaimana kamu selalu menghentakkan kaki kirimu ke tanah ketika mendengar kabar gembira,
aku tahu bagaimana kau selalu mencengkeram erat kertas tisu di tanganmu waktu kau sedang gugup, dan aku tahu aku mencintaimu. ”
“Tapi kamu kan nggak tahu apakah aku juga cinta kamu?
“Karena aku tidak tahu, bagaimana kalau kamu beritahukan padaku sekarang.”
“Mmm, gimana ya? Untuk urusan cinta, apalagi orientasinya nikah. Tentu aku maunya sama pria yang sungguh-sungguh.”
“Cintaku kepadamu sungguhan Ris, bukan bohongan atau tren musiman.”
“Sejak kapan lidah punya tulang?”
“Kau tidak percaya pada kata-kataku?”
“Aku butuh bukti Yo, bukan janji.”
“Baik, bukti seperti apa yang kauminta Ris?”
“Tidak ada yang mustahil untuk orang yang sungguh-sungguh. Demi cinta Shah Jehan mampu menciptakan Taj Mahal untuk istrinya.”
“Lalu apa yang kau inginkan agar mau menjadi istriku Ris?”
“Buatkan aku rumah dengan 1000 jendela.”
“Baik”
“Jika kau mampu menyelesaikannya dalam waktu 24 jam aku akan menerimamu tetapi jika tidak ya kita temenan saja ya Yo.”
“Buat rumah 1000 jendela dalam waktu 24 jam. Sudah itu saja?”
“Memangnya kamu bisa?”
“Akan kucoba semampuku.”
“Baik aku tunggu hasilnya besok. Good luck.”
Leo pun pergi dari halaman rumah itu dan menuju mobilnya sambil mengambil nafas panjang. Ia memacu kendaraannya dan pergi ke beberapa toko kelontong dan toko bangunan. Banyak hal yang dibelinya. Setelah selesai berbelanja, benda-benda itu dibungkus dalam beberapa kantong kresek dan kardus yang dijejalkan ke bagasi mobil.
Pulang ke rumah Ia langsung menuju ke halaman belakang yang luas dan masih berupa lahan kosong yang hanya dihuni oleh rimbun ilalang dan satu dua pohon nangka.
Leo mengambil nafas panjang lalu menghelanya dan mulai bekerja. Ia menurunkan semua barang yang ia beli. Tak lama kemudian suara gaduh dari palu bertemu paku terdengar berulang-ulang hingga malam tiba.
Malam harinya halilintar menyambar, disusul hujan yang turun sederas-derasnya. Air membanjiri halaman belakang yang masih tetap kosong dan hanya dihuni oleh rimbun ilalang dan satu dua pohon nangka.
“Ris bisa mampir kerumah sekarang? ada sesuatu yang mau kuperlihatkan padamu.”
Kata Leo keesokan harinya lewat ponsel yang dijawab dengan gugup oleh Riska.
“I...iya.”
Dalam hati gadis itu berpikir, bagaimana ini? Apa Leo bisa menyelesaikan permintaan yang mustahil itu? Memang sih dia itu baik, cerdas dan tidak sombong tapi Riska tidak mencintainya. Ia memberikan syarat itu dengan tujuan agar Leo gagal dan mereka berdua bisa kembali happily everafter...meskipun hanya di friend zone saja.
Riska sampai di depan rumah Leo dan heran mendapati mobil ayahnya terparkir di halaman. Ketika masuk ke dalam ia mendapati ayahnya sednag bercakap-cakap di beranda bersama Leo.
“Kok Papi bisa ada di sini?”
“Aneh kamu ini Ris, Masak Papi nggak boleh sowan ke rumah calon suamimu?”
“Calon suami? Calon suami apa?”
“Kan kamu sendiri yang mengajukan syarat, kalau Nak Leo bisa membuat rumah yang memiliki 1000 jendela dalam waktu 24 jam, kau akan menikahinya?”
“Memangnya bisa?”
“Nak Leo tunjukkan!”
Leo masuk ke dalam dan mengambil sebuah benda yang ditutup taplak meja.
“Apaan nih?”
Tanya Riska dengan tanda tanya menggantung di atas kepalanya.
“Yang kau minta.”
Kata Leo sambil membuka taplak meja itu dan memperlihatkan sebuah rumah berukuran sedikit lebih besar dari telapak tangan yang terbuat dari ribuan tusuk gigi.
“Papi sudah hitung sendiri jendelanya ada 1000 pas.”
“Tapi ini kan kecil sekali.”
“Di syaratmu tidak disebutkan ukurannya harus besar.”
“Tapi ini...definisi rumah kan tempat tinggal, siapa yang bisa tinggal di rumah sekecil ini. Paling-paling juga semut.”
“Di syarat yang kamu ajukan tidak ada keterangan kalau harus rumah manusia. Rumah semut kan juga termasuk dalam kategori rumah.”
Riska serasa disambar geledek. Ia menyesal mengapa tidak jelas dan detail ketika meminta syarat itu kemarin.
“Papi say something dong, belain Riska?”
“Menurut Papi rumah buatan Nak leo ini sudah memenuhi syarat.”
“Jadi Papi setuju punya menantu seperti dia ini?”
“Tentu saja setuju, kalian sudah kenal dari kecil, Papi juga kenal Nak Leo dari kecil. dia juga cerdas dan pernah magang di kantor kita jadi tahu kultur organisasi kita kayak gimana. Nanti kan bisa bantuin kamu waktu gantiin Papi megang perusahaan.”
“Tidaaaaak!!!!”
Riska pun pingsan karena shock. Otak kanannya seolah mengejek, melakukan bullying bawah sadar terhadapnya sambil terus-menerus berkata.
“Makanya Ris, kalau minta sesuatu itu yang jelas.”
end
Diubah oleh reloaded0101 15-05-2020 14:17
indrag057 dan 37 lainnya memberi reputasi
34
190.7K
Kutip
1.1K
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
reloaded0101
#55
SHOOT HER UP
Spoiler for :
Oni menggosok-gosok kedua tangannya yang gemetar. Berkali-kali ia menarik nafas pendek untuk menenangkan hatinya yang diancam rasa takut. Tanpa suara, dalam benaknya anak muda berkaca mata tebal ini mengucapkan kalimat-kalimat yang harus diucapkannya.
Berjarak 500 meter dari tempatnya duduk sambil pura-pura membaca kamus besar bahasa Inggris, datang seorang mahasiswi yang berjalan sambil memfokuskan pandangan ke layar handphone.Ia adalah Joanna, gadis yang ingin ditemui Oni, yang membuatnya gelisah seperti cacing kedinginan yang tiba-tiba dimasukkan oven bersuhu 100 derajat celsius.
“Joanna, bisa ikut aku ke perpustakaan sebentar?”
Kalimat itu akhirnya diucapkan Oni, tetapi hanya dalam hati. Kenyataannya berbeda 180 derajat. Pita suara Oni terpaku tanpa satu katapun yang tergetar keluar dari sepasang bibirnya yang terkunci rapat-rapat seperti brankas emas di dalam fort knox. Joanna lewat di hadapannya sambil berkata
“Hai Oni,”
dan kembali menatap layar ponsel sebelum berlalu dari hadapannya. Setelah itu yang tersisa hanya sunyi tanpa sedikitpun rambatan suara di udara. Oni yang kembali mengurungkan niat menyatakan cinta kepada gadis idamannya kembali mengangkat bahu sambil memasang ekspresi 'apa boleh buat' lalu mengambil tas dan pergi meninggalkan pelataran kampus 2 dengan kekecewaan yang mulai terasa biasa. Ini sudah ke-35 kali ia batal menembak Joanna.
“Hei Oni!”
Entah siapa, tetapi ada suara pria yang memanggilnya.
“Siapa ya?”
Seorang pria berkacamata hitam mendekat ke arahnya
“Pertandingan sepakbola yang berakhir pukul 8 malam nanti skornya 2-0, Oh ya kalau mau makan jangan tunggu tukang nasi goreng yang biasanya karena nanti malam ia tidak jualan. Besok pagi air ledengnya mati jadi jangan lupa isi bak mandi pakai air sumur lalu IHSG akan mendekati level 6000 dan.....”
“Tunggu,tunggu. Bapak ini siapa?”
“Sekarang kau tidak mengenalku tetapi 20 tahun lagi kita jadi sahabat baik.”
“Lalu mengapa memberitahukan hal-hal aneh itu pada saya?”
“Untuk membuktikan darimana aku datang.”
“Memangnya Bapak datang dari mana?”
“Masa depan.”
Oni menghentikan langkahnya lalu terdiam. Keduanya hanya saling pandang tanpa kata sebelum tiba-tiba
“TOLONG ADA ORANG GILA....TOLONG ADA ORANG GILA.”
Oni berteriak sekencang-kencangnya seperti orang gila.
Sesampainya di rumah Oni menunggu tukang nasi goreng, tetapi orang itu tidak lewat-lewat juga. Ketika dihubungi lewat telepon penjual itu berkata
“Maaf Mas Oni malam ini nggak bisa jualan, kompornya rusak.”
Akhirnya Oni makan malam dengan semangkok mi basah instan rasa ayam sambil menonton TV, menyaksikan acara dokumenter luar angkasa yang setia ditontonnya tiap sabtu pukul 8 malam. Oh ya ornag gila tadi berkata ada pertandingan sepakbola yang berakhir pukul delapan malam. Oni pun menyalakan TV nasional dan melihat skor akhir yang tertera di layar, 2-0.
Keesokan harinya air ledeng memang mati dan IHSG bullish sampai menyentuh angka 6000 per lembar saham. Gila! Apa benar di amsa depan orang sudah bisa menemukan mesin waktu? Kalau mesin waktu sudah ditemukan mengapa tidak ada time traveler yang berseliweran ke jaman sekarang?
“Time traveler itu ada tapi sedikit dan dirahasiakan. Meskipun kami katakan dengan terang-terangan juga tidak ada yang percaya. ”
Oni terlonjak kaget ketika tiba-tiba saja pria berkaca mata hitam yang ditemuinya kemarin sudah duduk di ruang tengah.
“Pergi!”
Teriak Oni sambil mengangkat kursi kayu.
“Aku pasti pergi, nanti setelah urusanku selesai.”
“Apa urusanmu di sini?”
“Kau.”
“Aku?”
“Dan gadis itu Joanna, tentu saja.”
“Kau hendak membunuh kami karena aku dan Joanna pemimpin pemberontak di masa depan atau bagaimana?”
“Justru sebaliknya, aku kemari hendak menyelamatkan kalian.”
“Sebagai orang yang datang dari masa depan, ternyata kau ini ternyata kebanyakan nonton film.Sudah pergi sana.”
“Tidak mau, lagipula aku tidak tahu apa itu film.”
“Jadi di masa depan tidak ada film?”
“Yang ada virus.”
“Jaman sekarang juga ada virus.”
“Tetapi tidak seganas di jamanku. Mematikan 80% populasi manusia di dunia.”
“Cepat pergi! Jangan tular aku. Siapa yang jamin kalau kau belum terinfeksi.”
“Aku memang pernah terinfeksi tetapi sudah sembuh. Yang menjamin aku bebas dari penyakit atau virus apapun justru anakmu sendiri.”
“Jadi di masa depan aku punya anak?”
“Kau tidak penasaran siapa ibunya?”
“Joanna? Tunggu, jangan-jangan CMIIW (correct me if I am wrong) di masa depan aku menikah dengan Joanna lalu punya anak yang ketika dewasa menjadi ahli mikrobiologi yang menemukan antivirus untuk menyelamatkan dunia. Apa benar begitu?”
“Seharusnya begitu, tetapi waktu aku lihat kau gemetaran ketika bertemu Joanna, kemungkinan untuk terjadinya hal itu di masa depan kecil sekali, dibawah 5%. Singkatnya kalau kau tidak mau semua manusia di bumi mati, kau harus menikahi Joanna.”
“Bagaimana mungkin, untuk menyatakan cinta saja aku tidak sanggup.”
“Oh pasti sanggup.”
“Mengapa begitu?”
“Karena kalau tidak, aku harus membunuhmu.”
Kata Pria dari masa depan itu sambil mengeluarkan suntikan berbentuk pistol.
“Tidak rasional, meskipun aku mati umat amnusia di jamanmu tidak akan hidup lagi.”
“Tetapi aku sudah berhasil mengeksekusi orang yang paling bertanggung jawab atas kematian mereka, yaitu kau. Nikahi Joanna maka kematian massal ini akan dapat kita hindari. Pilihanmu sekarang hanya dua, nyatakan cintamu atau mati.”
ZZZ
“Aduh.”
Pria itu menembakkan pistolnya dan kapsul mini berisi cairan beracun masuk ke tubuh Oni.
“Kau keracunan dan jika aku tidak menyuntikkan antidote-nya dalam waktu 24 jam kau akan mati. Tetapi untuk bisa mendapat antidote ini dari tanganku kau harus nyatakan cintamu terlebih dahulu kepada Joanna.”
Oni gemetar bukan buatan. Sejenak otaknya hang karena terlalu banyak pemikiran yang harus diproses. Tetapi sejenak kemudian ia bisa berpikir dengan jernih. Kalau Oni memutuskan untuk mundur dia tidak akan mendapatkan Joanna, tak hanya itu ia juga akan mati keracunan. Tetapi bagaimana kalau sebaliknya? Kalau Oni menyanggupi permintaan orang aneh ini dan menembak Joanna sekarang juga maka mereka bisa dipastikan akan menjadi suami istri di masa depan. Tidak hanya itu, anak mereka akan menjadi dokter jenius ahli mikrobiologi yang menjadi penyelamat umat manusia dari kepunahan.
“Baik, aku setuju.”
Oni pun bergegas menuju rumah Joanna. Disana ia hanya mendapati pembantu yang membukakan pintu.
“Baru saja berangkat.”
“Ke mana Bi?”
“Wah, saya tidak tahu.”
Oni pun kembali ke rumahnya dengan panik. Kalau sampai dalam waktu 24 jam Joanna tidak ditemukan ia akan mati. Di perjalanan pulang tiba-tiba saja ia merasa jok belakang sepeda motornya menjadi bertambah berat. Orang dari masa depan itu sudah ada di sana.
“Kau punya teknologi untuk bisa melacak orang? Kalau punya pinjamkan padaku.”
“Punya tapi hanya bisa dilakukan untuk melacak satu orang dan aku sudah menggunakannya untuk melacak danmembuka portal wormhole sehingga aku bisa lebih cepat sampai ke tempat kau berada.”
“Lalu aku harus bagaimana?”
“Gunakan telepon genggam antikmu itu dan hubungi temanmu yang paling akrab dengan Joanna.”
“Oh ya benar juga.”
Oni menghubungi teman-teman Joanna, tidak ada yang tahu. Kalaupun ada yang tahu tentu saja mereka merahasiakannya dari Oni yang bukan siapa-siapanya Joanna.
“Apa di jaman ini sudah ada aplikasi VR untuk jejaring sosial?”
Tanya orang itu lagi.
“Yang VR tidak ada, jejaring sosial di jaman ini hanya berisi tulisan,gambar,suara dan film. Ketemu, ini laman milik Joanna tetapi diproteksi sehingga hanya teman-teman tertentu saja yang dapat mengaksesnya.”
“Tidak ada pilihan lain. Retas laman itu!”
“Aku bukan peretas.”
“Tapi kau kenal orang yang bisa meretas?”
“Ya, meskipun pasti tidak gratis dan aku tidak punya uang”
“Ini masalah hidup dan mati, jangan pikirkan uang. Kau bisa berikan motormu kepadanya.”
“Aku ada ide yang lebih baik.”
Oni menggadaikan motor itu dan menemui temannya yang oknum ahli IT. Dalam sekejap, mereka bisa memasuki akun Joanna dengan status administrator. Ada titik terang karena di laman itu terposting lokasi-lokasi yang sering dikunjungi istri Oni di masa yang akan datang itu.
“Tetapi ada juga titik gelap. Joanna sudah punya pacar.”
“Ricky Tarantula hmm nama itu tidak asing bagiku.”
Kata orang dari masa depan itu
“Lalu bagaimana?”
“Coba baca ini, hubungan mereka tidak direstui orangtuanya. Dan di postingan terbaru ada kalimat Runaway with you.”
“Itu berarti Joanna minggat dari rumah untuk lari bersama Ricky Tarantula ini. Tetapi kemana?”
Orang dari masa depan diam sejenak lalu berkata
“Ada 3 alternatif yang bisa diakses untuk melarikan diri, jalan darat, jalan laut dan jalan udara. Yang mana yang kira-kira akan dipilih?”
“Aku tidak tahu jawabannya, tetapi aku akan tahu setelah mengenal siapa Ricky Tarantula. Oh ya katamu kau pernah mendengar namanya, apa kau bisa mengakses surat kabar,majalah atau media online di masa depan.”
“Benar, kucari dulu. Ricky Tarantula ditembak mati di pelabuhan. Raja human traficking yang mati 18 tahun lagi di galangan kapal miliknya.”
“Kau tahu alamat galangan kapal itu?”
“Tahu.”
Mereka menuju ke tepi laut. Sebuah kapal motor yang hampir terisi penuh oleh wanita muda terlihat berlabuh di dermaga kayu. Oni melihat Joanna berjalan bergandengan bersama Ricky di dermaga kayu
“Kita ke Malaysia naik kapal itu?”
Tanya Joanna kepada Ricky yang berjalan disampingnya.
“Benar, maaf aku tidak bisa menyediakan transportasi yang lebih baik.”
“Tidak apa-apa jadi imigran gelap, yang penting setibanya di Malaysia nanti kita bisa menikah.”
“Benar sekali, ayo Joanna, kubantu naik.”
Tetapi Joanna terdiam.
“Ada apa?”
“Orang-orang itu, mengapa mereka bersenjata.”
“Untuk pengamanan ketika keluar perbatasan. Sudahlah jangan takut, kita kan yang membayar mereka jadi tidak mungkin mereka menembak kita.”
“Lalu wanita-wanita itu?”
“TKW ilegal yang mau kerja jadi buruh pabrik dan PRT.”
“Oh...”
Joanna pun naik ke atas kapal motor.
“Tunggu!”
Oni keluar dari persembunyiannya dan menghambur keluar.
“Oni? Kenapa kamu di sini?”
“Anjing!”
Kedua orang bersenjata menodongkan AK-47 tepat ke dahi Oni dari jarak dekat. Ricky mengerutkan dahi lalu bertanya.
“Joanna siapa dia?”
“Oni”
“Siapa Oni?”
Tanya Ricky lagi
“Orang yang akan mengatakan dua hal kepada Joanna. Pertama kapal ini bukan pengangkut TKW ilegal ke Malaysia dan sesampainya di luar negeri kau juga tak akan dinikahi karena semua yang ada di atas kapal motor ini akan berakhir di lokalisasi sebagai korban trafficking termasuk kau Joanna.”
“Banyak omong.”
“Ricky!”
Ricky mengeluarkan pistol dan langsung menembakkannya ke arah Oni tetapi tak ada satu pelurupun yang keluar dari senjata yang macet itu.
“Yang kedua Jo, aku hanya ingin mengatakan kalau aku cinta kamu.”
Tidak ada rasa takut dan gemetar ketika Oni mengutarakan perasaannya. Mungkin memang benar, untuk menyingkirkan rasa takut seseorang terhadap sesuatu, hadapkan orang itu pada ketakutan yang lebih besar. Oni tak lagi takut karena kalau takut ia akan mati, seluruh umat manusia juga akan binasa kalau ia tidak mengutarakan cintanya kepada Joanna.
Oni pun tak takut ketika sepasang pengawal bersenjata laras panjang menarik pelatuk senapan mereka dan......
Selesaikan cerita ini menurut imajinasi dan kreativitas pembaca sekalian.
Berjarak 500 meter dari tempatnya duduk sambil pura-pura membaca kamus besar bahasa Inggris, datang seorang mahasiswi yang berjalan sambil memfokuskan pandangan ke layar handphone.Ia adalah Joanna, gadis yang ingin ditemui Oni, yang membuatnya gelisah seperti cacing kedinginan yang tiba-tiba dimasukkan oven bersuhu 100 derajat celsius.
“Joanna, bisa ikut aku ke perpustakaan sebentar?”
Kalimat itu akhirnya diucapkan Oni, tetapi hanya dalam hati. Kenyataannya berbeda 180 derajat. Pita suara Oni terpaku tanpa satu katapun yang tergetar keluar dari sepasang bibirnya yang terkunci rapat-rapat seperti brankas emas di dalam fort knox. Joanna lewat di hadapannya sambil berkata
“Hai Oni,”
dan kembali menatap layar ponsel sebelum berlalu dari hadapannya. Setelah itu yang tersisa hanya sunyi tanpa sedikitpun rambatan suara di udara. Oni yang kembali mengurungkan niat menyatakan cinta kepada gadis idamannya kembali mengangkat bahu sambil memasang ekspresi 'apa boleh buat' lalu mengambil tas dan pergi meninggalkan pelataran kampus 2 dengan kekecewaan yang mulai terasa biasa. Ini sudah ke-35 kali ia batal menembak Joanna.
“Hei Oni!”
Entah siapa, tetapi ada suara pria yang memanggilnya.
“Siapa ya?”
Seorang pria berkacamata hitam mendekat ke arahnya
“Pertandingan sepakbola yang berakhir pukul 8 malam nanti skornya 2-0, Oh ya kalau mau makan jangan tunggu tukang nasi goreng yang biasanya karena nanti malam ia tidak jualan. Besok pagi air ledengnya mati jadi jangan lupa isi bak mandi pakai air sumur lalu IHSG akan mendekati level 6000 dan.....”
“Tunggu,tunggu. Bapak ini siapa?”
“Sekarang kau tidak mengenalku tetapi 20 tahun lagi kita jadi sahabat baik.”
“Lalu mengapa memberitahukan hal-hal aneh itu pada saya?”
“Untuk membuktikan darimana aku datang.”
“Memangnya Bapak datang dari mana?”
“Masa depan.”
Oni menghentikan langkahnya lalu terdiam. Keduanya hanya saling pandang tanpa kata sebelum tiba-tiba
“TOLONG ADA ORANG GILA....TOLONG ADA ORANG GILA.”
Oni berteriak sekencang-kencangnya seperti orang gila.
Sesampainya di rumah Oni menunggu tukang nasi goreng, tetapi orang itu tidak lewat-lewat juga. Ketika dihubungi lewat telepon penjual itu berkata
“Maaf Mas Oni malam ini nggak bisa jualan, kompornya rusak.”
Akhirnya Oni makan malam dengan semangkok mi basah instan rasa ayam sambil menonton TV, menyaksikan acara dokumenter luar angkasa yang setia ditontonnya tiap sabtu pukul 8 malam. Oh ya ornag gila tadi berkata ada pertandingan sepakbola yang berakhir pukul delapan malam. Oni pun menyalakan TV nasional dan melihat skor akhir yang tertera di layar, 2-0.
Keesokan harinya air ledeng memang mati dan IHSG bullish sampai menyentuh angka 6000 per lembar saham. Gila! Apa benar di amsa depan orang sudah bisa menemukan mesin waktu? Kalau mesin waktu sudah ditemukan mengapa tidak ada time traveler yang berseliweran ke jaman sekarang?
“Time traveler itu ada tapi sedikit dan dirahasiakan. Meskipun kami katakan dengan terang-terangan juga tidak ada yang percaya. ”
Oni terlonjak kaget ketika tiba-tiba saja pria berkaca mata hitam yang ditemuinya kemarin sudah duduk di ruang tengah.
“Pergi!”
Teriak Oni sambil mengangkat kursi kayu.
“Aku pasti pergi, nanti setelah urusanku selesai.”
“Apa urusanmu di sini?”
“Kau.”
“Aku?”
“Dan gadis itu Joanna, tentu saja.”
“Kau hendak membunuh kami karena aku dan Joanna pemimpin pemberontak di masa depan atau bagaimana?”
“Justru sebaliknya, aku kemari hendak menyelamatkan kalian.”
“Sebagai orang yang datang dari masa depan, ternyata kau ini ternyata kebanyakan nonton film.Sudah pergi sana.”
“Tidak mau, lagipula aku tidak tahu apa itu film.”
“Jadi di masa depan tidak ada film?”
“Yang ada virus.”
“Jaman sekarang juga ada virus.”
“Tetapi tidak seganas di jamanku. Mematikan 80% populasi manusia di dunia.”
“Cepat pergi! Jangan tular aku. Siapa yang jamin kalau kau belum terinfeksi.”
“Aku memang pernah terinfeksi tetapi sudah sembuh. Yang menjamin aku bebas dari penyakit atau virus apapun justru anakmu sendiri.”
“Jadi di masa depan aku punya anak?”
“Kau tidak penasaran siapa ibunya?”
“Joanna? Tunggu, jangan-jangan CMIIW (correct me if I am wrong) di masa depan aku menikah dengan Joanna lalu punya anak yang ketika dewasa menjadi ahli mikrobiologi yang menemukan antivirus untuk menyelamatkan dunia. Apa benar begitu?”
“Seharusnya begitu, tetapi waktu aku lihat kau gemetaran ketika bertemu Joanna, kemungkinan untuk terjadinya hal itu di masa depan kecil sekali, dibawah 5%. Singkatnya kalau kau tidak mau semua manusia di bumi mati, kau harus menikahi Joanna.”
“Bagaimana mungkin, untuk menyatakan cinta saja aku tidak sanggup.”
“Oh pasti sanggup.”
“Mengapa begitu?”
“Karena kalau tidak, aku harus membunuhmu.”
Kata Pria dari masa depan itu sambil mengeluarkan suntikan berbentuk pistol.
“Tidak rasional, meskipun aku mati umat amnusia di jamanmu tidak akan hidup lagi.”
“Tetapi aku sudah berhasil mengeksekusi orang yang paling bertanggung jawab atas kematian mereka, yaitu kau. Nikahi Joanna maka kematian massal ini akan dapat kita hindari. Pilihanmu sekarang hanya dua, nyatakan cintamu atau mati.”
ZZZ
“Aduh.”
Pria itu menembakkan pistolnya dan kapsul mini berisi cairan beracun masuk ke tubuh Oni.
“Kau keracunan dan jika aku tidak menyuntikkan antidote-nya dalam waktu 24 jam kau akan mati. Tetapi untuk bisa mendapat antidote ini dari tanganku kau harus nyatakan cintamu terlebih dahulu kepada Joanna.”
Oni gemetar bukan buatan. Sejenak otaknya hang karena terlalu banyak pemikiran yang harus diproses. Tetapi sejenak kemudian ia bisa berpikir dengan jernih. Kalau Oni memutuskan untuk mundur dia tidak akan mendapatkan Joanna, tak hanya itu ia juga akan mati keracunan. Tetapi bagaimana kalau sebaliknya? Kalau Oni menyanggupi permintaan orang aneh ini dan menembak Joanna sekarang juga maka mereka bisa dipastikan akan menjadi suami istri di masa depan. Tidak hanya itu, anak mereka akan menjadi dokter jenius ahli mikrobiologi yang menjadi penyelamat umat manusia dari kepunahan.
“Baik, aku setuju.”
Oni pun bergegas menuju rumah Joanna. Disana ia hanya mendapati pembantu yang membukakan pintu.
“Baru saja berangkat.”
“Ke mana Bi?”
“Wah, saya tidak tahu.”
Oni pun kembali ke rumahnya dengan panik. Kalau sampai dalam waktu 24 jam Joanna tidak ditemukan ia akan mati. Di perjalanan pulang tiba-tiba saja ia merasa jok belakang sepeda motornya menjadi bertambah berat. Orang dari masa depan itu sudah ada di sana.
“Kau punya teknologi untuk bisa melacak orang? Kalau punya pinjamkan padaku.”
“Punya tapi hanya bisa dilakukan untuk melacak satu orang dan aku sudah menggunakannya untuk melacak danmembuka portal wormhole sehingga aku bisa lebih cepat sampai ke tempat kau berada.”
“Lalu aku harus bagaimana?”
“Gunakan telepon genggam antikmu itu dan hubungi temanmu yang paling akrab dengan Joanna.”
“Oh ya benar juga.”
Oni menghubungi teman-teman Joanna, tidak ada yang tahu. Kalaupun ada yang tahu tentu saja mereka merahasiakannya dari Oni yang bukan siapa-siapanya Joanna.
“Apa di jaman ini sudah ada aplikasi VR untuk jejaring sosial?”
Tanya orang itu lagi.
“Yang VR tidak ada, jejaring sosial di jaman ini hanya berisi tulisan,gambar,suara dan film. Ketemu, ini laman milik Joanna tetapi diproteksi sehingga hanya teman-teman tertentu saja yang dapat mengaksesnya.”
“Tidak ada pilihan lain. Retas laman itu!”
“Aku bukan peretas.”
“Tapi kau kenal orang yang bisa meretas?”
“Ya, meskipun pasti tidak gratis dan aku tidak punya uang”
“Ini masalah hidup dan mati, jangan pikirkan uang. Kau bisa berikan motormu kepadanya.”
“Aku ada ide yang lebih baik.”
Oni menggadaikan motor itu dan menemui temannya yang oknum ahli IT. Dalam sekejap, mereka bisa memasuki akun Joanna dengan status administrator. Ada titik terang karena di laman itu terposting lokasi-lokasi yang sering dikunjungi istri Oni di masa yang akan datang itu.
“Tetapi ada juga titik gelap. Joanna sudah punya pacar.”
“Ricky Tarantula hmm nama itu tidak asing bagiku.”
Kata orang dari masa depan itu
“Lalu bagaimana?”
“Coba baca ini, hubungan mereka tidak direstui orangtuanya. Dan di postingan terbaru ada kalimat Runaway with you.”
“Itu berarti Joanna minggat dari rumah untuk lari bersama Ricky Tarantula ini. Tetapi kemana?”
Orang dari masa depan diam sejenak lalu berkata
“Ada 3 alternatif yang bisa diakses untuk melarikan diri, jalan darat, jalan laut dan jalan udara. Yang mana yang kira-kira akan dipilih?”
“Aku tidak tahu jawabannya, tetapi aku akan tahu setelah mengenal siapa Ricky Tarantula. Oh ya katamu kau pernah mendengar namanya, apa kau bisa mengakses surat kabar,majalah atau media online di masa depan.”
“Benar, kucari dulu. Ricky Tarantula ditembak mati di pelabuhan. Raja human traficking yang mati 18 tahun lagi di galangan kapal miliknya.”
“Kau tahu alamat galangan kapal itu?”
“Tahu.”
Mereka menuju ke tepi laut. Sebuah kapal motor yang hampir terisi penuh oleh wanita muda terlihat berlabuh di dermaga kayu. Oni melihat Joanna berjalan bergandengan bersama Ricky di dermaga kayu
“Kita ke Malaysia naik kapal itu?”
Tanya Joanna kepada Ricky yang berjalan disampingnya.
“Benar, maaf aku tidak bisa menyediakan transportasi yang lebih baik.”
“Tidak apa-apa jadi imigran gelap, yang penting setibanya di Malaysia nanti kita bisa menikah.”
“Benar sekali, ayo Joanna, kubantu naik.”
Tetapi Joanna terdiam.
“Ada apa?”
“Orang-orang itu, mengapa mereka bersenjata.”
“Untuk pengamanan ketika keluar perbatasan. Sudahlah jangan takut, kita kan yang membayar mereka jadi tidak mungkin mereka menembak kita.”
“Lalu wanita-wanita itu?”
“TKW ilegal yang mau kerja jadi buruh pabrik dan PRT.”
“Oh...”
Joanna pun naik ke atas kapal motor.
“Tunggu!”
Oni keluar dari persembunyiannya dan menghambur keluar.
“Oni? Kenapa kamu di sini?”
“Anjing!”
Kedua orang bersenjata menodongkan AK-47 tepat ke dahi Oni dari jarak dekat. Ricky mengerutkan dahi lalu bertanya.
“Joanna siapa dia?”
“Oni”
“Siapa Oni?”
Tanya Ricky lagi
“Orang yang akan mengatakan dua hal kepada Joanna. Pertama kapal ini bukan pengangkut TKW ilegal ke Malaysia dan sesampainya di luar negeri kau juga tak akan dinikahi karena semua yang ada di atas kapal motor ini akan berakhir di lokalisasi sebagai korban trafficking termasuk kau Joanna.”
“Banyak omong.”
“Ricky!”
Ricky mengeluarkan pistol dan langsung menembakkannya ke arah Oni tetapi tak ada satu pelurupun yang keluar dari senjata yang macet itu.
“Yang kedua Jo, aku hanya ingin mengatakan kalau aku cinta kamu.”
Tidak ada rasa takut dan gemetar ketika Oni mengutarakan perasaannya. Mungkin memang benar, untuk menyingkirkan rasa takut seseorang terhadap sesuatu, hadapkan orang itu pada ketakutan yang lebih besar. Oni tak lagi takut karena kalau takut ia akan mati, seluruh umat manusia juga akan binasa kalau ia tidak mengutarakan cintanya kepada Joanna.
Oni pun tak takut ketika sepasang pengawal bersenjata laras panjang menarik pelatuk senapan mereka dan......
Selesaikan cerita ini menurut imajinasi dan kreativitas pembaca sekalian.
THE END
0
Kutip
Balas