TS
AtelierAMH
[Thread Lomba] Fikbul Fanstuff Mei 2014 | Lomba Cerpen Bulanan
Quote:
Apa Itu Fikbul?
Bisa dibaca di Thread Komentar ya ^^
Kalau mau ngobrol atau komentar juga tolong dilakukan disana agar thread ini tetap rapi.
Bisa dibaca di Thread Komentar ya ^^
Kalau mau ngobrol atau komentar juga tolong dilakukan disana agar thread ini tetap rapi.
Quote:
Peraturan:
- Cerita yang diikutkan merupakan cerita orisinil (bukan fanfic), genre bebas.
- Setiap cerita berpanjang maksimal 1 (satu) post Kaskus dengan tag spoiler tanpa panjang minimal. Berarti 20000 karakter adalah panjang maksimal yang bisa diterimam dan itu belum termasuk BBcode untuk italic, bold, dan lain-lain. Jadi dimohon ingat perhitungan hal-hal teknis, terutama apabila mereka penting, dan ingat juga jumlah space.
- Plagiarisme = Diskualifikasi. Peringatan. BAN ID.
- Cerita harap ditulis dengan tata bahasa dan tata letak baik. Diharap tidak ada typo yang eksesif (penyuntingan masih diperkenankan seizin juri sampai batas tenggat waktu; di luar itu dilarang).
- Semua cerita yang diikutkan tetap milik peserta. Kalaupun circle berniat membukukan cerita tsb., harus tetap dengan seizin pemilik cerita. Melombakan cerita yang diikutkan atau mengembangkannya diperbolehkan.
- Pengomentaran cerita dilakukan di thread komentar. Dilarang memposting di thread ini selain mengikutsertakan cerita. Memesan tempat tidak diperkenankan.
- Pertanyaan ditanyakan di thread komentar.
- Juri diperbolehkan ikut, akan tetapi cerita mereka tidak diikutsertakan dalam kompetisi (hanya sebagai penggembira).
Quote:
Juri Bulan Ini:
-poland_first
-striferser
-VermilionHelix
-poland_first
-striferser
-VermilionHelix
Quote:
Soal Fikbul Bulan Ini:
![[Thread Lomba] Fikbul Fanstuff Mei 2014 | Lomba Cerpen Bulanan](https://dl.kaskus.id/lexleader.net/wp-content/uploads/2012/08/deep-hole.jpg)
Lubang hitam, lubang di got, lubang dalam cerita, lubang pori-pori. Dunia ini penuh dengan lubang. Di balik lubang, terdapat sesuatu yang misterius, sesuatu yang menggugah. Di kehidupan, lubang memiliki peran penting. Tanpa lubang, manusia tidak bisa mengeluarkan kotoran tubuh. Tanpa lubang, Steve McQueen tidak bisa melarikan diri dari penjara di film The Great Escape.
Atas dasar pentingnya lubang dalam kehidupan sehari-hari, maka Rina mengajak rekan-rekan penulis untuk membuat cerita yang bertema lubang. Jangan ragu untuk membuat cerita dengan lubang yang kalian yakini.
Definisikan lubang sesuai dengan agama, pandangan politik, ajaran filosofis, doktrin Wahyudi Freemason, saintologi, haruhisme, waifuisme, bokonisme, nihilisme, dadaisme, postmodernisme, tukulisme, bokepisme, maupun keyakinan masing-masing. Buktikan bahwa dunia ini dipenuhi oleh lubang yang kita inginkan. Bebaskanlah dirimu karena dunia ini berlubang.
Singkat kata, selamat menulis.
Lubang
![[Thread Lomba] Fikbul Fanstuff Mei 2014 | Lomba Cerpen Bulanan](https://dl.kaskus.id/lexleader.net/wp-content/uploads/2012/08/deep-hole.jpg)
Lubang hitam, lubang di got, lubang dalam cerita, lubang pori-pori. Dunia ini penuh dengan lubang. Di balik lubang, terdapat sesuatu yang misterius, sesuatu yang menggugah. Di kehidupan, lubang memiliki peran penting. Tanpa lubang, manusia tidak bisa mengeluarkan kotoran tubuh. Tanpa lubang, Steve McQueen tidak bisa melarikan diri dari penjara di film The Great Escape.
Atas dasar pentingnya lubang dalam kehidupan sehari-hari, maka Rina mengajak rekan-rekan penulis untuk membuat cerita yang bertema lubang. Jangan ragu untuk membuat cerita dengan lubang yang kalian yakini.
Definisikan lubang sesuai dengan agama, pandangan politik, ajaran filosofis, doktrin Wahyudi Freemason, saintologi, haruhisme, waifuisme, bokonisme, nihilisme, dadaisme, postmodernisme, tukulisme, bokepisme, maupun keyakinan masing-masing. Buktikan bahwa dunia ini dipenuhi oleh lubang yang kita inginkan. Bebaskanlah dirimu karena dunia ini berlubang.
Singkat kata, selamat menulis.
Quote:
Rentang Waktu:
Penyerahan/Penempelan Cerita : 6 Mei 2014 - 9 Juni 2014
Penjurian : 10 - 14 Juni 2014
Pengumuman : 15 Juni 2014
Penyerahan/Penempelan Cerita : 6 Mei 2014 - 9 Juni 2014
Penjurian : 10 - 14 Juni 2014
Pengumuman : 15 Juni 2014
Diubah oleh AtelierAMH 15-05-2014 20:40
0
4.5K
Kutip
15
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•348Anggota
Tampilkan semua post
kucingsial
#4
Spoiler for Lubang-lubang di Tengah Jalan:
“Owning!”
“Unstoppable!”
Efek-efek suara dari speaker komputer bergema ke seluruh ruangan.
Tak lama lagi kami akan menghancurkan core milik tim musuh dan menyudahi perlawanan mereka.
“ Wih menang lagi kita Jek, setiap setim bareng lo pasti menang! ”
“Ha ha biasa aja kali Dik mungkin tim lawan yang terlalu lemah, newbie kali mereka.”
“Sombong abis lo asli! Lanjut main gak nih? Ayolah biar tim gua menang lagi.”
“Gak deh Dik paketanku tinggal sepuluh menit lagi nih, browsing-browsing bentar abis itu keluar dulu deh cari angin segar.”
“Jangan lama-lama bro susah ngak ada lo!”
“Wokeh!”
Akupun segera keluar dari bangunan sederhana berbentuk ruko tingkat dua itu. Sembari mengucek kedua mataku yang agak lelah karena dipaksa memandangi layar komputer selama tiga jam. Kucari sebuah benda yang biasa kuhisap di saku celanaku, menuju warung kopi terdekat untuk sekedar meminjam korek api lalu memesan segelas kopi susu.
Yah, beginilah caraku menghabiskan waktu di sisa masa liburan semester. Bermain game online moba di sebuah warnet pinggiran kota Jakarta. Sebenarnya aku sempat pulang ke kampung halamanku di daerah Bogor namun entah kenapa, setelah beberapa hari tiba disana aku merasa bosan. Teman- teman sepermainanku semuanya sibuk. Kesibukan mereka beragam, ada yang menjadi pendaki gunung dadakan, ada yang menjadi semacam ketua organisasi demo di kampusnya yang terakhir sibuk dengan kerjaan barunya. Sedangkan aku hanya berdiam diri di kamar tanpa melakukan suatu hal yang berarti.
Kebetulan Dika, teman satu kampusku menemukan tempat yang lumayan asik. Warnet yang tak jauh dari tempat kos-kosan ku ini lumayan ramai. Lokasinya yang berada di sebuah area pertokoan dan warung-warung makan benar-benar strategis. Tempatnya juga bersih dan koneksinya lumayan lancar. Pokoknya asik lah buat tempat nongkrong, lumayan menghabiskan waktu dengan bermain game guna menghilangkan kebosanan.
***
Sesampainya di warung kopi aku langsung mencari korek api gas yang biasa digantung di dekat pintu untuk menyalakan rokok. Seorang Kakek tua yang biasanya hanya duduk-duduk sambil minum kopi di warung itu bangun dari kursinya dan bersiap melayaniku.
“Mau minum apa Dek? Kopi item, kopi susu, teh anget atau temulawak?”
“Kopi susu aja Kek, yang agak manis ya.”
Kakek tua itu dengan cekatan segera meraciknya seolah-olah ia seorang barista berusia muda yang bekerja di sebuah bar atau cafe ternama. Tak sampai lima menit kopi susu pesananku sudah jadi dan siap untuk dinikmati. Mencoba sok kenal dan sok akrab dengannya, aku melemparkan sebuah pertanyaan yang daritadi ingin kutanyakan.
“Kek, Ibu yang biasa jaga warung kemana?”
“Oh lagi ngambil nilai raport cucu, jadinya saya yang sementara jaga warung.”
Sepertinya Kakek ini adalah ayah dari Ibu pemilik warung atau mungkin mertuanya. Membandingkan wajah keduanya yang cukup mirip, aku menduga hubungan mereka lebih dari sekedar menantu dan mertua. Ya, cendrung lebih dekat hubungan antara orang tua dengan anaknya. Ah, sudahlah cukup berspekulasinya.
Suasana di warung kopi terlihat sepi, hanya ada aku dan Kakek penjaga warung yang kembali duduk di kursi favoritnya. Tak tahan dengan kesunyian dan keheningan ini aku berusaha mencari topik pembicaraan walaupun hanya sekedar basa-basi belaka. Kulihat antrian kendaraan di depan jalan warung itu yang siap untuk ku komentari.
“Pagi-pagi gini udah macet saja, ada apaan nih Kek bukannya sekarang hari libur ya?” tanyaku pada Kakek itu sambil menghadap ke arah jalan yang memang dipenuhi oleh kendaraan roda empat maupun roda dua.
“Wah udah biasa disini mah Dek macet kaya gitu.”
“ Kenapa ya sebabnya Kek, setiap saya lewat sini juga kadang macet.”
“Lah itu, liat aja jalanannya Dek pada rusak dan bolong-bolong gitu.”
Mendengar jawaban dari Kakek barusan, aku merasa seperti orang bodoh. Aku baru sadar. Padahal setiap melewati jalan ini dengan motor bututku, rasanya seperti terombang-ambing bagai berjalan di atas lintasan offroad.
Ya, kondisi jalan di sepanjang area pertokoan dan warung makan ini memang memprihatinkan. Banyak lubang-lubang dibiarkan menganga di jalan itu, mulai dari yang ukurannya kecil sampai yang ukurannya besar. Sangat disayangkan memang, padahal jalan ini terhubung dengan jalan-jalan besar di ibukota yang identik dengan gedung-gedung pencakar langitnya.
“Memangnya ini jalan belum pernah di benerin gitu Kek sama pemerintah setempat atau warga sini?” tanyaku penasaran.
“Dibenerin mah udah sering Dek tapi habis musim hujan jalan sudah mulai rusak lagi.”
“Begitu terus tiap tahun tambal sulam jalan, mungkin pemerintah sama warga sini sampai bosan akhirnya dibiarkan saja begitu.”
Aku hanya bisa menganguk-nganguk sambil bergumam mendengar jawaban dari Kakek. Jalan yang seharusnya bisa menjadi penghubung dari satu tempat ke tempat lainnya berubah menjadi sesuatu yang menyebalkan dan membahayakan.
Mereka seperti tidak tahu betapa pentingnya sebuah jalan bagi umat manusia. Tanpa membuat jalan yang bagus pasukan bangsa Romawi tidak akan dapat menaklukan lawan-lawannya dan menguasai dunia. Tanpa adanyaWall Street aku tidak bisa membayangkan lagi dimana negara adidaya itu melakukan aktivitas ekonominya. Ya, paling tidak itulah ucapan dari pak dosen yang masih nyangkut di kepalaku.
Sungguh ironis memang melihat jalan di hadapanku yang dibiarkan rusak dan tak terawat ini. Tak bisa lagi kubayangkan bagaimana keadaannya saat musim hujan tiba, mungkin jalan ini akan menjadi seperti kolam-kolam mini bila lubang-lubangnya terisi oleh air hujan.
Kakek itu mulai menceritakan segala pengalaman buruknya bersama jalan yang telah menjadi teman setianya selama bertahun-tahun.
“Pernah waktu itu Dek saya melihat kecelakaan motor versus truk.”
“Alasannya sepele, gara-gara ingin menghindari lubang di jalan eh malah nyawa sang pengendara motor yang melayang.”
“Wih langsung mati tuh Kek? Tidak sempat ditolong?”
“Iya Dek wong yang naik motor kepalanya sampai bocor isi otaknya keluar semua.”
Mendengar cerita sang Kakek, aku tak ingin lagi membayangkan kecelakan-kecelakan tragis yang disebabkan oleh jalan busuk itu. Melihat disturbing picture korban kecelakaan di sebuah forum saja aku tak tahan, apalagi menyaksikannya secara langsung seperti Kakek penjaga warung.
“Yah, beginilah Dek nasib jadi orang kecil cuma bisa nerimo dan cuma bisa jadi korban.”
"Kalo Kakek punya duit ya Dek, dari dulu mungkin sudah pindah ke perumahan elit yang ada jalan bebas macet dan bebas banjir seperti itu." kata Kakek sembari menunjuk iklan yang ada di televisi.
"Wah kalau itu sih saya juga mau Kek!"
"Kamu mah masih muda Dek, kalau berusaha pasti bisa!"
Kata demi kata yang keluar dari mulut Kakek itu seperti berdengung di telingaku. Walaupun terlihat seperti memberikan motivasi padaku. Sebuah kepasrahan dan rasa apatis begitu kental di setiap kalimatnya. Mungkin karena dia sudah terlalu tua untuk mengejar mimpinya sendiri. Mungkin juga ungkapan rasa putus asa pada pemerintah kita atau ia sudah terbiasa dengan keadaan yang bisa dikatakan jauh dari kata layak.
Bayangkan kalau jalan di depanku ini mulus, kuat, dan bersih tanpa adanya lubang layaknya jalan-jalan di negara maju. Kegiatan bisnis akan semakin lancar. Tak akan ada lagi antrian kendaraan yang sengaja mengurangi kecepatannya karena jalanan berlubang. Tak akan ada lagi BBM yang terbuang percuma karena macet. Tak akan ada lagi orang yang mati konyol karena jalanan berlubang. Usaha warung kopi Kakek mungkin akan maju atau paling tidak harga tanah disekitar jalan ini akan naik karena infrastrukturnya yang mendukung.
Wah tempat ini akan terasa lebih sempurna bila jalanannya juga bagus.
Mimpiku akan tempat itu dibuyarkan oleh suara yang terdengar seperti kaleng rombeng memanggil-manggil namaku.
“Jek, Jek woi Jek! Muhammad Zaki woi !”
“Apaan sih Dik, gak usah teriak-teriak di kuping aku bisa kan.”
“Lah elo abisnya dipanggil-panggil daritadi gak nyaut-nyaut.” Main lagi gak lo?”
“Gak deh Dik aku pulang duluan saja.”
“Dih kenapa masih pagi juga, main lagi lah satu atau dua jam lagi.”
“Libur semesternya sudah mau habis Dik, aku mau mempersiapkan diri dulu buat kuliah semester depan sekalian belajar lagi membahas ulang mata kuliah semester kemarin.”
“Kesambet apaan lo Jek tiba-tiba jadi sok rajin begini.”
“Aku pengen lulus tepat waktu Dik biar bisa cepet-cepet jadi insinyur dan membangun jalan-jalan rusak di negeri ini.”
“Kenapa tuh anak Kek?” tanya Dika pada Kakek penjaga warung yang juga tak tahu menahu akan perubahan sikapku.
Setelah membayar kopi susu yang kupesan tadi, aku segera beranjak dari warung kopi itu. Kutinggalkan Dika yang terlihat masih tercengang mendengar jawaban-jawaban spektakuler dariku . Mewujudkan suatu hal yang kita inginkan tidaklah cukup hanya dengan bermimpi saja. Kerja nyata dibarengi doa lebih penting daripada hanya sekedar prihatin terhadap keadaan sekitar. Setidaknya itulah prinsip yang kuyakini untuk sekarang ini. Prinsip yang dipegang teguh oleh Muhammad Zaki, mahasiswa semester dua jurusan Teknik Sipil yang berkuliah di sebuah universitas negeri di Jakarta.
Diubah oleh kucingsial 24-08-2014 19:19
0
Kutip
Balas