- Beranda
- Pilih Capres & Caleg
Semua Tentang Prabowo-Hatta Rajasa [Kerja Nyata Untuk Indonesia Raya]
...
TS
politikdomba
Semua Tentang Prabowo-Hatta Rajasa [Kerja Nyata Untuk Indonesia Raya]
![Semua Tentang Prabowo-Hatta Rajasa [Kerja Nyata Untuk Indonesia Raya]](https://dl.kaskus.id/www.selamatkanindonesia.com/selamatkan.jpg)
Website Resmi Prabowo Hatta: Selamatkan Indonesia
Atau Klik Gambar Diatas
Quote:
Ayo Suarakan Dukungan Saudara Untuk Prabowo - Hatta untuk Presiden-Wakil Presiden 2014-2019
Quote:
Thread ini dibuat oleh Simpatisan non-partisan partai politik.
Thread ini bukanlah Thread Resmi yang dibuat oleh Kader Gerindra/PAN/PKS/PPP atau Peserta Koalisi Indonesia Raya.
Segala Informasi yang Termuat di Thread ini BELUM TENTU BENAR, tetapi TS berusaha memberikan Informasi dari Website Resmi, Twitter / Facebook Resmi, atau Account Media sosial yang dapat dipercaya, situs media online yang terpercaya, dan informasi-informasi yang bisa di verifikasi
Thread ini bukanlah Thread Resmi yang dibuat oleh Kader Gerindra/PAN/PKS/PPP atau Peserta Koalisi Indonesia Raya.
Segala Informasi yang Termuat di Thread ini BELUM TENTU BENAR, tetapi TS berusaha memberikan Informasi dari Website Resmi, Twitter / Facebook Resmi, atau Account Media sosial yang dapat dipercaya, situs media online yang terpercaya, dan informasi-informasi yang bisa di verifikasi
Quote:
Tolong Jangan Black Campaign Di Thread ini. Atau Spam Gambar / emoticon / Junk Post.
SHIFT + X (untuk membuka semua Spoiler)
Quote:
INDEX
Tentang Prabowo Subianto :
Tentang Hatta Rajasa :
Visi-Misi & Program Prabowo-Hatta :
Debat Capres - Cawapres :
Debat Capres :
Debat Cawapres :
Testimonial Tentang Prabowo - Hatta :
Berita Tentang Prabowo - Hatta :
Tokoh-Tokoh dan Partai Politik Yang Mendukung Prabowo - Hatta :
Komentar Relawan dan Simpatisan :
Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan :
Lain-Lain tentang Prabowo - Hatta :
Wawancara Prabowo :
Diubah oleh politikdomba 18-06-2014 08:33
0
17.9K
Kutip
209
Balasan
Thread Digembok
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Pilih Capres & Caleg
22.5KThread•3.1KAnggota
Tampilkan semua post
TS
politikdomba
#12
Testimonial tentang Prabowo - Hatta
Testimonial untuk Prabowo Subianto
Spoiler for Testimonial Ahok:
Testimonial Ahok Terhadap Prabowo
Spoiler for Testimonial Gusdur:
Testimonial Gusdur Terhadap Prabowo
Quote:
soal Prabowo Subianto, namanya cukup sering diceritakan Gus Dur kepada saya.
Salah satunya adalah saat Mas Bowo (Prabowo Subianto) datang ke rumah Gus Dur di Ciganjur membawa satu buah panser di tengah memanasnya situasi di Jakarta akibat kerusuhan Mei 1998.
“Mas Bowo datang tadi malam, naik panser. Ngobrol sama saya berdua di kamar. Katanya dia diminta berhenti. Lalu saya nasehati, sudahlah Mas. Sabar aja. Nanti Tuhan yang membukakan, yang mana yang salah dan yang mana yang benar” demikian kata Gus Dur kepada saya dalam sebuah kesempatan di tahun 1998.
Lalu saya tanya lebih mendalam, apalagi yang disampaikan Prabowo saat berbincang berdua dengan Gus Dur dalam kamar ?
“Ndak ada. Ya ngomong bola (soal sepakbola). Saya guyon-guyon. Kamu ini wartawan, gimana sih? Saya kan ngerti perasaannya. Dia jenderal, dicopot seenaknya. Saya ngerti dia pasti sedih. Lah dia datang ke saya, karena dia anggap saya ini seperti orangtuanya” lanjut Gus Dur.
Gus Dur mengisahkan bahwa Prabowo adalah sosok yang santun dan murah hati secara luar biasa.
Apa yang disampaikan Gus Dur tentang Prabowo, perlu disampaikan juga ke hadapan masyarakat sebagai bentuk keseimbangan informasi.
Bahwa ada sisi kemanusiaan Prabowo yang belum terungkap secara jujur.
Ia bukan jenderal brutal yang kasar.
Saat dicopot dari jabatannya sebagai Panglima Komando Cadangan Stategis (Pangkostrad), dua jenderal berbintang empat yang kala itu menjadi atasan langsung Prabowo, juga menyampaikan kesaksian pribadi mereka secara informal kepada saya selaku jurnalis yaitu Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo dan Menhankam / Panglima TNI Jenderal Wiranto.
Saya yang kala itu memang meliput di lingkungan Politik Keamanan (Polkam), serta tercatat sebagai salah seorang wartawan yang memegang kartu peliputan di lingkungan Mabes TNI dan Mabes TNI Angkatan Darat pernah menanyakan perihal Prabowo kepada kedua orang jenderal tadi.
Prabowo menemui KSAD Subagyo terlebih dahulu, dibandingkan Jenderal Wiranto.
Dalam pertemuannya dengan KSAD Subagyo yang notabene pernah 8 tahun menjadi Dan Walpri (Komandan Pengawal Pribadi) bagi Presiden Soeharto, dikisahkan bahwa pertemuan itu sangat baik dan tidak ada sedikitpun ketegangan.
Prabowo datang dan berbicara berdua dengan KSAD Subagyo.
Setelah mendapat kepastian bahwa ia dicopot dari jabatannya, Prabowo menaruh di atas meja yang ada di hadapannya, tongkat komando dan pangkat.
Sebelum dan sesudah pertemuan, Prabowo tetap memberikan sikap hormat kepada atasannya ini.
Mengenai pertemuan dengan Prabowo, Jenderal Wiranto juga pernah mengisahkan masalah ini kepada saya.
“Saya dilapori bahwa Bowo mau ketemu. Saya bilang ya gak papa, silahkan. Saya terima. Dia datang, menghormat. Saya duduk berdua. Saya yang tanya duluan …. Kenapa Wok ?” ungkap Jenderal Wiranto kepada saya mengisahkan pertemuannya dengan Prabowo.
Ada benang merah antara kesaksian Gus Dur dengan informasi yang disampaikan oleh kedua atasan Prabowo tadi bahwa mantan Danjen Kopassus ini datang dengan kesatria dan bersikap santun.
Satu-satunya orang luar yang dimintai nasehat oleh Prabowo tentang apa yang harus dilakukannya disaat yang terpojok seperti itu adalah Gus Dur.
Ia mengikuti dan melakukan apa yang disarankan Gus Dur ketika itu, “Sabar saja Mas”.
Dan kini, baik Prabowo, termasuk juga saya sebagai wartawan, kini tak punya lagi kawan yang bisa kami datangi ke Ciganjur untuk sekedar bergosip, mencurahkan isi hati, belajar dan menimba ilmu tentang kehidupan pada seorang Kyai yang sangat membumi.
![kaskus-image]()
Salah satunya adalah saat Mas Bowo (Prabowo Subianto) datang ke rumah Gus Dur di Ciganjur membawa satu buah panser di tengah memanasnya situasi di Jakarta akibat kerusuhan Mei 1998.
“Mas Bowo datang tadi malam, naik panser. Ngobrol sama saya berdua di kamar. Katanya dia diminta berhenti. Lalu saya nasehati, sudahlah Mas. Sabar aja. Nanti Tuhan yang membukakan, yang mana yang salah dan yang mana yang benar” demikian kata Gus Dur kepada saya dalam sebuah kesempatan di tahun 1998.
Lalu saya tanya lebih mendalam, apalagi yang disampaikan Prabowo saat berbincang berdua dengan Gus Dur dalam kamar ?
“Ndak ada. Ya ngomong bola (soal sepakbola). Saya guyon-guyon. Kamu ini wartawan, gimana sih? Saya kan ngerti perasaannya. Dia jenderal, dicopot seenaknya. Saya ngerti dia pasti sedih. Lah dia datang ke saya, karena dia anggap saya ini seperti orangtuanya” lanjut Gus Dur.
Gus Dur mengisahkan bahwa Prabowo adalah sosok yang santun dan murah hati secara luar biasa.
Apa yang disampaikan Gus Dur tentang Prabowo, perlu disampaikan juga ke hadapan masyarakat sebagai bentuk keseimbangan informasi.
Bahwa ada sisi kemanusiaan Prabowo yang belum terungkap secara jujur.
Ia bukan jenderal brutal yang kasar.
Saat dicopot dari jabatannya sebagai Panglima Komando Cadangan Stategis (Pangkostrad), dua jenderal berbintang empat yang kala itu menjadi atasan langsung Prabowo, juga menyampaikan kesaksian pribadi mereka secara informal kepada saya selaku jurnalis yaitu Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Subagyo Hadi Siswoyo dan Menhankam / Panglima TNI Jenderal Wiranto.
Saya yang kala itu memang meliput di lingkungan Politik Keamanan (Polkam), serta tercatat sebagai salah seorang wartawan yang memegang kartu peliputan di lingkungan Mabes TNI dan Mabes TNI Angkatan Darat pernah menanyakan perihal Prabowo kepada kedua orang jenderal tadi.
Prabowo menemui KSAD Subagyo terlebih dahulu, dibandingkan Jenderal Wiranto.
Dalam pertemuannya dengan KSAD Subagyo yang notabene pernah 8 tahun menjadi Dan Walpri (Komandan Pengawal Pribadi) bagi Presiden Soeharto, dikisahkan bahwa pertemuan itu sangat baik dan tidak ada sedikitpun ketegangan.
Prabowo datang dan berbicara berdua dengan KSAD Subagyo.
Setelah mendapat kepastian bahwa ia dicopot dari jabatannya, Prabowo menaruh di atas meja yang ada di hadapannya, tongkat komando dan pangkat.
Sebelum dan sesudah pertemuan, Prabowo tetap memberikan sikap hormat kepada atasannya ini.
Mengenai pertemuan dengan Prabowo, Jenderal Wiranto juga pernah mengisahkan masalah ini kepada saya.
“Saya dilapori bahwa Bowo mau ketemu. Saya bilang ya gak papa, silahkan. Saya terima. Dia datang, menghormat. Saya duduk berdua. Saya yang tanya duluan …. Kenapa Wok ?” ungkap Jenderal Wiranto kepada saya mengisahkan pertemuannya dengan Prabowo.
Ada benang merah antara kesaksian Gus Dur dengan informasi yang disampaikan oleh kedua atasan Prabowo tadi bahwa mantan Danjen Kopassus ini datang dengan kesatria dan bersikap santun.
Satu-satunya orang luar yang dimintai nasehat oleh Prabowo tentang apa yang harus dilakukannya disaat yang terpojok seperti itu adalah Gus Dur.
Ia mengikuti dan melakukan apa yang disarankan Gus Dur ketika itu, “Sabar saja Mas”.
Dan kini, baik Prabowo, termasuk juga saya sebagai wartawan, kini tak punya lagi kawan yang bisa kami datangi ke Ciganjur untuk sekedar bergosip, mencurahkan isi hati, belajar dan menimba ilmu tentang kehidupan pada seorang Kyai yang sangat membumi.

Spoiler for Testimonial Cak Nun Tentang Prabowo:
Testimonial untuk Hatta Rajasa
Spoiler for Apa kata Mereka Tentang Hatta Rajasa:
Quote:
"Bagi saya, Hata Rajasa adalah sosok yang memiliki ketiga syarat seorang pemimpin yaitu IQ, EQ, juga SQ. Hal ini saya simpulkan berdasarkan interaksi dengannya"
- Dr. H.C. Ary Ginanjar Agustian-
Motivator Pendiri ESQ Business School
- Dr. H.C. Ary Ginanjar Agustian-
Motivator Pendiri ESQ Business School
Quote:
"Pak Hatta merupakan sosok problem solver. Beliau meminta kami di KTNA untuk secara rutin melaporkan permasalahan yang dihadapi petani kepadanya. Beliau sangat berharap setiap terjadi masalah terkait petani dan nelayan dapat segera diatasi. Sikap responsif Pak Hatta itu membuat kami di KTNA sangat antusias"
- Ir. Winarno Tohir-
Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)
- Ir. Winarno Tohir-
Ketua Umum Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA)
Quote:
"Pak Hatta adalah sosok anak bangsa yang sangat fenomenal.Karena, sebagai seorang insinyur, dipercaya oleh Presiden SBY untuk menjadi Mensesneg dan Menko Perekonomian"
- Jend TNI (Purn) Try Sutrisno-
Wakil Presiden RI 1993-1998
- Jend TNI (Purn) Try Sutrisno-
Wakil Presiden RI 1993-1998
Quote:
"Sifat tawadhu dan senantiasa hormat kepada guru-gurunya itulah yang saya lihat dari sosok Hatta Rajasa. Dan itu masih ia tunjukkan hingga saat kesuksesan telah diraihnya. Sebutlah nama-nama seperti Muhammad Imaduddin Abdulrahim atau Bang Imad dan juga Achmad Noe’man. Meski kedua nama itu telah tiada, namun perhatian Hatta masih diberikan kepada keluarga mereka. Saya malah sering merasa agak malu karena dalam berbagai kesempatan Hatta selalu menyebut saya sebagai guru. Meskipun beliau sudah beberapa kali menjadi menteri, beliau tidak pernah lupa kepada orang-orang yang pernah memberi sedikit ilmu kepadanya"
- Prof. Dr. K.H. Miftah Farid-
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung
- Prof. Dr. K.H. Miftah Farid-
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bandung
Quote:
"Kalau kita bicara sosok Hatta Rajasa, terkait PKL, dapat saya katakan beliaulah yang meletakkan babak baru tata kelola PKL di Indonesia. Inilah pertama kali dalam sejarah PKL memiliki payung hukum, yaitu Perpres No. 125 tahun 2012"
- Dr. Ali Mahsun-
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kali Lima Indonesia (APKLI)
- Dr. Ali Mahsun-
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Kali Lima Indonesia (APKLI)
Quote:
"Di mata saya, Hatta Rajasa adalah seorang yang memiliki kepiawaian dalam berkomunikasi, terlebih lagi adalah komunikasi politik. Dalam kaitan itu, salah satu peristiwa politik yang saya ingat adalah ketika terjadi kebuntuan komunikasi antara Bapak Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ibu Megawati. Ketika itu Hatta mampu berperan sebagai penengah, menyelesaikan masalah kemandegan komunikasi di antara kedua tokoh di atas"
- Aviliani-
Pengamat Ekonomi
- Aviliani-
Pengamat Ekonomi
Quote:
"Pak Hatta sangat menghargai orang yang lebih tua. Jabatan menteri yang melekat padanya, tak kemudian menyebabkan ia bersikap jumawa. Ia tetap sebagai pribadi yang sangat santun, seperti Hatta yang saya kenal dahulu. Kalau datang ke LIPI, Pak Hatta rajin sholat di masjid LIPI dan tak berjarak dengan siapapun."
- Prof. Taufik Abdullah-
Sejarawan
- Prof. Taufik Abdullah-
Sejarawan
Quote:
"Saya melihat lelaki berukuran sedang itu berdiri, mengulurkan jabatan tangan sambil tersenyum kecil. Tidak banyak basa-basi, kami segera berbincang. Santai namun menukik pada substansi. Hingga masalah (saya kira) terpecahkan tak sampai 30 menit. Tak mengherankan bila lelaki berambut putih yang saya datangi itu diberi penghargaan internasional karena peranannya sebagai Mr Fixer"
- Radhar P Dahana-
Sastrawan
- Radhar P Dahana-
Sastrawan
Quote:
"Suatu ketika saya kebetulan bersama Pak Hatta janjian menengok teman yang tengah dirawat di RSCM. Ternyata mobil Pak Menko sampai lebih dulu di rumah sakit, beberapa waktu kemudian saya baru sampai. Nah yang membuat saya respek ke beliau, tak lain karena sikap kerendah hatiannya. Pak Hatta yang sudah sampai di RSCM ternyata nungguin saya di parkiran sampai saya tiba. Jadi ini dalam sejarah seorang menteri yang menunggu rakyatnya. Memang ini sederhana, tapi bagi saya hal-hal semacam ini menunjukkan karakter seseorang"
- Nasirun-
Pelukis
- Nasirun-
Pelukis
Diubah oleh politikdomba 06-06-2014 04:13
0
Kutip
Balas