- Beranda
- Stories from the Heart
My Life @Twitter
...
TS
shabutaro
My Life @Twitter
Setelah lama malang melintang di kaskus, gw rasa saatnya gw menimbun post dengan cara menuliskan sebuah cerita di forum SFTH 
"Sebuah tweet tidak berhenti sampai dengan karakter ke-140. Ada cerita lebih di di balik itu semua. Suka, tawa, tangis dan penyesalan ada di dalamnya. Kali ini ijinkan gw untuk membagi kisah gw yang gw rangkum dalam tweet gw..."
Perkenalkan, nama gw Ardi. Kali ini, gw bakalan bercerita tentang kehidupan gw yang gw ambil dari tweet gw di twitter.

"Sebuah tweet tidak berhenti sampai dengan karakter ke-140. Ada cerita lebih di di balik itu semua. Suka, tawa, tangis dan penyesalan ada di dalamnya. Kali ini ijinkan gw untuk membagi kisah gw yang gw rangkum dalam tweet gw..."
Perkenalkan, nama gw Ardi. Kali ini, gw bakalan bercerita tentang kehidupan gw yang gw ambil dari tweet gw di twitter.
Index
Quote:
Rules
Quote:
Diubah oleh shabutaro 05-06-2014 22:24
anasabila memberi reputasi
1
4.9K
35
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•53.5KAnggota
Tampilkan semua post
TS
shabutaro
#13
Tweet #28
“saya lebih memilih memanfaatkan satu setengah jam untuk berdoa memohon uts KWN open daripada belajar KWN wkakaka”
5 April 2010 9:41 AM
5 April 2010 9:41 AM
Siapa yang ga pernah dapet mata kuliah Kewarganegaraan? Gw rasa semua jurusan atau bidang studi, selama itu mencari gelar sarjana, tentunya bakalan berhadapan dengan yg namanya mata kuliah “Kewarganegaraan”, atau bisa kita singkat KWN.
Dosen yg mengajar kami sekelas itu mantan tentara. Pemikirannya cukup terbuka, terutama menyangkut hal yg sensitif. (Terutama) kalo boleh gw ngomong: kejadian th. 65 (ya, kalian semua tahu itu kasus apa lah…)
Sebagai mantan tentara, gw boleh angkat jempol atas sudut pandang yg terbuka. Pernah satu kali dia mengajar, dalam pembahasannya dia tiba-tiba mengungkit sesuatu tentang “Commie”(you know who’s that). Disebutkannya bahwa tuduhan selama ini bahwa commie itu atheis, itu adalah salah besar. Dia pernah berkunjung ke negara yg beraliran
“commie” dan disebutkannya bahwa orang-orang disana beragama. Disana juga terdapat banyak tempat peribadahan, sesuatu yg ga mungkin dipunyai oleh orang atheis.
Untuk hal ini, gw rasa dosen ini “khusus”, bahkan “istimewa”. Sesuatu yg gw rasa itu jarang bisa dijumpai di para mantan tentara (yg juga menganut agama mayoritas di negeri ini).
Back to tweet…Tentunya kalian semua pada tahu kan, apa yg dipelajari di KWN? Tentunya gw rasa semuanya pada tahu, bahwa kita ga ngerti apa-apa dari mata kuliah KWN. Setuju? Huehuehuehue…
Serius. Mata kuliah ini bagi mayoritas mahasiswa hanya mata kuliah pelengkap saja. Yang melengkapi syarat untuk Ijazah, tanpa elo harus ngerti isi di dalamnya. Dan itulah yg gw alami di akhir semester 6.
Waktu itu, satu setengah jam sebelum ujian tengah semester KWN. Kami semua tidak diberi info, apakah ujian ini akan dibuat terbuka (ga perlu belajar/menghapal), atau tertutup (bakalan banyak hapalan/dan harus belajar). Gw sedang asik main (Warcraft) sambil donlot film. Dan waktu yg tinggal sedikit itu ga akan gw pakai untuk belajar KWN. Simple, because I don’t like reading something I don’t like.
Waktu yg ada, gw gunain untuk berdoa, semoga UTS KWN diselenggarakan terbuka, dan setelahnya gw lanjutin dengan melanjutkan game gw…
Dan voila… Ujian diselenggarakan terbuka, meski buku juga ga ada gunanya di dalam ruangan, karena jawaban dari soal UTS KWN memerlukan skill “Mengarang Indah”
.....
Epilog:
Di UAS, kalo ga salah KWN juga open book, dan akhirnya gw lulus mata kuliah itu, dan ga perlu mengulang lagi. Ternyata ga sia-sia gw berdoa, dan ga sia-sia gw punya skill “mengarang indah”
Diubah oleh shabutaro 23-05-2014 22:59
0
:

kalo bisa rate 5 