Kaskus

Story

shabutaroAvatar border
TS
shabutaro
My Life @Twitter
Setelah lama malang melintang di kaskus, gw rasa saatnya gw menimbun post dengan cara menuliskan sebuah cerita di forum SFTH emoticon-Cool

"Sebuah tweet tidak berhenti sampai dengan karakter ke-140. Ada cerita lebih di di balik itu semua. Suka, tawa, tangis dan penyesalan ada di dalamnya. Kali ini ijinkan gw untuk membagi kisah gw yang gw rangkum dalam tweet gw..."

Perkenalkan, nama gw Ardi. Kali ini, gw bakalan bercerita tentang kehidupan gw yang gw ambil dari tweet gw di twitter.

Index
Quote:



Rules
Quote:
Diubah oleh shabutaro 05-06-2014 22:24
anasabilaAvatar border
anasabila memberi reputasi
1
4.9K
35
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
shabutaroAvatar border
TS
shabutaro
#2
Tweet #4
“KITA PERANG VS WALL-E”
7 Januari 2010 9:32 AM


Ini tweet pertama yg gw bagikan ke para pembaca sekalian. “Wall-E” sendiri sebenarnya adalah sebuah plesetan atas nama dosen yg jadi musuh gw yg pertama di kampus tempat gw menimba ilmu. Itu nama sengaja disamarkan, karena kalo sengaja ditulis malahan bisa berabe (tambah dibenci lagi, secara waktu itu gw dan temen2 masih pada di kampus). Untuk lebih gampang dibaca, gw samarkan aja menjadi Pak Walit.


Pak Walit sebenarnya seorang dosen pengganti yg ditugaskan untuk menggantikan dosen mata kuliah bahasa pemrograman 2. Dosen yg biasanya mengajar (kita sebut saja Bu Mel), sedang menjalani pemulihan operasi, dan terpaksalah si Walit yg menggantikannya. FYI, gw dan temen2 sekelompok adalah salah satu kelompok yg disenangi (ge-er mode ON) oleh si Bu Mel; Karena itu kami enjoy saja menyalakan laptop (di mata kuliah ybs), kadang main (Warcraft), atau malah asik donlotan; sudah tentu pastinya juga sambil belajar dan mengerjakan tugas/soal yg diberikan. Kami juga sering bersenda gurau, sambil sang dosen memberi tugas/soal. Itu sudah biasa.

Sayangnya gw ga sadar ada pepatah yg mengatakan “Lain Ladang Lain Ilalang”. Dan sudah barang tentu kebiasaan yg sama tidak bisa diterapkan juga di dosen pengganti ini. Suatu kali, gw akhirnya kena semprot oleh Pak Walit karena gw lagi asik ngobrol dengan tetangga sebelah gw, ketika Pak Walit sibuk menjelaskan sesuatu yg gw tanya sebelumnya. Disemprotlah gw dengan nada tinggi, dan akhirnya gw dan dia jadi perang dingin.

Sebenarnya sih, kalo gw boleh jujur, itu dosen juga ga kompeten dalam mengajar (ini jujur ya… bukan benci/dendam). Bagi anak2 yg kuliah matkul pemrograman, pasti tahu ada 1 baris perintah (gw lupa baris perintahnya apa) yg digunain untuk mengumpulkan error message ketika coding dijalankan. Inget:cuman 1 baris.
Oleh Pak Walit, kode itu dirubah menjadi 2-3 baris, yg katanya (katanya sih) lebih komplit dalam memberikan penjelasan pas kodenya error. Alhasil ketika error, keluarlah error message 1 halaman (biasanya palingan cuman 2-3 baris doang). Mana dengan konyolnya si Walit kebingungan dengan errornya (padahal dia yg bikin jadi lebih rumit). Ditanyakanlah ke anak2, dengan dalih mencobai mahasiswanya. Dihabiskanlah waktu setengah matkul untuk mencari tahu error apa yg sebenarnya terjadi.
Eh…ternyata errornya ada di panjang kolom yg ada di database (akhirnya ada mahasiswa yg ngerti juga)
Dan tanpa rasa kikuk, dia mengganti kesalahannya, dan melanjutkan matkul…


Status itu dibuat oleh @frozenbreath, yg akhirnya gw retweet menjadi tweet gw…

.....

Epilog:
Gw sempat edit gambar Wall-E (dimana E-nya gw ganti jadi inisial dosen ybs), dan gambar itu sempat gw upload di fb gw. Sempat juga gw pasang wallpaper Wall-E di laptop gw, dan background program yg dipake untuk UAS-nya matkul Bu Mel (dosen utama).

Dari situ akhirnya Bu Mel cerita soal curhatan Pak Walit (tentang gw) ke gw dan frozenb. Ternyata oh ternyata, si Walit saking dendamnya ke gw, sampe-sampe kalo UAS dipegang sama si Walit, gw bakalan diancurin nilainya! Apa ga bego apa jadi dosen? Feeling kok dipake dalam menilai seseorang?? Gw kalo boleh dikata agak ga sopan sama orang lain lah, tapi kan kalo ilmu gw ga cetek, gw juga harusnya bisa lulus dong? Ya ga?

Dari detik itu, sampe gw lulus, gw udah anggap itu dosen sebagai musuh gw. Sama seperti yg frozenb tuliskan di tweetnya dia, Kita Perang vs Wall-E. Dan perang itu belom berakhir sampe detik ini…


Epilog 2:
Pas gw tulis ini cerita sambil buka twitter gw, ada kesalahan teknis sehingga gw men-undo retweet gw ke @frozenbreath. Alhasil, kalo gw nge-retweet itu ulang lagi, urutan tweet gw bakalan kaco, dan akhirnya gw biarin aja. Cerita ini akan mengikuti timeline tweet yg gw donlot dari archive twitter 2 hari sebelumnya…
Diubah oleh shabutaro 23-05-2014 22:57
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.