TS
miu007
[ORFICT] Apakah Aku Harus?
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/www.images55.com/wp-content/uploads/2014/04/Welcome-Graphic.png)
My OC credit by RissaThanks Rissa

Spoiler for Cover:
Judul: Apakah Aku Harus?
Terbit : 2014 February
Author : Ahmad Baydhowi ( http://
facebook.com/ubay12 )
Genre : Comedy, Romance, Slice Of Life,
School Life, Super Power
Update Chapter : Senin (Malam)
Sipnopsis : Owi Pratama adalah Laki-laki yang
memiliki pemikiran skeptis. Selalu
menganggap dirinya yang paling sial dari
orang orang sial yang lain. Ia Memiliki motto
'hidup sehat, hidup hemat energi' . Selalu
berpikir pesimis, kritis, dan realistis. Namun
begitu, Owi Menghargai dan mempercayai
kerja keras. Suatu hari, ia mendapatkan
sesuatu kekuatan yang diinginkan. Apa
kekuatan yang diinginkannya? Apakah yang
akan dia dilakukan oleh kekuatan itu? Apakah
kesialan kesialan yang akan dihadapinya?
Quote:
READ :
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Kritik dan saran sangat diperlukan untuk pengembangan cerita ini, tidak perlu
cukup Komentar, kritik dan saran 
Quote:
Diubah oleh miu007 02-06-2014 11:35
0
8K
Kutip
37
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
miu007
#15
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Spoiler for chapter7:
Aku masuk kekamarku, dan berbaring sambil bermain game di PSP. Dan akhirnya aku tertidur.
Selama 7 hari ini, aku menjalani kehidupan yang sangat bahagia.
Tidur, Makan, Main. Dan, besok aku masuk sekolah. Ah, maaf ternyata hari ini aku harus melihat nilaiku dahulu. Meskipun aku yakin lulus.
Aku menggunakan motorku untuk pergi kesekolah, aku terlalu banyak bersantai, jadi aku malas untuk berjalan.
Aku sampai disekolahku hanya dalam 2 menit. Aku parkirkan motor itu ditempat parkir sekolah itu.
Sekolah ini mengerikan, memiliki tempat parkir sepeda, motor, dan mobil.
Kulihat sudah banyak sekali murid. Semoga saja tidak ada yang mencintaiku sebagai lelaki, jikalau sebagai teman aku tak keberatan. Tehee.
Aku berjalan ke papan nilai. Banyak sekali orang disana. Untung saja badanku cukup tinggi dan mata ku cukup tajam untuk melihat tulisan kecil itu dari sini.
Aku mencari namaku dari peringkat 1-100 tidak ada, 100-200 tidak ada.
Apa? Jadi aku peringkat 300 terakhir?!
Aku melihat papan peringkat 200-300. Ternyata aku ada..
Tapi, kenapa aku peringkat terakhir? aku hanya menyalahkan 10 soal.
Sekolah ini benar benar mengerikan!!
Peringkat satu Benar semua!?
Peringkat 2-14 salah 2,
Peringkat 15-180 salah 3-6,
Peringkat 181-299 salah 7-9,
Dan aku? Peringkat 300 salah 10!!?
Benar benar mengerikan!!!
Jadi, aku masuk sekolah besok? Yasudahlah!
Aku pergi ketempat parkir mengambil motorku dan pulang, kulihat dibelakangku ada seseorang laki laki--ahh bapak-bapak lebih tepat!!
"Ada apa?"
"Uang parkir!"
Hah? Parkir?! Kampret!!
Aku memberi uang Seribuan sisa kemarin beli makanan ringan.
"Nih.."
"Maaf, dua ribu mas"
Dua ribu? Aku hanya memakirkan motorku 5 menit!!
Dan juga, aku tak punya ribuan lagi.
"Nggak ada ribuan lagi pak"
"Ada kembalinya kok"
Aku mengeluarkan uang 100rb.
"Kembali 99rb!"
Aku bisa jahat dan pelit jika kesal!
"Ahh.. maaf, nggak ada kembalian"
"Saya juga nggak ada"
Dengan tampang kesal tukang parkir itu menjawab
"Oh, yasudah, tidak apa-apa"
Yasudah! Kau hanya mempersulit hidupmu! Kau tahu?
Aku tidak akan membawa motor lagi kesekolah ini! Membuatku emosi dan itu membuat energi kehidupanku berkurang!
Aku menghela nafas untuk membuang kelelahanku dan melupakan yang tadi.
Saat sampai gerbang.
Angel ada disana.
"Owi...!"
Heh? Ini hari keberuntunganku lagi?
Aku menghampirinya.
"Naik!"
"Hah?"
"Naik!"
"Ya ya" katanya sambil menaiki motorku dan bersandar padaku.
Sensasi ini! Kurasakan lagi!!
Diperjalan menuju entah kemana.
"Sedang apa kau disana? Bukannya masuk sekolah besok?"
"Ada yang ingin aku bicarakan padamu"
Ada apa dengannya? Dia sangat serius, dan terlihat sedih.
"Kenapa suaramu serius sekali?"
"Karna ini memang serius"
Hah? Baru kali ini, aku melihat dia seserius ini. Mungkin memang masalah serius.
Aku menuju restoran favoritku, maksudku restoran terdekatku.
Aku Memesan meja untuk dua orang dan hanya memesan minum.
"Sekarang... ada apa?"
"Kita menikah sekarang!"
"Hah?
.
.
.
..
..
..
...
...
...
HEEEEEHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!???" Aku berteriak. Sekilas, semua pelanggan toko melihatku.
Tentu saja! Mungkin aku dianggap orang gila sekarang!
Bukan itu masalahnya!
Ada apa ini?! Tiba tiba sekali! Aku memang senang! Tapi, apa kau ingin membunuhku dengan serangan jantung? Ah.. aku tak punya penyakit jantung.
"Tenanglah!!!"
"Tapi, kenapa?"
"Aku akan pindah dan dijodohkan dengan sesorang disana!"
Sekilas, aku mengingat cerita mainstream sinetron yang kutoton dulu.
"Tapi, kenapa kau tidak bilang sudah mempunyai pacar?"
"Sudah!! Kata orang tuaku, ini sudah terencana sejak aku SD!"
"Kau tinggal menolaknya bukan!?"
"Sudah!!! Aku tidak bisa!! Sekarang orang tuaku ada dirumahku!"
"Apa? Jadi, aku bagaimana sekarang?"
"Melamarku!"
"Ini terlalu tiba-tiba! Aku masih SMA tau! Umurku baru 17!"
"Hah? 17?"
"Ya.. aku terlambat masuk SD"
"Hahahahahhahah"
"Hoi! Mengapa kau tertawa!? Pecahkan masalah tadi dulu!"
"Kita sudah temukan pemecahan masalahnya bukan?"
Hah? Sudah? Jangan-jangan?
.
.
.
.
.
.
Melamarmu?
"Serius nih?"
"Ya! Kau harus menjadi tunanganku"
Tak sadar, lagi lagi aku mengeluarkan air mata.
"Kenapa kau menangis owi?"
"Aku terharu kau lebih memilihku dari pada memilihnya.."
"Hahahhahah... aku sudah jatuh cinta padamu sejak pandangan pertama. Mana mungkin aku tidak memilihmu bukan?"
Kata kata indah itu!! Sudah kuduga aku menemukan Perempuan idamanku jika berusaha!
"Terima kasih" hanya itu yang bisa kujawab.
Dia mengelus kepalaku dengan lembut.
"Ya.. terimakasih juga, kau berani berbicara padaku dulu"
"Sekarang, kau harus kerumahku. Mana orang tuamu?" Sambungnya.
Ah? Sial! Sekarang orang tuaku sedang berlibur di Hawaii!
Kenapa mereka pergi disaat penting?!
Apa ini yang disebut keberuntungan buruk? Tapi, sayang sekali! Aku tak percaya keberuntungan! Karena aku pernah mengalahkannya!
"D-dia sedang b-bekerja diluar negeri"
Ah.. aku malu dengan orang tuaku hingga berbohong.
"Ah...orang tuamu tidak bisa diharapkan. Kalau begitu, kau saja"
Aku tahu itu! Orang tuaku memang tidak bisa diharapkan. Tetapi, mengapa aku sendiri?
"Hah? Apa aku akan dimakan?"
Kataku sambil menggodanya.
"T-tidak... mana mungkin!"
"Aku bercanda bodoh!! Hahahhahaah. Kalu begitu, ayo!" Kataku sambil menarik tangannya.
"Kau ini..."
Setelah membayar tagihan, aku pergi ke rumahnya. Aku tidak pernah tau dimana rumahnya.
Aku ingat, aku diberi cincin oleh ibuku yang diberikan oleh ayahku, dan ayahku mendapatkannya dari kakekku. Artinya, ini cincin warisan. Tapi, kenapa diberikan padaku? Kenapa tidak kepada kak Atra?
Hmmm... kenapa aku memikirkan hal yang tak perlu? Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Tidak! Tidak mungkin bukan? Aku sudah menjalani kehidupan romantis yang aku anggap hanya khayalan ilusi ini! Mengapa aku harus men-reset kehidupanku hanya untuk memikirkan masalah itu?! Kalau begitu pertanyaan tak berguna ini ditutup.
Sekitar 10 menit untuk menuju rumahnya. Ternyata lumayan jauh.
Kau tahu? Kukira rumahnya besar. Ternyata, biasa..
Ini bukan rumah! Ini apartemen! Dari luar terlihat kecil, namun sebenarnya sangat luas.
"Permi..si....Wah.. luas sekali.."
Kukira ada yang janggal disini. Sangat kosong.
"Sudahlah!" Katanya berbisik.
Dugaanku, orang tuanya menyeramkan.
"Ibu...!!! Ayah...!!!"
Hah? Sial! Aku belum siap..!
"Ya..." terdengar suara dari belakang.
"Aku membawa pacarku..."
"Haaaahhh?" Ayah dan ibunya sepertinya kaget.
Kukira aku salah, mereka tidak menyeramkan. Tetapi aneh.
"Perkenalkan, nama saya Owi Pratama, dari keluarga Pratama"
"Pratama?! Pratama yang itu!? Yang memiliki perusahaan batik diseluruh dunia?"
Hah? Benarkah? Apa itu pekerjaan ayah dan ibuku?
"Benarkah? Saya tidak tahu"
"Ah.. mana mungkin ya.. memangnya nama ayah mu siapa?" Kata ibunya bertanya bingung.
Kenapa semua orang tua bisa sematre ini?!
Dan kenapa dengan ayahku?!
"Eh? Gion Pratama"
"Heh? Bohong"
Bohong?
"Tidak, ayahku Gion Pratama. Yahh... memang Aku tidak tau pekerjaan ayah dan ibu--"
"Jadi benar kau anaknya?!"
Dia memotong pembicaraanku
"Ini pacarmu Angel?! Hebaat" sambungnya sambil menoleh ke Angel.
Memangnya orang tuaku sehebat itu ya? Lain kali aku akan menanyakannya.
"Ibu!! Kau mempermalukanku! Maaf yah Owi. Dia memang sangat matre"
Yah... memang itu sifat wanita yang sebenarnya. Aku tidak menyangkal itu. Aku tahu dia melakukan ini agar anaknya terjamin kehidupannya. Kukira aku juga akan melakukan itu jika mempunyai anak.
"Y-ya"
"Hei nak!" Ayahnya memanggilku dengan keras.
"Apa"
"Kau ingin melamar anakku? Apa maharnya?"
"Ayah!!--" kata angel dengan memasang muka malu dengan nada marah.
"Tidak apa apa Angel" kataku memotong pembicaraannya.
Aku mendekati ayahnya dan memperlihatkan Cincin dari ibuku.
Saat ayahnya melihat cincin ini, ia kelihatan bersemangat.
"Aku menyetujuinya nak.. berjuanglah, dan jaga anakku!"
Hah? Aku..
..
..
..
Direstui!?
YAAAAAAAAAAAAAAAA....
Tapi, ini seperti ucapan untuk orang yang akan menikah saja. Tidak apalah.
"Aku akan berusaha!"
Aku berjalan menuju Angel dan meminta izin padanya untuk memasangkan cincin ini kejari manisnya.
Aku sedikit malu melakukan hal yang sangat memalukan ini. Mungkin rasa maluku sudah berkurang karena kebahagiaan ini? Entahlah.
"Angel... boleh aku memasangkan cincin ini padamu?"
"Heh? Hhhhhhhh..." Gumamnya sambil mengangguk.
Dia bahkan tidak bekata iya! Mungkinkah dia sedang gugup? Jadi, bukan aku saja?!
Aku berlutut dan memegang tangannya yang kecil dan lembut. Aku memasangkan cincin ini padanya.
"Terimakasih" katanya sambil melihat cincin itu yang memang sangat indah.
"Sama-sama"
"Jadi.. kapan kalian akan terus seperti ini? Kalian belum menjadi suami istri tahu!" Kata ibu Angel menghancurkan suasana romantis kami.
"Maaf..." kataku menjawab dengan refleks.
"Dan.. kapan kalian akan menikah?" Kata ayahnya memotong lagi.
Hah?! Menikah!? Jadi benar dugaan ku tadi?!
Mana mungkin aku menikah! Ini terlalu cepat! Aku baru masuk SMA! Aku bahkan belum mendapat pekerjaan!
"I-itu.. k-kami h-harus s-sekolah d--"
"Aku bercanda tahu!" Kata ayahnya yang lagi-lagi memotongku.
Sial! Aku terjebak!
"Kau polos sekali ya... Owi. Ini adalah salah satu sifat yang aku suka" kata Angel menambahkan.
Kenapa dia tahu ini adalah Candaan?! Kukira dia sering mendapatkannya, jadi dia sudah terbiasa.
Keluarga yang unik. Tidak.. aneh seperti dugaanku.
Aku memasang muka kesal.
"Sudah sudah.. ayo kita jalan - jalan. Masalah sudah terlewatkan" kata Angel sambil menarikku.
"Beritahu yah.. Angel" kata ibunya.
Apa maksudnya?!
"Permisi" kataku sambil menutup pintu.
Kulihat sekilas, ayah dan ibunya tersenyum.
Aku menjadi tambah penasaran.
"Kau akan membawaku kemana?"
"Kita akan... ketempat favoritku"
"Hah..? Jauh tidak? Ini sudah sore lohh.."
"Tidak.. ada di dekat sini. Hanya dengan berjalan. Kita akan sampai"
"Baiklah"
Kami berlari sambil bergandengan tangan. Dan sampai disana.
Ini adalah taman kota! Hanya disamping apartemennya!
Untuk apa dia membawaku kesini?
"Kita akan bertemu lagi disini 7 tahun lagi. Saat itu, aku sudah menggapai seluruh impianku"
Hah? 7 tahun? Apa maksudnya?!
"Hah? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti"
"Hmm bagaimana yah? Begini, aku akan mengelilingi dunia dengan kedua orang tuaku. Ini adalah salah satu impianku, 'Memutari dunia'. Sambil berkeliling dunia, aku akan belajar pemograman, desain, dan Network untuk menjadi Pembuat Game. Dan penutupnya adalah dirimu. Aku akan bertemu denganmu setelah mewujudkan 2 impianku untuk menyempurnakannya"
"Itu artinya..."
"Menikah denganmu adalah Impian terakhirku yang akan selalu ku jaga"
"Kau akan pergi meninggalkanku?"
"Tidak, aku tidak meninggalkan mu, aku hanya akan pergi sebentar saja"
"Tapi... mengapa harus 7 tahun?"
Sepertinya aku akan mengeluarkan air mata.
Tahan! Tahan! Tahan!
"Yah.. itu adalah waktu paling lama. Jika dalam 5 tahun aku dapat mewujudkannya, maka aku akan menemuimu 5 tahun lagi"
"5 tahun!"
"Hah?"
"Kau harus kesini lagi 5 tahun! Itu adalah deadline mu! Jika tidak..."
"Jika tidak..?"
"Aku akan menghampirimu!"
"Hah? Baiklah... kau juga harus menepati janjimu!"
Hah? Janji?
"Membuatkan rumah yang besar untuk anak kita?"
"Dan satu lagi yang terpenting"
"Tidak boleh ada perempuan lain yang boleh memilikiku?"
"Ya... aku juga akan memberikan diriku hanya padamu. Kita berjanji?" Katany sambil mengulurkan tangannya.
Seharusnya ada yang lebih romantis bukan? Seperti jari kelingking. Tapi, memangnya kita anak kecil?!
"Ya..." kataku sambil memegang tangannya.
"Kalau begitu, aku akan berangkat. Sampai jumpa lagi, owi" katanya sambil berlari.
"Hoii.. aku belum tahu nomor telpon mu! Dan.. aku akan mengantarmu"
"Tidak perlu, nanti aku akan berubah pikiran jika kau mengantarku. Ini!" Katanya berteriak sambil melempar sesuatu berwarna putih dan bulat.
Aku mengambilnya dan membukanya.
Ini adalah .. nomor nya.
Tak terasa kulihat langit sudah gelap. Dia menaiki mobil orang tuanya yang terparkir di pinggir jalan dan sudah menunggunya dari tadi.
"Sampai jumpa, Owi...! Ingat! Lima tahun lagi!" Katanya sambil berteriak.
Kau tidak punya perasaan malu!?
Meskipun aku berpikir begitu, tapi...
"Yaaaa..!!!! Lima tahun lagi! Jangan lupakan itu ya!"
Dia memasuki mobil dan mereka berjalan. Aku melihatnya melambaikan tangannya di belakang mobil.
Aku menghela nafasku.
Itu cukup melelahkan, untuk orang sepertiku yang tidak pernah berteriak.
Kenapa sakit sekali dadaku!
Aku mengeluarkan air mata lagi.
.
.
.
Lagi!
.
.
.
Mengapa?
.
.
.
Mengapa?
.
.
.
Dia hanya pergi sebentar!
Aku akan bertemunya lagi!
Tenanglah!
Tenanglah!
Aku menghela nafas lagi, dan menghilangkan air mataku dari mataku.
Aku adalah lelaki! Tidak boleh mengeluarkan air mata!
Aku akan menemuinya lima tahun lagi! Itu hanya sebentar, aku hanya harus menunggunya dan menepati janjiku padanya.
Lihat saja! Aku akan membuatkan rumah yang sangat besar untukmu!
Setelah berperang dalam pikiranku yang tidak tenang ini, aku berjalan pulang. Aku melihat Indra disebrang jalan berlari lari seperti mencari sesuatu.
Tunggu dulu. Itu bukan masalahnya. Masalahnya adalah... kenapa dia ada disini?
Aku yang penasaran memanggilnya.
"Indraaaaa!!"
Dia pmelihat sekelilingnya mencari arah suaraku.
"Hoiiii ! Disini!"
"Oh? Ketemu! Owi!"
Hah? Sedang apa dia mencariku?
Dia berlari untuk menyebrangi jalan.
Ada mobil truk dari arah kiri yang melaju cepat.
"Hoiiii Awasssss!" Aku berteriak spontan.
Truk itu juga mengelakson panjang.
*TEEEEEEEEET
Aku ingin menolongnya! Aku ingin!
Tapi
.
.
.
.
.
Kenapa?
.
.
Kenapa aku tak bisa bergerak? Tubuhku sangat berat. Bahkan untuk menggerakkan jari! Mungkinkah, aku takut?
Aku hanya bisa melihat. Dia menjulurkan tangannya ke truk itu. Dan truk itu menghilang!
Ada apa? Kenapa? Truk itu? Hilang?!
Apakah dia?
Dia bemar benar seorang
.
.
.
Pewaris?
Dan dia bahkan tidak berusaha menyembunyikan itu.
"Huu...h hampir saja...." katanya dengan tenang.
"Kenapa bisa? Apa yang kau lakukan?"
"Ahh... Kau bersama Angel kan? Katanya dia akan pergi. Jadi aku membawa kalung ini kepada nya dan kau. Dan lihat, aku sudah memakainya"
Hah? Dia bahkan tidak menjawab pertanyaanku!
Dan aku belum menceritakan hubungan kami bertiga ya? Baiklah.
Aku, Indra, dan Angel adalah sahabat. Tepatnya, dia adalah Sahabat Angel. Saat itu, Angel memperkenalkan Indra. Kukira saat itu dia memperkenalkan pacarnya. Tapi, sungguh! Aku beruntung. Dia hanya teman Angel dari kecil, tepatnya tetangga. Bahkan Indra saat itu sudah mempunyai pacar yang benar benar cantik. Seorang model! Aku tidak menyangka itu, saat dia memperkenalkan pacarnya.
Sekian.. sekarang, back to topic.
"Kemana truk tadi indra!"
"Ah... maksudmu kekuatan apa yang kupilih sebagai pewaris ini?"
Apa dia sudah mengetahui aku adalah pewaris?
"Hah? Kau juga punya?"
"Ya... Aku bisa memanipulasi apa saja hanya dengan perintahku"
Sial! Kenapa dia bisa memilih kekuatan yang sangat berguna?! Itu sangat tidak adil!
"Jadi, kau memerintah truk tadi untuk hilang?"
"Tidak... aku tidak sejahat itu... dan aku tidak memerintah truk. Aku hanya mengucapkan 'Apapun yang kau kutunjuk, pindahlah ketujuanmu!' "
Heh?
"Kukira, kekuatan ini tidak bisa untuk hal.mustahil!"
"Kata siapa? Aku bisa kok! Contohnya tadi"
"Tunggu dulu! Ini benar bemar sangat tidak adil! Kenapa bisa!?"
"Yah.. mungkin memang kekuatanku yang memang sudah mustahil! Lagi pula, apa kekuatanmu?"
"Manipulasi pikiran Manusia"
"Hahahaha ... kau salah menyebutkannya. Seharusnya kau bilang 'Memanipulasi Pikiran apapun itu' pasti akan sangat bermanfaat"
"Jadi, aku sudah salah dari awal?"
"Begitulahh... dan ngomong ngomong, dimana Angel?"
"Dia sudah berangkat"
"Heee...h" jawabnya dengan perasaan... apa ini? Kecewa?
"Kirim lewat POS saja"
"Ini adalah barang berharga tau! Dan... ini! Untukmu!"
Hah? Kalung apa itu? Sepertinya liontin.
Aku mengambilnya. Dan membukanya.
Ternyata tidak dapat dibuka! Lalu! Ini apa?
"Apa ini? Tidak bisa dibuka!"
"Hah? Ini adalah kalung magnet! Lihat belakangnya!"
Aku melihat belakangnya.OP END? Operator Berakhir? Apanya yang berakhir? Kenapa jadi nyambung ke operator?
"Ini? Apa maksudnya Operator Berakhir?"
"Hah? Operator Berakhir? Dari mana kata Operator itu?!"
"Hmm... OP"
"Itu adalah Inisial namamu! Dan END adalah kata dari 'BEST FRIEND'"
Hah? Dan aku dapat potongannya?
END. Dan juga OP END ini lebih seperti 'Owi Pratama Berakhir'. Serem...
Tapi, aku bisa mengambil dari sisi positif! OPEND. Buka! Pembukaan. Halah... ada ada saja.
Tapi, memang kalung ini keren. Dengan rantai berwana perak dan liontin berwana biru yang jika disambungkan akan menjadi bintang.
Aku mendapat sisi kanan.
"Ah.. terimakasih. Kalau begitu, kau ingin antar pulang? Meskipun motorku tidak bisa membonceng laki laki. Tapi, ini pengecualian untukmu"
Yah... laki laki biasa memang tudak bisa menaiki motorku ini. Hanya Laki laki 'Cantik' dan perempuan cantik saja yang bisa menaiki motorku. Mungkin, aku akan mempertimbangkannya untuk kakakku.
"Apa apaan itu! Aku tidak mau kau menganggapku perempuan!"
"Tidak tidak...."
Yah... aku masih menganggap mu laki laki meskipun kau adalah Laki laki 'Cantik'. Aku ingin tertawa jika memikir kan kata 'Laki laki cantik'. Tehee.
"Awas yah...!"
"Ya ya"
Kami berjalan ke Tempat Angel, dan mengambil motorku.
"Ayo!"
"Y-ya"
Aku mengendarai motorku dengan santai menuju rumahnya. Padahal, cukup jauh untuk menuju rumah Angel.
"Kau seharusnya mempertimbangkan untuk membeli Mobil, Sepeda, Ataupun Motor"
"Memangnya kenapa?"
"Kau tidak lelah berjalan kesana kemari?"
"Tidak. Aku lebih menyukai itu"
Hah? Ini adalah...
.
.
.
.
Sifat rajinnya. S-sudah melampaui batas.
"Apa kau bodoh?"
"Tidak. Kau lah yang harus mempertimbangkan untuk berjalan kaki"
"Mimpi saja"
"Kau ini! Oh ya, kau harus menepati perjanjian kita"
"Janji apa?"
"Kau sudah lupa!? Saat Ujian Nasional!"
Ah... eh..? Oh ya! Aku peringkat terakhir!
"Oh ya! Aku lupa! Berapa peringkatmu?"
"Hehe... 10"
"Apa? Jauh sekali! Baiklah baiklah. Besok akan ku teraktir"
"Bagus. Lagi pula, kenapa nilaimu bisa rendah begitu? Salah sedikit saja, kau tidak lulus tahu!"
"Aku tahu itu! Aku hanya salah menilai sekolah mengerikan itu. Nilainya benar benar diluar dugaanku"
"Kau terlalu meremehkan yahh. Dan terlalu santai"
"Bukannya aku meremehkan, aku hanya tidak ingin peringkat teratas"
"Itu Namanya Meremehkan tahu!"
"ya ya, sudahlah... jangan menceramahiku terus"
"Kau ini.."
Tak Lama Mengendarai motor kami Sampai dirumah Indra. Entah kenapa aku tidak ingin membicarakan kekuatan ini, Mungkin Indra juga.
"dah.. sampai besok..!" Kataku sambil Meng-gas Motor.
"yah.. Hati hati"
Sekarang aku merasa berpacaran dengannya.
Ingat Owi!! Kau masih Normal!
Aku menghela nafas untuk yang sekian kalinya.
Sekitar 7 Menit aku sampai dirumah.
Aku memakirkan motorku, Masuk kerumah, Masuk kekamar, dan Tidur.
Beberapa kali Adik dan kakakku menyuruhku makan, tapi aku sudah terlalu letih dan mengabaikannya.
Jadi
.
.
.
.
aku berbaring
Dan Akhirnya aku terlelap.
Selama 7 hari ini, aku menjalani kehidupan yang sangat bahagia.
Tidur, Makan, Main. Dan, besok aku masuk sekolah. Ah, maaf ternyata hari ini aku harus melihat nilaiku dahulu. Meskipun aku yakin lulus.
Aku menggunakan motorku untuk pergi kesekolah, aku terlalu banyak bersantai, jadi aku malas untuk berjalan.
Aku sampai disekolahku hanya dalam 2 menit. Aku parkirkan motor itu ditempat parkir sekolah itu.
Sekolah ini mengerikan, memiliki tempat parkir sepeda, motor, dan mobil.
Kulihat sudah banyak sekali murid. Semoga saja tidak ada yang mencintaiku sebagai lelaki, jikalau sebagai teman aku tak keberatan. Tehee.
Aku berjalan ke papan nilai. Banyak sekali orang disana. Untung saja badanku cukup tinggi dan mata ku cukup tajam untuk melihat tulisan kecil itu dari sini.
Aku mencari namaku dari peringkat 1-100 tidak ada, 100-200 tidak ada.
Apa? Jadi aku peringkat 300 terakhir?!
Aku melihat papan peringkat 200-300. Ternyata aku ada..
Tapi, kenapa aku peringkat terakhir? aku hanya menyalahkan 10 soal.
Sekolah ini benar benar mengerikan!!
Peringkat satu Benar semua!?
Peringkat 2-14 salah 2,
Peringkat 15-180 salah 3-6,
Peringkat 181-299 salah 7-9,
Dan aku? Peringkat 300 salah 10!!?
Benar benar mengerikan!!!
Jadi, aku masuk sekolah besok? Yasudahlah!
Aku pergi ketempat parkir mengambil motorku dan pulang, kulihat dibelakangku ada seseorang laki laki--ahh bapak-bapak lebih tepat!!
"Ada apa?"
"Uang parkir!"
Hah? Parkir?! Kampret!!
Aku memberi uang Seribuan sisa kemarin beli makanan ringan.
"Nih.."
"Maaf, dua ribu mas"
Dua ribu? Aku hanya memakirkan motorku 5 menit!!
Dan juga, aku tak punya ribuan lagi.
"Nggak ada ribuan lagi pak"
"Ada kembalinya kok"
Aku mengeluarkan uang 100rb.
"Kembali 99rb!"
Aku bisa jahat dan pelit jika kesal!
"Ahh.. maaf, nggak ada kembalian"
"Saya juga nggak ada"
Dengan tampang kesal tukang parkir itu menjawab
"Oh, yasudah, tidak apa-apa"
Yasudah! Kau hanya mempersulit hidupmu! Kau tahu?
Aku tidak akan membawa motor lagi kesekolah ini! Membuatku emosi dan itu membuat energi kehidupanku berkurang!
Aku menghela nafas untuk membuang kelelahanku dan melupakan yang tadi.
Saat sampai gerbang.
Angel ada disana.
"Owi...!"
Heh? Ini hari keberuntunganku lagi?
Aku menghampirinya.
"Naik!"
"Hah?"
"Naik!"
"Ya ya" katanya sambil menaiki motorku dan bersandar padaku.
Sensasi ini! Kurasakan lagi!!
Diperjalan menuju entah kemana.
"Sedang apa kau disana? Bukannya masuk sekolah besok?"
"Ada yang ingin aku bicarakan padamu"
Ada apa dengannya? Dia sangat serius, dan terlihat sedih.
"Kenapa suaramu serius sekali?"
"Karna ini memang serius"
Hah? Baru kali ini, aku melihat dia seserius ini. Mungkin memang masalah serius.
Aku menuju restoran favoritku, maksudku restoran terdekatku.
Aku Memesan meja untuk dua orang dan hanya memesan minum.
"Sekarang... ada apa?"
"Kita menikah sekarang!"
"Hah?
.
.
.
..
..
..
...
...
...
HEEEEEHHHHHHHH!!!!!!!!!!!!!!!???" Aku berteriak. Sekilas, semua pelanggan toko melihatku.
Tentu saja! Mungkin aku dianggap orang gila sekarang!
Bukan itu masalahnya!
Ada apa ini?! Tiba tiba sekali! Aku memang senang! Tapi, apa kau ingin membunuhku dengan serangan jantung? Ah.. aku tak punya penyakit jantung.
"Tenanglah!!!"
"Tapi, kenapa?"
"Aku akan pindah dan dijodohkan dengan sesorang disana!"
Sekilas, aku mengingat cerita mainstream sinetron yang kutoton dulu.
"Tapi, kenapa kau tidak bilang sudah mempunyai pacar?"
"Sudah!! Kata orang tuaku, ini sudah terencana sejak aku SD!"
"Kau tinggal menolaknya bukan!?"
"Sudah!!! Aku tidak bisa!! Sekarang orang tuaku ada dirumahku!"
"Apa? Jadi, aku bagaimana sekarang?"
"Melamarku!"
"Ini terlalu tiba-tiba! Aku masih SMA tau! Umurku baru 17!"
"Hah? 17?"
"Ya.. aku terlambat masuk SD"
"Hahahahahhahah"
"Hoi! Mengapa kau tertawa!? Pecahkan masalah tadi dulu!"
"Kita sudah temukan pemecahan masalahnya bukan?"
Hah? Sudah? Jangan-jangan?
.
.
.
.
.
.
Melamarmu?
"Serius nih?"
"Ya! Kau harus menjadi tunanganku"
Tak sadar, lagi lagi aku mengeluarkan air mata.
"Kenapa kau menangis owi?"
"Aku terharu kau lebih memilihku dari pada memilihnya.."
"Hahahhahah... aku sudah jatuh cinta padamu sejak pandangan pertama. Mana mungkin aku tidak memilihmu bukan?"
Kata kata indah itu!! Sudah kuduga aku menemukan Perempuan idamanku jika berusaha!
"Terima kasih" hanya itu yang bisa kujawab.
Dia mengelus kepalaku dengan lembut.
"Ya.. terimakasih juga, kau berani berbicara padaku dulu"
"Sekarang, kau harus kerumahku. Mana orang tuamu?" Sambungnya.
Ah? Sial! Sekarang orang tuaku sedang berlibur di Hawaii!
Kenapa mereka pergi disaat penting?!
Apa ini yang disebut keberuntungan buruk? Tapi, sayang sekali! Aku tak percaya keberuntungan! Karena aku pernah mengalahkannya!
"D-dia sedang b-bekerja diluar negeri"
Ah.. aku malu dengan orang tuaku hingga berbohong.
"Ah...orang tuamu tidak bisa diharapkan. Kalau begitu, kau saja"
Aku tahu itu! Orang tuaku memang tidak bisa diharapkan. Tetapi, mengapa aku sendiri?
"Hah? Apa aku akan dimakan?"
Kataku sambil menggodanya.
"T-tidak... mana mungkin!"
"Aku bercanda bodoh!! Hahahhahaah. Kalu begitu, ayo!" Kataku sambil menarik tangannya.
"Kau ini..."
Setelah membayar tagihan, aku pergi ke rumahnya. Aku tidak pernah tau dimana rumahnya.
Aku ingat, aku diberi cincin oleh ibuku yang diberikan oleh ayahku, dan ayahku mendapatkannya dari kakekku. Artinya, ini cincin warisan. Tapi, kenapa diberikan padaku? Kenapa tidak kepada kak Atra?
Hmmm... kenapa aku memikirkan hal yang tak perlu? Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Tidak! Tidak mungkin bukan? Aku sudah menjalani kehidupan romantis yang aku anggap hanya khayalan ilusi ini! Mengapa aku harus men-reset kehidupanku hanya untuk memikirkan masalah itu?! Kalau begitu pertanyaan tak berguna ini ditutup.
Sekitar 10 menit untuk menuju rumahnya. Ternyata lumayan jauh.
Kau tahu? Kukira rumahnya besar. Ternyata, biasa..
Ini bukan rumah! Ini apartemen! Dari luar terlihat kecil, namun sebenarnya sangat luas.
"Permi..si....Wah.. luas sekali.."
Kukira ada yang janggal disini. Sangat kosong.
"Sudahlah!" Katanya berbisik.
Dugaanku, orang tuanya menyeramkan.
"Ibu...!!! Ayah...!!!"
Hah? Sial! Aku belum siap..!
"Ya..." terdengar suara dari belakang.
"Aku membawa pacarku..."
"Haaaahhh?" Ayah dan ibunya sepertinya kaget.
Kukira aku salah, mereka tidak menyeramkan. Tetapi aneh.
"Perkenalkan, nama saya Owi Pratama, dari keluarga Pratama"
"Pratama?! Pratama yang itu!? Yang memiliki perusahaan batik diseluruh dunia?"
Hah? Benarkah? Apa itu pekerjaan ayah dan ibuku?
"Benarkah? Saya tidak tahu"
"Ah.. mana mungkin ya.. memangnya nama ayah mu siapa?" Kata ibunya bertanya bingung.
Kenapa semua orang tua bisa sematre ini?!
Dan kenapa dengan ayahku?!
"Eh? Gion Pratama"
"Heh? Bohong"
Bohong?
"Tidak, ayahku Gion Pratama. Yahh... memang Aku tidak tau pekerjaan ayah dan ibu--"
"Jadi benar kau anaknya?!"
Dia memotong pembicaraanku
"Ini pacarmu Angel?! Hebaat" sambungnya sambil menoleh ke Angel.
Memangnya orang tuaku sehebat itu ya? Lain kali aku akan menanyakannya.
"Ibu!! Kau mempermalukanku! Maaf yah Owi. Dia memang sangat matre"
Yah... memang itu sifat wanita yang sebenarnya. Aku tidak menyangkal itu. Aku tahu dia melakukan ini agar anaknya terjamin kehidupannya. Kukira aku juga akan melakukan itu jika mempunyai anak.
"Y-ya"
"Hei nak!" Ayahnya memanggilku dengan keras.
"Apa"
"Kau ingin melamar anakku? Apa maharnya?"
"Ayah!!--" kata angel dengan memasang muka malu dengan nada marah.
"Tidak apa apa Angel" kataku memotong pembicaraannya.
Aku mendekati ayahnya dan memperlihatkan Cincin dari ibuku.
Saat ayahnya melihat cincin ini, ia kelihatan bersemangat.
"Aku menyetujuinya nak.. berjuanglah, dan jaga anakku!"
Hah? Aku..
..
..
..
Direstui!?
YAAAAAAAAAAAAAAAA....
Tapi, ini seperti ucapan untuk orang yang akan menikah saja. Tidak apalah.
"Aku akan berusaha!"
Aku berjalan menuju Angel dan meminta izin padanya untuk memasangkan cincin ini kejari manisnya.
Aku sedikit malu melakukan hal yang sangat memalukan ini. Mungkin rasa maluku sudah berkurang karena kebahagiaan ini? Entahlah.
"Angel... boleh aku memasangkan cincin ini padamu?"
"Heh? Hhhhhhhh..." Gumamnya sambil mengangguk.
Dia bahkan tidak bekata iya! Mungkinkah dia sedang gugup? Jadi, bukan aku saja?!
Aku berlutut dan memegang tangannya yang kecil dan lembut. Aku memasangkan cincin ini padanya.
"Terimakasih" katanya sambil melihat cincin itu yang memang sangat indah.
"Sama-sama"
"Jadi.. kapan kalian akan terus seperti ini? Kalian belum menjadi suami istri tahu!" Kata ibu Angel menghancurkan suasana romantis kami.
"Maaf..." kataku menjawab dengan refleks.
"Dan.. kapan kalian akan menikah?" Kata ayahnya memotong lagi.
Hah?! Menikah!? Jadi benar dugaan ku tadi?!
Mana mungkin aku menikah! Ini terlalu cepat! Aku baru masuk SMA! Aku bahkan belum mendapat pekerjaan!
"I-itu.. k-kami h-harus s-sekolah d--"
"Aku bercanda tahu!" Kata ayahnya yang lagi-lagi memotongku.
Sial! Aku terjebak!
"Kau polos sekali ya... Owi. Ini adalah salah satu sifat yang aku suka" kata Angel menambahkan.
Kenapa dia tahu ini adalah Candaan?! Kukira dia sering mendapatkannya, jadi dia sudah terbiasa.
Keluarga yang unik. Tidak.. aneh seperti dugaanku.
Aku memasang muka kesal.
"Sudah sudah.. ayo kita jalan - jalan. Masalah sudah terlewatkan" kata Angel sambil menarikku.
"Beritahu yah.. Angel" kata ibunya.
Apa maksudnya?!
"Permisi" kataku sambil menutup pintu.
Kulihat sekilas, ayah dan ibunya tersenyum.
Aku menjadi tambah penasaran.
"Kau akan membawaku kemana?"
"Kita akan... ketempat favoritku"
"Hah..? Jauh tidak? Ini sudah sore lohh.."
"Tidak.. ada di dekat sini. Hanya dengan berjalan. Kita akan sampai"
"Baiklah"
Kami berlari sambil bergandengan tangan. Dan sampai disana.
Ini adalah taman kota! Hanya disamping apartemennya!
Untuk apa dia membawaku kesini?
"Kita akan bertemu lagi disini 7 tahun lagi. Saat itu, aku sudah menggapai seluruh impianku"
Hah? 7 tahun? Apa maksudnya?!
"Hah? Apa maksudmu? Aku tidak mengerti"
"Hmm bagaimana yah? Begini, aku akan mengelilingi dunia dengan kedua orang tuaku. Ini adalah salah satu impianku, 'Memutari dunia'. Sambil berkeliling dunia, aku akan belajar pemograman, desain, dan Network untuk menjadi Pembuat Game. Dan penutupnya adalah dirimu. Aku akan bertemu denganmu setelah mewujudkan 2 impianku untuk menyempurnakannya"
"Itu artinya..."
"Menikah denganmu adalah Impian terakhirku yang akan selalu ku jaga"
"Kau akan pergi meninggalkanku?"
"Tidak, aku tidak meninggalkan mu, aku hanya akan pergi sebentar saja"
"Tapi... mengapa harus 7 tahun?"
Sepertinya aku akan mengeluarkan air mata.
Tahan! Tahan! Tahan!
"Yah.. itu adalah waktu paling lama. Jika dalam 5 tahun aku dapat mewujudkannya, maka aku akan menemuimu 5 tahun lagi"
"5 tahun!"
"Hah?"
"Kau harus kesini lagi 5 tahun! Itu adalah deadline mu! Jika tidak..."
"Jika tidak..?"
"Aku akan menghampirimu!"
"Hah? Baiklah... kau juga harus menepati janjimu!"
Hah? Janji?
"Membuatkan rumah yang besar untuk anak kita?"
"Dan satu lagi yang terpenting"
"Tidak boleh ada perempuan lain yang boleh memilikiku?"
"Ya... aku juga akan memberikan diriku hanya padamu. Kita berjanji?" Katany sambil mengulurkan tangannya.
Seharusnya ada yang lebih romantis bukan? Seperti jari kelingking. Tapi, memangnya kita anak kecil?!
"Ya..." kataku sambil memegang tangannya.
"Kalau begitu, aku akan berangkat. Sampai jumpa lagi, owi" katanya sambil berlari.
"Hoii.. aku belum tahu nomor telpon mu! Dan.. aku akan mengantarmu"
"Tidak perlu, nanti aku akan berubah pikiran jika kau mengantarku. Ini!" Katanya berteriak sambil melempar sesuatu berwarna putih dan bulat.
Aku mengambilnya dan membukanya.
Ini adalah .. nomor nya.
Tak terasa kulihat langit sudah gelap. Dia menaiki mobil orang tuanya yang terparkir di pinggir jalan dan sudah menunggunya dari tadi.
"Sampai jumpa, Owi...! Ingat! Lima tahun lagi!" Katanya sambil berteriak.
Kau tidak punya perasaan malu!?
Meskipun aku berpikir begitu, tapi...
"Yaaaa..!!!! Lima tahun lagi! Jangan lupakan itu ya!"
Dia memasuki mobil dan mereka berjalan. Aku melihatnya melambaikan tangannya di belakang mobil.
Aku menghela nafasku.
Itu cukup melelahkan, untuk orang sepertiku yang tidak pernah berteriak.
Kenapa sakit sekali dadaku!
Aku mengeluarkan air mata lagi.
.
.
.
Lagi!
.
.
.
Mengapa?
.
.
.
Mengapa?
.
.
.
Dia hanya pergi sebentar!
Aku akan bertemunya lagi!
Tenanglah!
Tenanglah!
Aku menghela nafas lagi, dan menghilangkan air mataku dari mataku.
Aku adalah lelaki! Tidak boleh mengeluarkan air mata!
Aku akan menemuinya lima tahun lagi! Itu hanya sebentar, aku hanya harus menunggunya dan menepati janjiku padanya.
Lihat saja! Aku akan membuatkan rumah yang sangat besar untukmu!
Setelah berperang dalam pikiranku yang tidak tenang ini, aku berjalan pulang. Aku melihat Indra disebrang jalan berlari lari seperti mencari sesuatu.
Tunggu dulu. Itu bukan masalahnya. Masalahnya adalah... kenapa dia ada disini?
Aku yang penasaran memanggilnya.
"Indraaaaa!!"
Dia pmelihat sekelilingnya mencari arah suaraku.
"Hoiiii ! Disini!"
"Oh? Ketemu! Owi!"
Hah? Sedang apa dia mencariku?
Dia berlari untuk menyebrangi jalan.
Ada mobil truk dari arah kiri yang melaju cepat.
"Hoiiii Awasssss!" Aku berteriak spontan.
Truk itu juga mengelakson panjang.
*TEEEEEEEEET
Aku ingin menolongnya! Aku ingin!
Tapi
.
.
.
.
.
Kenapa?
.
.
Kenapa aku tak bisa bergerak? Tubuhku sangat berat. Bahkan untuk menggerakkan jari! Mungkinkah, aku takut?
Aku hanya bisa melihat. Dia menjulurkan tangannya ke truk itu. Dan truk itu menghilang!
Ada apa? Kenapa? Truk itu? Hilang?!
Apakah dia?
Dia bemar benar seorang
.
.
.
Pewaris?
Dan dia bahkan tidak berusaha menyembunyikan itu.
"Huu...h hampir saja...." katanya dengan tenang.
"Kenapa bisa? Apa yang kau lakukan?"
"Ahh... Kau bersama Angel kan? Katanya dia akan pergi. Jadi aku membawa kalung ini kepada nya dan kau. Dan lihat, aku sudah memakainya"
Hah? Dia bahkan tidak menjawab pertanyaanku!
Dan aku belum menceritakan hubungan kami bertiga ya? Baiklah.
Aku, Indra, dan Angel adalah sahabat. Tepatnya, dia adalah Sahabat Angel. Saat itu, Angel memperkenalkan Indra. Kukira saat itu dia memperkenalkan pacarnya. Tapi, sungguh! Aku beruntung. Dia hanya teman Angel dari kecil, tepatnya tetangga. Bahkan Indra saat itu sudah mempunyai pacar yang benar benar cantik. Seorang model! Aku tidak menyangka itu, saat dia memperkenalkan pacarnya.
Sekian.. sekarang, back to topic.
"Kemana truk tadi indra!"
"Ah... maksudmu kekuatan apa yang kupilih sebagai pewaris ini?"
Apa dia sudah mengetahui aku adalah pewaris?
"Hah? Kau juga punya?"
"Ya... Aku bisa memanipulasi apa saja hanya dengan perintahku"
Sial! Kenapa dia bisa memilih kekuatan yang sangat berguna?! Itu sangat tidak adil!
"Jadi, kau memerintah truk tadi untuk hilang?"
"Tidak... aku tidak sejahat itu... dan aku tidak memerintah truk. Aku hanya mengucapkan 'Apapun yang kau kutunjuk, pindahlah ketujuanmu!' "
Heh?
"Kukira, kekuatan ini tidak bisa untuk hal.mustahil!"
"Kata siapa? Aku bisa kok! Contohnya tadi"
"Tunggu dulu! Ini benar bemar sangat tidak adil! Kenapa bisa!?"
"Yah.. mungkin memang kekuatanku yang memang sudah mustahil! Lagi pula, apa kekuatanmu?"
"Manipulasi pikiran Manusia"
"Hahahaha ... kau salah menyebutkannya. Seharusnya kau bilang 'Memanipulasi Pikiran apapun itu' pasti akan sangat bermanfaat"
"Jadi, aku sudah salah dari awal?"
"Begitulahh... dan ngomong ngomong, dimana Angel?"
"Dia sudah berangkat"
"Heee...h" jawabnya dengan perasaan... apa ini? Kecewa?
"Kirim lewat POS saja"
"Ini adalah barang berharga tau! Dan... ini! Untukmu!"
Hah? Kalung apa itu? Sepertinya liontin.
Aku mengambilnya. Dan membukanya.
Ternyata tidak dapat dibuka! Lalu! Ini apa?
"Apa ini? Tidak bisa dibuka!"
"Hah? Ini adalah kalung magnet! Lihat belakangnya!"
Aku melihat belakangnya.OP END? Operator Berakhir? Apanya yang berakhir? Kenapa jadi nyambung ke operator?
"Ini? Apa maksudnya Operator Berakhir?"
"Hah? Operator Berakhir? Dari mana kata Operator itu?!"
"Hmm... OP"
"Itu adalah Inisial namamu! Dan END adalah kata dari 'BEST FRIEND'"
Hah? Dan aku dapat potongannya?
END. Dan juga OP END ini lebih seperti 'Owi Pratama Berakhir'. Serem...
Tapi, aku bisa mengambil dari sisi positif! OPEND. Buka! Pembukaan. Halah... ada ada saja.
Tapi, memang kalung ini keren. Dengan rantai berwana perak dan liontin berwana biru yang jika disambungkan akan menjadi bintang.
Aku mendapat sisi kanan.
"Ah.. terimakasih. Kalau begitu, kau ingin antar pulang? Meskipun motorku tidak bisa membonceng laki laki. Tapi, ini pengecualian untukmu"
Yah... laki laki biasa memang tudak bisa menaiki motorku ini. Hanya Laki laki 'Cantik' dan perempuan cantik saja yang bisa menaiki motorku. Mungkin, aku akan mempertimbangkannya untuk kakakku.
"Apa apaan itu! Aku tidak mau kau menganggapku perempuan!"
"Tidak tidak...."
Yah... aku masih menganggap mu laki laki meskipun kau adalah Laki laki 'Cantik'. Aku ingin tertawa jika memikir kan kata 'Laki laki cantik'. Tehee.
"Awas yah...!"
"Ya ya"
Kami berjalan ke Tempat Angel, dan mengambil motorku.
"Ayo!"
"Y-ya"
Aku mengendarai motorku dengan santai menuju rumahnya. Padahal, cukup jauh untuk menuju rumah Angel.
"Kau seharusnya mempertimbangkan untuk membeli Mobil, Sepeda, Ataupun Motor"
"Memangnya kenapa?"
"Kau tidak lelah berjalan kesana kemari?"
"Tidak. Aku lebih menyukai itu"
Hah? Ini adalah...
.
.
.
.
Sifat rajinnya. S-sudah melampaui batas.
"Apa kau bodoh?"
"Tidak. Kau lah yang harus mempertimbangkan untuk berjalan kaki"
"Mimpi saja"
"Kau ini! Oh ya, kau harus menepati perjanjian kita"
"Janji apa?"
"Kau sudah lupa!? Saat Ujian Nasional!"
Ah... eh..? Oh ya! Aku peringkat terakhir!
"Oh ya! Aku lupa! Berapa peringkatmu?"
"Hehe... 10"
"Apa? Jauh sekali! Baiklah baiklah. Besok akan ku teraktir"
"Bagus. Lagi pula, kenapa nilaimu bisa rendah begitu? Salah sedikit saja, kau tidak lulus tahu!"
"Aku tahu itu! Aku hanya salah menilai sekolah mengerikan itu. Nilainya benar benar diluar dugaanku"
"Kau terlalu meremehkan yahh. Dan terlalu santai"
"Bukannya aku meremehkan, aku hanya tidak ingin peringkat teratas"
"Itu Namanya Meremehkan tahu!"
"ya ya, sudahlah... jangan menceramahiku terus"
"Kau ini.."
Tak Lama Mengendarai motor kami Sampai dirumah Indra. Entah kenapa aku tidak ingin membicarakan kekuatan ini, Mungkin Indra juga.
"dah.. sampai besok..!" Kataku sambil Meng-gas Motor.
"yah.. Hati hati"
Sekarang aku merasa berpacaran dengannya.
Ingat Owi!! Kau masih Normal!
Aku menghela nafas untuk yang sekian kalinya.
Sekitar 7 Menit aku sampai dirumah.
Aku memakirkan motorku, Masuk kerumah, Masuk kekamar, dan Tidur.
Beberapa kali Adik dan kakakku menyuruhku makan, tapi aku sudah terlalu letih dan mengabaikannya.
Jadi
.
.
.
.
aku berbaring
Dan Akhirnya aku terlelap.
Diubah oleh miu007 12-05-2014 17:16
0
Kutip
Balas
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/s30.postimg.org/cyj2i6941/image.png)