TS
miu007
[ORFICT] Apakah Aku Harus?
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/www.images55.com/wp-content/uploads/2014/04/Welcome-Graphic.png)
My OC credit by RissaThanks Rissa

Spoiler for Cover:
Judul: Apakah Aku Harus?
Terbit : 2014 February
Author : Ahmad Baydhowi ( http://
facebook.com/ubay12 )
Genre : Comedy, Romance, Slice Of Life,
School Life, Super Power
Update Chapter : Senin (Malam)
Sipnopsis : Owi Pratama adalah Laki-laki yang
memiliki pemikiran skeptis. Selalu
menganggap dirinya yang paling sial dari
orang orang sial yang lain. Ia Memiliki motto
'hidup sehat, hidup hemat energi' . Selalu
berpikir pesimis, kritis, dan realistis. Namun
begitu, Owi Menghargai dan mempercayai
kerja keras. Suatu hari, ia mendapatkan
sesuatu kekuatan yang diinginkan. Apa
kekuatan yang diinginkannya? Apakah yang
akan dia dilakukan oleh kekuatan itu? Apakah
kesialan kesialan yang akan dihadapinya?
Quote:
READ :
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Kritik dan saran sangat diperlukan untuk pengembangan cerita ini, tidak perlu
cukup Komentar, kritik dan saran 
Quote:
Diubah oleh miu007 02-06-2014 11:35
0
8K
Kutip
37
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
miu007
#14
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
Spoiler for chapter6:
Aku pun tertidur.
"Hoi... owi! Owi! Bangun" Suara yang sangat familiar bergema dikepalaku.
Aku membuka mataku, kulihat dengan setengah sadar siapa itu. Itu adalah angel.
Apakah ini akan menjadi ciuman selamat pagi?!
"Hoooooooooooiiiiiiii" Dia terus mencoba membangunkanku.
"Berisik"
"Hoi! Hari ini kita pulang! Kita akan kepantai bukan?!"
Hah? Pantai?! Jadi itu bukan mimpi indahku?!
Aku yang mendengar itu spontan bangun dengan penuh semangat.
"Jam berapa sekarang?!"
"Hmm.. jam Tujuh kurang"
"Ayo kita pulang sekarang!"
"Kenapa kau ini? Tadi kau sangat malas"
Tidak mungkin aku menjawab itu bukan?!
Aku yang semangat karena hari ini dia akan mengenakan pakaian renang.
"Itu... apa ya?" Aku yang kebingungan sulit untuk menjawabnya.
"Hmmm... kau mencurigakan!" Sambil memasang muka curiga.
Aku hanya bisa memasang muka pura pura tidak tahu.
"Yah terserahlah! Itu lebih baik dari pada kau bersifat malas dan menyebalkan!" Tak lama ia menyambungnya.
Benarkah? Syukurlah.. aku tak perlu menjawab pertanyaan mengerikan itu.
"Y-ya"
Jawaban apa ini? Sama sekali tidak nyambung! Aku bingung ingin menjawab apa. Jadi aku menjawab dengan yang pertama terlintas dalam pikiranku.
Dia mengambil tas lempangnya dan pergi ke pintu.
"Kalau begitu, ayo!"
"Apa apaan gaya itu? Kau pikir bisa bergaya seperti disinetron sinetron? Dan, mana keluargaku?"
"Ih.. kau ini, jahat sekali bisa mengatakan itu dengan wajah datar tak bersalah! Oh ya, Ibu dan Ayahmu kembali bekerja, kakakmu masih tidur, dan adikmu sepertinya pulang kerumah"
Apa!? Jadi, ketika aku sakit tidak ada yang menjengukku?! Apa mereka melupakanku sebagai anggota keluarganya?!
"Apakah mereka tidak menjengukku?"
"Adikmu dengan orang tuamu kemarin sore kesini dan menitipkanmu kepadaku"
"Lalu, Indra?"
"Dia pulang, katanya sih dia ada urusan"
"Oh, begitu"
"Sudahlah, ayo!" Dia menghampiriku, memegang tanganku dan menarikku.
"Ya ya"
Diperjalanan, dia tetap memegang tanganku.
Apakah hari ini akan menjadi hari keberuntunganku dan romantisku?!
"Ehmm.. owi! Apa kau masih ingat pertama kali kita bertemu?"
Ada apa ini!? Tiba tiba sekali!
"Memangnya kenapa?"
"Jawab saja! Kau masih ingat tidak"
Hmm.. pertama kali bertemu. Kurasa aku belum menceritakannya.
Oke!!
*flashback
Waktu itu aku kelas 2 sudah semester 1. Sekitar pukul 2 siang aku baru pulang dari sekolah karena berkelahi dengan salah satu senior. Aku habis habisan dimarahi hingga 2 jam lebih!
Aku pun malas mengingat hari itu. Karena dengan mengingatnya pun sudah membuatku muak. Itu adalah termasuk hari kesialanku! Namun itu adalah hari keberuntunganku.
Saat diperjalan pulang, aku melihat ada seorang gadis didepan kelasku.
Itu adalah angel, saat pandangan pertama pun, aku sudah sangat tertarik dengannya. Entah mengapa, kesanku padanya saat pandangan pertama sangat berbeda. Dia memiliki paras cantik lain dari pada yang lain. Dan saat itulah, aku ingin dia menjadi cinta pertama dan terakhirku.
Didalam hatiku aku berbicara 'Akhirnya! Aku menemukan perempuan idamanku'.
Aku bukan lelaki yang hanya melihat wanita dari parasnya, karena semua wanita cantik itu sama saja! Tapi, hatiku merasa, bahwa aku yakin dia adalah wanita dengan paras cantik lain dari pada yang lain.
Aku memilih wanita idamanku karena aku tidak mau memikirkan berpisah jika aku berpasangan dengannya.
Katanya, cinta pertama itu adalah untuk pengalaman.
Itu adalah omong kosong dari para laki laki jalang! Aku sangat tidak setuju dengan omong kosong itu!
Menurutku, cinta pertama itu sangat indah. Karena keindahannya itu! Kita harus membuatnya selama mungkin. Dan aku ingin selamanya.
Aku tahu aku sangat naif, tapi aku yakin, diluar sana ada yang sependapat denganku.
Kau tahu kata 'jodoh akan datang dengan sendirinya'?
Kuberitahu! Itu adalah omong kosong yang sangat nyata! Memangnya, dengan hanya berdiam diri, kau akan mendapatkan perempuan idamanmu? Tidak akan!
Walaupun sifatku seperti ini, aku percaya pada kerja keras dan ketekunan.
Maka dari itu, aku akan bekerja keras dalam mendapatkan pasangan impianku.
Aku membaca buku cara menaklukan wanita. Aku harus menerapkan salah satunya sekarang! Cara menaklukan wanita dalam 3 detik.
Karena instruksinya sangat panjang, Aku akan menjelaskan langung keintinya.
Jika kau melakukan pandangan pertama, jangan alihkan mata mu ke mata nya, Tatap terus, nanti dia akan mengalihkan pandangannya darimu. Dalam hitungan kurang dari 1 detik, dia akan melihat mu lagi. Jika dia melihat, kau masih melihatnya dia akan tahu kalau kau bukan lelaki biasa yang membosankan.
Apa yang terjadi? Aku gagal, karena saat dia melihatku dia menghampiriku.
"Permisi, apa kau tahu dimana ruang kepala sekolah?"
Aku baru saja dari situ! Apa aku harus kesana lagi?
"Memangnya kenapa? Apa kau murid baru yang tidak tahu ruang kepala sekolah?"
"Kurang tepat, aku adalah murid transfer dari SMP di Jakarta. Aku kelas 3"
Hah? Jakarta?! Anak kota?
"Ah begitu. Eh..? Kau kelas 3?"
"Ya!"
Jadi, aku suka pada yang lebih tua?!
"Ingin ku antar?"
"Tentu saja, terimakasih"
Apa apaan senyum manis itu!? Aku akan benar benar luluh olehnya.
Diperjalanan dia menceritakan kepindahannya karena ia ingin tinggal sendiri. Dan dia bilang, dia seumuran denganku, dia lompat kelas dari kelas tujuh ke kelas sembilan.
Kenapa dia sudah sangat terbuka denganku?! Apa dia percaya padaku? Atau dia ceroboh? Tapi, mana mungkin gadis jenius itu ceroboh?
"Ah, ini dia hmmm..." Aku mengatakan sambil menunjuk pintu ruang kepala sekolah dan tersendat saat ingin menyebutkan namanya.
Bagaimana aku lupa bertanya namanya?
"Angel, Angel Angelia" dia menyambungku berbicara tanda memberitahu namanya.
"Ah, angel? Nama yang bagus, sesuai denganmu, malaikat"
"Apa apaan kau ini"
Aku tersenyum kecil.
"Ehm.. Angel, b-boleh kita bertemu lagi?"
Sial! Kenapa aku bisa mengatakan hal yang memalukan itu??!!
"Tentu saja"
Eh..?
Karena sekarang hari jum'at, besok libur.
"K-Kalau begitu, besok di Restoran depan stasiun jam 10 pagi?"
"Baiklah.."
Hah? Aku tidak menyangka dia akan menerimanya.
Dan aku pulang dengan perasaan senang.
Begitulah Cerita pertama kali bertemu dengan Angel.
*back to live
"Y-ya, aku mengingatnya sedikit"
"Padahal dulu kau sangat keren bisa mengatakan itu pada gadis yang pertama kali kau temui"
Ahh.. seharusnya aku bilang tidak mengingatnya. Itu sangat memalukan, jika dia yang mengatakannya.
Ya, aku tahu dipikiran kalian. Aku terlalu romantis atau dalam kata dewasa. Karena aku tinggal dikeluarga yang tidak terlalu benar. Ciuman, itu adalah hal yang sangat vulgar. Tapi, bagaimana aku bisa menolaknya? Jika gadis berkacamata melakukan itu dengan tiba-tiba? Dan, kemarin? Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya, mungkin itu yang akan kau lakukan dengan cinta sejatimu.
Diperjalanan kami berpisah dan berjanji bertemu di Halte dekat sekolah.
Aku berjalan sendiri menuju rumah. Kuharap ini cepat berakhir.
Sekitar 5 menit berjalan santai, aku sampai dirumahku.
"Aku pulang"
"Ah.. kak"
Kulihat adikku mengenakan celemek.
"Kau sedang apa?"
"Masak"
"Apa?"
"Masak!! Apa kau tuli kak?!"
Hah? Kau salah tafsir. Apakah aku harus mengakhiri ini? Pembicaraan ini?
"Maksudku, masak apa? Apa kau bodoh Tria?!" Aku mengatakan itu memasang muka kesal.
"Hehhehehh.." Ia tertawa sambil nyengir malu.
Aku menghela nafas dan mencoba tuk mengakhiri obrolan itu.
Aku berjalan kekamar untuk mengambil baju, lalu kekamar mandi.
Aku membersihkan badanku. Setelah selesai, aku pergi ke pintu depan dan.
"Tunggu!" Suara tria memanggilku.
"Ada apa?"
"Makan dulu!"
"Heeeehh.. kau masak lagi? Apa yang kau masak?"
"Sup"
Apa?! Sup lagi?! Memangnya kau tidak bisa yang lain! Tapi, sup nya enak sekali.
"Baiklah, satu porsi"
"Segera datang!!"
Aku menghampiri meja makan dan duduk didepan tria duduk.
"Silahkan kak" katanya sambil menyerahkan Semangkuk sup dengan nasi.
Yang aku bilang disini adalah sup, bukan soup. Ini adalah sup ayam terenak sepanjang hidupku.
"Terima kasih" kataku sambil menyuapkan sesendok nasi.
Rasanya bahkan lebih baik dari sup dia yang kemarin.
"Ba--"
"Enak!"
Saat dia ingin bertanya bagaimana rasanya, aku memotongnya dan menjawabnya.
"Baguslah kalau begitu"
Setelah selesai makan.
"Terimakasih Tria"
"Sama sama"
Setelah itu aku pergi kepintu luar.
"Aku pergi dulu"
"Heh? Kau mau pergi kemana kak?"
"Rahasia" Kataku sambil menutup pintu.
Aku sudah menggunakan celana renang di balik celanaku, aku sudah membawa krim pelindung matahari, sunblock ya sebutannya? Handuk, sabun, shampo. Aku tidak ingin membawa banyak barang. Logikanya supaya tidak berat.
Aku berjalan santai menuju halte dekat sekolah. Kulihat jam menunjuk puku 08.30. Yang mengetahui itu, aku langsung berjalan cepat.
Sedikit lagi, itu dia!
"Lama!!"
"Maaf maaf"
"Apa apaan nada tak bersalah itu?!"
"Hi...kau ini! aku kan sudah minta maaf. Apa kau sudah lama disini?"
"Ya"
"Berapa lama?"
"1 jam"
Hah ? Satu jam? Aku yang mendengar itu tidak percaya. Dan tawa pun tidak terbendung.
"Hahahahah.... kau bercanda kan?"
"Tidak!"
Apa?
"Hah? Serius nih?"
"Serius!" Dengan muka serius dia menjawab.
Apa?! Ahh.. aku adalah lelaki yang buruk.
"Maaf, telah membuatmu menunggu"
"Yahh.. tidak apa apalah.. aku akan pulang"
"Apa? Heeeee!! Jangan Angel!! Bis-nya sudah datang"
Aku memegang tangannya dan menariknya lalu berjalan memasuki bis.
Lalu duduk di bangku kedua paling depan.
"Kau ini!"
"Sudah kubilang maaf angel"
"Yasudah klo begitu! Tapi aku tak ingin ini terlulang lagi! Ya?"
Aku tak bisa janji.
"Ya ya"
Saat di bis aku melihatnya lagi dengan detail. Ia mengenakan kaos dari bali dengan celana jeans sebetis. Ia tidak menguncir rambutnya hari ini. Rambut panjang terurai kebawah hingga pinggang. Aku bisa mencium bau shamponya yang wangi, dan juga minyak wangi badannya.
Setelah sekitar 20 menit, kami sampai di bandara. Ya! Aku juga terkejut, karena kami akan pergi pantai kuta bali.
Karena aku pernah keluar negeri bersama temanku indra, untuk menemui orang tuanya di italia, aku sudah mempunyai paspor. Jadi, hanya tinggal biaya nya.
Aku jarang menggunakan uangku. Paling hanya untuk membeli makanan ringan saja. Dan sisanya masih banyak, jadi aku tabung di bank. Untuk hiburanku sudah lengkap. PSP, PS2, Ipod, dan Iphone ku. Yah, karena kedua orang tuaku bekerja, aku bisa mendapatkan uang dari keduanya.
Aku lihat saldo ku cukup banyak. Sekitar 15 juta. Wow banget!
Aku naik pesawat menuju bali. Entah nama bandara nya.
Setelah sampai disana, aku dan angel pergi ke pantai kuta. Didekat situ kami memesan penginapan. Tentu saja kami terpisah!
Kau pikir aku lelaki mesum yang akan menghancurkan masa depannya? Ah maaf, masa depanku?
Sudahlah. Setelah memesan penginapan kami berganti baju disana, lalu bertemu lagi di pantai dekat dengan pohon rindang itu. Aku tidak bisa menentukan tentang pohon apa itu?! Aku kurang wawasan!
Terserah lah!
Aku menuju ke kamarku di penginapan itu, kulihat di kamar nomor 42.
Aku membukanya dengan kunci yang tadi diberikan resepsionis dan..
*ceklekk
Wah.. luas juga. Maksudku ini terlalu luas bukan?! Sepertinya ini lebih besar dari kamar yang ada dirumahku.
Untuk apa semewah ini?! Aku hanya disini 3 hari! Syukurlah aku belum tahu susahnya mencari uang. Tehee.
Setelah melepas baju kemeja ku, celana jeans ku, aku pergi keluar dengan celana renang dan baju hawaii ku.
Setelah sampai dilantai terbawah aku berjalan cepat ke tempat kami bertemu.
Aku lihat dia sedang duduk disana dengan memakai baju renang.
"Owi!!" Suara Angel terdengar dari belakang.
Eh? Jadi itu siapa?!
Aku salah orang!!
Angel ada di belakangku, apa aku akan mati setelah berbalik? Atau lebih baik aku tidak berbalik? Ah, tidak, aku harus berani, jika tidak, aku akan menyesal.
"Owi..."
"..."
Aku mencoba membalikkan badanku sekuat tenaga.
Ayo!! Aku!! Berjuang!
Akhirnya aku berhasil! Sekarang tinggal membuka mata!
("HAAAAAAAHHH!!!")
"Heheheh.. aku lupa membawa pakaian renang"
Hancur harapanku!! Kenapa kau bisa ceroboh pada saat yang sangat penting??!!! Bagiku!!
Eh? Tapi dia tampak cantik. Dia mengenakan Short warna hitam, dan baju hawaii warna merah.
"T-tidak, kau sangat cantik"
"Serius nih?"
"Nggak"
"Ehh .... !!!"
"Maksudku, kamu selalu terlihat cantik kok! Tidak cuman sekarang saja"
Ya! Benar! Dia tidak terlihat cantik sekarang. Tapi dia selalu terlihat cantik.
Kulihat mukanya memerah.
"Gombal!"
Hah apa itu? Domba? Dimana?
"Dimana?"
"Apanya?"
"Domba"
"Haduuhh..! Kau ini polos sekali!"
"Hah? Apa maksudmu?!"
"Sudahlah jangan dipikirkan"
Hah? Apa maksudnya? Yasudahlah.
Setelah itu kami kepantai, berenang, berjemur, bermain pasir.
3 hari hanya dihabiskan seperti itu. Tapi, entah kenapa aku tidak bosan. Aku merasa senang, aku merasa bahagia, aku merasa tak terbebani, aku merasa bukanlah aku yang dulu, bukan aku yang pemalas, bukan aku yang selalu sial, bukan aku yang selalu kritis, bukan aku yang selalu pesimis, bukan aku yang selalu realistis, pokoknya ini bukan aku yang dulu.
Mungkin aku harus mengakhiri ini? Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak.
Ini adalah hari pulang ke kota ku.
Hari ini, angel memegang tanganku terus hingga sampai halte bus dan berpisah disana.
Aku berjalan dari halte bus sendiri menuju rumah sendiri. Masuk sekolah tinggal satu minggu lagi. Setidaknya aku bisa beristirahat selama satu minggu penuh.
Saat sampai didepan rumah, aku melihat ada seseorang lelaki didepan pintu. Itu kakak!!
Dia yang mendengar suara langkah kakiku menyapaku.
"Ya! Owi!"
Hah?
Dia tambah keren! Matanya berwarna hitam dikanan dan biru di kiri! Keren sekali! Aku juga ingin!
Tidak mungkin aku mengatakan itu bukan?! Yah memang dia terlihat lebih keren, tetapi aku tidak tertarik.
"Kau! Kenapa mata mu belang? Apa kau lelaki bermata belang?!"
"Kau! Kau jahat sekali bisa mengatakan itu kepada kakakmu owi!! Dan lagi pula, mana ada lelaki bermata belang?! Yang ada lelaki hidung belang!"
"Ya, ya! Kedua nya ada!"
Dia memasang muka cemberut.
"Oh ya? dari mana kau, Owi?"
"Aku habis liburan"
"Hah? Enak sekali!!"
"Yah.. begitu lah..."
"Kau pasti dengan pacarmu kan?!"
"Ya"
Aku berjalan menuju pintu dan masuk.
"Aku capek, aku mau istirahat"
"..."
"..."
"Owi! Apa kau ingin tahu bagaimana cara mengetahui siapa yang mempunyai mata ini?"
Hah? Apa yang dia katakan? Apa dia ingat? Tapi katanya..
"Hah? Ada apa denganmu?"
Aku berbalik badan melihat mata kirinya berwarna biru dibalut merah terang.
"Yo! Ternyata aku masih mempunyai nya"
"Hah? Bagaimana?"
"Hmmm.. bagaimana menjelaskannya ya? Kurasa kekuatan ini bukan dari mata, tetapi dari tubuh kita, tepatnya kepala kita. Mata hanyalah perantaranya, seperti cara kerja lampu Charger, Jika menyala, berarti tegangan terhubung. Tapi, bukan berarti jika lampu hilang, tegangan tidak terhubung. Kurang lebih seperti itulah"
"Hoi! Aku tidak sebodoh itu hingga membutuhkan perumpamaan. Dan tadi, apa maksudmu cara mengetahui siapa yang mempunyai mata ini?"
"Ah, itu? Begini, kau bisa mengetahui seseorang mempunyai mata ini atau tidak dengan sangat mudah. Sekarang kau lihat cermin"
Aku mengambil cermin, kulihat mata kananku berwarna merah. Padahal aku tidak sedang ingin menggunakan kekuatan ini. Itu berarti..
"Ya, kau bisa mengetahui orang itu mempunyai mata ini atau tidak melalui ini. Kau hanya tinggal mempertemukan matamu dengan lawanmu, dan kau gunakan kekuatan itu. Jika dia memilikinya, mata lawanmu akan berubah warna sepertimu"
Hah? Sistem yang sangat mudah! Terlalu simpel!
Lagi pula aku tidak peduli dengan lawanku.
"Oh ya, ada yang ingin kutanyakan dari saat aku mendapatkan kekuatan ini"
"Apa?"
"Siapa yang membuat dan memberikan kekuatan ini?"
"Hmmm..."
Dia berpikir?! Apa dia tidak pernah memikirkan itu?!
"..."
"Ah!.."
"..."
"Aku belum memikirkan itu!"
Kak? Apa kau ini benar benar jenius? Aku jadi ragu!
"Sudah kuduga! Kau tidak benar benar jenius kan!"
"..." dia hanya bisa memasang wajah cemberut.
"Sudahkan? Aku mau istirahat dulu"
"Hoi, Owi! Aku tahu semua orang yang memiliki kekuatan ini lohh"
"Bodo amat!"
"Aku, kau, si manipulasi Perasaan, dan temanmu"
Hah? Teman?! Temanku hanya Indra! Jadi, dia? Tidak mungkin kan!
"Kau bercanda?"
"Tidak, dia adalah seorang pewaris. Aku belum mengetahui kekuatannya, dan dia juga belum tahu kalau aku dan kau memiliki kekuatan ini"
"Lalu, dari mana kau tahu kalau dia memiliki kekuatan itu?"
"Dia pernah menunjukkannya padaku, karena aku mengenakan perban di sebelah kiriku, jadi dia tidak melihat kalau mata kiriku berubah warna. Dia bilang seperti ini 'Tolong jaga Owi!'. Dari informasi itu, aku tidak tahu dia bisa memanipulasi apa"
Ah, syukurlah kalau Indra yang memilikinya. Tapi, aku tidak menyangka sama sekali! Aku kira dia hanya lelaki yang imut.
"Oh ya, kau memilih memanipulasi apa? Aku juga belum pernah melihat ataupun mendengar kekuatanmu"
Dia mengambil sebuah pulpen dari sakunya.
"Baiklah, kau jatuhkan pulpen ini, aku akan berdiri disini"
Dia memberiku pulpen dan menjauh dariku sekitar 3 meter.
Aku menjatuhkan pulpen itu tanpa aba aba darinya.
"Nih" kata kakakku sambil memberikan pulpen yang aku jatuhkan tadi.
Dan juga, tiba tiba dia berdiri dihadapan ku.
Jangan-jangan!
"Sepertinya kau sudah tahu kekuatan apa yang aku miliki"
"Manipulasi waktu? Tapi, bukannya merugikan? Kau hanya bisa menggunakannya sekali kepada seseorang?"
"Hah?! Memang begitu, tapi aku bisa menghentikan waktu benda juga, dan semuanya. Jadi, aku bisa menghentikan walaupun itu 100 peluru"
"Tunggu! Kau bisa menghentikan waktuku? Bukannya sesama pewaris tidak bisa?"
"Kenapa denganmu owi? Kau menjadi bodoh setelah liburan. Siapa bilang aku memanipulasi waktumu? Aku hanya memanipulasi waktu ruangan ini"
"Apa apaan itu? Tidak adil!"
"Kau seharusnya dapat mempertimbangkan kekuatan yang ingin kau dapat!"
"Kukira saat itu kau sedang gila, jadi aku tak menganggap itu serius!"
"Gila?!"
"Sudahlah kalau begitu, aku ingin istirahat!!"
"Dah.."
"Hoi... owi! Owi! Bangun" Suara yang sangat familiar bergema dikepalaku.
Aku membuka mataku, kulihat dengan setengah sadar siapa itu. Itu adalah angel.
Apakah ini akan menjadi ciuman selamat pagi?!
"Hoooooooooooiiiiiiii" Dia terus mencoba membangunkanku.
"Berisik"
"Hoi! Hari ini kita pulang! Kita akan kepantai bukan?!"
Hah? Pantai?! Jadi itu bukan mimpi indahku?!
Aku yang mendengar itu spontan bangun dengan penuh semangat.
"Jam berapa sekarang?!"
"Hmm.. jam Tujuh kurang"
"Ayo kita pulang sekarang!"
"Kenapa kau ini? Tadi kau sangat malas"
Tidak mungkin aku menjawab itu bukan?!
Aku yang semangat karena hari ini dia akan mengenakan pakaian renang.
"Itu... apa ya?" Aku yang kebingungan sulit untuk menjawabnya.
"Hmmm... kau mencurigakan!" Sambil memasang muka curiga.
Aku hanya bisa memasang muka pura pura tidak tahu.
"Yah terserahlah! Itu lebih baik dari pada kau bersifat malas dan menyebalkan!" Tak lama ia menyambungnya.
Benarkah? Syukurlah.. aku tak perlu menjawab pertanyaan mengerikan itu.
"Y-ya"
Jawaban apa ini? Sama sekali tidak nyambung! Aku bingung ingin menjawab apa. Jadi aku menjawab dengan yang pertama terlintas dalam pikiranku.
Dia mengambil tas lempangnya dan pergi ke pintu.
"Kalau begitu, ayo!"
"Apa apaan gaya itu? Kau pikir bisa bergaya seperti disinetron sinetron? Dan, mana keluargaku?"
"Ih.. kau ini, jahat sekali bisa mengatakan itu dengan wajah datar tak bersalah! Oh ya, Ibu dan Ayahmu kembali bekerja, kakakmu masih tidur, dan adikmu sepertinya pulang kerumah"
Apa!? Jadi, ketika aku sakit tidak ada yang menjengukku?! Apa mereka melupakanku sebagai anggota keluarganya?!
"Apakah mereka tidak menjengukku?"
"Adikmu dengan orang tuamu kemarin sore kesini dan menitipkanmu kepadaku"
"Lalu, Indra?"
"Dia pulang, katanya sih dia ada urusan"
"Oh, begitu"
"Sudahlah, ayo!" Dia menghampiriku, memegang tanganku dan menarikku.
"Ya ya"
Diperjalanan, dia tetap memegang tanganku.
Apakah hari ini akan menjadi hari keberuntunganku dan romantisku?!
"Ehmm.. owi! Apa kau masih ingat pertama kali kita bertemu?"
Ada apa ini!? Tiba tiba sekali!
"Memangnya kenapa?"
"Jawab saja! Kau masih ingat tidak"
Hmm.. pertama kali bertemu. Kurasa aku belum menceritakannya.
Oke!!
*flashback
Waktu itu aku kelas 2 sudah semester 1. Sekitar pukul 2 siang aku baru pulang dari sekolah karena berkelahi dengan salah satu senior. Aku habis habisan dimarahi hingga 2 jam lebih!
Aku pun malas mengingat hari itu. Karena dengan mengingatnya pun sudah membuatku muak. Itu adalah termasuk hari kesialanku! Namun itu adalah hari keberuntunganku.
Saat diperjalan pulang, aku melihat ada seorang gadis didepan kelasku.
Itu adalah angel, saat pandangan pertama pun, aku sudah sangat tertarik dengannya. Entah mengapa, kesanku padanya saat pandangan pertama sangat berbeda. Dia memiliki paras cantik lain dari pada yang lain. Dan saat itulah, aku ingin dia menjadi cinta pertama dan terakhirku.
Didalam hatiku aku berbicara 'Akhirnya! Aku menemukan perempuan idamanku'.
Aku bukan lelaki yang hanya melihat wanita dari parasnya, karena semua wanita cantik itu sama saja! Tapi, hatiku merasa, bahwa aku yakin dia adalah wanita dengan paras cantik lain dari pada yang lain.
Aku memilih wanita idamanku karena aku tidak mau memikirkan berpisah jika aku berpasangan dengannya.
Katanya, cinta pertama itu adalah untuk pengalaman.
Itu adalah omong kosong dari para laki laki jalang! Aku sangat tidak setuju dengan omong kosong itu!
Menurutku, cinta pertama itu sangat indah. Karena keindahannya itu! Kita harus membuatnya selama mungkin. Dan aku ingin selamanya.
Aku tahu aku sangat naif, tapi aku yakin, diluar sana ada yang sependapat denganku.
Kau tahu kata 'jodoh akan datang dengan sendirinya'?
Kuberitahu! Itu adalah omong kosong yang sangat nyata! Memangnya, dengan hanya berdiam diri, kau akan mendapatkan perempuan idamanmu? Tidak akan!
Walaupun sifatku seperti ini, aku percaya pada kerja keras dan ketekunan.
Maka dari itu, aku akan bekerja keras dalam mendapatkan pasangan impianku.
Aku membaca buku cara menaklukan wanita. Aku harus menerapkan salah satunya sekarang! Cara menaklukan wanita dalam 3 detik.
Karena instruksinya sangat panjang, Aku akan menjelaskan langung keintinya.
Jika kau melakukan pandangan pertama, jangan alihkan mata mu ke mata nya, Tatap terus, nanti dia akan mengalihkan pandangannya darimu. Dalam hitungan kurang dari 1 detik, dia akan melihat mu lagi. Jika dia melihat, kau masih melihatnya dia akan tahu kalau kau bukan lelaki biasa yang membosankan.
Apa yang terjadi? Aku gagal, karena saat dia melihatku dia menghampiriku.
"Permisi, apa kau tahu dimana ruang kepala sekolah?"
Aku baru saja dari situ! Apa aku harus kesana lagi?
"Memangnya kenapa? Apa kau murid baru yang tidak tahu ruang kepala sekolah?"
"Kurang tepat, aku adalah murid transfer dari SMP di Jakarta. Aku kelas 3"
Hah? Jakarta?! Anak kota?
"Ah begitu. Eh..? Kau kelas 3?"
"Ya!"
Jadi, aku suka pada yang lebih tua?!
"Ingin ku antar?"
"Tentu saja, terimakasih"
Apa apaan senyum manis itu!? Aku akan benar benar luluh olehnya.
Diperjalanan dia menceritakan kepindahannya karena ia ingin tinggal sendiri. Dan dia bilang, dia seumuran denganku, dia lompat kelas dari kelas tujuh ke kelas sembilan.
Kenapa dia sudah sangat terbuka denganku?! Apa dia percaya padaku? Atau dia ceroboh? Tapi, mana mungkin gadis jenius itu ceroboh?
"Ah, ini dia hmmm..." Aku mengatakan sambil menunjuk pintu ruang kepala sekolah dan tersendat saat ingin menyebutkan namanya.
Bagaimana aku lupa bertanya namanya?
"Angel, Angel Angelia" dia menyambungku berbicara tanda memberitahu namanya.
"Ah, angel? Nama yang bagus, sesuai denganmu, malaikat"
"Apa apaan kau ini"
Aku tersenyum kecil.
"Ehm.. Angel, b-boleh kita bertemu lagi?"
Sial! Kenapa aku bisa mengatakan hal yang memalukan itu??!!
"Tentu saja"
Eh..?
Karena sekarang hari jum'at, besok libur.
"K-Kalau begitu, besok di Restoran depan stasiun jam 10 pagi?"
"Baiklah.."
Hah? Aku tidak menyangka dia akan menerimanya.
Dan aku pulang dengan perasaan senang.
Begitulah Cerita pertama kali bertemu dengan Angel.
*back to live
"Y-ya, aku mengingatnya sedikit"
"Padahal dulu kau sangat keren bisa mengatakan itu pada gadis yang pertama kali kau temui"
Ahh.. seharusnya aku bilang tidak mengingatnya. Itu sangat memalukan, jika dia yang mengatakannya.
Ya, aku tahu dipikiran kalian. Aku terlalu romantis atau dalam kata dewasa. Karena aku tinggal dikeluarga yang tidak terlalu benar. Ciuman, itu adalah hal yang sangat vulgar. Tapi, bagaimana aku bisa menolaknya? Jika gadis berkacamata melakukan itu dengan tiba-tiba? Dan, kemarin? Aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya, mungkin itu yang akan kau lakukan dengan cinta sejatimu.
Diperjalanan kami berpisah dan berjanji bertemu di Halte dekat sekolah.
Aku berjalan sendiri menuju rumah. Kuharap ini cepat berakhir.
Sekitar 5 menit berjalan santai, aku sampai dirumahku.
"Aku pulang"
"Ah.. kak"
Kulihat adikku mengenakan celemek.
"Kau sedang apa?"
"Masak"
"Apa?"
"Masak!! Apa kau tuli kak?!"
Hah? Kau salah tafsir. Apakah aku harus mengakhiri ini? Pembicaraan ini?
"Maksudku, masak apa? Apa kau bodoh Tria?!" Aku mengatakan itu memasang muka kesal.
"Hehhehehh.." Ia tertawa sambil nyengir malu.
Aku menghela nafas dan mencoba tuk mengakhiri obrolan itu.
Aku berjalan kekamar untuk mengambil baju, lalu kekamar mandi.
Aku membersihkan badanku. Setelah selesai, aku pergi ke pintu depan dan.
"Tunggu!" Suara tria memanggilku.
"Ada apa?"
"Makan dulu!"
"Heeeehh.. kau masak lagi? Apa yang kau masak?"
"Sup"
Apa?! Sup lagi?! Memangnya kau tidak bisa yang lain! Tapi, sup nya enak sekali.
"Baiklah, satu porsi"
"Segera datang!!"
Aku menghampiri meja makan dan duduk didepan tria duduk.
"Silahkan kak" katanya sambil menyerahkan Semangkuk sup dengan nasi.
Yang aku bilang disini adalah sup, bukan soup. Ini adalah sup ayam terenak sepanjang hidupku.
"Terima kasih" kataku sambil menyuapkan sesendok nasi.
Rasanya bahkan lebih baik dari sup dia yang kemarin.
"Ba--"
"Enak!"
Saat dia ingin bertanya bagaimana rasanya, aku memotongnya dan menjawabnya.
"Baguslah kalau begitu"
Setelah selesai makan.
"Terimakasih Tria"
"Sama sama"
Setelah itu aku pergi kepintu luar.
"Aku pergi dulu"
"Heh? Kau mau pergi kemana kak?"
"Rahasia" Kataku sambil menutup pintu.
Aku sudah menggunakan celana renang di balik celanaku, aku sudah membawa krim pelindung matahari, sunblock ya sebutannya? Handuk, sabun, shampo. Aku tidak ingin membawa banyak barang. Logikanya supaya tidak berat.
Aku berjalan santai menuju halte dekat sekolah. Kulihat jam menunjuk puku 08.30. Yang mengetahui itu, aku langsung berjalan cepat.
Sedikit lagi, itu dia!
"Lama!!"
"Maaf maaf"
"Apa apaan nada tak bersalah itu?!"
"Hi...kau ini! aku kan sudah minta maaf. Apa kau sudah lama disini?"
"Ya"
"Berapa lama?"
"1 jam"
Hah ? Satu jam? Aku yang mendengar itu tidak percaya. Dan tawa pun tidak terbendung.
"Hahahahah.... kau bercanda kan?"
"Tidak!"
Apa?
"Hah? Serius nih?"
"Serius!" Dengan muka serius dia menjawab.
Apa?! Ahh.. aku adalah lelaki yang buruk.
"Maaf, telah membuatmu menunggu"
"Yahh.. tidak apa apalah.. aku akan pulang"
"Apa? Heeeee!! Jangan Angel!! Bis-nya sudah datang"
Aku memegang tangannya dan menariknya lalu berjalan memasuki bis.
Lalu duduk di bangku kedua paling depan.
"Kau ini!"
"Sudah kubilang maaf angel"
"Yasudah klo begitu! Tapi aku tak ingin ini terlulang lagi! Ya?"
Aku tak bisa janji.
"Ya ya"
Saat di bis aku melihatnya lagi dengan detail. Ia mengenakan kaos dari bali dengan celana jeans sebetis. Ia tidak menguncir rambutnya hari ini. Rambut panjang terurai kebawah hingga pinggang. Aku bisa mencium bau shamponya yang wangi, dan juga minyak wangi badannya.
Setelah sekitar 20 menit, kami sampai di bandara. Ya! Aku juga terkejut, karena kami akan pergi pantai kuta bali.
Karena aku pernah keluar negeri bersama temanku indra, untuk menemui orang tuanya di italia, aku sudah mempunyai paspor. Jadi, hanya tinggal biaya nya.
Aku jarang menggunakan uangku. Paling hanya untuk membeli makanan ringan saja. Dan sisanya masih banyak, jadi aku tabung di bank. Untuk hiburanku sudah lengkap. PSP, PS2, Ipod, dan Iphone ku. Yah, karena kedua orang tuaku bekerja, aku bisa mendapatkan uang dari keduanya.
Aku lihat saldo ku cukup banyak. Sekitar 15 juta. Wow banget!
Aku naik pesawat menuju bali. Entah nama bandara nya.
Setelah sampai disana, aku dan angel pergi ke pantai kuta. Didekat situ kami memesan penginapan. Tentu saja kami terpisah!
Kau pikir aku lelaki mesum yang akan menghancurkan masa depannya? Ah maaf, masa depanku?
Sudahlah. Setelah memesan penginapan kami berganti baju disana, lalu bertemu lagi di pantai dekat dengan pohon rindang itu. Aku tidak bisa menentukan tentang pohon apa itu?! Aku kurang wawasan!
Terserah lah!
Aku menuju ke kamarku di penginapan itu, kulihat di kamar nomor 42.
Aku membukanya dengan kunci yang tadi diberikan resepsionis dan..
*ceklekk
Wah.. luas juga. Maksudku ini terlalu luas bukan?! Sepertinya ini lebih besar dari kamar yang ada dirumahku.
Untuk apa semewah ini?! Aku hanya disini 3 hari! Syukurlah aku belum tahu susahnya mencari uang. Tehee.
Setelah melepas baju kemeja ku, celana jeans ku, aku pergi keluar dengan celana renang dan baju hawaii ku.
Setelah sampai dilantai terbawah aku berjalan cepat ke tempat kami bertemu.
Aku lihat dia sedang duduk disana dengan memakai baju renang.
"Owi!!" Suara Angel terdengar dari belakang.
Eh? Jadi itu siapa?!
Aku salah orang!!
Angel ada di belakangku, apa aku akan mati setelah berbalik? Atau lebih baik aku tidak berbalik? Ah, tidak, aku harus berani, jika tidak, aku akan menyesal.
"Owi..."
"..."
Aku mencoba membalikkan badanku sekuat tenaga.
Ayo!! Aku!! Berjuang!
Akhirnya aku berhasil! Sekarang tinggal membuka mata!
("HAAAAAAAHHH!!!")
"Heheheh.. aku lupa membawa pakaian renang"
Hancur harapanku!! Kenapa kau bisa ceroboh pada saat yang sangat penting??!!! Bagiku!!
Eh? Tapi dia tampak cantik. Dia mengenakan Short warna hitam, dan baju hawaii warna merah.
"T-tidak, kau sangat cantik"
"Serius nih?"
"Nggak"
"Ehh .... !!!"
"Maksudku, kamu selalu terlihat cantik kok! Tidak cuman sekarang saja"
Ya! Benar! Dia tidak terlihat cantik sekarang. Tapi dia selalu terlihat cantik.
Kulihat mukanya memerah.
"Gombal!"
Hah apa itu? Domba? Dimana?
"Dimana?"
"Apanya?"
"Domba"
"Haduuhh..! Kau ini polos sekali!"
"Hah? Apa maksudmu?!"
"Sudahlah jangan dipikirkan"
Hah? Apa maksudnya? Yasudahlah.
Setelah itu kami kepantai, berenang, berjemur, bermain pasir.
3 hari hanya dihabiskan seperti itu. Tapi, entah kenapa aku tidak bosan. Aku merasa senang, aku merasa bahagia, aku merasa tak terbebani, aku merasa bukanlah aku yang dulu, bukan aku yang pemalas, bukan aku yang selalu sial, bukan aku yang selalu kritis, bukan aku yang selalu pesimis, bukan aku yang selalu realistis, pokoknya ini bukan aku yang dulu.
Mungkin aku harus mengakhiri ini? Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak, Tidak.
Ini adalah hari pulang ke kota ku.
Hari ini, angel memegang tanganku terus hingga sampai halte bus dan berpisah disana.
Aku berjalan dari halte bus sendiri menuju rumah sendiri. Masuk sekolah tinggal satu minggu lagi. Setidaknya aku bisa beristirahat selama satu minggu penuh.
Saat sampai didepan rumah, aku melihat ada seseorang lelaki didepan pintu. Itu kakak!!
Dia yang mendengar suara langkah kakiku menyapaku.
"Ya! Owi!"
Hah?
Dia tambah keren! Matanya berwarna hitam dikanan dan biru di kiri! Keren sekali! Aku juga ingin!
Tidak mungkin aku mengatakan itu bukan?! Yah memang dia terlihat lebih keren, tetapi aku tidak tertarik.
"Kau! Kenapa mata mu belang? Apa kau lelaki bermata belang?!"
"Kau! Kau jahat sekali bisa mengatakan itu kepada kakakmu owi!! Dan lagi pula, mana ada lelaki bermata belang?! Yang ada lelaki hidung belang!"
"Ya, ya! Kedua nya ada!"
Dia memasang muka cemberut.
"Oh ya? dari mana kau, Owi?"
"Aku habis liburan"
"Hah? Enak sekali!!"
"Yah.. begitu lah..."
"Kau pasti dengan pacarmu kan?!"
"Ya"
Aku berjalan menuju pintu dan masuk.
"Aku capek, aku mau istirahat"
"..."
"..."
"Owi! Apa kau ingin tahu bagaimana cara mengetahui siapa yang mempunyai mata ini?"
Hah? Apa yang dia katakan? Apa dia ingat? Tapi katanya..
"Hah? Ada apa denganmu?"
Aku berbalik badan melihat mata kirinya berwarna biru dibalut merah terang.
"Yo! Ternyata aku masih mempunyai nya"
"Hah? Bagaimana?"
"Hmmm.. bagaimana menjelaskannya ya? Kurasa kekuatan ini bukan dari mata, tetapi dari tubuh kita, tepatnya kepala kita. Mata hanyalah perantaranya, seperti cara kerja lampu Charger, Jika menyala, berarti tegangan terhubung. Tapi, bukan berarti jika lampu hilang, tegangan tidak terhubung. Kurang lebih seperti itulah"
"Hoi! Aku tidak sebodoh itu hingga membutuhkan perumpamaan. Dan tadi, apa maksudmu cara mengetahui siapa yang mempunyai mata ini?"
"Ah, itu? Begini, kau bisa mengetahui seseorang mempunyai mata ini atau tidak dengan sangat mudah. Sekarang kau lihat cermin"
Aku mengambil cermin, kulihat mata kananku berwarna merah. Padahal aku tidak sedang ingin menggunakan kekuatan ini. Itu berarti..
"Ya, kau bisa mengetahui orang itu mempunyai mata ini atau tidak melalui ini. Kau hanya tinggal mempertemukan matamu dengan lawanmu, dan kau gunakan kekuatan itu. Jika dia memilikinya, mata lawanmu akan berubah warna sepertimu"
Hah? Sistem yang sangat mudah! Terlalu simpel!
Lagi pula aku tidak peduli dengan lawanku.
"Oh ya, ada yang ingin kutanyakan dari saat aku mendapatkan kekuatan ini"
"Apa?"
"Siapa yang membuat dan memberikan kekuatan ini?"
"Hmmm..."
Dia berpikir?! Apa dia tidak pernah memikirkan itu?!
"..."
"Ah!.."
"..."
"Aku belum memikirkan itu!"
Kak? Apa kau ini benar benar jenius? Aku jadi ragu!
"Sudah kuduga! Kau tidak benar benar jenius kan!"
"..." dia hanya bisa memasang wajah cemberut.
"Sudahkan? Aku mau istirahat dulu"
"Hoi, Owi! Aku tahu semua orang yang memiliki kekuatan ini lohh"
"Bodo amat!"
"Aku, kau, si manipulasi Perasaan, dan temanmu"
Hah? Teman?! Temanku hanya Indra! Jadi, dia? Tidak mungkin kan!
"Kau bercanda?"
"Tidak, dia adalah seorang pewaris. Aku belum mengetahui kekuatannya, dan dia juga belum tahu kalau aku dan kau memiliki kekuatan ini"
"Lalu, dari mana kau tahu kalau dia memiliki kekuatan itu?"
"Dia pernah menunjukkannya padaku, karena aku mengenakan perban di sebelah kiriku, jadi dia tidak melihat kalau mata kiriku berubah warna. Dia bilang seperti ini 'Tolong jaga Owi!'. Dari informasi itu, aku tidak tahu dia bisa memanipulasi apa"
Ah, syukurlah kalau Indra yang memilikinya. Tapi, aku tidak menyangka sama sekali! Aku kira dia hanya lelaki yang imut.
"Oh ya, kau memilih memanipulasi apa? Aku juga belum pernah melihat ataupun mendengar kekuatanmu"
Dia mengambil sebuah pulpen dari sakunya.
"Baiklah, kau jatuhkan pulpen ini, aku akan berdiri disini"
Dia memberiku pulpen dan menjauh dariku sekitar 3 meter.
Aku menjatuhkan pulpen itu tanpa aba aba darinya.
"Nih" kata kakakku sambil memberikan pulpen yang aku jatuhkan tadi.
Dan juga, tiba tiba dia berdiri dihadapan ku.
Jangan-jangan!
"Sepertinya kau sudah tahu kekuatan apa yang aku miliki"
"Manipulasi waktu? Tapi, bukannya merugikan? Kau hanya bisa menggunakannya sekali kepada seseorang?"
"Hah?! Memang begitu, tapi aku bisa menghentikan waktu benda juga, dan semuanya. Jadi, aku bisa menghentikan walaupun itu 100 peluru"
"Tunggu! Kau bisa menghentikan waktuku? Bukannya sesama pewaris tidak bisa?"
"Kenapa denganmu owi? Kau menjadi bodoh setelah liburan. Siapa bilang aku memanipulasi waktumu? Aku hanya memanipulasi waktu ruangan ini"
"Apa apaan itu? Tidak adil!"
"Kau seharusnya dapat mempertimbangkan kekuatan yang ingin kau dapat!"
"Kukira saat itu kau sedang gila, jadi aku tak menganggap itu serius!"
"Gila?!"
"Sudahlah kalau begitu, aku ingin istirahat!!"
"Dah.."
Diubah oleh miu007 12-05-2014 17:15
0
Kutip
Balas
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/s30.postimg.org/cyj2i6941/image.png)