TS
miu007
[ORFICT] Apakah Aku Harus?
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/www.images55.com/wp-content/uploads/2014/04/Welcome-Graphic.png)
My OC credit by RissaThanks Rissa

Spoiler for Cover:
Judul: Apakah Aku Harus?
Terbit : 2014 February
Author : Ahmad Baydhowi ( http://
facebook.com/ubay12 )
Genre : Comedy, Romance, Slice Of Life,
School Life, Super Power
Update Chapter : Senin (Malam)
Sipnopsis : Owi Pratama adalah Laki-laki yang
memiliki pemikiran skeptis. Selalu
menganggap dirinya yang paling sial dari
orang orang sial yang lain. Ia Memiliki motto
'hidup sehat, hidup hemat energi' . Selalu
berpikir pesimis, kritis, dan realistis. Namun
begitu, Owi Menghargai dan mempercayai
kerja keras. Suatu hari, ia mendapatkan
sesuatu kekuatan yang diinginkan. Apa
kekuatan yang diinginkannya? Apakah yang
akan dia dilakukan oleh kekuatan itu? Apakah
kesialan kesialan yang akan dihadapinya?
Quote:
READ :
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Kritik dan saran sangat diperlukan untuk pengembangan cerita ini, tidak perlu
cukup Komentar, kritik dan saran 
Quote:
Diubah oleh miu007 02-06-2014 11:35
0
8K
Kutip
37
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
miu007
#13
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Spoiler for Chapter5:
"Ini aku Owi"
Kudengar itu adalah suara yang sangat familar. Jangan-jangan!!
"Owi. Maafkan aku"
Itu adalah Angel! Dia ada di balik hordeng itu.
"Angel!?"
"Owi, maafkan aku...! Aku percaya padamu. Kemarin aku hanya syok karena kau sudah melakukan itu dengan gadis lain. Apa kamu mau memaafkan aku?"
Dia memiminta maaf padaku sambil suara yang tersendat. Sepertinya dia menangis.
Dengan senyum lebar aku menjawab.
"Ada apa denganmu? Ini bukan sepertimu. Dan sedang apa kau disana?"
"Aku malu memperlihatkan wajahku"
Aku berusaha bangun dari tempat tidur itu dan menghampiri Angel. Dan aku berhasil.
Kupeluk erat tubuhnya.
"Syukurlah... Kukira kau membenciku, Aku tidak ingin berpisah denganmu, Aku ingin kita bersama selamanya"
Tak sadar air mataku keluar. Sepertinya aku mengeluarkan air mata bahagia.
"Kau tahu? Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan jika aku berpisah denganmu. Aku hampir saja bunuh diri, Aku sangat bersyukur kau percaya padaku. Karena kau sudah membuatku seperti seorang pecundang aku akan menghukummu"
Aku memegang pundaknya, dan langsung kucium pipinya yang lembut itu. Ciuman itu cukup membuat hatiku tenang dan bahagia.
Kulepas ciuman itu dengan lembut.
"Bagaimana kalau kita membuat sebuah janji"
"Hah? Janji?"
Aku penasaran janji apa yang akan ia ucapkan.
"Ya.. kita akan bersama untuk selamanya"
Janji indah apa ini? Ini adalah yang aku inginkan! Bagaimana aku bisa menolaknya!
"Tentu saja!!"
"Dengan dua syarat"
Hah? Syarat? Dia sepertinya mencari kesempatan dalam kesempitan, dan ada 2 pula. Tapi, Aku tidak ingin membuat suasana romantis ini menghilang.
"Syarat?"
"Ya.. kejadian kemarin tidak boleh terulang lagi. Dan yang kedua, kau harus mebuatkan rumah yang besar untukku dan anak kita"
("HAAAAAAAAHHHHH!!!!") Aku berteriak sambil memegang dadaku.
Apa!!? Janji kedua itu!! Apa dia sudah berpikir sejauh itu!!? Perasaan senang apa ini!?
Aku sangat terkejut dia mengatakan kata hayalanku. Yang aku yakini tidak akan terucap oleh gadis manapun.
"Apa? Kenapa!? Apa dadamu sakit?" Dia menanyakan itu dengan panik.
"tidak tidak... Aku hanya terkejut kau mengatakan kata-kata impianku.."
"hah? ternyata kau bisa bersifat manis..."
"hoi hoi.. apa apan itu..!"
"heheh.. jadi, bagaimana?"
"Tentu saja! Bagaimana bisa aku menolak penawaran menggiurkan itu!? Janji impianku dengan syarat-syaratnya impianku juga.."
"Heh...? Bersamaku selamanya adalah impianmu? kadang kau bisa bersifat romantis ya!?"
"Hmm.." Aku hanya bisa diam dia mengatakan itu.
Sebentar lagi hidupku akan menjadi penuh warna. Mungkin aku harus menikmati ini? Apakah aku harus?
"Ngomong-ngomong Owi. Kita sudah melewati hal yang melelahkan. Ayo kita liburan!"
Hmmm... mungkin aku membutuhkan itu.
"Liburan? Kemana?"
"Kita pergi ke pantai"
Hah! Pantai!? Itu berarti, aku akan melihat angel memakai Pakaian renang!!? Aku tidak yakin aku masih hidup setelah melihatnya berpakaian seperti itu!
"Hmmm... baiklah. Kapan?"
"Secepatnya! Besok bagaimana?"
APAAAA!!!! B-besok? Apakah hidupku akan berakhir besok?!
"B-baiklah"
Tentu saja aku menyetujuinya.
"Oke. Sekarang aku pulang dulu. Sudah jam 9 malam"
Apa? Jam 9? Jadi, aku bangun malam? Sudah berapa lama aku tertidur?
"Hah? Malam? Sudah berapa lama aku tertidur?!"
Sambil melihat jam tangannya.
"Hmmm.. Sekitar 5 jam"
"Hah? Kenapa kau tadi bilang kemarin?"
"Heh? Aku terlalu Syok hingga salah menghitung waktu, mungkin?"
"Apa maksud dari mungkin itu?"
Aku memasang muka heran.
"I-itu" dia tergagap.
Tak lama dia menyambungnya.
"A-aku pulang dulu"
Hah? Dia mengganti topik lain! Yahh.. sudahlah. Aku juga lelah berbicara terus. Tapi, aku ingin bersamanya lebih lama.
"Jangan!"
"Kenapa? Owi?"
"Temani aku sampai tidur kembali"
"Ada apa denganmu? Kau manja sekali! Seperti anak kecil"
"Yahh.. Karena memang aku masih SMP"
"Ya ampun, baiklah kalau begitu"
Yes...! Berhasil.
Dia duduk disamping tempat tidurku. Aku berbaring di kasur rumah sakit itu. Setelah sekitar 20 menit dia tertidur.
"Ya ampun! Sebenarnya yang sakit disini siapa?"
Aku menghela nafas. Dan membisikkan ketelinganya.
"Mimpi indah"
*sreggg
Suara pintu terbuka lagi. Itu cukup membuat terkejut. Suara pintu yang sangat mengganggu, mungkin pintu itu kekurangan pelumas.
Ehh??!
"S-siapa disana?"
Aku cukup terkejut, hungga berbicara tergagap.
"Hah? Kenapa kau terkejut Owi? Apakah kau melakukan hal yang tidak senonoh?"
Kudengar suara ini sangat familiar.
Akhirnya, kau datang juga.
"Kakak? Bukankah jam kunjung sudah habis?"
Aku lihat dia menggunakan tongkat. Aku tidak tahu nama tongkat itu.
"Kata perawat itu, aku boleh melihatmu, karena aku adalah kakakmu. Dan Owi... Kenapa kau masuk rumah sakit?"
Sial! Mengapa dia bisa mengatakan hal yang memalukan itu dengan wajah biasa?!
"Entahlah. Kau sendiri mengapa bisa kecelakaan? Apakah kau ingin pamer kepada Orang-orang namun gagal?"
"Hoi..! Kau masih saja kasar saat sedang sakit pun"
Yahh.. inilah pembicaraan akrabku dengan kakakku, Sangat formal. Sebenarnya aku sangat menikmati pembicaraan seperti ini. Apalagi dengan kakakku yang dapat mengimbangi gaya bahasaku yang formal.
Aku tersenyum kecil.
"Kak, Kau memberiku mata apa kemarin?"
"Mata?" Dengan ekspresi bingung dia bertanya.
Apakah itu kedok atau benar tidak tahu?
"Jangan sok bingung"
"Apakah kau sedang tak enak badan Owi?"
Apa maksudnya itu? Apa aku harus menunjukkan mata ini?
Baiklah!
"Lihat mata ini"
"AHHHH" dia memegangi kepalanya dengan mata mengkerut.
Sepertinya dia menahan sakit. Aku yang melihat itu cukup panik.
"Apa kau tidak apa-apa kak?!"
"Owi.. Apa kau menikmati kekuatan itu?"
"Jadi benar, Kau ingat kak?"
"Tidak, aku hanya beruntung. Jika aku tak melihat mata itu lagi, aku tidak akan ingat. Dan tetap tahan seperti itu owi, jika kau melepasnya aku akan melupakan semua tentang mata itu"
"Apa maksudnya? Aku tinggal melakukannya lagi bukan? Dan kau akan ingat lagi"
"Sayangnya itu tidak akan terjadi. Dengarkan penjelasan dariku.
Pertama, aku akan melupakan semua tentang mata itu. Karena mata rook di mata kiriku sudah hilang. Jadi, aku hanya mempunyai satu mata rook dan itupun sudah kuwariskan padamu.
Kedua, Jika kedua mata rook menghilang atau diwariskan. Pemilik sebelumnya akan melupakan semua tentang mata itu.
Ketiga, kau tidak bisa mengembalikan ingatanku, karena itu hanya berlaku sekali.
Keempat, Kekuatan ini tidak bisa digunakan kepada sesama pemilik maupun pewaris.
Kelima, ada dua orang dari sekian banyak orang yang beruntung didunia ini yang memiliki mata ini. Namun bisa menjadi 4, Jika pemilik mewariskan kepada dua orang pewaris. Namun, karena mataku yang sebelah sudah tak bisa diselamatkan, hanya ada 3 orang didunia ini yang memiliki mata itu termasuk kau.
Dengan kata lain, ada 2 musuh yang akan kau lawan"
"Hah? Apa itu? Ini bukan cerita novel aksi tahu! Dan apa maksudmu melawan musuh?"
"Yah.. meskipun aku menyebutnya musuh. Tapi, mereka adalah sainganmu"
"Saingan? Bersaing dalam hal apa?"
"Kebahagiaan"
"Hah? Apa kau bodoh?"
"Hoii ini serius!"
"Ya ya"
"Kau pernah menghadapi hal aneh?"
Aku memikirkannya sejenak.
"Hmmm....Ya.."
"Ceritakan"
"Aku akan menceritakan langsung keintinya. Ada seorang perempuan yang tidak aku kenal, menyatakan cintanya padaku dan menciumku hanya dengan alasan itu--"
"Heeeehhh..! Itu bukan hal aneh.. kau sangat beruntung.." Dia memotongku berbicara.
"Hoi!! Aku belum selesai!"
"Baiklah.."
"Masalahnya, disaat gadis itu menciumku. Mengapa ada pacarku disana?"
"Hah? Hahahahahah.... jadi ini yang membuatmu sakit? Kau merasakan patah hati!?"
Sial! Dia tertawa sampai tak bersuara, apakah sesenang itu jika aku terkena musibah?
"Hoi!! Kau mengesalkan!! Serius!!"
"Maaf maaf. Itu tadi sangat menarik"
"Apakah itu kekuatan dari seorang pewaris?"
"Sepertinya.. aku pernah menemuinya. Dia seorang pewaris yang memiliki satu mata rook yang bisa memanipulasi perasaan"
Apa apaan itu?! Menakutkan!!
"Sepertinya dia merubah perasaan pacarmu menjadi rindu. Dan merubah perasaan gadis itu menjadi cinta" Dia menyambungnya.
"Hah? Bukankah itu menguntungkanku?"
"Ya, lagipula walaupun disebut manipulasi sebenarnya kekuatan ini tidak bisa digunakan untuk hal negatif"
"Tidak keren sama sekali"
"Betul!! Tidak keren sama sekali"
"Jadi, apa maksud bersaing dalam kebahagiaan?"
"Yah... hmm aku juga kurang mengerti. Begini, jika kau bisa menggapai impianmu lebih dulu dari orang itu. Kau menang"
Bukannya aku sudah mendapatkan impianku? Bersama Angel selamanya.
"Hah, aku sudah menggapai impianku lohh. Dan lagi pula, jika aku menang aku akan mendapat apa?"
"Serius?! Kau sudah menggapai impianmu?! Apa itu?"
"Yahh.. hmm.. kami berjanji bersama selamanya" Aku mengatakan itu sambil melirik Angel.
Kakakku menutup mulutnya, dan sepertinya dia menahan tawa.
"Kisah romantis apa itu?! Hahahahaha"
"Sudahlah, jangan dipikirkan! Dan kau belum menjawab pertanyaanku yang satunya. Apa yang kudapatkan jika aku menang?"
"Entahlah"
"Hoi, sebenarnya kau benar benar jenius atau apa?"
"Aku benar benar jenius tahu! Dan apa kau sudah tahu apa kelemahan mata itu?"
Yang kutahu 2 dan tadi, tidak bisa digunakan untuk hal negatif, Jadi ada 3. Tunggu dulu, jika tidak bisa digunakan untuk hal negatif, tapi kenapa pewaris tadi bisa menggunakan mata itu untuk hal negatif? Yaitu membuat hubunganku dan angel putus.
"Ada tiga kelemahan? Dan kak, kau bilang tidak bisa digunakan untuk hal negatif, tapi kenapa pewaris tadi bisa menggunakan mata itu untuk hal negatif? Yaitu membuat hubunganku dan angel putus"
"Hmm.. tiga? Sayang sekali bocah. Tapi kelemahannya ada empat"
Apa? Empat? Terus, apa untungnya bagiku menggunakan kekuatan ini?
"Hidupmu akan menjadi lebih berwarna"
"Apa maksudnya?"
"Kau bilang tidak ingin kehidupanmu bergelombang dan lebih berwarna bukan? Jadi, untukmu, aku sebut kelemahan mata ini"
"Apakah kemarin itu adalah dampak mata ini?"
"Tidak"
"Lalu?"
"Hmm.. jadi kau belum memikirkannya? Kau memiliki kekuatan dan saingan dan juga pacar yang cantik itu. Bagaimana hidupmu tidak berwarna? Sebenarnya, kaulah yang membuat mata itu menjadi kelemahanmu sendiri"
Hah? Meskipun aku mengerti apa maksud yang diucapkan kakakku, aku tetap tidak mengerti dalam segi logika.
"Ya ya"
Eh.. pertanyaanku satu lagi belum dijawab! Kebiasaan buruknya muncul lagi!!
"Hoi.. pertanyaanku yang satunya belum dijawab!"
"Ahh.. itu? Hmm.. bagaimana ya.. begini, maksudku tak bisa untuk melakukan hal negatif adalah dari segi manipulasinya. Jadi, kita tidak bisa memanipulasi kekuatan ini misalnya membenci seseorang"
Benci? Tunggu, aku ingat gadis berambut coklat yang aku manipulasi pikirannya supaya membenciku.
"Tapi, aku pernah memanipulasi seseorang untuk membenciku"
"Yah, itu kerugian. Bukan kelemahan... kita bisa memanipulasi pikiran seseorang menjadi negatif dengan tujuan membuat diri kita sengsara"
"Apa-apaan itu?! Serem banget!!"
Mungkin aku harus benar benar berhati hati dalam menggunakan kekuatan ini.
"Ada lagi yang ingin kau tanyakan? Aku hanya bisa menjawab satu pertanyaan lagi"
"Hmm.. bagaimana cara mewariskan mata ini?"
Aku bertanya seperti itu agar aku bisa mewariskannya keseseorang dan membuat hudupku seperti biasa lagi.
"Hahahahahah.. sayang sekali, kau harus menunggu 10 tahun setelah kau menerima mata itu"
Apa!!? 10 tahun? Lama sekali!! Jadi, sudah selama itu, dia memiliki mata ini.
"Sial! Kenapa kau memberiku kekuatan yang menyusahkan ini??!"
"Maaf, itu adalah pertanyaannya. Aku tidak bisa menjawabnya, Aku akan pergi sekarang. Kau boleh lepaskan kekuatan itu setelah 5 menit aku keluar dari sini. Aku akan bangun pagi nanti" Dia berjalan keluar.
"Ya, baiklah"
*sregggg
Suara pintu yang mengesalkan itu tertutup.
Sudah lima menit semenjak kakaku keluar.
Baiklah, aku lepas.
Setelah melepaskan kekuatan itu, aku merasa lelah.
Sepertinya, aku mengantuk lagi.
Aku berbaring dan mengelus kepala angel.
"Selamat malam, My Angel"
Kudengar itu adalah suara yang sangat familar. Jangan-jangan!!
"Owi. Maafkan aku"
Itu adalah Angel! Dia ada di balik hordeng itu.
"Angel!?"
"Owi, maafkan aku...! Aku percaya padamu. Kemarin aku hanya syok karena kau sudah melakukan itu dengan gadis lain. Apa kamu mau memaafkan aku?"
Dia memiminta maaf padaku sambil suara yang tersendat. Sepertinya dia menangis.
Dengan senyum lebar aku menjawab.
"Ada apa denganmu? Ini bukan sepertimu. Dan sedang apa kau disana?"
"Aku malu memperlihatkan wajahku"
Aku berusaha bangun dari tempat tidur itu dan menghampiri Angel. Dan aku berhasil.
Kupeluk erat tubuhnya.
"Syukurlah... Kukira kau membenciku, Aku tidak ingin berpisah denganmu, Aku ingin kita bersama selamanya"
Tak sadar air mataku keluar. Sepertinya aku mengeluarkan air mata bahagia.
"Kau tahu? Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan jika aku berpisah denganmu. Aku hampir saja bunuh diri, Aku sangat bersyukur kau percaya padaku. Karena kau sudah membuatku seperti seorang pecundang aku akan menghukummu"
Aku memegang pundaknya, dan langsung kucium pipinya yang lembut itu. Ciuman itu cukup membuat hatiku tenang dan bahagia.
Kulepas ciuman itu dengan lembut.
"Bagaimana kalau kita membuat sebuah janji"
"Hah? Janji?"
Aku penasaran janji apa yang akan ia ucapkan.
"Ya.. kita akan bersama untuk selamanya"
Janji indah apa ini? Ini adalah yang aku inginkan! Bagaimana aku bisa menolaknya!
"Tentu saja!!"
"Dengan dua syarat"
Hah? Syarat? Dia sepertinya mencari kesempatan dalam kesempitan, dan ada 2 pula. Tapi, Aku tidak ingin membuat suasana romantis ini menghilang.
"Syarat?"
"Ya.. kejadian kemarin tidak boleh terulang lagi. Dan yang kedua, kau harus mebuatkan rumah yang besar untukku dan anak kita"
("HAAAAAAAAHHHHH!!!!") Aku berteriak sambil memegang dadaku.
Apa!!? Janji kedua itu!! Apa dia sudah berpikir sejauh itu!!? Perasaan senang apa ini!?
Aku sangat terkejut dia mengatakan kata hayalanku. Yang aku yakini tidak akan terucap oleh gadis manapun.
"Apa? Kenapa!? Apa dadamu sakit?" Dia menanyakan itu dengan panik.
"tidak tidak... Aku hanya terkejut kau mengatakan kata-kata impianku.."
"hah? ternyata kau bisa bersifat manis..."
"hoi hoi.. apa apan itu..!"
"heheh.. jadi, bagaimana?"
"Tentu saja! Bagaimana bisa aku menolak penawaran menggiurkan itu!? Janji impianku dengan syarat-syaratnya impianku juga.."
"Heh...? Bersamaku selamanya adalah impianmu? kadang kau bisa bersifat romantis ya!?"
"Hmm.." Aku hanya bisa diam dia mengatakan itu.
Sebentar lagi hidupku akan menjadi penuh warna. Mungkin aku harus menikmati ini? Apakah aku harus?
"Ngomong-ngomong Owi. Kita sudah melewati hal yang melelahkan. Ayo kita liburan!"
Hmmm... mungkin aku membutuhkan itu.
"Liburan? Kemana?"
"Kita pergi ke pantai"
Hah! Pantai!? Itu berarti, aku akan melihat angel memakai Pakaian renang!!? Aku tidak yakin aku masih hidup setelah melihatnya berpakaian seperti itu!
"Hmmm... baiklah. Kapan?"
"Secepatnya! Besok bagaimana?"
APAAAA!!!! B-besok? Apakah hidupku akan berakhir besok?!
"B-baiklah"
Tentu saja aku menyetujuinya.
"Oke. Sekarang aku pulang dulu. Sudah jam 9 malam"
Apa? Jam 9? Jadi, aku bangun malam? Sudah berapa lama aku tertidur?
"Hah? Malam? Sudah berapa lama aku tertidur?!"
Sambil melihat jam tangannya.
"Hmmm.. Sekitar 5 jam"
"Hah? Kenapa kau tadi bilang kemarin?"
"Heh? Aku terlalu Syok hingga salah menghitung waktu, mungkin?"
"Apa maksud dari mungkin itu?"
Aku memasang muka heran.
"I-itu" dia tergagap.
Tak lama dia menyambungnya.
"A-aku pulang dulu"
Hah? Dia mengganti topik lain! Yahh.. sudahlah. Aku juga lelah berbicara terus. Tapi, aku ingin bersamanya lebih lama.
"Jangan!"
"Kenapa? Owi?"
"Temani aku sampai tidur kembali"
"Ada apa denganmu? Kau manja sekali! Seperti anak kecil"
"Yahh.. Karena memang aku masih SMP"
"Ya ampun, baiklah kalau begitu"
Yes...! Berhasil.
Dia duduk disamping tempat tidurku. Aku berbaring di kasur rumah sakit itu. Setelah sekitar 20 menit dia tertidur.
"Ya ampun! Sebenarnya yang sakit disini siapa?"
Aku menghela nafas. Dan membisikkan ketelinganya.
"Mimpi indah"
*sreggg
Suara pintu terbuka lagi. Itu cukup membuat terkejut. Suara pintu yang sangat mengganggu, mungkin pintu itu kekurangan pelumas.
Ehh??!
"S-siapa disana?"
Aku cukup terkejut, hungga berbicara tergagap.
"Hah? Kenapa kau terkejut Owi? Apakah kau melakukan hal yang tidak senonoh?"
Kudengar suara ini sangat familiar.
Akhirnya, kau datang juga.
"Kakak? Bukankah jam kunjung sudah habis?"
Aku lihat dia menggunakan tongkat. Aku tidak tahu nama tongkat itu.
"Kata perawat itu, aku boleh melihatmu, karena aku adalah kakakmu. Dan Owi... Kenapa kau masuk rumah sakit?"
Sial! Mengapa dia bisa mengatakan hal yang memalukan itu dengan wajah biasa?!
"Entahlah. Kau sendiri mengapa bisa kecelakaan? Apakah kau ingin pamer kepada Orang-orang namun gagal?"
"Hoi..! Kau masih saja kasar saat sedang sakit pun"
Yahh.. inilah pembicaraan akrabku dengan kakakku, Sangat formal. Sebenarnya aku sangat menikmati pembicaraan seperti ini. Apalagi dengan kakakku yang dapat mengimbangi gaya bahasaku yang formal.
Aku tersenyum kecil.
"Kak, Kau memberiku mata apa kemarin?"
"Mata?" Dengan ekspresi bingung dia bertanya.
Apakah itu kedok atau benar tidak tahu?
"Jangan sok bingung"
"Apakah kau sedang tak enak badan Owi?"
Apa maksudnya itu? Apa aku harus menunjukkan mata ini?
Baiklah!
"Lihat mata ini"
"AHHHH" dia memegangi kepalanya dengan mata mengkerut.
Sepertinya dia menahan sakit. Aku yang melihat itu cukup panik.
"Apa kau tidak apa-apa kak?!"
"Owi.. Apa kau menikmati kekuatan itu?"
"Jadi benar, Kau ingat kak?"
"Tidak, aku hanya beruntung. Jika aku tak melihat mata itu lagi, aku tidak akan ingat. Dan tetap tahan seperti itu owi, jika kau melepasnya aku akan melupakan semua tentang mata itu"
"Apa maksudnya? Aku tinggal melakukannya lagi bukan? Dan kau akan ingat lagi"
"Sayangnya itu tidak akan terjadi. Dengarkan penjelasan dariku.
Pertama, aku akan melupakan semua tentang mata itu. Karena mata rook di mata kiriku sudah hilang. Jadi, aku hanya mempunyai satu mata rook dan itupun sudah kuwariskan padamu.
Kedua, Jika kedua mata rook menghilang atau diwariskan. Pemilik sebelumnya akan melupakan semua tentang mata itu.
Ketiga, kau tidak bisa mengembalikan ingatanku, karena itu hanya berlaku sekali.
Keempat, Kekuatan ini tidak bisa digunakan kepada sesama pemilik maupun pewaris.
Kelima, ada dua orang dari sekian banyak orang yang beruntung didunia ini yang memiliki mata ini. Namun bisa menjadi 4, Jika pemilik mewariskan kepada dua orang pewaris. Namun, karena mataku yang sebelah sudah tak bisa diselamatkan, hanya ada 3 orang didunia ini yang memiliki mata itu termasuk kau.
Dengan kata lain, ada 2 musuh yang akan kau lawan"
"Hah? Apa itu? Ini bukan cerita novel aksi tahu! Dan apa maksudmu melawan musuh?"
"Yah.. meskipun aku menyebutnya musuh. Tapi, mereka adalah sainganmu"
"Saingan? Bersaing dalam hal apa?"
"Kebahagiaan"
"Hah? Apa kau bodoh?"
"Hoii ini serius!"
"Ya ya"
"Kau pernah menghadapi hal aneh?"
Aku memikirkannya sejenak.
"Hmmm....Ya.."
"Ceritakan"
"Aku akan menceritakan langsung keintinya. Ada seorang perempuan yang tidak aku kenal, menyatakan cintanya padaku dan menciumku hanya dengan alasan itu--"
"Heeeehhh..! Itu bukan hal aneh.. kau sangat beruntung.." Dia memotongku berbicara.
"Hoi!! Aku belum selesai!"
"Baiklah.."
"Masalahnya, disaat gadis itu menciumku. Mengapa ada pacarku disana?"
"Hah? Hahahahahah.... jadi ini yang membuatmu sakit? Kau merasakan patah hati!?"
Sial! Dia tertawa sampai tak bersuara, apakah sesenang itu jika aku terkena musibah?
"Hoi!! Kau mengesalkan!! Serius!!"
"Maaf maaf. Itu tadi sangat menarik"
"Apakah itu kekuatan dari seorang pewaris?"
"Sepertinya.. aku pernah menemuinya. Dia seorang pewaris yang memiliki satu mata rook yang bisa memanipulasi perasaan"
Apa apaan itu?! Menakutkan!!
"Sepertinya dia merubah perasaan pacarmu menjadi rindu. Dan merubah perasaan gadis itu menjadi cinta" Dia menyambungnya.
"Hah? Bukankah itu menguntungkanku?"
"Ya, lagipula walaupun disebut manipulasi sebenarnya kekuatan ini tidak bisa digunakan untuk hal negatif"
"Tidak keren sama sekali"
"Betul!! Tidak keren sama sekali"
"Jadi, apa maksud bersaing dalam kebahagiaan?"
"Yah... hmm aku juga kurang mengerti. Begini, jika kau bisa menggapai impianmu lebih dulu dari orang itu. Kau menang"
Bukannya aku sudah mendapatkan impianku? Bersama Angel selamanya.
"Hah, aku sudah menggapai impianku lohh. Dan lagi pula, jika aku menang aku akan mendapat apa?"
"Serius?! Kau sudah menggapai impianmu?! Apa itu?"
"Yahh.. hmm.. kami berjanji bersama selamanya" Aku mengatakan itu sambil melirik Angel.
Kakakku menutup mulutnya, dan sepertinya dia menahan tawa.
"Kisah romantis apa itu?! Hahahahaha"
"Sudahlah, jangan dipikirkan! Dan kau belum menjawab pertanyaanku yang satunya. Apa yang kudapatkan jika aku menang?"
"Entahlah"
"Hoi, sebenarnya kau benar benar jenius atau apa?"
"Aku benar benar jenius tahu! Dan apa kau sudah tahu apa kelemahan mata itu?"
Yang kutahu 2 dan tadi, tidak bisa digunakan untuk hal negatif, Jadi ada 3. Tunggu dulu, jika tidak bisa digunakan untuk hal negatif, tapi kenapa pewaris tadi bisa menggunakan mata itu untuk hal negatif? Yaitu membuat hubunganku dan angel putus.
"Ada tiga kelemahan? Dan kak, kau bilang tidak bisa digunakan untuk hal negatif, tapi kenapa pewaris tadi bisa menggunakan mata itu untuk hal negatif? Yaitu membuat hubunganku dan angel putus"
"Hmm.. tiga? Sayang sekali bocah. Tapi kelemahannya ada empat"
Apa? Empat? Terus, apa untungnya bagiku menggunakan kekuatan ini?
"Hidupmu akan menjadi lebih berwarna"
"Apa maksudnya?"
"Kau bilang tidak ingin kehidupanmu bergelombang dan lebih berwarna bukan? Jadi, untukmu, aku sebut kelemahan mata ini"
"Apakah kemarin itu adalah dampak mata ini?"
"Tidak"
"Lalu?"
"Hmm.. jadi kau belum memikirkannya? Kau memiliki kekuatan dan saingan dan juga pacar yang cantik itu. Bagaimana hidupmu tidak berwarna? Sebenarnya, kaulah yang membuat mata itu menjadi kelemahanmu sendiri"
Hah? Meskipun aku mengerti apa maksud yang diucapkan kakakku, aku tetap tidak mengerti dalam segi logika.
"Ya ya"
Eh.. pertanyaanku satu lagi belum dijawab! Kebiasaan buruknya muncul lagi!!
"Hoi.. pertanyaanku yang satunya belum dijawab!"
"Ahh.. itu? Hmm.. bagaimana ya.. begini, maksudku tak bisa untuk melakukan hal negatif adalah dari segi manipulasinya. Jadi, kita tidak bisa memanipulasi kekuatan ini misalnya membenci seseorang"
Benci? Tunggu, aku ingat gadis berambut coklat yang aku manipulasi pikirannya supaya membenciku.
"Tapi, aku pernah memanipulasi seseorang untuk membenciku"
"Yah, itu kerugian. Bukan kelemahan... kita bisa memanipulasi pikiran seseorang menjadi negatif dengan tujuan membuat diri kita sengsara"
"Apa-apaan itu?! Serem banget!!"
Mungkin aku harus benar benar berhati hati dalam menggunakan kekuatan ini.
"Ada lagi yang ingin kau tanyakan? Aku hanya bisa menjawab satu pertanyaan lagi"
"Hmm.. bagaimana cara mewariskan mata ini?"
Aku bertanya seperti itu agar aku bisa mewariskannya keseseorang dan membuat hudupku seperti biasa lagi.
"Hahahahahah.. sayang sekali, kau harus menunggu 10 tahun setelah kau menerima mata itu"
Apa!!? 10 tahun? Lama sekali!! Jadi, sudah selama itu, dia memiliki mata ini.
"Sial! Kenapa kau memberiku kekuatan yang menyusahkan ini??!"
"Maaf, itu adalah pertanyaannya. Aku tidak bisa menjawabnya, Aku akan pergi sekarang. Kau boleh lepaskan kekuatan itu setelah 5 menit aku keluar dari sini. Aku akan bangun pagi nanti" Dia berjalan keluar.
"Ya, baiklah"
*sregggg
Suara pintu yang mengesalkan itu tertutup.
Sudah lima menit semenjak kakaku keluar.
Baiklah, aku lepas.
Setelah melepaskan kekuatan itu, aku merasa lelah.
Sepertinya, aku mengantuk lagi.
Aku berbaring dan mengelus kepala angel.
"Selamat malam, My Angel"
Diubah oleh miu007 12-05-2014 17:15
0
Kutip
Balas
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/s30.postimg.org/cyj2i6941/image.png)