TS
miu007
[ORFICT] Apakah Aku Harus?
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/www.images55.com/wp-content/uploads/2014/04/Welcome-Graphic.png)
My OC credit by RissaThanks Rissa

Spoiler for Cover:
Judul: Apakah Aku Harus?
Terbit : 2014 February
Author : Ahmad Baydhowi ( http://
facebook.com/ubay12 )
Genre : Comedy, Romance, Slice Of Life,
School Life, Super Power
Update Chapter : Senin (Malam)
Sipnopsis : Owi Pratama adalah Laki-laki yang
memiliki pemikiran skeptis. Selalu
menganggap dirinya yang paling sial dari
orang orang sial yang lain. Ia Memiliki motto
'hidup sehat, hidup hemat energi' . Selalu
berpikir pesimis, kritis, dan realistis. Namun
begitu, Owi Menghargai dan mempercayai
kerja keras. Suatu hari, ia mendapatkan
sesuatu kekuatan yang diinginkan. Apa
kekuatan yang diinginkannya? Apakah yang
akan dia dilakukan oleh kekuatan itu? Apakah
kesialan kesialan yang akan dihadapinya?
Quote:
READ :
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Kritik dan saran sangat diperlukan untuk pengembangan cerita ini, tidak perlu
cukup Komentar, kritik dan saran 
Quote:
Diubah oleh miu007 02-06-2014 11:35
0
8K
Kutip
37
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
miu007
#12
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Spoiler for Chapter4:
Aku berlari menuju rumahku. Saat sampai dirumah, tidak ada siapapun dirumah.
Aku berusaha mengingat mimpi nyata itu.
Aku diberi mata rook? dan aku meminta, untuk bisa memanipulasi pikiran orang. Hmm... ini menguntungkan sekaligus berbahaya juga. Tapi aku tetap tidak percaya, namun didalam hatiku, aku senang bisa memiliki kekuatan ini.
Aku menuju cermin, apakah ada perubahan yang terjadi dengan mataku.
Ternyata mataku berwarna merah jika aku memikirkan untuk mengendalikan pikiran. Tapi, Mengapa hanya sebelah kanan saja? Apa karena kakakku hanya memiliki satu mata? Jadi, begitu cara kerjanya? Apakah ada kelemahannya? Aku harus mencobanya...!
Lebih baik aku ganti baju dan pergi keluar.
Ahh.. tapi aku masih lelah akibat berlari tadi.
Hmmmm.. apakah lebih baik aku panggil Angel? Tapi aku tidak mau dia menjadi percobaanku.
Setelah berpikir keras. Ternyata aku sadar, berpikir lebih menguras pasokan energiku.
Hmmm.... kalau begitu, keluar saja.
Diperjalanan, aku melihat anak kecil yang bermain sendirian. Kurasa ini berbahaya. Lebih baik aku memanipulasi pikirannya untuk berpikir pulang. Sekaligus untuk mencoba kekuatan ini.
'Baiklah aku coba!'
Dengan memikirkan memanipulasi pikiran anak itu untuk pulang aku berhasil membuatnya pulang.
Dengan ditandai dia berhenti bermain ayunan dan berlari ke gerbang tempatku berdiri.
Ternyata ia menangis.
"Heh!!? Kenapa!? "
"Aku ingin pulang....!!" Ia mengatakannya dengan menangis.
Jadi, apakah ini disebut berhasil? Tapi, kenapa dia?
Hmm... ahh!! Apakah dia tidak tahu rumahnya? Jadi, mata ini juga tidak bisa untuk melakukan hal yang tidak diketahui. Hmm.. sepertinya akan sulit!
"Apakau tidak tahu rumah mu?" Aku bertanya untuk memastikan saja.
Dia menggelengkan kepalanya sambil menangis.
Sudah kuduga!
"Ibumu kemana?"
"Tadi katanya, aku disuruh bermain disini dulu"
Hah? Hmmm.. ternyata seperti itu. Lebih baik aku memanipulasi pikirannya sekali lagi untuk berpikir bermain lagi.
Setelah kucoba, anak itu tetap saja menangis. Tak lama, Seorang wanita datang menghampiriku.
"Maaf, apakah ini anak and--"
*plakkk
"Berani beraninya kau menangisi anakku!"
Hah? Ada apa dengan ibu ini? Aku membuatnya menangis?
"Tidak, dia menangis sendiri dan memintaku untuk mengantarnya pulang! Seharusnya ibu bersyukur saya menjaga anak ibu! Ibu jaman sekarang! Seharusnya pastikan dulu!"
"Mana mungkin, tadi ia sangat ingin ketempat ini. aku tinggal sebentar untuk membeli eskrim untuknya "
Setelah mengatakan itu, dia pergi.
Dasar ibu-ibu! Mungkin, sedikit ini kesalahanku. Jadi aku memilih untuk tidak melanjutkan masalah itu. Sebenarnya, marah itu 2 kali lebih cepat menghabiskan pasokan energi. Aku salah, karena sudah emosi. Itulah kesalahanku yang sebenarnya.
Dengan menghela nafas, aku berusaha melupakan kejadian itu.
Konon, menghela nafas membuang kebahagiaanmu. Namun, dari sudut pandangku. Menghela nafas adalah salah satu cara untuk membuang semua kelelahanmu.
Tunggu dulu, dari percobaan yang ku lakukan aku mendapat kesimpulan.
Yang pertama cara penggunaannya, kau harus berpikir untuk membuatnya berpikir sama dengan yang kau pikirkan. Sepertinya, cara kerjanya mirip dengan memerintah sesorang.
Yang kedua kelemahan, tidak dapat melakukan hal yang tidak diketahui oleh target.
Yang ketiga. kelemahan namun menurutku ini kerugian, manipulasi ini hanya bisa digunakan sekali kepada seseorang.
Menurutku ini terlalu banyak di kerugian. Jadi, aku harus menggunakannya dengan hati-hati. Sekarang, pulang.
Saat diperjalanan, aku melihat toko jam.
Lebih baik aku memperbaiki jam tanganku ini, dan membeli batre untuk jam dindingku.
Bagaimana bisa jam ku dan jam rumahku mati disaat bersamaan? Bisa dibilang ini hari yang sial dan beruntung. Mungkinkah ini yang disebut kehidupan berwarna? Mungkin aku harus tetap seperti ini? Tapi, ini terlalu ekstrim. Ahh.. tidak terima kasih.
Aku memasuki toko itu. Dan melihat sekelilingku. Kulihat toko ini sepi sekali.
Aku menuju meja pembeli. Ternyata ada gadis berkacamata yang sedang menunggu disitu.
Kacamata!? Kurasa aku mengenalnya. Tapi dimana?
Aku mellihat wajahnya. Saat aku melihat wajahnya, ia menunduk.
Apa dia malu? Seperti yang kuduga. Sepertinya aku pernah bertemu dengannya. Jika dia menunduk terus, sulit bagiku untuk mengingatnya.
Hmmm.. bagaimana caranya agar dia tidak menunduk ya..? Apa aku harus menggunakan kekuatanku? Aku harus memanipulasi pikiran malunya menjadi berani? tidak, bisa-bisa dia berisik. biasanya, orang pemalu itu ingin banyak bicara. Lagi pula aku harus berhati hati dalam menggunakannya.
sudahlah, lebih baik aku menghiraukannya saja.
"permisi..aku ingin memperbaiki jam ini dan membeli batre jam dinding"
"oh.. iya iya.. tunggu sebentar. setelah ini"
aku mengangguk tanda berkata iya.
"i-i-itu.."
aku menoleh kesuara itu berasal. ternyata, itu adalah gadis berkacamata tadi.
"apa?"
"ti-tidak, apa kau mengingatku?" dia berbicara dengan gugup. sepertinya dia sangat pemalu.
"tidak!"
aku menjawab tepat saat ia bertanya.
"a-aku--"
"Nak, mana jam tanganmu? dan, nona! ini jam tanganmu!"
saat itu, penjaga toko itu memotong pembicaraan nya sambil menanyakan jam tanganku yang ingin diperbaiki sambil memberi jam tangan gadis berkacamata itu.
"Terima kasih, ini uangnya" gadis itu mengambil jam itu dan menyerahkan uangnya.
"Terima kasih kembali" dengan senyum lebar penjaga toko itu menjawab.
Setelah itu, gadis berkacamata itu pergi. aku yang melihat itu, penasaran apa yang ingin dibicarakannya?
Aku memberikan jam yang ingin diperbaiki kepada penjaga toko dan pergi dari toko untuk mengejar gadis itu. Walaupun kusebut mengejar, tetapi aku hanya berjalan.
"Hoi..! Nona!! Nona berkacamata!!" Sial.. keceplosan..
Sekilas.. Semua orang disekitar toko menoleh kepadaku, namun gadis berkacamata itu tidak menoleh sedikitpun. Aku cukup malu karena dilihat seluruh orah yang lewat situ.
Ahh... aku mungkin harus mengejarnya dengan berlari? Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak.
YA!!!
Aku berlari menuju gadis itu. dan berdiri didepannya
"tunggu" dengan terengah-engah aku mengatakan itu. ini pertama kalinya aku kelelahan, selain berolah raga.
"A-ada apa?" gadis itu bertanya dengan sedikit terkejut dan gugup.
"Tadi, tadi kau ingin bilang apa?"
"Tadi?"
"ya... ditoko!!"
Setelah aku mengatakan itu, mukanya memerah.
"Ka-kalau kau ingin tahu.. Nanti Malam Jam 8 kita bertemu di Taman Kota" setelah mengatakan itu, dia langsung pergi.
Hah? Malam? Malam adalah waktu untuk ku beristirahat. Maaf, Sepertinya aku harus menggunakan kekuatanku sekarang.
OKE!!!
Setelah aku manipulasi pikirannya, ia berbalik badan dan berjalan kearahku sambil menunduk.
Saat ia sampai dihadapanku, ia hanya diam.
"Ada apa?"
"Aku cinta padamu"
*cuppp...
Dia menciumku tepat dibibir.
APAAAAAAAA!!!!???
Hari ini bibirku mendapatkan ciuman dari seorang gadis!!! Apa apaan ini?! Ciuman pertamaku..!
Dan, untung saja tidak ada orang yang lewat. Itu hal yang sangat vulgar!!!!
"Aaaaaaaa-aaa-apa... yang ka-kau lakukan!!??"
"Apa ini salah jika orang yang mencintaimu menciummu?"
"Ka-kau tidak salah... namun..."
Saat aku belum selesai bicara, ia berbalik badan dan berlari menjauhiku.
"Hoiii!!" Aku mencoba memanggilnya.
Aku ingin berlari. Namun, aku sudah cukup lelah. Dan juga, aku tak ingin menghancurkan motto hidupku. Sebaiknya aku pulang.
Saat berbalik arah aku melihat Angel--Pacarku menunduk.
Aaaa-a-a-a-a-apaaaa!!!! Apa dia melihat yang tadi? Habislah aku!
"Angel? S-sedang apa kau disini?"
"Siapa?"
"Hah? Ini aku
W"
"Siapa gadis tadi?"
"Aku tidak mengenalnya. tapi sepertinya, dia mengenalku"
"Ohh.."
"Ya-- "
*PLAAKKKKK
Tamparan dari Angel mendarat di pipiku. Hari ini aku terkena taamparan dua kali, sial sekali!
"K-kenapa Ya--"
"Kenapa? Tadi kau melakukan apa dengan gadis itu?" Ia mengatakannya sambil mengeluarkan air mata.
Aku membuatnya menangis?
"Tidak Angel, itu adalah salah paham. Aku tidak mengenal gadis itu. Dia bilang dia mencintaiku"
"Ohhh.. begitu"
"Tent--"
"Kau pikir aku akan percaya dengan alasan seperti itu? Itu sangat tidak masuk akal! Kenapa jika kau tak mengenalnya, kau memanggilnya dengan teriak!!?? Kenapa jika kau tak mengenalnya, kau tak hiraukan saja!!? Kau biasanya selalu menghiraukan Gadis yang kau temui. Mengapa sekarang tidak!? Itu berarti kalau gadis itu spesial kan!!?" dia mengatakan itu dan berlari menjauh dariku.
Apa? Apa ini perpisahanku dengan Angel? Padahal ia adalah pacar pertama dan terakhirku. Apa dengan cara ini perpisahan kami? Tidak...! Aku tidak mau!! Pasti ada cara lain! tidak! Bukan cara lain! tapi aku harus menjadi pasangannya semumur hidupku. Aku tidak mau berpisah dengannya! Aku tau aku Egois. Maaf Angel...
Aku akan menggunakan kekuatanku!!
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
Setelah aku memanipulasi pikirannya untuk percaya padaku. Ia tetap berlari. Bahkan Kecepatannya Bertambah lebih cepat.
Apa!!?? apa tidak berhasil? Ah ayolah!!
harus kucoba lagi!!
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
Namun ia tidak kembali kesini. dan ia sudah hilang dari jarak pandangku.
Kenapa? kenapa tidak bisa? Ini karena Gadis berkacamata itu!!
Tidak--
Ini semua karena kekuatan ini! Kalau saja aku tidak mendapatkan kekuatan ini, aku tidak akan bisa memanipulasi pikiran gadis berkacamata itu!
Tidak--
Ini adalah kesalahanku. Jika saja aku tidak penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh gadis berkacamata itu! Jika saja aku lebih bersabar.
Inikah namanya patah hati? Apakah ini balasan Cintaku yang Tulus? Apa ini yang disebut adil? Apa ini perasaan orang yang ingin mengakhiri hidupnya? Pasti sakit sekali. Ya kan? Kawan...
Enyahlah kau...! Cinta masa muda!!
Tidak! pasti masih ada kesempatan! aku percaya itu!
Aku berusaha menenangkan diriku.
Aku harus menenangkan diriku, agar aku bisa berpikir dengan jernih.
Aku berjalan menuju rumah. Entah mengapa, pikiranku sangat kosong. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih.
Diperjalanan, aku melihat toko jam tadi. Aku masuk untuk mengambil jamku.
Setelah mengambil jam itu, aku berjalan menuju rumah. Jam ku menujukkan pukul 4 sore. Aku berjalan linglung. Seperti orang yang belum makan selama 10 hari. Sepertinya aku akan terjatuh..
*Dug
Ehh..? Kenapa tidak sakit? Sepertinya seseorang menangkapku.
"Owi!! Owi!! Owi!!" Kudengar suara Indra ditelingaku memanggil namaku.
"Ehh.. Indra?"
"Apa yang terjadi!!??"
"Tidak ada..."
"Sudahlah, aku akan membawamu kerumah sakit"
"Heeeeh... jangan... aku hanya patah hati..."
"Hah? Angel? Bagaimana bisa?"
"Aku tidak tahu~"
Sepertinya aku mulai mengantuk.
"Hah? Hoi Owi !! Owi !! Owi !! Bangun!!" Suara Indrato bergema di kepalaku.
Dimana ini? Tunggu? Aku tertidur? Ini di... rumah sakit!!??
Kenapa aku bisa ada disini.
* Jenggggggg
Sekilas, ingatanku sebelum tidur kembali.
Ahh.. ternyata begitu.. aku dan Angel.
*sreggg....
Kudengar pintu terbuka.
"Siapa disana?"
Aku berusaha mengingat mimpi nyata itu.
Aku diberi mata rook? dan aku meminta, untuk bisa memanipulasi pikiran orang. Hmm... ini menguntungkan sekaligus berbahaya juga. Tapi aku tetap tidak percaya, namun didalam hatiku, aku senang bisa memiliki kekuatan ini.
Aku menuju cermin, apakah ada perubahan yang terjadi dengan mataku.
Ternyata mataku berwarna merah jika aku memikirkan untuk mengendalikan pikiran. Tapi, Mengapa hanya sebelah kanan saja? Apa karena kakakku hanya memiliki satu mata? Jadi, begitu cara kerjanya? Apakah ada kelemahannya? Aku harus mencobanya...!
Lebih baik aku ganti baju dan pergi keluar.
Ahh.. tapi aku masih lelah akibat berlari tadi.
Hmmmm.. apakah lebih baik aku panggil Angel? Tapi aku tidak mau dia menjadi percobaanku.
Setelah berpikir keras. Ternyata aku sadar, berpikir lebih menguras pasokan energiku.
Hmmm.... kalau begitu, keluar saja.
Diperjalanan, aku melihat anak kecil yang bermain sendirian. Kurasa ini berbahaya. Lebih baik aku memanipulasi pikirannya untuk berpikir pulang. Sekaligus untuk mencoba kekuatan ini.
'Baiklah aku coba!'
Dengan memikirkan memanipulasi pikiran anak itu untuk pulang aku berhasil membuatnya pulang.
Dengan ditandai dia berhenti bermain ayunan dan berlari ke gerbang tempatku berdiri.
Ternyata ia menangis.
"Heh!!? Kenapa!? "
"Aku ingin pulang....!!" Ia mengatakannya dengan menangis.
Jadi, apakah ini disebut berhasil? Tapi, kenapa dia?
Hmm... ahh!! Apakah dia tidak tahu rumahnya? Jadi, mata ini juga tidak bisa untuk melakukan hal yang tidak diketahui. Hmm.. sepertinya akan sulit!
"Apakau tidak tahu rumah mu?" Aku bertanya untuk memastikan saja.
Dia menggelengkan kepalanya sambil menangis.
Sudah kuduga!
"Ibumu kemana?"
"Tadi katanya, aku disuruh bermain disini dulu"
Hah? Hmmm.. ternyata seperti itu. Lebih baik aku memanipulasi pikirannya sekali lagi untuk berpikir bermain lagi.
Setelah kucoba, anak itu tetap saja menangis. Tak lama, Seorang wanita datang menghampiriku.
"Maaf, apakah ini anak and--"
*plakkk
"Berani beraninya kau menangisi anakku!"
Hah? Ada apa dengan ibu ini? Aku membuatnya menangis?
"Tidak, dia menangis sendiri dan memintaku untuk mengantarnya pulang! Seharusnya ibu bersyukur saya menjaga anak ibu! Ibu jaman sekarang! Seharusnya pastikan dulu!"
"Mana mungkin, tadi ia sangat ingin ketempat ini. aku tinggal sebentar untuk membeli eskrim untuknya "
Setelah mengatakan itu, dia pergi.
Dasar ibu-ibu! Mungkin, sedikit ini kesalahanku. Jadi aku memilih untuk tidak melanjutkan masalah itu. Sebenarnya, marah itu 2 kali lebih cepat menghabiskan pasokan energi. Aku salah, karena sudah emosi. Itulah kesalahanku yang sebenarnya.
Dengan menghela nafas, aku berusaha melupakan kejadian itu.
Konon, menghela nafas membuang kebahagiaanmu. Namun, dari sudut pandangku. Menghela nafas adalah salah satu cara untuk membuang semua kelelahanmu.
Tunggu dulu, dari percobaan yang ku lakukan aku mendapat kesimpulan.
Yang pertama cara penggunaannya, kau harus berpikir untuk membuatnya berpikir sama dengan yang kau pikirkan. Sepertinya, cara kerjanya mirip dengan memerintah sesorang.
Yang kedua kelemahan, tidak dapat melakukan hal yang tidak diketahui oleh target.
Yang ketiga. kelemahan namun menurutku ini kerugian, manipulasi ini hanya bisa digunakan sekali kepada seseorang.
Menurutku ini terlalu banyak di kerugian. Jadi, aku harus menggunakannya dengan hati-hati. Sekarang, pulang.
Saat diperjalanan, aku melihat toko jam.
Lebih baik aku memperbaiki jam tanganku ini, dan membeli batre untuk jam dindingku.
Bagaimana bisa jam ku dan jam rumahku mati disaat bersamaan? Bisa dibilang ini hari yang sial dan beruntung. Mungkinkah ini yang disebut kehidupan berwarna? Mungkin aku harus tetap seperti ini? Tapi, ini terlalu ekstrim. Ahh.. tidak terima kasih.
Aku memasuki toko itu. Dan melihat sekelilingku. Kulihat toko ini sepi sekali.
Aku menuju meja pembeli. Ternyata ada gadis berkacamata yang sedang menunggu disitu.
Kacamata!? Kurasa aku mengenalnya. Tapi dimana?
Aku mellihat wajahnya. Saat aku melihat wajahnya, ia menunduk.
Apa dia malu? Seperti yang kuduga. Sepertinya aku pernah bertemu dengannya. Jika dia menunduk terus, sulit bagiku untuk mengingatnya.
Hmmm.. bagaimana caranya agar dia tidak menunduk ya..? Apa aku harus menggunakan kekuatanku? Aku harus memanipulasi pikiran malunya menjadi berani? tidak, bisa-bisa dia berisik. biasanya, orang pemalu itu ingin banyak bicara. Lagi pula aku harus berhati hati dalam menggunakannya.
sudahlah, lebih baik aku menghiraukannya saja.
"permisi..aku ingin memperbaiki jam ini dan membeli batre jam dinding"
"oh.. iya iya.. tunggu sebentar. setelah ini"
aku mengangguk tanda berkata iya.
"i-i-itu.."
aku menoleh kesuara itu berasal. ternyata, itu adalah gadis berkacamata tadi.
"apa?"
"ti-tidak, apa kau mengingatku?" dia berbicara dengan gugup. sepertinya dia sangat pemalu.
"tidak!"
aku menjawab tepat saat ia bertanya.
"a-aku--"
"Nak, mana jam tanganmu? dan, nona! ini jam tanganmu!"
saat itu, penjaga toko itu memotong pembicaraan nya sambil menanyakan jam tanganku yang ingin diperbaiki sambil memberi jam tangan gadis berkacamata itu.
"Terima kasih, ini uangnya" gadis itu mengambil jam itu dan menyerahkan uangnya.
"Terima kasih kembali" dengan senyum lebar penjaga toko itu menjawab.
Setelah itu, gadis berkacamata itu pergi. aku yang melihat itu, penasaran apa yang ingin dibicarakannya?
Aku memberikan jam yang ingin diperbaiki kepada penjaga toko dan pergi dari toko untuk mengejar gadis itu. Walaupun kusebut mengejar, tetapi aku hanya berjalan.
"Hoi..! Nona!! Nona berkacamata!!" Sial.. keceplosan..
Sekilas.. Semua orang disekitar toko menoleh kepadaku, namun gadis berkacamata itu tidak menoleh sedikitpun. Aku cukup malu karena dilihat seluruh orah yang lewat situ.
Ahh... aku mungkin harus mengejarnya dengan berlari? Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak, Ya, tidak.
YA!!!
Aku berlari menuju gadis itu. dan berdiri didepannya
"tunggu" dengan terengah-engah aku mengatakan itu. ini pertama kalinya aku kelelahan, selain berolah raga.
"A-ada apa?" gadis itu bertanya dengan sedikit terkejut dan gugup.
"Tadi, tadi kau ingin bilang apa?"
"Tadi?"
"ya... ditoko!!"
Setelah aku mengatakan itu, mukanya memerah.
"Ka-kalau kau ingin tahu.. Nanti Malam Jam 8 kita bertemu di Taman Kota" setelah mengatakan itu, dia langsung pergi.
Hah? Malam? Malam adalah waktu untuk ku beristirahat. Maaf, Sepertinya aku harus menggunakan kekuatanku sekarang.
OKE!!!
Setelah aku manipulasi pikirannya, ia berbalik badan dan berjalan kearahku sambil menunduk.
Saat ia sampai dihadapanku, ia hanya diam.
"Ada apa?"
"Aku cinta padamu"
*cuppp...
Dia menciumku tepat dibibir.
APAAAAAAAA!!!!???
Hari ini bibirku mendapatkan ciuman dari seorang gadis!!! Apa apaan ini?! Ciuman pertamaku..!
Dan, untung saja tidak ada orang yang lewat. Itu hal yang sangat vulgar!!!!
"Aaaaaaaa-aaa-apa... yang ka-kau lakukan!!??"
"Apa ini salah jika orang yang mencintaimu menciummu?"
"Ka-kau tidak salah... namun..."
Saat aku belum selesai bicara, ia berbalik badan dan berlari menjauhiku.
"Hoiii!!" Aku mencoba memanggilnya.
Aku ingin berlari. Namun, aku sudah cukup lelah. Dan juga, aku tak ingin menghancurkan motto hidupku. Sebaiknya aku pulang.
Saat berbalik arah aku melihat Angel--Pacarku menunduk.
Aaaa-a-a-a-a-apaaaa!!!! Apa dia melihat yang tadi? Habislah aku!
"Angel? S-sedang apa kau disini?"
"Siapa?"
"Hah? Ini aku
W"
"Siapa gadis tadi?"
"Aku tidak mengenalnya. tapi sepertinya, dia mengenalku"
"Ohh.."
"Ya-- "
*PLAAKKKKK
Tamparan dari Angel mendarat di pipiku. Hari ini aku terkena taamparan dua kali, sial sekali!
"K-kenapa Ya--"
"Kenapa? Tadi kau melakukan apa dengan gadis itu?" Ia mengatakannya sambil mengeluarkan air mata.
Aku membuatnya menangis?
"Tidak Angel, itu adalah salah paham. Aku tidak mengenal gadis itu. Dia bilang dia mencintaiku"
"Ohhh.. begitu"
"Tent--"
"Kau pikir aku akan percaya dengan alasan seperti itu? Itu sangat tidak masuk akal! Kenapa jika kau tak mengenalnya, kau memanggilnya dengan teriak!!?? Kenapa jika kau tak mengenalnya, kau tak hiraukan saja!!? Kau biasanya selalu menghiraukan Gadis yang kau temui. Mengapa sekarang tidak!? Itu berarti kalau gadis itu spesial kan!!?" dia mengatakan itu dan berlari menjauh dariku.
Apa? Apa ini perpisahanku dengan Angel? Padahal ia adalah pacar pertama dan terakhirku. Apa dengan cara ini perpisahan kami? Tidak...! Aku tidak mau!! Pasti ada cara lain! tidak! Bukan cara lain! tapi aku harus menjadi pasangannya semumur hidupku. Aku tidak mau berpisah dengannya! Aku tau aku Egois. Maaf Angel...
Aku akan menggunakan kekuatanku!!
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
Setelah aku memanipulasi pikirannya untuk percaya padaku. Ia tetap berlari. Bahkan Kecepatannya Bertambah lebih cepat.
Apa!!?? apa tidak berhasil? Ah ayolah!!
harus kucoba lagi!!
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
'Angel!!! Percayalah denganku!!'
Namun ia tidak kembali kesini. dan ia sudah hilang dari jarak pandangku.
Kenapa? kenapa tidak bisa? Ini karena Gadis berkacamata itu!!
Tidak--
Ini semua karena kekuatan ini! Kalau saja aku tidak mendapatkan kekuatan ini, aku tidak akan bisa memanipulasi pikiran gadis berkacamata itu!
Tidak--
Ini adalah kesalahanku. Jika saja aku tidak penasaran dengan apa yang ingin disampaikan oleh gadis berkacamata itu! Jika saja aku lebih bersabar.
Inikah namanya patah hati? Apakah ini balasan Cintaku yang Tulus? Apa ini yang disebut adil? Apa ini perasaan orang yang ingin mengakhiri hidupnya? Pasti sakit sekali. Ya kan? Kawan...
Enyahlah kau...! Cinta masa muda!!
Tidak! pasti masih ada kesempatan! aku percaya itu!
Aku berusaha menenangkan diriku.
Aku harus menenangkan diriku, agar aku bisa berpikir dengan jernih.
Aku berjalan menuju rumah. Entah mengapa, pikiranku sangat kosong. Aku tidak bisa berpikir dengan jernih.
Diperjalanan, aku melihat toko jam tadi. Aku masuk untuk mengambil jamku.
Setelah mengambil jam itu, aku berjalan menuju rumah. Jam ku menujukkan pukul 4 sore. Aku berjalan linglung. Seperti orang yang belum makan selama 10 hari. Sepertinya aku akan terjatuh..
*Dug
Ehh..? Kenapa tidak sakit? Sepertinya seseorang menangkapku.
"Owi!! Owi!! Owi!!" Kudengar suara Indra ditelingaku memanggil namaku.
"Ehh.. Indra?"
"Apa yang terjadi!!??"
"Tidak ada..."
"Sudahlah, aku akan membawamu kerumah sakit"
"Heeeeh... jangan... aku hanya patah hati..."
"Hah? Angel? Bagaimana bisa?"
"Aku tidak tahu~"
Sepertinya aku mulai mengantuk.
"Hah? Hoi Owi !! Owi !! Owi !! Bangun!!" Suara Indrato bergema di kepalaku.
Dimana ini? Tunggu? Aku tertidur? Ini di... rumah sakit!!??
Kenapa aku bisa ada disini.
* Jenggggggg
Sekilas, ingatanku sebelum tidur kembali.
Ahh.. ternyata begitu.. aku dan Angel.
*sreggg....
Kudengar pintu terbuka.
"Siapa disana?"
Diubah oleh miu007 12-05-2014 17:15
0
Kutip
Balas
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/s30.postimg.org/cyj2i6941/image.png)