TS
miu007
[ORFICT] Apakah Aku Harus?
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/www.images55.com/wp-content/uploads/2014/04/Welcome-Graphic.png)
My OC credit by RissaThanks Rissa

Spoiler for Cover:
Judul: Apakah Aku Harus?
Terbit : 2014 February
Author : Ahmad Baydhowi ( http://
facebook.com/ubay12 )
Genre : Comedy, Romance, Slice Of Life,
School Life, Super Power
Update Chapter : Senin (Malam)
Sipnopsis : Owi Pratama adalah Laki-laki yang
memiliki pemikiran skeptis. Selalu
menganggap dirinya yang paling sial dari
orang orang sial yang lain. Ia Memiliki motto
'hidup sehat, hidup hemat energi' . Selalu
berpikir pesimis, kritis, dan realistis. Namun
begitu, Owi Menghargai dan mempercayai
kerja keras. Suatu hari, ia mendapatkan
sesuatu kekuatan yang diinginkan. Apa
kekuatan yang diinginkannya? Apakah yang
akan dia dilakukan oleh kekuatan itu? Apakah
kesialan kesialan yang akan dihadapinya?
Quote:
READ :
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Kritik dan saran sangat diperlukan untuk pengembangan cerita ini, tidak perlu
cukup Komentar, kritik dan saran 
Quote:
Diubah oleh miu007 02-06-2014 11:35
0
8K
Kutip
37
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•350Anggota
Tampilkan semua post
TS
miu007
#7
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Spoiler for Chapter3:
Perjalan terasa singkat jika bersama seorang yang kau sayangi. Tak terasa sudah sampai gerbang rumahku.
Aku memarkirkan motorku di garasi rumahku. Dan kusuruh Angel masuk duluan.
Saat selesai memasukkan motor kegarasi aku dikejutkan oleh Angel didepan garasi.
"Waaaa!"
"Hoi hoi... bercanda mu keterlaluan! Bagaimana kalau aku mati karena jantungan?!"
"Heheheh.. maaf maaf. Aku lihat kau sangat tegang. Jadi... aku berpikir untuk menghiburmu"
Memang ini salah siapa!!?? Aku tegang gara gara kau berboncengan denganku dan meletakkan payudaramu yang besar itu di punggungku!
"Hah? Ti-tidak" aku hanya bisa menjawab itu dengan gugup.
"Kau bohong ya...." dia mengatakannya dengan nada meledek.
Aku harus mengganti topik dengan cepat.
"Sudahlah.. nanti aku terlambat datang untuk ujian"
"Ah iya.. aku lupa"
"Bagaimana kau lupa tujuan awalmu kesini!? Apa kau mempunyai tujuan lain?" Aku heran. Dan aku juga mencoba meledeknya.
"Ti-tidak..." dia gugup?
Hah? Jadi benar, dia punya tujuan lain!? Kenapa suasana jadi canggung begini? Sebaiknya aku mengganti topik lagi dan langsung masuk.
"D-di-dingin ya..."
"Y-ya.."
Siall!! Aku buruk dalam mengganti suasana!
"A-ah... y-yasudah kita masuk untuk sarapan"
"Y-ya.."
Akhirnya... aku bisa mencairkan suasana yang canggung itu. Namun aku masih penasaran apa tujuan sebenarnya kesini.
Mungkin untuk melihat dan berbicara denganku, pacar terbaiknya. Tehee...
Aku dan Angel masuk. Angel menuju kedapur. Sedangkan aku pergi kekamar mandi untuk membersihkan badanku.
Saat mandi, baju, handuk dan celanaku tersenggol dan masuk kedalam kloset. Ah... sial.. aku lihat sekeliling kamar mandi . syukurlah ada baju lain yang menggantung dikamar mandi
Setelah membersihkan seluruh badan, aku mengambil baju lain yang menggantung itu. Ternyata itu adalah milik adikku. Baju perempuan pendek seketiak. Warna kuning dengan corak bunga di punggungnya. Gawatt......!!! Bajuku ada di Ruang tamu!!
Bagaimana ini?
"Owi... sarapannya sudah siap.." ia berteriak dibalik pintu.
Sial.... apakah aku keluar hanya dengan celana pendek ini? Lebih baik aku memintanya untuk mengambilkan bajuku diruang tamu.
"Ya... hmmm.. Angel. bisa kau mengambilkan baju dan handukku diruang tamu?"
"Hah? Ya.. apakau lupa membawanya?"
"Y-ya"
Taklama..
"Ini" ia berteriak dibalik pintu.
Aku mengeluarkan tanganku dan mengambil baju dan handuk itu.
"T-terimakasih"
"Sama sama"
Setelah mengenakan baju, aku keluar dari kamar mandi. Masih sedikit canggung sihh. Aku menuju meja makan. Dia sudah duduk di meja makan dengan menggunakan celemek. Aku merasa seperti suami istri.
"Silahkan Owi..."
Aku memakannya. Dan rasanya biasa saja. Tapi, kenapa aku merasa senang? Mungkin ini yang disebut cinta?
"Bagaimana? S..a..y..a..n..g" dia mengatakannya!!
Aku terkejut sampai sampai tersedak... gila...!! Kata kata impianku...! Diucapkan.
Aku tidak mengira akan secepat ini.
"Hah! Enak.."
aku memgatakannya sambil batuk batuk.
"Apa kau tidak apa-apa!?"
Dia mengatakan itu sambil memberikanku minum.
"Y-ya.." aku gagap? Mungkinkah aku? Malu!!?
"Kau harus menjadi peringkat teratas dan menjadi yang terbaik ya.."
apa? Tiba tiba sekali! Ada acara apa ini!? Mungkinkah aku harus menjadi yang terbaik? Tapi, pasti sulit. Maksudku, jika aku menjadi yang terbaik, pasti ada hal yang melelahkan seperti untuk pidato siswa berprestasi.
"Tidak terimakasih..."
"Heh...? Kenapa?"
"Aku tidak mau saja"
"Hah? Yasudahlah..."
Oh ya, aku masuk ke sekolah yang sama dengan Angel. Angel masuk di SMA yang cukup ternama. Kalau bukan karena Angel, aku tidak akan masuk sekolah itu.
Angel adalah gadis yang menarik perhatian, dan aku pernah bilang jika aku tak suka gadis yang menarik perhatian. Ini adalah pengecualian untuknya. Mungkin inikah yang disebut cinta sejati? Cinta yang tulus?
"Terimakasih atas makanannya"
"Sama-sama"
Setelah itu, kami berangkat. Karena sekarang adalah tes masuk. Jadi, dia libur.
Diperjalanan, ia meminta bergandengan tangan denganku. Tentu saja aku tidak mau melewatkan kesempatan ini.
Saat ia memegang tanganku, aku merasa di terbangkan ke awan. Tangannya yang lembut, dan kecil itu memegang tanganku. Kau pasti akan merasakannya, jika dengan seseorang yang kau cintai.
Mungkin untuk ukuran SMP aku terlalu berpikir Dewasa. Aku mengetahui ini dari Kakakku, Adikku, Temanku dan Bahkan Pacarku.
Aku jadi berjalan dengan tegang. Saat itu dia juga menyenderkan kepalanya ke lenganku.
Sial...! Aku jadi berkeringat gini!!
Aku melihat sekeliling semoga tidak ada yang lihat.
Syukurlah.. karena masih lumayan pagi, jalanan masih sepi. Ketika hampir sampai gerbang sekolah, ternyata sangat sepi.
Huh... keringatku sudah banyak sekali... sedikit lagi.
Ketika itu dia menarikku dan menciumku dipipi.
Aku sangat terkejut....!!! Sampai sampai mataku tidak berkedip. Saat itu, aku seperti menjadi orang yang paling beruntung didunia.
"A-a-a-aaa-aaa-pa...."
Untuk berkata 'apa' saja sulitnya setengah mati.
"Inilah tujuanku..."
"Tu-tujuanmu i-i-ini?"
Aku masih tergagap!?
"Ya..!"
Setelah mengatakan itu ia berlari.
"Dahh.. berjuang ya.. semoga kau berhasil" katanya sambil berlari dan melambaikan tangan.
Aku membalasnya dengan lambaian tanganku.
Kenapa masih sepi ya diluar? Aku memasuki gerbang dengan santai.
Aku lumayan terkejut. Sekolah ini luas sekali. Mungkin luasnya Ratusan Hektar. Dengan gedung 3 lantai yang terasusun rapih.
"Hoi.. nak.." aku mendengar ada yang memanggilku dari belakang.
Setelah menengok kebelakang. Ternyata itu adalah penjaga sekolah.
"Ujian sudah dimulai lohh.."
Hah? Apa maksudnya..? Ujian? apa......!!!?????
"Hah? Benarkah?!"
"Ya..!"
Saat mendengar itu, aku langsung berlari menuju ruangan yang ada di kartu ulanganku. Ruang 14.
Aku melihat itu ruang 1.
Masih diujung lagi...!? Sekolah ini luas sekali. Ini membuang pasokan energiku yang sedikit.
Setelah sekitar 2 menit mencari, akhirnya ketemu. Aku membuka pintu.
"Permisi, maaf aku terlam...bat"
Dengan terengah engah aku mengatakannya.
"Ahh, kamu Owi Pratama ya? Cepat.. waktu ulangan tersisa 20 menit lagi. Dan tidak ada tambahan waktu"
"Hee...h sudah dimulai lebih dari 1 jam yang lalu? Jangan jangan, jam-ku? Mati!?"
"Sudah...! Cepat duduk!"
"Y-ya"
Setelah duduk, pengawas itu memberikan lembar soal dan jawaban. Kulihat ternyata hanya pilihan ganda 80 soal seperti ujian Nasional
Aku akan menyelesaikannya dalam sepuluh menit.
Sebaiknya nomor 1-10 aku salahkan. Agar tak menjadi yang terbaik.
Oke.. tinggal 70 soal lagi.
Setelah 7 menit sepertinya. Tinggal 3 soal lagi. Dan penderitaanku akan selesai.
Soalnya masih mudah. Seperti memiliki kunci jawaban. Seperti yang diharapkan dari si Jenius Kakakku.
Oke..! Selesai.
Aku berdiri dan memberikan lembar jawaban dan soal kepada pengawas itu.
"Hah? Sudah selesai? Apakau memilihnya secara acak?"
"Mungkin"
Aku mendengar murid2 dibelakangku bergumam.
"Dia pasti asal mengerjakan" dan sejenisnya. Yang intinya juga itu.
Ahh... mulai lagi, mereka iri.
"Buguru.. apa aku boleh pulang?"
"Nanti dulu, aku koreksi dulu"
"Hah?"
Setelah melihat lihat jawabanku. Ia membentakku.
"Apaapaan ini? Baru nomor 1 sampai 5 saja sudah salah semua!"
"Ahh itu? Aku tidak mau peringkat teratas di penerimaan siswa baru. Jadi dari nomor 1-10 aku salahkan saja.."
"Hah? Apa-apaan itu? Jika aku melihat ada yang salah selain nomor 1-10 aku akan menghukummu"
"tapi, itukan lama"
"Tidak... aku punya kunci jawaban"
Benarkah? Syukurlah.. ini tidak akan lama.
"Baiklah, aku akan menunggu 2 menit"
Ternyata ada cara yang mudah bagaimana menyamakan jawaban. Dengan meletakkan kunci jawaban dibawah lembar jawabanku.
"Huh? Kau menang nak"
"Terima kasih bu. Kalau begitu, saya pamit"
"Ya"
Akhirnya.. aku bisa pulang.
Aku berjalan dengan santai. Ternyata sudah banyak yang sudah selesai mengerjakan ulangan.
Saat berjalan, aku melihat sekeliling gelap.
Ternyata sedang mendung. Jadi ini yang membuatku berpikir masih pagi. Sepertinya sedikit lagi akan turun hujan.
Saat aku sampai di gerbang sekolah. Seperti dugaanku. Hujan turun.
Mau tidak mau aku kembali kesekolah. Aku menunggu di depan pintu sekolah. Kulihat mereka semua membawa payung.
Sial.. aku tidak melihat ramalan cuaca hari ini.
Aku menunggu sekitar 10 menit. Dan mulai bosan. Aku mencari tempat duduk dan memakan permen favorit ku. Aku tidak pernah kehabisan stok permenku. Ini adalah permen mint dengan rasa menthol. Benar-benar permen yang menarik. Namun keluargaku, temanku, dan pacarku tidak ada yang suka. Sampai sampai aku disebut aneh.
Setelah 20 menit berlalu, aku memakan permenku dengan mendengarkan musik dari Ipod ku. Masih saja hujan.
Tak lama ada seorang perempuan yang memanggilku. Aku melepas headsheetku.
"Hoi..kau...! Kau mau pulang?"
Aku lihat dia cantik, rambut panjang dikuncir dua berwarna coklat. Mata yang berwarna hitam kehijauan. Tinggi semampai.
"Y-ya"
"Ayo.. pulang denganku. Hujannya masih lama. Menurut ramalan cuaca akan sampai sore lohh!"
Apa? Serius...?
"Ayo!" Ia memaksaku lagi.
"Tidak terimakasih"
"Sudahlah... ayo...! Jangan malu malu" ia memegang tanganku dan menarikku.
"Tiiiidaaaaak...." aku mencoba memberontak.
"Ayooo..." gadis ini keras kepala sekali!!
Aku berpikir, ini akan menjadi pemborosan energi. Jadi aku mengalah.
"Baiklah baiklah...huh..!"
"Akhirnya kau mau juga"
Kenapa harus bertemu orang seperti ini? Siang ini sial sekali! padahal tadi pagi, aku sangat beruntung.
Diperjalan dia berisik sekali. Aku sangat kesal sampai sampai aku ingin dia melupakanku, atau berbalik untuk tidak menyukaiku.
Setelah aku berpikir seperti itu, ia berhenti berjalan. dan marah-marah kepadaku.
"Siapa kau!? Kau yang terburuk dari yang terburuk!! Aku benci kau...!!" dia mengatakan itu dan berlari menjauhiku.
Hah?! Apa!? Aku tidak mengerti. Tadi dia memaksaku. Sekarang dia... apa aku melakukan hal yang salah. Tapi, dari tadi aku hanya diam. Dan dia bilang, "siapa kau?" Ini membingungkan. Aku hanya diam dan memikir--
Hah...? Jangan jangan mimpi itu nyata...?
Aku memarkirkan motorku di garasi rumahku. Dan kusuruh Angel masuk duluan.
Saat selesai memasukkan motor kegarasi aku dikejutkan oleh Angel didepan garasi.
"Waaaa!"
"Hoi hoi... bercanda mu keterlaluan! Bagaimana kalau aku mati karena jantungan?!"
"Heheheh.. maaf maaf. Aku lihat kau sangat tegang. Jadi... aku berpikir untuk menghiburmu"
Memang ini salah siapa!!?? Aku tegang gara gara kau berboncengan denganku dan meletakkan payudaramu yang besar itu di punggungku!
"Hah? Ti-tidak" aku hanya bisa menjawab itu dengan gugup.
"Kau bohong ya...." dia mengatakannya dengan nada meledek.
Aku harus mengganti topik dengan cepat.
"Sudahlah.. nanti aku terlambat datang untuk ujian"
"Ah iya.. aku lupa"
"Bagaimana kau lupa tujuan awalmu kesini!? Apa kau mempunyai tujuan lain?" Aku heran. Dan aku juga mencoba meledeknya.
"Ti-tidak..." dia gugup?
Hah? Jadi benar, dia punya tujuan lain!? Kenapa suasana jadi canggung begini? Sebaiknya aku mengganti topik lagi dan langsung masuk.
"D-di-dingin ya..."
"Y-ya.."
Siall!! Aku buruk dalam mengganti suasana!
"A-ah... y-yasudah kita masuk untuk sarapan"
"Y-ya.."
Akhirnya... aku bisa mencairkan suasana yang canggung itu. Namun aku masih penasaran apa tujuan sebenarnya kesini.
Mungkin untuk melihat dan berbicara denganku, pacar terbaiknya. Tehee...
Aku dan Angel masuk. Angel menuju kedapur. Sedangkan aku pergi kekamar mandi untuk membersihkan badanku.
Saat mandi, baju, handuk dan celanaku tersenggol dan masuk kedalam kloset. Ah... sial.. aku lihat sekeliling kamar mandi . syukurlah ada baju lain yang menggantung dikamar mandi
Setelah membersihkan seluruh badan, aku mengambil baju lain yang menggantung itu. Ternyata itu adalah milik adikku. Baju perempuan pendek seketiak. Warna kuning dengan corak bunga di punggungnya. Gawatt......!!! Bajuku ada di Ruang tamu!!
Bagaimana ini?
"Owi... sarapannya sudah siap.." ia berteriak dibalik pintu.
Sial.... apakah aku keluar hanya dengan celana pendek ini? Lebih baik aku memintanya untuk mengambilkan bajuku diruang tamu.
"Ya... hmmm.. Angel. bisa kau mengambilkan baju dan handukku diruang tamu?"
"Hah? Ya.. apakau lupa membawanya?"
"Y-ya"
Taklama..
"Ini" ia berteriak dibalik pintu.
Aku mengeluarkan tanganku dan mengambil baju dan handuk itu.
"T-terimakasih"
"Sama sama"
Setelah mengenakan baju, aku keluar dari kamar mandi. Masih sedikit canggung sihh. Aku menuju meja makan. Dia sudah duduk di meja makan dengan menggunakan celemek. Aku merasa seperti suami istri.
"Silahkan Owi..."
Aku memakannya. Dan rasanya biasa saja. Tapi, kenapa aku merasa senang? Mungkin ini yang disebut cinta?
"Bagaimana? S..a..y..a..n..g" dia mengatakannya!!
Aku terkejut sampai sampai tersedak... gila...!! Kata kata impianku...! Diucapkan.
Aku tidak mengira akan secepat ini.
"Hah! Enak.."
aku memgatakannya sambil batuk batuk.
"Apa kau tidak apa-apa!?"
Dia mengatakan itu sambil memberikanku minum.
"Y-ya.." aku gagap? Mungkinkah aku? Malu!!?
"Kau harus menjadi peringkat teratas dan menjadi yang terbaik ya.."
apa? Tiba tiba sekali! Ada acara apa ini!? Mungkinkah aku harus menjadi yang terbaik? Tapi, pasti sulit. Maksudku, jika aku menjadi yang terbaik, pasti ada hal yang melelahkan seperti untuk pidato siswa berprestasi.
"Tidak terimakasih..."
"Heh...? Kenapa?"
"Aku tidak mau saja"
"Hah? Yasudahlah..."
Oh ya, aku masuk ke sekolah yang sama dengan Angel. Angel masuk di SMA yang cukup ternama. Kalau bukan karena Angel, aku tidak akan masuk sekolah itu.
Angel adalah gadis yang menarik perhatian, dan aku pernah bilang jika aku tak suka gadis yang menarik perhatian. Ini adalah pengecualian untuknya. Mungkin inikah yang disebut cinta sejati? Cinta yang tulus?
"Terimakasih atas makanannya"
"Sama-sama"
Setelah itu, kami berangkat. Karena sekarang adalah tes masuk. Jadi, dia libur.
Diperjalanan, ia meminta bergandengan tangan denganku. Tentu saja aku tidak mau melewatkan kesempatan ini.
Saat ia memegang tanganku, aku merasa di terbangkan ke awan. Tangannya yang lembut, dan kecil itu memegang tanganku. Kau pasti akan merasakannya, jika dengan seseorang yang kau cintai.
Mungkin untuk ukuran SMP aku terlalu berpikir Dewasa. Aku mengetahui ini dari Kakakku, Adikku, Temanku dan Bahkan Pacarku.
Aku jadi berjalan dengan tegang. Saat itu dia juga menyenderkan kepalanya ke lenganku.
Sial...! Aku jadi berkeringat gini!!
Aku melihat sekeliling semoga tidak ada yang lihat.
Syukurlah.. karena masih lumayan pagi, jalanan masih sepi. Ketika hampir sampai gerbang sekolah, ternyata sangat sepi.
Huh... keringatku sudah banyak sekali... sedikit lagi.
Ketika itu dia menarikku dan menciumku dipipi.
Aku sangat terkejut....!!! Sampai sampai mataku tidak berkedip. Saat itu, aku seperti menjadi orang yang paling beruntung didunia.
"A-a-a-aaa-aaa-pa...."
Untuk berkata 'apa' saja sulitnya setengah mati.
"Inilah tujuanku..."
"Tu-tujuanmu i-i-ini?"
Aku masih tergagap!?
"Ya..!"
Setelah mengatakan itu ia berlari.
"Dahh.. berjuang ya.. semoga kau berhasil" katanya sambil berlari dan melambaikan tangan.
Aku membalasnya dengan lambaian tanganku.
Kenapa masih sepi ya diluar? Aku memasuki gerbang dengan santai.
Aku lumayan terkejut. Sekolah ini luas sekali. Mungkin luasnya Ratusan Hektar. Dengan gedung 3 lantai yang terasusun rapih.
"Hoi.. nak.." aku mendengar ada yang memanggilku dari belakang.
Setelah menengok kebelakang. Ternyata itu adalah penjaga sekolah.
"Ujian sudah dimulai lohh.."
Hah? Apa maksudnya..? Ujian? apa......!!!?????
"Hah? Benarkah?!"
"Ya..!"
Saat mendengar itu, aku langsung berlari menuju ruangan yang ada di kartu ulanganku. Ruang 14.
Aku melihat itu ruang 1.
Masih diujung lagi...!? Sekolah ini luas sekali. Ini membuang pasokan energiku yang sedikit.
Setelah sekitar 2 menit mencari, akhirnya ketemu. Aku membuka pintu.
"Permisi, maaf aku terlam...bat"
Dengan terengah engah aku mengatakannya.
"Ahh, kamu Owi Pratama ya? Cepat.. waktu ulangan tersisa 20 menit lagi. Dan tidak ada tambahan waktu"
"Hee...h sudah dimulai lebih dari 1 jam yang lalu? Jangan jangan, jam-ku? Mati!?"
"Sudah...! Cepat duduk!"
"Y-ya"
Setelah duduk, pengawas itu memberikan lembar soal dan jawaban. Kulihat ternyata hanya pilihan ganda 80 soal seperti ujian Nasional
Aku akan menyelesaikannya dalam sepuluh menit.
Sebaiknya nomor 1-10 aku salahkan. Agar tak menjadi yang terbaik.
Oke.. tinggal 70 soal lagi.
Setelah 7 menit sepertinya. Tinggal 3 soal lagi. Dan penderitaanku akan selesai.
Soalnya masih mudah. Seperti memiliki kunci jawaban. Seperti yang diharapkan dari si Jenius Kakakku.
Oke..! Selesai.
Aku berdiri dan memberikan lembar jawaban dan soal kepada pengawas itu.
"Hah? Sudah selesai? Apakau memilihnya secara acak?"
"Mungkin"
Aku mendengar murid2 dibelakangku bergumam.
"Dia pasti asal mengerjakan" dan sejenisnya. Yang intinya juga itu.
Ahh... mulai lagi, mereka iri.
"Buguru.. apa aku boleh pulang?"
"Nanti dulu, aku koreksi dulu"
"Hah?"
Setelah melihat lihat jawabanku. Ia membentakku.
"Apaapaan ini? Baru nomor 1 sampai 5 saja sudah salah semua!"
"Ahh itu? Aku tidak mau peringkat teratas di penerimaan siswa baru. Jadi dari nomor 1-10 aku salahkan saja.."
"Hah? Apa-apaan itu? Jika aku melihat ada yang salah selain nomor 1-10 aku akan menghukummu"
"tapi, itukan lama"
"Tidak... aku punya kunci jawaban"
Benarkah? Syukurlah.. ini tidak akan lama.
"Baiklah, aku akan menunggu 2 menit"
Ternyata ada cara yang mudah bagaimana menyamakan jawaban. Dengan meletakkan kunci jawaban dibawah lembar jawabanku.
"Huh? Kau menang nak"
"Terima kasih bu. Kalau begitu, saya pamit"
"Ya"
Akhirnya.. aku bisa pulang.
Aku berjalan dengan santai. Ternyata sudah banyak yang sudah selesai mengerjakan ulangan.
Saat berjalan, aku melihat sekeliling gelap.
Ternyata sedang mendung. Jadi ini yang membuatku berpikir masih pagi. Sepertinya sedikit lagi akan turun hujan.
Saat aku sampai di gerbang sekolah. Seperti dugaanku. Hujan turun.
Mau tidak mau aku kembali kesekolah. Aku menunggu di depan pintu sekolah. Kulihat mereka semua membawa payung.
Sial.. aku tidak melihat ramalan cuaca hari ini.
Aku menunggu sekitar 10 menit. Dan mulai bosan. Aku mencari tempat duduk dan memakan permen favorit ku. Aku tidak pernah kehabisan stok permenku. Ini adalah permen mint dengan rasa menthol. Benar-benar permen yang menarik. Namun keluargaku, temanku, dan pacarku tidak ada yang suka. Sampai sampai aku disebut aneh.
Setelah 20 menit berlalu, aku memakan permenku dengan mendengarkan musik dari Ipod ku. Masih saja hujan.
Tak lama ada seorang perempuan yang memanggilku. Aku melepas headsheetku.
"Hoi..kau...! Kau mau pulang?"
Aku lihat dia cantik, rambut panjang dikuncir dua berwarna coklat. Mata yang berwarna hitam kehijauan. Tinggi semampai.
"Y-ya"
"Ayo.. pulang denganku. Hujannya masih lama. Menurut ramalan cuaca akan sampai sore lohh!"
Apa? Serius...?
"Ayo!" Ia memaksaku lagi.
"Tidak terimakasih"
"Sudahlah... ayo...! Jangan malu malu" ia memegang tanganku dan menarikku.
"Tiiiidaaaaak...." aku mencoba memberontak.
"Ayooo..." gadis ini keras kepala sekali!!
Aku berpikir, ini akan menjadi pemborosan energi. Jadi aku mengalah.
"Baiklah baiklah...huh..!"
"Akhirnya kau mau juga"
Kenapa harus bertemu orang seperti ini? Siang ini sial sekali! padahal tadi pagi, aku sangat beruntung.
Diperjalan dia berisik sekali. Aku sangat kesal sampai sampai aku ingin dia melupakanku, atau berbalik untuk tidak menyukaiku.
Setelah aku berpikir seperti itu, ia berhenti berjalan. dan marah-marah kepadaku.
"Siapa kau!? Kau yang terburuk dari yang terburuk!! Aku benci kau...!!" dia mengatakan itu dan berlari menjauhiku.
Hah?! Apa!? Aku tidak mengerti. Tadi dia memaksaku. Sekarang dia... apa aku melakukan hal yang salah. Tapi, dari tadi aku hanya diam. Dan dia bilang, "siapa kau?" Ini membingungkan. Aku hanya diam dan memikir--
Hah...? Jangan jangan mimpi itu nyata...?
Diubah oleh miu007 12-05-2014 17:15
0
Kutip
Balas
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/s30.postimg.org/cyj2i6941/image.png)