- Beranda
- Stories from the Heart
My Name is LARA
...
TS
iamlara
My Name is LARA
Nama saya LARA.
Ketika genap usia 17 th, babe bilang " babe mimpi matahari di atas kepala babe mulai condong ke barat, it artinya umur babe mungkin cuma sampai setengah abad lebih sedikit"
Aku cuma bisa tersenyum " kenapa percaya sama mimpi babe, hidup mati manusia itu sudah di atur sama Tuhan, kenapa babe menyimpulkan seperti it? Jangan suka mendahului apa kehendak Tuhan"
" Kamu sudah dewasa sekarang Lara, hari ini kamu genap 17 th. Babe harap, mulai sekarang kita bisa bicara di satu meja. jangan pernah melempar babe sendal lagi ketika marah" Babe memeluk ku dan meninggalkan aku sambil tersenyum.
Jujur, itu adalah pelukan pertama babe setelah aku besar dan aku merasa nyaman sekali.
INDEX
FLASH BACK
Ketika Babe Bilang "HARUS KULIAH" Dan Mereka Bilang "JANGAN "
Om & Tante Pun Ternyata Sama Saja
Lara Sudah Pintar Tante
Bahkan Teman ku Pun Engga Suka Tante Tina
Ketika Kita Berada Di RS yang Sama Tapi Di Ruang Yang Berbeda
What kind Of Sister You Are
I Know You Are Very Desperate Babe
Tragedi Melempar Sendal Kembali Terulang
Sahur Bersama
Kebo Dan Septa
Teman Lebih Mengerti
Mereka sama Saja
Sabtu Pahing Itu Keras Kepala & Engga Bisa Di Atur
Cerita Babe
Semua Akan Baik- Baik Saja Tanpa Kalian
Ketika Sudah Tidak Punya Apa- Apa
Manja Pun Bisa Jadi Pembokat
Cukup Hanya 3 Th Saja
Touch Down Jogjakarta
Perfect Reunian
Meet Babe Big Family
Meet Old friend
New Job
Trimakasih
Suatu Saat Kamu Akan Merasakan Gimana Rasanya Membanggakan Orang Yang Salah
When I Feell I'am Is Idiot
Ketika genap usia 17 th, babe bilang " babe mimpi matahari di atas kepala babe mulai condong ke barat, it artinya umur babe mungkin cuma sampai setengah abad lebih sedikit"
Aku cuma bisa tersenyum " kenapa percaya sama mimpi babe, hidup mati manusia itu sudah di atur sama Tuhan, kenapa babe menyimpulkan seperti it? Jangan suka mendahului apa kehendak Tuhan"
" Kamu sudah dewasa sekarang Lara, hari ini kamu genap 17 th. Babe harap, mulai sekarang kita bisa bicara di satu meja. jangan pernah melempar babe sendal lagi ketika marah" Babe memeluk ku dan meninggalkan aku sambil tersenyum.
Jujur, itu adalah pelukan pertama babe setelah aku besar dan aku merasa nyaman sekali.
INDEX
FLASH BACK
Ketika Babe Bilang "HARUS KULIAH" Dan Mereka Bilang "JANGAN "
Om & Tante Pun Ternyata Sama Saja
Lara Sudah Pintar Tante
Bahkan Teman ku Pun Engga Suka Tante Tina
Ketika Kita Berada Di RS yang Sama Tapi Di Ruang Yang Berbeda
What kind Of Sister You Are
I Know You Are Very Desperate Babe
Tragedi Melempar Sendal Kembali Terulang
Sahur Bersama
Kebo Dan Septa
Teman Lebih Mengerti
Mereka sama Saja
Sabtu Pahing Itu Keras Kepala & Engga Bisa Di Atur
Cerita Babe
Semua Akan Baik- Baik Saja Tanpa Kalian
Ketika Sudah Tidak Punya Apa- Apa
Manja Pun Bisa Jadi Pembokat
Cukup Hanya 3 Th Saja
Touch Down Jogjakarta
Perfect Reunian
Meet Babe Big Family
Meet Old friend
New Job
Trimakasih
Suatu Saat Kamu Akan Merasakan Gimana Rasanya Membanggakan Orang Yang Salah
When I Feell I'am Is Idiot
Diubah oleh iamlara 17-03-2015 15:07
bukhorigan dan anasabila memberi reputasi
2
20.8K
163
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.8KAnggota
Tampilkan semua post
TS
iamlara
#96
Manja pun Bisa Jadi Pembokat
Kalo di tanya kenapa aku bisa senekat ini, aku cuma bilang kalau aku sayang sama babe aku. aku ingin memberikan yang terbaik buat babe. Selama ini babe sudah cape kerja keras untuk semua nya, maka ini saat nya babe diem diri di rumah sambil menikmati hasil jerih payah nya meskipun bukan dari orang- orang yang sudah di bantunya.
Babe & Mama masih nanyain kenekatan ku ini. Mereka masih mencoba untuk menahan aku supaya engga kerja di LN sebagai pembantu. Mereka menawarkan kerja di malaysia atau korea yang kerjanya di pabrik.
" Ra kamu pikir- pikir lagi ya. Kenapa engga di malay atau korea aja. Masa anak mama jadi pembatu sih "
" Trus kenapa Ma, Yang penting kan gaji gede dan halal "
" Apa kata temen- temen mu nanti "
" Kenapa mesti mikirin temen sih ma, Lagian mereka tau kondisi Lara kok "
" Tapi Mama tetep engga etuju kalau kamu jadi pembantu. Mama ngeri kalau kamu di siksa "
" Mama, apaan sih kok samapai mikirnya Lara di siksa, Lagian engga semua majikan jahat kan Ma, Mama denger sendiri ceritanya tante sri kan "
" Ra...."
" Ma, doakan aja Lara baik- baik saja, dapet kerjaan ringan trus majikan juga bagus. Mama tau kalau kerja di parik Lara engga bisa kirim gaji full. Kalau jadi pembantu kan Full, Makan dan macem- macem nya kan di tanggung sama majikan ma."
" Tapi Ra, kamu itu di rumah engga pernah masak, engga pernah ngapa- ngapain. Nyuci nyapu ngepel aja mama yang ngerjain semua."
" Mama, Lara itu males kalo di rumah bukanya engga bisa. Kalo disana nanti pasti pinter "
" Yasudahlah "
Sebelum pergi, aku menitipkan babe sama temen- temen ku. Waktu aku bilang kalau mau kerja di Singapore sebagai pembantu mereka rata- rata kaget.
" Yang bener Ra? Emang kamu bisa masak ?"
" Tangan alus gini mau jadi pembantu? emang kamu bisa kerja?"
Kebanyakan dari mereka engga percaya. Ya karena mereka tau gimana aku selama ini. Engga keliatan bisa masak ataupun kerja.
" Ra, serius kamu mau ke Singapore?"
" Serius lah Bo. Masa bo ongan sih "
" Kamu ke bangka aja ya. Aku semalem sudah ngomong sama mama. Mau di cariin kerja sama mama yang gajinya setara sm di Singapore "
" Engga ah. Kalo deket sama mama kamu aku engga mandiri nantinya "
" Ya engga lah, nanti kamu tinggalnya di kost nya mama. Mama kan punya kost- kostan jg. Gratis deh,. nanti makan nya di rumah ku aja "
" Makasih deh, Bo. kamu selama ini udah baik banget sama aku. Aku engga mau karena engga mau ngerepotin orang lain."
Kebo adalah sahabat terbaik ku. Dia pasti selalu ada meskipun aku lagi engga butuh temen. Dan mama nya juga sayang banget sama aku. Bahkan berharap banget aku bisa jadi mantunya
Setelah aku pamitan sama temen- temen ku, aku pun masuk di penampungan. Awal nya aku berfikir kalo penampungan itu seperti penjara. Tapi ternyata engga. Makan, minum, tidur dan mandi masih tercukupi dengan baik. Karena engga ada kegiatan apapun, aku tambah gemuk disini.
Selama di penampungan aku di ajarin bahasa inggris basic. Karena menurut guru aku udah pinter bahasa tapi keliatan manja, maka aku di gembleng di pelatihan house keeping dan masak. Emang sih aku keliatan paling manja disini. Mungkin karena yang lain nya sudah biasa kerja sebagai pembantu, sedang aku belum sama sekali.
Setelah 1, 5 bulan, aku pun di berangkat kan ke singapore. Ternyata Singapore sama kaya Jakarta. Panas dan banyak gedung. Bedanya lalulitas di singapore engga sesremawut kaya di jakarta. Dan juga Singapore masih banyak hutan di tengah kota.
Aku beruntung karena dapat Job dan bos yang baik. Aku jaga bayi dan jaga anak ke;as 1 SMP. Udah gede sih anak nya. Selain itu aku juga masak dan bersih- bersih rumah. Yah pokoknya kerjaan pembantu gitu deh. Rumah nya sih kecil menurut ku. Jadi bersih- bersih 1 jam aja udah bersih.
Selama disana aku juga masih sering telpon rumah. Aku selalu memantau perkembangan babe. Jadi aku selalu tau gimana keadaan kesehatan babe. Dari mulai sariawan di semua sisi mulut dan lidah karena pengaruh tranfusi sampai pembengkakan hati dan tumbuh tumor di dubur nya aku pun tau.
Ketika aku tau semua itu aku maklum dengan kondisi babe. Aku tau, itu semua adalah dampak dari tranfusi yang berlebihan sehingga menimbulkan pembengkakan diman- mana. Jadi aku engga terlalu kaget ketika di kasih kabar yang buruk tentang kesehatan babe.
Aku juga engga lost contact sama temen- temen ku. Aku sering chat atau FB an sama mereka. Pokoknya aku beruntung banget dapet bos yang baik. Karena aku di ijinkan buat akses internet pake wifi rumah. Bahkan aku di sarankan untuk beli smart phone atau laptop sekalian. Asal dipakenya pas malem. jadi engga ganggu kerjaan.
Babe & Mama masih nanyain kenekatan ku ini. Mereka masih mencoba untuk menahan aku supaya engga kerja di LN sebagai pembantu. Mereka menawarkan kerja di malaysia atau korea yang kerjanya di pabrik.
" Ra kamu pikir- pikir lagi ya. Kenapa engga di malay atau korea aja. Masa anak mama jadi pembatu sih "
" Trus kenapa Ma, Yang penting kan gaji gede dan halal "
" Apa kata temen- temen mu nanti "
" Kenapa mesti mikirin temen sih ma, Lagian mereka tau kondisi Lara kok "
" Tapi Mama tetep engga etuju kalau kamu jadi pembantu. Mama ngeri kalau kamu di siksa "
" Mama, apaan sih kok samapai mikirnya Lara di siksa, Lagian engga semua majikan jahat kan Ma, Mama denger sendiri ceritanya tante sri kan "
" Ra...."
" Ma, doakan aja Lara baik- baik saja, dapet kerjaan ringan trus majikan juga bagus. Mama tau kalau kerja di parik Lara engga bisa kirim gaji full. Kalau jadi pembantu kan Full, Makan dan macem- macem nya kan di tanggung sama majikan ma."
" Tapi Ra, kamu itu di rumah engga pernah masak, engga pernah ngapa- ngapain. Nyuci nyapu ngepel aja mama yang ngerjain semua."
" Mama, Lara itu males kalo di rumah bukanya engga bisa. Kalo disana nanti pasti pinter "
" Yasudahlah "
Sebelum pergi, aku menitipkan babe sama temen- temen ku. Waktu aku bilang kalau mau kerja di Singapore sebagai pembantu mereka rata- rata kaget.
" Yang bener Ra? Emang kamu bisa masak ?"
" Tangan alus gini mau jadi pembantu? emang kamu bisa kerja?"
Kebanyakan dari mereka engga percaya. Ya karena mereka tau gimana aku selama ini. Engga keliatan bisa masak ataupun kerja.
" Ra, serius kamu mau ke Singapore?"
" Serius lah Bo. Masa bo ongan sih "
" Kamu ke bangka aja ya. Aku semalem sudah ngomong sama mama. Mau di cariin kerja sama mama yang gajinya setara sm di Singapore "
" Engga ah. Kalo deket sama mama kamu aku engga mandiri nantinya "
" Ya engga lah, nanti kamu tinggalnya di kost nya mama. Mama kan punya kost- kostan jg. Gratis deh,. nanti makan nya di rumah ku aja "
" Makasih deh, Bo. kamu selama ini udah baik banget sama aku. Aku engga mau karena engga mau ngerepotin orang lain."
Kebo adalah sahabat terbaik ku. Dia pasti selalu ada meskipun aku lagi engga butuh temen. Dan mama nya juga sayang banget sama aku. Bahkan berharap banget aku bisa jadi mantunya

Setelah aku pamitan sama temen- temen ku, aku pun masuk di penampungan. Awal nya aku berfikir kalo penampungan itu seperti penjara. Tapi ternyata engga. Makan, minum, tidur dan mandi masih tercukupi dengan baik. Karena engga ada kegiatan apapun, aku tambah gemuk disini.
Selama di penampungan aku di ajarin bahasa inggris basic. Karena menurut guru aku udah pinter bahasa tapi keliatan manja, maka aku di gembleng di pelatihan house keeping dan masak. Emang sih aku keliatan paling manja disini. Mungkin karena yang lain nya sudah biasa kerja sebagai pembantu, sedang aku belum sama sekali.
Setelah 1, 5 bulan, aku pun di berangkat kan ke singapore. Ternyata Singapore sama kaya Jakarta. Panas dan banyak gedung. Bedanya lalulitas di singapore engga sesremawut kaya di jakarta. Dan juga Singapore masih banyak hutan di tengah kota.
Aku beruntung karena dapat Job dan bos yang baik. Aku jaga bayi dan jaga anak ke;as 1 SMP. Udah gede sih anak nya. Selain itu aku juga masak dan bersih- bersih rumah. Yah pokoknya kerjaan pembantu gitu deh. Rumah nya sih kecil menurut ku. Jadi bersih- bersih 1 jam aja udah bersih.
Selama disana aku juga masih sering telpon rumah. Aku selalu memantau perkembangan babe. Jadi aku selalu tau gimana keadaan kesehatan babe. Dari mulai sariawan di semua sisi mulut dan lidah karena pengaruh tranfusi sampai pembengkakan hati dan tumbuh tumor di dubur nya aku pun tau.
Ketika aku tau semua itu aku maklum dengan kondisi babe. Aku tau, itu semua adalah dampak dari tranfusi yang berlebihan sehingga menimbulkan pembengkakan diman- mana. Jadi aku engga terlalu kaget ketika di kasih kabar yang buruk tentang kesehatan babe.
Aku juga engga lost contact sama temen- temen ku. Aku sering chat atau FB an sama mereka. Pokoknya aku beruntung banget dapet bos yang baik. Karena aku di ijinkan buat akses internet pake wifi rumah. Bahkan aku di sarankan untuk beli smart phone atau laptop sekalian. Asal dipakenya pas malem. jadi engga ganggu kerjaan.
Diubah oleh iamlara 08-05-2014 12:21
0