TS
miu007
[ORFICT] Apakah Aku Harus?
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/www.images55.com/wp-content/uploads/2014/04/Welcome-Graphic.png)
My OC credit by RissaThanks Rissa

Spoiler for Cover:
Judul: Apakah Aku Harus?
Terbit : 2014 February
Author : Ahmad Baydhowi ( http://
facebook.com/ubay12 )
Genre : Comedy, Romance, Slice Of Life,
School Life, Super Power
Update Chapter : Senin (Malam)
Sipnopsis : Owi Pratama adalah Laki-laki yang
memiliki pemikiran skeptis. Selalu
menganggap dirinya yang paling sial dari
orang orang sial yang lain. Ia Memiliki motto
'hidup sehat, hidup hemat energi' . Selalu
berpikir pesimis, kritis, dan realistis. Namun
begitu, Owi Menghargai dan mempercayai
kerja keras. Suatu hari, ia mendapatkan
sesuatu kekuatan yang diinginkan. Apa
kekuatan yang diinginkannya? Apakah yang
akan dia dilakukan oleh kekuatan itu? Apakah
kesialan kesialan yang akan dihadapinya?
Quote:
READ :
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Chapter 1 : Mungkin Aku harus Terapi Wajah?
Chapter 2 : Mungkin aku harus Berubah?
Chapter 3 : Mungkin aku harus menjadi yang terbaik?
Chapter 4 : Mungkin aku harus tetap seperti ini?
Chapter 5 : Mungkinkah aku harus lebih menikmati ini?
Chapter 6 : Mungkin aku harus mengakhiri ini?
NEW STYLE
Chapter 7 : Apakah aku harus men-reset kehidupanku?
Chapter 8 : Sudah kuduga Kehidupanku mainstream!
Chapter 9 : Pada akhirnya aku hanya orang Naif yang menyedihkan!
Chapter 10 : Senyum Suka Duka[END]
Kritik dan saran sangat diperlukan untuk pengembangan cerita ini, tidak perlu
cukup Komentar, kritik dan saran 
Quote:
Diubah oleh miu007 02-06-2014 11:35
0
8K
Kutip
37
Balasan
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Fanstuff
1.9KThread•347Anggota
Tampilkan semua post
TS
miu007
#4
Chapter 2: Mungkin aku harus Berubah?
Spoiler for chapter2:
Sekarang pukul 5. sebentar lagi, kak Atra pulang. adikku pasti sedang menunggunya didepan tv seperti biasa. Ia selalu menyambutnya ketika pulang. Aku bingung dia tak pernah bosan melakukannya.
aku lihat, sudah pukul 6. kenapa ia belum pulang juga? aku mulai khawatir. karena dia tidak memberi kabar.
Aku lihat jam lagi, pukul 7. dia belum pulang juga. aku pergi mandi.
Selesai mandi sekitar pukul setengah delapan. dan ia belum pulang juga?
Aku sangat khawatir. aku lihat, adikku sangat gelisah.
"kak? kenapa kak Atra belum pulang?" ia dengan sedih bertanya. aku lihat ia sudah mengeluarkan air mata.
ini sedikit membuatku kesal dan sedih. kenapa ia tak memberi kabar?
Aku kira ada dua kemungkinan. Ia sedang mengerjakan tugas namun baterai hp lowbat atau ia lupa. Dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Tapi, aku pikir yang pertama tidak mungkin. karena kakakku sangat perhatian pada adikku maupun padaku.
Jadi, mustahil jika ia melupakannya. kalaupun hp nya lowbat, ia bisa menghubungi kami dengan hp atau telpon temannya.
Kalau Begitu hanya tinggal kemungkinan yang kedua.
Tapi, mungkin saja hp temannya lowbat juga? tapi... ia bisakan? menggunakan telpon rumahnya?
ahhhhh....!!?!!?? ini membuatku gila! cepatlah datang kak....!!!
*kring .. kring .. kring ..
kudengar telpon berbunyi. adikku dengan cepat menuju telpon yang berbunyi itu. ia bagaikan ninja yang menemukan targetnya.
kulihat ia mengangkat telpon dan berbicara secara formal.
apa itu bukan kak Atra? lalu siapa itu?
kulihat adikku menjatuhkan telponnya dengan muka yang syok. Ini seperti adegan adegan di sinetron.
aku menggoyangkan tubuhnya. lalu ia mengeluarkan air mata dan memelukku dengan erat.
kenapa dia? aku mengambil telpon itu dan berbicara dengan seseorang di telpon itu. ternyata ia adalah perawat. aku dengar.
"Tuan Dwiatra Pratama kecelakaan"
sungguh, itu membuatku syok. tapi aku masih dapat menahannya. aku bertanya dimana rumah sakitnya.
Setelah diberi tahu, aku dan adikku pergi kerumah sakit itu menggunakan motorku yang dibelikan orang tuaku. Aku terlalu kaget sampai lupa bertanya bagaimana keadaannya.
ini pertamakalinya aku seserius ini.
sekitar 15menit untuk menuju kesana.
setelah sampai aku menelpon orang tuaku. yah.... seperti yang kau tahu, ia syok! jelas saja, terjadi sesuatu kepada anak kesayangannya. anak yang dibanggakannya.
Aku berlari menuju meja resepsionis. ketika sampai, apalagi? tentu saja aku bertanya dimana ruangannya. Ternyata ia masih di UGD.
Aku menuju ruangan UGD. aku melihat ada seorang perawat didepan ruang UGD.
"maaf, apa anda keluarga dari Pratama?"
"yah... kami adiknya--"
"bagaimana keadaannya sus..!!!!???" Tria memotong pembicaraan ku dan bertanya dengan panik.
"Tenanglah Tria... ya sus, bagaimana keadaanya?"
"Ia sedang tak sadarkan diri. Dan kehilangan banyak darah. Terutama dibagian kepala, mata kirinya sudah tidak bisa disalamatkan. Kami harus meminta izin untuk melakukan pencakokkan mata. oh ya, tuan. dimana orang tua anda?"
"Mereka sedang menuju kesini. Dan apakah kakak saya bisa diselamatkan sus?"
Dengan raut sedih perawat itu menjawab "maaf, kami akan mencoba dan melakukan yang kami bisa"
Aku berpikir, apakah pagi ini adalah pertemuan terakhirku? Kalau tau begitu, aku bersikap baik dan ramah padanya. Seperti yang sudah diduga. Penyesalan selalu datang Belakangan. Aku hanya bisa berdoa. Selamatkan kakak ku!!!!
kudengar ada yang memanggilku. Itu adalah orang tuaku
"ah.. itu mereka sus"
Orang tuaku bertanya kepada Perawat itu dan.. ya, Mereka memberi tahunya. dan ibuku setuju kakakku dicangkok matanya. tapi, kata Perawat itu, Mata yang akan dicangkokkan berwarna biru. tanpa basa basi ibuku menyetujuinya.
Lalu suster itu melakukan konfirmasi kepada dokter bedah untuk operasi. Sekitar pukul 4 pagi, operasi sudah dimulai.
aku melihat, pukul 04.01 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.02 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.03 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.04 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.05 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.06 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.07 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.08 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.09 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.10 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.11 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.12 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.13 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.14 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.15 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.16 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.17 belum ada kabar.
aku selalu melihat kearah jam. entah kenapa waktu berjalan lama sekali.
Setelah menuggu cukup lama, akhirnya dokter bedah keluar dari ruangan operasi. seperti yang kalian tahu, ayah dan ibuku menanyakan bagaimana keadaanya. Aku seperti sedang menonton sinetron. bedanya disini, aku menjadi tokoh kedua.
Dan kudengar operasi itu berhasil. aku sangat bersyukur karena tak terjadi apa-apa pada kak Atra. kalau saja ia tak mengalami kecelakaan, mungkin aku sudah memukulnya. bukan berarti aku berharap dia kecelakaan, hanya saja... aku tidak ingin dia mengulanginya lagi. dan membuat Tria sedih.
Setelah itu ibuku bertanya apa boleh melihatnya? dan perawat itu menjawab boleh, asalkan maksimal dua orang dan memakai pakaian steril.
yah.. aku sudah mengetahui itu.. aku sering melihatnya di sinetron.
kalian bisa menebak yang masuk melihat kak Atra? ya... aku dan adikku.
kenapa? aku juga tidak tahu. mungkin ibuku masih syok dan tidak ingin melihatnya dulu? atau ia mengurus administrasi? atau mungkin aku tidak tahu? sudahlah...
Aku mengenakan pakaian steril itu. kulihat tidak ada bedanya. hanya pakaian bersih untuk sekali pakai. kulihat kakakku terbaring, ada perban di lengan kanan atasnya, di kaki kanannya, dikepalanya, dan dimata kirinya.
Adikku menangis lagi
"Kakak....."
Aku memeluknya.
Entah kenapa ia sangat manis jika sedang menangis.
bukannya aku berharap ia menangis. tetapi, hmm....hanya saja... manis.
Aku melihat tangan kakakku bergerak--tidak, jarinya. saat itu, aku mendengar diotakku kakakku menyuruh adikku keluar.
Lalu aku menyuruh--tidak, meminta tolong untuk keluar sebentar dengan alasan panggilkan ibu dan ayah. karena ia tidak akan mendengarkan perintah, bahkan dari ku.
Ia pun mengangguk dan langsung keluar dari ruangan.
Lalu, aku mendekati kakakku dan memegang tangannya. lalu ia membuka matanya. kulihat matanya berwarna merah darah. tentu saja aku terkejut. aku bertanya apa matanya sakit, dan jawabannya tidak.
"mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk memberikanmu ini"
"apa? memberikan apa?"
"Rook.. mata spesial dengan kemampuan untuk memanipulasi sesuatu yang kau inginkan. kau harus memilih salah satu hal yang harus kau kendalikan"
aku berpikir dia sedang mengigau. lalu aku menjawabnya dengan aktingku. aku bisa berubah usil jika tidak ada orang yang melihat.
"baiklah... aku ingin memanipulasi pikiran orang" hahaha... aku tertawa didalam hatiku.
saat itu aku merasa ada yang memutari ku. ini sangat membuatku pusing. lalu aku melihat cahaya yang sangat terang.
Aku terbangun di kamar kakakku dirawat.
'syukurlah... itu hanya mimpi. kukira aku gila'
kulihat adiiku memasuki ruangan.
"kak... ibu dan ayah ada diluar"
"kenapa tak masuk saja?"
ah.. aku kelepasan. aku lupa jika masuk kesini maksimal dua orang. dia pasti memarahiku dan memakiku. kumohon... lembut lembut...
"apakah kau lupa kak? kan maksimal dua orang" ia menjawabnya dengan lembut.
"a-ah... i-iya, aku lupa. m-maaf maaf"
tentu saja aku terkejut. Ia selembut itu. Sampai aku berbicara tergagap.
aku langsung menuju keluar, lalu menyuruh orangtuaku masuk. dan orang tuaku menerimanya. kenapa ia tadi tidak mau? mungkin syoknya sudah hilang. atau... ini karena mimpiku? hahahaha..
aku melihat jam disekitar lorong. sudah jam 5 lewat. apa aku harus sekolah? oh ya, kemarin UN, Sekarang berarti tes masuk SMA! aku harap soalnya mudah.
Aku yang mengingat ujian itu, langsung pamit ke Ayah, Ibu, Adikku.
Aku berjalan dengan santai. Anggap saja olahraga pagi.
Ah! aku membawa motor! Mungkin olahraganya kapan kapan saja...
Diperjalanan, aku melihat ada banyak orang yang lari pagi. Tak lama kulihat ada pacarku yang sedang meregangkan tubuh. Ya.. dia memang sangat rajin berolahraga. Sangat berbeda denganku yang malas. Aku menyapanya..
"Yo, Angel" Ia menengok dan terlihat terkejut.
"Hah? Owi? Tumben sekali kau bangun pagi. Dan.. sapaan itu? Kau seharusnya mengucapkan Selamat Pagi. Dan, mengapa kau mengendarai motor pagi pagi begini ? Seharusnya, sekali sekali kau harus berolahraga"
yah.. inilah sifat yang kubenci darinya. Selalu menasihati orang.
Apa aku belum memberitahukan pacarku? Baiklah. Aku berpacaran dengannya sejak SMP kelas 2 satu tahun yang lalu.
Namanya Angel Angelia. Ia pacar pertama dan terakhir ku. Ia seumuran denganku. Namun ia sudah SMA, karena pernah loncat kelas dan tidak melewati kelas 2 SMP.
Aku sangat mencintainya, Inilah alasanku mengapa aku dingin kepada gadis yang kutemui. Ia mempunyai badan yang relatif tinggi. Tingginya hingga telingaku. Rambut hitam panjang dan lurus. Namun ia sering menguncir rambutnya kebelakang yang biasa disebut ponytail . Badan ideal yang selalu berolahraga, memiliki mata biru, wajah cantik, kulit putih bersih, wangi badannya selalu tercium dalam radius 1m. Aku belum pernah bertemu keluarganya, mungkin jika sudah SMA nanti.
Aku tak pernah berpikir putus atau berpisah dengannya sama sekali.
"hoi hoi.. kau. Terlalu banyak pertanyaan mu dan permintaan mu. Aku tidak mengingatnya"
"Hah? Baiklah... pertama, kenapa kau bisa bangun pagi?"
"Aku tidak bangun pagi. Tapi, tak tidur malam"
"Hah? Kenapa kau tak tidur?"
Yah .. memang aku selalu menggunakan kata yang sulit. Namun dia selalu tahu apa yang aku bicarakan. Walaupun itu berbentuk pribahasa. Seperti yang diharapkan, dari si Jenius.
"Kakakku kecelakaan"
"Hah!!!!???!??!?!?!?" ia sangat terkejut.
Yah.. karena dia dengan kakakku lumayan akrab.
"Hah apanya?"
"Lalu, bagaimana keadaan kakakmu?"
"Ia sudah dioprasi. Namun belum sadar"
"Oprasi? Oprasi apa?"
"Ma....ta"
Aku mengatakannya dengan nada menakuti. Dan ia ketakutan sambil memegang matanya.
"Sudah dulu ya.. aku ingin bersiap siap untuk ulangan penerimaan siswa"
"Aku ikut denganmu. Aku akan masakkan makan untukmu"
"Heeehh...!! Kau tidak sekolah?"
Aku cukup terkejut mendengarnya. Masakkan Angel.
"Tidak"
Aku sangat senang. Apakah ini akan menjadi hari keberuntunganku? Tanpa pikir panjang aku menyuruhnya naik kemotor dan memuju rumahku.
Ia memelukku dengan erat. Baru kali ini aku merasa sesenang ini. Mungkinkah aku harus berubah menjadi lebih bersemangat? Tapi, jika aku berubah. Aku bukanlah aku. Aku hanya harus menjalani hidup ini sesuai alurnya.
aku lihat, sudah pukul 6. kenapa ia belum pulang juga? aku mulai khawatir. karena dia tidak memberi kabar.
Aku lihat jam lagi, pukul 7. dia belum pulang juga. aku pergi mandi.
Selesai mandi sekitar pukul setengah delapan. dan ia belum pulang juga?
Aku sangat khawatir. aku lihat, adikku sangat gelisah.
"kak? kenapa kak Atra belum pulang?" ia dengan sedih bertanya. aku lihat ia sudah mengeluarkan air mata.
ini sedikit membuatku kesal dan sedih. kenapa ia tak memberi kabar?
Aku kira ada dua kemungkinan. Ia sedang mengerjakan tugas namun baterai hp lowbat atau ia lupa. Dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
Tapi, aku pikir yang pertama tidak mungkin. karena kakakku sangat perhatian pada adikku maupun padaku.
Jadi, mustahil jika ia melupakannya. kalaupun hp nya lowbat, ia bisa menghubungi kami dengan hp atau telpon temannya.
Kalau Begitu hanya tinggal kemungkinan yang kedua.
Tapi, mungkin saja hp temannya lowbat juga? tapi... ia bisakan? menggunakan telpon rumahnya?
ahhhhh....!!?!!?? ini membuatku gila! cepatlah datang kak....!!!
*kring .. kring .. kring ..
kudengar telpon berbunyi. adikku dengan cepat menuju telpon yang berbunyi itu. ia bagaikan ninja yang menemukan targetnya.
kulihat ia mengangkat telpon dan berbicara secara formal.
apa itu bukan kak Atra? lalu siapa itu?
kulihat adikku menjatuhkan telponnya dengan muka yang syok. Ini seperti adegan adegan di sinetron.
aku menggoyangkan tubuhnya. lalu ia mengeluarkan air mata dan memelukku dengan erat.
kenapa dia? aku mengambil telpon itu dan berbicara dengan seseorang di telpon itu. ternyata ia adalah perawat. aku dengar.
"Tuan Dwiatra Pratama kecelakaan"
sungguh, itu membuatku syok. tapi aku masih dapat menahannya. aku bertanya dimana rumah sakitnya.
Setelah diberi tahu, aku dan adikku pergi kerumah sakit itu menggunakan motorku yang dibelikan orang tuaku. Aku terlalu kaget sampai lupa bertanya bagaimana keadaannya.
ini pertamakalinya aku seserius ini.
sekitar 15menit untuk menuju kesana.
setelah sampai aku menelpon orang tuaku. yah.... seperti yang kau tahu, ia syok! jelas saja, terjadi sesuatu kepada anak kesayangannya. anak yang dibanggakannya.
Aku berlari menuju meja resepsionis. ketika sampai, apalagi? tentu saja aku bertanya dimana ruangannya. Ternyata ia masih di UGD.
Aku menuju ruangan UGD. aku melihat ada seorang perawat didepan ruang UGD.
"maaf, apa anda keluarga dari Pratama?"
"yah... kami adiknya--"
"bagaimana keadaannya sus..!!!!???" Tria memotong pembicaraan ku dan bertanya dengan panik.
"Tenanglah Tria... ya sus, bagaimana keadaanya?"
"Ia sedang tak sadarkan diri. Dan kehilangan banyak darah. Terutama dibagian kepala, mata kirinya sudah tidak bisa disalamatkan. Kami harus meminta izin untuk melakukan pencakokkan mata. oh ya, tuan. dimana orang tua anda?"
"Mereka sedang menuju kesini. Dan apakah kakak saya bisa diselamatkan sus?"
Dengan raut sedih perawat itu menjawab "maaf, kami akan mencoba dan melakukan yang kami bisa"
Aku berpikir, apakah pagi ini adalah pertemuan terakhirku? Kalau tau begitu, aku bersikap baik dan ramah padanya. Seperti yang sudah diduga. Penyesalan selalu datang Belakangan. Aku hanya bisa berdoa. Selamatkan kakak ku!!!!
kudengar ada yang memanggilku. Itu adalah orang tuaku
"ah.. itu mereka sus"
Orang tuaku bertanya kepada Perawat itu dan.. ya, Mereka memberi tahunya. dan ibuku setuju kakakku dicangkok matanya. tapi, kata Perawat itu, Mata yang akan dicangkokkan berwarna biru. tanpa basa basi ibuku menyetujuinya.
Lalu suster itu melakukan konfirmasi kepada dokter bedah untuk operasi. Sekitar pukul 4 pagi, operasi sudah dimulai.
aku melihat, pukul 04.01 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.02 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.03 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.04 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.05 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.06 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.07 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.08 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.09 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.10 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.11 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.12 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.13 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.14 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.15 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.16 belum ada kabar.
aku melihat, pukul 04.17 belum ada kabar.
aku selalu melihat kearah jam. entah kenapa waktu berjalan lama sekali.
Setelah menuggu cukup lama, akhirnya dokter bedah keluar dari ruangan operasi. seperti yang kalian tahu, ayah dan ibuku menanyakan bagaimana keadaanya. Aku seperti sedang menonton sinetron. bedanya disini, aku menjadi tokoh kedua.
Dan kudengar operasi itu berhasil. aku sangat bersyukur karena tak terjadi apa-apa pada kak Atra. kalau saja ia tak mengalami kecelakaan, mungkin aku sudah memukulnya. bukan berarti aku berharap dia kecelakaan, hanya saja... aku tidak ingin dia mengulanginya lagi. dan membuat Tria sedih.
Setelah itu ibuku bertanya apa boleh melihatnya? dan perawat itu menjawab boleh, asalkan maksimal dua orang dan memakai pakaian steril.
yah.. aku sudah mengetahui itu.. aku sering melihatnya di sinetron.
kalian bisa menebak yang masuk melihat kak Atra? ya... aku dan adikku.
kenapa? aku juga tidak tahu. mungkin ibuku masih syok dan tidak ingin melihatnya dulu? atau ia mengurus administrasi? atau mungkin aku tidak tahu? sudahlah...
Aku mengenakan pakaian steril itu. kulihat tidak ada bedanya. hanya pakaian bersih untuk sekali pakai. kulihat kakakku terbaring, ada perban di lengan kanan atasnya, di kaki kanannya, dikepalanya, dan dimata kirinya.
Adikku menangis lagi
"Kakak....."
Aku memeluknya.
Entah kenapa ia sangat manis jika sedang menangis.
bukannya aku berharap ia menangis. tetapi, hmm....hanya saja... manis.
Aku melihat tangan kakakku bergerak--tidak, jarinya. saat itu, aku mendengar diotakku kakakku menyuruh adikku keluar.
Lalu aku menyuruh--tidak, meminta tolong untuk keluar sebentar dengan alasan panggilkan ibu dan ayah. karena ia tidak akan mendengarkan perintah, bahkan dari ku.
Ia pun mengangguk dan langsung keluar dari ruangan.
Lalu, aku mendekati kakakku dan memegang tangannya. lalu ia membuka matanya. kulihat matanya berwarna merah darah. tentu saja aku terkejut. aku bertanya apa matanya sakit, dan jawabannya tidak.
"mungkin ini adalah waktu yang tepat untuk memberikanmu ini"
"apa? memberikan apa?"
"Rook.. mata spesial dengan kemampuan untuk memanipulasi sesuatu yang kau inginkan. kau harus memilih salah satu hal yang harus kau kendalikan"
aku berpikir dia sedang mengigau. lalu aku menjawabnya dengan aktingku. aku bisa berubah usil jika tidak ada orang yang melihat.
"baiklah... aku ingin memanipulasi pikiran orang" hahaha... aku tertawa didalam hatiku.
saat itu aku merasa ada yang memutari ku. ini sangat membuatku pusing. lalu aku melihat cahaya yang sangat terang.
Aku terbangun di kamar kakakku dirawat.
'syukurlah... itu hanya mimpi. kukira aku gila'
kulihat adiiku memasuki ruangan.
"kak... ibu dan ayah ada diluar"
"kenapa tak masuk saja?"
ah.. aku kelepasan. aku lupa jika masuk kesini maksimal dua orang. dia pasti memarahiku dan memakiku. kumohon... lembut lembut...
"apakah kau lupa kak? kan maksimal dua orang" ia menjawabnya dengan lembut.
"a-ah... i-iya, aku lupa. m-maaf maaf"
tentu saja aku terkejut. Ia selembut itu. Sampai aku berbicara tergagap.
aku langsung menuju keluar, lalu menyuruh orangtuaku masuk. dan orang tuaku menerimanya. kenapa ia tadi tidak mau? mungkin syoknya sudah hilang. atau... ini karena mimpiku? hahahaha..
aku melihat jam disekitar lorong. sudah jam 5 lewat. apa aku harus sekolah? oh ya, kemarin UN, Sekarang berarti tes masuk SMA! aku harap soalnya mudah.
Aku yang mengingat ujian itu, langsung pamit ke Ayah, Ibu, Adikku.
Aku berjalan dengan santai. Anggap saja olahraga pagi.
Ah! aku membawa motor! Mungkin olahraganya kapan kapan saja...
Diperjalanan, aku melihat ada banyak orang yang lari pagi. Tak lama kulihat ada pacarku yang sedang meregangkan tubuh. Ya.. dia memang sangat rajin berolahraga. Sangat berbeda denganku yang malas. Aku menyapanya..
"Yo, Angel" Ia menengok dan terlihat terkejut.
"Hah? Owi? Tumben sekali kau bangun pagi. Dan.. sapaan itu? Kau seharusnya mengucapkan Selamat Pagi. Dan, mengapa kau mengendarai motor pagi pagi begini ? Seharusnya, sekali sekali kau harus berolahraga"
yah.. inilah sifat yang kubenci darinya. Selalu menasihati orang.
Apa aku belum memberitahukan pacarku? Baiklah. Aku berpacaran dengannya sejak SMP kelas 2 satu tahun yang lalu.
Namanya Angel Angelia. Ia pacar pertama dan terakhir ku. Ia seumuran denganku. Namun ia sudah SMA, karena pernah loncat kelas dan tidak melewati kelas 2 SMP.
Aku sangat mencintainya, Inilah alasanku mengapa aku dingin kepada gadis yang kutemui. Ia mempunyai badan yang relatif tinggi. Tingginya hingga telingaku. Rambut hitam panjang dan lurus. Namun ia sering menguncir rambutnya kebelakang yang biasa disebut ponytail . Badan ideal yang selalu berolahraga, memiliki mata biru, wajah cantik, kulit putih bersih, wangi badannya selalu tercium dalam radius 1m. Aku belum pernah bertemu keluarganya, mungkin jika sudah SMA nanti.
Aku tak pernah berpikir putus atau berpisah dengannya sama sekali.
"hoi hoi.. kau. Terlalu banyak pertanyaan mu dan permintaan mu. Aku tidak mengingatnya"
"Hah? Baiklah... pertama, kenapa kau bisa bangun pagi?"
"Aku tidak bangun pagi. Tapi, tak tidur malam"
"Hah? Kenapa kau tak tidur?"
Yah .. memang aku selalu menggunakan kata yang sulit. Namun dia selalu tahu apa yang aku bicarakan. Walaupun itu berbentuk pribahasa. Seperti yang diharapkan, dari si Jenius.
"Kakakku kecelakaan"
"Hah!!!!???!??!?!?!?" ia sangat terkejut.
Yah.. karena dia dengan kakakku lumayan akrab.
"Hah apanya?"
"Lalu, bagaimana keadaan kakakmu?"
"Ia sudah dioprasi. Namun belum sadar"
"Oprasi? Oprasi apa?"
"Ma....ta"
Aku mengatakannya dengan nada menakuti. Dan ia ketakutan sambil memegang matanya.
"Sudah dulu ya.. aku ingin bersiap siap untuk ulangan penerimaan siswa"
"Aku ikut denganmu. Aku akan masakkan makan untukmu"
"Heeehh...!! Kau tidak sekolah?"
Aku cukup terkejut mendengarnya. Masakkan Angel.
"Tidak"
Aku sangat senang. Apakah ini akan menjadi hari keberuntunganku? Tanpa pikir panjang aku menyuruhnya naik kemotor dan memuju rumahku.
Ia memelukku dengan erat. Baru kali ini aku merasa sesenang ini. Mungkinkah aku harus berubah menjadi lebih bersemangat? Tapi, jika aku berubah. Aku bukanlah aku. Aku hanya harus menjalani hidup ini sesuai alurnya.
Diubah oleh miu007 12-05-2014 17:14
0
Kutip
Balas
![[ORFICT] Apakah Aku Harus?](https://dl.kaskus.id/s30.postimg.org/cyj2i6941/image.png)